30 C
Medan
Monday, July 1, 2024

PNS Dishub Karo Tewas Usai Selingkuh di Hotel

Foto: Pardy/PM Jenazah PNS Dishub di ruang IGD RSU Kabanjahe. PNS ini tewas di hotel usai selingkuh.
Foto: Pardy/PM
Jenazah PNS Dishub di ruang IGD RSU Kabanjahe. PNS ini tewas di hotel usai selingkuh.

KARO, SUMUTPOS.CO – Diduga akibat terkena serangan jantung, oknum PNS Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karo, Stepanus Sembiring Depari (54) warga Jalan Jamin Ginting, Gang Garuda Kabanjahe, tewas mendadak usai bercinta di kamar Hotel Arihta No. 2A Desa Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kamis (7/4) sekira pukul 19.00 WIB.

Tewasnya korban diketahui oleh penjaga hotel, menyusul adanya teriakan dari teman wanita korban bernama Sri Murniati br Karo (36) warga Perumahan Samura Indah Kabanjahe, usai melihat korban dalam kondisi kritis.

Naas, belum sempat dilarikan ke rumah sakit, korban yang dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia di kamar hotel. Polisi yang mendapat informasi turun untuk mengevakuasi jasad korban ke RSU Kabanjahe untuk divisum. Sri Murniati yang saat itu bersama korban di dalam kamar diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan di Mapolres Karo.

Dari saku celana korban, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp6.587.000, obat-obatan merek Amlodipin, Simpastin dan tisu basah Super Magic Man.

Amatan wartawan, keluarga korban tampak mendatangi RSU Kabanjahe guna memastikan kematian pria tersebut. Seorang wanita yang diduga sebagai istri korban didampingi keluarga terlihat histeris usai melihat korban terbujur kaku di ruang IGD RSU Kabanjahe.

Informasi yang diperoleh dari warga di halaman RSU Kabanjahe menyebutkan, korban merupakan PNS di Dishub Kabupaten Karo. Hal itu diketahui dari beberapa rekan kerja korban saat melihat kondisi korban di rumah sakit tersebut. “Iya, abang itu memang pegawai Dishub,” kata seorang pria yang saat itu mengenakan seragam dinas.

Sri Murniati br Karo, teman wanita korban di hotel, saat diperiksa di Mapolres Karo malam itu, mengakui jika dirinya bersama korban memiliki hubungan yang istimewa. “Aku kenal dia udah 10 tahun. Kami pacaran. Dia baik dan selalu bantu aku kalau lagi kesulitan,” akunya.

Diakui ibu dua anak ini, ia masih memiliki suami yang sah bermarga Saragih. Korban dan suaminya, kata dia, bahkan saling kenal satu sama lain karena masih bertetangga.

“Memang suamiku nggak tau hubungan kami. Tapi aku berutang budi sama abang itu. Sudah banyak aku dibantunya. Ternak babiku pun dia yang modali,” jelasnya.

Puluhan tahun menjalin hubungan dengan korban, lanjutnya, mereka rutin bertemu. “Kalau mau ketemu, saling kontak aja. Sudah nggak terhitung lagilah berapa kali kami ketemuan. Tadi pun dia hubungi aku jam 4 sore. Aku disuruh datang ke Hotel Arihta,” katanya.

Dijelaskan, ia bersama korban saat itu memasuki kamar No. 2A. “Sebelum gituan, kami masih sempat ngomong-ngomong dulu. Siap itu baru kami mulai gituannya. Cuma sekali, siap itu aku langsung ke kamar mandi,” bebernya.

Selesai dari kamar mandi, ia mengaku melihat korban tidur ngorok. Tak berapa lama, tiba-tiba ia melihat korban dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia. “Aku terkejut, nggak nyangka dia mati. Tadi dia masih sehat-sehat aja,” akunya.

