33 C
Medan
Sunday, July 14, 2024

Dua OKP Nyaris Bentrok

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Dua kelompok pria dari salah satu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) nyaris terlibat bentrok di areal eks landasan pesawat PTPN 2 Pasar 10 Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang. Kericuhan itu terjadi diduga sebabkan persoalan rencana pemagaran lahan di areal perkebunan, Senin (26/1) kemarin.

Informasi diperoleh Sumut Pos , keributan diduga ditenggarai kesalahpahaman itu bermula saat sekelompok pria berseragam OKP masuk ke areal lahan perkebunan tersebut. Melihat hal itu, sejumlah pemuda yang juga berasal dari organisasi serupa dan lebih dulu berada disekitar lahan eks landasan pesawat PTPN 2 berusaha menghadang.

Aksi tersebut membuat sekelompok pria yang hendak masuk ke areal berang, hingga akhirnya terjadi ketegangan di antara kedua belah pihak. Kericuhan yang nyaris memicu terjadinya bentrok fisik itu akhirnya berhasil dicegah, setelah ketua dari kedua kelompok OKP bertemu. “Tadi ada sekitar sepuluh orang dari OKP asal Marelan mau masuk ke areal lahan Pasar 10, kabarnya mereka mau melakukan pemagaran. Mungkin karena tidak permisi sama OKP yang ada disitu, maka terjadi keributan,” ujar Juliadi (29) salah seorang warga.

Ketua PAC PP Kecamatan Labuhandeli, Fajar Ahmad ST ketika dihubungi mengatakan, keributan antara anggotanya dengan sejumlah pria dari OKP asal Marelan terjadi itu terjadi akibat kesalahpahaman. Dan, kejadian itu berhasil diantisipasi setelah kedua belah pihak melakukan pertemuan.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rony Oktavianus Sitompul saat dihubungi terkait kericuhan dua kelompok pemuda dari OKP di areal lahan eks landasan pesawat PTPN 2 di Pasar 10 Kecamatan Labuhan Deli, belum bersedia menjawab.(rul/ila)
Dia menyebutkan, sekelompok pria yang sempat terlibat kericuhan itu awalnya berencana akan melakukan pemagaran di lahan garapan. Karena dinilai, kurang saling menghargai membuat anggotanya berang.

“Persoalannya karena mereka masuk tanpa menghargai, itu yang membuat anggota tidak terima. Tapi, tadi sudah didamaikan dan membuat surat pernyataan,” sebut Fajar.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rony Oktavianus Sitompul saat dihubungi terkait kericuhan dua kelompok pemuda dari OKP di areal lahan eks landasan pesawat PTPN 2 di Pasar 10 Kecamatan Labuhan Deli, belum bersedia menjawab.(rul/ila)

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Dua kelompok pria dari salah satu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) nyaris terlibat bentrok di areal eks landasan pesawat PTPN 2 Pasar 10 Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang. Kericuhan itu terjadi diduga sebabkan persoalan rencana pemagaran lahan di areal perkebunan, Senin (26/1) kemarin.

Informasi diperoleh Sumut Pos , keributan diduga ditenggarai kesalahpahaman itu bermula saat sekelompok pria berseragam OKP masuk ke areal lahan perkebunan tersebut. Melihat hal itu, sejumlah pemuda yang juga berasal dari organisasi serupa dan lebih dulu berada disekitar lahan eks landasan pesawat PTPN 2 berusaha menghadang.

Aksi tersebut membuat sekelompok pria yang hendak masuk ke areal berang, hingga akhirnya terjadi ketegangan di antara kedua belah pihak. Kericuhan yang nyaris memicu terjadinya bentrok fisik itu akhirnya berhasil dicegah, setelah ketua dari kedua kelompok OKP bertemu. “Tadi ada sekitar sepuluh orang dari OKP asal Marelan mau masuk ke areal lahan Pasar 10, kabarnya mereka mau melakukan pemagaran. Mungkin karena tidak permisi sama OKP yang ada disitu, maka terjadi keributan,” ujar Juliadi (29) salah seorang warga.

Ketua PAC PP Kecamatan Labuhandeli, Fajar Ahmad ST ketika dihubungi mengatakan, keributan antara anggotanya dengan sejumlah pria dari OKP asal Marelan terjadi itu terjadi akibat kesalahpahaman. Dan, kejadian itu berhasil diantisipasi setelah kedua belah pihak melakukan pertemuan.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rony Oktavianus Sitompul saat dihubungi terkait kericuhan dua kelompok pemuda dari OKP di areal lahan eks landasan pesawat PTPN 2 di Pasar 10 Kecamatan Labuhan Deli, belum bersedia menjawab.(rul/ila)
Dia menyebutkan, sekelompok pria yang sempat terlibat kericuhan itu awalnya berencana akan melakukan pemagaran di lahan garapan. Karena dinilai, kurang saling menghargai membuat anggotanya berang.

“Persoalannya karena mereka masuk tanpa menghargai, itu yang membuat anggota tidak terima. Tapi, tadi sudah didamaikan dan membuat surat pernyataan,” sebut Fajar.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rony Oktavianus Sitompul saat dihubungi terkait kericuhan dua kelompok pemuda dari OKP di areal lahan eks landasan pesawat PTPN 2 di Pasar 10 Kecamatan Labuhan Deli, belum bersedia menjawab.(rul/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/