33 C
Medan
Sunday, July 14, 2024

Simoncelli Bidik Lanjutan Euforia

INDIANAPOLIS – Balapan MotoGP Republik Ceko di Brno dua pekan lalu bagaikan pelepas dahaga bagi Marco Simoncelli. Pembalap tim Honda Gresini itu untuk kali pertama meraih podium di kelas MotoGP.

Dengan beban yang makin berkurang, Simoncelli membawa euforia itu ke Indianapolis, akhir pekan ini. Sejak naik ke MotoGP pada 2010, Simoncelli belum pernah merasakan berada di atas podium kelas paling bergengsi tersebut.

Penantian hampir selama dua tahun akhirnya terwujud ketika mantan juara dunia kelas 250cc tersebut finis di posisi ketiga di Brno. Keberhasilan tersebut membuat pembalap yang mendapat julukan Super Sic itu makin percaya diri.
“Beban berat yang ada di pundak sudah terangkat di Brno, berkat podium pertama di MotoGP dan podium ke-30 di semua kategori. Ini menjadi sumber kepuasan karena kami sudah mengincarnya sejak seri pembuka musim ini dan tak mampu mewujudkannya karena berbagai alasan,” ujar Simoncelli seperti dikutip Crash.

Dia mengumpamakan perjalanannya musim ini sebelum di Brno sebagai awan kelabu. Dengan lenyapnya awan tersebut, dia berharap perjalanannya di sisa musim makin lancar. Perjalanan itu berawal lagi di Indianapolis.
“Semoga podium itu akan membuat semuanya menjadi lebih mudah pada putaran kedua musim ini. Saya merasa kuat dan akan pergi ke Amerika dengan suasana hati yang bagus untuk melanjutkan kemajuan yang positif ini,” tambahnya.
Memang, sejak awal musim 2011, Simoncelli selalu menjadi favorit di setiap balapan. Pembalap Italia itu tampil mengesankan selama latihan bebas dan kualifikasi. Terbukti, dari sebelas seri yang sudah berlangsung, dia enam kali start dari barisan terdepan.

Sayang, Simoncelli tak bisa mewujudkan hal itu menjadi hasil maksimal, karena kecelakaan lebih akrab menghampirinya saat balapan. Dia dinilai masih sering emosional dan terlalu agresif, sehingga balapannya tak pernah mulus.

Keberhasilan Simoncelli naik podium itu juga mendapat pujian dari bos tim Fausto Gresini. Menurutnya, keajaiban menghampiri Simoncelli, sehingga nasib sial yang sering menimpa akhirnya berlalu.

“Sekarang dia telah mematahkan hambatannya dan semoga segalanya bisa lebih mudah bagi Marco. Dia bisa lebih santai di motor dan potensinya akan lebih meningkat,” ujar Gresini.

Ambisi Simoncelli mendapat halangan di Indianapolis, karakter sirkuit tersebut bisa menjadi penghambat untuk mewujudkan tekadnya tersebut. Ukuran tubuhnya yang besar di atas rata-rata pembalap MotoGP lainnya, akan membuatnya kesulitan bersaing dengan para rival.

“Indianapolis adalah sirkuit yang secara keseluruhan saya suka. Tapi saya akan mengalami sedikit kesulitan dibandingkan dengan para pembalap lain yang lebih kecil, karena gigi pertama pada tikungan terakhir mengawali lintasan lurus yang panjang,” jelas Simoncelli.

“Ini adalah masalah bagi kami, tapi kami akan melakukan yang terbaik dan mencoba untuk mengatasinya sehingga masalah yang dihadapi bisa sesedikit mungkin,” pungkasnya. (ady/diq/jpnn)

INDIANAPOLIS – Balapan MotoGP Republik Ceko di Brno dua pekan lalu bagaikan pelepas dahaga bagi Marco Simoncelli. Pembalap tim Honda Gresini itu untuk kali pertama meraih podium di kelas MotoGP.

Dengan beban yang makin berkurang, Simoncelli membawa euforia itu ke Indianapolis, akhir pekan ini. Sejak naik ke MotoGP pada 2010, Simoncelli belum pernah merasakan berada di atas podium kelas paling bergengsi tersebut.

Penantian hampir selama dua tahun akhirnya terwujud ketika mantan juara dunia kelas 250cc tersebut finis di posisi ketiga di Brno. Keberhasilan tersebut membuat pembalap yang mendapat julukan Super Sic itu makin percaya diri.
“Beban berat yang ada di pundak sudah terangkat di Brno, berkat podium pertama di MotoGP dan podium ke-30 di semua kategori. Ini menjadi sumber kepuasan karena kami sudah mengincarnya sejak seri pembuka musim ini dan tak mampu mewujudkannya karena berbagai alasan,” ujar Simoncelli seperti dikutip Crash.

Dia mengumpamakan perjalanannya musim ini sebelum di Brno sebagai awan kelabu. Dengan lenyapnya awan tersebut, dia berharap perjalanannya di sisa musim makin lancar. Perjalanan itu berawal lagi di Indianapolis.
“Semoga podium itu akan membuat semuanya menjadi lebih mudah pada putaran kedua musim ini. Saya merasa kuat dan akan pergi ke Amerika dengan suasana hati yang bagus untuk melanjutkan kemajuan yang positif ini,” tambahnya.
Memang, sejak awal musim 2011, Simoncelli selalu menjadi favorit di setiap balapan. Pembalap Italia itu tampil mengesankan selama latihan bebas dan kualifikasi. Terbukti, dari sebelas seri yang sudah berlangsung, dia enam kali start dari barisan terdepan.

Sayang, Simoncelli tak bisa mewujudkan hal itu menjadi hasil maksimal, karena kecelakaan lebih akrab menghampirinya saat balapan. Dia dinilai masih sering emosional dan terlalu agresif, sehingga balapannya tak pernah mulus.

Keberhasilan Simoncelli naik podium itu juga mendapat pujian dari bos tim Fausto Gresini. Menurutnya, keajaiban menghampiri Simoncelli, sehingga nasib sial yang sering menimpa akhirnya berlalu.

“Sekarang dia telah mematahkan hambatannya dan semoga segalanya bisa lebih mudah bagi Marco. Dia bisa lebih santai di motor dan potensinya akan lebih meningkat,” ujar Gresini.

Ambisi Simoncelli mendapat halangan di Indianapolis, karakter sirkuit tersebut bisa menjadi penghambat untuk mewujudkan tekadnya tersebut. Ukuran tubuhnya yang besar di atas rata-rata pembalap MotoGP lainnya, akan membuatnya kesulitan bersaing dengan para rival.

“Indianapolis adalah sirkuit yang secara keseluruhan saya suka. Tapi saya akan mengalami sedikit kesulitan dibandingkan dengan para pembalap lain yang lebih kecil, karena gigi pertama pada tikungan terakhir mengawali lintasan lurus yang panjang,” jelas Simoncelli.

“Ini adalah masalah bagi kami, tapi kami akan melakukan yang terbaik dan mencoba untuk mengatasinya sehingga masalah yang dihadapi bisa sesedikit mungkin,” pungkasnya. (ady/diq/jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/