Home Blog Page 9

Perkuat Sinergitas Bupati Karo Sambangi Kejatisu

Bupati Karo foto bersama Kajati Sumut.
Bupati Karo foto bersama Kajati Sumut.

KARO – Perkuat tali silaturahmi dan sinergitas tata kelola pemerintahan daerah dengan unsur Adhyaksa sebagai Aparat Penegak Hukum di wilayah Provinsi Sumatera Utara, Bupati Karo Antonius Ginting melakukan kunjungan kerja dan pertemuan langsung dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Pertemuan resmi tersebut berlangsung di ruang transit Lantai II Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Kota Medan, pada hari Senin (8/6). Hal ini dipandang krusial guna menjaga, mengawal, serta menjamin keberlangsungan seluruh roda pembangunan daerah di Kabupaten Karo agar tetap berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kemaslahatan masyarakat luas.

Kehadiran Bupati Karo beserta jajaran disambut hangat oleh Kajati Sumatera Utara, Muhibuddin. Menerima audiensi tersebut, Kajati turut didampingi oleh jajaran pejabat utama diantaranya Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Johnny William Pardede, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Nurhandayani, Asisten Pembinaan (Asbin) Herlina Setyorini.

Sementara itu, dalam kunjungan kerja ini, Bupati Karo turut didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karo Edmon Purba,  sebagai wujud keselarasan koordinasi forkopimda di tingkat daerah.

Bupati Karo menyampaikan bahwa pendampingan hukum dan ruang dialog yang harmonis bersama Institusi Adhyaksa sangat diperlukan oleh jajaran pemerintah daerah. Upaya preventif hukum ini diharapkan dapat meminimalisasi kendala administratif maupun hukum sehingga implementasi program-program strategis daerah di Kabupaten Karo dapat dipacu dengan lebih maksimal, aman, dan transparan.

Kajati Sumut Muhibuddin, turut menyambut baik inisiatif dan komitmen tinggi Pemkab Karo dalam mengedepankan kepatuhan hukum demi pengamanan program pembangunan. Pihak Kejati Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pengawalan, asistensi hukum, serta ruang koordinasi yang terbuka demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance) di Sumatera Utara.

Pertemuan tatap muka yang berlangsung penuh dengan nuansa kekeluargaan dan profesionalisme ini ditutup dengan sesi foto bersama, pemantapan komitmen kerja sama lintas sektoral serta pemberian plakat dari Pemkab Karo kepada Kajati Sumut sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penuh terhadap pembangunan daerah di Kabupaten Karo. (deo/ila)

Daftar dan Bayar BPJS Ketenagakerjaan Bisa Melalui BSI Agen

KOORDINASI: Tim BPJS Ketenagakerjaan Binjai berkoordinator BSI Agen Binjai-Langkat.(Humas BPJS Ketenagakerjaan/Sumut Pos)
KOORDINASI: Tim BPJS Ketenagakerjaan Binjai berkoordinator BSI Agen Binjai-Langkat.(Humas BPJS Ketenagakerjaan/Sumut Pos)

BINJAI- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terus memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat pekerja. Kini, pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan melalui jaringan BSI Agen yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Binjai dan Langkat.

Itu diketahui melalui perjanjian kerja sama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaan dan BSI dan ditindaklanjuti dengan menjalin koordinasi dengan koordinator BSI Agen wilayah Binjai-Langkat. Hal tersebut untuk mengoptimalkan peran BSI Agen dalam memberikan akses layanan yang lebih mudah kepada masyarakat pekerja.

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selaku PPS Kepala Kantor Cabang Topsan Lumbantoruan mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu strategi untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat. “Melalui BSI Agen, masyarakat kini dapat lebih mudah mendaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus datang ke kantor cabang,” kata dia, Selasa (9/6/2026).

Ia berharap, kemudahan ini dapat mendorong semakin banyak pekerja, khususnya pekerja sektor informal dan pekerja mandiri, untuk memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurutnya, seluruh pekerja memiliki risiko kerja yang dapat terjadi kapan saja. Mulai dari kecelakaan saat bekerja, cacat akibat kecelakaan kerja, hingga risiko meninggal dunia yang berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.

Karenanya, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan berbagai upaya untuk memperluas cakupan kepesertaan, agar seluruh pekerja Indonesia mendapatkan perlindungan yang layak. Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, peserta akan memperoleh perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan kematian, sehingga pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif.

Kehadiran layanan melalui BSI Agen, juga diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan kecamatan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan maupun jaminan sosial. BPJS Ketenagakerjaan mengajak seluruh pekerja, baik pekerja formal maupun informal, untuk memanfaatkan kemudahan layanan melalui BSI Agen dan segera menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan terlindungi sejak dini, pekerja dan keluarganya akan memiliki perlindungan finansial ketika risiko kerja terjadi,” pungkasnya. (ted/ila)

Victor Lai Sukses Ukir Sejarah di Indonesia Open 2026

Victor Lai
Victor Lai

Jakarta – Pebulu tangkis Kanada Victor Lai secara mengejutkan bungkam Jonatan Christie di partai final Indonesia Open 2026. Nama pemain berusia 21 tahun itu pun mendadak jadi sorotan.

Victor Lai sukses mengejutkan publik Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (7/6). Bagaimana tidak? pemain asal Kanada itu merebut gelat juara Indonesia Open setelah menumbangkan wakil tuan rumah Jonatan Christie dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-8.

Harus diakui bahwa ini merupakan hasil yang sangat mengejutkan. Jonatan Cgristie yang dijagokan untuk naik podium tertinggi justru harus takluk di tangan Victor Lai, pemain Kanada berusia 21 tahun yang bisa dikatakan minim prestasi di ajang BWF World Tour.

Victor Lai tampil menjanjikan sepanjang turnamen Indonesia Open 2026. Pemain ranking 17 dunia itu menumbangkan pemain-pemain anyar sejak babak pertama mulai dari Lin Chun-Yi (Taiwan), Koki Watanabe (Jepang), Toma Junior Popov (Prancis), serta Chou Tien Chen (Taiwan).

Gelar juara tersebut sekaligus membawa Victor Lai mengukir tinta emas dalam dunia bulu tangkis, terkhusus pada ajang Indonesia Open. Dia menjadi pemain Kanada pertama yang berhasil menjuarai ajang bergengsi BWF level Super 1000 itu.

ìSaya tidak menyangka ini akan terjadi. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,î kata Victor Lai dalam konferensi pers usai laga, Minggu (7/6).

Victor Lai lahir Toronto, Kanada, pada 19 Desember 2004. Dari negara asalnya saja sudah bisa dilihat kalau bulu tangkis bukanlah olahraga populer di Kanada. Meski demikian, pemain keturunan Hongkong itu berhasil menembus jajaran elite dunia.

Kiprah Victor Lai di dunia tepok bulu sebenarnya tidak begitu mentereng. Bahkan, gelar juara Indonesia Open 2026 adalah gelar pertamanya di turnamen BWF World Tour sepanjang kariernya.

Nama Victor Lai harum di kejuaraan zona Amerika. Pemain berusia 21 tahun itu menyabet gelar juara beruntun ajang Pan Am Championships pada 2025 dan 2026 di Lima, Peru. Performa Victor Lai kemudian mulai menanjak hingga sukses meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Paris.

Medali tersebut menjadikannya pemain Kanada pertama yang sukses meraih medali ajang tersebut. Victor Lai yang berstatus sebagai kuda hitam juga sempat menggebrak dunia bulu tangkis di ajang All England 2026. Dia melaju hingga babak semifinal, sekaligus menjadikannya orang Kanada pertama yang sukses mencapai babak semifinal dalam turnamen legendaris tersebut.

Kini, Victor Lai lagi-lagi mengukir sejarah. Tidak tanggung-tanggung, pemain kelahiran Toronto, Kanada itu, sukses merebut gelar juara Indonesia Open 2026 yang merupakan turnamen berlevel Super 1000. Dia pun sejajar dengan pemain elite seperti Viktor Axelsen, Lee Chong Wei, Shi Yu Qi, hingga Taufik Hidayat, yang pernah menjadi juara di ajang tersebut.
Mulai Menggeluti Bulu Tangkis Sejak Usia 8 Tahun

Victor Lai mengungkap bahwa dirinya mulai menggeluti olahraga bulu tangkis saat usianya menginjak delapan tahun. Kala itu, dia mengaku bahwa bulu tangkis bukan satu-satunya olahraga yang digeluti. Tapi, Victor Lai mendapat dorongan untuk menyelami olahraga tersebut lebih dalam karena dinilai punya potensi besar. Dari situ, pemain berpostur 1,84 meter itu mulai fokus penuh dalam karier bulu tangkis hingga kini membawanya masuk dalam jajaran pemain elite dunia.

ìSaya mulai bermain bulu tangkis saat berusia sekitar delapan tahun. Sebenarnya, bulu tangkis bukan olahraga pertama yang saya kenal, tetapi saya benar-benar menyukainya. Para pelatih juga mengatakan bahwa saya punya bakat besar, jadi saya terus melanjutkannya dan sangat senang berada di klub,î beber Victor Lai.

ìBahkan saat tidak bermain pun, saya tetap suka berada di lapangan, menonton pemain lain, dan berlatih sendiri. Saya juga sangat beruntung memiliki pelatih dan tim pendukung terbaik di negara saya, dan saya sangat bersyukur atas semua dukungan mereka,î tambahnya.

Bulu tangkis bukanlah olahraga populer di Kanada. Tapi, rasa kecintaan Victor Lai dengan dunia tepok bulu sudah tumbuh sejak kecil. Pemain berusia 21 tahun itu mengaku memiliki banyak idola, salah satunya adalah legenda hidup Indonesia, Taufik Hidayat.

ìSaat saya mulai bermain bulu tangkis, idola saya adalah Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, dan Lin Dan. Mereka semua adalah sosok yang saya kagumi. Lalu ketika saya mulai sedikit lebih besar, sekitar tahun 2016-2017, saat Jonatan Christie dan Anthony Ginting mulai muncul, saya sangat senang menonton permainan mereka berdua,î ungkap Victor Lai.

Beranjak dewasa, Victor Lai mengaku hampir menonton seluruh pemain elite tunggal putra, termasuk Jonatan Christie, sosok yang dikalahkan di final Indonesia Open 2026. Secara spesifik, dia mengaku terpukau saat menyaksikan kemenangan comeback Jonatan atas Anders Antonsen di babak perempat final Prancis Open 2019.

ìSaya sering menonton semua pemain top seperti Kento Momota, Viktor Axelsen, Jojo, Ginting, dan banyak pemain lainnya. Saya juga sangat ingat salah satu pelatih saya dulu pernah menunjukkan pertandingan Jojo saat comeback melawan Anders Antonsen di French Open 2019. Kalau tidak salah, saat itu skornya 19-10 dan Jojo bisa membalikkan keadaan. Itu benar-benar sangat menginspirasi saya,î tutur Victor Lai.

Kesuksesan Victor Lai hingga bisa sampai di titik ini merupakan buah dari kerja kerasnya. Menariknya, pemain berusia 21 tahun itu ternyata memiliki ikatan yang sangat kuat dengan dunia bulu tangkis Indonesia.

Victor Lai mengaku pernah menjalani pelatihan intensif bersama salah satu pelatih asal Indonesia, Jeffer Rosobin pada 2016. Koneksinya dengan pelatih dari tanah air tidak berhenti sampai disitu, karena ia mengaku ada campur tangan dari pelatih Indonesia lainnya dalam kariernya. Bahkan, klub di tempat asalnya mempercayakan urusan pelatih kepada figur asal Indonesia.

ìPada tahun 2016, saya datang ke Indonesia untuk berlatih bersama Coach Jeffer Rosobin. Mungkin kalian mengenalnya. Jadi saya memang punya hubungan dengan Indonesia, dan banyak pelatih saya dulu bahkan sampai sekarang berasal dari Indonesia. Saya merasa sangat beruntung bisa dibimbing oleh para pelatih dari salah satu negara terbaik di dunia bulu tangkis,î pungkas Victor Lai. (jpc/tri)

Rahmat Hidayat Ritonga Pimpin KONI Labusel 2026-2030

TERIMA: H.Rahmat Hidayat Ritonga Saat menerima bendera petaka pengurus KONI Labuhanbatu Selatan masa Bhakti 2026-2030.
TERIMA: H.Rahmat Hidayat Ritonga Saat menerima bendera petaka pengurus KONI Labuhanbatu Selatan masa Bhakti 2026-2030.

Labusel – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) resmi dilantik untuk masa bakti 2026-2030 dalam acara yang digelar di Aula Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK), Kotapinang, Selasa (8/6).

Dalam pelantikan tersebut, H. Rahmat Hidayat Ritonga ditetapkan sebagai Ketua KONI Labuhanbatu Selatan, didampingi Putra Efendi Tanjung sebagai Sekretaris, dan Deni Syafrizal Daulay sebagai Bendahara.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang, Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, serta Sekretaris Daerah Reza Fahlevi Nasution. Hadir pula Ketua DPRD Ari Winata, Wakil Ketua DPRD H. Romadhon Nasution, serta unsur Forkopimda, kepala OPD, dan para pengurus cabang olahraga se-Labusel.

Dari unsur kejaksaan, hadir Kasi Intel Kejari Labusel Oloan Sinaga, serta Ketua KONI Sumatera Utara Kolonel (Purn) H. Hatunggal Siregar.

Dalam sambutannya, Bupati Labusel menegaskan harapan agar kepengurusan KONI yang baru dapat memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga daerah.

ìPemerintah daerah berharap KONI mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Labusel di tingkat provinsi hingga nasional,î ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Labusel yang baru dilantik, H. Rahmat Hidayat Ritonga, menyampaikan komitmennya untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terarah dan berkelanjutan.

ìKami siap bekerja maksimal membina atlet-atlet Labuhanbatu Selatan agar mampu berprestasi dan bersaing di level yang lebih tinggi,î ungkapnya.

Dengan kepengurusan baru ini, KONI Labusel diharapkan semakin solid dalam mengembangkan potensi olahraga daerah serta mencetak prestasi yang lebih membanggakan di masa mendatang. (mag-5/tri)

Desak Lelang Aset Mangkrak Pemko

Saipul Bahri.
Saipul Bahri.

Panitia Khusus (Pansus) Aset Daerah DPRD Kota Medan mendesak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan untuk segera menuntaskan pendataan dan melelang aset-aset yang sudah tidak produktif serta tidak lagi dapat dimanfaatkan.

Langkah tersebut dinilai penting agar aset yang selama ini hanya menjadi barang rongsokan tidak terus membebani keuangan daerah dan dapat memberikan nilai tambah bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Pansus Aset DPRD Medan, Saipul Bahri, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah aset di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang kondisinya sudah tidak layak pakai dan tidak memiliki nilai guna dalam menunjang pelayanan publik.

“Aset yang sudah tidak dapat dimanfaatkan harus segera dilelang karena hanya menjadi beban Pemko Medan,” tegas Saipul Bahri, Minggu (7/6/2026).

Politisi Partai NasDem tersebut menyebutkan, berdasarkan hasil peninjauan dan inventarisasi Pansus Aset, terdapat sejumlah barang milik daerah yang telah berubah menjadi rongsokan di beberapa OPD, di antaranya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah unit kerja lainnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena selain mengganggu penataan aset daerah, juga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi dan pemborosan anggaran.

Karena itu, Saipul meminta BKAD segera berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh OPD untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap aset yang sudah tidak layak digunakan dan memenuhi syarat untuk dihapuskan maupun dilelang. “Dari hasil temuan kita, ada beberapa OPD yang asetnya sudah menjadi barang rongsokan sehingga sangat pantas untuk dilelang,” ujarnya.

Saipul menekankan pentingnya langkah cepat BKAD dalam berkonsultasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. “Segera berkonsultasi terkait regulasi yang akan ditempuh. Barang mana yang bisa dilelang dan dihapus,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKAD Kota Medan Sulu Aulia Harahap, menyatakan pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisasi aset di berbagai OPD sebagai tindak lanjut dari rekomendasi dan temuan Pansus Aset DPRD Medan.

Menurutnya, proses pendataan terus berjalan dan hasil inventarisasi nantinya akan disampaikan kepada KPKNL untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku. “Hasil temuan dan saran Pansus Aset segera kita sahuti. Progresnya sedang berjalan saat ini,” ujar Sulu. (map/ila)

Pansus DPRD Medan, Usul 1.900 Aset di Petisah Dijual

PANSUS: Ketua Pansus, Robi Barus rapat bersama Wali Kota Medan Rico Waas dan jajaran OPD di gedung Balai Kota Medan, Senin (8/6/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
PANSUS: Ketua Pansus, Robi Barus rapat bersama Wali Kota Medan Rico Waas dan jajaran OPD di gedung Balai Kota Medan, Senin (8/6/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

Penataan ribuan aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan di kawasan Pasar Petisah kembali menjadi sorotan. Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Kota Medan mendorong langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan aset yang telah puluhan tahun ditempati masyarakat, salah satunya dengan menjual aset tersebut kepada para penghuni yang selama ini menempatinya.

Usulan itu mengemuka dalam rapat Pansus Aset DPRD Medan bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/6/2026).

Ketua Pansus Aset DPRD Kota Medan, Robi Barus, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.900 unit rumah tinggal, rumah toko hingga rumah ibadah di kawasan Petisah yang tercatat sebagai aset Pemko Medan. Namun hingga kini, status dan pengelolaannya dinilai belum tertata secara optimal.

Menurut Robi, menjual aset tersebut kepada warga yang telah lama menempatinya dapat menjadi salah satu solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Selain memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, langkah tersebut juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya menyarankan, dijual saja aset-aset di kawasan Petisah itu kepada orang yang menempatinya selama ini. Tetapi harga jualnya harus sesuai dengan nilai appraisal saat ini, sebab itu akan menjadi PAD bagi Pemko Medan,” ujar Robi.

Ia menilai, selama ini Pemko Medan juga masih harus menanggung beban perawatan terhadap aset-aset tersebut. Padahal, mayoritas penghuni disebut telah menyatakan kesediaan untuk membeli apabila pemerintah membuka peluang tersebut.

“Terlebih lagi, warga yang menghuni aset-aset Pemko Medan itu pun sudah setuju mau membelinya, bila Pemko Medan bersedia menjualnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Robi juga meminta dukungan penuh Wali Kota Medan agar seluruh OPD terkait dapat bersinergi dengan Pansus Aset. Pasalnya, masa kerja pansus hanya tersisa sekitar satu bulan, sementara masih banyak aset daerah yang perlu ditertibkan, baik yang terbengkalai maupun yang dikuasai pihak lain.

Sebagai bahan masukan, Pansus Aset telah melakukan studi banding ke Jakarta dan Bandung untuk mempelajari pengelolaan aset daerah. Dari hasil kunjungan tersebut, ditemukan sejumlah mekanisme yang dinilai dapat diterapkan di Kota Medan, termasuk penjualan aset tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada Pansus Aset yang dinilainya telah membantu pemerintah menyelamatkan dan menata kembali aset-aset daerah.

“Rekan-rekan Pansus sudah ikut menyelamatkan aset Pemko Medan. Ini pekerjaan yang luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Pansus Aset DPRD Kota Medan,” ujarnya.

Terkait aset di kawasan Petisah, Rico mengakui persoalan tersebut bukan masalah baru. Berdasarkan data yang dimiliki Pemko Medan, terdapat sekitar 1.900 kepala keluarga yang telah menempati aset daerah tersebut selama puluhan tahun. “Ada 1.900 KK kemarin datanya dan ini memang sudah 50 tahun aset Pemko Medan yang ditempati masyarakat. Makanya, dinas terkait harus mencari solusi yang humanis,” katanya.

Rico menegaskan pihaknya akan mempelajari seluruh opsi yang pernah dilakukan dalam satu dekade terakhir untuk menyelesaikan persoalan aset di kawasan Petisah. Pemerintah juga akan mempertimbangkan berbagai alternatif, baik melalui skema penjualan, penyewaan maupun mekanisme lain yang sesuai dengan aturan perundang-undangan.”Ini akan menjadi atensi kami tentunya. Apakah aset-aset itu akan dilelang atau disewakan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (map/ila)

Janji 20 Ambulans Gratis Belum Terpenuhi, Pemko Tahun Ini Hanya Targetkan Tambah 8 Unit

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (Markus Pasaribu/Sumut Pos) 
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (Markus Pasaribu/Sumut Pos) 

MEDAN – Program Ambulans Gratis 24 Jam yang menjadi salah satu janji kampanye Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap kembali menjadi sorotan. Pasalnya, target penyediaan ambulans yang dipaparkan dalam evaluasi capaian janji kampanye belum sesuai dengan angka yang pernah dijanjikan kepada masyarakat saat Pilkada 2024.

Dalam Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang digelar di Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/6/2026), terungkap bahwa program penambahan armada ambulans gratis masih berjalan di bawah target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan dokumen capaian program, pasangan Rico Waas-Zakiyuddin Harahap sempat menjanjikan penyediaan satu unit ambulans gratis pada 2025 dan penambahan 20 unit ambulans gratis pada 2026 yang akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas di Kota Medan.

Namun realisasinya, satu unit ambulans yang direncanakan pada 2025 tidak terealisasi. Sementara untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Medan hanya menargetkan pengadaan delapan unit ambulans baru dengan alokasi anggaran lebih dari Rp6,3 miliar.

Dikonfirmasi usai rapat, Rico Waas membenarkan bahwa tahun ini Pemko Medan hanya akan menambah delapan unit ambulans.”Tahun ini kita tambahkan delapan unit,” ujar Rico.

Menurutnya, jumlah tersebut perlu dilihat secara keseluruhan karena saat ini Pemko Medan telah memiliki 14 unit ambulans yang beroperasi. “Kita saat ini punya 14 ambulans. Ditambahkan tahun ini delapan unit, jadi nanti ada 22 unit. Itu untuk yang Pemko Medan punya,” katanya.

Saat ditanya mengenai perbedaan antara target kampanye sebanyak 20 unit ambulans pada 2026 dengan rencana pengadaan yang hanya delapan unit, Rico menyebut pihaknya masih memiliki waktu untuk memenuhi kebutuhan armada tersebut.

Menurut dia, upaya penambahan ambulans akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat.

“Ini kita masih punya waktu lagi untuk kita tambahkan. Kalau masih kekurangan maka kita harus kerjasamakan dengan pihak-pihak lain,” ujarnya.

Rico menegaskan bahwa yang terpenting bukan hanya jumlah armada, melainkan efektivitas layanan agar ambulans dapat menjangkau masyarakat dengan cepat ketika dibutuhkan.

Ia mencontohkan pentingnya sistem jaringan informasi yang terintegrasi sehingga laporan kebutuhan ambulans dari warga dapat langsung ditangani oleh unit terdekat. “Jangan nanti pasiennya di Marelan, tetapi ambulansnya datang dari tengah kota. Ini harus bisa ditangkap oleh sistem dan jaringan yang ada agar pelayanan lebih cepat,” katanya.

Program Ambulans Gratis 24 Jam merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan pasangan Rico-Zakiyuddin untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Selain target 20 unit pada 2026, pasangan tersebut juga menjanjikan penambahan 10 unit ambulans pada 2027 serta masing-masing dua unit pada 2028 dan 2029. (map/ila)

Ketua PPIH dan Bupati Madina Sambut Kloter 6, Petugas Kloter Terima Penghargaan PPIH

Bupati Madina

Suasana haru dan penuh syukur mewarnai kepulangan 358 jamaah haji dan petugas Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Medan yang kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan para Duyufurrahman disambut langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Medan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di Gedung Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Senin (8/6/2026).

Pesawat yang membawa rombongan lebih dahulu mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada pukul 02.55 WIB sebelum menuju Asrama Haji Medan. Tangis bahagia keluarga yang menanti bercampur rasa syukur para jemaah yang akhirnya kembali ke kampung halaman setelah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci.

Berdasarkan data PPIH Debarkasi Medan, Kloter 6 berjumlah 358 orang yang terdiri dari 352 jamaah dan enam petugas kloter. Mayoritas jamaah berasal dari Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 339 orang, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Toba, Nias Selatan, Nias Utara, dan Kota Medan.

Penyambutan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr H Zulkifli Sitorus MA, Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution SH MM, serta sejumlah pejabat dan unsur penyelenggara haji lainnya.

Dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr H Torang Rambe MAg, Ketua PPIH mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah berhasil menunaikan rukun Islam kelima.

“Selamat datang kembali di Tanah Air. Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah. Kemabruran haji hendaknya tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah kepada Allah SWT, akhlak yang semakin baik, serta kepedulian sosial yang semakin tinggi terhadap sesama,” ujarnya.

Menurut Torang, haji mabrur bukan hanya tercermin dari keberhasilan menuntaskan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat. Kedekatan kepada Allah SWT, akhlak yang mulia, serta kepedulian terhadap sesama menjadi indikator utama kemabruran haji.

Momen penyambutan semakin istimewa ketika PPIH memberikan penghargaan kepada petugas Kloter 6 atas dedikasi dan pengabdian mereka selama mendampingi jemaah. Pengalungan selempang dilakukan langsung oleh Ketua PPIH bersama Bupati Mandailing Natal kepada Ketua Kloter Imron Rosadi dan Dokter Kloter dr Ahmad Zhohir Sitompul.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, tanggung jawab, dan kerja keras para petugas dalam memberikan pelayanan, pembinaan, perlindungan, hingga pendampingan kepada jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.

PPIH juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Petugas Haji Daerah (PHD), Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu), serta seluruh jemaah yang telah menjaga kekompakan dan ketertiban selama menjalankan ibadah haji.

Selain penyambutan, para jamaah juga menerima edukasi kesehatan pascahaji dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan. Jamaah diimbau memantau kondisi kesehatan selama 21 hari setelah tiba di Indonesia, menjaga pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.

Di tengah kebahagiaan kepulangan tersebut, terselip kabar duka. Seorang jamaah asal Kabupaten Mandailing Natal, Isron Baitul, wafat di Tanah Suci dan dimakamkan di Makkah. Dalam kesempatan itu, seluruh hadirin diajak mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para jamaah diarahkan mengambil bagasi sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.(mag-2/ila)

Dituding Tidak Rutin Cek Kondisi Pohon, Rico Waas Semprot Kadis LH

EVALUASI: Suasana Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (8/6/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
EVALUASI: Suasana Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (8/6/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegur Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan Melvi Marlabayana karena kondisi banyaknya pohon tumbang di Kota Medan pada pekan lalu akibat hujan deras disertai angin kencang.

Rico Waas mengatakan, banyaknya pohon tumbang tersebut bisa terjadi akibat kelalaian DLH Kota Medan yang tidak mengecek kondisi pohon-pohon tua di badan-badan jalan.

“Kalian (DLH Medan) tidak mengecek pohon, makanya banyak pohon tumbang. Banyak sekali pohon kita yang tua-tua, pohon-pohon yang terlalu tua itu bukan hanya butuh di pangkas, tetapi harus diangkat karena sudah membahayakan,” tegas Rico Waas kepada Melvi Marlabayana saat Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (8/6/2026).

Ditegaskan Rico, dirinya tidak ingin kejadian pohon tumbang di Kota Medan hingga mencelakai masyarakat seperti yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) lalu terjadi kembali. “Intinya, saya gak mau kejadian ini terjadi lagi,” tegasnya.

Sebelumnya pada rapat itu, Rico Waas mempertanyakan kondisi progres pohon-pohon yang tumbang di Kota Medan akibat cuaca ekstrem beberapa hari yang lalu. Namun, Melvi Marlabayana hanya menjawabnya secara singkat tanpa penjelasan yang akurat. “Untuk masalah pohon on progres Pak wali,” jawab Melvi.

Mendengar hal itu, Rico Waas tampak berang. Dia pun meminta Melvi memberikan penjelasan yang akurat. “Dari kemarin-kemarin asal ditanya on progres terus. On progresnya bagaimana. Berapa total pohon yang tumbang, yang kemarin tertimpa pohon sudah bagaimana? Jelaskan lah, jangan cuma on progres saja,” ketusnya.

Menjawab hal itu, Melvi Marlabayana menjelaskan bahwa total pohon yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang pada beberapa hari yang lalu lebih dari 80 pohon. Tumbangnya pohon-pohon tersebut bahkan sampai menimpa 2 orang, sejumlah rumah dan mobil.

“Total pohon yang tumbang lebih dari 80 Pak Wali, ada korban 2 anak kecil, dan sudah ditangani, sudah dibawa ke rumah sakit dan kondisinya terus membaik. Ada rumah dan mobil yang tertimpa, itu juga sudah ditangani Pak Wali,” jawabnya.

Terkait pohon-pohon tua, Melvi Marlabayana mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan alat untuk mengukur usia dan kepadatan dahan pohon. “Kami sedang melakukan pengecekan, saat ini ada alat untuk mengukur usia pohon. Dengan alat itu, kita bisa tahu berapa usia pohon dan apakah dahannya padat atau kopong, supaya kita bisa mengetahui mana pohon yang harus dipangkas ataupun diangkat untuk diganti dengan pohon yang lain,” pungkasnya. (map/ila)