34 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Vaksin AstraZeneca telah Diuji Klinis Fase Tiga

Vaksin Covid 19-Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia sangat menantikan ditemukannya vaksin untuk dapat menekan laju penularan Covid 19. Berbagai kandidat vaksin juga di uji di Indonesia. Indonesia sendiri telah melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan vaksin, guna mempercepat kepastian dalam pembuatan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat. Salah satu vaksin yang juga diuji di Indonesia adalah vaksin AstraZeneca.

Pemerintah Indonesia telah melakukan pemesanan vaksin Covid-19 sebanyak 50 juta yang diproduksi oleh AstraZeneca, Inggris. Pembayaran uang muka untuk pemesanan vaksin ini, sudah diperkirakan sebesar Rp3,7 triliun untuk tahun 2020. Indonesia pun turun ikut memesan Vaksin ini.

Indonesia sendiri sudah melakukan kesepakatan Perjanjian Pembelian Awal (Advance Purchase Agreement) untuk pembelian kandidat vaksin AZD1222 yang merupakan hasil kerjasama antara perusahaan AstraZeneca dari Oxford University.

Melalui Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mengonfirmasi bahwa Indonesia benar memesan vaksin AstraZeneca sebanyak 100 juta dosis yang direncanakan akan masuk di Indonesia pada tahun 2021 mendatang.

Komitmen dari Perusahaan AstraZeneca

Sementara itu, AstraZeneca Indonesia tetap berkomitmen memberikan akses yang luas dan merata terhadap calon vaksin Covid-19 buatan perusahaannya di Indonesia. AstraZeneca telah bekerja sama dengan banyak pihak, yaitu Universitas Oxford, pemerintah, organisasi kesehatan terkemuka seperti WHO, CEPI, dan GAVI, serta berbagai produsen untuk menyediakan vaksin secara luas.

Vaksin AstraZeneca.

Mendapatkan Bantuan dari Berbagai Negara

Vaksin buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca ini diberi bernama AZD 1222 atau ChAdOxl nCoV-19. Vaksin ini telah diuji dalam uji klinis fase tiga atau fase akhir di Inggris, Brasil dan Afrika dengan menguji coba pada 20.000 relawan. Vaksin ini juga telah melakukan uji klinis di AS dengan merekrut 50.000 relawan.

Sebagai salah satu kandidat pertama dalam pembuatan vaksin Covid-19, AstraZeneca telah mendapat suntikan dana dari Pemerintah AS melalui operasi warp speed sebesar US$ 1,3 miliar (setara dengan Rp 18,85 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.500/US$).  Vaksin ini bagus dalam pelaksanaan penelitiannya, dan cepat dalam uji klinis fase ke 3.

Tidak hanya Amerika Serikat yang memberikan suntikan dana ke AstraZeneca dalam bentuk pemesanan produk, namun juga terdapat 4 negara lainnya. Empat negara itu adalah Italia, Belanda, Jerman dan Perancis telah menyerahkan pembayaran uang muka sebesar US$843,2 juta untuk memesan 300 juta dosis vaksin. Pemerintah AS pada bulan Mei 2020, telah memesan 300 juta dosis vaksin Astrazeneca dan menjanjikan kucuran dana sebesar US$1,2 miliar untuk mempercepat penemuan vaksin.

Uji Klinis Vaksin AstraZeneca Sempat Dihentikan

Sekedar informasi, hingga saat ini penelitian vaksin Covid-19 AstraZeneca di Amerika Serikat terhambat dan masih ditunda. Hal itu dikarenakan salah satu relawan mendapat efek samping yaitu penyakit aneh yang jarang terjadi.

Hal itu tak menyurutkan Indonesia membeli vaksin tersebut. Penelitian untuk vaksin Covid-19 ini tetap dilanjutkan di beberapa negara, seperti di Jepang, Brazil, Inggris, India, dan Afrika Selatan.

Memang vaksin astrazeneca ini merupakan salah satu kandidat vaksin covid-19. Artinya, masih ada vaksin merek lain yang juga merupakan kandidat covid-19. Di Indonesia sendiri, setidaknya disebut-sebut ada beberapa vaksin yang kemungkinan besar akan dipakai di Indonesia. Sebut saja vaksin Pfizer, vaksin Sinovac, maupun vaksin Merah-Putih yang merupakan produk dalam negeri.

