Home Blog Page 1037

WEDRINK Beri Panduan Menjaga Kualitas Produk dalam Bisnis Minuman

WEDRINK, ice cream, tea, and coffee.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kualitas produk adalah kunci penting untuk keberhasilan sebuah brand. Produk berkualitas tinggi adalah fondasi utama untuk memenangkan pelanggan dan mempertahankan bisnis yang sukses. Tanpa konsistensi kualitas produk, popularitas akan turun, pelanggan akan pergi, dan bisnis punya potensi yang besar untuk mati.

Invesment Team, Alex menjelaskan bahwa brand es krim yang viral di Indonesia, WEDRINK, memberikan panduan menjaga kualitas produk dalam bisnis minuman. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah sumber bahan baku yang berkualitas. Ini mencangkup pemilihan bahan utama, seperti daun teh, biji kopi, buah-buahan, susu, dan bahan tambahan lainnya yang digunakan dalam minuman.

“Dalam memproduksi bahan bakunya, WEDRINK memiliki kebun tehnya sendiri di Henan dan pabrik berstandar internasional yang juga terletak di daerah yang sama. Dengan bahan baku yang diolah secara mandiri, tentunya WEDRINK dapat menghasilkan bahan baku minuman yang terjaga kualitasnya,” ucap Alex, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/10).

Alex mengatakan setelah itu, pengawasan dalam pembuatan minuman juga harus diawasi dengan ketat untuk memastikan kualitas yang konsisten. Mulai dari tahap persiapan, pencampuran, pemasakan, hingga penyajian.

“Dalam pembuatan produk, penggunaan peralatan yang tepat juga harus dipastikan dalam kondisi baik. Peralatan yang dirawat dan dipelihara dengan baik tentunya akan menghasilkan kualitas produk yang diharapkan,” tutur Alex.

Kemudian, Alex mengatakan selain semua hal yang telah disebutkan di atas, brand juga harus memahami konsep pengendalian kualitas dan cara pengaplikasiannya. Hal ini bisa mencangkup penggunaan checklist, pemeriksaan berkala, dan tes kualitas untuk memverifikasi produk.

Terakhir, pastikan untuk selalu mendengarkan umpan balik konsumen sehingga peningkatan kualitas produk dapat terus dilakukan. Sebab, konsumen yang memberikan masukan dapat membantu dalam mengidentifikasi area-area di mana perbaikan diperlukan.

“Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih banyak cara bergabung dengan franchise ice cream WEDRINK, silahkan mengunjungi kantor pusat mereka yang di Blok D No.56, Ruko Crown Golf, Sebelah BORNGA, Jl. Pantai Indah Kapuk No.57, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara,” kata Alex.

“Kamu juga bisa menghubungi manajemen mereka di nomor berikut +62 822-3232-6868, atau kunjungi Instagram @wedrink.indonesia dan website resmi WEDRINK di www.wedrinkrx.com untuk informasi lebih lanjut,” tandas Alex.(gus)

Pj Wali Kota Dukung Pergelaran Seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah

APRESIASI: Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani mengungkapkan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pergelaran seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pergelaran seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang digelar Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebingtinggi bekerjasama dengan Kemendikbudristek Republik Indonesia di Gedung Balai Pertemuan Kartini Convention Center, Jalan Gunung Leuser BP 7, Kota Tebingtinggi, Jumat (20/10/2023).

“Dari 500 Kabupaten Kota yang ada se Indonesia, Kota Tebingtinggi termasuk 21 yang menerima pergelaran seni ini, untuk Sumatera Utara hanya di Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Dikatakan Syarmadani bahwa seni juga memegang peranan penting dalam pembentukan karakter, sebagai bekal jiwa yang diharapkan mampu membentengi pengaruh negatif, seperti gejolak jiwa ingin berkonflik, tawuran, melanggar aturan dan penggunaan narkoba.

“Seharusnya anak-anak generasi muda dan orang tua para penggiat seni, jika nilai seni ada dalam hatinya, maka akan menolak pengaruh negatif itu dari dirinya masing-masing maupun lingkungannya,” jelas Syarmadani.

Untuk itu, Syarmadani mengajak para hadirin, khususnya kepada para siswa dan siswi yang hadir untuk terus memupuk dan mengembangkan jiwa seni yang ada didalam dirinya dengan tetap memperhatikan dan menjaga norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut di Rutan Labuhan Deli

JABATAN: Rutan Labuhan Deli menggelar acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Pejabat Struktural, di Ruang Moralitas Rutan Labuhan Deli, Jumat (20/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rutan Labuhan Deli menggelar acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Pejabat Struktural, di Ruang Moralitas Rutan Labuhan Deli, Jumat (20/10/2023).

Kegiatan Pisah Sambut ini dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Labuhan Deli, Erwin F. Simangunsong, Pejabat Struktural dan seluruh petugas Rutan Labuhan Deli.

Pejabat yang melakukan pisah sambut kali ini adalah, Boniek Juventus sebagai Kepala Seksi Pengelolaan menggantikan Palben Manurung yang kini menjabat sebagai Kepala Rupbasan Batu Raja. Kemudian, Benny Wijaya Tarigan dengan jabatan baru sebagai Kasi.Binadik digantikan oleh Pawer Siahaan selaku Kepala seksi Pelayanan Tahanan yang akan melaksanakan tugas pada Rutan Labuhan Deli.

Dalam sambutannya Palben Manurung menyampaikan terimakasih untuk kebersamaan selama ini, dan berharap jabatan baru ini kedepannya membuat semua semakin sukses dan Rutan Labuhan Deli semakin maju.

Kepala Rutan, Erwin F. Simangunsong memberikan selamat dan mengucapkan terima kasih untuk dedikasi dan kerjasama selama ini.

“Semoga sukses melaksanakan tugas di tempat baru dan tetap solid dalam pertemanan,” ujarnya.

Sedangkan untuk pejabat baru, Karutan berharap agar cepat menyesuaikan diri dan semangat dalam menjalankan tugas di Rutan Labuhan Deli.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dan ramah tamah oleh seluruh pegawai Rutan Labuhan Deli.(mag-1/ram)

Warga Minta Proyek Pembangunan JDU di Kwala Bekala – Simalingkar B Dihentikan Sementara

HENTIKAN: Warga berharap proyek pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang menyebutkan beberapa poin penting, ternyata jalanan Pintu Air IV Kelurahan Kwala Bekala dihentikan sementara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah lima hari pertemuan yang diadakan di kantor Lurah Simalingkar B terkait proyek pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang menyebutkan beberapa poin penting, ternyata jalanan Pintu Air IV Kelurahan Kwala Bekala sampai ke Jalan Bunga Rampai Kelurahan Simalingkar B tidak mengalami perubahan.

Pantauan wartawan, kondisi jalan tersebut masih tetap berdebu saat siang hari dan becek serta licin saat hujan turun. Bahkan sampai saat ini, banyak warga yang mengeluhkan sulitnya jalan ke rumah mereka karena bekas galian yang tanahnya lunak.

Warga mengaku hal itu memicu ketidaknyamanan bagi masyarakat, pasalnya banyak warga yang mengalami kecelakaan akibat proyek pembangunan JDU tersebut. Untuk itu, sejumlah warga sepakat agar proyek pembangunan itu untuk dihentikan sementara.

“Maunya dihentikan saja sementara proyek ini, sudah banyak yang kecelakaan gara-gara (proyek) ini,” ucap warga I Sihotang, Pian Tarigan dan Sinaga saat bertemu wartawan, Jumat (20/10/2023).

Warga juga mengaku sudah gerah dengan kelakuan pemborong proyek yang bernilai Rp10 Miliar lebih itu.

“Pemborong sepertinya tidak peduli dengan keluhan warga, buktinya sampai saat ini bekas lubang yang digali tidak ditutup dengan sempurna,” ujar mereka.

Disebutkan warga, lubang bekas galian itu hanya ditutup tanah yang berakibat jalan ke rumah warga menjadi lembek dan tidak bisa dilalui. Bahkan, bekas lubang itu seolah menjadi ‘jebakan’ bagi mereka.

“Tidak jarang anak kami tidak jadi berangkat ke sekolah akibat sepatunya terbenam ke tanah yang lembek kena hujan itu,” katanya.

