Home Blog Page 1021

Warga Aceh Pemikul 267 Kg Ganja Lolos dari Hukuman Mati, Divonis Seumur Hidup

PUTUSAN: Majelis hakim membacakan putusan terhadap kedua terdakwa kasus ganja secara virtual, Kamis (26/10/2023) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Sabri warga asal Aceh, lolos dari hukuman mati. Dia hanya divonis pidana seumur hidup, atas kasus memikul ganja seberat 267 kilogram (kg), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (26/10/2023) malam.

Majelis hakim diketuai Sayed Tarmizi dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara seumur hidup,” tegasnya.

Sementara rekan Sabri, yakni terdakwa Sapuan Idris divonis hakim 20 tahun penjara, denda Rp2 miliar, subsider 6 bulan penjara.

Menurut hakim dalam pertimbangannya mengatakan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. “Hal meringankan tidak ditemukan,” kata hakim.

Atas putusan itu, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada penasehat hukum terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU), untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan banding.

Vonis hakim diketahui lebih ringan dari tuntutan JPU Sri Delyanti, yang semula menuntut kedua terdakwa masing-masing dengan pidana mati.

Untuk diketahui, terdakwa Idris merupakan rekanan dari terdakwa Sabri yang juga terlibat dalam kasus peredaran ganja seberat 267 kg. (man/ram)

Pemprov Sumut Usulkan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah untuk Optimalisasi PAD

HADIR: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda Ranperda tentang Pajak dan Retribusi Daerah di DPRD Sumut.(Ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Ranperda ini bertujuan untuk mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) penerimaan pajak dan retribusi di Sumut.

Pengaturan dalam Ranperda ini mencakup berbagai aspek, antara lain pengelolaan pajak dan retribusi, pendaftaran dan pendataan, besaran pajak, pembayaran, pelaporan dan sebagainya. Pendaftaran misalnya, Pemda hanya boleh menerbitkan satu NPWPD untuk seluruh jenis pajak dan terhubung nomor KTP dan Nomor Induk Berusaha.

“Ini salah satu langkah simplifikasi, perpajakan dan langkah integrasi data perpajakan, guna memberikan kemudahan administrasi perpajakan,” ucap Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin pada Rapat Paripurna di DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Rabu (25/10/2023) kemarin.

Langkah optimalisasi pajak dan retribusi lainnya pada Ranperda ini yaitu, kerja sama pemungutan pajak dan pemanfaatan data dengan pemerintah daerah lain, maupun pihak ketiga. Kerja sama ini merupakan langkah optimalisasi pemanfaatan data, karena saat ini peran data vital untuk pajak dan retribusi.

“Kita perlu bersinergi dengan berbagai pihak untuk optimalisasi pajak dan retribusi, namun tentu tetap menjaga kerahasiaan data sesuai dengan perundang-undangan,” kata Hassanudin.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting mengatakan, pihaknya akan membahas secara detail Ranperda yang diusulkan Pemprov Sumut. Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya menurutnya, yaitu keharmonisan dengan perundang-undangan dan peraturan lainnya

“Kita akan bahas bersama sesuai dengan tahapan-tahapannya dan yang tidak kalah pentingnya, tentu harus harmonis dengan peraturan, undang-undang lainnya,” kata Baskami.

Selain usulan Ranperda Pajak dan Retribusi, pada rapat kali ini juga dilakukan penyampaian keputusan pimpinan DPRD untuk hasil evaluasi Mendagri terkait Ranperda P-APBD 2023 dan Ranperda APBD 2024. Anggota DPRD Sumut juga menyampaikan hasil kegiatan reses I tahun sidang V ke kabupaten/kota.

Hadir pada rapat paripurna kali ini Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho serta unsur Forkopimda Pemprov Sumut. Hadir juga pimpinan-pimpinan DPRD Sumut serta seluruh OPD Pemprov Sumut.(gus/ram)

Wawako Binjai Lantik Pejabat Eselon III dan IV

LANTIK: Wawako Binjai, Rizky Yunanda Sitepu melantik Fajar Muflikh Lubis sebagai Camat Binjai Timur.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu melantik sekaligus mengukuhkan dan mengambil sumpah jabatan pejabat eselon III (pejabat administrator) dan IV (pejabat pengawas) di lingkungan pemerintah kota, Rabu (25/10/2023). Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Binjai Nomor 188.45-754/K/Tahun 2023 pada 20 Oktober 2023.

Rizky mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik. Dia juga berharap, para pejabat yang dikukuhkan dan dilantik, mampu menjalankan peran barunya dengan amanah, serta memberikan kontribusi berharga bagi pembangunan Kota Binjai.

“Dengan tugas-tugas yang sedemikian besar, maka saudara-saudara sekalian harus memiliki inisiatif sehingga dapat menjadi solusi dalam menuntaskan berbagai persoalan di unit kerja masing-masing,” kata dia.

“Sebagai pejabat yang telah diberikan kepercayaan dan amanah, hendaknya saudara-saudara harus mengerahkan kemampuan dan melaksanakan tugas dengan baik untuk mendukung pembangunan di Kota Binjai yang selaras dengan visi dan misi Kota Binjai. Dan tidak lupa pula untuk menerapkan nilai-nilai ber-AKHLAK, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif,” pungkasnya.

Adapun yang dilantik yakni, Ariandi Ayun dilantik menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Binjai. Ariandi tukar jabatan dengan Fajar Muflikh Lubis yang kini menjabat Camat Binjai Timur.

Lalu, Yuni Ramadhani sebagai Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan Kota Binjai, Arvintona Iskandar Dinata sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Binjai, M Gusty Nugroho sebagai Kepala Sub Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dan Sari Humaira sebagai Lurah Mencirim Kecamatan Binjai Timur. (ted)

Sepertiga Kasus TB di Sumut Ada di Kota Medan

TERIMA: Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat menerima kunjungan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan RI di Balai Kota Medan, Rabu (25/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengaku akan berupaya melakukan percepatan penanganan tingginya angka penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Medan. Sebagai langkah awal, Pemko Medan adalah menyiapkan data by name dan by address terkait siapa saja warga yang terjangkit penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut.

Langkah itu dilakukan guna mempermudah melakukan pengobatan sekaligus pencegahan agar tidak terjadi penularan.

“Guna mempermudah dalam penanganan sekaligus pencegahan penyakit TB, kita harus mempersiapkan data by name dan by address, siapa saja warga yang terjangkit penyakit tersebut,” ucap Bobby Nasution saat menerima kunjungan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Imran Pambudi, MPHM di Balai Kota Medan, Rabu (25/10/2023).

Didampingi Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Ferry Muzawwad, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan Edy Subroto, Dirut RSUD Dr Pirngadi Medan Suhartono dan Dirut RSUD H Bachtiar Djafar Irliyan Saputra, Bobby mengatakan bahwa dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi bersama dalam penanganan penyakit yang menyerang berbagai organ tubuh, salah satunya paru-paru.

“Ayo, mari kita bersama-sama berkolaborasi guna mempercepat penanggulangan penyakit TB,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur P2PM Kemenkes dr Imran Pambudi, menyampaikan bahwa TB merupakan penyakit yang sudah lama ada dan tidak kunjung usai hingga saat ini.

Dia pun mengungkapkan, bahwa dari total jumlah penyakit TB yang ada di Provinsi Sumatera Utara, sepertiga kasusnya ada di Kota Medan.

“Kita berharap Pak Wali dapat membuat kebijakan agar orang-orang yang terjangkit TB ini sadar dan mau memeriksakan dirinya agar tidak menularkan kepada orang lain,” ungkapnya.

Kemenkes pun berharap agar keseriusan Pemko Medan dalam memberantas kasus TB dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

“Saya berharap Kota Medan dapat berkolaborasi bersama menangani kasus TB ini, sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam penanganan kasus TB” pungkasnya.
(map/ram)

Epson Gandeng Desainer Indonesia di Jakarta Fashion Week 2024

WAWANCARA: Para desainer Indonesia yang diwawancara pada ajang JFW 2024.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO— Epson, pemimpin teknologi global untuk pencetakan profesional, berkolaborasi dengan tiga desainer lokal ternama, Calla the Label, Aleza dan Nadjani, untuk mencetak dan memproduksi koleksi peragaan busana mereka di Jakarta Fashion Week 2024.

Kolaborasi ini sebagai bagian dari tujuan yang lebih luas untuk meningkatkan kesadaran akan hasil pencetakan tekstil yang ramah lingkungan.

Ada seri tipe printer Epson yang digunakan dalam proses mencetak bagi Calla the Label dan Aleza adalah printer Epson Monna Lisa ML-16000 dan seri printer Epson F-Series bagi Nadjani dalam memproduksi koleksinya di Jakarta Fashion Week 2024, yang merupakan pekan mode terbesar secara tahunan di Indonesia.

Kini industri fesyen berkembang untuk mengurangi karbonisasi manufaktur dengan memanfaatkan teknologi yang berkelanjutan. Lebih dari 70 persen emisi gas rumah kaca industri dihasilkan dari aktifitas hulu fesyen.

Untuk mengurangi emisi berbahaya, brand dapat mengadopsi solusi pencetakan tekstil digital bersama dengan pilihan tinta yang berkelanjutan. Menanggapi hal tersebut mengenai praktik dan komitmen berkelanjutan, industri tekstil perlahan-lahan mengarah ke solusi berkelanjutan – tetapi masih banyak yang harus dilakukan.

Tinta pigmen telah muncul sebagai pilihan yang ramah lingkungan dan efektif, dengan dampak lingkungan yang lebih rendah secara keseluruhan, sebagian disebabkan oleh proses produksinya yang lebih singkat secara keseluruhan, serta mengurangi limbah dan penggunaan air.

Hal ini telah membantu tinta pigmen memenuhi standar global praktik pencetakan tekstil yang berkelanjutan, sehingga mendapatkan sertifikasi Eco Passport.

“Di Epson, kami menyadari peran penting dari teknologi berkelanjutan. Produk kami dirancang untuk memenuhi kebutuhan komersial dan industri sambil tetap memperhatikan lingkungan terhadap manusia dan planet kita – dan kemitraan dengan merek-merek yang memiliki tujuan seperti Calla the Label, Nadjani dan Aleza akan sangat membantu dalam mendorong orang lain untuk mengadopsi praktik pencetakan tekstil yang lebih berkelanjutan,” kata Head of Vertical Business PT Epson Indonesia, Lina Mariani.

Sementara itu, Founder Calla the Label Calla the Label, Yeri Afriyani percaya pada fesyen berkelanjutan dan Calla sangat senang dapat bekerja sama dengan pemimpin teknologi seperti Epson yang memiliki keyakinan yang sama.

“Kolaborasi baru-baru ini di Jakarta Fashion Week merupakan bukti komitmen kami dan kami berharap dapat menciptakan lini fesyen yang lebih berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.

Senada dengan desainer lainnya, Nadya Amatullah Nizar selaku founder dari brand Nadjani pada JFW 2024 kali ini, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan suatu kesempatan yang sangat luar biasa bagi Nadjani untuk kembali bekerja sama dengan Epson.

“Dengan menggunakan printer Epson dalam sistem produksi tekstil dapat mengurangi produksi limbah dan mengurangi pemakaian energi yang efisien. Hal tersebut merupakan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi jejak karbon dan melindungi lingkungan,” pungkasnya. (rel/ram)

Meriahkan HLN ke – 78, PLN UID Sumatera Utara Gelar Aksi Donor Darah

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum, Rizal Sirait melakukan pendaftaran sekaligus pemeriksaan kesehatan sebelum melaksanakan donor darah (25/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke – 78 bertempat di Balai Agung Astakona PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara (25/10/2023).

Kegiatan donor darah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PLN UID Sumatera Utara setiap 3 bulan. Kegiatan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian PLN kepada sesama dengan mengedepankan sisi kemanusiaan dalam penerapan tata nilai Akhlak.

Azhari, salah satu peserta donor darah pegawai PLN Kantor Induk mengaku secara rutin melakukan donor darah. Hal tersebut dilakukan karena memiliki banyak manfaat dengan melakukan donor darah.

“Beberapa manfaat donor darah mulai dari meningkatkan produksi sel darah merah hingga menjaga kesehatan jantung. Selain itu, menjadi pendonor dapat menyelamatkan nyawa bagi orang yang membutuhkan,” ucap Azhari.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid mengungkapkan pada kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke – 78, PLN UID Sumatera Utara berhasil menghimpun sebanyak 49 kantong darah. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dan wujud kepedulian insan PLN kepada bangsa Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dan wujud kepedulian insan PLN kepada bangsa Indonesia. Melalui kegiatan donor darah ini, saya berharap semangat PLN tidak hanya untuk menyediakan listrik bagi masyarakat di Sumatera Utara melainkan untuk meningkatkan kesadaran dalam diri kita masing-masing akan pentingnya persaudaraan dan saling tolong – menolong antar sesame manusia,” tambahnya.

Selain kegiatan donor darah, berbagai kegiatan olahraga dan seni (Porseni) antar pegawai dan tenaga alih daya adalah untuk meningkatkan semangat dan memacu kreatifitas insan PLN dalam menerangi negeri.

Awaluddin juga menginformasikan puncak Hari Listrik Nasional ke – 78 akan digelar upacara di seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelayanan (UP3) di wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara. (ila)

Dari Unpad, AHY Ajak Lintas Generasi Bersinergi dan Kolaborasi Bangun Ketahanan Pangan

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Dalam Rangkaian Dies Natalis ke-64 Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron yang juga alumni Unpad, menerbitkan buku berjudul “Pangan, Sistem, Diversifikasi, Kedaulatan, dan Peradaban Indonesia”. Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara yang digelar di Graha Sanusi Jalan Dipatiukur Nomor 35 Bandung, Kamis (26/10) pagi.

AHY memberikan apresiasi dan selamat atas penerbitan buku tersebut. “Di tengah kesibukannya di Senayan, saya salut karena Kang Hero ini menyempatkan studi doktoralnya dan terus berkaya. Ini tentunya menjadi lecutan semangat dan inspirasi untuk kita semua. Bahwa apapun kesibukan dan profesi kita, marilah kita terus berkarya, marilah kita terus berkontribusi baik dalam pemikiran, dalam gagasan maupun dalam aksi dan solusi nyata di lapangan. Sekali lagi selamat untuk Kang Hero atas penerbitan bukunya, semoga membawa keberkahan untuk kita semuanya,” kata AHY.

Bagi AHY, penerbitan buku ini sangatlah penting dan relevan bukan hanya akan memberikan kontribusi pemikiran, atau sebagai refleksi secara akademis, tetapi juga diharapkan bisa secara langsung atau tidak langsung berdampak pada arah perbaikan kebijakan pangan nasional kita. “Saya bukanlah seorang ahli di bidang iklim, juga bukan ahli di bidang pertanian, tetapi saya memiliki kepedulian, termasuk The Yudhoyono Institute memiliki kepedulian untuk sama-sama menghadirkan spirit pembangunan yang berkeadilan dan juga berkelanjutan. Oleh karena itu tentu semangatnya adalah melihat secara cermat dan memprediksi apa yang akan terjadi pada dunia kita dan juga Indonesia di waktu-waktu mendatang,” tutur AHY.

 

AHY mengajak seluruh tamu undangan yang berasal dari berbagai latar belakang untuk membangun sinergi dan kolaborasi. “Lalu bagaimana kita sebagai bangsa? Saya senang di sini banyak anak-anak muda generasi masa depan kita. Kita semua harus membangun sinergi dan kolaborasi lintas generasi untuk mempersiapkan diri kita sebagai bangsa menghadapi berbagai tantangan,” ajak AHY.

AHY juga menyampaikan negara harus benar-benar hadir, negara harus bisa terus mengedukasi masyarakat sekaligus menunjukkan keberpihakannya kepada para petani, peternak dan juga kaum nelayan. “Ini semua bukan hanya sekedar untuk narasi kampanye, saya berharap kita semua, saya juga mengingatkan diri sendiri tidak hanya menggunakan isu dan narasi pertanian ini atau petani ini hanya untuk kampanye politik saja, tetapi benar-benar didasari oleh panggilan karena memang ingin menyejahterakan petani, dan membangun ketahanan pangan yang kita impikan,” tegas AHY.

Menutup sambutannya, AHY menyampaikan tiga hal yang harus kita perjuangkan bersama. “Pertama, mari kita perkuat diversifikasi pangan secara holistik berdasarkan karekteristik, demografi, dan geografi Indonesia. Kedua, negara harus hadir untuk bisa menjaga pasokan mata rantai dan juga stabilitas harga pangan berbasis produktifitas domestik. Untuk itu perlu sinergi dari hulu ke hilir di sektor pertanian, perkebunan, pertenakan dan kita tahu bahwa industri terkait seperti pupuk, benih, bibit, alat pertanian, hingga fasilitas pengolahan distribusinya juga harus dikawal,” terang AHY.

“Ketiga, perlunya melakukan evalusi mendalam terhadap proses penentuan kuota impor, bahan pangan, dan penerbitan lisensi agar semuanya lebih terukur, sehingga tidak merugikan petani, nelayan, produsen pangan dalam negeri maupun konsumen rumah tangga sendiri. Kita harus melindungi petani dengan cara mengontrol impor dan juga mengoreksi ekspor kita,” tutup AHY. (adz)

Alween Ong Peringati Hari Santri dengan Berbagi Ilmu Wirausaha

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Hari Santri adalah sebuah perayaan bersejarah bagi dunia pesantren di seluruh Indonesia. Bagi Alween Ong, seorang alumnus Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Hari Santri di Bedagai menjadi kesempatan istimewa untuk menghadirkan harapan, inspirasi, dan keterampilan bagi para remaja masjid dan masyarakat sekitar bedagai.

Pada perayaan Hari Santri kali ini, Alween Ong menggelar dua sesi pelatihan yang mengusung pesan kuat tentang kewirausahaan dan kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pada Minggu, 22 Oktober 2023, Alween Ong memulai sesi pelatihan wirausaha dengan semangat tinggi, siap untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan para remaja masjid se-Bedagai.

Dalam sesi pelatihan kewirausahaan, ia memaparkan dengan penuh semangat mengenai pentingnya kewirausahaan sebagai motor penggerak perekonomian lokal.

Sebagai seorang wirausaha muda yang telah meraih sukses, Alween Ong mengangkat cerita inspiratif tentang perjalanan karirnya. Dia berbicara tentang awalnya yang penuh tantangan dan rintangan, serta perjuangan dan dedikasinya dalam menggapai cita-cita.

Dalam perjalanan kariernya, ia menghadapi kendala besar, tetapi semangat pantang menyerahnya membuatnya berhasil. Semua cerita ini bertujuan untuk mengilhami dan memberikan dorongan bagi para remaja masjid yang hadir.

Dalam sesi ini, para remaja masjid juga diberi pemahaman tentang mindset, branding dan digital marketing. Mereka juga diajak untuk berdiskusi dan bertanya mengenai kewirausahaan dan potensi daerah bedagai. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar, dan Alween Ong memberikan jawaban dengan terurut.

Sesi kedua pada hari itu adalah pelatihan UMKM yang dihadiri oleh anggota masyarakat Bedagai yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah.

Alween Ong membawakan materi yang lebih mendalam mengenai manajemen usaha dan strategi pemasaran yang efektif. Ia memahami betapa pentingnya mendukung pengembangan UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam sesi ini, para peserta terlibat aktif. Mereka mendengarkan dengan seksama ketika Alween Ong menjelaskan konsep bisnis yang relevan dan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan dalam situasi mereka masing-masing.

Diskusi antara Alween Ong dan peserta pelatihan berjalan seru dan interaktif, peserta dapat bertukar pengalaman dan wawasan satu sama lain.

Semangat untuk memajukan UMKM di Bedagai semakin kuat. Banyak dari peserta pelatihan ini merasa didorong dan terinspirasi untuk mengembangkan usaha mereka ke level yang lebih tinggi. Mereka meninggalkan sesi ini dengan gagasan-gagasan segar dan tekad yang kuat.

Anak Pesantren Berbagi di Hari Santri

Di sela sharing session yang bertepatan pula dengan Hari Santri, Alween Ong mengungkapkan rasa hormat dan terima kasihnya terhadap para ustad dan ustadzah yang telah memberi pengetahuan selama di pondok pesantren.

Ia merasa sangat beruntung dan bersyukur atas nilai-nilai agama dan moral yang ia pelajari selama masa pendidikan pesantrennya.

Alween Ong percaya bahwa pendidikan pesantren adalah pondasi yang kuat dalam membentuk karakter dan etika yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan berbisnis.

Selain itu, ia juga berbicara tentang tekadnya untuk menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sumatera Utara 1.

Ia menjelaskan bahwa ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan yang berkualitas dan untuk memajukan UMKM di wilayah Sumatera Utara 1.

“Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, dan saya berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga di Sumatera Utara 1 memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Dalam dunia bisnis, saya akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengembangkan UMKM dan menciptakan peluang bagi warga Bedagai,” ujarnya.

Dari pesantren menuju parlemen, Alween Ong adalah contoh inspiratif tentang bagaimana pendidikan pesantren dapat membentuk individu yang siap memberikan kontribusi yang berarti dalam pembangunan masyarakat. Semangatnya untuk mendukung pendidikan dan pertumbuhan ekonomi lokal merupakan sumber inspirasi bagi Bedagai dan Sumatera Utara 1.

 

Menyambut Masa Depan yang Cerah

Kegiatan pada Hari Santri di Bedagai tahun ini merupakan perayaan yang memadukan nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan kewirausahaan.

Alween Ong, dengan latar belakang pendidikan pesantrennya, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para remaja masjid dan pelaku UMKM di serdang bedagai.

Dari pesantren menuju parlemen, Alween Ong adalah bukti hidup bahwa pendidikan dan semangat wirausaha dapat membentuk individu yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan.

Dalam perjalanannya ke parlemen, ia adalah harapan bagi masa depan yang lebih baik dan lebih cerah bagi Bedagai dan Sumatera Utara 1. Selain itu, kehadirannya sebagai seorang calon anggota DPR RI Sumatera Utara 1 menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Dengan semangat dan tekad yang tulus, Alween Ong siap mewakili dan membela aspirasi masyarakat Sumatera Utara 1 di tingkat nasional.

Pada perayaan Hari Santri di Bedagai, cerita Alween Ong mengilhami banyak orang untuk bermimpi besar, berani mengambil langkah pertama dalam dunia kewirausahaan, dan menjadikan pendidikan sebagai landasan dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Dia adalah contoh hidup dari pesantren menuju parlemen, dari anak pesantren yang penuh semangat untuk mengubah dunia. (ila)

Rusak Estetika Kota dan Ancam Keselamatan Warga, Warga Keluhkan Kesemrawutan Kabel Telekomunikasi

SEMINAR: Kepala Badan Riset Inovasi Daerah (Brida), Mansursyah di Seminar Kajian Pengembangan Infrastruktur Kabel Serat Optik Bawah Tanah (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu di Kota Medan) di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kota Medan kerap mengeluhkan semrawutnya tata letak kabel telekomunikasi di hampir setiap sudut Kota Medan. Sebab selain merusak estetika kota, kondisi ini juga berisiko bagi keselamatan masyarakat, gangguan teknis, dan rentan akan bencana kebakaran.

Kepala Badan Riset Inovasi Daerah (Brida), Mansursyah, mengatakan bahwa sesungguhnya yang menjadi akar permasalahannya adalah masifnya pertumbuhan kota yang sangat cepat, penambahan volume kabel tanpa pengaturan yang baik, serta semakin tuanya infrastruktur yang tidak dikelola dengan baik.

Tak hanya itu, penyedia layanan telekomunikasi serta listrik juga disebut sering tidak melakukan komunikasi sebelum memasang kabel-kabel tersebut.

“Dan tidak adanya koordinasi antar penyedia layanan telekomunikasi juga listrik,” ucap Mansursyah pada pembukaan Seminar Kajian Pengembangan Infrastruktur Kabel Serat Optik Bawah Tanah (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu di Kota Medan) di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan.

Untuk itu, dalam kegiatan yang menghadirkan peneliti Dadang Subarna serta diikuti segenap stakeholders dan perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan itu, Mansur mengatakan bahwa Program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata) juga akan berfokus pada pengembangan infrastruktur telekomunikasi.

Nantinya, Kabel serat optik bawah tanah akan menjadi salah satu pilihan demi menata perwajahan Medan agar semakin estetis.

“Atas dasar itulah, maka kita melaksanakan kajian pengembangan kabel serat optik bawah tanah. Kami harapkan saudara memberikan saran, masukan, kritikan, ide kreatif, dan inovatif yang nantinya bisa kita terapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Brida Medan, Indra Gunawan melaporkan, penelitian Kajian Pengembangan Infrastruktur Kabel Serat Optik Bawah Tanah (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu di Kota Medan) ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Agustus sampai Oktober 2023.

“Hasil penelitian yang diseminarkan pada hari diharapkan dapat menjadi rekomendasi kepada pimpinan daerah dalam pembuatan kebijakan untuk mewujudkan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu Kota Medan,” ungkapnya.

Dalam presentasinya, peneliti Dadan Subarna dan tim menyebutkan, rute, lokasi, dan kajian awal penelitian adalah Jalan Sudirman Medan. Hasil pengamatan dan kajian menunjukkan, antara lain di sepanjang ruas jalan itu terdapat pembenaman kabel FO oleh beberapa operator yang tidak memenuhi kaidah ilmiah dan regulasi.

Hasil pengamatan juga menunjukkan, selain kabel FO terdapat juga jaringan utilitas gas, drainase, air minum, dan kabel listrik. Risiko gangguan atau konflik dimungkinkan terjadi karena setiap utilitas dioperasikan secara parsial.

Hasil penelitian ini merekomendasikan agar pengembangan dan penanaman kabel FO memerhatikan kontur, jenis tanah, kepadatan dan infrastruktur lainnya. Untuk peningkataan kulatias layanan dan pemeliharaan keindahan, penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan teknologi Horizontal Directional Drilling (HDD) untuk memasang pipa tanpa parit dan tidak mengganggu permukaan tanah di atasnya.

Disamping itu, penelitian ini merekomendasikan plowing installation (penggalian dengan alat penanam kabel), duct installation (pemasangan dengan gorong-gorong), direct burial (pemasangan tanpa gorong-gorong), dan trenching (penggalian gorong-gorong manual).
(map/ram)

Bibit Ayam Mati Mendadak, Warga Desa Dahan Tabaloho Gunungsitoli Berharap Dana Desa Diaudit

PENYAKIT: Bibit Ayam Kampung milik Ama Defi penerima manfaat di Desa Dahana Tabaloho, mati mendadak. Diduga karena penyakit.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Bibit ayam kampung yang disalurkan kepada warga desa Dahana Tabaloho Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara pada minggu lalu, mendadak mati diduga karena penyakit.

Tidak hanya itu, menurut beberapa warga pengadaan bibit ayam kampung bantuan yang anggarannya bersumber dari Dana Desa Dahana Tabaloho itu, disinyalir telah di mark-up.

Pasalnya, berdasarkan hasil musyawarah desa Dahana Tabaloho beberapa waktu lalu, harga bibit ayam dimaksud ukuran berat 1 kilo gram dengan harga sebesar Rp90 ribu per ekor. Namun yang dibagikan kepada warga harganya ditaksir berkisar antara Rp30 ribu ke Rp40 ribu per ekor.

Ama Defi Harefa warga Desa Dahana Tabaloho mengaku sebanyak empat ekor bibit ayam bantuan yang ia terima pada hari Selasa (17/10/2023) minggu lalu, kini sudah mati semua.

Ia menduga penyebab bibit ayam kampung bantuan yang dibagikan Pemdes Dahana Tabaloho itu, mati secara mendadak dikarenakan telah terjangkit penyakit dari tempat asal pengadaan bibit.

“Waktu dibagi di kantor desa minggu lalu ada empat ekor bibit ayam kampung saya terima, dan sekarang sudah mati semua pak,” ungkap Ama Defi dengan nada kecewa kepada Sumut Pos (Senin, 23/10/2023).

“Ternak ayam milik saya yang lain sekarang jadi penyakitan. Saya menduga bibit ayam kampung yang dibagikan itu sudah terjangkit penyakit dari tempat asal, sehingga menular ke ternak ayam saya yang lain,” sambungnya.

Ama Defi membeberkan sewaktu ia terima bibit ayam kampung bantuan itu kondisinya sudah loyo. Tak mau makan, dan esok harinya mulai mati satu per satu hingga tak bersisa.

“Saya kecewa dan dirugikan. Harap-harap dapat bantuan malah ayam saya yang lain jadi penyakitan. Pengadaannya tidak teliti dan asal-asalan, mereka hanya mementingkan keuntungan pribadi,” keluhnya.

“Apa lagi saya dengar harga satu bibit ayam kampung bantuan itu yang sudah diputuskan dalam rapat Rp 90 ribu per ekor. Namun yang dibagikan kepada kami harganya paling berkisar Rp30 ribu per ekor,”sambungnya.

Sementara, Ama Rais Harefa yang juga warga Desa Dahana Tabaloho mengaku menolak dan tidak mau menerima bibit ayam kampung bantuan itu. Ia beralasan ukuran tidak sesuai hasil musyawarah desa beberapa waktu lalu.

“Yang sudah diputuskan saat musyawarah desa ukuran beratnya 1 kg, dengan harga Rp90 ribu per ekor. Tapi saya lihat yang dibagikan itu ukurannya kecil, saya taksir harganya berkisar Rp30-40 ribu. Makanya saya tolak,” ungkapnya.

“Dan beruntung tidak saya terima, toh juga tidak bermanfaat, sia-sia dan pemborosan anggaran. Saya dengar dari warga hampir rata-rata bibit ayam kampung bantuan itu sudah mati semua karena penyakit,” tambahnya.

Menurut Ama Rais, dirinya sempat menanyakan kepada Kasi Pelayanan Desa Dahana Tabaloho terkait ukuran bibit yang tidak sesuai, namun ia mendapat jawaban yang bernada menggertak.

“Kata Kasi Pelayanan kepada saya, apa urusan penerima manfaat tanya-tanya anggaran?,” kata Ama Rais menirukan Kasi Pelayanan Desa Dahana Tabaloho.

Ama Rais pun berharap kepada aparat penegak hukum, untuk memeriksa serta mengaudit pengadaan bibit ayam kampung di Desa Dahana Tabaloho tahun anggaran 2023, karena patut diduga pengadaan bibit ayam kampung itu telah di mark-up.

“Dimohon kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli, untuk mengaudit setiap anggaran dana desa di Desa Dahana Tabaloho. Karena patut kita duga di setiap pelaksanaan kegiatan, terjadi mark-up dan penyelewengan,’ pungkasnya.

Untuk diketahui, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bertujuan melaksanakan fungsi-fungsi pelayanan publik dan kesejahteraan umum, maka masyarakat berhak mengawasi pelayanan publik di desa termasuk pengelolaan keuangan desa.

Sementara, saat pada Sumut Pos mendatangi kantor desa Dahana Tabaloho pada Selasa (24/10/2023) sekira pukul 14.40 Wib untuk konfirmasi, meski pun masih jam kantor namun kantor desa Dahana Tabaloho dalam kondisi pintu tertutup, dan tak satu pun pegawai dapat ditemui.

Begitu juga saat Sumut Pos mencoba menghubungi Kades Dahana Tabaloho Elpiter Harefa, nada telfon selularnya tidak tersambung. Sedangkan Kasi Pelayanan Fiktor Harefa meski nada telfonnya tersambung namun tidak dijawab. Bahkan pesan singkat (whatsapp) yang di kirim Sumut Pos, juga tidak dibalas. (adl/ram)