DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan untuk meningkatkan pengawasan keamanan pangan dan obat-obatan sekaligus mendorong pengembangan produk unggulan daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu melindungi kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala BBPOM Medan, Mojaza Sirait, bersama jajaran dengan Bupati Dairi Vickner Sinaga di Pendopo Bupati Dairi, Kamis (15/10).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan koordinasi pengawasan obat dan makanan, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta peluang kolaborasi untuk mendukung produk unggulan Kabupaten Dairi.
Mojaza Sirait menyampaikan, BBPOM Medan berkomitmen mendukung pengawasan keamanan pangan dan obat-obatan, termasuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara tepat.
Salah satu perhatian yang disoroti adalah penggunaan antibiotik secara bijak untuk mencegah resistensi antimikroba. Kondisi tersebut dapat membuat mikroorganisme penyebab infeksi semakin sulit ditangani dengan obat yang tersedia, sehingga menjadi tantangan bagi kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap kerja sama dengan BBPOM Medan dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran, terutama dalam memastikan produk pangan dan obat-obatan yang beredar memenuhi standar keamanan serta mutu.
“Kami menyambut baik audiensi ini. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus dilanjutkan dan tepat sasaran sehingga pengawasan kesehatan makanan dan obat-obatan dapat berjalan dengan baik demi keselamatan masyarakat. Terkait teknisnya, dapat berkoordinasi langsung dengan dinas terkait,” ujar Vickner.
Menurutnya, perlindungan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, koordinasi lintas instansi diperlukan agar pengawasan produk yang beredar dapat berjalan efektif.
Selain membahas pengawasan pangan dan obat-obatan, audiensi tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pemkab Dairi untuk memperkenalkan potensi produk unggulan daerah, yakni parfum Dairi berbasis minyak nilam atau patchouli oil.
Produk ini memanfaatkan minyak atsiri dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) yang dikembangkan sebagai salah satu komoditas potensial daerah. Pengolahannya menjadi produk parfum diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Vickner mengajak BBPOM Medan berkolaborasi dalam mendukung pengembangan produk tersebut agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.
Dukungan terhadap produk lokal, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan pemenuhan ketentuan keamanan, mutu, dan perizinan yang berlaku. Dengan demikian, produk unggulan daerah tidak hanya memiliki identitas khas, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Pengembangan parfum berbasis minyak nilam berpotensi membuka peluang bagi rantai usaha lokal, mulai dari budidaya bahan baku hingga pengolahan dan pemasaran produk. Namun, perluasan pasar tetap membutuhkan kesiapan produksi, konsistensi kualitas, serta pemenuhan persyaratan sesuai kategori produk.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Dairi berharap pengawasan obat dan makanan semakin optimal, sementara produk unggulan daerah memperoleh dukungan untuk berkembang secara berkelanjutan.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat peran BBPOM Medan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam perlindungan konsumen dan pengembangan potensi ekonomi lokal, menuju masyarakat Dairi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Turut mendampingi Bupati Dairi dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Ruspal Simarmata, serta sejumlah pejabat terkait. (rud/ila)

