29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026

Perangi Narkoba, Gerindra Sumut Dukung Ketegasan Bobby

Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dalam menyikapi dugaan penyalahgunaan narkoba pada sebuah kegiatan resmi yang baru-baru ini menjadi sorotan publik.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut Benny Harianto Sihotang, menegaskan bahwa tindakan tegas yang ditunjukkan gubernur merupakan respons yang wajar, mengingat narkoba adalah ancaman serius bagi masyarakat.

“Yang namanya narkoba itu musuh kita bersama. Wajar seorang pemimpin marah ketika melihat langsung ada penyalahgunaan narkoba di depan mata, apalagi dalam kegiatan resmi,” ujarnya kepada wartawan di ruang Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Senin (13/4/2026).

Menurut Benny, keberadaan oknum yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba dalam kegiatan resmi sangat memprihatinkan. Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan sehingga oknum tersebut dapat masuk ke dalam area acara.

“Kami sangat menyesalkan adanya oknum yang diduga sopir pejabat BUMD bisa masuk ke kegiatan resmi dalam kondisi seperti itu. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Benny juga mengkritisi pernyataan salah satu anggota DPRD Sumut yang dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan sikap lembaga secara keseluruhan. Menurutnya, pernyataan tersebut justru berpotensi menimbulkan polemik yang tidak perlu. “Kami dari Fraksi Gerindra tidak sepakat dengan pernyataan tersebut. Jangan membawa-bawa seluruh anggota dewan dalam persoalan ini,” katanya.

Benny menegaskan bahwa jika ada upaya pelaporan terhadap gubernur atas insiden tersebut, pihaknya menilai hal itu tidak relevan dan cenderung mengaburkan substansi persoalan utama, yakni pemberantasan narkoba.

Benny menilai, tindakan tegas gubernur harus dilihat sebagai bentuk kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakatnya, bukan semata-mata tindakan emosional.

“Kalau seorang pemimpin melihat warganya dalam kondisi seperti itu, wajar ia marah. Itu bentuk ketegasan untuk menyadarkan, seperti orang tua kepada anaknya,” jelasnya.

Benny juga mengaku memiliki pengalaman pribadi terkait dampak buruk narkoba, yang menurutnya dapat menghancurkan kehidupan keluarga. Hal ini menjadi alasan kuat baginya untuk mendukung langkah tegas dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Bahaya narkoba itu nyata. Saya pernah melihat sendiri dampaknya di keluarga. Itu yang membuat kita harus tegas dan tidak boleh kompromi,” ungkapnya.

Fraksi Gerindra, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal langkah-langkah gubernur dalam upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara. Ia juga mengingatkan agar persoalan ini tidak dipelintir menjadi isu politik yang dapat mengganggu fokus penanganan.

“Kami berdiri bersama gubernur untuk memberantas narkoba di Sumut. Jangan dipelintir ke arah politik, ini murni demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Diketahui, Bobby Nasution menjadi perhatian publik setelah mengambil tindakan tegas terhadap seorang oknum sopir pejabat BUMD yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba saat menghadiri acara penyerahan tali asih kepada atlet peraih medali SEA Games 2025 di Kantor KONI Sumut, Jumat (10/4/2026) lalu. (map/ila)

Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dalam menyikapi dugaan penyalahgunaan narkoba pada sebuah kegiatan resmi yang baru-baru ini menjadi sorotan publik.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut Benny Harianto Sihotang, menegaskan bahwa tindakan tegas yang ditunjukkan gubernur merupakan respons yang wajar, mengingat narkoba adalah ancaman serius bagi masyarakat.

“Yang namanya narkoba itu musuh kita bersama. Wajar seorang pemimpin marah ketika melihat langsung ada penyalahgunaan narkoba di depan mata, apalagi dalam kegiatan resmi,” ujarnya kepada wartawan di ruang Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Senin (13/4/2026).

Menurut Benny, keberadaan oknum yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba dalam kegiatan resmi sangat memprihatinkan. Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan sehingga oknum tersebut dapat masuk ke dalam area acara.

“Kami sangat menyesalkan adanya oknum yang diduga sopir pejabat BUMD bisa masuk ke kegiatan resmi dalam kondisi seperti itu. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Benny juga mengkritisi pernyataan salah satu anggota DPRD Sumut yang dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan sikap lembaga secara keseluruhan. Menurutnya, pernyataan tersebut justru berpotensi menimbulkan polemik yang tidak perlu. “Kami dari Fraksi Gerindra tidak sepakat dengan pernyataan tersebut. Jangan membawa-bawa seluruh anggota dewan dalam persoalan ini,” katanya.

Benny menegaskan bahwa jika ada upaya pelaporan terhadap gubernur atas insiden tersebut, pihaknya menilai hal itu tidak relevan dan cenderung mengaburkan substansi persoalan utama, yakni pemberantasan narkoba.

Benny menilai, tindakan tegas gubernur harus dilihat sebagai bentuk kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakatnya, bukan semata-mata tindakan emosional.

“Kalau seorang pemimpin melihat warganya dalam kondisi seperti itu, wajar ia marah. Itu bentuk ketegasan untuk menyadarkan, seperti orang tua kepada anaknya,” jelasnya.

Benny juga mengaku memiliki pengalaman pribadi terkait dampak buruk narkoba, yang menurutnya dapat menghancurkan kehidupan keluarga. Hal ini menjadi alasan kuat baginya untuk mendukung langkah tegas dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Bahaya narkoba itu nyata. Saya pernah melihat sendiri dampaknya di keluarga. Itu yang membuat kita harus tegas dan tidak boleh kompromi,” ungkapnya.

Fraksi Gerindra, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal langkah-langkah gubernur dalam upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara. Ia juga mengingatkan agar persoalan ini tidak dipelintir menjadi isu politik yang dapat mengganggu fokus penanganan.

“Kami berdiri bersama gubernur untuk memberantas narkoba di Sumut. Jangan dipelintir ke arah politik, ini murni demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Diketahui, Bobby Nasution menjadi perhatian publik setelah mengambil tindakan tegas terhadap seorang oknum sopir pejabat BUMD yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba saat menghadiri acara penyerahan tali asih kepada atlet peraih medali SEA Games 2025 di Kantor KONI Sumut, Jumat (10/4/2026) lalu. (map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru