Home Blog Page 1044

Bawaslu Kabupaten/Kota Diinstruksikan Segera Tertibkan Baliho Capres dan Cawapres Demi Estetika

SEMBARANGAN: Baleho partai politik terpasang sembarangan di Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara menginstruksikan Bawaslu 33 Kabupaten/Kota dan meminta Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk berkolaborasi melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) dari Partai Politik, Bacelag hingga Bacapres.

“Kita meminta kepada seluruh Pemda dan Bawaslu Kabupaten/Kota, menyarankan agar menertibkan baleho-baleho, yang mengganggu kenyamanan, ketertiban dan keindahan kota,” sebut Ketua Bawaslu Sumut, Aswin Diapari Lubis saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (23/10/2023).

Aswin menjelaskan ada dua katagori baleho-baleho yang terpasang di fasilitas umum di ruas jalan hingga ruang terbuka umum. Pertama, baleho bersifat APS harus dilakukan penertiban oleh Pemda. Sedangkan yang kedua, APS terindikasi APK harus diterbitkan Bawaslu Kabupaten/Kota.

“Jadi, rencana begini sudah kita sampaikan, selama belum penetapan DCT Caleg, kemudian Bacapres. Makanya, di katagori APS. Kalau melanggar ketertiban harus ditertibkan oleh Pemda dan Bawaslu Kabupaten/Kota,” kata Aswin.

Aswin mengungkapkan untuk APS yang terindikasi kampanye adalah unsur ajakan di Baleho itu, menyangkut persoalan. Namun, tidak ada menyebut atau mengajak untuk memilih memilih dia. Tapi, ciri-ciri ada gambar paku di nomor, ada nomor urut, citra diri, istilah dirinya begini-begini. Hal itu, sudah masuk terindikasi APK.

“Jadi, itu sudah unsur kampanye, bukan APS dia, itu (Bawaslu Kabupaten/Kota) segara ditertibkan dengan cara memanggil pengurus parpol. Baik DPD, DPC, dan Kecamatan, untuk menerbitkan Baleho mereka masing-masing,” ucap Aswin.

Disisi lain, Aswin mengungkapkan menyangkut pemasangan baleho-baleho sembarangan. Hal itu, ada wewenang dari Pemkab/Pemkot. Dimana, Bawaslu Kabupaten/Kota harus segara kordinasi tentang keterlibatan, keindahan dan estetika kota.

“Itu wewenang dari Pemda, untuk menertibkan baleho yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan Kabupaten/Kota, masing-masing,” ujar Aswin.

“Baleho-baleho terindikasi APK, makanya perintahkan Bawaslu Kabupaten/Kota, untuk ditertibkan,” jelas Aswin.

Aswin menambahkan saat dirinya kunjungan kerja ke sejumlah Bawaslu Kabupaten/Kota sudah mengingatkan jajarannya, untuk mengambil langkah-langkah terhadap baleho-baleho tersebut, dimulai tindakan persuasif dilakukan.

“Saya sudah keliling ke sejumlah Bawaslu Kabupaten/Kota menyampaikan untuk melakukan tindakan tegas, yang ditemukan tindakan persuasif kepada partai-partai yang ada setiap Kabupaten/Kota,” tandas Aswin.(gus/ram)

Dugaan Pencabulan dan Pelecehan Seksual, Sejumlah Pihak Coba Damaikan Pemilik Ponpes dengan Korban

PENJARA: Pemilik Ponpes di Padangtualang berinisial K akhirnya dipenjarakan polisi.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan pencabulan dan pelecehan seksual yang melibatkan oknum pemilik pondok pesantren berinisial K, mendapat intervensi sejak proses penyelidikan. Teranyar kasus ini disebut-sebut sudah terjadi perdamaian.

Kasi Humas Polres Langkat, AKP S Yudianto angkat bicara menyikapi hal tersebut. Dia menegaskan, tidak ada perdamaian dalam kasus tersebut.

“Gak ada berdamai, tapi gak tahu ya di kampungnya sana. Kanit PPA Polres Langkat barusan ditanya, belum dapat kabar,” ujar Yudianto, Senin (23/10/2023).

