Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar sosialisasi program pengembangan sustainability mindset dan implementasi ekonomi hijau melalui peran bank sampah. Kegiatan digelar di Aula LPMI USM Indonesia, Selasa (21/4). Tema sosialisasi adalah ‘Ekosistem Ekonomi Hijau, Transformasi Sampah Menjadi Investasi Masa Depan Generasi Emas Menuju Indonesia Emas 2045.
Kolaborasi Strategis Inklusi Keuangan dan Kelestarian Lingkungan’ dibuka Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes. pemateri Tengku Dimas Pramana (deputi bisnis Pegadaian Area Medan II), Samsudin Zhang, S.T (direktur PT. Premiere Engineering Indonesia) dan Yayan Sopian (Coca Cola Europasific Partners Indonesia).
Yayan Sopian dari PT. Coca-Cola menjelaskan program pengembangan sustainability mindset dan implementasi ekonomi hijau melalui peran bank sampah di Kampus USM Indonesia kerja sama PT. Coca-Cola. Tengku Dimas Pramana merinci berbagai program lingkungan hidup yang dilakukan Perum Pegadaian. Sedangkan materi tentang dukungan teknologi dalam pengurangan sampah disampaikan PT. Premier Indonesia.
Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan diskusi implementasi program di USM Indonesia. Melalui kegiatan ini diperoleh dukungan sivitas akademika USM Indonesia, terbentuk tim task force aplikasi program di USM Indonesia.
Kemudian diperoleh kesepakatan dengan pimpinan fakultas untuk penyampaian informasi kepada mahasiswa lintas fakultas agar ikut seleksi sebagai The nex youd green leader atau pemuda pemimpin hijau/berwawasan lingkungan yang mendapatkan pelatihan bersertifikat Coca-Cola Ero-Pasific.
Dalam sosialisasi juga diperoleh kesepakatan mulai beroperasinya kembali ‘Bank Sampah Lentera USM Indonesia’ dengan struktur organisasi baru disesuaikan dengan program kolaborasi Coca-cola, Pegadaian, USM Indonesia dan lembaga mitra lainnya.
Ditengah tantangan global seperti perubahan iklim, krisis lingkungan dan meningkatnya volume sampah, kata Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi pelopor perubahan. Kampus bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan. Tetapi juga pusat pembentukan karakter dan pola pikir berkelanjutan.
Rektor menegaskan bahwa salah satu langkah konkret melalui implementasi ekonomi hijau. Salah satunya diwujudkan dalam pengelolaan bank sampah dilingkungan kampus. “Bank sampah bukan sekadar tempat pengumpulan sampah. Tetapi merupakan sarana edukasi, pemberdayaan dan inovasi,” kata Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes.
Melalui bank sampah, menurut rektor, belajar memilah, mengelola dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.;”Mari kita jadikan kampus ini sebagai green campus yang tidak hanya bersih dan asri. Tetapi juga menjadi contoh nyata dalam penerapan prinsip keberlanjutan,” tegas rektor. (dmp)

