JAKARTA, SUMUT POS – Di tengah akselerasi menuju visi besar satu abad kemerdekaan, para cendekiawan muslim muda ditantang untuk mengawinkan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan semangat kebangsaan demi mengawal transformasi bangsa. Pesan strategis tersebut digaungkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat memberikan kata sambutan secara virtual dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ICMI Muda Pusat yang berlangsung di UIN Jakarta, pada 26–29 Juni 2026.
Mengangkat tema besar “Satu Abad Indonesia, Cendekia Emas, Indonesia Emas”, agenda krusial ini dihadiri jajaran tokoh nasional. Di antaranya Ketua Majelis Istiqomah Majelis Pimpinan Pusat (MPP) ICMI Muda AM Iqbal Parewangi, Ketua Presidium ICMI Muda Pusat Dr. H. Tumpal Panggabean, M.A.
Dalam pidatonya, AHY menaruh harapan besar agar Rakernas kali ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu melahirkan gagasan-gagasan besar yang progresif. Gagasan tersebut diharapkan dapat memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperluas kontribusi nyata ICMI Muda dalam menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
“Menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan berjiwa pengabdian. Karena itu, peran cendekiawan muslim muda sangat penting dalam mengawal transformasi bangsa. Berpikirlah besar, bekerjalah nyata, dan jadilah bagian dari perbaikan bangsa,” tegas AHY.
Lebih lanjut, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini mengajak seluruh kader ICMI Muda untuk terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman, serta aktif membangun kolaborasi yang inklusif. Menurutnya, fondasi kemajuan Indonesia di masa depan harus berpijak pada kemakmuran yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kita harus bisa memastikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan semangat kebangsaan berjalan beriringan untuk kemajuan dan kemakmuran Indonesia,” tambahnya.
AHY menyatakan optimismenya bahwa ICMI Muda akan tetap menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin masa depan yang visioner, unggul, dan tangguh. Dengan energi idealisme serta kapasitas intelektual yang dimiliki, organisasi ini diyakini mampu menyatukan seluruh elemen negeri dan menjadi motor penggerak utama yang mengantarkan Indonesia mencapai puncak kejayaannya pada tahun 2045. (adz)

