30.5 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Tidak Ada Ruang untuk ISIS

Kelompok militan ISIS telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah.
Kelompok militan ISIS telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aktivitas organisasi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) dipastikan tidak mendapat tempat di Indonesia. Mabes Polri meminta bantuan warga untuk tidak memberikan ruang terhadap orang-orang yang berniat mendukung ISIS. Pemerintah juga tidak akan memberikan izin organisasi tersebut eksis di Indonesia.

Hasil sidang kabinet menyatakan ISIS bertentangan dengan Pancasila yang menjadi falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, ISIS tidak mungkin bisa eksis di Indonesia. “UU Ormas mengatur secara tegas bahwa ormas tidak boleh bertentangan dengan Pancasila,” terang Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Boy Rafli Amar kemarin.

Dia menjelaskan, gerakan yang dilakukan ISIS di Timur tengah adalah memberontak kepada pemerintah setempat. ISIS merebut wilayah, lalu mendeklarasikan negara baru yang mereka sebut khilafah Islamiyah. Saat ini, yang menjadi korbannya adalah Irak dan Syiria. Mereka juga tidak segan melakukan kekerasan terhadap pihak yang tidak sepaham.

Salah satu buktinya adalah ISIS lebih sibuk menggulingkan pemerintahan yang sah ketimbang membantu perjuangan rakyat Palestina yang sedang dijajah Zionis Israel. “Tindakan mereka (ISIS) bertentangan dengan norma-norma hukum yang ada di Indonesia,” lanjut mantan Kanit Negosiasi Densus 88 itu.

Boy menjelaskan, pihaknya sudah memantau kelompok-kelompok yang hendak mendukung ISIS sejak beberapa bulan lalu. hanya saja, saat itu kelompok-kelompok tersebut belum menjadi fokus utama. “Saat itu kami fokus kepada kelompok-kelompok teror yang selama ini mengganggu keamanan negara kita,” terangnya.

Salah satu fakta yang telah ditemukan selama pemantauan adalah diseminasi (penyebaran) informasi. Terutama, lewat jalur internet. Selain video-video yang diunggah ke dalam situs YouTube, diseminasi juga dilakukan lewat artikel di sejumlah situs yang mengklaim berbasis Islam. (jp)

Kelompok militan ISIS telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah.
Kelompok militan ISIS telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aktivitas organisasi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) dipastikan tidak mendapat tempat di Indonesia. Mabes Polri meminta bantuan warga untuk tidak memberikan ruang terhadap orang-orang yang berniat mendukung ISIS. Pemerintah juga tidak akan memberikan izin organisasi tersebut eksis di Indonesia.

Hasil sidang kabinet menyatakan ISIS bertentangan dengan Pancasila yang menjadi falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, ISIS tidak mungkin bisa eksis di Indonesia. “UU Ormas mengatur secara tegas bahwa ormas tidak boleh bertentangan dengan Pancasila,” terang Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Boy Rafli Amar kemarin.

Dia menjelaskan, gerakan yang dilakukan ISIS di Timur tengah adalah memberontak kepada pemerintah setempat. ISIS merebut wilayah, lalu mendeklarasikan negara baru yang mereka sebut khilafah Islamiyah. Saat ini, yang menjadi korbannya adalah Irak dan Syiria. Mereka juga tidak segan melakukan kekerasan terhadap pihak yang tidak sepaham.

Salah satu buktinya adalah ISIS lebih sibuk menggulingkan pemerintahan yang sah ketimbang membantu perjuangan rakyat Palestina yang sedang dijajah Zionis Israel. “Tindakan mereka (ISIS) bertentangan dengan norma-norma hukum yang ada di Indonesia,” lanjut mantan Kanit Negosiasi Densus 88 itu.

Boy menjelaskan, pihaknya sudah memantau kelompok-kelompok yang hendak mendukung ISIS sejak beberapa bulan lalu. hanya saja, saat itu kelompok-kelompok tersebut belum menjadi fokus utama. “Saat itu kami fokus kepada kelompok-kelompok teror yang selama ini mengganggu keamanan negara kita,” terangnya.

Salah satu fakta yang telah ditemukan selama pemantauan adalah diseminasi (penyebaran) informasi. Terutama, lewat jalur internet. Selain video-video yang diunggah ke dalam situs YouTube, diseminasi juga dilakukan lewat artikel di sejumlah situs yang mengklaim berbasis Islam. (jp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/