28 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 10

Langgar Izin Tinggal, Warga Belgia Dideportasi dan Dicekal 5 Tahun

DEPORTASI: Petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan saat mendeportasi warga negara Belgia yang terbukti melanggar aturan keimigrasian.
DEPORTASI: Petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan saat mendeportasi warga negara Belgia yang terbukti melanggar aturan keimigrasian.

Kantor Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan mengambil tindakan tegas terhadap seorang warga negara asing asal Belgia berinisial NEB yang terbukti melanggar aturan keimigrasian selama berada di Indonesia. Warga negara tersebut akhirnya dideportasi dan dikenai sanksi penangkalan selama lima tahun.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menjelaskan bahwa tindakan deportasi dilakukan setelah petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap yang bersangkutan dan menemukan adanya pelanggaran terkait izin tinggal.

Menurutnya, NEB sebelumnya masuk ke Indonesia dengan menggunakan fasilitas Visa on Arrival (VoA). Namun selama berada di wilayah Indonesia, yang bersangkutan tidak mematuhi ketentuan mengenai masa berlaku izin tinggal sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan proses penindakan sesuai ketentuan yang berlaku, yang bersangkutan akhirnya dikenakan tindakan administratif berupa deportasi ke negara asalnya,” ujar Eko, Minggu (15/3/2026).

Pelanggaran tersebut mengacu pada Undang‑Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, khususnya Pasal 78 ayat (1) dan ayat (3), yang mengatur kewajiban setiap orang asing untuk mematuhi masa berlaku izin tinggal selama berada di wilayah Indonesia.

Proses pemulangan warga negara Belgia itu dilakukan melalui Bandara Internasional Kualanamu, sebelum diberangkatkan dengan penerbangan internasional menuju negara tujuan hingga kembali ke negara asalnya.

Selain tindakan deportasi, pihak imigrasi juga menjatuhkan sanksi tambahan berupa penangkalan. NEB dimasukkan ke dalam daftar cekal keimigrasian selama lima tahun, sehingga tidak diperbolehkan kembali memasuki wilayah Indonesia selama masa penangkalan tersebut masih berlaku.

Eko menegaskan, langkah deportasi dan penangkalan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum keimigrasian sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban administrasi orang asing di Indonesia.

“Deportasi bukan sekadar tindakan administratif, tetapi juga bentuk penegakan hukum agar setiap warga negara asing yang berada di Indonesia menghormati dan menaati peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap keberadaan serta aktivitas warga negara asing di wilayah kerja Imigrasi Belawan guna menjaga ketertiban, keamanan, serta wibawa hukum keimigrasian di Indonesia. (san/ila)

Jelang Idul Fitri 1447 H, Rizki Lubis Ajak Warga Kurangi Sampah

SOSIALISASI: M. Afri Rizki Lubis, saat Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 di Medan Johor.
SOSIALISASI: M. Afri Rizki Lubis, saat Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 di Medan Johor.

MEDAN – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, masyarakat Kota Medan diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Peningkatan aktivitas konsumsi saat hari raya dinilai berpotensi menyebabkan lonjakan produksi sampah rumah tangga, terutama sampah plastik dan sisa makanan.

Imbauan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, M. Afri Rizki Lubis, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Karya Jaya, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Minggu (15/2/2026) sore.

Menurut Rizki, setiap perayaan hari besar keagamaan, termasuk Lebaran, biasanya diikuti dengan meningkatnya konsumsi masyarakat yang berdampak langsung pada bertambahnya volume sampah rumah tangga.

“Saat lebaran, biasanya kita lebih konsumtif sehingga produksi sampah rumah tangga meningkat signifikan. Biasanya sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah plastik dan sisa makanan,” ujar Rizki.

Ketua GARPU NasDem Kota Medan itu pun mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan bahan plastik, khususnya plastik sekali pakai seperti kantong belanja.

