Wali Kota Binjai dan Bupati Langkat sebagai ‘Alumni Sukses’ Beri Motivasi pada Acara Wisuda di UMA

Dua alumni sukses Universitas Medan Area (UMA) yakni Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, MAP dan Bupati Langkat H. Syah Afandin, S.H hadir pada kegiatan wisuda almamaternya, Sabtu (27/6). Kehadiran dua kepala daerah pada acara wisuda di Hall UMA ini mendapat perhatian 703 wisudawan dan wisudawati lulusan program sarjana, magister dan doktor beserta para keluarga dan undangan lainnya.

Drs. H. Amir Hamzah, M.AP dan H. Syah Afandin, S.H berbagi pengalaman saat kuliah, pengalaman setelah tamat kuliah hingga berhasil menjadi pemimpin pemerintah di dua daerah tersebut. Disampaikan juga perihal hambatan, tantangan serta kunci sukses saat kuliah dan berkarir.

Selain wali Kota Binjai dan bupati Langkat, wisuda UMA turut dihadiri Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan Song Jianming, pimpinan bank mitra UMA dan Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) H. Muhammad Erwin Siregar, S.E, MBA.

Melalui tayangan vidio, Pelaksana Tugas Sekjen Kementerian Diktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, MBA, Ph.D dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D menyampaikan apresiasi terhadap sivitas akademika termasuk para lulusan UMA yang diwisuda.

Ungkapan senada juga disampaikan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Sumut Iman Gunadi secara langsung kepada para wisudawan dan wisudawati UMA.

Pada kegiatan wisuda ditayangkan juga video testimoni mahasiswa UMA peserta program magang di Jepang yang menggambarkan pengalaman mereka beradaptasi dengan budaya kerja global.

Rangkaian wisuda juga diisi orasi ilmiah dan penyerahan surat keputusan pengangkatan Prof. Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom, ASEAN Eng, APEC Eng sebagai guru besar UMA bidang sains dan data. Orasi ilmiah berjudul: Sains Data untuk Transformasi Pengetahuan, Inovasi dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data.

Semua rangkaian pelaksanaan wisuda UMA ini dipimpin Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc. Dalam kegiatan ini rektor menjelaskan perkembangan kecerdasan buatan (AI), big data, otomatisasi hingga ekonomi hijau yang telah mengubah wajah dunia kerja secara fundamental. Ditengah perubahan tersebut, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki ijazah dan nilai akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas serta integritas yang kuat.

Dunia kerja saat ini tidak lagi sekadar menilai latar belakang pendidikan atau capaian akademik seseorang. “Hari ini dunia kerja tidak lagi bertanya Anda lulusan apa, tetapi bertanya apa yang bisa Anda kontribusikan. Dunia kerja juga tidak lagi bertanya berapa IPK Anda, melainkan seberapa mampu Anda menghadapi perubahan,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema wisuda yakni The UMA Edge: Mewujudkan Lulusan Kompetitif, Berintegritas dan Berwawasan Ekologi dalam Era Transformasi Digital. Rektor menegaskan bahwa ijazah bukan lagi satu-satunya modal untuk meraih kesuksesan.

Lulusan perguruan tinggi harus dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman, karakter yang kuat, kemampuan berpikir kreatif dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, lanjutnya, UMA terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga memiliki daya saing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat program internasionalisasi melalui program magang mahasiswa ke Jepang. Pada angkatan pertama, dua mahasiswa program studi teknik mesin berhasil menjalani program tersebut.

Pengalaman internasional itu bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri, melainkan proses pembentukan karakter dan mental global. “Di Jepang mahasiswa belajar bahwa kompetensi harus disertai kedisiplinan, kecerdasan harus diiringi tanggung jawab dan keberhasilan dibangun melalui kerja keras, integritas serta profesionalisme,” sebut rektor.

Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc mengutarakan bahwa keberhasilan mahasiswa mengikuti program magang tersebut menjadi bukti bahwa lulusan UMA memiliki kapasitas untuk berkompetisi dalam ekosistem global. “Inilah salah satu wujud nyata The UMA Edge,” ujarnya.

Sedangkan Ketua YPHAS H. Muhammad Erwin Siregar, S.E, MBA
mengingatkan para lulusan agar memegang tiga nilai utama dalam menjalani kehidupan, yakni unggul dalam kompetensi, kokoh dalam integritas dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Bekal tersebut akan menjadikan lulusan UMA tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan, inovator, dan agen perubahan bagi pembangunan bangsa.
“Kami mengembalikan para lulusan kepada keluarga bukan lagi sebagai mahasiswa, tetapi sebagai sarjana dan lulusan pascasarjana yang telah dibekali ilmu pengetahuan, karakter, integritas serta semangat untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat,” kata H. Muhammad Erwin Siregar, S.E, MBA.

Sebelumnya Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi dan Kemitraan UMA, Ahmad Rafiki, BBA (Hons), MMGt, Ph.D melaporkan bahwa 703 lulusan diwisuda, terdiri atas 560 lulusan program sarjana, 141 lulusan program magister dan dua lulusan program doktor ilmu pertanian.

Sebanyak 63 persen lulusan sarjana menyelesaikan studi tepat waktu. Pada jenjang magister, angka kelulusan tepat waktu mencapai 73 persen, sedangkan seluruh lulusan program doktor berhasil menuntaskan pendidikan sesuai target.

