30.5 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Angkot yang Masuk dari Luar Kota Dirazia

Tak hanya soal parkir berlapis di depan sekolah, tapi beberapa ruas jalan yang sempit sementara arus kendaraan selalu padat juga menjadi biang kemacetan. Seperti yang tampak di Jalan Karya Glugur terjadi kemacetan pada  jam sibuk pulang kerja. Pengguna jalan Herly mengatakan setiap harinya ia sering melewati jalan ini. “Saya sering pada sore hari pulang dari kampus, memang saya melewati  kemacetan ini. Selain banyaknya volume kendaraan, traffic light juga sering padam,”katanya.

Pantauan lain di Jalan Gaharu juga terjadi kemacetan. Walaupun jalan tersebut tidak menjadi jalan utama. Namun, jalan yang kecil tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
Yang paling parah pada daerah pasar kampung lalang. Hal ini dikarenakan adanya pasar tumpah yang berada didaerah tersebut, Selain itu juga dipengaruhi arus bus antar provinsi yang melintasi daerah ini.
Tak berbeda juga pada Jalan Jamin Ginting atau tepatnya di Simpang Pos.

Salah seorang warga, Tanggaling berharap adanya percepatan pembangunan jembatan layang untuk mengatasi kemacetan.

Tak hanya parkir berlapis yang menjadi perhatian Dishub Kota Medan untuk mengurai kemacetan, tapi juga volume jumlah becak bermotor (betor) yang kian bertambah akibat masuknya betor ke Kota Medan dari daerah.
Untuk itu, Dishub Kota Medan  melakukan razia angkutan kota (Angkot) dan Becak Motor (Betor) dari luar kota. Razia dilakukan diperbatasan antara Kota Binjai-Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang-Kota Medan. Dari  razia yang digelar kemarin, sebanyak 5 betor dilakukan penilangan surat kenderaan. “Selain penertiban parkir berlapis juga kita lakukan penertiban Betor luar Kota Medan, “ucapnya.

Sementara angkot diperbatasan antara Kota Medan dengan Kota Binjai di Jalan Medan-Binjai persisnya di Kampung Lalang juga dilakukan penertiban. Dishub Kota Medan dan Satlantas Polresta Medan berhasil menilang 7 surat kenderaan dan menahan serta mengandangkan angkot ini sebanyak 3 armada. (mag-19/gus)

Tak hanya soal parkir berlapis di depan sekolah, tapi beberapa ruas jalan yang sempit sementara arus kendaraan selalu padat juga menjadi biang kemacetan. Seperti yang tampak di Jalan Karya Glugur terjadi kemacetan pada  jam sibuk pulang kerja. Pengguna jalan Herly mengatakan setiap harinya ia sering melewati jalan ini. “Saya sering pada sore hari pulang dari kampus, memang saya melewati  kemacetan ini. Selain banyaknya volume kendaraan, traffic light juga sering padam,”katanya.

Pantauan lain di Jalan Gaharu juga terjadi kemacetan. Walaupun jalan tersebut tidak menjadi jalan utama. Namun, jalan yang kecil tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
Yang paling parah pada daerah pasar kampung lalang. Hal ini dikarenakan adanya pasar tumpah yang berada didaerah tersebut, Selain itu juga dipengaruhi arus bus antar provinsi yang melintasi daerah ini.
Tak berbeda juga pada Jalan Jamin Ginting atau tepatnya di Simpang Pos.

Salah seorang warga, Tanggaling berharap adanya percepatan pembangunan jembatan layang untuk mengatasi kemacetan.

Tak hanya parkir berlapis yang menjadi perhatian Dishub Kota Medan untuk mengurai kemacetan, tapi juga volume jumlah becak bermotor (betor) yang kian bertambah akibat masuknya betor ke Kota Medan dari daerah.
Untuk itu, Dishub Kota Medan  melakukan razia angkutan kota (Angkot) dan Becak Motor (Betor) dari luar kota. Razia dilakukan diperbatasan antara Kota Binjai-Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang-Kota Medan. Dari  razia yang digelar kemarin, sebanyak 5 betor dilakukan penilangan surat kenderaan. “Selain penertiban parkir berlapis juga kita lakukan penertiban Betor luar Kota Medan, “ucapnya.

Sementara angkot diperbatasan antara Kota Medan dengan Kota Binjai di Jalan Medan-Binjai persisnya di Kampung Lalang juga dilakukan penertiban. Dishub Kota Medan dan Satlantas Polresta Medan berhasil menilang 7 surat kenderaan dan menahan serta mengandangkan angkot ini sebanyak 3 armada. (mag-19/gus)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/