“Silakan berbelanja, tetapi mohon batasi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah sederhana ini sangat membantu menekan jumlah sampah plastik di Kota Medan,” katanya.

Selain itu, Rizki juga mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama, terutama di penghujung bulan suci Ramadan.

Ia menilai kebiasaan membeli makanan secukupnya dan berbagi dengan yang membutuhkan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membantu mengurangi sampah makanan.

“Mari kita berbagi dengan sesama. Beli makanan secukupnya untuk dikonsumsi. Selebihnya akan lebih baik jika dibagikan kepada yang membutuhkan. Selain berpahala, hal ini juga bisa menekan produksi sampah sisa makanan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, menjelang hari raya, Rizki juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing, termasuk membersihkan drainase dari tumpukan sampah dan sedimentasi yang berpotensi menyebabkan banjir.

“Biasakan menjelang lebaran kita tidak hanya bersih-bersih rumah, tetapi juga membersihkan lingkungan sekitar. Pastikan tidak ada sampah di parit dan tidak ada sedimentasi yang bisa memicu banjir,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Medan Johor, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Tuntungan itu juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kota Medan.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya. (map/ila)

Cetak Pemimpin Perbankan Masa Depan, Bank Sumut Luluskan 30 Talenta Muda ODP

KELULUSAN: Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah saat acara kelulusan 30 peserta Officer Development Program (ODP). Foto: Istimewa.
KELULUSAN: Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah saat acara kelulusan 30 peserta Officer Development Program (ODP). Foto: Istimewa.

PT Bank Sumut (Perseroda) meluluskan 30 peserta Officer Development Program (ODP) sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia sekaligus menyiapkan generasi pemimpin baru yang akan menggerakkan pertumbuhan bank pembangunan daerah tersebut di masa depan.

Program pengembangan talenta ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), lembaga pendidikan dan pengembangan SDM perbankan terkemuka di Indonesia.

Acara kelulusan ODP turut dihadiri Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Direktur Teknologi Informasi & Operasional Sandhy Sofian, Direktur Kepatuhan Eksir, serta Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Retno Wahyuni Wijayanti.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam memperkuat daya saing industri perbankan yang terus berubah.

“Transformasi industri keuangan menuntut perbankan untuk terus beradaptasi. Karena itu, Bank Sumut secara konsisten berinvestasi dalam pengembangan talenta agar memiliki sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi perubahan,” ujar Heru.

Program ODP dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi teknis perbankan, kemampuan manajerial, serta kepemimpinan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan industri keuangan yang semakin kompleks.

Sebelum dinyatakan lulus, para peserta telah melalui proses seleksi yang ketat serta mengikuti rangkaian pendidikan intensif bersama LPPI. Selain itu, mereka juga menjalani masa pemagangan dan rotasi di berbagai unit kerja untuk memahami proses bisnis bank secara menyeluruh.

Heru menegaskan bahwa semangat program ini sejalan dengan arah transformasi perusahaan yang mengusung tagline “Berubah, Bertumbuh, Berprestasi.”

“Kelulusan ini bukanlah akhir dari proses pembelajaran, tetapi awal dari perjalanan profesional sebagai insan perbankan yang akan berkontribusi dalam mendorong kemajuan Bank Sumut. Kami berharap para lulusan mampu menjadi energi baru yang inovatif dan mampu menangkap peluang bisnis di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi,” kata Heru.

Sementara itu, Direktur LPPI Retno Wahyuni Wijayanti menilai pengembangan talenta seperti ODP merupakan langkah penting dalam membangun kualitas SDM perbankan yang berdaya saing tinggi.

Menurutnya, seorang bankir tidak hanya dituntut memahami aspek teknis perbankan, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan nasabah dan memberikan solusi keuangan yang relevan.

“Dengan memahami kebutuhan nasabah serta menjaga integritas dan disiplin dalam bekerja, bank dapat membangun kepercayaan dan menjadi mitra keuangan utama bagi masyarakat,” ujar Retno.