Untuk mengetahui informasi terbaru terkait dengan perkembangan vaksin virus corona ini, dapat mengakses melalui situs maupun aplikasi Halodoc. Karena tidak hanya menyediakan berbagai fasilitas kesehatan, Halodoc juga memiliki beragam informasi yang sangat tepat untuk kesehatan kita semua. (rel)

Vaksin Covid 19-Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia sangat menantikan ditemukannya vaksin untuk dapat menekan laju penularan Covid 19. Berbagai kandidat vaksin juga di uji di Indonesia. Indonesia sendiri telah melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan vaksin, guna mempercepat kepastian dalam pembuatan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat. Salah satu vaksin yang juga diuji di Indonesia adalah vaksin AstraZeneca.

Pemerintah Indonesia telah melakukan pemesanan vaksin Covid-19 sebanyak 50 juta yang diproduksi oleh AstraZeneca, Inggris. Pembayaran uang muka untuk pemesanan vaksin ini, sudah diperkirakan sebesar Rp3,7 triliun untuk tahun 2020. Indonesia pun turun ikut memesan Vaksin ini.

Indonesia sendiri sudah melakukan kesepakatan Perjanjian Pembelian Awal (Advance Purchase Agreement) untuk pembelian kandidat vaksin AZD1222 yang merupakan hasil kerjasama antara perusahaan AstraZeneca dari Oxford University.

Melalui Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mengonfirmasi bahwa Indonesia benar memesan vaksin AstraZeneca sebanyak 100 juta dosis yang direncanakan akan masuk di Indonesia pada tahun 2021 mendatang.

Komitmen dari Perusahaan AstraZeneca

Sementara itu, AstraZeneca Indonesia tetap berkomitmen memberikan akses yang luas dan merata terhadap calon vaksin Covid-19 buatan perusahaannya di Indonesia. AstraZeneca telah bekerja sama dengan banyak pihak, yaitu Universitas Oxford, pemerintah, organisasi kesehatan terkemuka seperti WHO, CEPI, dan GAVI, serta berbagai produsen untuk menyediakan vaksin secara luas.

Vaksin AstraZeneca.

Mendapatkan Bantuan dari Berbagai Negara

Vaksin buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca ini diberi bernama AZD 1222 atau ChAdOxl nCoV-19. Vaksin ini telah diuji dalam uji klinis fase tiga atau fase akhir di Inggris, Brasil dan Afrika dengan menguji coba pada 20.000 relawan. Vaksin ini juga telah melakukan uji klinis di AS dengan merekrut 50.000 relawan.

Sebagai salah satu kandidat pertama dalam pembuatan vaksin Covid-19, AstraZeneca telah mendapat suntikan dana dari Pemerintah AS melalui operasi warp speed sebesar US$ 1,3 miliar (setara dengan Rp 18,85 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.500/US$).  Vaksin ini bagus dalam pelaksanaan penelitiannya, dan cepat dalam uji klinis fase ke 3.

Tidak hanya Amerika Serikat yang memberikan suntikan dana ke AstraZeneca dalam bentuk pemesanan produk, namun juga terdapat 4 negara lainnya. Empat negara itu adalah Italia, Belanda, Jerman dan Perancis telah menyerahkan pembayaran uang muka sebesar US$843,2 juta untuk memesan 300 juta dosis vaksin. Pemerintah AS pada bulan Mei 2020, telah memesan 300 juta dosis vaksin Astrazeneca dan menjanjikan kucuran dana sebesar US$1,2 miliar untuk mempercepat penemuan vaksin.

Uji Klinis Vaksin AstraZeneca Sempat Dihentikan

Sekedar informasi, hingga saat ini penelitian vaksin Covid-19 AstraZeneca di Amerika Serikat terhambat dan masih ditunda. Hal itu dikarenakan salah satu relawan mendapat efek samping yaitu penyakit aneh yang jarang terjadi.

Hal itu tak menyurutkan Indonesia membeli vaksin tersebut. Penelitian untuk vaksin Covid-19 ini tetap dilanjutkan di beberapa negara, seperti di Jepang, Brazil, Inggris, India, dan Afrika Selatan.

Memang vaksin astrazeneca ini merupakan salah satu kandidat vaksin covid-19. Artinya, masih ada vaksin merek lain yang juga merupakan kandidat covid-19. Di Indonesia sendiri, setidaknya disebut-sebut ada beberapa vaksin yang kemungkinan besar akan dipakai di Indonesia. Sebut saja vaksin Pfizer, vaksin Sinovac, maupun vaksin Merah-Putih yang merupakan produk dalam negeri.

Untuk mengetahui informasi terbaru terkait dengan perkembangan vaksin virus corona ini, dapat mengakses melalui situs maupun aplikasi Halodoc. Karena tidak hanya menyediakan berbagai fasilitas kesehatan, Halodoc juga memiliki beragam informasi yang sangat tepat untuk kesehatan kita semua. (rel)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/