Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI Anugerahkan Darjah Kebangsawanan kepada Tokoh-Tokoh Berjasa untuk Melayu

Suasana penuh khidmat dan nuansa kebesaran adat Melayu mewarnai Majelis Merafak Sembah Tahniah sempena Hari Jadi ke-16 pernikahan Yang Teramat Mulia (YTAM) Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI Tuanku Muhammad Fauzi, S.Kom, M.H bergelar Al Mulk Akbar Shah bersama Yang Amat Mulia (YAM) Cik Anita, S.E gelar Sri Ampuan Permaisuri Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Acara yang digelar di Hotel Miyanna Percutseituan, Sabtu (22/8) menjadi momentum penganugerahan gelar kebangsawanan dan kurnia kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi, kecakapan serta jasa dalam menjaga eksistensi dan pelestarian nilai-nilai Melayu di Tanah Deli.

Penganugerahan gelar tersebut merupakan hak dan penilaian Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI terhadap pribadi-pribadi yang dianggap layak menerima amanah kebangsawanan. Adapun gelar yang dianugerahkan meliputi Datok Sri, Datok Perangkat, Datok Limpah Kurnia, Datok Timbalan dan Datin.

Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang menerima anugerah tersebut. Datok Sri: Datok Sri Haji Mohd Rosli Ibni Haji Bakir gelar Datok Sri Moksha Arya Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Sri Teuku Syeh Zubaili S.Sos.I Ibni Teuku Raja Muda gelar Datok Sri Panca Wangsa Setia Utama Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datok Sri Prof DR Fekri Juliansyah, S.IP Ph.D gelar Datok Sri Indra Utama Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Limpah Kurnia: Datok Bobby Irwansyah, S.E Ibni Haji Syamsu Anwar Hamid Chan gelar Datok Nirmana Setia Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Ilham Sa’dani Damanik, SH Ibni Haji Ruslan Damanik gelar Datok Adhivakta Setia Bangsawan Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datok Willy Firmansyah Ibni Haji Hambali gelar Datok Raksaka Setia Perkasa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Perangkat: Datok Agung Indra Syahputra, S.H Ibni Kusdianto Pradawansyah gelar Datok Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datok Irfan Syah Ibni Arifin gelar Datok Setia Nartaka Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli. Datok Timbalan: Datok Muhammad Irvan SE Ibni Baharudin gelar Datok Setia Praja Sandhana Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Arifuddin, SH, S.P.d.I, M.Pd Ibni H. Abdul Jalil gelar Datok Setia Praja Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli

Datin: Datin May Sara Binti Jalaluddin gelar Datin Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Khairunnisa, S.E binti H.Rusli gelar Datin Setia Praja Sandhana Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Nurma Dewi Amra, S.Sos.I, S.Pd.I binti Amril Effendi gelar Datin Setia Praja Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Hj. Fitriani A.Md. Ak binti Mhd Zaharuddin, S.H gelar Datin Wangsa Metar Niskala Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis M.Ked (PA), Sp.PA binti Prof. dr. H.M. Nadjib Dahlan Lubis, Sp.PA(K) gelar Datin Cendikia Gala Bayu Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Juliana binti Usman gelar Datin Setia Punggawa Sakti Pawang Negeri Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datin Dra. Hj. Fatimah Zahara, M.Pd binti H. Omar Abu Bakar gelar Datin Abimata Perkasa Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Dalam amaran diraja dan sambutannya, Tuanku Muhammad Fauzi menegaskan bahwa gelar kebangsawanan yang diberikan bukanlah sekadar simbol kebanggaan atau kehormatan untuk disandang. Menurutnya, setiap gelar merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi sepanjang hayat.

Para penerima gelar yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli diharapkan mampu menjaga adat, marwah dan nilai kehidupan ber-Melayu yang selaras dengan syariat Islam. Sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata untuk kemaslahatan umat dan masyarakat.

“Melayu adalah bangsa besar yang eksistensinya di dunia tidak perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana puak-puak Melayu mengarahkan langkahnya pada masa kini dan masa depan,” pesannya.

Tuanku juga mengajak seluruh keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli untuk terus berdoa dan bersama-sama menjaga konsistensi lembaga dalam menegakkan, menanamkan serta melestarikan nilai budaya dan adat istiadat Melayu. Pelaksanaan berbagai tradisi di lingkungan kerajaan, menurutnya, bukan semata seremoni, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Prosesi penganugerahan berlangsung dengan tata upacara adat yang sarat makna. Acara diawali dengan masuknya iringan Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI dan Permaisuri ke ruang yang didesain sebagai balairung.

Iringan tersebut turut diikuti Datok Laksamana, Datok Panglima Perang, Datok Bentara Kiri dan Bentara Kanan, prajurit dan dayang-dayang. Setelah Raja dan Permaisuri duduk di singgasana kebesaran, satu per satu kezuriatan, Datok Perangkat dan Datin memasuki balairung. Selanjutnya seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran, doa oleh Datok Imam dan alu-aluan mengenai Kejeruan Metar Bilad Deli oleh Muhammad Mukhlis gelar Datok Setia Diraja KMBD.

