28 C
Medan
Wednesday, July 24, 2024

Akankah Duet “Tambunan dan Sembiring” Jilid 2 Pilkada Deliserdang

Oleh: Batara Sidik

Ruang publik Deliserdang kini bertebaran nama nama bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati. Ada yang berasal dari kalangan politisi, Mantan Bupati, ASN aktif, mantan ASN dan dari kalangan pengusaha turut meramaikan ruang publik tersebut. Mereka berlomba lomba ikut serta sebagai peserta kontestasi pemilu kepala daerah yang bakal digelar secara serentak di bulan November mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah secara serentak di bulan November.

Dasar hukum KPU menetapkan pelaksanan itu adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 mengenai pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 2024. Berdasarkan Pasal 201 ayat (8)… bahwa, Pilkada 2024 digelar pada November mendatang.

KPU juga menerbitkan turunan pelaksanaan UU No 10 Tahun 2016 itu dengan mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 tahun 2024 berkenaan tahapan dan jadwal Pilkada 2024 yang menetapkan hari pemungutan pada 27 November.

Waktu pendaftaran hanya tersisa 2 bulan lagi bagi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk mencari dukungan dari partai politik atau gabungan partai politik dari jadwal yang telah ditetapkan KPU di tanggal 27-29 Agustus. Setelah partai pengusung mendaftarkan bakal calonnya ke KPU, selanjutnya KPU menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil bupati.

Secara teknis dibuat aturan penyelenggaraan Pilkada 2024 yang diatur dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan: Minggu, 5 Mei 2024 – Senin, 19 Agustus 2024. Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon: Sabtu, 24 Agustus 2024 – Senin, 26 Agustus 2024. Pendaftaran Pasangan Calon: Selasa, 27 Agustus 2024 – Kamis, 29 Agustus 2024. Penelitian Pasangan Calon: Selasa, 27 Agustus 2024 – Sabtu, 21 September 2024. Penetapan Pasangan Calon: Selasa, 22 September 2024 – Sabtu, 22 September 2024.

Dipemberitaan ruang publik baik media online maupun media maintsrem, beberapa nama muncul mengambil dan mengembalikan formulir pencalonan bupati dan wakil bupati ke kantor partai politik di tingkat kabupaten.

Nama- nama tersebut diantaranya; Dr Misnan Aljawi politisi dari PPP, Bayu Sumantri Agung Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar merupakan mantan Bupati Deliserdang, Kiki Handoko politisi Gerindra, Sofian Nasution politisi Perindo, Riky Prandana Nasution pemilik Grup Srikandi sebagai penyalur tenaga kerja dan dr Thomas Darwin Sembiring pemilik Grup Deli Husada yang bergerak dijasa pelayanan kesehatan.

Sementara itu yang mewakili ASN yaitu Kharum Reja, ASN aktif yang kini menjabat sebagai asisten 2 Pemkab Deliserdang. dr Asri Ludin Tambunan menjabat Kadis Kesehatan Pemkab Deliserdang, dan terakhir Sofian Marpaung merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang.

Dari sekian nama diatas, ada dua nama yang menjadi perhatian khusus penulis. dr Thomas Darwin Sembiring dan dr Asri Ludin Tambunan. Kenapa menjadi perhatian khusus penulis? Karena Keduanya dapat disebut mewakili kaum muda. Dan keduanya merupakan pewaris Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Amri Tambunan dan Yusuf Sembiring, periode 2004-2009 silam.

Dilihat sekilas, dr Thomas Darwin Sembiring dan dr Asri Ludin Tambunan memiliki kesamaan. Keduanya sama sama mengambil pendidikan dibidang kedokteran. Sama-sama anak sulung di keluarganya. Anak sulung memiliki karakter ambisius, rapi, kaku, teliti, disiplin, sensitif atau peka, tidak sabar, hati hati, cemas, proaktif, sangat peduli dengan manajemen waktu dan dapat diandalkan, secara alami mempunya kepribadian seorang pemimpin, (Dikutip dari situs Tim Medis Klildokter, dengan judul Begini Tipe Kepribadian Anak Menurut Urutan Kelahirannya di tulis dr. Fiona Amelia MPH.)

Usai menamatkan sekolahnya di kedokteran, dr Thomas Darwin Sembiring konsentrasi mengelola usaha rumah sakit. Usaha rumah sakit tersebut merupakan usaha turun temurun dari orang tuanya.

Berbeda dengan dr Asri Ludin Tambunan atau yang disapa Aci itu menjalani karirnya sebagai ASN dan mengabdi pada negara. Berbagai posisi dia lalui. Mulai dari staf rendahan sampai keposisi Kepala Dinas Kesehatan hingga saat ini. Secara karir keduanya tergolong sukses.

Selain sukses mengelola rumah sakit. Thomas Darwin Sembiring mewarisi DNA politik bapaknya Yusuf Sembiring. Dimana keduanya berkarir di partai politik berlambang pohon beringin.

Namun, anehnya keduanya sama sama pernah gagal merebut posisi Ketua DPD Partai Golkar Deliserdang. Tetapi keduanya selalu sukses dalam hal perolehan suara.

Yusuf Sembiring pernah menjabat wakil ketua DPRD Deliserdang. Demikian halnya dengan dr Thomas Darwin Sembiring berhasil duduk sebagai anggota DPRD selama dua priode. Disetiap Pemilu selalu dominan dalam memperoleh suara. Daerah Pemilihan (Dapil 2) Deliserdang daerah pemilihannya, meliputi Kecamatan Patumbak, Delitua dan Biru biru.

Tentu secara elektabilitas Thomas sudah teruji. Kemampuan merebut hati rakyat di Pemilihan Umum legislatif sebagai pijakan mencalonkan sebagai kepala daerah sunggulah pantas. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan, bahwa elektabilitas berarti keterpilihan. Lebih lanjut, jika dikaitkan dengan politik, elektabilitas adalah kemampuan atau kecakapan untuk dipilih menduduki suatu jabatan dalam pemerintahan.

Selain mempunyai kemampuan elektabilitas yang bagus dr Thomas Darwin Sembiring sangat populer di akar rumput. Terbukti dari Kemampuannya memperoleh suara terbanyak di Dapilnya pada Pemilu legislatif silam.

Berbagai survei yang digelar partai Golkar, Thomas Darwin Sembiring sangat populis di 11 kecamatan dari 22 kecamatan di Kabupaten Deliserdang. Terutama di kecamatan yang berada di dataran tinggi. Disana umumnya didominasi warga bersuku karo.

Selain memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi. dr Thomas Darwin Sembiring juga memiliki kecakapan material dan immaterial. Terbukti dari posisinya sebagai Bendahara Farksi Golkar di DPRD Deliserdang. Kemampuan finansialnya tidak diragukan, hari-hari tertentu selalu menggelar bahkti sosial pengobatan gratis.

Kegiatan itu rutin dilaksanakan terutama di peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia disetiap tahunnya. Selain itu pembagian sembako kepada warga kurang mampu, digelar disetiap peringatan Dirgahayu Yayasan RSU Sembiring Delitua.

Disisi yang berbeda, dr Asri Ludin Tambunan yang merupakan anak dari Bupati Amri Tambunan masih minim pengalaman di dunia politik. Secara elektabilitas dan popularitas belum teruji. Sampai saat ini saja, jabatan yang diembannya masih sebatas Ketua KONI dan Ketua IDI Kabupaten Deliserdang. Itupun usia jabatanya masih seumur jagung.

Wajar saja dr Asri Ludin Tambunan minim pretasi politik. Secara elektabilitas dan popularitas belum terukur. Itu terjadi bukan tanpa sebab. Ada aturan yang melarang seorang ASN tidak diperbolehkan menjadi anggota Parpol. Bagaimana ada pretasi politik, menjadi anggota Parpol saja dilarang.

Meski pun demikian hanya menjabat sebagai Wakil Direktur di RSU Amri Tambunan berbagai terobosan dan ide kreatif, dari dr Asri Ludin Tambunan telah membuat RSU Amri Tambunan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Utara. Berbagai klinik sepesialis kini hadir disana. Bahkan berbagai pasien dari luar daerah datang berobat.Prestasi di dunia kedokteran itulah membuat dr Asri Ludin diganjar sebagai kepala Dinas Kesehatan Pemkab Deliserdang.

Dalam Pilkada serentak yang digelar bulan November 2024 ini. Mungkinkah keduanya berpasangan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati. Akankah pasangan Tambunan dan Sembiring terulang kembalia atau jilid 2. Apakah dr Asri Ludin Tambunan mau meminang dr Thomas Darwin Sembiring sebagai wakil bupati. Semua pertanyaan itu akan terjawab pada 27-29 Agustus, dimana sebagai batas pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Deliserdang.

