Home Blog Page 1037

Hasil Lab Beras Sintetis di Binjai Negatif

SAMPEL: Beras yang diduga sintetis sudah diambil sampelnya untuk dilakukan uji laboratorium dan hasilnya adalah negatif.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech mengumumkan hasil pengujian terhadap sampel yang dituding masyarakat Kota Binjai diduga beras sintetis atau plastik dinyatakan negatif.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi menyatakan, pihaknya sudah menerima hasil uji analisis laboratorium pada Selasa (24/10/2023).

“Ya kami sudah menerima tembusan hasil uji analisis laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech,” kata Zuhatta, Rabu (25/10/2023) pagi.

Dia menjelaskan, Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech yang berlokasi di Bogor menerima sampel beras yang dikirim penyidik Polres Binjai pada 16 Oktober 2023. Kemudian dilakukan pengujian dengan berbagai parameter hingga 23 Oktober 2023.

Adapun parameter dimaksud yakni, uji fisika terdiri dari uji hancur, uji leleh dan uji terapung. Kemudian uji profil plastik yang terdiri dari polyethyleneterephtalate (PET), polypropylene (PP), high density polyethylene (HDPE) dan low density polyethylene (LDPE).

“Kesimpulannya, berdasarkan hasil pengujian beras memenuhi standar beras negatif, tidak mengandung plastik sesuai parameter pengujian tercantum,” tukasnya.

Soal dugaan beras sintetis ini sudah ditanggapi oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) selaku pemilik beras. Meski isu dugaan beras sintetis bergulir kencang, Bulog tidak akan menarik dari pasaran.

Dalam hal ini, Bulog juga mendukung penyidik yang mengirim sampel beras untuk diuji di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Sebelumnya, beredar video berdurasi dua menit menampilkan seorang ibu-ibu protes terhadap nasi dari hasil beras yang dibelinya di Gerakan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota Binjai di Kelurahan Berngam, Binjai Kota. Ibu tersebut membanding dua nasi yang dikepal seperti bola.

Satu nasi berasal dari beras bulog yang dibelinya pada kesempatan Gerakan Pasar Murah dan satu nasi lainnya berasal dari kilang. “Kalau yang ini (beras bulog) kayak lebih padat, kalau yang ini (dari kilang) dilihat dari teksturnya lebih agak lembek, benyek gitu,” ujar seorang wanita dalam video tersebut.

Dalam video ini, ibu tersebut juga melempar kepalan kedua nasi ke arah lantai. “Ha membal dia yang beras Bulog, dicurigai. Kalau ini beras yang dari kilang, tidak,” tukasnya. (ted/ram)

Terapkan Fitobiotik dan Teknologi Pakan Ternak Berbasis Limbah Pertanian

PEMBINAAN: Dosen USU melakukan pembinaan kelompok tani di Kabupaten Karo.(ist/SUMUT POS)

KARO, SUMUTPOS.CO – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), melakukan pembinaan terhadap Kelompok Tani Subur Tani, di Desa Mulawari, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumut.

Dimana, kelompok tani ini mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan usaha peternakan. Pelatihan dalam Pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun IPTEK.

Tim Pengabdian Masyarakat USU ini, diketuai oleh Ir. Peni Patriani, S.Pt, MP, IPM, ASEAN.Eng dan anggota Ir. Tati Vidiana Sari, S.Pt, MP, IPM, Uswatun Hasanah, S.Pt, M.Si, Kennie Cendekia Desnamrina, S.Pt., M.Pt yang dibantu oleh Mahasiswa Program Studi Peternakan yaitu Apriansyah Irgiadi, Siti Sarah Mustakim, Ayu Nawang Sari, Danial Azmi, dan Kelvin Jonathan Simanjuntak.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat USU, Ir. Peni Patriani, menjelaskan permasalahan mendasar dari limbah tanaman pertanian yang melimpah, hingga dibakar. Hal ini, menyebabkan dampak pencemaran lingkungan.

“Pemanfaatan limbah pertanian diperlukan untuk mengurangi dampak pencemaran,” ucap Peni dalam keterangan tertulis, Rabu (25/10/2023).

Untuk diketahui, pada tahun 2022 wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) merebak di Sumut ini. PMK merupakan penyakit yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi.

“Penyakit ini, menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Sehingga diperlukan upaya pencegahan yang dapat diterapkan dengan mudah, di Desa Mulawari yang belum terdampak,” kata Peni.

Ia mengatakan selain penyebaran wabah penyakit ternak, produktivitas ternak juga kurang baik dan rataan bobot badan rendah sehingga keuntungan dan pendapatan peternak kurang maksimal. Keterampilan peternak juga terbatas dalam pencegahan terhadap penyakit.

“Tim Pengabdian Masyarakat menyelesaikan permasalahan, dengan menerapkan Fitobiotik multifungsi dan teknologi pakan berbasis limbah pertanian sehingga dapat diadopsi oleh petani yaitu dengan pelatihan,” katanya.

Pelatihan pembuatan fitobiotik multifungsi untuk ternak ditambah alikasi teknologi pengolahan pakan ternak menggunakan limbah pertanian merupakan solusi yang tepat. Penerapan fitobiotik multifungsi dapat mencegah berbagai penyakit ternak sedangkan penerapan teknologi fermentasi berbasis limbah pertanian dapat memberi keuntungan mengurangi biaya pakan ternak.

“Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan adalah pelatihan, dan pendampingan petani dan peternak dalam pembuatan Fitobiotik multifungsi. Kemudian, pengolahan pakan menggunakan teknologi fermentasi berbasis limbah,” jelasnya.

Target yang telah dicapai oleh Tim Pengabdian Masyarakat adalah; meningkatnya keterampilan hard skill dan soft skill pada anggota kelompok tani dengan kegiatan pembuatan Fitobiotik Multifungsi sebagai upaya pencegahan penyakit.

Selanjutnya, meningkatkannya keterampilan anggota kelompok tani dengan aplikasi teknologi tepat guna berbasis limbah holtikultura sehingga memberi kemanfaatan sebagai bahan pakan ternak dengan teknologi fermentasi untuk mencegah pencemaran pembakaran.

Kemudian, meningkatnya IPTEK teknologi pakan berbasis limbah pertanian yang dipadukan dengan fitobiotik multifungsi untuk meningkatkan produktivitas ternak, Meningkatnya wawasan anggota kelompok peternak tentang pencegahan penyakit ternak, Meningkatnya sistem integerasi peternakan dan tanaman pertanian sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

Program yang telah dilaksanakan adalah melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan hard skill dan soft skill pada anggota kelompok tani dengan kegiatan pembuatan Fitobiotik Multifungsi sebagai upaya pencegahan penyakit.

Kemudian, melaksanakan pelatihan dan penyuluhan kepada anggota kelompok tani dengan aplikasi teknologi tepat guna berbasis limbah holtikultura. Sehingga memberi kemanfaatan sebagai bahan pakan ternak dengan teknologi fermentasi untuk mencegah pencemaran pembakaran.

Peni menambahkan bahwa pembinaan peternak untuk mengaplikasikan teknologi pakan berbasis limbah pertanian yang dipadukan dengan fitobiotik multifungsi untuk meningkatkan produktivitas ternak.

“Pendampingan peternak, melalui sistem integerasi peternakan dan tanaman pertanian. Sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandas Peni.(gus/ram)

Pemko-KPU Binjai Sepakati Anggaran Pilkada

DEPAN: Kantor KPU Binjai di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai Barat tampak dari depan.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah kota dengan Komisi Pemilihan Umum Binjai sudah menyepakati besaran anggaran untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 mendatang.

Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi menyatakan pihaknya sudah membuat kesepakatan dana hibah untuk anggaran Pilkada 2024, beberapa waktu lalu.

“Kita sudah buat kesepakatan dengan Pemko Binjai mengenai hibah anggaran Pilkada 2024. Total yang kita sepakati Rp17,7 miliar,” kata Zulfan saat dikonfirmasi ketika dikonfirmasi, Rabu (25/10/2023).

Namun demikian, kata Zulfan, pengesahan penyaluran dana hibah untuk penyelenggaraan Pilkada Binjai 2024 masih menunggu terbitnya Naskah Penandatangan Hibah Daerah (NPHD).

“Sekarang ini kita masih tunggu pengesahan saja. Kemungkinan dalam waktu dekat ini di bulan 11 (November 2023) nanti. Sebab kita juga masih tunggu NPHDnya,” pungkasnya. (ted/ram)

Mahasiswi Diduga Dianiaya Pacarnya di Parkiran Mall Centre Point Medan

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Seorang pria berinisial AMBS diduga menyekap dan menganiaya pacarnya sendiri berinisial JL, di parkiran Mall Centre Point Medan, Minggu (22/10/2023) malam. Dugaan penganiayaan yang dilakukan anak seorang pengusaha ini, sudah dilaporkan ke Polsek Medan Timur, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/538/X/2023/SPKT/Polsek Medan Timur/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara pada Senin (23/10/2023) siang.

Akibat dugaan penganiayaan ini, korban mengalami luka lembam di sekujur tubuhnya. Di antaranya luka bengkak dan memar di bagian bibir, luka memar di bagian pipi sebelah kanan, luka memar di bagian leher, luka memar di bagian lengan sebelah kiri, serta luka memar di bagian punggung sebelah kanan.

“Saya mulanya tiba di parkiran Centre Point bersama dia (terlapor) dan saya yang nyetir. Kami datang ke Centre Point untuk menjemput mamanya si laki-laki yang sedang di dalam mall,” ujar korban di Binjai, Selasa (24/10/2023).

Saat itu, terlapor tengah tertidur di kursi penumpang bagian depan. Tiba-tiba, masuk pemberitahuan di HP terlapor yang ketepatan sedang dipegang oleh korban.

Pesan tersebut diduga berasal dari seorang perempuan yang berbuntut korban terbakar api cemburu. Karenanya, korban membangunkan terlapor untuk menyoal pesan WhatsApp dari perempuan yang tak dikenalnya.

“Saya bangunkan dia (terlapor) untuk minta penjelasan tentang perempuan yang nge-chat ini. Isi chatnya meminta kepastian soal hubungan mereka,” kata korban.

Karena isi chatnya demikian, korban yang berstatus mahasiswi kampus swasta ini pun meminta penjelasan. Mendengar permintaan korban, terlapor malah tidak memberikan penjelasan.

Namun sebaliknya, terlapor diduga berkilah dengan menyatakan, tidak mengenal perempuan yang chat tersebut. Singkat cerita, keduanya pun terlibat cekcok mulut di dalam mobil tersebut.

Bahkan HP yang dipegang korban saling direbutin oleh keduanya. Saat inilah, dugaan penganiayaan terjadi di dalam mobil, sekitar pukul 19.30 WIB.

Tak lama berselang, orang tua terlapor mengabarkan untuk minta dijemput. Sehingga terlapor dan korban berganti sopir.

Artinya, kali ini terlapor yang menyetir dan menuju ke lobi depan mall untuk menjemput orang tua AMBS, tanpa turun dari mobil. Menurut korban yang saat itu sudah mengalami luka lembam di sekujur tubuhnya, orang tua terlapor belum melihat kondisinya.

“Mama dia duduk di belakang jadi tidak melihat saya. Setibanya di rumah dia (terlapor) kami cekcok mulut lagi dan akhirnya mamanya keluar rumah,” kata korban.

Melihat korban sudah mengalami luka lebam akibat penganiayaan ini, langsung bergegas membawanya ke rumah sakit. Setelahnya, korban diantarkan pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, korban awalnya menyembunyikan peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. Namun begitu, orang tua korban terus bertanya dan akhirnya menceritakan peristiwa tersebut hingga dilakukan visum serta membuat laporan ke Polsek Medan Timur.

Korban diduga dianiaya dengan cara wajahnya dipukul dengan tangan, punggungnya dipukul dengan siku tangan, mencengkram tangannya hingga mencekik lehernya. Bahkan, korban saat ini menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit.

Hal tersebut diduga akibat dari penganiayaan yang dialaminya. Terpisah, Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan tidak menanggapi konfirmasi yang dilakukan Sumut Pos, Rabu (25/10/2023). (ted/ram)

Misi Michael Raih Medali di PON 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persiapan dari pertengahan 2022 tidak ingin disia-siaran atlet bridge Kota Medan, Michael Fernando Christian. Atlet berusia 43 tahun itu memiliki misi meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.

“Persiapan atlet bridge Sumatera Utara menghadapi PON 2024 cukup lama, mulai pertengahan 2022 lalu. Tentu kami tidak ingin persiapan itu berakhir dengan sia-sia,” ujar Michael Fernando Christian.

Michael mengaku sangat antusias menghadapi PON 2024 ini. Pasalnya ini merupakan pertama kalinya bagi alumni Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) tersebut tampil di PON.

“Ini merupakan pertama kalinya saya tampil di PON. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih medali nomor berpasangan dan mengharumkan nama Kota Medan dan Sumatera Utara,” paparnya.

Pria kelahiran 15 Desember 1979 tersebut mengakui persaingan di PON 2024 mendatang bakal sengit. Dia memprediksi saingan terberat akan datang dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara.

“Karena persaingan bakal sengit, kita juga butuh persiapan matang. Persiapan dilakukan dengan latihan rutin,” paparnya.

Michael menceritakan bagaimana persiapan atlet bridge Sumut. Mereka mulai menjalani Pelatda sejak pertengahan 2022. Saat itu mereka latihan tiga kali offline dan tiga kali online dalam seminggu.

Sejak awal 2023 latihan diubah menjadi lima kali online dan dua kali offline pada Sabtu dan Minggu. “Latihan lebih kepada meminimalisir kesalahan dalam bermain,” jelasnya.

Perjalanan karir Michael di bridge cukup panjang. Dia mulai menekuni bridge tahun 2002 silam di Malang, Jawa Timur. Kebetulan dia memiliki keluarga yang merupakan atlet bridge.

“Saya diizinkan orang tua latihan bridge setelah pulang dari KKN (Kuliah Kerja Nyata) tahun 2022. Orang yang melatih saya bermain bridge adalah Om (paman), yang merupakan atlet bridge,” ungkapnya.

Tiga bulan berlatih bridge, Michael langsung meraih juara ketiga pada Turnamen Piala Wali Kota Malang. Dia juga sudah berkali-kali meraih juara di tingkat provinsi Jawa Timur.

“Tapi juara ketiga Piala Wali Kota Malang itu sangat spesial, karena itu merupakan even resmi pertama saya,” tandasnya.

Karena alasan pekerjaan, Michael kemudian pindah dan menetap di Kota Medan pada tahun 2017. Pada tahun 2018, dia kemudian membela Sumut di Kejurnas.

Berbagai prestasi pun ditorehkan pria yang mudah senyum tersebut. Terakhir dia meraih juara Turnamen Bridge HUT Kota Surabaya 2023, peringkat ketiga Consolation Menpora Cup 2023 di Bali, peringkat ketiga Telkom Indonesia Open 2023 di Bandung dan lainnya.

“Semua prestasi itu belum memuaskan. Target saya sekarang adalah meraih prestasi di PON 2024 mendatang,” pungkasnya. (dek)

Anggota DPD RI M Nuh Dukung MUI Sumut Menjaga Akidah Umat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh mendukung penuh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut dalam menjaga akidah umat. Dukungan ini disampaikan Nuh saat menghadiri sosialisasi yang digelar MUI Sumut di kantor mereka, Selasa (24/10/2023), terkait gugatan yang dilayangkan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) di Pengadilan Negeri Medan.

Diketahui, gugatan itu karena MPTTI tidak terima MUI melarang mereka membuat acara zikir di Medan. Saat ini, gugatan tersebut telah memasuki sidang keenam atau pemeriksaan saksi fakta.

Menurut Nuh, ada pun alasan MUI Sumut melarang acara yang digelar MPTTI tersebut, karena dalam ajarannya, MPPTI menegaskan bahwa Muhammad itu adalah Allah, sehingga ajaran itu diduga sesat. “Pemikiran nyeleneh seperti ini akan menimbulkan kegaduhan dan merusak kondusifitas yang sudah ada. Saya pribadi mendukung sikap MUI Sumut yang telah memprotes pemikiran mereka yang menyatakan Muhammad itu Allah,” kata Nuh.

Nuh juga menegaskan, sikap MUI Sumut ini juga didukung penuh oleh MUI Pusat. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya Fatwa MUI Nomor 72 tentang pemahaman Muhammad itu Allah pada 12 Oktober lalu. “Sudah sepatutnya kita mendukung, mengikuti, dan menyebarkan Fatwa MUI Nomor 72 ini,” lanjutnya.

Muhammad Nuh yang saat ini juga diamanahi sebagai Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Sumut mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam aliran sesat. Karenanya perlu mengetahui 10 kriteria aliran sesat menurut Majelis Ulama Indonesia.

Pertama, mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam. Kedua, meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan Al Quran dan Sunnah. Ketiga, meyakini turunnya wahyu setelah Al Quran. Keempat, mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al Quran. Dan kelima, melakukan penafsiran Al Quran yang tidak berdasarkan kaidah kaidah tafsir.

Kemudian yang keenam, mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam. Ketujuh, menghina, melecehkan, dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul. Kedelapan, mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir. Kesembilan, mengubah, menambah, dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh Syariah, seperti Haji tidak ke Baitullah, salat wajib tidak 5 waktu. Dan terakhir, mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan sesama muslim karena bukan kelompoknya pungkasnya. (rel/adz)

UMSU Menuju Perguruan Tinggi Unggul di Asia

KULIAH UMUM: Dato’ Prof Dr Mohammad Shatar (kanan) bersama Prof Dr Agussani MAP di kampus UMSU.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – DATO’ Prof Dr Mohammad Shatar selaku ketua Pegawai Eksekutif Agensi Kelayakan Malaysia (MQA) menjadi nara sumber kuliah umum bartajuk “Peranan Perguruan Tinggi dalam Membangun di Era Global” di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Selasa (24/10).

Kuliah umum dibuka Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Dato’ Prof Dr Mohammad Shatar tidak terlepas dari hubungan kerja sama yang telah dibangun sejak tahun 2019.

Ketua Pegawai Eksekutif itu, kata rektor, berperan menjadikan UMSU sebagai perguruan tinggi yang diakui di Malaysia. ”Beliau ini tokoh pendidikan yang tidak asing di Malaysia maupun Indonesia,” ujar Prof Dr Agussani MAP.

Rektor berharap Dato’ Prof Dr Mohammad Shatar dapat memberi masukan dan berbagi pengalaman di bidang pendidikan kepada mahasiswa dan dosen UMSU.

Sementara itu Dato’ Prof Dr Mohammad Shatar menyampaikan rasa bangga kepada UMSU yang terus melakukan perubahan. ”Setiap kali saya ke sini, selalu ada perubahan dan peningkatan dari UMSU. Saya sangat bangga melihat perkembangan UMSU yang begitu baik, cepat,” ujarnya.

Ketua Pegawai Eksekutif MQA mengatakan bahwa UMSU berpeluang menjadi perguruan tinggi yang unggul di Indonesia hingga Asia. Terlebih telah mendapatkan pengakuan dari QS Star dan MQA Malaysia.

Ia juga menyebutkan bahwachal paling penting bagi mahasiwa selama mengenyam pendidikan adalah mengetahui tujuan setelah lulus kuliah. ”Yang terpenting, kamu tahu akan mengakhiri perjalanan kamu setelah selesai kuliah di UMSU. Dimana kamu ingin meletakan diri kamu, lima tahun ke depan,” katanya.

Sebelum lulus kuliah, lanjutnya, harus memiliki setidaknya dua kemampuan bahasa. Pertama Bahasa Inggris dan kedua kemampuan Arab, Jepang, Korea atau bahasa lainnya. ”Mahasiswa maupun dosen harus memiliki karakteristik dan performance (penampilan) yang berbeda agar dikenal dan terus diingat,” imbuhnya.

Hadir pada kegiatan ini para wakil rektor, BPH UMSU, pimpinan fakultas, Pendamping Ketua Pegawai Eksekutif Muhammad Hakim. (dmp)

USM Indonesia Gelar Seminar Internasional Tentang Negoisasi

JUARA: Kim Minho JD (kiri) bersama pemenang lomba debat negoisasi di USM Indonesia.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – UNIVERSITAS Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar seminar internasional dengan pembicara Kim Minho JD dari Korea, Selasa (24/10). Seminar dilanjutkan dengan lomba debat tentang negoisasi yang diikuti sejumlah SMA, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Sumut.

Kegiatan di Ign Washington Purba Hall Kampus USM Indonesia ini mengangkat tema: Seminar on Cross Culture International Negotiation Skills.

Dalam lomba debat negoisasi terpilih empat tim terbaik yakni Medan Korean Center, SMA Swasta Masehi Berastagi, Universitas Sumatera Utara dan USM Indonesia.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM diwakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial USM Indonesia Heri Enjang Syahputra SE MAK mengemukakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut hubungan kerja sama pihaknya dengan Korea.

Seminar internasional yang dari Korea juga telah diadakan pada awal Oktober 2023. Kedepan, ia mengutarakan sedans dijajaki agar mahasiswa USM Indonesia yang dikenal sebagai kampus cerdas dan berkarakter tersebut dapat melaksanakan magang internasional ke Korea.

Berkaitan dengan kemampuan bernegoisasi, kata ketua yayasan, dibutuhkan pada berbagai bidang pekerjaan. Untuk itu, ia sambut baik kehadiran pembicara asal Korea yang berkiprah sebagai CEO Asian Square dan Adjunct Faculty on International Trade & Negotiation yang juga pengacara internasional tersebut.

Heri Enjang Syahputra SE MAK meminta peserta seminar dan lomba debat dapat menyerap ilmu dan keterampilan agar dapat melakukan negoisasi dengan baik. ”Ilmu dan keterampilan negoisasi dan komunikasi sangat diperlukan,” ucapnya.

Acara ini dihadiri wakil rektor, wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi serta dosen dan mahasiswa USM Indonesia. Hadir juga perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Medan dan undangan lainnya. (dmp)

Komisi III DPRD Medan Tinjau Pasar Murah Keliling Pemko Medan di Medan Johor

RAPAT: Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution, SH, MH, saat mengikuti rapat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH MH, mengapreasi program Pasar Murah Keliling milik Pemko Medan melalui PUD Pasar Kota Medan. Kedepan diharapkan, armada Pasar Murah Keliling dapat bertambah sehingga mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

 “Kita berikan apreasi program dari saudara Wali Kota Medan melalui PUD Pasar dengan menghadirkan program Pasar Murah Keliling,” ucap Mulia kepada wartawan, Rabu (25/10) saat meninjau Pasar Murah Keliling di Jalan Karya Jaya, Medan Johor.

 Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, bahwa berdasarkan hasil tinjauannya ada banyak masyarakat yang berharap agar program itu tetap dilaksanakan. “Dari hasil tanya jawab dan diskusi saya kepada warga bahwa program ini bagus karena benar-benar dapat dirasakan manfaatnya di tengah kondisi kenaikan harga bahan pokok saat ini,” ujarnya.

 Mulia juga berharap agar program Pasar Murah Keliling tersebut dapat dijangkau secara luas dengan memperbanyak armada. “Kita mendorong kepada Pemko Medan agar armada ini diperbanyak sehingga benar-benar dirasakan langsung masyarakat. Armada ini nantinya hadir hingga ke tingkat kelurahan,” katanya.

 Terpisah, Dirut PUD Pasar Medan, Suwarno, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan penambahan armada untuk program  Pasar Murah Keliling tersebut ke Pemko Medan. “Penambahan mobil armada itu sudah diajukan ke Pemko Medan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terealisasi secepatnya,” sebut Suwarno.

 Kata Suwarno, untuk menambah armada, pihaknya juga telah mengusulkan ke pihak perbankan untuk mendapatkan bantuan. “PUD Pasar telah mengirimkan surat kepada Bank Mandiri dan Bank Indonesia untuk mendapatkan bantuan armada melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR),” tutupnya. (map)

Komplek Ayahanda Palace Diduga Tak Punya IMB, Komisi IV Minta Pemko Bertindak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bangunan mewah di Perumahan Ayahanda Palace yang terletak di Jalan Panci Ayahanda diduga tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang secara aturan merupakan syarat sebelum mendirikan bangunan.

Pantauan wartawan dilapangan, Rabu (25/10/2023), telah berdiri 10 unit bangunan mewah tanpa terpasang plank PBG di areal lokasi pembangunan. Nanun anehnya, bangunan tersebut justru tidak tersentuh oleh Pemko Medan.

Dikonfirmasi mengenai hal itu kepada Kabid PBL Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Citpa Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, Ikhwanza Syahputra, mengaku bahwa bangunan mewah sebanyak 10 unit di kawasan perumahan Ayahanda Palace yang beralamat di Jalan Panci Ayahanda sudah pernah diberikan surat peringatan hingga SP3. “Sudah pernah diberikan surat peringatan sebanyak tiga kali atau sampai SP3,” ucap Ikhwanza.

Bahkan tak sampai diberikan peringatan 3 kali, Ikhwanza juga memastikan bahwa saat itu Tim Satpol PP Kota Medan telah turun dan melakukan pembongkaran.”Udah pernah dibongkar Satpol PP (bangunan) itu. Sudah tidak kewenangan kami lagi itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Haris Kelana Damanik mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Ia pun mengaku heran kenapa proses pembangunannya tetap berjalan meskipun telah diberikan surat peringatan hingga tiga kali. “Kalau sudah pernah diberikan peringatan oleh Dinas Perkim (PKPCKTR) dan ditindak Satpol PP Medan, kok bisa proyek bangunan mewah itu tetap berjalan,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Haris pun memastikan bahwa keberadaan bangunan mewah tak berizin di Jalan Panci Ayahanda tersebut akan menjadi atensi bagi pihaknya. Ia pun menegaskan bahwa nantinya Komisi IV DPRD Medan bersama OPD terkait akan turun ke lokasi. “Kalau terbukti tidak miliki izin, kita akan minta Satpol PP Medan untuk segera menindaknya hari itu juga didepan para wakil rakyat,” pungkasnya. (map)