Selain penutupan sejumlah ruas jalan, Renward juga mengaku pihaknya melakukan pengalihan arus lalu-lintas. Arus lalu lintas dari arah selatan menuju utara yang selama ini melalui Jalan Ahmad Yani/Jalan Balai Kota, dialihkan melalui Jalan Brigjen Katamso-Jalan Pemuda-Jalan Palang Merah-Jalan MT Haryono-Jalan Irian Barat dan seterusnya ke utara.
Ia menambahkan, arus lalu lintas dari arah timur ke barat yang selama ini melalui Jalan HM Yamin-Jalan Stasiun Kereta Api-Jalan Pulau Penang, dialihkan melalui Jalan stasiun Kereta Api-Jalan Gwangju-Jalan Ahmad Yani-Jalan Perdana dan seterusnya.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Kota Medan atas penutupan ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas sehingga mengganggu kenyamanan. Untuk itu saya menyarankan kepada warga untuk mencari jalan alternatif sebagai solusinya. Insyaa Allah jalan bisa dilalui seperti biasanya diatas pukul 11.00 WIB,” ungkapnya.
Selanjutnya kepada warga yang ingin menghadiri Gebyar Kemerdekaan, Renward menyatakan pihaknya telah menyediakan sejumlah lokasi untuk parkir kenderaan bermotor baik roda dua maupun empat. Sebab, tak satu pun kenderaan bermotor yang diperbolehkan mendekati lokasi acara. Selain mendukung kelancaraan kegiatan, Gebyar Kemerdekaan juga dirangkaikan dengan car free day sehingga harus bebas emisi gas.
Untuk kenderaan yang datang dari arah Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Gatot Subroto, Renward mengatakan lokasi parkirnya di sekitar Wisma Benteng, Kantor Wali Kota Medan, DPRD Medan, DPRD Sumut dan Lapangan Benteng. Selanjutnya kenderaan yang datang dari arah selatan (Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Pemuda), lokasi parkirnya di kawasan Pajak Ikan Lama.
“Sedangkan kenderaan yang datang dari arah timur, lokasi parkirnya di Jalan HM Yamin mulai dari Simpang Merak Jingga sampai Jalan Balai Kota, serta taman parkir di sisi timur Lapangan Merdeka (seberang Stasiun Kereta Api),” jelasnya. (prn/ije)