Sebagai bank pembangunan daerah milik masyarakat Sumatera Utara, PT Bank Sumut terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan.

Melalui pengembangan talenta seperti Officer Development Program, Bank Sumut menyiapkan generasi pemimpin baru yang diharapkan mampu mendorong inovasi, memperkuat daya saing, serta memperluas kontribusi bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Sumut untuk bertransformasi menjadi bank pembangunan daerah yang sehat, modern, dan berdaya saing, sekaligus tetap berakar kuat sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi di Sumatera Utara. (adz/ila)

Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Sumut Tes NAPZA Puluhan Pekerja Operasional

PEMERIKSAAN: KAI Sumut saat melaksanakan pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kepada pekerja operasional bersama BNN.
PEMERIKSAAN: KAI Sumut saat melaksanakan pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kepada pekerja operasional bersama BNN.

Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperketat pengawasan terhadap kesiapan sumber daya manusia dengan menggelar pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) bagi para pekerja operasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Dipo Lokomotif Medan dan diikuti oleh 30 pekerja yang terdiri dari masinis, kondektur, awak kereta api (crew KA), Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas sarana dan prasarana, petugas pengamanan, petugas stasiun, hingga frontliner, pada Sabtu (14/3/2026). Pemeriksaan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara.

Plt Manager Hubungan Masyarakat KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemeriksaan NAPZA merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional kereta api berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KAI memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ujar Anwar.

Selain pemeriksaan NAPZA, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan kesehatan kepada para peserta. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya menjaga kesehatan pekerja operasional, serta penerapan pola hidup sehat dalam mendukung keselamatan kerja.

Menurut Anwar, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kereta api, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat seperti masa Ramadan dan Angkutan Lebaran.

“KAI memastikan seluruh pekerja operasional berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal kepada masyarakat,” jelas Anwar.

Melalui kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tersebut, Anwar Yuli menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara terus memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pekerja untuk memastikan operasional kereta api berjalan selamat, aman, dan terpercaya.

“Kami berkomitmen menjaga profesionalisme pekerja agar layanan kereta api kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman,” tutup Anwar.(san/ila)

Serangan Air Keras ke Aktivis HAM, Anggota DPD RI Penrad Siagian Desak Presiden dan Kapolri Bertindak

JAKARTA, SumutPos.co- Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian mengecam keras peristiwa penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Penrad menegaskan, serangan tersebut bukan sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan kuat diduga sebagai percobaan pembunuhan berencana yang harus diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Ini adalah tindakan keji dan pengecut. Cara pelaku menyiramkan cairan kimia berbahaya ke bagian vital tubuh korban menunjukkan adanya niat untuk melukai secara serius bahkan berpotensi menghilangkan nyawa korban. Karena itu, saya menilai ini sebagai dugaan kuat percobaan pembunuhan berencana,” kata Penrad dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026)..

Seperti diketahui, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen tubuhnya, termasuk wajah, mata, dada, serta kedua tangan. Serangan dilakukan oleh dua orang pelaku yang mendekati korban menggunakan sepeda motor lalu menyiramkan cairan kimia berbahaya atau air keras sebelum melarikan diri.

Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah Andrie menyelesaikan kegiatan advokasi publik, termasuk perekaman siniar atau Podcast mengenai isu remiliterisasi dan uji materi Undang-Undang TNI di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Penrad menilai, serangan terhadap Andrie tidak bisa dilepaskan dari aktivitasnya sebagai pembela hak asasi manusia yang selama ini aktif mengkritik penyalahgunaan kekuasaan serta memperjuangkan ruang sipil di Indonesia. “Ketika seorang pembela HAM diserang secara brutal di ruang publik di ibu kota negara, ini adalah peringatan serius bagi demokrasi kita. Negara tidak boleh menutup mata terhadap konteks dan motif di balik serangan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Penrad juga menuntut Presiden RI Prabowo Subianto untuk bertanggung jawab secara politik dalam memastikan perlindungan terhadap para pembela HAM di Indonesia. “Saya meminta Presiden untuk tidak diam. Negara harus hadir dan bertanggung jawab memastikan keselamatan warga negara, terutama mereka yang memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia,” tuturnya.

Selain itu, Senator asal Sumatra Utara (Sumut) ini secara tegas mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar mengusut kasus tersebut hingga tuntas. “Saya mendesak Kapolri untuk segera mengungkap pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan ini. Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Kasus seperti ini tidak boleh menguap seperti sejumlah teror terhadap aktivis sebelumnya,” tegasnya.

Penrad juga meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta memastikan Andrie Yunus mendapatkan perawatan medis terbaik dan pemulihan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal proses penegakan hukum dalam kasus tersebut hingga seluruh pelaku diproses secara adil. “Teror terhadap satu pembela HAM adalah teror terhadap masyarakat sipil secara keseluruhan. Saya akan terus mengawal kasus ini sampai pelaku dan pihak yang bertanggung jawab benar-benar diadili dan dihukum seadil-adilnya,” pungkas Penrad Siagian. (adz)

Lagi, Saksi Cabut BAP dalam Sidang Kredit Sritex

JAKARTA, SumutPos.co- Persidangan kasus dugaan korupsi fasilitas kredit PT Sritex kembali diwarnai aksi pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/3/2026), tiga saksi auditor internal Bank DKI menarik poin-poin krusial dalam keterangan mereka setelah dicecar oleh tim penasihat hukum terdakwa.

Ketiga saksi tersebut adalah Dewi Sumampow, Ulima Fauzia, dan Dhimas Adi Prasetyo. Ini merupakan kali kedua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencabut BAP, setelah sebelumnya Herman Wibowo (SPV PT Sritex) melakukan hal serupa terkait kekeliruan data aset dan ekuitas.

Tim penasihat hukum Pri Agung (Direktur IT Bank DKI) menilai, kehadiran para auditor ini tidak relevan dengan pokok perkara. Mereka disebut bukan “saksi kejadian” karena kredit dikucurkan pada tahun 2020, sementara audit baru dilakukan pada tahun 2023. Terlebih, audit tersebut bersifat reguler, bukan audit investigasi khusus untuk mencari unsur pidana.

Kritik tajam juga datang dari tim pembela Babay Farid Wazdi (Direktur UMKM Bank DKI). Di persidangan terungkap bahwa para auditor hanya menggunakan metode analisis horizontal tanpa analisis vertikal. Penggunaan metode tunggal ini dinilai menghasilkan angka yang bias dan tidak komprehensif, sehingga para saksi akhirnya memilih mencabut keterangan BAP terkait temuan angka tersebut.

Fakta persidangan lain mengungkap, para auditor diduga mengabaikan perangkat analisis kredit utama, yakni Memorandum Analisa Kredit (MAK) dan Ikhtisar Pengusulan Kredit (IPK). Akibatnya, penilaian auditor mengenai reputable name Sritex dianggap tidak akurat.

Penasihat hukum menegaskan, pada periode Oktober 2020, Sritex menyandang status sebagai Perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Emiten saham bluechip (masuk indeks LQ45). Pemasok seragam militer untuk 44 negara. Memiliki fasilitas kredit di lebih dari 25 bank lokal maupun asing dengan status kolektibilitas Lancar berdasarkan data SLIK-OJK.

“Bagaimana mungkin parameter tersebut dinilai kurang memadai jika tidak merujuk pada MAK dan IPK yang menjadi dasar pengambilan keputusan kredit saat itu?” ujar salah satu anggota tim pembela.

Aksi pencabutan BAP yang berulang ini diprediksi akan menjadi catatan serius bagi majelis hakim dalam menilai validitas dakwaan jaksa terkait prosedur pemberian kredit kepada raksasa tekstil tersebut. (rel/adz)

Kejaksaan Dairi Tebar Kebaikan, Bagikan Takjil untuk Masyarakat

BAGIKAN: Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha bersama Ketua Ikatan Adyaksa Dharmakarini (IAD) Tuti Bima, membagikan menu berbuka puasa kepada pengendara melintas di depan Kantor Kejaksaan Dairi, Kamis (12/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
BAGIKAN: Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha bersama Ketua Ikatan Adyaksa Dharmakarini (IAD) Tuti Bima, membagikan menu berbuka puasa kepada pengendara melintas di depan Kantor Kejaksaan Dairi, Kamis (12/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Menyambut bulan suci Ramadan 1 Syawal 1447 H, Kejaksaan Negeri Dairi menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan membagikan menu berbuka puasa atau takjil secara langsung.

Kegiatan sosial ini dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha, didampingi Kepala Seksi Intelijen Gerry Gultom, beserta jajaran, yang membagikan takjil kepada para pengendara dan masyarakat di depan kantor Kejaksaan Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kamis (12/3).

Bima Yudha bersama istri dan jajaran terlihat antusias menyerahkan ratusan kotak menu berbuka kepada masyarakat yang melintas. Menurut Gerry Gultom, kegiatan ini merupakan program rutin Kejaksaan bekerja sama dengan Ikatan Adyaksa Dharmakarini (IAD).

“Kegiatan berbagi menu berbuka puasa ini kami tujukan khususnya untuk saudara-saudara yang menjalankan ibadah puasa. Semoga kegiatan ini juga dapat mempererat silaturahmi antara Kejaksaan dengan masyarakat,” ujar Gerry.

Kegiatan sederhana ini diharapkan mampu menebarkan kebahagiaan dan membangun rasa kebersamaan di bulan penuh berkah, sambil menegaskan peran Kejaksaan tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kepedulian sosial. (rud/ila)

Apresiasi Zakat ASN Kota Tebingtinggi, Iman Siapkan Perwal Pemotongan Penghasilan 2,5 Persen

PENYERAHAN: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih menyerahkan secara simbolis bantuan zakat Ramadhan kepada mustahik pada kegiatan penyaluran zakat oleh BAZNAS Kota Tebingtinggi di Masjid Raya Nur Addin, Jalan MT Haryono, Kamis (12/3) Azan Purba/sumut pos.
PENYERAHAN: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih menyerahkan secara simbolis bantuan zakat Ramadhan kepada mustahik pada kegiatan penyaluran zakat oleh BAZNAS Kota Tebingtinggi di Masjid Raya Nur Addin, Jalan MT Haryono, Kamis (12/3) Azan Purba/sumut pos.

TEBINGTINGGI-Wali Kota Tebingtinggi, H Iman Irdian Saragih secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi atas konsistensi para ASN dalam menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tebintinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Iman dalam acara Penyaluran Zakat Ramadhan 1447 Hijriah dengan tema ‘Nikmat Berzakat, Tentramnya Muzakki, Bahagianya Mustahik,’ yang berlangsung di Masjid Raya Nur Addin, Jalan MT Haryono, Kamis (12/3).

Sebagai bentuk penguatan atas kepedulian ASN, Iman mengungkapkan rencana strategis untuk menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait optimalisasi zakat. Jika sebelumnya zakat dipotong secara tahunan, ke depan akan diberlakukan pemotongan rutin setiap bulan sebesar 2,5%.

“Saya apresiasi dan beri ucapan ribuan terimakasih kepada ASN. Selama ini dipotong setiap tahun, ke depan kita segerakan, Perwal-nya untuk dipotong setiap bulan (sebesar 2.5%). Insyaallah, saya sudah berkoordinasi dengan para ASN dan BAZNAS, ada potensi-potensi ke depan yang bisa kita tingkatkan,” ujar Wali Kota.

Iman berharap zakat yang bersumber dari penghasilan para ASN ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat penerima manfaat.