Mencari pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada bukanlah hal yang mudah. Selain keinginan atau niat calon bupati dan wakil bupati itu sendiri. Partai politik sebagai pengusung pasangan calon juga mempunyai niat untuk menyodorkan kadernya. Hal itu wajar saja, karena Parpol memiliki kewenangan disitu. Dibutuhkan ke kepiawaian tersendiri untuk mendekati partai politik sebagai pengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sampai saat ini masih terbuka peluang bagi siapa saja akan berpasangan dengan siapa. Politik itu dinamis dan selalu mencair mencari jalan yang pas.(btr/han)

Oleh: Batara Sidik

Ruang publik Deliserdang kini bertebaran nama nama bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati. Ada yang berasal dari kalangan politisi, Mantan Bupati, ASN aktif, mantan ASN dan dari kalangan pengusaha turut meramaikan ruang publik tersebut. Mereka berlomba lomba ikut serta sebagai peserta kontestasi pemilu kepala daerah yang bakal digelar secara serentak di bulan November mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah secara serentak di bulan November.

Dasar hukum KPU menetapkan pelaksanan itu adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 mengenai pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 2024. Berdasarkan Pasal 201 ayat (8)… bahwa, Pilkada 2024 digelar pada November mendatang.

KPU juga menerbitkan turunan pelaksanaan UU No 10 Tahun 2016 itu dengan mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 tahun 2024 berkenaan tahapan dan jadwal Pilkada 2024 yang menetapkan hari pemungutan pada 27 November.

Waktu pendaftaran hanya tersisa 2 bulan lagi bagi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk mencari dukungan dari partai politik atau gabungan partai politik dari jadwal yang telah ditetapkan KPU di tanggal 27-29 Agustus. Setelah partai pengusung mendaftarkan bakal calonnya ke KPU, selanjutnya KPU menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil bupati.

Secara teknis dibuat aturan penyelenggaraan Pilkada 2024 yang diatur dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan: Minggu, 5 Mei 2024 – Senin, 19 Agustus 2024. Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon: Sabtu, 24 Agustus 2024 – Senin, 26 Agustus 2024. Pendaftaran Pasangan Calon: Selasa, 27 Agustus 2024 – Kamis, 29 Agustus 2024. Penelitian Pasangan Calon: Selasa, 27 Agustus 2024 – Sabtu, 21 September 2024. Penetapan Pasangan Calon: Selasa, 22 September 2024 – Sabtu, 22 September 2024.

Dipemberitaan ruang publik baik media online maupun media maintsrem, beberapa nama muncul mengambil dan mengembalikan formulir pencalonan bupati dan wakil bupati ke kantor partai politik di tingkat kabupaten.

Nama- nama tersebut diantaranya; Dr Misnan Aljawi politisi dari PPP, Bayu Sumantri Agung Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar merupakan mantan Bupati Deliserdang, Kiki Handoko politisi Gerindra, Sofian Nasution politisi Perindo, Riky Prandana Nasution pemilik Grup Srikandi sebagai penyalur tenaga kerja dan dr Thomas Darwin Sembiring pemilik Grup Deli Husada yang bergerak dijasa pelayanan kesehatan.

Sementara itu yang mewakili ASN yaitu Kharum Reja, ASN aktif yang kini menjabat sebagai asisten 2 Pemkab Deliserdang. dr Asri Ludin Tambunan menjabat Kadis Kesehatan Pemkab Deliserdang, dan terakhir Sofian Marpaung merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang.

Dari sekian nama diatas, ada dua nama yang menjadi perhatian khusus penulis. dr Thomas Darwin Sembiring dan dr Asri Ludin Tambunan. Kenapa menjadi perhatian khusus penulis? Karena Keduanya dapat disebut mewakili kaum muda. Dan keduanya merupakan pewaris Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Amri Tambunan dan Yusuf Sembiring, periode 2004-2009 silam.

Dilihat sekilas, dr Thomas Darwin Sembiring dan dr Asri Ludin Tambunan memiliki kesamaan. Keduanya sama sama mengambil pendidikan dibidang kedokteran. Sama-sama anak sulung di keluarganya. Anak sulung memiliki karakter ambisius, rapi, kaku, teliti, disiplin, sensitif atau peka, tidak sabar, hati hati, cemas, proaktif, sangat peduli dengan manajemen waktu dan dapat diandalkan, secara alami mempunya kepribadian seorang pemimpin, (Dikutip dari situs Tim Medis Klildokter, dengan judul Begini Tipe Kepribadian Anak Menurut Urutan Kelahirannya di tulis dr. Fiona Amelia MPH.)

Usai menamatkan sekolahnya di kedokteran, dr Thomas Darwin Sembiring konsentrasi mengelola usaha rumah sakit. Usaha rumah sakit tersebut merupakan usaha turun temurun dari orang tuanya.

Berbeda dengan dr Asri Ludin Tambunan atau yang disapa Aci itu menjalani karirnya sebagai ASN dan mengabdi pada negara. Berbagai posisi dia lalui. Mulai dari staf rendahan sampai keposisi Kepala Dinas Kesehatan hingga saat ini. Secara karir keduanya tergolong sukses.

