Home Blog Page 1074

Tak Pakai Alat K3, Pekerja Proyek Drainase di Medan Tewas Akibat Kecelakaan Kerja

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tewasnya seorang pekerja proyek pembangunan drainase di Kota Medan mendapatkan perhatian serius dari DPRD Medan. Komisi IV DPRD Kota Medan mengaku sangat menyayangkan tewasnya seorang pekerja dan luka-lukanya tiga pekerja lainnya karena kelalaian akibat tidak menggunakan alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bekerja.

“Sungguh sangat kita sayangkan adanya pekerja yang tewas akibat kecelakaan kerja pembangunan drainase di Kota Medan. Mirisnya kecelakaan itu terjadi karena kelalaian, yaitu karena tidak menggunakan alat K3,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST kepada Sumut Pos, Senin (9/10/2023).

Dikatakan Dedy, dengan adanya kejadian ini, Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) harus lebih selektif untuk memilih kontraktor dan memastikan semua kontraktor agar mengikuti prosedur kerja sesuai SOP.

“Dengan kejadian ini, kita meminta agar kedepannya Pemko Medan harus memastikan semua kontraktor yang mengerjakan seluruh proyek Pemko Medan agar mengikuti prosedur kerja. Semua kontraktor harus bekerja sesuai SOP, jangan ada lagi kejadian seperti ini. Ini kelalaian yang sangat merugikan,” ujar politisi Gerindra tersebut.

Untuk itu, Dedy meminta agar Dinas SDABMBK Kota Medan dapat memberikan evaluasi kepada para kontraktor yang lalai karena tidak menggunakan alat K3 saat bekerja. Pasalnya, kelalaian kontraktor dalam menerapkan prosedur kerja telah mencoreng nama baik proyek pekerjaan yang dilakukan Pemko Medan.

“Harus ada evaluasi kepada kontraktor yang lalai seperti itu. Kita tidak mau karena kelalaian kontraktor, proyek pembangunan yang dilakukan Pemko Medan dinilai buruk oleh masyarakat. Padahal proyek pembangunan drainase ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, satu pekerja proyek berinisial DL tewas tertimpa crane saat pengerjaan proyek drainase di Jalan Selamat Ujung, Kecamatan Medan Amplas. Tidak hanya DL, tiga pekerja proyek pembangunan drainase ini pun juga didapati luka-luka akibat kecelakaan kerja ini.

Menurut saksi mata di lokasi, peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/10/2023) sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu saksi mata juga mendengarkan suara sesuatu benda terjatuh yang sangat keras. Belakangan diketahui, ternyata ada seorang pekerja proyek tewas dan tiga lainnya luka.

Menanggapi hal itu, Kadis SDABMBK Kota Medan, Topan Ginting, mengatakan bahwa mengatakan peristiwa tersebut murni sebagai sebuah kecelakaan kerja.

“Kejadian (tewasnya seorang pekerja) kemarin itu karena ada lepasnya baut dari pada lengan crane drainase. Sehingga, menyebabkan crane nya lepas dan terbalik dan menimpa operator tersebut,” ucap Topan Ginting, Jumat (6/10/2023) lalu.

Menurut Topan, satu orang pekerja yang tewas tersebut lalai karena tidak menggunakan alat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) saat bertugas.

“Operator yang tertimpa crane itu. Pada saat kejadian itu, operator juga tidak menggunakan alat K3,” ujarnya.

Untuk itu, kata Topan, pihaknya sudah menegur pihak pelaksana.

“Kita sudah berikan teguran keras dan untuk lain kali jangan lagi seperti itu. Kita sudah sampaikan ke pelaksana. Dan pelaksana akan bertanggungjawab penuh akan kejadian tersebut,” katanya.

Diakui Topan, saat ini pihak keluarga operator yang tewas tersebut sudah dimediasi oleh Dinas SDABMBK Medan. Sebab, tewasnya seorang pekerja itu murni karena kecelakaan kerja.

“Sudah kita lakukan mediasi dan (keluarga) sudah menerima kejadian tersebut. Karena ini murni kecelakaan bukan unsur ketersengajaan,” tuturnya.
(map/ram)

Ketua Bumdes Desa Sialang Muda Dianggap Belum Mampu Mengelola dengan Baik

HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO – Anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Maju Tak Gentar” Desa Sialang Muda Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2022/2023 sebesar Rp165 juta, diduga pengelolaannya tidak transparan kepada masyarakat maupun pihak Desa.

Kepala Desa Sialang Muda, Abdul Haris, mengatakan BUMDES bertujuan untuk membantu meningkatkan ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat desa.

“Sampai saat ini tujuan itu belum terwujud, padahal kita sudah memiliki Bumdes,” ujarnya, Senin (9/10/2023).

Dirinya menjelaskan, Bumdes yang dimiliki oleh desanya, salah satunya adalah penyewaan sound systemyang sudah dibuat oleh Bumdes sebelumnya.

“Nah, laporan keuangan dari penyewaan sound system ini belum diterima oleh desa, apalagi masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, anggaran pendapatan pesta dengan peruntukan Alat Sound System sudah tertuang dalam undang undang Nomor 43 tahun 2014 tentang Desa.

“Kami menduga kuat telah banyak penyelewengan-penyelewengan yang terjadi dalam pengelolaan Bumdes di Kecamatan Hamparan Perak dan ini harus menjadi perhatian pihak aparat hukum untuk melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Sialang Muda, Hamdani ketika dikonfirmasi Sumut Pos, belum bisa memberikan keterangannya.

Untuk diketahui, sebelum menjabat sebagai Ketua Bumdes Desa Sialang Muda, Hamdani hanya masyarakat biasa. Ia berjanji kepada masyarakat akan merampungkan BUMDES ketika terpilih sebagai BPD.

BUMDES: Masyarakat saat mengikuti rapat Anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Maju Tak Gentar” Desa Sialang Muda Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2022/2023.

Polsek Medan Labuhan Amankan Remaja yang Hendak Tawuran

REMAJA: Polsek Medan Labuhan bersama personil piket fungsi Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengamankan delapan orang remaja di bawah umur yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli.Minggu, (8/10/2023) sekitar pukul 02.30 WIB.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Polsek Medan Labuhan bersama personel piket fungsi Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengamankan delapan orang remaja di bawah umur yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Minggu (8/10/2023) sekitar pukul 02.30 WIB.

Kedelapan remaja yang berhasil diamankan oleh petugas adalah MN, AFA, MRS, MAS, AK, MAN, AF, dan IAW. Selain mereka, petugas juga berhasil menyita sebuah parang yang diduga hendak digunakan dalam aksi tawuran tersebut.

Dari hasil interogasi awal, salah seorang remaja mengakui bahwa mereka berniat untuk melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain di Kelurahan Mabar Hilir. Kepolisian yang mendapatkan informasi tentang rencana tawuran tersebut segera melakukan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya kerusuhan.

Kedelapan remaja tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan untuk proses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. Tindakan tegas ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah terjadinya tindakan kriminal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Kapolsek Medan Labuhan, AKP Panggil Sarianto Simbolon Kepolisian mengingatkan seluruh pihak, terutama para pemuda, untuk menjauhi tindakan kekerasan dan tawuran.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif di lingkungan sekitar,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (9/10/2023).

Untuk saat ini, para remaja sudah diamankan dan akan diperiksa.

“Sudah kita amankan delapan remaja tersebut, ke Polres Pelabuhan Belawan, untuk diperiksa lebih lanjut,” ucapnya. (mag-1/ram)

Relaunching Dental Clinic RS Columbia Asia, Pelayanan Kesehatan Gigi dengan Fasilitas Terbaik

Peresmian Relaunching Dental Clinic di RS Columbia Asia Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Columbia Asia, Medan Relaunching Dental Clinic. Peresmian klinik layanan kesehatan gigi, digelar di Lantai 1 Rumah Sakit, yang beralamatkan di Jalan Listrik, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (9/10).

Direktur RS Columbia Asia Medan, dr. Evandoni, mengungkapkan Dental Clinic memiliki fasilitas dengan alat-alat medis canggih dalam pelayanan kesehatan gigi yang dipersembahkan oleh RS Columbia Asia Medan, kepada pasien.

Evandoni mengungkapkan pihaknya menyiapkan 9 dokter terbaik dan profesional, dibidangnya. Kemudian, Dental Clinic ini mengusung pelayanan medis kesehatan gigi ‘One Stop Service’ bagi pasien.

“Sekarang sudah menjadi satu. One Stop Service, bertambah banyak. Dokter ada total 9 orang,” sebut Evandoni kepada wartawan, usai acara Relaunching Dental Clinic di RS Columbia Asia, Medan.

Evandoni mengungkapkan bahwa Dental Clinic ini, memiliki fasilitas yang lengkap. “Fasilitas tambahan lengkap, sehingga pelayanan diberikan dengan baik,” sebutnya.

Nursing Manager RS Columbia Asia Medan, Eva Sri Dewi mengatakan sebelum diresmikan Relaunching Dental Clinic, rumah sakit ini melayani pasien dalam perawatan gigi per harinya, 20 hingga 25 pasien.

“20 sampai 25 pasien per hari, sebelum reulauching dengan masalah gigi berbeda-beda, rata-rata perawatan syaraf gigi,” jelas Eva.

Eva menjelaskan Dental Clinic, dilakukan perawatan kesehatan gigi dengan fasilitas pelayanan, yang cepat dan baik.”Tapi, apa keunggulan dari Dental Clinic, untuk perawatan dan pemasangan gigi, bisa dilakukan dalam tiga jam dengan alat canggih,” jelasnya.

Sementara itu, Operation Manager Columbia Asia Medan, Natalina Rumapea mengatakan Dental Clinic ini, melayani perawatan kesehatan gigi bagi pasien dewasa dan anak.

“Kita jadi satu layanan, dan spesialisasi lengkap dari estetik, beda dan semua lengkap. Dental Clinic siap melayani masyarakat setiap harinya,” ucap Natalina.

Sebelumnya, General Manager RS Columbia Asia Medan, Deny Hidayat dalam sambutannya. Ia mengatakan pelayanan Dental Clinic ini, memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kota Medan dengan baik dan profesional.

“Kita bisa berikan layanan kesehatan ke masyarakat. Dengan perkembangan zaman, layanan kesehatan tidak hanya pada obat. Namun, radiologi juga bagaimana dokter berkomunikasi pasien dengan baik. Perawat juga melayani pasien sebagai keluarga, sehingga muncul hubungan kemestri pasien dan perawat,” kata Deny.(gus)

DPRD Sumut Soroti Banyaknya Galian C Ilegal di Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting menyoroti banyaknya penambangan galian C ilegal di sebagian wilayah Sumatera Utara. Diketahui, sesuai dengan UU no. 11 Tahun 1967, yang merupakan bahan galian golongan C berupa tambang tanah, pasir, kerikil, marmer, kaolin, granit dan masih ada beberapa jenis lainnya.

Menurut Baskami, galian C ilegal akan merusak sebagian jalan dan jembatan yang ada.

“Banyak truk-truk kelebihan muatan (overload) yang merusak jalan kita. Padahal kita saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan proyek peningkatan infrastruktur di Sunatera Utara,” ucap Baskami, Senin (9/10/2023).

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, saat ini ada banyak penambangan galian C illegal yang masih beroperasi tanpa melewati prosedur dan mekanisme berlaku.

“Masih saja ada oknum-oknum yang melakukan sesukanya, padahal regulasi sudah ada yang mengatur. Alhasil, jalan menuju banyak destinasi wisata kita juga rusak,” ujarnya.

