Home Blog Page 1020

PT PLN Bantu Komputer ke SMP Muhammadiyah Sidikalang

BERFOTO: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu berfoto bersama saat penyerahan bantuan komputer dari PT PLN ke SMP Muhammadyah 51 Sidikalang.Istimewa

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan terimakasih kepada PT PLN (Persero) unit induk distribusi (UID) Sumatera Utara melalui unit layanan pelanggan (ULP) Sidikalang. Karena telah memberi bantuan peralatan teknologi informasi komunikasi (TIK) berupa perangkat komputer dan komunikasi kepada SMP Muhammadyah 51 Sidikalang, Selasa (24/10/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Kamis (26/10/2023) mengatakan, keterangan yang disampaikan Bupati, PLN terus berkontribusi nyata kepada masyarakat.

“Tidak hanya dari sisi pasokan listrik, namun meningkatkan mutu pendidikan dan ini salah satu buktinya,” ujarnya.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyatakan bantuan ini sangat penting bagi anak didik kita menggali teknologi yang harus dipacu mempersiapkan generasi emas di tahun 2045.

Dikatakannya, berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan kecerdasan pelajar. Salahsatunya, program gampang asik dan menyenangkan (Gasing).

“Komitmen kita semua sama-sama mendorong laju pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan. Apa yang dilakukan PLN ini, selaras dengan program Dairi Cerdas. Kita tidak bisa lakukan banyak hal tanpa dukungan banyak pihak seperti dilakukan PLN ini. Semoga bantuan bermanfaat bagi anak didik kita,” katanya.

Asisten Manager PLN UP3 Bukit Barisan, Gilang Endra Basuki menyampaikan, bantuan perangkat komputer satu dari sekian program PLN Peduli berlandaskan SDGs yang dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Pemberian bantuan bentuk tanggungjawab sosial perusahaan mendorong perkembangan dunia pendidikan di Indonesia termasuk Dairi. Semoga bantuan bermanfaat dan bisa meningkatkan mutu pendidikan di Dairi.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan, Jonny Waslin Purba, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Rahmat Syah Munthe, Kepala Sekolah SMP Muhammadyah 51, Anwar Irawadi, dan lainnya. (rud/ram)

Ganjar Berkomitmen Dukung Produk Lokal

BRAND NASIONAL: Ganjar Pranowo mengunjungi Pabrik PT Maspion di Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya, Sabtu (14/10).

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Ganjar Pranowo, bakal calon presiden (bacapres) 2024, berdiskusi dan melihat proses produksi di Pabrik PT Maspion di Kota Surabaya, Sabtu, 14 Oktober 2023 lalu. Melihat kemampuan brand nasional tersebut, Ganjar ingin agar negara serius mengembangkan produk dalam negeri.

Tiba di lokasi, Ganjar disambut oleh Presiden Direktur PT Maspion Group, Alim Markus, dan sejumlah pimpinan direksi. Mereka kemudian berdiskusi bersama dengan perwakilan buruh. Sekitar satu jam berdiskusi, Ganjar kemudian berkeliling pabrik yang berada di Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya itu.

Ganjar melihat langsung proses produksi peralatan dapur dan rumah tangga PT Maspion. Menurut Ganjar, kualitas produk PT Maspion semakin bagus. Ini mampu menjadi contoh, produk dalam negeri harus berkembang dan naik kelas.

“Jadi menurut saya, ini contoh yang bagus untuk naik kelas dan terus naik tinggi lagi, bukan hanya satu tingkat, satu tingkat,” ungkap Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah 2 periode itu, juga mengatakan, peningkatan kualitas produk dalam negeri harus didukung dengan hubungan industrial yang baik. Karena itu, produk yang bagus juga perlu diimbangi dengan pemberian insentif bagi produk yang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi.

“Kalau industri dalam negeri sudah berkembang, lokal konten makin banyak. Maka, penting memikirkan insentif. Proteksi-proteksinya, sehingga industri dalam negeri bisa hidup,” lanjutnya.

Menurut Ganjar, saat ini produk dalam negeri kualitasnya kian hari kian bagus. Karena itu, harus mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah.

“Tadi ada yang bagus. Desain dari Prancis dibeli jadi brand dan diproduksi di sini. Maka, saya anjurkan kalau produknya sudah ada dan masuk e-katalog, pemerintah bisa bantu membeli,” katanya.

Ganjar menilai, satu cara menstimulus perekonomian adalah dengan membeli produk dalam negeri. Pemerintah harus memberikan kesempatan membela dan menyerap produk dalam negeri lebih banyak, sehingga perekonomian meningkat. Juga memberikan tantangan terhadap industri dalam negeri agar membuat produk yang berkualitas.

Dia mengingatkan, saat ini dunia internasional berubah demikian drastis. Jika terjadi sesuatu, maka banyak negara akan mengalami situasi yang sangat rumit. “Kalau kita tidak siap-siap, kita akan ikut rumit. Dengan kekuatan dalam negeri, kalau bahasa Bung Karno itu, berdikari dalam bidang ekonomi, dengan aksi-aksi ini menurut saya bisa menjadi terobosan yang dahsyat,” tegas Ganjar.

Sementara itu, Alim Markus mengatakan, kedatangan Ganjar memang sudah dinantikannya. Selain berdiskusi, Ganjar dinilai sebagai sosok yang berhasil mengembangkan dunia industri.

“Pak Ganjar memang sudah kami tunggu-tunggu. Kami berharap ke depan negara ini semakin mencintai produk-produk Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, tidak bisa dipungkiri, kita masih banyak bergantung pada sumber daya yang harus didatangkan dengan cara diimpor. Bahan baku industri hingga barang jadi, didatangkan dengan cara diimpor.

Menurutnya, kertegantungan impor ini membuat Indonesia tidak mandiri, dan rentan mendapatkan rentetan masalah yang timbul dari negara lain.

“Kita memang harus lepas dari kertegantungan tersebut, kalaupun tidak bisa 100 persen, namun porsinya harus dikurangi,” jelas Gunawan, Kamis (26/10).

Dan hal ini, lanjut Gunawan, harus menjadi program prioritas bagi capres yang maju dalam Pilpres 2024 mendatang. (wir/ika/saz)

Pj Wali Kota Buka Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni

BUKA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika membuka kegiatan Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia, yang dilaksanakan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi, Syarmadani, menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia, yang dilaksanakan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI di Hotel Amanda Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (26/10/2023).

Syarmadani mengungkapkan, walaupun Kota Tebingtinggi memiliki luas wilayah yang tidak begitu luas, namun Harmoni sudah ada sejak lama di Kota Tebingtinggi.

“Berdasarkan cerita-cerita yang ada, Kota Tebingtinggi ini dengan keberagaman agama, suku penduduknya, kami juga mempunyai tugu revolusi mental. Dan kami sudah 2 kali berturut menerima duplikat bendera pusaka dengan sertifikat dari istana (Pemerintah Pusat),” kata Syarmadani.

Menurut Syarmadani, seiring dengan pergerakan dinamika, internet, sosial media, adanya sebuah kearifan lokal yang masih tetap terjaga di Kota Tebingtinggi, dengan filosofi Melayunya.

“Mudah-mudahan, dengan wawasan yang ada, keilmuannya mampu menterjemahkan, bahwa keunggulan daerah tidak lagi menjadi kompetensi yang negatif. Dengan Harmoni yang diperbarui, semakin memperkuat dan berdampak nyata pada masyarakat, khususnya di Kota Tebingtinggi,” harap Syarmadani.

Sebelumnya, dalam laporan panitia yang disampaikan Plt Direktur Ketahanan ekonomi, Sosial dan Budaya Ditjen Politik dan PUK, Kemendagri RI, Aang Witarsa, bahwa berbicara Indeks Pengukuran Harmoni Indonesia menyangkut 4 aspek, tidak bersifat final namun bagaimana bisa kita mengukur apa yang menjadi isu strategis terkait dengan tugas fungsinya.

“Pertama aspek ekonomi, kedua aspek sosial, ketiga aspek budaya dan aspek keempat keberagaman atau moderasi beragama. Bagaimana kita bisa membedakan urusan-urusan pemerintahan umum, yang di dalamnya menguatkan aspek-aspek tersebut,” ujar Aang Witarsa.

Aang Witarsa berharap adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen, baik jajaran pemerintah daerah, utama Kesbangpol, maupun masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat, sehingga ada keseimbangan bagaimana mengukur Indeks Harmoni Indonesia.

“Bukan hanya perspektif, persepsi pemerintah daerah, namun bagaimana masyarakat bisa menilai, mengukur dan benar merasakan. Sehingga hasil kajian, bisa dipertanggungjawabkan secara akademis, menjadi output melibatkan stakeholder yang bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Aang Witarsa.

Pemaparan narasumber dari tim IHAI, Herie Saksono selaku Peneliti Madya Bidang Bisnis dan Manajemen Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri (PRPDN), Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat (ORTKBEKM) pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kemudian Jadi Suriadi selaku Direktur Wellbeing Institute, Prof Ayub Muktiono dan Asep Kususanto selaku Widyaiswara pada Bappenas sekaligus Dosen pada Universitas Tangerang Raya.

Untuk informasi dan diketahui, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia, dengan mengisi Riset Publik : Harmoni ekonomi, Sosial, Budaya dan Keberagaman pada googleform, melalui link https://forms.gle/JxP2rub5qWpRKVe48. (ian/ram)

Underpas Gatot Subroto Segera Dikerjakan, Dishub Medan Lakukan Penutupan Jalan Mulai 28 Oktober

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Medan Ami Kholis Hasibuan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam mendukung pembangunan Underpass di Jalan Gatot Subroto, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan berkolaborasi dengan SatLantas Polrestabes Medan untuk melakukan pengalihan arus di kawasan tersebut. Rencananya, penutupan dan pengalihan jalan akan diberlakukan mulai 28 Oktober 2023 pukul 22.00 WIB.

“Rencananya memang begitu, namun saat ini kita masih menunggu surat dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) guna memastikan kapan pengerjaannya,” ucap Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Medan Ami Kholis Hasibuan saat dikonfirmasi Mistar, Kamis (26/10/23).

Dikatakan Ami, rencana penutupan itu sampai saat ini belum bisa dipastikan. Sebab, alat berat milik BPJN masih dalam perjalanan dan belum sampai di Kota Medan.

“Kemarin informasinya masih di Pekan Baru alat beratnya, jadi kita belum bisa memastikan sampai ada surat dari BPJN. Karena kalau kita lakukan penutupan namun pengerjaan belum dilakukan, maka akan menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Ami menjelaskan, kalaupun jadi penutupan jalan dilakukan, rekayasa lalu lintas yang dilakukan pihaknya di sekitar Manhattan dan jalur yang mengarah ke Binjai.

“Tidak kita lakukan penutupan total. Jadi dari arah Manhattan tetap bisa melintas, namun satu jalur. Sementara yang ke arah Binjai yang awalnya hanya satu jalur kita ubah menjadi dua jalur,” katanya.

Penutupan yang dilakukan, sambung Ami, tidak akan dilakukan secara total lantaran pihak BPJN hanya akan membangun wing di sisi kiri dan kanan jalan.

“Penutupan itu hanya tahapan awal. Setelah 3 bulan, penutupan kita lakukan secara total karena akan ada pengorekan untuk Underpass,” pungkasnya.
(map/ram)

Dukungan Bobby ke Prabowo – Gibran Dinilai Tidak Akan Pengaruhi Kemenangan Ganjar – Mahfud

Kader PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pengaribuan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kader PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pengaribuan menilai dukungan Wali Kota Medan, Bobby Nasution Kepada Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming sebagai langkah yang sudah tepat dan memang sudah seharusnya.

“Sebab tidak mungkin dan tidak masuk akal jika mertuanya, Presiden Joko Widodo, adik iparnya Kaesang Pangarep telah mendukung Prabowo- Gibran, sementara Bobby mendukung Ganjar. Jadi ya tentu langkah yang diambilnya adalah langkah yang seharusnya,” ucap Sutrisno kepada Sumut Pos, Kamis (26/10/2023).
Dikatakan Sutrisno yang pernah menjadi Juru Bicara Tim Kampanye Daerah Jokowi- Ma’ruf Amin 2019 lalu itu, seandainya Bobby tidak menyatakan sikapnya, maka pihaknya lah yang akan menanyakan sikap Bobby.

“Seandainya Bobby tidak buru- buru menyatakan sikap, kami pasti akan segera menyarankannya agar segera mengambil sikap,” ujarnya.

Menurut Sutrisno, PDIP sangat memahami suasana kebathinan keluarga besar yang sedang berjuang, maka tentu dirinya mendukung sikap Bobby yang mengutamakan kepentingan keluarga. Sebab sebelumnya, Bobby sudah menyatakan tidak akan berani ke Solo kalau tidak mendukung kakak iparnya.

Diakui Sutrisno, sejak awal PDI Perjuangan memang memberi perlakuan khusus dan istimewa kepada keluarga Jokowi, da ua menyebut hal itu sebagai kesalahan terbesar PDIP sejak.

“Hal tersebut persis seperti adagium, jika ada anakmu yang kau perlakukan sebagai anak kesayangan, maka kau akan mendapatkan banyak anak tiri. Jadi sejak Jokowi, anak, dan menantunya masuk PDIP dan menjadi anak kesayangan, maka banyak kader yang diperlakukan sebagai anak tiri,” katanya.

Untuk itu, terang Sutrisno, sikap dan pilihan Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution hendaknya membuka mata para elit partai agar konsisten menegakkan konstitusi partai. Ia meminta agar tidak boleh lagi ada perlakuan khusus dan istimewa kepada siapapun dan kapan pun.

“Apakah ada pengaruh dukungan Bobby kepada Prabowo- Gibran kepada PDIP dan Ganjar- Mahfud? Jawabannya tidak ada,” tegasnya.

Kemudian, lanjut Sutrisno, kader PDIP akan makin bersemangat dengan ketegasan sikap Jokowi dan keluarganya. Pihaknya juga tidak pernah menyesal telah mendukung Jokowi dan menantunya di Sumatera Utara, sebab hal itu merupakan bentuk kesetiaan kader kepada keputusan PDIP.

“Kami justru mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan capres dan cawapres yang telah mendaftar ke KPU RI. Selamat jalan ke Bobby Nasution yang sudah bersikap dan bertindak benar sebagai menantu Presiden Joko Widodo yang mendukung kakak iparnya,” lanjutnya.

Ia menyatakan, ‘pertarungan’ ini menjadi menarik bagi kader PDIP, sebab Prabowo menjadi penantang seimbang Ganjar – Mahfud pasca bergabungnya Gibran dan keluarganya.

“Tanpa Gibran, Prabowo sudah dua kali kami kalahkan, sehingga satu- satunya harapan Prabowo menang, ya mengambil kader PDIP yang dua kali mengalahkannya. Sesederhana itu,” sebut Koordinator Relawan Tim Kampanye Daerah Jokowi- JK 2014 tersebut.

Dilanjutkan Sutrisno, sejak menantu Presiden Jokowi menyatakan niat menjadi Wali Kota Medan tahun 2020, PDIP memberi perlakuan istimewa kepada Bobby. Ketika semua kader mengikuti tahapan dan mekanisme, mulai pendaftaran hingga fit and proper test, proses tersebut tidak berlaku khusua untuk Bobby.

Sama dengan perlakuan istimewa yang diberikan saat ini, dimana Bobby sudah menyatakan dukungan terbuka kepada Gibran yang berpasangan dengan Prabowo, namun PDIP tetap bungkam.

Selayaknya sikap tegas PDIP yang melakukan pemecatan terhadap Alm. Rudolf Pardede (Ketua DPD PDIP Sumut), Akhyar Nasution (Wakil Ketua DPD PDIP Sumut), dan sejumlah kader, pimpinan dan anggota DPRD PDIP Kabupaten Samosir. Para kader yang dianggap membelot memilih pasangan kepala daerah yang diusung partai lain tersebut dipecat dan diberi cap ‘pengkhianat partai’, maka seharusnya PDIP juga melakukan hal yang sama untuk Bobby.

Sebab memasuki hari kedua pasca Bobby menyatakan dukungan kepada pasangan selain kepada Ganjar- Mahfud, pengurus PDIP Sumut masih memilih bungkam dan tidak berani mengambil sikap atau masih menunggu arahan DPP.

“Sikap tersebut berbeda dengan sikap FX Rudy, Ketua DPC PDIP Solo yang menyatakan agar putra sulung Jokowi, Gibran segera mengembalikan KTA PDIP, baik diantar langsung maupun dikirim pakai perantara,” tegasnya.

Ia menilai, pengurus PDIP SUMUT dan Medan sama sekali tidak berani menindaklanjuti arahan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang menyampaikan pernyataan secara terbuka kepada seluruh kader PDIP dan disaksikan publik, bahwa kader yang bermain dua atau tiga kaki untuk keluar dari PDIP.

“Kalau jadi pengurus partai tidak punya keberanian menegakkan aturan partai dan arahan ketum partai, lebih baik mundur dari pengurus partai. Sikap dan tindakan pengurus PDIP SUMUT dan Medan yang memilih bungkam, diam, tidak berani tersebut tidak mencerminkan sikap tegak lurus kepada konstitusi partai dan ketua umum. Kalau kader orang biasa, para pengurus PDIP ini cepat mengambil tindakan, giliran menantu Jokowi, semua no comment,” katanya.

Sutrisno pun meminta para pengurus agar Mundur jadi pengurus partai kalau kepada kader yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada pasangan calon selain kepada Ganjar – Mahfud tidak berani mengambil tindakan tegas.

“PDIP itu telah mengalami berbagai tekanan sejak orde baru saat Indonesia dipimpin mantan mertua Prabowo. Mengapa saat ini malah takut mengambil sikap. Satu- satunya kader PDIP, sebagai pengurus partai yang berani menyatakan sikap dari seluruh kader di Indonesia Raya, hanya FX Rudy,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ketakutan para pengurus menyatakan sikap partai sebagai bukti bahwa selama ini pengurus partai hanya sibuk dengan kepentingan diri sendiri dan keluarga dalam partai. Partai hanya digunakan sebagai tempat mencari makan dan akses terhadap kekuasaan.

“Sementara saat partai butuh sikap, aturan ditegakkan, semua diam, bungkam, menghindar, menyelamatkan diri sendiri. Maka darip ada hanya mampu menyatakan no comment atau fokus konsolidasi partai, lebih baik mundur saja. Orang yang takut menegakkan aturan partai, takut menyampaikan sikap berdasarkan aturan partai, tidak layak jadi pengurus PDIP,” pungkasnya.(map/ram)

ATM Disita, Gaji Honorer SDABMK Medan Utara Tak Dibayar

HONORER: Finki Evansa Hasibuan (30) Honorer Dinas SDABMBK Kota Medan UPT Medan Utara, yang diduga ditipu oleh oknum mandor URC berinisial AD alias Kayo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Finki Evansa Hasibuan (30), honorer di Dinas SDABMBK Kota Medan UPT Medan Utara, ditipu mentah mentah oleh oknum mandor PT. URC berinisial AD alias Kayo. Diduga, gaji Finki Evansa Hasibuan tidak dibayar dan ATM nya disita.

Kepada Sumut Pos, Finki warga dusun 8, Desa Mulio Rejo KM 14 Kecamatan Sunggal Kab Deliserdang ini, menceritakan betapa sakitnya ia diperlakukan oleh AD. “Pernah saya tanyakan tentang gaji yang belum saya terima, tapi apa lacur saya malah mendapat ancaman dan intimidasi dari AD,” kata Finki di kediaman kerabatnya, Rabu (25/10/23) siang.

Finki menjadi petugas Honor Dinas SDABMBK Kota Medan UPT Medan Utara sejak 2010 di bagian Drainase.

Awalnya ia percaya apa yang dikatakan AD, gaji honor belum dibayarkan dari Dinas SDABMBK. Namun usut punya usut ternyata honor gaji miliknya tetap dibayarkan oleh dinas. Diduga honor Finki digelapkan oleh Mandor pengawas Berinisial AD alias Kayo.

“Waktu itu saya diberi sangsi karena saya ada beberapa tidak hadir, dan ATM saya disitanya dari bulan Januari kemarin. Gaji di bulan Januari full dibayarkan nya, di bulan ke dua separuh, dan bulan ketiga tidak di bayarkannya sama sekali. Setiap saya tanya dia malam mengancam saya,” kata Finki sambil menunjukkan pesan ancaman AD.

“Yang paling membuat saya terkejut, ternyata data lembur URC dan gaji lembur saya ada tertera namun saya merasa tidak pernah lembur. Setelah saya menanyakan perihal itu kepada AD lantas dia marah dan mengatakan kata ungkapan kasar. Bahkan, AD mengatakan sengaja dia otak atik dan stel. “Itu sengaja aku stel, uang itu nanti ku buat makan makan kita juga, itu hak ku,” ujar Finki menirukan bahasa mandor yang terkesan angkuh itu.

Oknum mandor URC berinisial D yang berusaha dikonfirmasi di kantor UPT SDABMBK Kota Medan, Kamis (26/10/23) sore belum berhasil ditemui. Menurut rekannya oknum D sedang berada di lapangan.

KUPT Dinas SDABMBK Medan Utara, Kota Medan, Kelana Sembiring Rabu saat dikonfirmasi Kamis (26/10/2023) mengaku belum mengetahui pasti perihal itu namun dirinya berjanji akan mencari tahu terkait persoalan yang melibatkan AD

“Untuk pemotongan oleh Kayo terhadap Finki saya belum ada dapat informasi, karena saudara finki tidak pernah ada bercakap dan jumpai saya masalah ini. Tapi ini akan coba saya gali informasinya,” ujar Kelana Sembiring.(mag-1/ram)

November, Masjid Agung Sudah Bisa untuk Beribadah, Masjid Agung Lama Jadi Convention

Masjid Agung, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masjid Agung yang baru akan dapat dipergunakan untuk beribadah pada November 2023. Dipastikan seluruh sarana dan prasarana sudah untuk umum.

Sekretaris Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Agung Sumut H.Hendra DS, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Wakil Ketua Pembangunan Masjid Agung Musa Idishah alias Dodi. Hasil dari koordinasi itu, pihak BKM Agung menerima jawaban tentang kepastian waktu penggunakan masjid tersebut.

‘’Insha Allah, bulan depan (November) Masjid Agung yang baru dapat digunakan secara permanen,’’ ucap Hendra DS, yang juga menjabat Anggota DPRD Kota Medan, Kamis (26/10/2023).

Hendra DS mengungkapkan penggunaan Masjid Agung yang baru sebagai tempat beribadah umat Islam sudah semakin mendesak. Alasannya, bukan saja karena keinginan umat Islam untuk dapat beribadah di masjid yang baru, tapi juga untuk kelanjutan pembangunan Masjid Agung.

Hendra menjelaskan kalau kegiatan ibadah tidak segera dipindahkan dari masjid lama ke masjid baru, maka pembangunan tower Masjid Agung setinggi 199 meter tidak dapat dilaksanakan. Karena pondasi tower tersebut dibangun di halaman depan masjid yang lama.

‘’Setelah kegiatan ibadah pindah ke masjid baru, maka Masjid Agung yang lama akan ditutup, karena akan direnovasi menjadi convention (gedung pertemuan),’’ katanya.

Disampaikan Hendra bahwa, Pengurus BKM Agung, merasa gembira mendengar kabar kepastian masjid baru akan segera dapat difungsikan. Dengan begitu, dalam waktu yang tidak lama lagi, masyarakat muslim akan memiliki rumah ibadah yang sangat menakjubkan, dengan fasilitas terbaik bagi jamaahnya.

Bila selesai 100 persen, kata Hendra DS, maka umat Islam yang menggunakan Masjid Agung dapat menggunakan seluruh fasilitas yang disediakan. Masjid Agung yang baru, dibangun seluas 14.388 meter dengan tiga lantai. Masjid tersebut nantinya mampu menampung sekitar 10.000 jamaah.

Juga Masjid Agung dilengkapi dengan lahan parkir yang mampu menampung sekitar 500 mobil dan 1.000 sepeda motor. ‘’Juga ada fasilitas lainnya, seperti perpustakaan dan galery, tempat wudhu dan toilet serta ramp difabel, lift dan escalator, serta yang lainnya,’’ ujarnya.

Bukan hanya itu, kata Hendra, yang paling membanggakan, Masjid Agung akan memiliki menara tertinggi ke tiga di dunia, yakni 199 meter yang akan diberi nama menara H Anif.

Disebutkan Hendra, menara masjid tertinggi di dua pertama adalah Masjid Mohammadia Mega, di Kota Aljazair, dengan ketinggian 270 meter, dan menara Masjid Hasan II, di Casablanca, Maroko, setinggi 210 meter.

Terakhir, Hendra DS memohon doa seluruh umat Islam, agar pelaksanaan pembangunan Masjid Agung tidak memiliki kendala lagi. Sehingga umat Islam, dalam menggunakannya sebagai sarana beribadah, atau juga melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.(gus/ram)

Cabai Merah di Sumut Surplus 41.950 Ton

PANEN: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin bersama Bupati Batubara Zahir saat panen raya cabai merah Kabupaten Batubara.(ist/SUMUT POS)

BATUBARA, SUMUTPOS.CO- Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengklaim produksi cabai merah di Provinsi Sumut capai 146.182 ton. Sementara itu, kebutuhan masyarakat 104.230 ton. Dengan kata lain, Sumut surplus 41.950 ton cabai merah.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin, berpesan perlu tetap diwaspadai, mulai dari stabilitas harga dan ketersediaannya.

“Dari lumbung-lumbung cabai Sumut mampu memproduksi 146.182 ton dengan jumlah kebutuhan masyarakat 104.230 ton, kita masih surplus 41.950 ton, namun ini harus tetap dijaga, apalagi untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2024,” sebut Hassanudin, usai panen raya cabai merah di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Rabu (25/10) kemarin.

Untuk diketahui, lumbung-lumbung produksi cabai merah di Sumut, yakni Karo, Batubara, Simalungun, Tapanuli Utara, Langkat, Dairi, Toba. Kemudian, Humbanghasundutan, Mandailingnatal dan Padangsidimpuan.

Hassanudin menjelaskan bahwa, cabai menjadi salah satu komoditi yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, sekaligus penyebab tingginya inflasi di Indonesia. Walau kawasan sentra produksi cabai merah Sumut seperti namun perlu tetap diwaspadai mulai dari stabilitas harga dan ketersediaannya.

Untuk itu, Hassanudin berharap, petani cabai di Desa Lubuk Cuik dapat terus meningkatkan produksi tanaman cabai. Saat ini luas lahan cabai di Desa Lubuk Cuik dan desa sekitarnya 630,52 Ha, dengan produksi 12-15 ton/ha.

“Saat panen puncak bisa mencapai 40-50 ton/hari, kita harapkan harga dan ketersediaan cabai untuk masyarakat Sumut cukup,” kata mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Disisi lain, Hassanudin mendukung pembangunan rumah produksi pasta cabai merah di Desa Tanah Itam Hilir, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara. Diharapkan program hilirisasi dengan membangun rumah produksi tersebut menjadi solusi terbaik bagi semua pihak.

“Masyarakat selaku konsumen tidak menjerit saat harga melambung tinggi. Begitu juga petani tidak mengeluh saat harga anjlok,” kata Hassanudin.

Dalam kunjungan tersebut, Hassanudin juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Sumut kepada tiga ketua kelompok tani budidaya cabai, yakni Ketua Kelompok Tani Sepakat Irwansyah berupa pupuk organik 16.000 kg, benih cabai 40 sachet dan 80 mulsa gulung.

Ketua Kelompok Tani Makmur Salidi, berupa pupuk organik 12.000 kg, 30 sachet bibit cabai dan 60 mulsa gulung dan Ketua Kelompok Tani Mekar Indah Wardi, berupa pupuk organik 12.000 kg, benih cabai 30 sachet dan 60 mulsa gulung. Total pupuk 40.000kg, 100 sachet benih cabai dan 200 gulung mulsa, serta Hand Sprayer Electrick untuk masing-masing kelompok tani.

Sementara itu, Bupati Batubara Zahir mengatakan, Desa Lubuk Cuik merupakan desa penghasil cabai merah terbesar kedua di Sumut, setelah Kabupaten Karo. Hasil produksnyai tidak saja dipasarkan ke wilayah Batubara tapi juga di luar Batubara seperti Medan, Pekan Baru Riau, Padang, Dumai dan Batam.

Untuk itu, katanya, perlunya membangun Rumah Produksi Pasta Cabai Merah, karena ketika cabai ini panen harganya tidak langsung anjlok, akibat dimainkan oleh para tengkulak.

“Tahun ini juga melalui Kementrian Koperasi dan UMKM akan dibangun pabrik pasta cabai, alatnya sedang diproses, untuk pabriknya sendiri baru dimulai November hingga Desember selesai, sekarang sudah sampai 70%. Jadi ketika panen raya petani bisa merasakan harga yang stabil, karena pabrik pasta cabai menjamin itu, Doakan ini segera diresmikan,” ucapnya.

Turut hadir Sekdakab Batubara Norma Deli Siregar, Forkopimda Batubara, Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Sumut Rajali dan Kepala Desa se-Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara.(gus/ram)

Mahasiswa dan Pemuda Nahdlatul Wathan Komitmen Wujudkan Pemilu Damai

MAHASISWA: Diskusi Peran Mahasiswa dan Pemuda Nahdlatul Wathan Mewujudkan Pemilu Tahun 2024 yang Aman, Damai, dan Sejuk dalam Bingkai Kebhinekaan, Kamis (26/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mempersempit jurang pemisah yang kerap membentang antara para pendukung pasangan calon, mahasiswa dan pemuda Nahdlatul Wathan berkomitmen berperan mewujudkan pemilu 2024 yang aman dan damai, Kamis (26/10/2023).

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Sumatera Utara (Sumut), M Iqbal Daulay MA, dalam acara diskusi yang bertemakan Peran Mahasiswa dan Pemuda Nahdlatul Wathan Mewujudkan Pemilu Tahun 2024 yang Aman, Damai, dan Sejuk dalam Bingkai Kebhinekaan.

Kegiatan yang berlangsung di lantai II, Kampoes Kopi di Jalan Selamet Ketaren, Percut Seituan, dihadiri Ketua PW Himmah NW Sumut Syahrul Mukti Tanjung SPd dan Sekretarisnya Yassir Emyede serta puluhan mahasiswa.

Ditegaskan Iqbal, langkah konkrit yang dilakukan pihaknya dalam upaya tersebut adalah dengan cara memberikan pemahaman dan edukasi kepada para mahasiswa dan pemuda Nahdlatul Wathan agar tidak terjebak dalam praktik-praktik kampanye negatif dari para pasangan calon yang ikut dalam kontestasi pemilu.

“Dalam upaya mengikis ketegangan dalam kontestasi pemilu agar berjalan aman dan damai, tentunya kita akan terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada mahasiswa dan para pemuda Nahdlatul Wathan agar tidak terjebak dalam praktik kampanye negatif,” sebutnya.

Menurut Iqbal, agar Pemilu 2024 bisa berjalan damai, aman dan sejuk dalam bingkai kebhinekaan, peran serta seluruh lapisan masyarakat juga harus turut serta dalam upaya yang sejalan. Terutama membekali diri dengan ilmu pengetahuan politik agar tidak termakan isu-isu negatif dan penyebaran berita-berita hoax.

“Karena kita semua di lapisan masyarakat mesti memberikan peran dalam mewujudkan pemilu yang aman dan damai. Kita harus membekali pengetahuan politik, agar tidak mudah terpancing isu negatif apalagi ikut-ikutan menyebar berita hoax yang tidak jelas asal usul informasinya dan berpotensi menjadi sumber perpecahan,” pungkasnya. (man/ram)

Bobby Dukung Gibran, PDI P Tunggu Keputusan Pusat

Bendahara DPC PDIP Kota Medan, Boydo HK Panjaitan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution secara terbuka mendukung pasangan Bacapres dan Bacawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres. Menyikapi hal tersebut, DPC PDIP Kota Medan sifatnya menunggu keputusan dari DPP PDIP.

Bendahara DPC PDIP Kota Medan, Boydo HK Panjaitan mengatakan yang bisa memutuskan sanksi terhadap Bobby Nasution adalah Pengurus Pusat PDIP di Jakarta.

“Kita tinggal hanya menunggu instruksi dari DPP Partai dan Ibu Ketua Umum. Bagaimana dengan sikap kader kita itu (Bobby Nasution),” ucap Boydo kepada wartawan di Kota Medan, Rabu (26/10/2023).

Boydo mengungkapkan pihaknya tidak bisa memberikan keputusan atau sanksi. Semua itu, ada pada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Kemudian, baru lah dilaksanakan oleh DPC PDIP Kota Medan.

“Kita serahkan semua kepada partai dan ibu Ketua umum PDI Perjuangan dan mengenai sikap dari pak Wali Bobby Nasution yang mendukung Prabowo dan Gibran,” ujar Boydo.

Boydo menghargai keputusan arah politik menantu Presiden RI, Joko Widodo itu. Hal itu, merupakan hak politik dari Bobby Nasution mendukung abang iparnya di Pilpres 2024. Namun, selaku kader PDIP harus tegas lurus mengikuti instruksi dari Partai.

Ditambah lagi, suami Kahiyang Ayu ditunjuk DPP PDIP sebagai Juru Kampanye Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024. Namun, sikap politik Bobby Nasution mendukung Gibran, dinilai bertolak belakang.

“Namun sebagai kader, mereka harus mengikuti arahan DPD dan Ketua Umum partai,” tutur Boydo.

Boydo mengungkapkan mendukung pasangan Bacapres dan Bacawapres di luar diusung PDIP merupakan tidak benar. Pastinya, ada keputusan dan sanksi yang dikeluarkan DPP PDIP.

“Kita tunggu bagaimana nantinya instruksi terhadap kader kita yang melakukan dukungan terhadap orang lain yang di luar dari instruksi partai PDI Perjuangan,” kata Boydo.

Untuk status Bobby Nasution, Boydo mengungkapkan bahwa tidak sebagai pengurus baik DPD PDIP Sumut maupun DPC PDIP Kota Medan. Dia hanya sebagai kader partai saja.

“Saya melihat situasi ini, sebagai cambuk yang memotivasi partai. Untuk semakin kuat dan fokus pada pemenangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” tandas Boydo.

Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza mengungkapkan keputusan Bobby Nasution mendukung Gibran di Pilpres 2024. Bukan, Ganjar dan Mahfud MD. Hal ini, sebagai challenges bagi PDIP.

Menurut Faisal bagaimana PDIP mampu menyelesaikan tantangan tersebut. Tantangan tersebut, dari kader sendiri yang menjadi rival seperti Gibran diikuti keluarganya.

“Ya ini challenges dan even turunan bagi PDIP dan mesin politiknya di daerah,” sebut Faisal saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.

Faisal menjelaskan PDIP harus tegas dalam mengefektifkan mesin pemenangan. Kader-kadernya pembelot, harus mesti ditertibkan dan dipastikan bekerja untuk siapa.

“Kalau tidak tegas barisan bisa buyar tidak terkonsolidasi,” tutur Dosen UIN Sumut itu.

Faisal dalam analisis kacamata politiknya, menyebutkan bahwa dukungan Bobby Nasution kepada Gibran, diakui memang akan memengaruhi secara luas mobilisasi dukungan.

“Yang paling dekat ya pendukung Jokowi di internal PDIP,” ucap Faisal.

Faisal mengungkapkan akan memberikan dampak besar suara diperoleh Prabowo Subianto dan Gibran di Pilpres 2024, berasal dukungan dari kelompok relawan Bobby sejak Pilkada Medan 2020, lalu.

“Apa lagi, Bobby akan lebih serius mau nyalon gubernur sumut tahun depan. Maka momentum ini akan dia manfaatkan untuk konsolidasi jaringan dan Sumberdaya,” tandas Faisal. (gus/ram)