Home Blog Page 1043

Tipu Korban Rp600 Juta, Warga Medan Johor Divonis 3 Tahun Penjara

PENIPUAN: Majelis hakim membacakan putusan terhadap M Zulkarnain Harahap, terdakwa kasus penipuan secara virtual. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa M Zulkarnain Harahap (64) warga Medan Johor divonis hakim 3 tahun penjara. Dia terbukti bersalah atas kasus penipuan yang menyebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp600 juta.

Majelis hakim diketuai Oloan Silalahi dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap M Zulkarnain Harahap oleh karenanya dengan pidana penjara selama 3 tahun,” tegasnya, sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Senin (23/10/2023).

Tak terima atas putusan hakim, terdakwa langsung mengajukan banding. Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Nelson Victor, yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 4 tahun penjara.

Diketahui, pertengahan tahun 2015, saksi korban Andry Hendrawan dan Dicky mengetahui dan mendengar informasi bahwa ada pemilik tanah yang mau dan dapat diajak kerjasama dalam kegiatan pembangunan perumahan.

Singkatnya, dalam perjalanannya, bahwa tanah yang telah dibangun perumahan Residenta yang dibangun oleh PT Dyan Karya Nusantara tersebut, menurut dari surat somasi masih ada hak ahli waris lainnya dan juga adanya Surat Pernyataan dari Muhammad Zulkarnain Harahap yang menyatakan bahwa tanah seluas 9.000 M2 yang diperjanjikan dalam ke dua akta tersebut, di atas masih ada hak waris orang lain lagi.

Atas kejadian tersebut, proses pembangunan perumahan terhenti. Lalu saksi Andry Hendrawan, yang merasa keberatan atas peristiwa tersebut kemudian mencoba menanyakan kebenaran informasi dan peristiwa tersebut kepada terdakwa.

Ternyata, terdakwa membenarkan informasi tersebut bahwa terdakwa bukanlah satu-satunya sebagai ahli waris dan pemilik lahan yang berada di Jalan Eka Warni, sudut Jalan Eka Amami, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Padahal, saksi telah mengeluarkan dan menyerahkan sejumlah uang kepada terdakwa. Akibat perbuatan terdakwa, saksi Andry Hendrawan mengalami kerugian sebesar Rp600.000.000. (man/ram)

Warga Kampung Nelayan Berharap, Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang Bangun Fasilitas Kesehatan

HARAP: Ketiadaan puskesmas membuat warga Kampung Nelayan Lingkungan XII Kelurahan Belawan Satu, Kecamatan Medan Belawan, kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Kondisi ini sudah terjadi puluhan tahun.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Selama puluhan tahun, warga Kampung Nelayan Lingkungan XII Kelurahan Belawan Satu, Kecamatan Medan Belawan, harus hidup tanpa fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, mereka berharap kepada Pemko Medan atau Pemkab Deliserdang untuk membangun fasilitas kesehatan seperti Puskesmas ataupun Puskesmas Pembantu di tempat tinggal mereka.

Selama ini, untuk menjaga kesehatannya, para warga harus menyeberang menggunakan sampan selama 10 menit untuk ke darat. Kampung Nelayan ini berlokasi di kawasan pesisir pantai. Daratan yang dikeliling lautan ini menjadi tempat tinggal bagi 670 kepala keluarga (KK).

Rumah warga di Kampung Nelayan ini seluruhnya berada di atas air, dengan konstruksi bangunan yang masih menggunakan papan dan kayu, namun, aliran listrik sudah terpasang di rumah-rumah warga.

Tidak ada akses darat menuju Kampung Nelayan ini. Masyarakat setempat sehari-harinya naik perahu motor atau sampan untuk menyeberang ke daratan.

Seorang warga Kampung Nelayan, Aslamiyah (63) mengatakan, sejauh ini keluhan tinggal di sini hanyalah fasilitas kesehatan. Sedangkan akses jalan ataupun pencarian kerja tidak menjadi keluhan baginya.

“Kami di sini hanya kesulitan kalau sedang sakit. Sebab, tak ada puskesmas 24 jam di sini,” ucap wanita yang sudah tinggal lebih dari 40 tahun di Kampung Nelayan ini.

Dijelaskannya, di Kampung Nelayan cuma ada dua mantri. Dan tidak setiap hari berada di rumahnya. Saat air surut, warga tak mengalami kesulitan menuju tempat sandaran sampan.

Lain hal bila air laut sedang pasang, warga harus lewat pelabuhan dan menuruni tangga yang curam.

“Kalau gak pasang tinggal bawa (sampan) saja kan. Tapi kalau pasang kita harus lewat pelabuhan dan turun tangga curam untuk sampai ke sampan itu,” ucapnya.

Dikatakannya, meski hanya 10 menit menyeberang namun bisa cukup membahayakan masyarakat jika dalam keadaan kurang sehat.

“Apalagi kalau sakitnya cukup membahayakan. Kita berharap minimal di sini ada pertolongan pertama yang siap 24 jam membantu kalau ada yang sakit,” jelasnya.

Anna, warga setempat juga menyatakan untuk berobat ke mantri juga harus mengeluarkan uang sebesar Rp60 ribu. Ditambah dengan obat bila ada keluhan tertentu.

“Sedangkan obat yang gratis, terkadang kosong. Jadi, tidak sepenuhnya ada obat,” ungkapnya.

Kepala Lingkungan XII Sarawiyah mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali mengajukan pembuatan puskesmas atau puskesmas pembantu (Pustu) di wilayahnya. Namun, permohonan itu terkendala di administrasi wilayah. Secara geografis, Kampung Nelayan berada di wilayah Kabupaten Deliserdang.

“Sudah berkali-kali kami ajukan ke Camat Belawan. Tetapi, mereka bilang Pemerintah Kota tidak bisa mendirikannya karena wilayah tempat kami tinggal ini (masuk wilayah) Deliserdang,” jelasnya.

Permohonan pembuatan Puskesmas atau Pustu juga sudah diajukan ke Pemkab Deliserdang. Namun, belum ada respons yang diharapkan masyarakat.

“Mereka belum ada respon lanjutan. Katanya, karena banyak warga kami yang ber-KK dan KTP Kota Medan,” ucapnya.

Tetapi, karena puluhan tahun tidak ada kejelasan, akhirnya sesama warga. Seperti pembentukan kader secara swadaya untuk memudahkan masyarakat berkeluh kesah.

“Kami buat sendiri kadernya. Ini kader Posyandu, ada kader lansia, kader anak, kader UMKM dan lain-lain,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa mendirikan puskesmas di tempatnya.

“Harapan kami, entah Pemkab Deliserdang atau Pemko Medan bersedia bangun puskesmas untuk kami,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kader Posyandu Lansia Kampung Nelayan, Rosmawati. Menurutnya, sejauh ini yang sering mengadakan pengecekan kesehatan berasal dari pihak swasta.

“Kalau pengecekan kesehatan banyak dari Coorporate Sosial Responsibility (CSR) namun untuk malam hari yang kita agak kesulitan,” ucapnya.

Apalagi dikatakan Rosmawati, ada banyak warga lansia yang tinggal di Kampung Nelayan ini.

“Kalau sakit itu yang sering di sini gula, kolestrol, asam urat dan angin duduk. Di mana penanganan kesehatannya harus rutin dan cepat ditangani kalau sudah kambuh,” ucapnya.

Namun sejauh ini dikatakannya, belum ada warga yang meninggal akibat terlambat diobati.

“Belum ada, jangan sampai ada. Hanya saja kalau tahun 90-an dulu itu ada satu yang meninggal. Kita harapkan ini tidak terulang lagi,” jelasnya. (mag-1/ram)

Satpol PP Tertibkan Pedagang Angkringan di Kesawan

TERTIBKAN: Satpol PP berkolaborasi dengan Dishub Medan dan Kecamatan Medan Barat menertibkan pedagang angkringan di kawasan Jalan Ahmad Yani Medan atau Kesawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjaga estetika kota dan kelancaran lau lintas, Satpol PP berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kecamatan Medan Barat menertibkan para pedagang yang berjualan di kawasan Kesawan dan Lapangan Merdeka Medan.

Kasatpol PP Kota Medan, Rakhmat Harahap saat dikonfirmasi mengatakan, penertiban dilakukan agar proyek pedestrian jalan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan bisa selesai tepat waktu.

“Itukan proyek Kementerian PUPR. Kalau ada pedagang di sana, tentu pengerjaan akan terbengkalai. Oleh sebab itu kita tertibkan,” ucap Rakhmat, Senin (23/10/23).

Dijelaskan Rakhmat, dengan adanya penertiban itu, kedepannya para pedagang yang biasa berjualan di kawasan Kesawan dilarang untuk kembali berjualan.

“Saat ini kita bersama pihak Kecamatan dan OPD terkait juga masih memikirkan kemana para pedagang itu direlokasi. Yang jelas, di Kesawan tidak bisa berjualan lagi selama pengerjaan pedestrian jalan belum selesai,” ujarnya.

Saat disinggung apakah para pedagang bisa berjualan lagi bila pengerjaan selesai, Rakhmat mengaku tidak mengetahuinya. Sebab secara teknis Dinas UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan lebih memahaminya.

“Saya belum dapat info diapakan nanti kawasan Kesawan jika proyek tersebut selesai, apakah akan masih ada UMKM atau tidak. Yang pasti saat ini sudah dilarang berjualan,” katanya.

Tak hanya penertiban, sambung Rakhmat, petugas Dishub Kota Medan yang juga ikut dalam kegiatan tersebut melakukan penertiban terhadap sepeda motor yang parkir di trotoar jalan.

“Ada juga pengecekan arus listrik dilakukan petugas terhadap lampu para pedagang. Saya harap pedagang bisa mengerti dengan adanya penertiban ini serta menjaga estetika kota,” pungkasnya. (map/ram)

Dosen Polmed Bantu Tingkatkan Disiplin Guru SMK

Dosen Polmed foto bersama saat pengabdian kepada masyarakat di SMK TIK Darussalam Medan. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) membantu meningkatkan disiplin guru SMK, khususnya guru di SMK TIK Darussalam Medan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Adapun dosen yang melakukan kegiatan pengabdian, Junus Sinuraya ST MKom, Wiwin Sry AB MSc, Azanuddin MKom dan Marliana Sari ST MMSI. Para dosen juga turut dibantu oleh sejumlah mahasiswa.

Ketua tim pengabdian, Junus Sinuraya menjelaskan berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim di sekolah tersebut, diketahui pihak sekolah tidak berdaya mengatasi soal kehadiran guru dan ada pula yang telah meminta izin. “Sekolah belum pernah memberikan sanksi yang mendasar untuk menertibkan guru, hanya diberi imbauan dan pembinaan biasa. Karena itu, perlu dilakukan suatu upaya untuk mendorong seorang guru berbuat disiplin (hadir),” terang Junus, Senin (23/10/2023).

Junus menyebutkan, guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pihak sekolah, salah satu upaya untuk berbuat disiplin merekam kehadiran guru dengan menerapkan teknologi digital yaitu berupa finger print atau tanda sidik jari. Finger print merupakan salah satu cara penerapan teknologi digital untuk mendisiplinkan guru.

Sebab jika tidak membubuhkan sidik jari, maka diyakini guru tidak melakukan suatu pembuktian kehadiran yang berakibat menjadi suatu ketidakhadiran atau absensi. Absensi berarti tidak melakukan tanda tangan atau dibilang tidak masuk kerja.

“Dengan menerapkan teknologi finger print, maka mudah untuk mengetahui jejak kehadiran guru setiap hari. Dengan cara ini jika guru hadir akan menempelkan induk jari kiri untuk bukti kehadiran pada jam berapa guru hadir, dan pada jam pulang. Selanjutnya, setelah satu bulan dapat dilaporkan ke atasan atau ke pihak yayasan sekolah,” ungkap Junus.

Menurut dia, teknologi finger print untuk guru yang akan digunakan SMK TIK Darussalam Medan nantinya dapat meminimalisir indispliner yang biasa terjadi. Selain meminimalisir kecurangan atau budaya titip absen, mesin absen modern ini juga menghitung waktu dengan tepat.

“Mesin absen digital tersebut dapat mengurangi pemborosan kertas dan tinta seperti halnya absen manual. Selain itu, manajemen sekolah juga tidak akan bingung dalam penghitungan absen untuk nilai ataupun gaji guru, semuanya bisa dilihat dari data pada mesin absen,” sebut Junus.

Karena itu, penerapan finger print perlu dikembangkan di sekolah tersebut untuk meningkatkan disiplin guru dan memberikan motivasi ekstern supaya lebih profesional. “Diharapkan dengan diberlakukan finger print ini akan memberikan kontribusi kepada meningkatnya pembelajaran di SMK TIK Darussalam Medan,” sambung Junus.

Lebih lanjut Junus mengatakan, guru menjadi faktor penting dalam dunia pendidikan karena guru yang akan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan. Untuk itu, seorang guru haruslah sangat disiplin dalam menjalankan kewajibannya, terutama dalam proses kehadiran. Apabila seorang guru tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan secara maksimal.

“Peningkatan mutu pendidikan tidak sekadar ditentukan oleh profesionalisme guru saja, tetapi juga dibutuhkan etos kerja atau disiplin guru. Disiplin kuat yang dimiliki guru merupakan salah satu hal penting. Guru yang datang tepat waktu dan tidak meninggalkan kelas sebelum pelajaran berakhir adalah salah satu contoh yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar,” paparnya.

Junus menambahkan, guna menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas dalam mencapai tujuan pendidikan di era sekarang ini, maka diperlukan guru-guru yang penuh kesetiaan dan ketaatan pada peraturan yang berlaku dan sadar akan tanggung jawabnya. Dengan kata lain, kedisiplinan para guru sangat diperlukan dalam meningkatkan tujuan.

“Menegakkan disiplin guru di sekolah merupakan hal yang sangat penting. Keberhasilan pendidikan di sekolah, guru memegang peranan penting karena guru merupakan panutan bagi murid-muridnya. Bahkan guru tidak hanya panutan bagi murid-muridnya, tetapi juga merupakan contoh teladan bagi masyarakat lainnya. Dengan demikian, jelaslah bahwa jika guru di suatu sekolah disiplin maka personil lainnya terutama murid-muridnya akan disiplin juga,” pungkasnya. (rel/azw)

Kustom HP Sesuai Gaya Kamu dengan Kemampuan One UI 5.1.1 di Galaxy Z Flip5

SUMUTPOS.CO – Ada banyak keunggulan yang membuat Galaxy Z Flip5 mampu tampil standout di antara smartphone biasa pada umumnya. Salah satunya adalah hadirnya Flex Window yang lebih besar yang mampu menjalankan lebih banyak fungsi, termasuk kemampuan kustomisasi yang lebih personal lagi berkat kecanggihan One UI 5.1.1.

Pengguna bisa lebih kreatif dalam mengekspresikan diri lewat wallpaper di tampilan Flex Window dari Galaxy Z Flip5, baik itu dengan foto dan video lucu, graphic art yang unik, hingga ragam widget terpersonalisasi yang paling menggambarkan kepribadian dan keseharian penggunanya.

MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia, Verry Octavianus mengatakan, One UI 5.1.1 yang telah dihadirkan di Galaxy ZFlip5 tentunya akan semakin memberikan mobile experience terbarukan yang lebih menyenangkan dan praktis bagi pengguna dengan Flex Window yang lebih besar. Dengan layar yang lebih besar yakni 3,4 inci, perpaduan kemampuaan One UI 5.1.1 dan Flex Window di Galaxy Z Flip5 membuat pengguna semakin bebas untuk melakukan kustomisasi dan menciptakan HP yang begitu personalized serta beda dan unik dari yang lain, sesuai dengan kepribadian masing-masing pengguna.

“Buat kamu yang energik bisa personalized flex window dengan gif atau video kekinian, buat kamu yang artsy bisa pasang foto-foto syarat seni yang menggambarkan kepribadian mu. Galaxy Z Flip5 benar-benar memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk menjadikan smartphone mereka beda dari yang lain,” ujar Verry Octavianus.

Berikut tips dan trik maksimalkan One UI 5.1.1 dalam customize tampilan Flex Window di Galaxy Z Flip5 untuk bikin HP lipat yang personalized sesuai dengan kepribadian kamu.

Personalized Flex Window dengan Memilih Wallpaper yang Kamu Banget

Salah satu keunggulan Flex Window di Galaxy Z Flip5 adalah kustomisasi yang begitu unik bagi pengguna. Kini, Galaxy Z Flip5 benar-benar membawa kustomisasi pada flex window to the next level dengan menawarkan lebih banyak pilihan desain wallpaper yang bisa kamu pilih sesuai dengan kepribadian.

Kamu bisa pilih berbagai preset bawaan dari device berupa ragam graphic art yang menarik, extract foto dan video dari galeri, menampilkan gif lucu, hingga membuat gambar wallpaper yang dapat disesuaikan dengan inisial nama kamu. Jadi, kamu bisa benar-benar menjadikan Galaxy Z Flip5 sebagai bagian dari jati diri, style, hobi, hingga mood kamu.

Caranya cukup mudah, kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut:
a. Tekan layar selama 3 detik pada Flex Window sampai muncul beberapa opsi wallpaper.
b. Swipe sampai paling atas dan muncul pilihan “Open phone for more flex window options”.
c. Klik pilihan “Add new”.
d. Pilih gambar atau bahkan video gif yang ada pada galeri kamu.
e. Klik pilihan “Frame” untuk mengubah tampilan wallpaper menjadi inisial nama yang kamu inginkan.

Atur Susunan Widget Yang Menarik Perhatian untuk Bikin Keseharian Lebih Lancar

Bentuk compact dari Galaxy Z Flip telah dirancang untuk mengutamakan kepraktisan dalam keseharian pengguna. Maka dari itu, kustomisasi yang lebih luas di Galaxy Z Flip5 tidak hanya menawarkan tampilan yang lebih baik, tapi juga fungsionalitas yang lebih andal. Kamu bisa menyematkan lebih banyak widget di flex window Galaxy Z Flip5 untuk membuat rutinitas kamu jadi lebih mudah dan lancar. Berbagai pilihan widget yang tersedia di flex window Galaxy Z Flip5 di antaranya adalah Calendar, Weather, Recent Calls, Alarm, Stopwatch, Timer, Voice Recorder, dan Samsung Health.

Selain bisa membuka berbagai fitur yang berguna dalam menunjang rutinitas sehari-hari, kamu juga bisa mendapatkan akses cepat ke aplikasi-aplikasi favorit langsung dari flex window yang dapat diatur sesuai dengan informasi yang paling relevan dalam hidup kamu.

Memunculkan berbagai aplikasi dan widget di Flex Window pun sangat mudah, adapun caranya adalah sebagai berikut:
a. Pengguna cukup menggeser layar ke kiri hingga muncul ikon (+) untuk menambahkan widget.
b. Jika pengguna ingin menyesuaikan widget lebih banyak, cukup masuk ke menu pengaturan, layar depan, dan pilih widget. Di sini kamu bisa mengaktifkan atau menonaktifkan widget yang ditampilkan.
c. Sementara, kalau pengguna ingin menampilkan aplikasi, mereka cukup mengakses fitur lanjutan (advanced features) pada menu pengaturan dan memilih ‘Labs’.

Nantinya kamu bisa mengaktifkan berbagai aplikasi seperti Google Messages, WhatsApp, YouTube, Netflix, hingga Google Maps di Flex Window.

Pilih Tampilan Jam Yang Sesuai dengan Preferensi Style Kamu

Galaxy Z Flip5 telah menggunakan One UI 5.1.1 untuk memberikan tampilan antarmuka yang menawarkan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam mengatur detail-detail dari tampilan flex window perangkat. Salah satunya, kamu bisa mengatur ukuran dari tampilan waktu (jam dan tanggal) di flex windowsesuai keinginan untuk mendapatkan proporsi yang paling ideal.

Menariknya lagi, One UI 5.1.1 juga menawarkan lebih banyak pilihan desain waktu terbaru yang bisa kamu pilih untuk ditampilkan di flex window. Kamu bisa pilih tampilan jam dan tanggal yang minimalis, artistic, aesthetic, profesional, atapun sporty sesuai dengan selera dan preferensi style kamu. Dengan berbagai pilihan kustomisasi mengesankan yang ditawarkan, Galaxy Z Flip5 telah menjadi lebih dari sekadar gadget, tapi juga cerminan dari identitas unik pengguna. Adapun langkah-langkah yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut:
a. Tekan layar selama 3 detik pada Flex Window sampai muncul beberapa opsi wallpaper.
b. Swipe sampai paling atas dan muncul pilihan “Open phone for more cover screen options”.
c. Klik pilihan “Add new”
d. Pilih display jam yang ingin kamu tampilkan pada Flex Window.
e, Sesuaikan ukuran dan warna yang kamu inginkan.

Ikutan keseruan customize Galaxy Z Flip5 kamu sekarang!
Sudah siap #JoinTheFlipSide dan customize HP lipat kamu sesuai dengan kepribadian? Dengan berakhirnya masa preorder, kamu bisa mendapatkan Galaxy Z Flip5 secara langsung di Galaxy Studio maupun toko daring dan gerai retail terdekat dengan harga mulai dari Rp15.999.000.

Untuk mendapat keuntungan lebih, kamu bisa datang ke rangkaian acara Galaxy Studio yang akan datang di BEC Mall Bandung pada 27 September-1 Oktober 2023. Di sini, kamu bisa menikmati berbagai pengalaman menarik bernuansa K-Wave, seperti AR Experience Area, Immersive Viewing and Gaming Area, Personalization Area, serta Mirror Selfie Challenge menggunakan Galaxy Z Flip5 untuk kesempatan mendapatkan hadiah menarik.

Samsung juga memudahkan konsumen untuk beralih ke HP lipat lewat program trade-in. Pengguna Galaxy Z Series generasi terdahulu bisa mendapat potongan harga dan cashback hingga Rp1.000.000. Program ini juga berlaku bagi pengguna berbagai device Samsung dan perangkat dari brand lain. Jadi, siapa pun bisa mudah menukar device lamanya dan beralih ke Galaxy Z Flip5 untuk menikmati pengalaman perangkat lipat yang tidak ada di smartphone lain. (rel/adz)

BPKH Menggandeng Bank Muamalat Sediakan Pendaftaran Haji untuk Diaspora Indonesia di Hong Kong

Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyediakan layanan pendaftaran haji secara online bagi diaspora Indonesia yang ada di Hong Kong. Sebelumnya, pionir bank syariah di Tanah Air ini telah meresmikan layanan pendaftaran haji serupa untuk diaspora Indonesia di Malaysia.

Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, diaspora Indonesia di kedua negara tersebut sudah dapat membuka Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH) dan pembayaran setoran awal porsi haji regular melalui aplikasi Muamalat DIN.

Hal ini disampaikan Indra dalam silaturahim dengan perwakilan diaspora Indonesia di Hong Kong belum lama ini yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dan Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander.

“Melalui sinergi dengan Kementerian Agama dan BPKH, kami siap mengakomodir kebutuhan pendaftaran haji bagi saudara-saudara kita yang ada di Hong Kong. Calon jemaah haji Indonesia di Hong Kong sangat potensial mengingat jumlah pekerja migran yang berasal dari Indonesia di sana cukup besar. Potensi tersebut akan kami maksimalkan dengan memberikan kemudahan pendaftaran haji cukup melalui smartphone,” ujarnya.

“Pemerintah, BPKH, dan Bank Muamalat memberikan perhatian serius kepada Warga Negara Indonesia yang berada di Hong Kong untuk melaksanakan ibadah haji sebagai implementasi dari perwujudan hak diaspora Indonesia di luar negeri,” ujar Harry.

“BPKH hadir bersama Kementerian Agama untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi jemaah haji juga yang berasal dari diaspora Indonesia sebagai bentuk implementasi dari UUD 45 Pasal 29 ayat 2 dimana Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu, dan salah satunya adalah pelaksanaan ibadah haji bagi umat Islam,” tambahnya.

Kementerian Agama sangat mengapresiasi dan mendukung langkah BPKH dan Bank Muamalat dalam melayani diaspora Indonesia di Hong Kong untuk berhaji. “Tidak ada kata lain, ikut berniat juga dengan cara mendaftar haji. Kalo masalah uang dapat kembali kapan saja, bisa digunakan oleh keluarga kita, putera atau puteri kita, tapi niat kita tetap utuh,” ujar Hilman.

Aplikasi BPKH Virtual Account (BPKH VA) telah terhubung dengan aplikasi Muamalat DIN. Melalui sinergi ini, calon jemaah haji baik nasabah Bank Muamalat maupun non-nasabah dapat menggunakan menu Bank Haji di Muamalat DIN untuk melihat nilai manfaat setoran haji terkini.

Bank Muamalat juga memiliki produk perbankan bagi masyarakat yang ingin merencanakan ibadah haji yang bernama Tabungan iB Hijrah Haji. Masyarakat juga dapat mempersiapkan langkah “Haji Anak Hebat” dengan tabungan iB Hijrah Haji ini, sehingga putra-putrinya dapat menabung sejak dini dan dapat beribadah dengan kondisi prima di usia muda. (rel/ram)

Indosat Ooredoo Hutchison Raih Penghargaan Tingkat Dunia Gold Stevie International Business Awards

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meraih penghargaan Gold dalam ajang Stevie International Business Awards (IBA) 2023 pada kategori HR Department of the Year oleh lembaga pemberi penghargaan bisnis terkemuka berskala internasional, Stevie Awards, atas keberhasilan Indosat mengelola dan meningkatkan sumber daya manusia pascamerger di awal 2022. Penghargaan yang proses seleksinya melibatkan lebih dari 230 juri profesional dari berbagai profesi di seluruh dunia ini menambah deretan apresiasi internasional terkait pengelolaan sumber daya manusia yang telah diperoleh pada tahun 2023 ini.

Director and Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni, mengatakan penghargaan ini merupakan persembahan untuk seluruh karyawan Indosat Ooredoo Hutchison atas dukungan dan partisipasinya dalam mewujudkan semua gagasan serta inisiatif perusahaan.

“Masa transisi pascamerger dilalui dengan memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan karyawan dan tetap fokus pada pertumbuhan bisnis. Indosat berupaya untuk terus memastikan tiap lini bisnis tetap berjalan lancar dan relevan, dengan mengutamakan kesesuaian size, shape, structure, dan people dalam perusahaan,” ujarnya.

Pencapaian ini dinilai para juri sebagai pembuktian Indosat atas stigma besarnya potensi kegagalan pascamerger dari dua perusahaan yang sebelumnya saling berkompetisi. Kesuksesan ini diperoleh Indosat dengan menempuh cara pendekatan proaktif dan persiapan holistik yang mendalam, termasuk imersi budaya sebagai faktor kunci dalam lancarnya proses penggabungan dua perusahaan. Persiapan penyatuan sejak awal melibatkan teknologi canggih dengan menerapkan RPA (Robotic Process Automation) berbasis data, komunikasi empatik dan transparan, tanpa menyampingkan sisi kemanusiaan. Pada akhirnya, Indosat mampu menghilangkan perspektif negatif terhadap rightsizing pascamerger untuk kemudian dapat diterima oleh semua pihak secara utuh, mendapat tanggapan positif di media, dan tidak mengganggu jalannya bisnis itu sendiri.

Perhatian Indosat juga tidak hanya pada karyawan, tapi lebih jauh kepada sistem pendukung utama mereka, yaitu keluarga. Untuk pertama kalinya setelah pasca merger, Indosat mengadakan Family Fest di sembilan kota besar di Indonesia secara serentak, dengan dihadiri lebih dari 14 ribu karyawan beserta keluarga mereka, untuk bersama-sama merayakan suka-cita satu tahun kebersamaan di Indosat.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya kerja positif untuk menjawab segala tantangan yang akan hadir di masa depan, demi mewujudkan misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” tutup Irsyad. (rel/ram)

2028, Targetkan Eliminasi TBC di Sumut Turun

TBC: Pj Gubernur Sumut Hassanudin membuka Monitoring dan Evaluasi Implemantasi TBC, di Kantor Gubernur Sumut.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk segera membentuk tim percepatan penanggulangan tuberkulosis atau TBC. Dengan menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2028 menurun.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin pada Pertemuan Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Program Tuberkolosis (TBC) dan Sosialisasi SK Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkolosis di Provinsi Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (23/10).

Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, mengungkapkan bahwa sementara eliminasi TBC nasional ditargetkan pada tahun 2030. Untuk itu, seluruh pihak diminta bergerak cepat.

“Eliminasi TBC harus dilakukan dengan sinergi lintas sektoral. Seluruh pihak, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), instansi terkait harus bergerak sesuai dengan fungsinya, sehingga target tahun 2028 dapat tercapai,” ucap Hassanudin.

Hassanudin juga meminta OPD Pemprov Sumut agar selalu bekerja berdasarkan data terbaru, jangan hanya hanya teoritis. Juga meminta pemerintah kabupaten/kota segera membentuk tim percepatan penanggulangan tuberkulosis.

“Saya harap juga pemerintah kabupaten/kota segera membentuk tim percepatan penanggulangan TBC. Hal itu perlu dilakukan agar eliminasi TBC hingga tingkat terbawah dapat semakin cepat terwujud,” kata Hassanudin.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S Trinugroho menekankan strategi utama peningkatan peran pemerintah daerah untuk TBC, yaitu dengan memasukkan TBC dalam perencanaan daerah dan nomenklatur TBC. Hal itu dilakukan agar dapat diukur kewajaran anggaran TBC untuk pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan dan non SPM kesehatan pada pasien TBC.

“Pemprov akan terus mendorong dan melakukan pembinaan, serta pengawasan sehingga implementasi pencegahan dan pengendalian TBC di daerah berjalan baik,” kata Arief.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit memaparkan capaian tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Sumut mencapai 90% pada tahun 2022. Sementara notifikasi kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan di Sumut sebanyak 43.000 kasus. Pada tahun 2023 per 13 Oktober, keberhasilan pengobatan TBC mencapai 90,7% dengan notifikasi kasus yang ditemukan sebanyak 35.000 kasus.

Dikatakan Alwi, Pemprov Sumut menerapkan beberapa strategi di antaranya berkomitmen mencapai eliminasi TBC pada tahun 2028, peningkatan akses layanan TBC, peningkatan penelitian dan pengembangan penanggungan TBC. Serta peningkatan peran serta komunitas, pemangku kepentingan dan lintas sektor.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum MUI Sumut Maratua Simanjuntak, Ketua Tim Kerja TBC Kementerian Kesehatan Tiffany Tiara dan beberapa kepala OPD Pemprov Sumut.(gus/ram)

Penduduk Usia Kerja di Sumut Meningkat Jadi 11 Juta Orang

Pj Gubernur Sumut, Hassanudin.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, mendorong keterampilan dan kompetensi tenaga kerja perlu terus ditingkatkan, agar diserap oleh pasar kerja. Karena itu, diperlukan dukungan dan keterlibatan dari seluruh pihak terkait.

Hal itu, diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Senin (23/10/2023). Ia menjelaskan penduduk usia kerja di Sumut pada Februari 2023 tercatat sebanyak 11 juta orang. Jumlah ini naik sebesar 169.000 orang, jika dibanding pada Februari 2022.

“Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja sebanyak 7,8 juta orang, sisanya bukan angkatan kerja,” jelas Hassanudin.

Dipaparkan juga tetang kondisi ketenagakerjaan di Sumut, seperti tenaga kerja lebih banyak diserap oleh kegiatan informal, terutama pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Penyerapan tenaga kerja didominasi oleh tamatan SMA/sederajat. Ini mengindikasikan bahwa tingkat keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut masih rendah,” sebutnya.

Untuk itu, katanya, diharapkan dukungan dan keterlibatan yang serius dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumut dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi calon tenaga kerja agar dapat terampil, tersertifikasi, dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, diperlukan keselarasan dan sinergitas program kegiatan dari seluruh perangkat daerah. Seperti perbaikan standar mutu dan fasilitas pendidikan vokasi, guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan siap kerja.

“Peningkatkan kemandirian berusaha dan perluasan peluang usaha di sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, dan industri, peningkatan dukungan dana pendampingan terhadap sektor usaha non formal, dimana pelaku UMKM memiliki peran dan sumbangan yang sangat penting dalam pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional,” terangnya.

Untuk mewujudkan hal itu, peran bersama dan tanggung jawab semua pihak sangat dibutuhkan, dengan melibatkan pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah, organisasi/lembaga masyarakat, akademisi, maupun dunia usaha.

“Saya menekankan kepada seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumut, jangan lagi bekerja dengan ego sektoral, tetaplah bekerja secara kobalorstif agar adapat mempercepat upaya peningkatan lapangan pekerjaan,” tandasnya.(gus/ram)

DPRD Sumut Dorong Pemerintah Bangun RS Korban Narkoba

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, mengajak warga Sumut, khususnya di Kota Medan agar menjaga keluarga dari bahaya narkoba. Pasalnya, tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut berbanding lurus dengan tingginya tingkat kejahatan, terutama di kalangan remaja.

“Seringnya terjadi pencurian, begal, rampok, setelah ditelusuri sebagian besar pelakunya adalah pemakai narkoba. Saya minta kepada ibu-ibu agar memantau anak-anaknya,” ucap Baskamu Ginting, Senin (23/10/2023).

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan posisi sentral seorang ibu di rumah tangga harus dapat memantau dan memberi pengertian kepada anak-anak terkait bahaya narkoba.

“Seorang ibu lebih banyak memiliki waktu melihat anak-anaknya dan berbicara kepada mereka. Tanamkan pendidikan moril dan agama, jangan biarkan anak-ana kita salah pergaulan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan agar para warga dapat memberikan informasi untuk membantu aparat penegak hukum memberantas peredaran narkoba. Baskami juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memutuskan rantai peredaran narkoba tersebut.

“Sekarang sudah ada media sosial, kita harus manfaatkan, segera laporkan bila ada praktik peredaran narkoba di sekitar kita,” katanya.

Baskami menjelaskan, perjuangan dirinya sebagai seorang anggota dewan juga belum selesai. Ia bertekad untuk mendorong pemerintah agar membangun rumah sakit rehabilitasi untuk korban penyalah gunaan narkoba.

“Kita masih mau berjuang terus, sampai angka peredaran narkoba di Sumut ini turun signifikan. Kita akan terus mendorong agar rumah sakit rehabilitasi narkoba segera dibangun,” pungkasnya. (map/ram)