Namun, menurut dia, ada sejumlah pihak yang berupaya mendamaikan kasus tersebut. Artinya, diduga penyidik mendapat intervensi dari sejumlah pihak agar kasus tersebut tidak naik ke tahap penyidikan.

“Kalau mau berdamai sebelum dia ditahan, sudah banyak kali orang yang berusaha mendamaikan antara pelaku dan korban,” ujar Yudianto.

Terpisah, Pendamping Korban dari UPTD PPA Pemkab Langkat, Malahayati menyebut, belum mendapat informasi adanya perdamaian yang telah terjadi antara korban dengan pelaku. “Belum ada saya dengar. Cuma memang keluarga pelaku melalui istrinya, sudah berulang kali mendatangi keluarga korban,” ujar Malahayati.

Begitu pun jika nantinya perdamaian terjadi, harusnya pihak keluarga korban memberitahu UPTD PPA Langkat. “Harusnya pihak kita diberitahu kalau misal perdamaian itu terjadi. Karena apa, biar kita buat surat pemberhentian pendampingan terhadap korban,” pungkasnya.

Sebelumnya, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat akhirnya memenjarakan pemilik pondok pesantren di Kecamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat berinisial K, Selasa (17/10/2023). Hasil penyelidikan polisi akhirnya menetapkan pria bergelar LC ini sebagai tersangka, dalam dugaan pelecehan dan pencabulan terhadap seorang santriwati.

Dugaan pencabulan dan pelecehan seksual ini berawal dari pengaduan orang tua korban berinisial A yang berdomisili di Kecamatan Sei Lepan. Adapun pengaduan dimaksud bahwa anaknya yang masih di bawah umur berusia 14 tahun diduga menjadi korban pada Jum’at (25/8/2023).

Pelapor mengetahui anaknya menjadi korban dari adiknya. Tersangka diduga melakukan pelecehan dan pencabulan dengan cara mengelus-elus pada beberapa titik bagian tubuh korban.

Seperti tangan, punggung, paha hingga memegangi kaki korban. Peristiwa K diduga melakukan pelecehan dan pencabulan terjadi pada Minggu (20/8/2023).

Oleh polisi, K disangkakan dengan pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E tentang perubahan atas UU No 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun. Diketahui, korban dugaan pencabulan pelecehan seksual diduga mengalami trauma berat.

Korban sebut saja Bunga yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Tidak hanya Bunga, diduga juga ada korban lainnya yang jumlah disebut-sebut lebih dari 2 orang. (ted/ram)

Hari Santri, KPU Sumut Gelar Nobar Film Kejarlah Janji

NONTON BARENG: KPU Sumut mengadakan nonton bareng film berjudul Kejarlah Janji di Pesantren Darul Arafah, Minggu (22/10/2023).Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara menggelar nonton bareng film yang berjudul Kejarlah Janji sat Hari Santri di Pesantren Darul Arafah, Minggu (22/10/2023).

Komisioner KPU Sumut Divisi SDM, Robby Effendy menilai, alur film tersebut berorientasi untuk mengajak generasi muda sadar politik dan tak golput. Film tersebut bergenre drama komedi, yang mengajak dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif pada Pemilu 2024 mendatang.

“Suasana komedi satir terasa, dan pas untuk tontonan milenial dan pemilih pemula. Judulnya ‘Kejarlah Janji’, Mirip anjuran. Agar menagih sesuatu yakni Janji!” kata Robby, Senin (23/10/2023).

“Saya pikir terkait dengan janji para calon pemimpin bangsa. Ternyata janji yang dikejar adalah seorang Pak Lurah tampan yang diperankan cukup apik oleh Ibnu Jamil,” urai Robby.

Hadir dalam kesempatan ini, Ketua KPU Sumut Agus Arifin, pimpinan pondok pesantren, Sekretaris KPU Sumut dan guru pondok. Film ini diproduksi oleh KPU RI, yang bekerjasama dengan Asta Jaya Centra Cinema, Padi Creative dan Garin Workshop.

Nobar digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada beberapa pesantren di seluruh Indonesia. Di Sumut, sambung Robby, film ini diputar perdana di Pesantren Darul Arafah, sekaligus merayakan Hari Santri.

“Secara tema untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif di pemilu 2024. Namun di sisi lain, agar kita juga memaknai Pemilu sebagai kebudayaan, bukan sekedar kontestasi kekuasaan,” tukasnya. (ted/ram)

Pelindo Grup Gelar Pentas Seni Daur Ulang dan dan Bina Kampung di Belawan

KAMPUNG PELINDO: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional 1 dan Sub Holding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) berkolaborasi menggelar Lomba “Penataaan Lingkungan Kampung Pelindo dan Pentas Seni Daur Ulang” di Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional 1 dan Sub Holding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) berkolaborasi dengan gelar Lomba ‘Penataaan Lingkungan Kampung Pelindo dan Pentas Seni Daur Ulang’ di Belawan.

Sekretaris Perusahaan Pelindo Multi Terminal, Fiona Sari Utami, ketika dikonfirmasi, Senin (23/10/2023), mengatakan, masalah sampah menjadi persoalan klasik yang perlu mendapat perhatian masyarakat dan daur ulang menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengatasi masalah penumpukan sampah, khususnya daur ulang sampah plastik yang sulit terurai di alam.

“Program ini merupakan kegiatan kolaborasi Pelindo Regional 1 dan Sub Holding Pelindo Multi Terminal, dimana kami juga mengajak kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah setempat untuk bersama-sama mengedukasi dan mengajak untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menata lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini dimulai dengan adanya edukasi tentang penataan lingkungan, adanya perlombaan penyeleksian kampung binaan Pelindo di Kecamatan Belawan sebagai wilayah terdekat Pelabuhan dan kegiatan pentas seni daur ulang oleh masyarakat.

“Kampung yang terpilih akan kami bina dan harapannya akan menjadi contoh untuk bisa membangun budaya kebersihan dan menata lingkungan dengan baik sehingga dapat menularkan kepada lingkungan lainnya sekitarnya,” ucap fiona.

Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum Regional 1 Kasih Dwi Yanti, menambahkan bahwa edukasi kebersihan lingkungan dan kampanye daur ulang sampah ini diharapkan akan terus berkesinambungan.

“Jika pemanfaatan daur ulang semakin gencar dilakukan, diharapkan jumlah sampah yang berada di lingkungan akan semakin berkurang dan untuk itu kami berkomitmen untuk menumbuhkan semangat dan mengembangkan kampung yg akan dibina Pelindo dalam penataan lingkungan,” ungkapnya.

Kepedulian Pelindo Group ini juga menjadi harapan bagi Kecamatan Medan Belawan. Robby Kurniawan selaku Sekretaris Camat Medan Belawan mengatakan, lewat gelaran Lomba “Penataan Lingkungan Kampung Binaan Pelindo dan Pentas Seni Daur Ulang” ini masyarakat Belawan bersama-sama dengan Pelindo agar mampu mengatasi masalah kebersihan di Kecamatan Medan Belawan ini.

Berdasarkan hasil seleksi penataan kampung dan lingkungan yang dilakukan Pelindo Regional 1 dan Sub Holding Pelindo Multi Terminal, setidaknya terpilih 2 kampung yang akan dibina Pelindo ke depannya, yakni kampung Kelurahan Bagan Deli (Lorong 1 Umum) dan Kampung Kelurahan Belawan II (Jalan Ciamis Timur Lingkungan 12).

Gelaran lomba yang diikuti 10 Perwakilan Lingkungan dari 6 Kelurahan di Kecamatan Medan Belawan yang meliputi Kelurahan Belawan I, Belawan II, Belawan Bahagia, Belawan Bahari, Sicanang, dan Bagan Deli ini merupakan kelanjutan program workshop pengelolaan lingkungan dan urban farming yang telah dilaksanakan sejak bulan Juli 2023.(mag-1/ram)

PUD Pasar Medan Ajak Pedagang Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Digital

NARASUMBER: Dirut PUD Pasar Medan Suwarno saat menjadi narasumber pada diskusi publik yang diadakan DPD Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Milenial Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PUD Pasar Kota Medan mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi guna mengembangkan ekosistem digital pada pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Hal ini disampaikan Dirut PUD Pasar Medan Suwarno pada diskusi publik yang diadakan DPD Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Milenial Medan.

Suwarno hadir sebagai narasumber bersama dengan tokoh pedagang pasar tradisional Mefral Lubis, dan Ketua HIPMI Sumut Ade Jona Prasetyo.

Pada diskusi yang dimoderatori Dedy Harvey itu, Suwarno menjelaskan bahwa Wali Kota Medan, Bobby Nasution terus mendorong digitalisasi terhadap pelaku UMKM.

“Digitalisasi tersebut mencakup promosi, penjualan, hingga pembayaran,” ucap Suwarno, Senin (23/10/2023).

Dikatakan Suwarno, PUD Pasar selalu menilai bahwa pedagang merupakan aset. Sebab tanpa adanya pedagang, maka PUD Pasar Medan tidak ada artinya. Oleh karena itu mengenai digitalisasi, PUD Pasar berkomunikasi, berkordinasi dan berkolaborasi dengan instansi ataupun lembaga terkait.

“Satu diantaranya dengan organisasi mahasiswa yang akan mengembangkan marketplace yang bisa dimanfaatkan pedagang kita,” ujarnya.

Diterangkannya, penumbuh kembangan ekosistem digitalisasi di pasar tradisional oleh PUD Pasar Medan bertujuan agar pedagang di pasar tradisional dapat beradaptasi dengan digitalisasi dan bisa mendongkrak pendapatan pedagang.

Tak hanya itu, kolaborasi dengan perbankan maupun marketplace juga terus didorong untuk mendukung digitalisasi di pasar terjalin. Sosialisasi dan edukasi ke pedagang mengenai pengembangan lewat online juga terus dilakukan lewat jajaran di pasar-pasar.

“Sebagian pedagang ada yang telah mencobanya, salah satu contoh di Pasar Petisah. Ada pedagang sayur yang memanfaatkan marketplace semenjak Covid-19, awalnya karena satu hal yang baru, pedagang sayur tadi agak kerepotan. Namun kini, justru membantunya dari sisi pendapatan. Karena pelanggannya tak hanya yang datang ke kedainya saja, tapi ada juga yang dari online. Saya yakin di pasar-pasar lain juga ada yang telah mencoba beradaptasi dengan memanfaatkan penjualan lewat online,” beber Suwarno.

Suwarno juga mengajak para pedagang agar beradaptasi dengan digitalisasi di era yang serba digital seperti sekarang ini. Hal itu akan didukung dengan berkolaborasi dan komunikasi dengan instansi ataupun lembaga terkait agar dapat memberi pelatihan dan pemahamaan lebih mendalam kepada pedagang untuk memanfaatkan digitalisasi dalam mendorong meningkatnya penjualan atau pendapatan pedagang.
(map/ram)

HUT ke-23, Epson Indonesia Gelar Kegiatan Sosial

POHON: Karyawan Epson Indonesia saat merayakan HUT ke-23 tahun.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Epson Indonesia merayakan ulang tahun yang ke 23 dengan menggelar berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, bantuan pendidikan dan melanjutkan rangkaian program penanaman 6.000 pohon hingga tahun 2027.

Penanaman pohon dimulai sejak Epson menginjak usia ke 22 sebagai bentuk komitmen dan kepedulian Epson terhadap program ramah lingkungan, ini dibuktikan dengan mengubah industri dengan solusi berkelanjutan (sustainability).

Epson mengklaim dalam kurun waktu Tahun Fiskal 22 (FY22) hingga Tahun Fiskal 23 telah menanam 2253 pohon, penanaman dimulai di pusat bisnis Cibis Park, Jakarta sebanyak 30 pohon dan 200 pohon ditanam karyawan Epson Indonesia.

Tahun Fiskal 23 Epson baru saja menanam 1000 pohon di Taman Nasional Sanggabuana Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama Epson Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan dukungan kepada dunia pendidikan di Indonesia dengan menyalurkan bantuan prasarana pendidikan ke sekolah-sekolah di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Menurut Nolly Dhanurendra selaku Head of Brand & Communication Epson, dalam waktu dekat penanaman pohon berikutnya akan ditanam di Kalimantan.

“Dalam waktu dekat November 2023 rencananya akan ditanam 1013 di Kalimantan hingga akhirnya tercapai 6.000 pohon hingga FY27,” ujar Nolly

“Setelah ini, tambah Nolly akan ditanam 1.000 pohon di Bentok Darat Tanah Laut Kalimantan, ini merupakan salah satu bagian kontribusi Epson Indonesia pada lingkungan sekitar melalui Epson Forest dan diharapkan sampai dengan FY27 target 6000 pohon bisa tertanam”, pungkas Nolly. (rel/ram)

Santri Harus Jadi Insan Cerdas, Peduli Sesama, Berkontribusi Positif Bagi Masyarakat

HARI SANTRI: Wali Kota Medan Bobby Nasution menghadiri upacara Hari Santri Nasional Kota Medan Tahun 2023 di Pondok Pesantren Ulumul Quran Jalan Timur Ujung Medan, Minggu (22/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upacara Hari Santri Nasional Kota Medan Tahun 2023 berlangsung lancar dan penuh khidmat di halaman Pondok Pesantren Ulumul Quran Jalan Timur Ujung Medan, Minggu (22/10/2023).

 Wali Kota Medan Bobby Nasution menjadi pembina upacara dalam upacara yang digelar untuk memperingati perjuangan serta peran para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tersebut.

 Upacara yang diikuti para santri yang berasal dari seluruh pesantren di Kota Medan ini diawali dengan pembacaan Ikrar Santri Indonesia. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila yang dibacakan orang nomor satu di Pemko Medan ini dan diikuti seluruh santri.

 Dalam arahannya menyampaikan sambutan tertulis Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Bobby Nasution menyampaikan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri.

 Dikatakannya, penetapan tanggal itu merujuk tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Sejak ditetapkan tahun 2015, kita setiap tahunnya rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda,” kata Bobby Nasution.

 Peringatan Hari Santri 2023 ini, kata Bobby Nasution, mengangkat tema “Jihad Santri Jayakan Negeri” yang  memiliki makna mendalam. Kata “jihad” dalam Islam, jelasnya, bukanlah sebatas pertempuran fisik, melainkan perjuangan secara keseluruhan yang mencakup perjuangan untuk menguatkan iman, memperdalam ilmu dan memperbaiki diri.  “Hari ini akan merenungkan bagaimana peran santri sebagai pilar keagamaan dan keilmuan dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa,” ungkapnya.

 Sebagai santri, bilang Bobby Nasution, tidak hanya berkewajiban memahami ajaran agama dengan baik, tetapi juga bertanggung jawab untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam tindakan dan perilaku sehari-hari.

 “Santri harus menjadi contoh yang baik dalam masyarakat menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, toleransi dan persaudaraan. Tentunya, kita juga harus mengingat betapa besar peran para santri dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Mereka terlibat dalam berbagai peristiwa penting yang membentuk kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

 Lebih lanjut,menantu Presiden Joko Widodo ini mengatakan, Hari Santri bukanlah milik santri semata, tapi milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, semua masyarakat Indonesia apapun latar belakangnya diajak untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri.

 “Semangat jihad mereka dalam menjalankan ajaran agama dan perjuangan untuk kemerdekaan sangat patut kita teladani. Hari santri adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan peran kita dalam menjayakan negeri ini. Sebagai generasi penerus, kita harus terus belajar dan berusaha untuk mencapai kesempurnaan dalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum,” paparnya.

 Itu sebabnya, kata Bobby Nasution, para santri harus menjadi insan yang cerdas, peduli terhadap sesama dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Oleh karenanya ia mengajak semua untuk merenungkan dan mengamalkan semangat jihad santri dalam kehidupan sehari-hari.

 “Perjuangan kita bukanlah perjuangan fisik semata, melainkan perjuangan untuk memerangi kebodohan, ketidakadilan, kemiskinan dan semua bentuk ketidaksetaraan. Bersama-sama, kita bisa menjayakan negeri ini dengan membawa perubahan yang positif dan berkelanjutan,” ajaknya.

 Ditambah lagi, lanjut Bobby Nasution, negara Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang kompleks. Di tengah dinamika global yang terus berubah, santri memiliki peran kunci dalam menjaga keutuhan nilai-nilai keagamaan dan moral dalam masyarakat.

 “Mari kita bersatu, terus berjuang dan menjalankan peran sebagai agen perubahan yang membawa kemajuan bagi negeri ini. Terakhir, saya mengajak kita semua untuk selalu berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan kita petunjuk, kekuatan, dan kesabaran dalam menjalani perjuangan sebagai santri,” pungkasnya. (rel)

Lapas Pematangsiantar Ciptakan Rasa Aman dan Pembinaan WBP Bermanfaat

Pembinaan keahlian mandiri WBP di Lapas Kelas II Pematangsiantar.(ist/SUMUT POS)

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, menerapkan pembinaan, pelayanan hingga memberikan keamanan bagi Wargabinaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas tersebut.

Kepala KPLP Pematangsiantar, E Siregar menjelaskan dalam program pembinaan bagi WBP, pembinaan kemandirian yaitu dalam bentuk budidaya ikan, perkebunan hidroponik, bata press, bakery, kerajinan meuble dan miniatur serta tenun Ulos manual. Kemudian, pembinaan keahlian seperti pangkas hingga perbengkelan dan lain-lainnya.

“Tidak terlepas, dalam program pembinaan Lapas memberikan pembinaan kepada WBP, dalam bentuk pembinaan kemandirian dan pembinaan kerohanian,” ucap E Siregar dalam keterangannya, Senin (23/10).

Program tersebut, E Siregar mengungkapkan bahwa sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Kepala Lapas Pematangsiantar, M.Pithra Jaya Saragih. Ia mengatakan pembinaan yang mereka lakukan dalam bentuk pembekalan kepada WBP, sebagai modal keterampilan dia.

“Ketika bebas dapat menciptakan peluang untuk mencari nafkah atau membuka lapangan pekerjaan baru,” jelas E Siregar.

Tidak sampai disitu saja, E Siregar mengatakan pihaknya, dalam memberikan situasi yang aman dan kondusif di dalam Lapas. Ia mengungkapkan merupakan salah satu kunci yang utama dalam terwujudnya program pembinaan di dalam Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

“Lapas kelas IIA pematangsiantar melakukan Razia Rutin, Minggu 22 Oktober 2023 sekitar pukul 22.00 WIB di 05 kamar hunian atau blok hunian, yaitu 3 kamar di Blok Beringin termasuk 2 kamar di blok Enggang,” ucap E.Siregar.

Dalam razia tersebut, dilakukan tim Pengamanan Lapas kelas IIA Pematangsiantar yang dibagi menjadi dua tim atau Regu. Alhasil, yang didapat dalam Razia yaitu 3 buah Sendok yang diasah menjadi tajam 1 buah Gunting, 1 buah Pinset 2 buah korrk mancis dan seutas kabel Dan kemudian di data dan dimusnahkan dengan cara di bakar.

Beberapa waktu lalu, E Siregar mengatakan Lapas Lapas Pematangsiantar diterpa isu-isu negatif, yang kerap terjadi salah satunya adanya tudingan, dari seseorang yang mengaku sebagai orang tua dari mantan WBP yang telah dipindahkan ke Lapas lain, bernama M.Rivay Siregar.

“Namun yang sangat disayangkan, laporan tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan. Setelah kita lakukan penelusuran menggunakan System Database Pemasyarakatan (SDP) tidak ditemukan adanya nama orang tua WBP bernama M.Rivay Siregar dan juga telah di konfirmasi kepada WBP Rudiansyah Siregar yang berada di Lapas Labuhan Ruku yang bersangkutan tidak mengenal M.Rivay Siregar dan orang tua WBP tersebut bernama Nomba Siregar bukan M.Rivay Siregar,” jelasnya.

Ia menyampaikan Hal tersebut sangat disayangkan karena Lapas kelas IIA Pematangsiantar telah melakukan pembenahan dengan cara meningkatkan Pelayanan Pubkik baik kepada WBP maupun kepada masyarakat luas, dan ini berdampak negatif kepada nama baik institusi.(gus)

Hari Santri di Labuhanbatu, Usung Tema Jihad Santri Jayakan Negeri

PAWAI: Santri menggelar pawai peringatan Hari Santri di Labuhanbatu, yang mengusung tema ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga mengatakan, jihad dalam Islam bukanlah sebatas pertempuran fisik. Melainkan perjuangan secara keseluruhan, yang mencakup perjuangan untuk menguatkan iman, memperdalam ilmu, dan memperbaiki diri.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembina pada Upacara Peringatan Hari Santri di Lapangan Ika Bina, Rantau Utara, Minggu (22/10). Erik juga menjelaskan, sejak ditetapkan pada 2015, Hari Santri diperingati rutin setiap tahun dengan tema berbeda. Untuk 2023 ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’, yang punya makna mendalam.

“Sebagai santri, kita tidak hanya berkewajiban memahami ajaran agama dengan baik, tapi juga bertanggung jawab untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam tindakan dan perilaku kita sehari-hari,” ungkap Erik.

Erik menjelaskan, peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata, Hari Santri adalah milik semua komponen bangsa yang mencintai Tanah Air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, masyarakat Indonesia, apapun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napaktilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia.

“Semangat jihad mereka dalam menjalankan ajaran agama dan berjuang untuk kemerdekaan, sangat patut kita teladani. Hari Santri adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan peran kita dalam menjayakan negeri ini. Sebagai generasi penerus, kita harus terus belajar dan berusaha untuk mencapai kesempurnaan dalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Erik mengajak semua yang hadir untuk selalu berdoa agar Allah Subhanahu wa Taala senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan kesabaran dalam menjalani perjuangan sebagai santri yang berkomitmen pada ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’. Semoga peringatan Hari Santri tahun ini menjadi titik awal bagi semua untuk lebih bersemangat dan berkontribusi positif bagi negeri, agama, dan bangsa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian doorprize dan pawai. Turut hadir pada upacara ini, Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kasdim 0209/LB, Kepala Kantor Kemenag Labuhanbatu, Kabagren Polres Labuhanbatu, para Asisten Pemkab Labuhanbaru, beberapa Kepala OPD, para santri, dan pengurus pondok pesantren, insan pers, dan hadirin lainnya. (fdh/saz)

Karo Ingin Perluas Pasar Hasil Pertanian

istimewa AUDIENSI: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang melakukan audiensi dengan (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (20/10).

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang melakukan audiensi dengan (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (20/10).

Dalam pertemuan tersebut bupati menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang pembeli dari Amerika, Tiongkok, Belanda, Singapura, Korea, Malaysia dan Thailand dengan harapan memperluas pasar hasil pertanian dari Kabupaten Karo.

“Ada beberapa negara kita undang dan mereka semua buyer- pembeli. Kita harap pasar hasil pertanian Karo semakin luas sehingga kesejahteraan petani semakin baik,” kata bupati.

Lebih lanjut bupati juga mengatakan melalui event Karo Agro Expo 2023, penyelenggara juga akan memperkenalkan berbagai teknologi pertanian kepada para petani di Karo, sehingga para petani bisa mengurangi biaya produksi dengan hasil yang lebih besar serta memahami pentingnya menjaga kualitas tanaman.

“Kita juga akan memperkenalkan teknologi pertanian kepada petani Kita di sana, teknologi yang mampu menghemat tenaga, cost dan hasil yang lebih besar,” tambahnya. Sementara itu, Pj Gubernur Sumut mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Karo dalam penyelenggaraan Karo Agro Expo 2023.

Dia berharap Karo Agro Expo bisa meningkatkan pertanian di Sumut, terutama di Kabupaten Karo khususnya untuk memperluas pasar hasil pertanian dari Kabupaten Karo hingga ke mancanegara.

“Saya pribadi senang dengan event seperti ini, tentu kita akan memberikan dukungan penuh agar acara ini terlaksana dengan baik,” kata Pj Gubernur.

“Even seperti ini tentu baik untuk sektor pertanian, tetapi kita harap tidak hanya berhenti di situ saja, harus ada kelanjutannya, bukan hanya untuk perdagangan, tetapi juga untuk petani kita sendiri,” lanjutnya.

Karo Agro Expo akan berlangsung mulai 23 November hingga 25 November 2023 di Hotel Sibayak Internasional, Berastagi. Selain pameran hasil pertanian, event ini juga diisi seminar untuk mengedukasi petani-petani di Sumut, antara lain pembuatan pupuk organik, penggunaan media tanam arang aktif dan lainnya. (deo/azw)