Untuk itu, Baskami mendorong Pemprovsu untuk melakukan koordinasi ke pemerintah pusat terkait pengelolaan jembatan timbang karena banyaknya kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL).

Ia mengatakan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bahwa sejak 1 Januari 2017, pengelolaan Jembatan Timbang beralih ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

“Kami mendorong Pemprov agar melakukan koordinasi terkait kewenangan, juga perlu diadakan diskusi terkait penambahan sarana jembatan timbang yang ada di Sumatera Utara,” katanya.

Dikatakannya, selain jalan dan jembatan, galian C ilegal ini juga berpotensi menimbulkan longsor dan kerusakan alam.

“Tentunya, kegiatan penambangan tanpa melewati kajian AMDAL akan berpotensi merusak lingkungan. Saya meminta pemerintah untuk serius menangani ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Baskami mengatakan, kewenangan pemberian izin usaha galian C sudah beberapa tahun ini diambil kembali pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Maka saya berharap agar seluruh stakeholder bisa duduk bersama,membahas dan menindak persoalan galian C ini, demi infrastruktur Sumut lebih baik ke depannya,” harapnya.

Ia juga meminta aparat TNI dan polri bersama pemerintah agar segera menindak maraknya galian C illegal ini.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, agar pembangunan yang kita lakukan di Sumut berhasil,” pungkasnya. (map/ram)

Avalokites Vara Hong Sansee Temple Arak Patung Dewa Seng Ong Kong Keliling Kota

Arak-arakan patung Dewa Seng Ong Kong yang dilaksanakan Avalokites Vara Hong Sansee Temple Kota Tebingtinggi tampak meriah di ikuti lintas etnik budaya dan etnis agama.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Avalokites Vara Hong Sansee Temple mengarak patung Dewa Seng Ong Kong (Dewa Pelindung Masyarakat) keliling Kota Tebingtinggi, Minggu (8/10/2023). Arak-arakan ini dilakukan dengan titik kumpul, Sekolah Budi Dharma, Jalan Senangin, Kota Tebingtinggi.

Berbagai etnis budaya yang ada di Kota Tebingtinggi turut serta mengarak patung Dewa Seng Ong Kong ini. Seperti kebudayaan dari suku Jawa dengan tampilan reog dan kuda lumping. Kemudian kesenian barongsai, bahkan komunitas sepeda ontel se-Sumut juga turut serta.

Tampak hadir dalam arak-arakan tersebut Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon, dan Asiong, serta ratusan masyarakat Kota Tebingtinggi mengiringi dengan berjalan kali.

Arak-arakan patung Dewa Seng Ong Kong ini mengambil rute Jalan Veteran, Jalan Suprapto, Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Sisingamangaraja, dan kembali ke Avalokites Vara Hong Sansee Temple di Jalan Tengku Hasyim Kota Tebingtinggi. Kegiatan ini terlihat begitu semarak dan menunjukkan kalau Kota Tebingtinggi ini multi etnis tetap menjaga kerukunan umat beragama dan lintas budaya.

“Bahkan ini menjadi daya tarik pariwisata di Kota Tebingtinggi, karena arakan yang meriah ini terjadi hanya setahun sekali terjadi saat ulang tahun Dewa Seng Ong Kong. Arakan ini menjadi tontonan masyarakat yang melintas baik dari dalam kota dan luar kota yang melintasi Kota Tebingtinggi,” kata Suhu Surya Darma, selaku ketua yayasan di sela kegiatan.

Menurut Suhu Surya Darma, setiap tahunnya tepat diulang tahun Dewa Seng Ong Kong, Vihara Avalokites Vara Hong Sansee Temple melaksanakan kegiatan mengarak patung Dewa Seng Ong Kong keliling Kota Tebingtinggi. “Ini tradisi orang Tionghoa yang ada di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Kami melaksanakan arakan untuk mengenalkan Dewa Seng Ong Kong (Dewa Pelindung Masyarakat) kepada masyarakat yang ada di Tebingtinggi,” paparnya.

Tambah Surya Darma, dalam pengarakan patung Dewa Seng Ong Kong ini, mereka tidak membatasi masyarakat dari berbagai suku dan budaya serta agama untuk ikut ambil bagian, karena ini merupakan warisan leluhur orang Tionghoa zaman dulu. “Dengan terlibatnya masyarakat berbagai etnis mengarak patung Dewa Seng Ong Kong, maka terjalinnya kerukunan hidup beragama, etika sosial masyarakat dan kekondusifan di Kota Tebingtinggi karena tidak memilih-milih dalam pergaulan,” ungkapnya.

Sedangkan Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon yang ikut melaksanakan kegiatan tersebut mengaku sangat bangga, dimana jelang tahun-tahun politik, kekondusifan antar lintas agama dan etnik budaya yang ada di Kota Tebingtinggi tetap terjalin secara harmonis dan berkesinambungan.

Kegiatan memperingati ulang tahun Dewa Seng Ong Kong dirangkai dengan penampilan Barongsai dengan berbagai atraksi, penampilan Reok dan bakti sosial dengan membagikan beras kepada warga kurang mampu disekitar Vihara Avalokites Vara Hong Sansee Temple. (ian)

STIKes Mitra Husada Medan dan Desa Bangun Rejo Gelar Pengabdian Edukasi Deteksi Dini Demensia

EDUKASI: Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan berkolaborasi dengan Desa Bangun Rejo melakukan edukasi deteksi dini demensia pada Lansia melalui brain gym.STIMEWA.

TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (PKM STIKes) Mitra Husada Medan berkolaborasi dengan Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang untuk kegiatan PKM di balai desa tersebut. Tim PKM memenangkan dana hibah dari Kemdikbukristek tahun anggaran 2023.

Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan mengadakan kegiatan edukasi deteksi dini demensia pada Lansia melalui brain gym. Kegiatan ini diketuai Eva Ratna Dewi, SST., MKM (dosen Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi) dengan tiga anggota dosen yaitu Ingka Kristina Pangaribuan, S.Tr.Keb., Bd., M.Kes., Ph.D (Prodi Kebidanan Program Sarjana), Marliani, SST., MKM (Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi) dan Nur Azizah, SST., MKM (Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga).

Tim PKM dibantu dua mahasiswa yaitu Wahyu Lidya Marpaung dan Lilis Hartati Berutu. Bersama tim kelompok juga hadir tim nara sumber yaitu Petra Dian Sari Juga S.Keps., Ns., M.Kep didampingi Kasmiyati (sekretaris Desa Bangun Rejo) yang mewakili kepala Desa Bangun Rejo.

Kegiatan berlangsung pada 30-31 Agustus 2023 untuk melihat perubahan yang terjadi pada 40 Lansia di Desa Bangun Rejo, Kabupaten Deliserdang. Peserta terdiri dari perangkat desa, kepala desa (diwakili Sekdes), kader dan nara sumber.

Dalam PKM, diperkenalkan tim dan dijelaskan tujuan dari pengabdian masyarakat. PKM ini untuk membantu masyarakat terutama Lansia agar dimasa tua tidak mengalami demensia sehingga lansia bisa berproduktivitas dimasa tua dengan baik dan bahagia tanpa kesulitan mengingat semua pengetahuan yang dimiliki.

Kegiatan juga bertujuan untuk peningkatan kualitas tenaga kesehatan dalam Kemudian memberi edukasi deteksi dini tentang demensia pada Lansia, meningkatkan stimulus pengetahuan lansia dengan senam brain gym secara mandiri yang dapat dilakukan Lansia dengan melihat video pelaksanaan senam brain gym.

Untuk memudahkan kegiatan ini bisa dilakukan secara mandiri video dan leaflet diberikan kepada Lansia agar memudahkan melakukan senam brain gym.

Hal ini agar angka kejadian demensia semakin berkurang. Kebermanfaatan didapatkan para Lansia. ”Setelah senam brain gym, dapat merelaksasi otot. Lebih rileks, badan jadi enak,” ungkap Suparti.

Lansia yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merasa enak. ”Senamnya mudah untuk diikuti dan mudah untuk diingat gerakannya,” sebut Suparti.

Para kader juga sangat antusias dan ingin menjadikan senam brain gym ini untuk kegiatan-kegiatan Posyandu Lansia.

Misno, kepala Desa Bangun Rejo mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan yang melaksanakan kegiatan bagi para Lansia. Sebab telah membantu desa dalam menyejahterakan para Lansia dengan kegiatan yang bermanfaat.

Misno selaku kepala desa juga akan menyambut dengan hangat dan tangan terbuka jika kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Ketua PKM STIKes Mitra Husada Medan mengucapkan terima kasih pada kepala Desa Bangun Rejo dan Dr Siti Nurmawan Sinaga SKM., M.Kes sebagai ketua STIKes Mitra Husada Medan atas berbagai masukan sehingga kegiatan berjalan lancar dengan memberi pelayanan yang service excellent. (dmp)

STIKes Mitra Husada Gelar PKM di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Baru

KOLABORASI: Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan berkolaborasi dengan Puskesmas Kampung Baru melakukan PKM di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan dan Puskesmas Kampung Baru berkomitmen dalam melaksanakan strategi excellent dan inovatif dalam penurunan Total Fertility Rate (TFR).

Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STIKes Mitra Husada Medan dari Kemendikbudristek Anggaran Tahun 2023 yang diperoleh Isyos Sari Sembiring, S.Tr.Keb Bd, MKM sebagai ketua pelaksanaan dan anggota tim PkM Siska Suci Triana Ginting, SST, M.Kes, Asnita Sinaga, S.Tr.Keb, Bd, M.Tr.Keb, Lidya Natalia Br Sinuhaji, SKM, M.Kes, Emma Dosriamaya Noni Br. Simanjuntak, SST, MKM, Magdalena Br Barus, SST, MKM dan mahasiswa STIKes Mitra Husada Medan. Tim PKM membawa inovasi kebermanfaatan bagi wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru.

Kebermanfaatan kerja sama STIKes Mitra Husada Medan dengan Puskesmas Kampung Baru ini dengan dilaksanakannya peningkatan pemberdayaan masyarakat atau self help approach dan penerapan e-leaflet berbasis audio visual dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam penurunan TFR di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru.

Dalam kegiatan yang diadakan pada 29-30 Agustus ini, Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan menyerahkan aplikasi e-leaflet berbasis audio visual (https://puskesmaskampungbaru.com/eleaflet) kepada kepala Puskesmas Kampung Baru untuk terus dikelola demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru.

Aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan agar masyarakat lebih antusias dalam meningkatkan semangat pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan derajat kesehatan serta membantu petugas kesehatan agar lebih efektif dan efisien dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan Medan Maimun Ny Liza Tommy Prayoga Sidabalok, Ketua PKK Kelurahan Sukaraja Ny Rika Darmawansyah dan petugas kesehatan Puskesmas Kampung Baru.

Seluruh mitra kerja sama, stakeholder, pihak terkait serta masyarakat pun optimis dan komit bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini dapat meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru. Kegiatan ini juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan konsisten. (dmp)

Deklarasi Damai 233 Cakades se-Kabupaten Toba

DIABADIKAN: Bupati Toba Poltak Sitorus, Kapolres Toba AKBP Taufik Hidayat Tayedan dan Dandim 0210/TU Letkol Inf. Saiful Rizal beserta pejabat lainnya diabadikan di sela-sela deklarasi damai Pilkdes serentak se- Kabupaten Toba.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Toba akan dilaksanakan pada 19 Oktober 2023 mendatang. Guna menjaga keamanan dan mewujudkan Pilkades damai, seluruh calon kepala desa dari 87 desa yang ikut Pilkades di 16 kecamatan se-Kabupaten Toba berkumpul di pendopo rumah dinas bupati, Balige, dalam rangka Deklarasi Damai Pilkades Serentak di Kabupaten Toba, pada Jumat(6/10).

Dalam deklarasi tersebut, Dandim 0210/TU Letkol Inf. Saiful Rizal menyampaikan, agar para calon tidak risau dan gusar. Dan tidak ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan atau membatalkan Pilkades serentak pada 19 Oktober mendatang.

“Semua pihak mengikuti aturan yang sudah berlaku, tidak ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan atau membatalkan Pilkades damai. Jika ada pihak-pihak yang demikian akan berhadapan dengan kami, TNI dan Polri,” pesan Dandim kepada semua calon kepala desa.

Dandim menambahkan, bahwa siapapun yang menjadi pemenang dan terpilih sebagai Kepala Desa, itu adalah pilihan Tuhan. “Pengamanan ini tidak hanya tugas TNI-Polri, tetapi tugas kita semua. Siapapun yang terpilih sebagai Kepala Desa, maka itulah yang dipilih oleh Tuhan,” ujar Dandim dalam arahan dan bimbingannya.

Plt. Kejari Toba Samosir, Nanang Dwi Priharyadi dalam arahannya, meminta semua calon untuk mengajak kelompok massa pendukungnya lebih arif dan bijak dalam menjalani pesta demokrasi. “Semua calon bisa mengajari massa pendukunya untuk lebih arif dan mengajari cara berdemokrasi. Jangan ada lagi black campign, money politik,” katanya.

Tidak jauh berbeda dengan Dandim dan Plt. Kajari, Kapolres Toba AKBP Taufik Hidayat Tayeb juga meminta semua calon kepala desa untuk realistis dan merangkul setiap calon yang kalah. “Kalah-menang itu biasa. Yang menang harus merangkul yang kalah. Kita tidak sedang berperang, tetapi kita sedang memilih pemimpin,” ujar Kapolres.

Kapolres juga meminta agar Pilkades tidak mengakibatkan masyarakat bercerai-berai. Karena itu diminta kepada semua pihak, terutama calon kepala desa agar tidak mengadu domba masyarakat. “Jangan sampai Pilkades membuat kita bercerai-berai. Kita sedang berpesta demokrasi. Apalagi sampai mengadu domba, jangan coba-coba. Saya pastikan siapa saja yang mengadudomba akan berhadapan dengan saya, dengan Pak Dandim,” ujar Kapolres.

Bupati Toba, Poltak Sitorus dalam arahan dan bimbingan juga menyampaikan beberapa tips menghadapi Pilkades agar jadi pemenang. “Jika kalian semua ingin menjadi pemenang, ikuti tips dari saya,” kata Poltak Sitorus.

Adapun tips yang disampaikan adalah, bahwa para calon kepala desa harus menjadi calon Kades Na Raja. Tips pertama adalah menjadi Calon Kades yang perduli, santun, bijaksana dan taat hukum. “Perdulilah kepada masyarakat. Jangan harapkan menang dengan money politik. Ke dua, jadilah calon kepala desa yang santun,” katanya.

Selain itu calon kepala desa juga harus bijaksana dan taat aturan. Jangan mengkampanyekan hal-hal yang tidak realistis dan tidak masuk akal. “Jadilah calon Kades yang taat aturan, taat hukum. Ikuti semua aturan yang telah ditetapkan,” lanjut Bupati.

“Ke empat, jadilah Calon Kepala Desa yang pandai dan bijaksana, maksudnya Jangan hanya menjanjikan angan-angan yang tidak bisa dilaksanakan. Yang real-real saja, tawarkanlah fakta-fakta yang ada di sana,” ujar Bupati mengakhiri tips untuk menjadi pemenang pada Pilkades serentak mendatang.

Diakhir arahan dan bimbingannya, Poltak Sitorus kembali menekankan agar semua pihak terkhusus para calon menjaga kedamaian pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Toba. Tahun ini, terdapat 87 desa dari 16 kecamatan yang akan diikuti 233 calon. (*/mag-10/han)

Video Viral Beras Bulog Diduga Berplastik, Kabag Perekonomian: Tak Ada Hubungannya dengan Kami

SERAHKAN: Sekdako Binjai Irwansyah Nasution, saat menyerahkan secara simbolis beras Bulog kepada masyarakat pada Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemko Binjai di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, belum lama ini.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Beredar video berdurasi 2 menit, yang menampilkan seorang ibu protes terhadap nasi dari beras yang dibelinya pada Gerakan Pasar Murah Pemko Binjai di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, belum lama ini. Polres Binjai yang sudah mengetahui informasi ini, pun menyebutkan, telah menyelidiki hal tersebut.

Dari informasi yang diperoleh, Polres Binjai sudah mendatangi seorang ibu yang menyebarkan video tersebut, hingga viral di media sosial (medsos). Kedatangan Polres Binjai untuk melakukan klarifikasi terkait hal tersebut, bersama tim dari Pemko Binjai.

“Ya. Sudah datang memang tim dari Unit Ekonomi Polres Binjai, untuk meminta klarifikasi dan keterangan terhadap ibu tersebut,” ungkap Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi, Minggu (8/10).

Ditanya hasil klarifikasi, menurut Zuhatta, yang bersangkutan tetap menaruh rasa curiga terkait beras tersebut, yang diduga mengandung plastik. “Sedang kami selidiki terkait hal tersebut. Yang bersangkutan tetap curiga, seperti yang ada dalam video,” tuturnya.

Dalam video yang dilihat wartawan, ibu tersebut membandingkan 2 nasi yang dikepal seperti bola. Satu nasi berasal dari beras Bulog yang dibelinya pada kesempatan Gerakan Pasar Murah, dan satu nasi lainnya berasal dari kilang padi.

“Kalau yang ini (beras Bulog) seperti lebih padat, kalau yang ini (dari kilang) dilihat dari teksturnya agak lembek, benyek gitu,” kata seorang wanita dalam video tersebut.

Dalam video ini, ibu tersebut juga melempar kepalan kedua nasi ke lantai. “Ha… Membal dia yang beras Bulog, dicurigai. Kalau ini beras yang dari kilang, tidak,” bebernya.

Ibu tersebut juga mengatakan, akan melaporkan soal ini kepada kepala lingkungan setempat di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.

“Ini mau saya kirim ke Ibu Lastri, ibu kepling di Kelurahan Berngam. Karena semalam saya beli beras Bulog ini di Berngam, yang mengatakan beras murah. Untung baru sekali masak, belum saya makan ini,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan, ada 6 karung beras Bulog yang dibelinya. Rencananya, beras tersebut bakal dimasak untuk diberikan kepada anak yatim piatu. Namun karena hal tersebut, dia membatalkannya. “Saya akan pulangin, rugi saya. Saya beli banyak pula itu, beli 6 karung. Jadi akan saya kembalikan ke pemerintah,” sebutnya.

Menurutnya, tidak hanya ibu tersebut yang menjadi korban beras Bulog. Karena itu, dia meminta Pemko Binjai harus bertanggung jawab terkait hal tersebut.

“Saya dapat WA dari tetangga (awalnya), saya pikir hoax. Tapi ternyata saya juga timbul kecurigaan. Pemerintah harus bertanggung jawab ini. Astaghfirullahal’azim, Allahuakbar,” serunya.

Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Binjai, Andi Affandi menjelaskan, video tersebut tidak benar alias hoaks.

“Siapa yang bilang itu beras plastik? Masa beras Bulog dibilang beras plastik? Fitnah itu namanya,” kata dia.

“Sudah diklarifikasi itu, sudah diproses Polres Binjai, dalam artian diklarifikasi. Itu (Gerakan Pangan Murah) merupakan kegiatan orang (Dinas) Ketapang dan Bulog. Tak ada hubungannya dengan kami (Setdako Binjai),” pungkas Andi. (ted/saz)