Selain sukses mengelola rumah sakit. Thomas Darwin Sembiring mewarisi DNA politik bapaknya Yusuf Sembiring. Dimana keduanya berkarir di partai politik berlambang pohon beringin.

Namun, anehnya keduanya sama sama pernah gagal merebut posisi Ketua DPD Partai Golkar Deliserdang. Tetapi keduanya selalu sukses dalam hal perolehan suara.

Yusuf Sembiring pernah menjabat wakil ketua DPRD Deliserdang. Demikian halnya dengan dr Thomas Darwin Sembiring berhasil duduk sebagai anggota DPRD selama dua priode. Disetiap Pemilu selalu dominan dalam memperoleh suara. Daerah Pemilihan (Dapil 2) Deliserdang daerah pemilihannya, meliputi Kecamatan Patumbak, Delitua dan Biru biru.

Tentu secara elektabilitas Thomas sudah teruji. Kemampuan merebut hati rakyat di Pemilihan Umum legislatif sebagai pijakan mencalonkan sebagai kepala daerah sunggulah pantas. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan, bahwa elektabilitas berarti keterpilihan. Lebih lanjut, jika dikaitkan dengan politik, elektabilitas adalah kemampuan atau kecakapan untuk dipilih menduduki suatu jabatan dalam pemerintahan.

Selain mempunyai kemampuan elektabilitas yang bagus dr Thomas Darwin Sembiring sangat populer di akar rumput. Terbukti dari Kemampuannya memperoleh suara terbanyak di Dapilnya pada Pemilu legislatif silam.

Berbagai survei yang digelar partai Golkar, Thomas Darwin Sembiring sangat populis di 11 kecamatan dari 22 kecamatan di Kabupaten Deliserdang. Terutama di kecamatan yang berada di dataran tinggi. Disana umumnya didominasi warga bersuku karo.

Selain memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi. dr Thomas Darwin Sembiring juga memiliki kecakapan material dan immaterial. Terbukti dari posisinya sebagai Bendahara Farksi Golkar di DPRD Deliserdang. Kemampuan finansialnya tidak diragukan, hari-hari tertentu selalu menggelar bahkti sosial pengobatan gratis.

Kegiatan itu rutin dilaksanakan terutama di peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia disetiap tahunnya. Selain itu pembagian sembako kepada warga kurang mampu, digelar disetiap peringatan Dirgahayu Yayasan RSU Sembiring Delitua.

Disisi yang berbeda, dr Asri Ludin Tambunan yang merupakan anak dari Bupati Amri Tambunan masih minim pengalaman di dunia politik. Secara elektabilitas dan popularitas belum teruji. Sampai saat ini saja, jabatan yang diembannya masih sebatas Ketua KONI dan Ketua IDI Kabupaten Deliserdang. Itupun usia jabatanya masih seumur jagung.

Wajar saja dr Asri Ludin Tambunan minim pretasi politik. Secara elektabilitas dan popularitas belum terukur. Itu terjadi bukan tanpa sebab. Ada aturan yang melarang seorang ASN tidak diperbolehkan menjadi anggota Parpol. Bagaimana ada pretasi politik, menjadi anggota Parpol saja dilarang.

Meski pun demikian hanya menjabat sebagai Wakil Direktur di RSU Amri Tambunan berbagai terobosan dan ide kreatif, dari dr Asri Ludin Tambunan telah membuat RSU Amri Tambunan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Utara. Berbagai klinik sepesialis kini hadir disana. Bahkan berbagai pasien dari luar daerah datang berobat.Prestasi di dunia kedokteran itulah membuat dr Asri Ludin diganjar sebagai kepala Dinas Kesehatan Pemkab Deliserdang.

Dalam Pilkada serentak yang digelar bulan November 2024 ini. Mungkinkah keduanya berpasangan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati. Akankah pasangan Tambunan dan Sembiring terulang kembalia atau jilid 2. Apakah dr Asri Ludin Tambunan mau meminang dr Thomas Darwin Sembiring sebagai wakil bupati. Semua pertanyaan itu akan terjawab pada 27-29 Agustus, dimana sebagai batas pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Deliserdang.

Mencari pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada bukanlah hal yang mudah. Selain keinginan atau niat calon bupati dan wakil bupati itu sendiri. Partai politik sebagai pengusung pasangan calon juga mempunyai niat untuk menyodorkan kadernya. Hal itu wajar saja, karena Parpol memiliki kewenangan disitu. Dibutuhkan ke kepiawaian tersendiri untuk mendekati partai politik sebagai pengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sampai saat ini masih terbuka peluang bagi siapa saja akan berpasangan dengan siapa. Politik itu dinamis dan selalu mencair mencari jalan yang pas.(btr/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/