“Zakat ini adalah titipan dari para muzakki, khususnya ASN kita. Saya minta kepada bapak dan ibu penerima, doakan para pemimpin dan para ASN agar selalu diberi kesehatan, kemudahan urusan, dan keberkahan rezeki,” tutur Iman.

Dalam kesempatan tersebut, Iman juga turut menyampaikan ucapan terima kasih dan memuji kinerja BAZNAS Kota Tebing Tinggi yang dinilai semakin profesional, transparan, dan efektif dalam mengelola dana umat.

Iman pun mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban selama proses penyaluran zakat berupa bantuan tunai sebesar Rp250.000 per orang tersebut.

“Proses pemberian zakat, saya minta kepada bapak, ibu sekalian, jaga kondusifitas, keamanan, ketertiban. Jangan ada dorong-dorongan, Insya Allah semua ini dapat,” tambah Iman.

Sebelumnya, Ketua BAZNAS Kota Tebing Tinggi H Khuzamri Amar dalam laporannya mengatakan, bahwa tahun ini BAZNAS Kota Tebingtinggi menyalurkan zakat kepada 1.046 mustahik. Ketua BAZNAS Kota Tebing Tinggi, merincikan bahwa 310 mustahik telah menerima zakat melalui rangkaian Safari Ramadhan dan peringatan Nuzulul Quran, sementara sisanya sebanyak 736 orang menerima penyaluran pada kegiatan hari ini.

“Tugas utama kami adalah menghimpun zakat, infak, dan sedekah, lalu memastikannya sampai ke tangan yang berhak. Kami berharap bantuan ini dapat membawa kebahagiaan bagi para mustahik di bulan suci ini. Kami juga mohon doa kepada bapak, ibu sekalian, sehingga para muzakki dan Bapak Wali Kota diberikan kesehatan, rejeki dan keselamatan, sukses di dunia dan akhirat,” tandas Ketua BAZNAS.

Acara kemudian turut dihadiri oleh Kabag Log Polres Kompol. Enda Iwan Iskandar Tarigan, Kakan Kemenag H Muhammad David Saragih, Kabag Kesra Setdako Azanul Akbar Lubis, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, jajaran Komisioner BAZNAS Kota Tebingtinggi, Ketua MUI HM Ghazali Saragih, Ketua DMI Ustadz H Yusnul Adhary, masyarakat penerima bantuan dan tim peliputan Diskominfo. (mag-3/azw)

Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel-Madina, Polda Sumut Tetapkan dua Tersangka

DAMPINGI: Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmad Budi Handoko didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan. Istimewa/Sumut Pos
DAMPINGI: Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmad Budi Handoko didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Direktorat (Dit) Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) menetapkan dua tersangka dari 12 penambang emas ilegal yang diamankan dari lokasi di pinggiran Sungai Batanggadis, Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuliselatan (Tapsel), perbatasan Kabupaten Mandailingnatal (Madina).

Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmad Budi Handoko mengatakan, kedua tersangka memiliki peran berbeda. Keduanya adalah, AB (58), warga Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dan AD (46), warga Kabupaten Madina.

“Tersangka AB sebagai operator beko (excavator) dan AD tukang dulang (emas),” jelas Rahmad didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, Kamis (12/3) malam.

Menjawab wartawan, Rahmad Budi mengakui bisa saja tersangka bertambah, karena penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan ‘raksasa’ yang diduga terlibat dalam praktik tambang tersebut.

“Bisa saja (tersangka bertambah). Kita lihat nanti hasil pemeriksaannya, karena dari 12 yang diperiksa baru dua dinaikkan status jadi tersangka dan penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan penyewa beko.

Ia menambahkan, tiga perusahaan itu sebagai penyewa alat berat (Axcavator), ya tentu mereka tahu siapa yang menyewa alat berat mereka itu. Tapi yang jelas, penambangan emas illegal itu diketahui masih perseorangan bukan perusahaan,” jelasnya.