Satu per satu penerima kemudian dipanggil ke hadapan singgasana untuk menjemput anugerah. Raja menyerahkan dan menyematkan perlengkapan kehormatan berupa selempang, keris dan pingat, sebelum dilanjutkan dengan pembacaan ikrar serta penandatanganan ikrar sebagai bentuk kesiapan menerima amanah.

Keseluruhan prosesi adat dibuka dan ditutup oleh penghulu balai. Penganugerahan tersebut mencakup penerima gelar dari kategori Datok Sri, Limpah Kurnia, Datok Perangkat, Datok Timbalan hingga Datin dengan masing-masing penerima memperoleh gelar kebangsawanan yang mencerminkan posisi, pengabdian dan kehormatan dalam lingkungan Kejeruan Metar Bilad Deli.

Sejumlah tamu undangan turut menghadiri majelis dan menjadi saksi acara, di antaranya Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar, S.H gelar Datok Daksa Satya Wangsa Diraja KMBD, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provsu Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos, M.SP, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumut, Jauhar Abdillah S.Sos, perwakilan dari kedatukan dan berbagai organisasi masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Kepanitiaan acara dipimpin Mulia Maulana, S.Si, M.Si gelar Datok Setia Khidmat Amaran Diraja KMBD. Setelah prosesi utama selesai, raja dan permaisuri meninggalkan balairung dengan pengawalan punggawa dan iringan dayang. Selanjutnya mengikuti rangkaian silaturahmi, foto bersama dan santap diraja.

Momen istimewa lainnya dalam majelis tersebut adalah pemberian sijjil penghargaan dari Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI kepada Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Medan dan Yayasan Budi Agung Medan sebagai Sekolah Pelestari Budaya Melayu Kota Medan. Penghargaan diberikan atas komitmen dan konsistensi sekolah dalam menerapkan serta memperkenalkan budaya Melayu di lingkungan pendidikan.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan ulang ikrar setia yang telah diperbaharui oleh Datok Perangkat, Datok Timbalan dan Datin yang selama ini senantiasa mendampingi raja dalam berbagai kegiatan dan program Kejeruan Metar Bilad Deli. Ikrar tersebut menjadi penegasan bahwa gelar yang disandang bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk terus mengabdi, menjaga adat, melestarikan budaya serta menghadirkan berbagai program yang membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat di Tanah Deli. (dmp)

Suasana penuh khidmat dan nuansa kebesaran adat Melayu mewarnai Majelis Merafak Sembah Tahniah sempena Hari Jadi ke-16 pernikahan Yang Teramat Mulia (YTAM) Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI Tuanku Muhammad Fauzi, S.Kom, M.H bergelar Al Mulk Akbar Shah bersama Yang Amat Mulia (YAM) Cik Anita, S.E gelar Sri Ampuan Permaisuri Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Acara yang digelar di Hotel Miyanna Percutseituan, Sabtu (22/8) menjadi momentum penganugerahan gelar kebangsawanan dan kurnia kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi, kecakapan serta jasa dalam menjaga eksistensi dan pelestarian nilai-nilai Melayu di Tanah Deli.

Penganugerahan gelar tersebut merupakan hak dan penilaian Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI terhadap pribadi-pribadi yang dianggap layak menerima amanah kebangsawanan. Adapun gelar yang dianugerahkan meliputi Datok Sri, Datok Perangkat, Datok Limpah Kurnia, Datok Timbalan dan Datin.

Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang menerima anugerah tersebut. Datok Sri: Datok Sri Haji Mohd Rosli Ibni Haji Bakir gelar Datok Sri Moksha Arya Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Sri Teuku Syeh Zubaili S.Sos.I Ibni Teuku Raja Muda gelar Datok Sri Panca Wangsa Setia Utama Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datok Sri Prof DR Fekri Juliansyah, S.IP Ph.D gelar Datok Sri Indra Utama Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Limpah Kurnia: Datok Bobby Irwansyah, S.E Ibni Haji Syamsu Anwar Hamid Chan gelar Datok Nirmana Setia Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Ilham Sa’dani Damanik, SH Ibni Haji Ruslan Damanik gelar Datok Adhivakta Setia Bangsawan Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datok Willy Firmansyah Ibni Haji Hambali gelar Datok Raksaka Setia Perkasa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Perangkat: Datok Agung Indra Syahputra, S.H Ibni Kusdianto Pradawansyah gelar Datok Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datok Irfan Syah Ibni Arifin gelar Datok Setia Nartaka Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli. Datok Timbalan: Datok Muhammad Irvan SE Ibni Baharudin gelar Datok Setia Praja Sandhana Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Arifuddin, SH, S.P.d.I, M.Pd Ibni H. Abdul Jalil gelar Datok Setia Praja Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli

Datin: Datin May Sara Binti Jalaluddin gelar Datin Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Khairunnisa, S.E binti H.Rusli gelar Datin Setia Praja Sandhana Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Nurma Dewi Amra, S.Sos.I, S.Pd.I binti Amril Effendi gelar Datin Setia Praja Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Hj. Fitriani A.Md. Ak binti Mhd Zaharuddin, S.H gelar Datin Wangsa Metar Niskala Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis M.Ked (PA), Sp.PA binti Prof. dr. H.M. Nadjib Dahlan Lubis, Sp.PA(K) gelar Datin Cendikia Gala Bayu Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datin Juliana binti Usman gelar Datin Setia Punggawa Sakti Pawang Negeri Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli dan Datin Dra. Hj. Fatimah Zahara, M.Pd binti H. Omar Abu Bakar gelar Datin Abimata Perkasa Wangsa Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli.

Dalam amaran diraja dan sambutannya, Tuanku Muhammad Fauzi menegaskan bahwa gelar kebangsawanan yang diberikan bukanlah sekadar simbol kebanggaan atau kehormatan untuk disandang. Menurutnya, setiap gelar merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi sepanjang hayat.

Para penerima gelar yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli diharapkan mampu menjaga adat, marwah dan nilai kehidupan ber-Melayu yang selaras dengan syariat Islam. Sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata untuk kemaslahatan umat dan masyarakat.

“Melayu adalah bangsa besar yang eksistensinya di dunia tidak perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana puak-puak Melayu mengarahkan langkahnya pada masa kini dan masa depan,” pesannya.

Tuanku juga mengajak seluruh keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli untuk terus berdoa dan bersama-sama menjaga konsistensi lembaga dalam menegakkan, menanamkan serta melestarikan nilai budaya dan adat istiadat Melayu. Pelaksanaan berbagai tradisi di lingkungan kerajaan, menurutnya, bukan semata seremoni, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Prosesi penganugerahan berlangsung dengan tata upacara adat yang sarat makna. Acara diawali dengan masuknya iringan Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI dan Permaisuri ke ruang yang didesain sebagai balairung.

Iringan tersebut turut diikuti Datok Laksamana, Datok Panglima Perang, Datok Bentara Kiri dan Bentara Kanan, prajurit dan dayang-dayang. Setelah Raja dan Permaisuri duduk di singgasana kebesaran, satu per satu kezuriatan, Datok Perangkat dan Datin memasuki balairung. Selanjutnya seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran, doa oleh Datok Imam dan alu-aluan mengenai Kejeruan Metar Bilad Deli oleh Muhammad Mukhlis gelar Datok Setia Diraja KMBD.

Satu per satu penerima kemudian dipanggil ke hadapan singgasana untuk menjemput anugerah. Raja menyerahkan dan menyematkan perlengkapan kehormatan berupa selempang, keris dan pingat, sebelum dilanjutkan dengan pembacaan ikrar serta penandatanganan ikrar sebagai bentuk kesiapan menerima amanah.

Keseluruhan prosesi adat dibuka dan ditutup oleh penghulu balai. Penganugerahan tersebut mencakup penerima gelar dari kategori Datok Sri, Limpah Kurnia, Datok Perangkat, Datok Timbalan hingga Datin dengan masing-masing penerima memperoleh gelar kebangsawanan yang mencerminkan posisi, pengabdian dan kehormatan dalam lingkungan Kejeruan Metar Bilad Deli.

Sejumlah tamu undangan turut menghadiri majelis dan menjadi saksi acara, di antaranya Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar, S.H gelar Datok Daksa Satya Wangsa Diraja KMBD, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provsu Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos, M.SP, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumut, Jauhar Abdillah S.Sos, perwakilan dari kedatukan dan berbagai organisasi masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Kepanitiaan acara dipimpin Mulia Maulana, S.Si, M.Si gelar Datok Setia Khidmat Amaran Diraja KMBD. Setelah prosesi utama selesai, raja dan permaisuri meninggalkan balairung dengan pengawalan punggawa dan iringan dayang. Selanjutnya mengikuti rangkaian silaturahmi, foto bersama dan santap diraja.

Momen istimewa lainnya dalam majelis tersebut adalah pemberian sijjil penghargaan dari Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI kepada Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Medan dan Yayasan Budi Agung Medan sebagai Sekolah Pelestari Budaya Melayu Kota Medan. Penghargaan diberikan atas komitmen dan konsistensi sekolah dalam menerapkan serta memperkenalkan budaya Melayu di lingkungan pendidikan.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan ulang ikrar setia yang telah diperbaharui oleh Datok Perangkat, Datok Timbalan dan Datin yang selama ini senantiasa mendampingi raja dalam berbagai kegiatan dan program Kejeruan Metar Bilad Deli. Ikrar tersebut menjadi penegasan bahwa gelar yang disandang bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk terus mengabdi, menjaga adat, melestarikan budaya serta menghadirkan berbagai program yang membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat di Tanah Deli. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru