29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026

Ajak Perkuat Persaudaraan, Tun DR H Rahmat Shah Hadiri Halalbihalal Akbar Melayu Indonesia

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menghadiri kegiatan Halalbihalal Akbar Masyarakat Melayu Indonesia yang digelar di Grand Mercure Medan, Ahad (12/4/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi tokoh-tokoh Melayu dari berbagai daerah.

Acara ini diselenggarakan secara bersama oleh Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI), Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI), serta Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI). Mengusung tema “Melalui Semangat Idul Fitri, Kita Rajut Persaudaraan Indonesia dalam Bingkai Keberagaman,” kegiatan ini dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Rahmat Shah selaku Ketua Pembina PB ISMI, OK Saidin selaku Ketua Umum PB MABMI, Nizhamul selaku Ketua Umum PB ISMI, Muhammad Subandi selaku Ketua Umum PB GAMI, serta Milhan Yusuf sebagai ketua panitia. Hadir pula Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, anggota DPD RI dari Sumut dan Kepri, Ketua DPRD Sumut, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Sultan Baktiar Najamudin menegaskan bahwa halalbihalal memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, momentum ini merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat fondasi persatuan di tengah keberagaman bangsa.

“Halalbihalal adalah ruang menjernihkan hati, merajut kembali silaturahmi, dan meneguhkan persaudaraan. Dalam budaya Melayu, ada nilai luhur yang mengajarkan bagaimana harmoni dijaga dan perbedaan dirangkul,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat Melayu memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di kawasan Sumatera. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antar elemen masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan strategis.

“Dari silaturahmi ini kita bisa membangun kekuatan kawasan. Sumatera harus menjadi poros penting dalam pembangunan nasional. Budaya Melayu bukan hanya identitas, tetapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial jika dikelola dengan baik,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Melayu untuk tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadikan momentum ini sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi nyata.

“Dalam dunia yang semakin kompetitif, yang bertahan bukan yang paling besar, tetapi yang paling solid dan terhubung. Karena itu, mari kita rawat persaudaraan ini dan kita kuatkan sinergi ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momen penting untuk kembali kepada kesucian hati sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana menyatukan langkah dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling menghargai,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat Shah bersama tokoh lainnya juga menyampaikan pesan-pesan motivasi untuk kemajuan masyarakat Melayu Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar masyarakat Melayu tetap relevan dan berdaya saing.

Acara tersebut juga diisi dengan pembacaan maklumat masyarakat Melayu Indonesia yang berisi sejumlah poin penting terkait penguatan budaya, pendidikan, serta peran strategis masyarakat Melayu dalam pembangunan. Maklumat ini diharapkan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional. (dmp/ila)

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menghadiri kegiatan Halalbihalal Akbar Masyarakat Melayu Indonesia yang digelar di Grand Mercure Medan, Ahad (12/4/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi tokoh-tokoh Melayu dari berbagai daerah.

Acara ini diselenggarakan secara bersama oleh Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI), Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI), serta Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI). Mengusung tema “Melalui Semangat Idul Fitri, Kita Rajut Persaudaraan Indonesia dalam Bingkai Keberagaman,” kegiatan ini dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Rahmat Shah selaku Ketua Pembina PB ISMI, OK Saidin selaku Ketua Umum PB MABMI, Nizhamul selaku Ketua Umum PB ISMI, Muhammad Subandi selaku Ketua Umum PB GAMI, serta Milhan Yusuf sebagai ketua panitia. Hadir pula Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, anggota DPD RI dari Sumut dan Kepri, Ketua DPRD Sumut, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Sultan Baktiar Najamudin menegaskan bahwa halalbihalal memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, momentum ini merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat fondasi persatuan di tengah keberagaman bangsa.

“Halalbihalal adalah ruang menjernihkan hati, merajut kembali silaturahmi, dan meneguhkan persaudaraan. Dalam budaya Melayu, ada nilai luhur yang mengajarkan bagaimana harmoni dijaga dan perbedaan dirangkul,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat Melayu memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di kawasan Sumatera. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antar elemen masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan strategis.

“Dari silaturahmi ini kita bisa membangun kekuatan kawasan. Sumatera harus menjadi poros penting dalam pembangunan nasional. Budaya Melayu bukan hanya identitas, tetapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial jika dikelola dengan baik,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Melayu untuk tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadikan momentum ini sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi nyata.

“Dalam dunia yang semakin kompetitif, yang bertahan bukan yang paling besar, tetapi yang paling solid dan terhubung. Karena itu, mari kita rawat persaudaraan ini dan kita kuatkan sinergi ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momen penting untuk kembali kepada kesucian hati sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana menyatukan langkah dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling menghargai,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat Shah bersama tokoh lainnya juga menyampaikan pesan-pesan motivasi untuk kemajuan masyarakat Melayu Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar masyarakat Melayu tetap relevan dan berdaya saing.

Acara tersebut juga diisi dengan pembacaan maklumat masyarakat Melayu Indonesia yang berisi sejumlah poin penting terkait penguatan budaya, pendidikan, serta peran strategis masyarakat Melayu dalam pembangunan. Maklumat ini diharapkan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional. (dmp/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru