Home Blog Page 1036

Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba, Poldasu Razia di Perbatasan Aceh-Sumut

APEL: Personel polisi saat mengikuti apel sebelum melakukan razia gabungan di Perbatasan Sumut-Aceh, pada Kamis (19/10) malam hingga Jumat (20/10). istimewa/SUMUT POS.

SUMUTPOS.CO – Sejak menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi terus menyosialisasikan 5 program prioritas agenda kerjanya, di antaranya menghadirkan ruang publik aman dan nyaman serta narkoba musuh bersama.

Dalam merealisasikan program kerhanya tersebut, pihaknya melakukan razia gabungan di Perbatasan Sumut-Aceh, pada Kamis (19/10) malam hingga Jumat (20/10).

Razia di mulai pukul 21.30-03.00 WIB. Sebelum razia, terlebih dahulu apel, yang dilaksanakan di depan Polsek besitang Polres Langkat, dipimpin Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sumut, AKBP Masana, dengan melibatkan sebanyak 50 orang personel.

Setiap kendaraan yang melintas di lokasi razia tepatnya di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh depan Polsek Besitang diberhentikan dan diperiksa secara teliti dengan menggunakan metal detektor dan anjing pelacak. Razia ini juga langsung diikuti Kasubbid lV Intelkam, Kasatreskrim, Kasat Intel dan Kapolsek Besitang Polres Langkat Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, razia ini merupakan upaya mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Sumut. “Narkoba musuh bersama, polisi terus bergerak secara masiv memberantasnya, dan ini merupakan 1 di antara 5 ‘Prioritas Kita’ sebagai upaya menjadikan Sumut bersih dari peredaran Narkoba,” tegas Hadi, Jumat (20/10).

Ia menambahkan, selain narkoba musuh bersama, untuk penanganan area publik aman dan nyaman, Polda Sumut juga berkomitmen menurunkan aksi kejahatan jalanan, pengendalian premanisme dan menjaga ketertiban umum.

“Pak Kapolda Agung terus menggelorakan narkoba musuh bersama dengan berbagai pengungkapan jaringan, bandar dan penanganan pengguna narkoba. Berdsarkan data terbaru, ada lebih dari 1.415 tersangka narkoba yang ditangkap Polda Sumut,” pungkasnya. (dwi/ila)

Usbat Ganjar Edukasi Masyarakat Pentingnya Jaga Kelestarian Alam Dengan Tanaman Mangrove

Koordinator Daerah (Koorda) Usbat Ganjar Kabupaten Langkat, Muhammad Rizki menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan saat bersama warga menanam bibit mangrove di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (20/10).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatra Utara berpartisipasi dalam menjaga proses kelestarian alam lingkungan pesisir di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (20/10).

Loyalis Ganjar Pranowo menginisiasi kegiatan edukasi penanaman mangrove. Tak pelak, aksi Usbat Ganjar Sumut itu meraup antusiasme masyarakat mulai dari anak-anak muda hingga dewasa.

Menurut Koordinator Daerah (Koorda) Usbat Ganjar Kabupaten Langkat, Muhammad Rizki pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup membawa beragam dampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat.

“Masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan seperti ini karena dapat membantu daripada lingkungan hidup yang ada di daerah mereka, sehingga kehidupan yang ada di Desa Selotong ini dapat diperbaiki dengan lebih baik lagi ke depan,” kata dia di lokasi.

Pohon mangrove atau juga dikenal juga dengan bakau adalah jenis tanaman yang tumbuh di semak-semak atau hutan lebat di muara, rawa, atau pantai. Penanaman mangrove berguna untuk membantu menstabilkan ekosistem dan mencegah abrasi.

Sejumlah upaya yang dilakukan Usbat Ganjar mulai dari edukasi hingga aksi penanaman mangrove bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman masyarakat sehingga memitigasi terjadinya abrasi.

Rizki mengajak masyarakat setempat untuk selalu menjaga lingkungan serta berperan aktif memitigasi bencana di wilayahnya, salah satunya dengan menanam dan merawat kawasan mangrove itu.

“Harapan kita bagaimana kegiatan ini mampu untuk menahan dan memperbaiki ekosistem di daerah pesisir pantai khususnya di desa kita ini di Selotong dan juga menahan-nahan abrasi dan juga banjir yang ada di daerah pesisir pantai,” jelas dia. (rel/tri)

Ganjar Bidani Lahirnya Undang-Undang Kewarganegaraan

Foto: Tim Media Ganjar Pranowo BERBAGI PENGALAMAN: Ganjar Pranowo menghadiri kuliah umum di Universitas Katholik Parahyangan Bandung, pada Rabu (11/10).

SUMUTPOS.CO – BAKAL calon presiden (bacapres) 2024 Ganjar Pranowo berperan besar dalam penghapusan diskriminasi terhadap warga minoritas atau keturunan Tionghoa. Sewaktu menjabat Anggota DPR RI, Ganjar membidani lahirnya Undang-Undang No 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

Saat itu aturan kewarganegaraan masih mendiskriminasi warga minoritas. UU 62/1958 membedakan warga negara Indonesia dan keturunan. Ganjar yang lolos Pemilu Legislatif 2004 menyerap kegelisahan ini. Bersama teman-temannya di DPR ia membidani lahirnya UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan.

Waktu itu, kemunculan undang-undang ini disambut suka cita. Pasalnya, UU ini mengusung prinsip kesetaraan, tidak ada diskriminasi, menjunjung tinggi HAM, kesetaraan gender, dan hak-hak yang sama antarwarga negara. Tidak ada lagi pemisahan WNI dan keturunan. Yang ada hanya WNI dan warga negara asing.

UU tersebut juga menguatkan status anak pada tiga kelompok rentan. Yakni, anak dari perkawinan campur sah orangtua asing dan Indonesia, anak di luar perkawinan sah orangtua asing dan Indonesia, serta pengukuhan status WNI anak yang lahir di Indonesia walaupun status orangtuanya tidak diketahui atau meninggal.

“Undang-undang ini menguatkan bahwa anak dengan status rentan misalnya tiga contoh itu akan diakui, dilindungi, dan diperlakukan sebagai WNI,” ujar Ganjar saat memberikan kuliah umum dengan tema Peran Pemuda dalam Masa Depan Politik Indonesia di Universitas Katholik Parahyangan Bandung, pada Rabu (11/10).

Ganjar menceritakan hal itu sebagai contoh bagaimana anak muda bisa terlibat dalam sistem, untuk mengubah kondisi sosial masyarakat menjadi lebih baik.”Ada dua cara terlibat, di dalam sistem seperti saya dengan masuk DPR dan menghasilkan undang-undang tersebut atau di luar sistem dengan menjadi pengawas pemerintah,” katanya.

Dua-duanya menurut Ganjar bagus asal dijalankan dengan sungguh-sungguh, komitmen pada bangsa dan negara, serta integritas dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Selama menjabat sebagai Gubernur Jateng, Ganjar juga sangat peduli terhadap kesetaraan. Terbukti, indeks ketimpangan gender (IKG) di Jateng menurun. IKG Jawa Tengah pada 2022 sebesar 0,371, turun 0,006 poin dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 0,377. Hal ini terutama karena dipengaruhi dimensi kesehatan reproduksi dan dimensi pasar tenaga kerja.

Kuliah umum dihadiri lebih dari seribu mahasiswa. Mereka nampak antusias menyimak pemaparan gagasan Ganjar selama hampir dua jam. Sedianya panitia mengundang tiga bakal calon presiden, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Namun hanya Ganjar yang memenuhi undangan tersebut.

Warga etnis Tionghoa Sumut, Putri Yap (35) menyebutkan, apa yang menjadi gagasan dari Ganjar terkait dengan UU No. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan sangat positif. Dimana menurut Putri itu sangat baik dan menjadikan anak keturunan mendapatkan pengakuan status kewarganegaraannya. (wir/ika)

Gen Z Embrio Baru Mediator Sumut

Workshop yang dibawakan langsung oleh mediator, Kadri Boy Ladani Tarigan Aula kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) PSDKU Medan Jalan Guru Sinumba, Helvetia Ujung Medan, Jumat, (20/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan anak muda generasi Z yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Solagratia Creative Community mengikuti kegiatan workshop dengan thema ‘Pentingnya Mediasi di Kalangan Generasi Z’. Kegiatan berlangsung di Aula kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) PSDKU Medan Jalan Guru Sinumba, Helvetia Ujung Medan, Jumat, (20/10).

Dalam kegiatan itu para Gen Z dibekali ilmu pengetahuan tentang pengertian dan proses mediasi serta peran mediator atau fasilitator dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam penyelesaian konflik. Diantaranya konflik agama, konflik antar budaya, kelompok dan golongan yang terjadi di tengah-tengah Masyarakat.

Peserta yang lahir dari pertengahan tahun 1990-an sengaja dipilih karena generasi tersebut merupakan generasi yang dianggap rentan terpapar informasi dan komunikasi melalui teknologi digital.

Generasi ini memiliki akses ke berbagai pandangan, informasi, dan perspektif yang berbeda dari seluruh dunia. Kecenderungan inilah yang dapat menyebabkan konflik, ketidaksetujuan, dan misinterpretasi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Gen Z dalam berkomunikasi yang efektif, menjadi pendengar yang baik, mengajarkan pentingnya pemahaman terhadap perbedaan dan penyelesaian konflik yang damai dan konstruktif.

Workshop ini dibawakan langsung oleh mediator, Kadri Boy Ladani Tarigan yang telah mengikuti pelatihan mediator profesional selama tujuh hari dan berhasil melewati ujian di Medan beberapa waktu yang lalu. Dalam materinya Kadri menyampaikan bahwa mediasi diperlukan untuk menciptakan perdamaian.

Kadri juga menjelaskan dengan gamblang bagaimana peran seorang mediator dalam melakukan mediasi diantara pihak yang berkonflik, alur kerja mediasi dan memberikan contoh yang konkret dan kerap ditemui di lingkungan Gen Z serta lima kode etik yang harus dipatuhi mediator dalam menjalankan profesinya.

“Ya, workshop ini memang sengaja dipilih untuk kalangan Generasi Z. Supaya embrio-embrio mediator penebar kedamaian di Sumut ini tetap lahir. Mudah-mudahan kedepannya mereka akan terus kita didik supaya skill menjadi mediator itu terus melekat dan berpengaruh di masyarakat Sumut khususnya,” ungkap Kadri.

Dalam kegiatan turut hadir Kepala Unit kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) PSDKU Medan, Komda Saharja, S.Kom, M.Pd dan Koordinator Unit Kegiatan Mahasiswa SCC, Sidang Perangin Angin M.Kom.

Pihak kampus menyambut baik kegiatan positif ini terutama untuk membentuk karakter mahasiswa. “Silahkan mengikuti kegiatan positif ini, jadikan pelajaran dan ilmu yang berharga untuk menebar kebaikan dan kasih kepada orang lain,” ungkap Komda.

Hal senada juga disampaikan Koordinator UKM SCC, Sidang Perangin angin. Sidang menilai UKM SCC harus bisa secara rutin melaksanakan kegiatan yang serupa kedepannya. “Ini harus menjadi perhatian pengurus SCC, kegiatan workshop seperti ini harus rutin dilaksanakan untuk menambah wawasan dan pengalaman untuk membuat kebaikan,” ungkap Sidang.

Salah satu peserta, Maria Sembiring mengatakan bahwa workshop ini sangat bermanfaat baginya. Melalui pemaparan materi, Maria bisa mengetahui apa yang harus dilakukan bila menghadapi sebuah konflik. “Kiranya kegiatan workshop ini bisa terus dilakukan untuk menciptakan kedamaian dan lebih bisa lagi dalam mengambil keputusan yang lebih baik, menemukan titik terang dari kedua belah pihak tanpa harus main hukum sendiri,” pungkas Maria. (rel/tri)

Pengurus PSBI Wilayah Medan Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketum Effendi Simbolon

Ketua Umum PSBI, Dr Effendi MS Simbolon.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) Wilayah Medan Periode 2023-2028, resmi dilantik langsung oleh Ketua Umum PSBI, Dr Effendi MS Simbolon. Pelantikan berlangsung, di Convention Hall Bina Media, Kampus UNIKA, Jalan Setia Budi, Kota Medan, Jumat (20/10) kemarin.

Selain pelantikan Pengurus PSBI Wilayah Medan Periode 2023-2028, dilakukan Konfetensi Wilayah (Konferwil). Sedangkan, tema yang diangkat pada acara ini “Konsolidasi PSBI Wilayah Medan Menuju Kemandirian” dengan sub tema “Melalui Konferwil Tahun 2023, Kita Bangun PSBI Wilayah Medan Agar Menjadi Teladan di Tengah-tengah Masyarakat”.

Ketua Umum Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) Dr Effendi MS Simbolon, saat menyampaikan kata sambutan, mengajak seluruh anggota PSBI untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan pelayanan.

“Tapi untuk hal negatif, tidak. Kita ini berbasis kekerabatan. Kita ini (PSBI) secara naluriah bersatu, bukan karena profesi,” kata Effendi Simbolon di hadapan ratusan anggota PSBI yang hadir.

Effendi Simbolon yang juga anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, yang membidangi ranah pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen, menegaskan, bangsa-bangsa besar tidak pernah melupakan sejarah.

“Maka, kita harus praktekkan, terus mencari sejarah-sejarah tentang identitas kita, agar kita menjadi bangsa besar,” ucapnya.

Effendi Simbolon juga mengucapkan selamat kepada Ketua PSBI Wilayah Medan Periode 2023-2028 yang keterpilihannya melalui voting. Diakui Effendi, dirinya sempat merasa kaget atas proses pemilihan lewat voting.

“Kaget juga sebenarnya. Tapi, terima kasih, pesan saya, program tidak usah muluk-muluk, yang penting bermanfaat dan berjalan,” ujarnya.

Kepada Ketua Panitia, Togar Simbolon, secara pribadi Effendi mengucapkan terima kasih, karena kegiatan berjalan dengan baik, dan demokrasi.

“Walaupun kita tidak berharap voting, karena bagi kami di politik, voting menyakitkan. Tapi, saya salut dengan Medan, luar biasa, lebih maju,” kata Effendi.

Effendi berpesan, untuk melayani di 34 sektor PSBI Wilayah Medan sekitarnya, maka mekanisme harus dicarikan. Dirinya juga sudah mendengar visi dan misi Ketua PSBI Wilayah Medan yang baru.

“Menurut saya, bagus. Percayalah, setiap kebaikan yang kau lakukan, Tuhan akan membalasnya dengan kebaikan,” pesan Effendi ke Ketua PSBI Wilayah Medan beserta pengurus.

Pada kesempatan ini, Effendi juga mengajak Togar Simbolon, Ketua Panitia acara untuk menjadi pengurus di tingkat PSBI Pusat, karena dinilai memiliki kinerja yang bagus dalam menangani setiap kegiatan organisasi.

“Saya ajak Togar Simbolon untuk menjadi pengurus PSBI Pusat, ya,” ucap Effendi ke Togar, dan langsung dijawab, “Iya,” oleh Togar.

Ketua PSBI Wilayah Medan, Anggiat P Simbolon menyampaikan terima kasih karena diberi kepercayaan memimpin. Kepada seluruh pengurus yang dilantik, sebutnya, hari ini berkesan karena mendapat tantangan besar.

“Segala upaya yang telah disiapkan, melalui Konferwil ini apa pun hasilnya bisa diterima. Bagaimana membawa PSBI Medan semakin solit dan kompak, kira harus saling mengasihi satu sama lain,” sebutnya.

Anggiat juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sektor, Ina PSBI Wilayah Medan, dan teman-teman sekalian yang hadir pada Konferwil dan pelantikan. Anggiat mengaku, ini adalah tantangan berat, tidak hanya dilantik, tapi tanggung jawab. Harus bisa bekerja.

“Bagi saya program harus bisa berjalan, dan saya terima kasih kepada Bapak Ketua Umum serta seluruh yang hadir di sini. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan memberikan berkat kepada kita, dan PSBI semakin maju,” pungkasnya.

Sebelum Konferwil, terlebih dahulu dimulai dengan acara kebaktian oleh seluruh peserta yang hadir. Khotbah oleh Pastor Ignasius Simbolon OFM.Cap

Pelantikan Pengurus PSBI Wilayah Medan Periode 2023-2028 telah sesuai SK Nomor 0167112023 PSBI, yang dikeluarkan PSBI Pusat, ditetapkan di Jakarta, 20 Oktober 2023.

Pengurus Ina PSBI Wilayah Medan, Sumut, Periode 2023-2028, turut dilantik langsung oleh Ketua Umum Ina PSBI Pusat, istri Ketua Umum PSBI Effendi Simbolon, Dra. Dessy Trinita br. Tobing.

Sementara itu, diketahui ada sejumlah orang anggota PSBI maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Mereka didoakan serta memohon dukungannya agar bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat.(gus)

GMKI Pematangsiantar-Simalungun Himbau Karhutla Tidak Terjadi Kembali

SUMUTPOS.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah suatu peristiwa terbakarnya hutan dan/atau lahan, baik secara alami maupun oleh perbuatan manusia. Sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang menimbukan kerugian ekologi, ekonomi, sosial budaya dan politik. Kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia rutin terjadi setiap tahun, terutama ketika musim kemarau tiba.

Setiap tahun kebakaran hutan terjadi di Indonesia. Kebakaran hutan yang sering terjadi sebagian besar diakibatkan oleh faktor kelalaian ataupun kesengajaan manusia dalam rangka pembukaan lahan secara besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan dan kehutanan secara ilegal, baik untuk usaha pertanian, kehutanan maupun perkebunan. Hanya sebagian kecil saja yang disebabkan oleh alam (petir atau lava gunung berapi).

Tiopan Sianipar selaku Wasekfung Masyarakat BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun menyebutkan satu contoh besar tentang kebakaran sehingga perlu dicegah agar tidak terjadi kembali.

“Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi baru-baru ini di kawasan Gunung Bromo. Kebakaran tersebut diketahui terjadi akibat penggunaan flare untuk keperluan foto pre-wedding yang ternyata memicu munculnya api di tengah padang savana.

Tentu hal itu sangat merugikan negara, hanya karna kepentingan seorang, banyak yang dirugikan. Kebakaran hutan terjadi akibat adanya pembersihan lahan (land clearing) dan konservasi hutan menjadi perkebunan dengan cara membakar seresah, daun dan sisa tumbuhan. Metode pembakaran ini merupakan metode yang paling murah, mudah dan efisien. Namun akibat tidak terkendalinya pembakaran tersebut, api merambat kemana-mana dan menimbulkan kebakaran.

Faktor cuaca juga merupakan faktor penting yang menyebabkan kebakaran hutan, meliputi angin, suhu, curah hujan, keadaan air tanah dan kelembaban relatif. Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati untuk menggunakan barang yang mudah terbakar, apalagi dikawasan padang rumput ataupun hutan agar hal yang merugikan tidak terjadi”, ujar Tiopan.

Faktor topografi yang mempengaruhi kebakaran hutan dan lahan mencakup tiga hal yaitu kemiringan, arah lereng dan medan. Masing-masing faktor tersebut sangat mempengaruhi perilaku api kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan telah menjadi masalah tahunan yang serius di Indonesia, terutama pada musim kemarau.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada daerah kejadian saja, tetapi juga berdampak kepada negara tetangga. Selain asap akibat kebakaran yang mengganggu kesehatan masyarakat serta sarana transportasi baik darat, perairan maupun udara, yaitu dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan juga cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan pada tahun 2019 luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia mencapai angka 1.649.258 Ha. Luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun yang sama mencapai 317.749 Ha. Akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas hidup utamanya kesehatan masyarakat, ekonomi dan sosial masyarakat secara nasional namun juga telah mempengaruhi negara tetangga.

Dari aspek penegakan hukum, KLHK melakukan langkah-langkah penguatan. Untuk memperluas skala penindakan, KLHK mendorong keterlibatan Pemda dalam pengawasan. Sedangkan untuk memperkuat efek jera, KLHK menerapkan pidana tambahan dan penegakan hukum multidoor. Selain itu, KLHK juga memperkuat sistem monitoring melalui Intelligence Center di Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK.

Dilansir dari situs resmi KLHK, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mengatakan, bahwa untuk memastikan strategi ini berjalan, maka perlu melakukan sinergitas program dalam pengendalian karhutla, di Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KLHK.

Lily Sandy Munthe selaku Sekretaris Cabang GMKI Pematangsiantar-Simalungun menegaskan bahwa perlunya dilakukan berbagai upaya serius untuk menanggulanginya, terkhusus juga agar tidak terjadinya kebakaran hutan dan didaerah Simalungun.

“Penting untuk diketahui, bahwa kebakaran hutan dan lahan bukanlah masalah yang bisa dipandang sebelah mata karna banyak dampak negatif yang terjadi seperti tersebarnya asap, emisi gas karbondioksida dan gas-gas lain ke udara serta juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Selain itu, karhutla dapat mengakibatkan hutan menjadi gundul, banjir dan tanah longsor. Khususnya daerah Simalungun yang banyak dikelilingi hutan, lahan maupun perkebunan. Lalu, terdapat hutan yang luas dan terdapat Taman Wisata Kera Sibaganding, Kec. Girsang Sipangan Bolon. Jika hal yang tidak diinginkam terjadi, maka banyak hewan dan satwa, khususnya hewan yang dilindungi akan kehilangan habitatnya”, ujar Lily.

“Selain itu, kerugian biaya yang dikeluarkan oleh Negara juga bukan angka yang main-main untuk penanganan karhutla ini setiap tahunnya. Penting disadari bahwa lokasi karhutla ini tidak selalu di lokasi yang sama, maka dari itu diperlukan upaya penanggulangan investasi jangka panjang berupa infrastruktur, sistem dan pengelolaan keterlibatan manusia.

Membakar hutan dan lahan juga kini dianggap sebagai tindak pidana yang serius dan para pelaku dapat dihukum dengan penjara hingga 10 tahun serta denda sebesar 10 Miliar Rupiah, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2014 Pasal 48 Ayat 1. Jadi, jangan dipandang sebelah mata dan mari bersama-sama menjaga hutan dan lahan kita”, pungkas Lily.

Satpolairud Polres Tanjungbalai Tingkatkan Patroli Perairan

Satpolairud Polres Tanjungbalai saat memeriksa satu unit kapal yang melintas di perairan Sungai Asahan. Istimewa/Sumut Pos

TANJUNGBALAI,SUMUTPOS.CO – Untuk mencegah masuknya barang ilegal, Satpolairud Polres Tanjungbalai meningkatkan pelaksaan patroli perairan.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Ahmad Yusuf Afandi melalui Plt Kasat Polairud, Iptu Awaludin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bahwa patroli perairan ini dilakukan setiap hari di aliran Sungai Asahan dan sekitarnya untuk memantau keselamatan berlayar kapal yang keluar masuk melalui perairan dan mencegah tindak pidana atau kejahatan di perairan Tanjungbalai.

“Pelaksanaan patroli perairan ini dilakukan pada malam hingga pagi hari dan dalam pelaksanaan patroli perairan Satpolairud menyambangi nelayan pencari ikan yang beroperasi serta memonitoring pelabuhan tangkahan-tangkahan yang berada di belakang rumah masyarakat,” ujar Awaludin, Jumat (20/10).

Selain itu, lanjutnya, juga mencegah PMI keluar masuk ke Tanjungbalai tanpa dilengkapi dengan dokumen dan mencegah masuknya barang-barang ilegal yang keluar masuk seperti ballpres, narkoba, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan lainnya.

“Patroli dilaksanakan personel pada Kamis (19/10), sejak pukul 20.00 WIB, hingga Jumat (20/10). Dan pada pukul 01.25 WIB dini hari, dalam pelaksanaan patroli personel melakukan pengejaran terhadap satu unit kapal yang datang dari arah laut tujuan perairan Tanjung balai di posisi/koordinat: N: 2° 59′ 17.4264, E: 99° 50′ 33.2916,” imbuhnya.

Dijelaskannya, setelah beberapa menit dilakukan pengejaran dengan menggunakan kapal patroli II 1014 Satpolairud Polres Tanjungbalai, tim regu I dipimpin Aiptu Sarianto dan Bripka AS Damanik, kapal tersebut berhasil dihentikan.

“Dari hasil pemeriksaan diketahui kapal itu tidak memiliki nama dan tanpa tanda selar dinakhodai Syarifudin dengan jumlah abk/penumpang empat orang, bermuatan fiber berisi ikan, tetapi tidak ditemukan barang-barang ilegal atau yang melanggar hukum.

“Selanjutnya kepada nakhoda diberi iimbauan agar melengkapi dokumen kapal dan memeriksa body serta mesin kapal sebelum berangkat ke laut dan agar selalu waspada menjaga keselamatan. Dalam berlayar dan berkerja di laut harus membawa life jacket, ring bui, P3K serta alat navigasi di atas kapal,” tandasnya. (dwi/tri)