Keterangan pihak medis di RSU Kabanjahe menyebutkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dikatakan, korban diduga terkena serangan jantung.(cr9/deo)

Foto: Pardy/PM Jenazah PNS Dishub di ruang IGD RSU Kabanjahe. PNS ini tewas di hotel usai selingkuh.
Foto: Pardy/PM
Jenazah PNS Dishub di ruang IGD RSU Kabanjahe. PNS ini tewas di hotel usai selingkuh.

KARO, SUMUTPOS.CO – Diduga akibat terkena serangan jantung, oknum PNS Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karo, Stepanus Sembiring Depari (54) warga Jalan Jamin Ginting, Gang Garuda Kabanjahe, tewas mendadak usai bercinta di kamar Hotel Arihta No. 2A Desa Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kamis (7/4) sekira pukul 19.00 WIB.

Tewasnya korban diketahui oleh penjaga hotel, menyusul adanya teriakan dari teman wanita korban bernama Sri Murniati br Karo (36) warga Perumahan Samura Indah Kabanjahe, usai melihat korban dalam kondisi kritis.

Naas, belum sempat dilarikan ke rumah sakit, korban yang dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia di kamar hotel. Polisi yang mendapat informasi turun untuk mengevakuasi jasad korban ke RSU Kabanjahe untuk divisum. Sri Murniati yang saat itu bersama korban di dalam kamar diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan di Mapolres Karo.

Dari saku celana korban, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp6.587.000, obat-obatan merek Amlodipin, Simpastin dan tisu basah Super Magic Man.

Amatan wartawan, keluarga korban tampak mendatangi RSU Kabanjahe guna memastikan kematian pria tersebut. Seorang wanita yang diduga sebagai istri korban didampingi keluarga terlihat histeris usai melihat korban terbujur kaku di ruang IGD RSU Kabanjahe.

Informasi yang diperoleh dari warga di halaman RSU Kabanjahe menyebutkan, korban merupakan PNS di Dishub Kabupaten Karo. Hal itu diketahui dari beberapa rekan kerja korban saat melihat kondisi korban di rumah sakit tersebut. “Iya, abang itu memang pegawai Dishub,” kata seorang pria yang saat itu mengenakan seragam dinas.

Sri Murniati br Karo, teman wanita korban di hotel, saat diperiksa di Mapolres Karo malam itu, mengakui jika dirinya bersama korban memiliki hubungan yang istimewa. “Aku kenal dia udah 10 tahun. Kami pacaran. Dia baik dan selalu bantu aku kalau lagi kesulitan,” akunya.

Diakui ibu dua anak ini, ia masih memiliki suami yang sah bermarga Saragih. Korban dan suaminya, kata dia, bahkan saling kenal satu sama lain karena masih bertetangga.

“Memang suamiku nggak tau hubungan kami. Tapi aku berutang budi sama abang itu. Sudah banyak aku dibantunya. Ternak babiku pun dia yang modali,” jelasnya.

Puluhan tahun menjalin hubungan dengan korban, lanjutnya, mereka rutin bertemu. “Kalau mau ketemu, saling kontak aja. Sudah nggak terhitung lagilah berapa kali kami ketemuan. Tadi pun dia hubungi aku jam 4 sore. Aku disuruh datang ke Hotel Arihta,” katanya.

Dijelaskan, ia bersama korban saat itu memasuki kamar No. 2A. “Sebelum gituan, kami masih sempat ngomong-ngomong dulu. Siap itu baru kami mulai gituannya. Cuma sekali, siap itu aku langsung ke kamar mandi,” bebernya.

Selesai dari kamar mandi, ia mengaku melihat korban tidur ngorok. Tak berapa lama, tiba-tiba ia melihat korban dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia. “Aku terkejut, nggak nyangka dia mati. Tadi dia masih sehat-sehat aja,” akunya.

Keterangan pihak medis di RSU Kabanjahe menyebutkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dikatakan, korban diduga terkena serangan jantung.(cr9/deo)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/