Pada kesempatan tersebut, diumumkan Nugraha Rahmadan Diyanto sebagai wisudawan terbaik program sarjana, Tukijo sebagai lulusan terbaik program magister dan Silvia Nora sebagai lulusan terbaik program doktor. (dmp)

Dua alumni sukses Universitas Medan Area (UMA) yakni Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, MAP dan Bupati Langkat H. Syah Afandin, S.H hadir pada kegiatan wisuda almamaternya, Sabtu (27/6). Kehadiran dua kepala daerah pada acara wisuda di Hall UMA ini mendapat perhatian 703 wisudawan dan wisudawati lulusan program sarjana, magister dan doktor beserta para keluarga dan undangan lainnya.

Drs. H. Amir Hamzah, M.AP dan H. Syah Afandin, S.H berbagi pengalaman saat kuliah, pengalaman setelah tamat kuliah hingga berhasil menjadi pemimpin pemerintah di dua daerah tersebut. Disampaikan juga perihal hambatan, tantangan serta kunci sukses saat kuliah dan berkarir.

Selain wali Kota Binjai dan bupati Langkat, wisuda UMA turut dihadiri Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan Song Jianming, pimpinan bank mitra UMA dan Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) H. Muhammad Erwin Siregar, S.E, MBA.

Melalui tayangan vidio, Pelaksana Tugas Sekjen Kementerian Diktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, MBA, Ph.D dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D menyampaikan apresiasi terhadap sivitas akademika termasuk para lulusan UMA yang diwisuda.

Ungkapan senada juga disampaikan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Sumut Iman Gunadi secara langsung kepada para wisudawan dan wisudawati UMA.

Pada kegiatan wisuda ditayangkan juga video testimoni mahasiswa UMA peserta program magang di Jepang yang menggambarkan pengalaman mereka beradaptasi dengan budaya kerja global.

Rangkaian wisuda juga diisi orasi ilmiah dan penyerahan surat keputusan pengangkatan Prof. Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom, ASEAN Eng, APEC Eng sebagai guru besar UMA bidang sains dan data. Orasi ilmiah berjudul: Sains Data untuk Transformasi Pengetahuan, Inovasi dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data.

Semua rangkaian pelaksanaan wisuda UMA ini dipimpin Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc. Dalam kegiatan ini rektor menjelaskan perkembangan kecerdasan buatan (AI), big data, otomatisasi hingga ekonomi hijau yang telah mengubah wajah dunia kerja secara fundamental. Ditengah perubahan tersebut, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki ijazah dan nilai akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas serta integritas yang kuat.

Dunia kerja saat ini tidak lagi sekadar menilai latar belakang pendidikan atau capaian akademik seseorang. “Hari ini dunia kerja tidak lagi bertanya Anda lulusan apa, tetapi bertanya apa yang bisa Anda kontribusikan. Dunia kerja juga tidak lagi bertanya berapa IPK Anda, melainkan seberapa mampu Anda menghadapi perubahan,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema wisuda yakni The UMA Edge: Mewujudkan Lulusan Kompetitif, Berintegritas dan Berwawasan Ekologi dalam Era Transformasi Digital. Rektor menegaskan bahwa ijazah bukan lagi satu-satunya modal untuk meraih kesuksesan.

Lulusan perguruan tinggi harus dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman, karakter yang kuat, kemampuan berpikir kreatif dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, lanjutnya, UMA terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga memiliki daya saing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat program internasionalisasi melalui program magang mahasiswa ke Jepang. Pada angkatan pertama, dua mahasiswa program studi teknik mesin berhasil menjalani program tersebut.

Pengalaman internasional itu bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri, melainkan proses pembentukan karakter dan mental global. “Di Jepang mahasiswa belajar bahwa kompetensi harus disertai kedisiplinan, kecerdasan harus diiringi tanggung jawab dan keberhasilan dibangun melalui kerja keras, integritas serta profesionalisme,” sebut rektor.

Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc mengutarakan bahwa keberhasilan mahasiswa mengikuti program magang tersebut menjadi bukti bahwa lulusan UMA memiliki kapasitas untuk berkompetisi dalam ekosistem global. “Inilah salah satu wujud nyata The UMA Edge,” ujarnya.

Sedangkan Ketua YPHAS H. Muhammad Erwin Siregar, S.E, MBA
mengingatkan para lulusan agar memegang tiga nilai utama dalam menjalani kehidupan, yakni unggul dalam kompetensi, kokoh dalam integritas dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Bekal tersebut akan menjadikan lulusan UMA tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan, inovator, dan agen perubahan bagi pembangunan bangsa.
“Kami mengembalikan para lulusan kepada keluarga bukan lagi sebagai mahasiswa, tetapi sebagai sarjana dan lulusan pascasarjana yang telah dibekali ilmu pengetahuan, karakter, integritas serta semangat untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat,” kata H. Muhammad Erwin Siregar, S.E, MBA.

Sebelumnya Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi dan Kemitraan UMA, Ahmad Rafiki, BBA (Hons), MMGt, Ph.D melaporkan bahwa 703 lulusan diwisuda, terdiri atas 560 lulusan program sarjana, 141 lulusan program magister dan dua lulusan program doktor ilmu pertanian.

Sebanyak 63 persen lulusan sarjana menyelesaikan studi tepat waktu. Pada jenjang magister, angka kelulusan tepat waktu mencapai 73 persen, sedangkan seluruh lulusan program doktor berhasil menuntaskan pendidikan sesuai target.

Pada kesempatan tersebut, diumumkan Nugraha Rahmadan Diyanto sebagai wisudawan terbaik program sarjana, Tukijo sebagai lulusan terbaik program magister dan Silvia Nora sebagai lulusan terbaik program doktor. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru