Home Blog Page 11

Kerahkan Patroli Gabungan di Asahan, Gubsu Perangi Narkoba

RAZIA GABUNGAN: Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara, dan Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Asahan beserta TNI dan Polri melakukan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam di Kota kisaran, Kabupaten Asahan, Sabtu (6/5).//(Dok : Diskominfo Sumut)
RAZIA GABUNGAN: Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara, dan Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Asahan beserta TNI dan Polri melakukan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam di Kota kisaran, Kabupaten Asahan, Sabtu (6/5).//(Dok : Diskominfo Sumut)

ASAHAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan BNN untuk melakukan patroli di sejumlah wilayah yang menjadi pintu masuk peredaran narkoba serta kawasan rawan kenakalan remaja. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan sosial.

Salah satu daerah yang menjadi sasaran patroli gabungan tersebut adalah Kabupaten Asahan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut Moettaqien Hasrimi mengatakan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 150 kasus narkoba di wilayah tersebut.

Secara geografis, Sumatera Utara memiliki posisi yang sangat strategis dengan garis pantai yang panjang. Namun, kondisi tersebut juga menyimpan kerentanan karena kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkoba sebagai jalur masuk penyelundupan.

“Berdasarkan angka di lapangan menunjukan urgensi yang tidak bisa kita tunda,” kata Moettaqien saat memimpin apel pasukan Patroli Gabungan di Lapangan Apel Kantor Bupati Asahan, Sabtu (6/6) malam.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama instansi terkait menggelar patroli gabungan yang menyasar sejumlah lokasi, terutama tempat-tempat hiburan malam di Kabupaten Asahan.

Di setiap lokasi yang dikunjungi, personel gabungan melakukan pendataan sekaligus tes urine terhadap para pengunjung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif dan tidak ditemukan pengunjung yang positif menggunakan narkoba.

Selain peredaran narkoba, Moettaqien juga mengingatkan bahwa judi online menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, remaja yang kecanduan judi online berpotensi terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba hingga melakukan tindak kriminal demi memperoleh uang.

“Keamanan dan keselamatan generasi muda kita saat ini dipertaruhkan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dan pengawasan terhadap anak-anak remaja menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sosial dan masa depan generasi muda.

“Pada seluruh masyarakat lebih peduli pada lingkungan sekitar dan anak anak remaja kita adalah tanggungjawab kita bersama,” kata Moettaqien.(san/azw)

Dua Penembak Pelajar Diduga Oknum Ketua Ormas, Korban: Keluarga Pelaku Sudah Minta Perdamaian

KORBAN DIRAWAT: Korban Tengku Bunaya Alfatar saat dirawat di Rumah Sakit waktu pengangkatan proyektil peluru yang bersarang ditubuhnya.
KORBAN DIRAWAT: Korban Tengku Bunaya Alfatar saat dirawat di Rumah Sakit waktu pengangkatan proyektil peluru yang bersarang ditubuhnya.

LUBUKPAKAM – Aparat kepolisian belum mampu juga mengamankan dua pria D dan A terduga pelaku penembak seorang pelajar bernama Tengku Bunaya Alfatar (16) warga Jalan Ibnu Khatab, Desa Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Padahal kedua terduga berkeliaran bebas di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa.

Terkait lambanya penangan kasus tersebut, paman korban Tengku Muhajirin (44) angkat bicara, Minggu (7/6/2026).

Tengku Muhajirin ketika ditemui di komplek perkantoran Bupati Deliserdang akhir pekan lalu, mengatakan kecewa dengan kinerja aparat kepolisian yang terkesan lamban mengungkapkan peristiwa penembakan.

Perasaan kecewa disampaikannya karena aparat polisi sudah mengantongi bukti bukti terkait peristiwa penembakan yang terjadi Minggu (3/5/2026) silam dengan korban Tengku Bunaya Alfatar.

Apa lagi yang ditunggu kepolisian, keluarga terduga pelaku sudah mengakui perbuatannya dan meminta berdamai dengan keluarga korban.

“Kedua keluarga  pelaku datang mau minta damai. Kan aneh sudah berapa pekan berlalu tiba tiba minta damai. Dimana mereka dua atau tiga hari setelah kejadian penembakan terjadi. Kok tak datang. Apa mau lepas tangan gitu,”ungkap Tengku Muhajirin dengan nada kesal.

Hal yang kurang sedap didengar keluarga korban lagi, bahwa korban disebut sebut layak ditembak karena disebut anggota geng motor. Jelas Tengku Muhajirin membantahnya. Ia mengatakan bahwa korban adalah keponankanya, masih setatus pelajar MAN 1 Kelas 10.

“Jangan menfitnah korban. Korban saat kejadian itu baru pulang dari rumah temannnya, tiba di TKP kedua pelaku langsung menodong dengan senjata, korban takut dan tancap gas. Dan kedua pelaku melepaskan tembakan bagian bahu korban kena tembakan,”beber Tengku Muhajirin.

Akibat peristiwa penembakan itu kata Tengku Muhajirin lagi korban saat sudah menjalani operasi kedua kalinya di RS Haji Medan, Rabu 3/6/2026 kemarin dan kini dalam perawatan.

Siswa MAN 1 kelas 10 ini diduga menjadi korban penembakan oknum ketua dan anggota Ormas didaerah itu saat melintas di Jalan Sei Belumai Hilir, Dusun 1, Desa Tanjungmorawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu  (3/5/2026) lalu oleh pelaku berinisial D dan pelaku A.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Sat Reskrim Polresta Deliserdang dengan nomor LP /B/ 472/V/ 2026/SPKT/Polresta Deli Serdang / Polda Sumatera Utara, Tanggal 3 Mei 2026. Pelapor Muhajirin keluarga Korban. (btr/azw)

Bupati Dairi Canangkan Gerakan ASN Merawat Bumi, Tanam 1.000 Pohon Alpukat

TANAM POHON: Bupati Dairi Vickner Sinaga didampingi Ketua TP PKK, Rita Puspita Situmorang bersama ASN se-Kecamatan Sumbul menanam pohon alpukat. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS).
TANAM POHON: Bupati Dairi Vickner Sinaga didampingi Ketua TP PKK, Rita Puspita Situmorang bersama ASN se-Kecamatan Sumbul menanam pohon alpukat. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS).

DAIRI – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui pencanangan Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Merawat Bumi yang dipusatkan di Desa Pegagan Julu V, Kecamatan Sumbul, Jumat (5/6). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama ratusan ASN, PPPK, dan masyarakat melakukan penanaman pohon alpukat sebagai bagian dari gerakan penghijauan berkelanjutan.

Bupati Dairi Vickner Sinaga yang hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, Rita Puspita Situmorang, mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk membangun kesadaran dan mendorong aksi nyata menjaga bumi.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang kita laksanakan hari ini merupakan wujud komitmen bersama untuk membangun kesadaran, menumbuhkan kepedulian, dan menggerakkan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Dairi,” ujarnya.

Menurut Vickner, menjaga lingkungan hidup tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keterlibatan ASN dalam gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh ASN dan PPPK di Kecamatan Sumbul yang telah berinisiatif melaksanakan Gerakan ASN Merawat Bumi. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus menjadi teladan dalam membangun budaya hidup yang ramah lingkungan.

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian yang nyata terhadap lingkungan. ASN harus menjadi pelopor dan teladan dalam menjaga alam serta mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Vickner juga mengajak seluruh ASN untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri saat berbelanja, hingga membiasakan menggunakan botol minum isi ulang untuk mengurangi sampah plastik.

Selain itu, gerakan penghijauan dilakukan melalui penanaman 1.000 batang pohon alpukat oleh ASN se-Kecamatan Sumbul. Penanaman dilakukan di sejumlah lahan masyarakat sebagai upaya memperkuat konservasi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi di masa mendatang.

“Pohon alpukat yang kita tanam hari ini bukan sekadar bibit yang ditanam di tanah. Ini adalah simbol harapan, tanggung jawab, dan komitmen kita untuk mewariskan lingkungan yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih lestari kepada generasi mendatang,” ungkapnya.

Vickner berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi budaya kerja dan gaya hidup ASN di Kabupaten Dairi. Ia menekankan pentingnya peran aparatur pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, menghemat energi, dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam.

“ASN harus menjadi motor penggerak perubahan. Mari jadikan merawat bumi sebagai bagian dari budaya kerja dan tanggung jawab bersama demi masa depan Kabupaten Dairi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rud/ila)

Pemkab Dairi Sambut Kepulangan 17 Jamaah Haji, Berharap Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

FOTO BERSAMA: Wakil Bupati foto bersama rombongan jamaah haji saat acara penyambutan di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (6/6).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
FOTO BERSAMA: Wakil Bupati foto bersama rombongan jamaah haji saat acara penyambutan di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (6/6).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Gedung Balai Budaya Sidikalang saat Pemerintah Kabupaten Dairi menyambut kepulangan 17 jamaah haji asal Kabupaten Dairi yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Sabtu (6/6/2026).

Penyambutan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, bersama sejumlah unsur Forkopimda, tokoh agama, dan keluarga jamaah yang telah lama menantikan kepulangan para tamu Allah tersebut.

Dalam sambutannya, Wahyu Daniel Sagala menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Dairi, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah,” ujarnya.

Menurut Wahyu, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah sekaligus panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua umat Islam dapat merasakannya. Karena itu, para jamaah yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah diharapkan mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

Ia menilai keberhasilan para jemaah menjalani berbagai tahapan ibadah haji menjadi bukti kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam memenuhi panggilan agama.

“Nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci hendaknya terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap para jamaah dapat menjadi teladan di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” katanya.

Wahyu berharap para jamaah haji dapat berperan aktif dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai moral, spiritual, dan kebersamaan di Kabupaten Dairi.

Menurutnya, kehadiran para haji dan hajjah yang baru kembali dari Tanah Suci diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, terutama dalam membentuk masyarakat yang religius, harmonis, dan damai.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dairi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari petugas haji, tenaga kesehatan, pembimbing manasik, hingga panitia yang mendampingi proses keberangkatan dan kepulangan jemaah.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji sejak tahap persiapan hingga kepulangan,” ujar Wahyu.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pelayanan masih terdapat kekurangan yang dirasakan oleh para jemaah maupun keluarga.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan agar ibadah haji yang telah dilaksanakan membawa keberkahan bagi para jemaah, keluarga, masyarakat, serta Kabupaten Dairi secara keseluruhan.

Acara penyambutan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Lintong Rita Puspita Situmorang, Kajari Dairi Bima Yudha Asmara, Wakapolres Dairi Kompol Diarma Munthe, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Dairi Muhammad Sanif, Ketua MUI Dairi Wahlin Munthe, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Kepulangan para jamaah haji tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual di Tanah Suci sekaligus awal pengabdian baru untuk menebarkan nilai-nilai kemabruran di tengah masyarakat Kabupaten Dairi. (rud/ila)

Satu-satunya dari Sumut, Mahasiswa dan Dosen USM Presentasikan Dampak Program Mahasiswa Berdampak Tingkat Nasional

WAKILI SUMUT: Adiansyah (kiri) bersama Rinaldi Praja Kusuma dari USM Indonesia mewakili Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. (Istimewa/Sumut Pos)
WAKILI SUMUT: Adiansyah (kiri) bersama Rinaldi Praja Kusuma dari USM Indonesia mewakili Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. (Istimewa/Sumut Pos)

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tim Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 dari USM Indonesia menjadi wakil satu-satunya perguruan tinggi se-Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. Dari 263 proposal yang didanai, terpilih 60 proposal termasuk USM Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan Ditjen Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Ristekdikti bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Sivitas akademika USM Indonesia yakni Adiansyah, Mhd. Aldi Primasyukra dan Sharfina Haslin (dosen) serta Rinaldi Praja Kusuma dan 20 mahasiswa dari program studi farmasi, kimia, teknologi elektromedis, akutansi, manajemen, keperawatan, bidan, psikologi dan program studi lain di USM Indonesia mengikuti seminar dampak pelaksanaan program mahasiswa berdampak tahun anggaran 2025.

TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)
TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)

Seminar digelar di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta pada 5-7 Juni 2026. Seminar menjadi wadah bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan capaian, inovasi dan dampak nyata program pengabdian yang telah dilaksanakan di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 sekaligus forum evaluasi untuk mengukur capaian dan dampak program yang telah dilaksanakan mahasiswa bersama dosen pendamping di berbagai daerah di Indonesia.

Tim USM Indonesia memaparkan hasil pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangdedagai, Sumatera Utara. Program yang mengusung tema ‘Inovasi Pakan Ternak dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal’ berhasil menghasilkan berbagai capaian.

Diantaranya peningkatan produktivitas ternak melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan bahan baku lokal sebagai pakan alternatif. Capaian lainnya adalah pemberdayaan kelompok PKK melalui pelatihan kewirausahaan dan pengolahan pangan serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat.

Partisipasi dalam seminar nasional ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mahasiswa dan dosen USM Indonesia dalam menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menjadi sarana diseminasi hasil program, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dan memperluas jejaring kolaborasi antar-perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, USM Indonesia terus berupaya melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Diktisaintek Fauzan Adziman mengutarakan bahwa terdapat sepuluh juta mahasiswa di perguruan tinggi yang menjadi ujung tombak bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari inovasi, hasil riset dan pemikiran yang lahir dari kampus.

“Sesuatu yang dibangun dari mahasiswa dan oleh mahasiswa merupakan motor penting dalam menghadirkan dampak nyata bagi negeri,” tegas Dirjen.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Diktisaintek I Ketut Adnyana juga menegaskan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memperkaya pengelaman belajar. Tetapi juga meninggalkan warisan berupa perubahan perilaku, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal. (dmp)

Siswa SD IT Generasi Madani Juara 1 O2SN Deli Serdang

Siswa SD IT Generasi Madani M. Wisam Hasnawi memperoleh Juara 1 Karate Putra (kanan) dan Diazsyah Iffahni memperoleh Juara 3 (kiri), pada kegiatan O2SN Tingkat Kabupaten Deli Serdang.
Siswa SD IT Generasi Madani M. Wisam Hasnawi memperoleh Juara 1 Karate Putra (kanan) dan Diazsyah Iffahni memperoleh Juara 3 (kiri), pada kegiatan O2SN Tingkat Kabupaten Deli Serdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS – Taman Cadika dipenuhi prestasi saat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD tingkat Kabupaten Deli Serdang tahun 2026 resmi digelar pada 3-5 Juni lalu. Ajang bertema “Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat melalui Olahraga” ini dibuka langsung oleh Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, sebagai bentuk komitmen daerah untuk menjaring bibit atlet unggul sejak dini.

O2SN melombakan 6 cabang utama: Kids Atletik, Karate, Pencak Silat, Bulu Tangkis, Renang, dan Senam. Di balik ketatnya persaingan, misi utamanya adalah menanamkan nilai sportivitas tinggi sekaligus membangun karakter tangguh bagi generasi muda.

Sorotan utama datang dari cabang olahraga karate yang berlangsung sangat sengit. Kategori ini diikuti oleh 43 karateka terbaik dari 22 kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang, terdiri atas 23 putra dan 20 putri. Di tengah arena yang kompetitif, kontingen SDIT Generasi Madani, Kecamatan Percut Sei Tuan, sukses mendominasi panggung juara.

Atlet muda mereka, M. Wisam Hasnawi, tampil memukau dan menyabet Juara 1 Karate Putra. Keberhasilan ini disempurnakan oleh rekan sekolahnya, Diazsyah Iffahni, yang meraih Juara 3 Karate Putri.Apresiasi besar pun mengalir.

Ketua Yayasan, Dr. Arie Dwi Ningsih, M.Pd., didampingi Kepala Sekolah SDIT Generasi Madani, Wildan S. Hasibuan, S.Pd., mengucapkan terima kasih mendalam kepada Pemkab Deli Serdang dan Dinas Pendidikan atas terselenggaranya wadah positif ini.

Dr. Arie menegaskan prestasi lahir berkat disiplin dari pelatih Senpai Anggie Sagita Putri Siswanto serta semangat juang para siswa. Di SDIT Generasi Madani, karate menjadi program ekstrakurikuler unggulan di samping public speaking, bahasa asing, pramuka, dan tilawah. Pola asuh menyenangkan (fun learning) diterapkan demi mencetak anak didik yang cerdas, unggul, dan berakhlakul karimah. (adz)

Atasi Kepadatan Mina di Musim Haji 2027, RI dan Saudi Matangkan Opsi Tanazul 50 Persen

KUNJUNGAN: Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Fatttah Al-Mashat di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah, Kamis (4/6). (BAYU PUTRA/JAWAPOS.COM)
KUNJUNGAN: Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Fatttah Al-Mashat di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah, Kamis (4/6). (BAYU PUTRA/JAWAPOS.COM)

MAKKAH– Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Fattah Al-Mashat, melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Kamis (4/6) waktu setempat. Kunjungan ini dilakukan untuk menemui Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, guna membahas evaluasi operasional haji 2026 sekaligus mematangkan persiapan dini menyambut musim haji 2027.

Fattah Al-Mashat tiba di lokasi menjelang pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan mengenakan gamis khas Arab yang dipadukan dengan rompi kombinasi hijau dan cokelat. Kedatangannya langsung disambut hangat oleh Dahnil Anzar Simanjuntak di lobi kantor Daker Makkah. Dalam pertemuan tersebut, Dahnil tampil dengan perpaduan busana formal dan tradisional, mengenakan setelan jas berwarna terang dipadu bawahan sarung batik cokelat.

Kedua delegasi kemudian langsung menggelar pertemuan tertutup di ruang rapat lantai 1. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih tiga puluh menit tersebut berjalan dengan serius namun tetap diselimuti suasana yang santai dan penuh keakraban. Usai pertemuan berakhir, Fattah Al-Mashat langsung meninggalkan lokasi menuju kantornya tanpa memberikan pernyataan resmi kepada awak media yang telah menunggu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kunjungan mendadak yang dilakukan oleh mitranya dari Arab Saudi tersebut. Menurut Dahnil, kedatangan seorang pejabat tinggi setingkat Wakil Menteri Arab Saudi secara langsung ke kantor misi haji negara pengirim jamaah merupakan sebuah momentum yang sangat langka dalam tradisi penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami sangat terkejut sekaligus mengapresiasi (surprise). Dalam tradisi perhajian selama ini, menteri atau wakil menteri dari pihak Arab Saudi sangat jarang bersedia datang langsung ke kantor misi haji kita. Namun, kali ini beliau (Fattah Al-Mashat) datang langsung menemui kami di kantor Daker Makkah untuk berdiskusi,” ujarnya.

Dahnil mengungkapkan, ada tiga agenda utama yang menjadi poin krusial dalam pembahasan bilateral tersebut. Poin pertama berkaitan dengan berbagai perubahan regulasi dan sistem layanan haji yang diterapkan pada tahun ini. Pemerintah Arab Saudi menilai, penerapan kebijakan aplikasi Nusuk, aturan visa baru, serta sejumlah restrukturisasi taktis lainnya merupakan sebuah bentuk perubahan yang radikal dan revolusioner demi meningkatkan standar keamanan jamaah dunia.

Poin kedua yang dibahas secara mendalam adalah mengenai tantangan logistik dan manajemen massa yang muncul selama fase puncak ibadah haji (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Masalah krusial yang menonjol adalah isu keterbatasan kapasitas area di Mina yang memicu munculnya opsi kebijakan pengalihan akomodasi atau tanazul.

Sementara itu, poin ketiga berupa apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Arab Saudi terhadap langkah-langkah reformasi fundamental yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam tata kelola layanan haji tahun ini. Atas dasar efektivitas tersebut, Fattah meminta Indonesia untuk memulai koordinasi dan persiapan teknis musim haji 2027 secara bersama-sama sejak dini.

“Jadi polanya ke depan, segala bentuk persiapan teknis akan dirancang bersama-sama secara paralel antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan kementerian terkait di Indonesia. Kita sudah sepakat untuk mulai bekerja bersama-sama secara intensif mulai dari sekarang,” lanjut Dahnil.

 

Solusi Krisis Lahan Mina lewat Skema Tanazul

Fokus utama yang menyita perhatian dalam pertemuan tertutup tersebut adalah evaluasi terhadap manajemen massa di Armuzna selama musim haji 2026, khususnya area Mina. Fattah Al-Mashat secara terbuka menyoroti keterbatasan kapasitas tenda jamaah di Mina dan menyatakan komitmen penuh Pemerintah Arab Saudi untuk mencarikan solusi konkret jangka panjang bagi jamaah asal Indonesia.

Salah satu opsi strategis yang disepakati untuk dimaksimalkan pada musim haji 2027 adalah program tanazul. Skema tanazul merupakan kebijakan di mana jamaah haji tidak menginap (mabit) di dalam tenda Mina, melainkan diistirahatkan atau diinapkan di hotel-hotel sewaan mereka yang berlokasi di sekitar wilayah Jamarat. Langkah ini diambil mengingat kepadatan jamaah di area Mina yang dinilai sudah mencapai titik kritis yang mengkhawatirkan.

Pemerintah Arab Saudi memberikan lampu hijau yang sangat besar terhadap opsi ini. Otoritas Saudi menyatakan bersedia memberikan kelonggaran tata laksana regulasi jika Indonesia mampu memindahkan sebagian besar jamaah dari tenda Mina ke hotel terdekat.

“Pihak Saudi menyampaikan, jika jamaah haji Indonesia bisa ditanazulkan hingga mencapai angka 50 persen dari total kuota, mereka akan mempertimbangkan formula tersebut sebagai standar operasional baru yang didukung penuh,” terang Dahnil.

Dahnil menjelaskan bahwa jika separuh dari total jamaah haji Indonesia bersedia melaksanakan skema tanazul, maka hal tersebut secara otomatis akan memangkas kepadatan massa di dalam tenda-tenda Mina secara signifikan. Hal ini krusial mengingat jatah space wilayah Mina untuk jamaah asal Indonesia sangatlah sempit dan tidak sebanding dengan volume jamaah yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Total luas lahan Mina yang dialokasikan untuk seluruh jamaah haji Indonesia itu hanya berkisar di angka 12,6 hektare. Ukuran ini sangat-sangat terbatas. Jika dikalkulasikan dengan membagi rata seluruh jumlah jamaah, maka setiap jamaah haji Indonesia saat ini hanya memiliki ruang gerak kurang dari 0,6 meter persegi di dalam tenda. Luasan sempit itu bahkan masih harus dikurangi lagi untuk area fasilitas umum seperti toilet darurat dan jalur evakuasi atau jalan menuju tenda,” papar Dahnil secara rinci.

Kondisi ruang yang sangat terbatas inilah yang mendasari mengapa opsi tanazul dinilai menjadi alternatif solusi yang paling rasional dan menarik bagi kedua belah pihak. Sebagai informasi pelengkap, pada penyelenggaraan musim haji 2026, Pemerintah Indonesia sebenarnya telah memprogramkan skema tanazul ini kepada sekitar 20 ribu jamaah haji.

Para jamaah yang masuk dalam program tanazul resmi tahun 2026 tersebut merupakan mereka yang mendapatkan fasilitas akomodasi hotel yang lokasinya paling dekat dengan fasilitas Jamarat (tempat melontar jumrah), yakni jamaah yang menempati pemondokan di kawasan Syisyah dan Raudhah. Jarak yang relatif dekat ini memudahkan pergerakan jamaah untuk berjalan kaki menuju tempat pelontaran tanpa harus menguras energi berlebih atau memadati tenda Mina.

Jumlah 20 ribu jamaah tersebut diketahui belum termasuk dengan ribuan jamaah haji Indonesia lainnya yang berinisiatif mengambil keputusan untuk melakukan tanazul secara mandiri di luar program resmi yang difasilitasi pemerintah.

Meskipun memilih beristirahat di hotel masing-masing, sebagian dari jamaah haji yang menempuh skema tanazul mandiri ini dilaporkan tetap berupaya keras untuk mengejar keutamaan ibadah mabit di Mina. Strategi yang mereka terapkan adalah dengan mendatangi area Jamarat dan menghabiskan waktu minimal separuh malam di kawasan tersebut agar syarat sah mabitnya terpenuhi secara syariat.

Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa para jamaah tanazul mandiri ini kerap kali harus melakukan aksi ‘kucing-kucingan’ dengan para petugas keamanan Arab Saudi atau askar. Hal ini terjadi karena otoritas keamanan setempat memberlakukan aturan ketat yang melarang keras jamaah untuk duduk-duduk, berdiam diri, atau menggelar tikar di sepanjang koridor dan area utama Jamarat demi kelancaran arus pergerakan massa. Kendati harus menghadapi pengawasan ketat dari askar, sejumlah jamaah haji Indonesia mengaku tetap berhasil menyelesaikan prosesi mabit dengan aman.

Melalui komitmen bersama yang diinisiasi dalam pertemuan mendadak ini, Pemerintah Provinsi, Kementerian terkait, dan Pemerintah Arab Saudi berharap perencanaan matang sejak dini dapat mengeliminasi segala bentuk kendala logistik, sehingga pelaksanaan haji tahun 2027 mendatang dapat berjalan dengan jauh lebih aman, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi para jamaah. (jpc/adz)

Dukung Medan Asri Bergerak, Sekretariat DPRD Medan Gelar Gotong Royong

FOTO BERSAMA: Sekretariat DPRD Medan foto bersama di sela-sela gotong royong kerja bakti bersih lingkungan bersama di kawasan kantor gedung dewan, Jumat (5/7/2026).
FOTO BERSAMA: Sekretariat DPRD Medan foto bersama di sela-sela gotong royong kerja bakti bersih lingkungan bersama di kawasan kantor gedung dewan, Jumat (5/7/2026).

MEDAN – Sekretariat DPRD Medan gelar gotong royong masal kerja bakti bersih lingkungan bersama di kawasan kantor gedung dewan, Jumat (5/7/2026). Gotong royong langsung dipimpin Plt Sekretaris DPRD Medan Erisda Hutasoit SE bersama unsur ASN, Cleaning Sirvice dan Security di kantor DPRD Medan.

Menurut Erisda Hutasoit usai kerja bakti kepada wartawan, Jumat (5/6/2026) pagi, kegiatan gotong royong merupakan wujud nyata kontribusi sekretariat dewan dalam mendukung “Medan Asri Bergerak”.

Dikatakan Erisda, pihaknya menyahuti dan sangat mendukung program Medan Asri Bergerak, bersama mewujudkan Medan bersih, hijau rapi dan berkelanjutan. “Saatnya bekerja untuk iklim,” sebut Erisda yang saat ini menjabat defenitif selaku Kabag Keuangan Setwan DPRD Medan.

Dikatakan Erisda, kegiatan kerja bakti ikut dilakukan diluar pagar gedung DPRD Medan serta pinggir sungai dekat gedung DPRD Medan. Seluruh ASN mulai dari Kabag hingga honor antusias melaksanakan kebersihan mulai dari pangkas pohon dan bunga.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk partisipasi dan ikut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yang jatuh pada 5 Juni,” ungkapnya. (map/ila)

Tikam Teman hingga Tewas di Medan Timur, Warga Belawan Divonis 11 Tahun Penjara

SIDANG: Boby Rahman Pohan terdakwa kasus pembunuhan, menjalani sidang putusan di PN Medan, Kamis (4/6) sore. (Dok: Gusman/Sumut Pos)
SIDANG: Boby Rahman Pohan terdakwa kasus pembunuhan, menjalani sidang putusan di PN Medan, Kamis (4/6) sore. (Dok: Gusman/Sumut Pos)

MEDAN – Boby Rahman Pohan (44) divonis 11 tahun penjara setelah terbukti melakukan penikaman terhadap temannya hingga menyebabkan korban meninggal dunia di kawasan Titi Gantung, Lapangan Merdeka Medan, Medan Timur.

Majelis hakim Sarma Siregar, dalam amarnya meyakini perbuatan warga asal Belawan itu, terbukti melanggar Pasal 458 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan alternatif kesatu.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Boby Rahman Pohan dengan pidana penjara selama 11 tahun,” ujar Sarma, dalam sidang di ruang Cakra 6 PN Medan, Kamis (4/6) sore.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban, Erik Pohan Dabuke, meninggal dunia serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya, menyesal, masih tergolong muda, dan belum pernah dihukum,” kata hakim.

Usai mendengarkan putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima vonis hakim. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan langkah hukum berikutnya, apakah menerima putusan atau mengajukan banding.

Dalam tuntutannya sebelumnya, jaksa meminta hukuman yang lebih berat, yakni 12 tahun penjara.

Perkara ini bermula dari cekcok di sebuah lapo tuak pada November 2025. Perselisihan kecil antara terdakwa dan korban yang awalnya dipicu saat bermain musik dan menegur, kemudian berlanjut menjadi pertengkaran di atas jembatan Titi Gantung.

Dalam kondisi emosi dan dipengaruhi minuman keras, terdakwa memecahkan lampu neon dan mengambil pecahannya sebagai senjata. Saat korban naik ke jembatan untuk menanggapi tantangan duel, keduanya terlibat perkelahian hingga akhirnya terdakwa menikam korban di bagian belakang telinga dan leher.

Korban sempat mencoba melarikan diri namun akhirnya tumbang akibat luka serius dan meninggal dunia. Setelah kejadian, terdakwa melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap polisi di kawasan Medan Barat pada malam berikutnya. (man/ila)