Home Blog Page 1075

Tuppak Aritonang dan Siti Sihombing Korban Lakalantas di Dairi, Keluarga Ucapkan Terima Kasih

KORBAN: Pasangan Suami istri Tuppak Aritonang dan Siti Sihombing, semasa hidup, yang merupakan korban lakalantas di Kabupaten Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Keluarga korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Lae Renun, Desa Batu Gungun, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Palemon Aritonang (38), dan Riko Kabul Aritonang, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak.

“Semua pihak telah berupaya keras mencari, menemukan, dan mengevakuasi jenazah ayah kami, Tuppak Aritonang,” ungkap Palemon di Sidikalang, belum lama ini.

Sementara itu, pencarian terhadap ibu mereka, Siti Sihombing, belum membuahkan hasil.

Menurut Palemon, pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, serta Basarnas, dibantu masyarakat, sudah mengerahkan segala energi. Dan saat ini, diketahui, pencarian telah dihentikan.

“Kami sudah ikhlas atas kepergian bunda. Tenanglah di sisi-Nya,” tutur Palemon lagi.

“Kami pun mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak, yang telah berkontribusi dalam pencarian ayah dan bunda kami,” pungkasnya.

Sperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri Tuppak Aritonang dan Siti Sihombing, hanyut ke sungai terbawa mobil angkutan PT Pesona Alam Sumatera (PAS) Transport, yang mereka tumpangi, Minggu, 17 September 2023 lalu. Diketahui, rem mobil angkutan tersebut lepas pada lintasan menurun, dalam kondisi mesin menyala.

Kasatlantas Polres Dairi, AKP Herliandri mengatakan, korban berangkat dari Desa Lau Kersik hendak melayat ke Desa Lau Mill. Dalam perjalanan, mobil angkutan yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Sopir Bangin Silaban, saat itu berada di luar, sementara penumpang lain, Risnawan Lumban Gaol, selamat dengan cara melompat. (rud/saz)

RSUD Doloksanggul Dikritik, Keselamatan Pasien Diminta Diutamakan

Istimewa KRITIK: Anggota Fraksi Partai Gerindra-Demokrat, Darwin Sarman Marbun, saat sampaikan pendapat akhir fraksi pada Rapat Paripurna Ranperda APBD Kabupaten Humbahas TA 2024, Jumat (6/10).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Gerindra-Demokrat DPRD Humbanghasundutan (Humbahas), mengkritik kinerja RSUD Doloksanggul. Fraksi ini, pun meminta agar pihak rumah sakit pelat merah ini, lebih mengutamakan keselamatan pasien daripada adminitrasi.

Hal itu disampaikan Darwin Sarman Marbun, pada pendapat akhir fraksi di Rapat Paripurna terhadap Ranperda APBD Kabupaten Humbahas Tahun Anggaran (TA) 2024, dan Perubahaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2021-2026, Jumat (6/10) lalu.

Darwin juga mengaku, Fraksi Partai Gerindra-Demokrat sering mendapat keluhan dari masyarakat terkait pelayanan RSUD Doloksanggul.

“Apabila masyarakat harus dirujuk ke rumah sakit, agar benar-benar diprioritaskan, dengan memastikan pasien tersebut ditangani di rumah sakit yang dituju. Karena selama ini, sering masyarakat mengeluh, karena harus melakukan antrean beberapa jam, baru ada penanganan dari rumah sakit,” ungkap Darwin.

Darwin juga menjelaskan, seharusnya RSUD Doloksanggul yang memiliki motto, ‘Kesembuhan dan Kepuasan Pasien adalah Kebanggan Kami’, dengan pelayanan PRIMA, profesional, ramah, informatif, manusiawi, aman, sesuai harapan masyarakat.

“Jadi kami Fraksi Gerindra-Demokrat, berharap RSUD Doloksanggul dan BPJS, dapat meningkatkan pelayanannya. Rumah sakit harus lebih mengutamakan keselamatan pasien daripada adminitrasi, sesuai dengan mottonya,” pungkasnya. (des/saz)

Bobby Nasution Bangun Kota Medan Demi Perubahan Positif dan Berkelanjutan

BERSAMA: Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa waktu lalu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan bahwa APBD Kota Medan senilai Rp7 triliun digunakan semaksimal mungkin untuk membenahi Kota Medan.

 “Yang hari ini kita lihat dan kita rasakan adalah upaya kami untuk membenahi Kota Medan. Anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan membangun untuk kepentingan pribadi,” kata Bobby.

 Memang dari pantauan di lapangan, saat ini pembangunan Kota Medan sangat massif. Infrastruktur berupa jalan, drainase, jembatan, gedung-gedung bersejarah semua dibenahi dalam tempo tiga tahun terakhir.

 Bobby berharap masyarakat mendukung dan memaklumi jika proses pembangunan ini menganggu kenyamanan sejumlah pihak.  Dan proses pembangunan yang jor-joran dilakukan Bobby ini tentu saja mendapatkan banyak dukungan. Di antaranya dari Ade Jona Prasetyo, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut. “Saya sangat antusias dan mendukung sepenuh hati pembangunan yang sedang berlangsung di kota Medan,” kata Jona Minggu (8/10/2023).

  Kata Jona, pembangunan ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan Kota Medan. “Saya ingin menyampaikan apresiasi besar kepada Wali kota dan seluruh tim yang telah bekerja keras untuk mewujudkan visi ini,” ujar Jona.

 Jona yang juga Bakal Calon Legislatif yang akan bertarung memperebutkan kursi DPR RI dari Partai Gerindra itu menyadari bahwa pembangunan membuat kenyamanan terganggu.

 “Memang benar, pembangunan ini sementara waktu menciptakan beberapa tantangan seperti kemacetan dan banjir. Namun, saya percaya bahwa tujuan jangka panjangnya sangat bermanfaat untuk masyarakat dan ekonomi kota kita. Kami yakin bahwa dengan perencanaan yang matang dan kerjasama erat antara pemerintah dan komunitas usaha, kita akan mencapai hasil yang luar biasa,” papar Jona lagi.

 Lanjut Jona, pihak HIPMI Sumut pun siap berkontribusi dalam memastikan kesuksesan pembangunan di Kota Medan.  “Kami juga mengundang masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses ini dengan memberikan masukan dan dukungan mereka. Bersama-sama, kita akan membawa kota Medan menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rel)

Tim Pengabdian Masyarakat USM Indonesia, Ajari Istri-istri Nelayan Produksi Abon Kerang

BERSAMA: Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia, diabadikan bersama di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sabtu (30/9).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat DRTPM 2023, telah melakukan kegiatan pengembangan usaha kerangbulu di masyarakat Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, 30 September 2023 lalu.

Adapun tim tersebut, diketuai Lia Rosa Veronika Sinaga, bersama 2 anggota lainnya, yakni Malemta Tarigan, dan Yosy Cinthya Eriwaty Silalahi, dibantu 5 mahasiswa USM Indonesia.

“Kegiatan ini dilakukan terhadap istri-istri nelayan untuk mengisi waktu, dan mendapatkan inovasi baru dalam membuat produk dari kerang. Dengan melatih istri-istri nelayan untuk membuat abon dari kerangbulu, diharapkan dapat menambah UMKM yang ada di Indonesia. Sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat Pematang Cengal,” ungkap Lia, baru-baru ini.

Selain diolah menjadi kerang rebus dengan bumbu kacang nenas yang biasa dijual oleh pedagang kerang, lanjut Lia, kerang dapat juga diolah menjadi abon kerang. Keuntungan abon kerang, mempunyai umur simpan yang lebih lama.

“Abon kerang biasanya memiliki umur simpan yang lebih lama daripada kerang segar ataupun beku. Ini membuatnya lebih praktis untuk disimpan dan dijual dalam jangka waktu yang lebih lama,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut dia menuturkan, keuntungan lainnya adalah kemudahan dalam penyimpanan dan pengiriman.

“Abon kerang lebih mudah disimpan dan dikirim, daripada kerang segar yang memerlukan pendinginan. Ini membuatnya lebih sesuai untuk distribusi jarak jauh atau pengiriman. Selain itu, dapat ditambahkan varian rasa. Abon kerang dapat dibumbui dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah, sehingga memberikan varian rasa yang beragam. Ini dapat menarik lebih banyak konsumen yang mencari variasi dalam cita rasa,” kata Lia.

Lia juga mengatakan, proses pengolahan abon kerang melibatkan pemrosesan panas yang membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya. Sehingga, abon kerang cenderung lebih aman dari segi kebersihan, dibandingkan dengan kerang segar yang rentan terhadap kontaminasi.

Menurutnya, abon kerang juga tidak memerlukan banyak persiapan sebelum dikonsumsi. Ini membuatnya praktis untuk dinikmati sebagai camilan atau tambahan dalam berbagai hidangan.

“Abon kerang dapat digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk nasi, mie, kudapan, atau sebagai tambahan dalam salad. Ini memberikan fleksibilitas dalam penggunaan produk ini dalam berbagai resep,” sebut Lia.

Lia menjelaskan, abon kerang cenderung lebih tahan lama di rak toko daripada kerang segar, yang memiliki umur simpan sangat pendek. Abon kerang pun memiliki potensi pasar yang lebih luas, karena dapat menjangkau konsumen yang mungkin tidak memiliki akses mudah ke kerang segar atau lebih suka produk kerang yang praktis dan tahan lama.

“Dengan mengolah kerang menjadi abon, kita dapat meningkatkan nilai tambah produk tersebut, yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi daripada menjual kerang segar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi bagi dosen USM Indonesia.

“Dengan mewujudkan dosen mengajar di luar kampus, dan mahasiswa dapat belajar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan dapat menerapkan ilmunya dalam menyiapkan produk yang tahan lama, tapi tetap mempunyai nilai gizi dan tanpa pengawet,” pungkas Lia. (rel/saz)

Guru Lulus Ujian Formasi TA 2022  Minta Diprioritaskan Pengangkatan PPPK

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan guru honorer dan tenaga teknis sekolah di Kota Medan menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kota Medan. Aspirasi tersebut ditampung langsung oleh Ketua DPRD Medan, Hasyim SE bersama Sekretaris Komisi II DPRD Medan, Wong Chun Sen dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Medan, Senin (9/10/2023).

Dalam RDP tersebut, turut hadir Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Sutan Tolang Lubis.

“Total ada sebanyak 507 tenaga guru, yaitu guru kelas yang sudah lolos observasi, kami minta supaya guru-guru ini diusulkan dan diprioritaskan agar segera diangkat menjadi guru PPPK,” ucap Ketua Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) Kota Medan, Rahma.

Dikatakan Rahma, bukan tanpa alasan para guru tersebut harus segera diangkat menjadi guru PPPK. Pasalnya, para guru tersebut sudah dinyatakan lulus ujian formasi TA 2022 golongan TP (Tidak Penempatan).”Mereka sudah lulus ujian dan observasi pada formasi TA 2022 lalu. Untuk itu, mereka harus segera diprioritaskan untuk diangkat menjadi guru PPPK,” ujarnya.

Tak hanya itu, sambung Rahma, Pemko Medan juga diminta untuk segera membuka formasi untuk 56 tenaga teknis sekolah yang belum juga diangkat sebagai PPPK. “Kalau pemda yang lain membuka formasi untuk tenaga teknis, kenapa Pemko Medan tidak. Untuk itu kita meminta agar Pemko Medan segera membuka formasi untuk mereka, agar ke-56 tenaga teknis ini bisa segera diangkat sebagai PPPK,” katanya.

Pemko Medan juga diminta agar melihat RUU ASN dari sisi positif untuk kepentingan para guru honor dan renaga teknis sekolah. Diharapkan, setiap aturan yang ada tidak mempersulit guru dan tenaga teknis untuk diangkat menjadi PPPK. Sebaliknya, payung hukum tersebut diharapkan bisa memudahkan mereka untuk diangkat menjadi PPPK. “Lalu kami juga meminta agar Pemko Medan segara membuka formasi untuk guru PJOK,” tuturnya.

Mendengar keluhan para guru, Ketua DPRD Medan, Hasyim SE meminta Pemko Medan, dalam hal ini BKPSDM Kota Medan agar segera memprioritaskan para guru dan tenaga teknis yang dimaksud agar segera diangkat menjadi PPPK.

Usai pertemuan itu, Sutan Tolang Lubis mengatakan, tahun ini Pemko Medan buka formasi PPPK sebanyak 705 orang, di antaranya 608 tenaga guru dan 97 tenaga kesehatan. “Masalah pengangkatan PPPK, tentunya kita tetap akan mengikuti mekanisme yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Usai rapat, Ketua FGTT Kota Medan berharap agar DPRD Medan terus mengawal Peraturan Pemerintah (PP) terkait agar tidak merugikan para guru dan tenaga teknis sekolah dengan memprioritaskan mereka yang telah mengabdi lama, termasuk para eks K2. “Kita berharap DPRD Medan dapat terus mengawal drafnya agar tidak ada poin yang merugikan para guru dan tenaga teknis sekolah,” pungkasnya. (map)