Adapun, tiga perusahaan yang akan diperiksa itu adalah, PT Hexindo, PT Sany dan PT Zoomlion. Barang bukti yang disita dari lokasi tambang telah diamankan di Markas Brimob Batalyon C Sipirok, Kabupaten Tapsel, antara lain 12 unit axcavator, 2 mesin genset, 4 mesin penyedap air, satu fice starling, 6 alat dulang mas dan lain-lain.

Budi memastikan proses penyidikan akan tuntas sampai diketahui siapa-siapa lagi yang terlibat dalam pertambangan emas illegal tersebut. “Kita akan memanggil saksi ahli, baik dari BKSDA, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan dan kementerian Minerba karena lokasi tambang ems illegal itu berada diwilayah hutan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumut bersama Satuan Brimob menggerebek praktik penambangan emas ilegal di kawasan aliran sungai Batang Gadis Kecamatan Tano Tombangan Kabupaten Tapsel berbatasan dengan Madina pada Senin (2/3).  Pertambangan emas illegal itu diketahui atas informasi dari masyarakat yang kemudian Tim Brimob Poldasu dan Ditreskrimsus turun ke lokasi.

Sebanyak 12 unit excavator diamankan di lokasi tambang, 2 di jalan menuju pertambangan dan 17 orang pekerja. Ditaksir penambangan emas ilegal itu mampu meraup hasil kejahatan sekitar Rp1,5 miliar setiap hari.

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan menyebutkan, hasil penyelidikan sementara, aktivitas penambangan sudah beroperasi sekitar 2 atau 3 bulan. (dwi/azw)

Wesly Silalahi Dukung Kegiatan Bazar Ramadan

BAZAR: Pelaksanaan Bazar Ramadan yang digelar di Lapangan H Adam Malik, Pematangsiantar, Jumat (13/2). 
BAZAR: Pelaksanaan Bazar Ramadan yang digelar di Lapangan H Adam Malik, Pematangsiantar, Jumat (13/2). 

SIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan bersama Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana SSos MMAS MHan, menghadiri Pembukaan Bazar Ramadan Serentak di seluruh wilayah teritorial Indonesia, secara virtual.

Wesly yang diwakili Zainal mengikuti Pembukaan Bazar Ramadan dari Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka Pematangsiantar, Jumat (13/2).

Pembukaan Bazar Ramadan terpusat di Mabes TNI, dan diresmikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Dalam kegiatan ini, Kodim 0207/Simalungun menggelar kegiatan Bazar Murah di halaman Lapangan Parkir Pariwisata.

Zainal menyampaikan Bazar Ramadan yang diselenggarakan TNI bukan sekadar kegiatan ekonomi atau aktivitas jual beli. Tetapi juga menjadi ruang kebersamaan serta sarana mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Bazar Ramadan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana harga kebutuhan pokok biasanya mengalami peningkatan. Dengan adanya bazar ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Selain membantu masyarakat, kata Zainal, kegiatan tersebut juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sebelumnya, Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Wakaster TNI Mayjen TNI Suhardi, menyampaikan kegiatan Bazar Ramadhan merupakan bentuk kepedulian TNI kepada prajurit, PNS TNI, maupun masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memeroleh berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Sekaligus mendorong kecintaan terhadap produk dalam negeri serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

Selain itu, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, di antaranya Perum Bulog, Bapanas, serta para pelaku UMKM yang turut berpartisipasi menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.

Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus mengatakan, kegiatan Bazar Ramadhan bertujuan membantu masyarakat memeroleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Ia juga menuturkan, selain membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga murah, kegiatan ini bertujuan mendorong perekonomian masyarakat.

“Tujuan utama tentu untuk membantu masyarakat menyediakan barang-barang murah menjelang Lebaran,” katanya.

Lebih lanjut Gede Agus mengatakan, kegiatan bazar juga diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dipengaruhi situasi politik global maupun nasional. (pra/azw)