Padahal, sambung Pian Tarigan, hal itu bisa tidak terjadi kalau pihak pemborong menutupnya dengan sempurna seperti memperbanyak campuran pasir dan batu (sirtu) ke penutup galian sehingga tidak lembek. Namun anehnya, pihak pemborong sepertinya tidak peduli dengan hal itu dan meneruskan pekerjaannya tanpa mempedulikan bekas galian yang sudah dilaluinya.

“Selalu saja ada alasan pihak pemborong, lubang bekas galian itu belum bisa diratakan karena setiap hari hujan dan tanah masih lembek, padahal perataan bekas galian bisa belakangan. Harusnya yang terpenting, bekas lubang galian dikeraskan dulu sehingga aman dilalui,” sambungnya.

Sihotang menjelaskan, jalanan kian licin saat terjadi hujan. Licinnya jalan karena banyak tanah bekas galian mengenai badan jalan.

“Kalau dibersihkan setelah penggalian, kan tidak licin. Sudah banyak warga yang menjadi korban akibat tergelincir di jalanan itu. Kita minta Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menghentikan sementara proyek ini sampai ada perbaikan bekas galian itu. Jangan sampat masyarakat turun ke jalan beramai-ramai menghentikan proyek itu,” tegas Tarigan dan Sinaga lagi

Warga menjelaskan, saat sosialisasi di Kantor Lurah Simalingkar B tempo hari, perwakilan Dinas PUPR Sumut, pihak pemborong dan konsultan proyek sudah menyepakati bahwa bila pekerjaan mereka meninggalkan masalah maka warga boleh menghentikan pekerjaan yang sedang mereka lakukan.

“Sekarang bagaimana dengan janji itu, apakah warga harus turun ke jalan atau Dinas PUPR sebagai pengawas yang menghentikan sementara pekerjaan pemborong sampai mereka menuntaskan pekerjaan yang ditinggalkan. Janji pemborong jalan masuk ke rumah warga akan dikeraskan paling lama tiga hari, menyiram jalanan agar debu tidak berterbangan dan memperbaiki infrastruktur yang sudah mereka rusak,” pungkasnya.
(map/ram)

Bupati Dairi: Saatnya Teknologi Pertanian Berkelanjutan

DIABADIKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu serta mewakili Dirjen Holtikultura Kementan diabadikan saat tanam perdana sistem fertigasi di KPT Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kamis (19/10/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bersama Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian diwakili, Muktar Sibarani, melakukan tanam perdana kentang demplot fertigasi di kawasan pertanian terpadu (KPT) Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kamis (19/10/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (20/10/2023) mengatakan, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyampaikan, tanam perdana ini harus dijadikan momen untuk pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.

“Kita sudah mulai menggunakan teknologi fertigasi irigasi presisi atau pertanian presisi,” ujarnya.

Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyatakan sistem pertanian presisi ini merupakan sistem irigasi hemat air dan pupuk yang efisien karena digunakan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan ramah lingkungan.

“Sistem pertanian tidak lagi hanya dipersepsikan sebagai kegiatan bercocok tanam saja semata, tetapi pertanian merupakan bagian sistem industri yang bertransformasi agar memiliki nilai tambah, baik dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan. Ini adalah konsep pertanian dengan pendekatan sistem untuk menuju pertanian dengan efisiensi tinggi, dan pertanian berkelanjutan,” kata Bupati.

Dijelaskannya, dengan konsep pertanian modern ini, tugas selanjutnya, adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), karena tantangan bagi petani di Indonesia dalam era pertanian presisi SDM-nya harus memiliki kemampuan dalam pengelolaan lahan, pengelolaan tanaman, pengelolaan alat dan mesin pertanian, baik yang digunakan pada tahapan pra-panen maupun pascapanen, serta pengelolaan tenaga kerja.

“Peningkatan produktivitas pertanian, diversifikasi sumber pangan, pengembangan teknologi pertanian, peningkatan akses terhadap input pertanian, perbaikan infrastruktur jaringan irigasi itu antara lain program yang kita lakukan. Saya berharap seluruh program di KPT ini akan berdampak baik bagi peningkatan taraf hidup petani,” tambah Eddy.

Hadir Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Lambok Turnip, Kus Haryanto dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Azis Herdiyanto dari Polbangtan Medan, Kadis Pertanian Dairi, Robot Simanullang, Camat Parbuluan Saut M Sinaga, dan Ketua PKK Dairi Romy Mariani Simarmata. (rud/ram)

Pelantikan IDI di Tebingtinggi, Dokter Harus Tingkatan Derajat Kesehatan Masyarakat

HADIRI: Asisten Administrasi dan Umum Kota Tebingtinggi M Syah Irwan menghadiri pelantikan IDI Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Tebingtinggi M Syah Irwan menghadiri acara pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tebingtinggi masa bakti 2023-2026.

Syah Irwan menyampaikan kepada pengurus IDI Cabang Tebingtinggi yang baru dilantik agar dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan segenap sektor kesehatan serta mampu memajukan profesi dokter di Kota Tebingtinggi, meningkatkan profesionalisme dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Kesatuan visi dan misi kita sangat diperlukan untuk mewujudkan kondisi daerah yang lebih stabil, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Tebingtinggi yang lebih baik lagi di masa mendatang,” ungkap Syah Irwan di Aula Lims Hotel Jalan SM Raja Kota Tebingtinggi, Kamis (19/10/2023) sore.

Apresiasi Syah Irwan atas kerja keras para tenaga kesehatan, utamanya para dokter yang tanpa mengenal lelah dan waktu mengabdikan dirinya untuk menjadi benteng pertahanan kesehatan masyarakat.

Sedangkan Ketua IDI Wilayah Sumut dr Ramlan Sitompul, dalam sambutannya mengatakan bahwa profesi dokter dituntut agar semakin beretika, profesional dan meningkatkan jalinan sinergi komunikasi dengan berbagai pihak.

“Kepada seluruh pengurus, mudah-mudahan dimasa-masa ini, kita bisa tetap lebih baik dan lebih baik lagi,” ucap Ramlan.

Sementara, Ketua IDI Cabang Tebingtinggi terpilih dr Muhammad Iqbal mengungkapkan rasa optimis untuk memberikan yang terbaik guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Tebingtinggi.

“Mudah-mudahan kita bekerja sesuai dengan hati nurani dan janji kita sebagai Dokter, mudah-mudahan untuk kepengurusan ini menjadi berkah buat kita semua,” ujar dr Muhammad Iqbal.

Adapun susunan pengurus inti IDI cabang Tebingtinggi masa bakti 2023-2026, berdasarkan Surat PB IDI Nomor 2091/PB/A.4/05/2023, yakni Muhammad Iqbal,
Sekretaris dr Ade Syahputra Damanik dan Bendahara dr Leli Depita. (ian/ram)

Korupsi Rekontruksi Jalan di Samosir, PPK dan Rekanan Dituntut 1,5 Tahun Penjara

TUNTUTAN: Kedua terdakwa kasus korupsi menjalani sidang tuntutan di PN Medan, Jumat (20/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Saut Simbolon selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Wakil Direktur CV Nabila, Herdon Samosir selaku rekanan dituntut jaksa masing-masing 1,5 tahun penjara. Keduanya dinilai terbukti korupsi pekerjaan rekontruksi Jalan Pangasean-Sitamiang, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, tahun anggaran 2021.

Jaksa penuntut umum (JPU) Edward Pasaribu, dalam nota tuntutannya menyatakan, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 ayat 1,2 dan 3 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah UU RI No 20 Tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim, agar menjatuhkan pidana kepada kedua terdakwa masing-masing selama 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp50 juta, subsider 3 bulan kurungan,” ujar JPU, dalam sidang di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (20/10/2023).

Menurut JPU, hal memberatkan kedua terdakwa merugikan keuangan negara, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Hal meringankan dua terdakwa belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan anak dan istri, mengembalikan uang dengan total Rp744 juta, atau sama dengan kerugian negara,” katanya.

Setelah membacakan tuntutan, hakim ketua Erika Sari Ginting memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa untuk menyampaikan pembelaan (pledoi), pada sidang pekan depan.

Diketahui, perbuatan kedua terdakwa dianggap memperkaya diri sendiri yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp744 juta lebih. (man/ram)

Kadis PUPR Sumut Tegaskan Dugaan Korupsi di Gunungsitoli Tidak Bagian dari Proyek Rp2,7 Triliun

Kadis PUPR Sumut, Marlindo Harahap.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kadis PUPR, Marlindo Harahap menegaskan kasus dugaan korupsi di UPT Jalan dan Jembatan, Kota Gunungsitoli pada Dokumen Pelaksanaan Pergeseran Anggaran (DPPA) dengan menggunakan anggaran APBD Sumut tahun 2022, senilai Rp7.707.781.500,00 ini bukan bagian dari proyek Rp2,7 Triliun. Seperti diketahui, kasus ini, tengah diusut oleh Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara.

“Intinya dinas kita koperatif, siap mendukung pemeriksaan kasus ini. Ini juga tidak bagian dari proyek Rp2,7 triliun. Jadi, tidak ada hubungan,” ucap Marlindo kepada wartawan, Jumat (20/10).

Marlindo mengatakan dalam upaya mendukung tegaknya hukum tersebut. Pihak siap memberikan bantuan apa saja diinginkan Penyidik Kejati Sumut. Baik dalam proses hukum dan penyidikan dalam pengusutan kasus ini.

“Jadi dari hasil pemeriksaan kemaren yang dilakukan oleh kejati itu mereka mengambil berkas dari dinas kita tentang pencairan yang dilaksanakan di UPT Nias Tahun 2022. Jadi kami membantu, apa yang diminta oleh Kejati, kita siapkan,” jelas Marlindo.

Marlindo menegaskan, bahwa dirinya tidak terlibat, dengan pekerjaan proyek tersebut. Karena, pelaksaan proyek ini masih dibawah kepemimpinan Kepala Dinas Sebelumnya, Bambang Pardede.

“Saya memang tidak terlibat langsung dipelaksanaan proyek ini. Jadi memang sudah mulai diperiksa sejak jamannya Kadis yang sebelumnya,” ucap Marlindo.

Lanjut, Marlindo mengatakan, data yang disita Kejati Sumut adalah soal pemeriksaan di UPT Nias tahun anggaran 2022. PUPR Sumut, kata Marlindo, membantu menyiapkan berkas yang diminta pihak Kejati Sumut.

“Jadi, dari hasil pemeriksaan kemaren yang dilakukan oleh Kejati itu, mereka mengambil berkas dari dinas kita tentang pencairan yang dilaksanakan di UPT Nias Tahun 2022. Jadi kami membantu, apa yang diminta oleh Kejati, kita siapkan,” jelas Marlindo.

Sebelumnya, Tim penyidik Bidang Tindak Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumut Kejati Sumut diinformasikan telah meningkatkan pengusutan kasus dugaan korupsi terkait Dokumen Pelaksanaan Pergeseran Anggaran (DPPA) UPT Jalan dan Jembatan Gunungsitoli.

Bahkan tim telah melakukan penggeledahan sekaligus penyitaan sejumlah data maupun dokumen penting di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Jalan Sakti Lubis, Kota Medan, Kamis (19/10/2023) kemarin.

Pengusutan kasus dugaan korupsi, pada kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Provinsi sebesar Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp7.707.781.500.(gus/ram)

BPODT, Pemkab se-Kawasan Danau Toba dan BPTCUGG Bahas Kartu Kuning

TEMU: Pertemuan BPODT bersama Pemkab se-Kawasan Danau Toba BPTCUGG di Kantor BPODT, Kabupaten Toba.(ist/SUMUT POS).

TOBA, SUMUTPOS.CO – Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mengumpulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) se-Kawasan Danau Toba dan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGG) di Kantor BPODT, Sibisa, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis (19/10/2023) kemarin. Rapat tersebut, dipimpin langsung oleh Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan mewakili dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan menjelaskan pertemuan tersebut, untuk duduk bersama mengadakan rapat koordinasi, sinkronisasi program 2024 dan Geopark Kaldera Toba. Sehingga dilakukan secara kolaborasi stakeholder terkait.

“Terkait masalah kartu kuning UNESCO Global Geopark yang sedang marak saat ini, BPODT sering dituding sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, padahal ada lembaga yang bertugas dan bertanggungjawab ke Badan PBB tersebut yakni BPTCUGG sebuah badan yang diangkat oleh Gubernur Sumatera Utara,” kata Jimmy, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/10/2023).

Meski begitu, Jimmy mengatakan pihaknya siap membantu BPTCUGG dalam memperbaiki Geopark Danau Toba dan keluar dari kartu kuning hingga mendapatkan Green Card.

“Namun demikian BPODT siap membantu BPTCUGG agar Geopark Kaldera Toba tetap menjadi anggota UGG UNESCO,” jelas Jimmy.

Jimmy memaparkan program-program yang sedang dikerjakan serta program akan dilaksanakan tahun 2024 terkait pengembangan kepariwisataan di Kawasan Danau Toba.

“Khususnya, dalam upaya mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan kartu kuning yang diberikan UNESCO Global Geopark,” ucap Jimmy.

Sekretaris BPTCUGG, Debby Panjaitan dalam pemaparannya, menyebutkan Geopark Danau Toba beri kartu kuning saat Council UNESCO Global Geopark di Maraces Maroko, 5 September 2023, lalu. Kartu kuning itu, berdasarkan hasil revalidasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang dilaksanakan tanggal 31 Juli hingga 4 Agustus 2023 di Marakech Marocco oleh dua orang evaluator yakni, Prof. Xiaochi JIN dan Soojae Lee P.hD.

“Kita menyikapi positif pemberian kartu kuning, oleh UNESCO dan sebagai dorongan kita semua baik pemerintah, stakeholder dan masyarakat untuk bersama membangun Danau Toba sebagai Destinasi Super prioritas bertaraf internasional berbasis Geopark,” jelas Debby.

Sidang Council UGGp menyatakan Green Card, namun para Council memutuskan Yellow Card dengan 7 rekomendasi yakni tentang : Boundaries’ Mapping Geological’ Biological dan culture heritage’ Penguatan Mangement Board’ Education’ Partnership’ Visibility dan Networking.

“Saat ini, banyak yang peduli siap mendukung dan bekerjasama dalam capaian Green Card,” jelas Debby.

Debby menilai pemberian kartu kuning itu, ada hikmah yang luar biasa, yaitu semua menjadi kompak untuk bersama-sama mengatasi kartu kuning tersebut.

“Ada 7 rekomendasi yang diberikan kepada BPTCUGG untuk dilaksanakan di geosite-geosite yang ada di Kawasan Danau Toba. Tugas kami BPTCUGG adalah melakukan pemetaan kondisi geosite serta rencana aksi yang dilakukan, siapa melakukan apa,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa ada sebanyak 16 geosite yang dikelola oleh BPTCUGG dan harus dipertanggungjawabkan ke UGG UNESCO, yakni, Geosite Sipiso piso Tongging di Kabupaten Karo, Geosite Silahi Sabungan di Kabupaten Dairi, Geosite Haranggaol dan Geosite Sibaganding di Kabupaten Simalungun.

Kemudian, Geosite Taman Eden, Geosite Situmurun, Geosite Batu Basiha- TB Silalahi Balige di Kabupaten Toba, Geosite Huta Ginjang dan Geosite Muara Sibandang di Kabupaten Tapanuli Utara.

Selanjutnya, Geosite Sipinsur dan Geosite Bakara-Tipang di Kabupaten Humbang Hasundutan, Geosite Tele, Geosite Pusuk Buhit, Geosite Huta Tinggi Sidihoni, Geosite Ambarita-Tuktuk-Tomok, Geosite Danau (pemersatu seluruh kabupaten se Kawasan Danau Toba).

Dalam rapat ini, dihadiri Mulyanto perwakilan Direktorat Tata kelola Destinasi, Kemenparekraf, Agus Suprihastono perwakilan Direktorat Pengembangan Destinasi Regional I, Kemenparekraf, Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik Bambang Cahyo Murdoko.

Kemudian, Direktur Pemasaran Wahyu Galih Dito, Direktur Industri dan Kelembagaan Raja Malem Tarigan, Direktiur Destinasi Fritz Pangihutan Nababan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata atau perwakilan se-Kawasan Danau Toba yakni Kabupaten Toba, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat.

Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik, Bambang Cahyo Murdoko mengungkapkan kesimpulan yang dirangkum dari Rakor yang melibatkan Pemda se-Kawasan Danau Toba tersebut adalah perlunya sinergitas dan kolaborasi dari semua stakeholder/pemangku kepentingan untuk membangun DPSP Danau Toba.

Kemudian, Geopark Kaldera Toba harus dipertahankan sebagai anggota UNESCO Global Geopark, BPTCUGG diharapkan dapat memetakan permasalahan yang ada di 16 geosite serta cara menyelesaikannya.

Perlu membuat rencana aksi di geosite-geosite, seperti: sosialisasi, pembuatan papan nama, petunjuk, edukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat; dan Perlunya pertemuan rutin yang dilakukan oleh Pemda 8 kabupaten Kawasan Danau Toba, BPODT dan BPTCUGG,” tandas Bambang.(gus/ram)

Tampung 1.010 UMKM dan 1.658 Produk, Pemko Medan Siap Luncurkan Marketplace Kedan

RAPAT: Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat memimpin Rapat Lanjutan Persiapan Uji Coba Marketplace Kedai Elektronik Medan (Kedan) di Balai Kota Medan, Kamis (19/10/2023) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan, Hendri Duin Sembiring, mengaku terus mendorong pemanfaatan marketplace untuk meningkatkan UMKM di Kota Medan.

“Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa saat ini sudah eranya teknologi digital. Dengan begitu, marketplace sangat membantu pelaku UMKM dalam memasarkan dan menjual produk-produknya,” kata Duin kepada Sumut Pos, Jumat (20/10/2023).

Untuk itu, politisi PDIP tersebut meminta Pemko Medan untuk segera menyempurnakan dan meluncurkan marketplace Kedan untuk seluruh pelaku UMKM di Kota Medan.

“Begitu diluncurkan, pastikan semua pelaku UMKM dapat mempergunakan marketplace tersebut untuk membuatnya ‘naik kelas’ seperti program Wali Kota Medan,” tuturnya.

Setelah meluncurkan marketplace Kedan, Duin juga meminta kepada OPD terkait untuk menyosialisasikan tentang manfaat dan tata cara penggunaan marketplace tersebut kepada seluruh pelaku UMKM di Kota Medan.

“Jangan sampai ada pelaku UMKM yang tidak mengetahui adanya marketplace tersebut dan tatacara penggunaannya. Sementara hal ini sangat penting untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki,” pungkasnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku akan segera meluncurkan Marketplace Kedai Elektronik Medan (Kedan) dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan langsung Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat memimpin Rapat Lanjutan Persiapan Uji Coba Marketplace Kedai Elektronik Medan (Kedan) di Balai Kota Medan, Kamis (19/10/2023) sore.

Pada kesempatan itu, Bobby meminta agar Marketplace Kedan dapat lebih dimaksimalkan dari sisi fungsi dan tampilannya.

“Sebab Kedan ini merupakan aplikasi yang menjadi marketplace bagi pelaku UMKM Kota Medan untuk memasarkan produknya,” ucap Bobby.

Selain itu, kata Bobny, kehadiran Kedan juga untuk mendukung kebijakan yang mewajibkan ASN di lingkungan Pemko Medan untuk berpenampilan casual setiap Selasa mulai Bulan November mendatang. Nantinya kebutuhan yang akan dikenakan ASN wajib menggunakan produk UMKM yang dibeli di Marketplace Kedan.

“Sehingga upaya mewujudkan UMKM Naik Kelas dapat terwujud,” ujar Bobby didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.

Dalam arahannya, Bobby Nasution juga menyampaikan beberapa hal guna penyempurnaan Kedan. Hal tersebut agar penggunaannya mudah dipahami, termasuk proses pemesanan dan pembayarannya.

“Mungkin ada beberapa hal saja yang perlu diatur ulang agar pembeli dan penjual juga saling dimudahkan. Mana yang perlu diminimalisir, saya rasa dikurangi saja. Intinya fungsi, maksud dan tujuan dan capaian dari marketplace ini tidak berkurang,” kata Bobby Nasution usai melihat paparan cara pemakaian Kedan.

Terhitung, ada sebanyak 1.658 produk dari 1.010 UMKM yang masuk dalam Marketplace Kedan. Dari jumlah UMKM tersebut, sebanyak 207 UMKM bergerak di bidang fashion. Selebihnya, diisi oleh pelaku UMKM kuliner, bahan pokok, produk kriya dan lain-lain.
(map/ram)