Home Blog Page 1076

Ada 2 Tema Ide dan Gagasan di Pilpres 2024, Pengamat : Perubahan dan Berkelanjutan

Ilustrasi Pemilu 2024.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024, ketiga Bakal Calon Presiden (Bacapres) mengusung dua tema yakni, perubahan dan berkelanjutan. Sehingga memiliki gagasan dan ide masing-masing ditawarkan ketiga Bacapres tersebut, kepada masyarakat.

Hal itu, diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UINSU) Faisal Riza saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (8/10). Ia mengatakan dua tema itu, dijelaskan bahwa ide perubahan merupakan ide dan gagasan disampaikan oleh Anies Rasyid Baswedan.

“Kedua itu, berkelanjutan yang presentasikan oleh Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Berkelanjutan yang dimaksud itu, kepemimpinan Jokowi dalam pembangunan dan lain-lain,” sebut Faisal.

Faisal menjelaskan ide perubahan. Apa-apa yang sudah dilakukan dalam pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo saat ini, harus dikoreksi dan perbaiki serta berubah. Itu yang diwakili oleh Anies.

“Dua tema ini, ide sama kuat ya. Dari sisi, suasana batin masyarakat, secara alamiah orang ingin perubahan. Sebagian lagi, sudah nyaman dan ini saja dilanjutkan,” jelas Faisal.

Namun, ide-ide dan gagasan ketiga Bacapres ini, menurut Faisal akan diuji dalam tahapan kampanye pada Pilpres tahun 2024. Sehingga mendapatkan konfirmasi dari masyarakat. Yang mana ide, diperlukan dan akan dipilih pemilih.

“Dari Sumatera Utara pengamatan saya, ide-ide perubahan. Sederhana kita menggambarkan, karena orang bosan dengan yang ada. Ada kritik yang ada saat ini, dengan harapan baru dan keinginan baru diharapkan untuk masa depan. Itu lah, dari amatan saya,” kata Faisal.

Faisal mengungkapkan bagaimana nantinya, ide-ide implementasikan dalam kampanye, apa-apa yang dikerjakan dalam tema perubahan, berkelanjutan itu.”Di Sumatera Utara saya melihat, ide-ide perubahan yang lebih ditanggapi,” ujarnya.

Disisi lain, Faisal menjelaskan untuk polarisasi kelompok islamis dan nasionalisme. Menurutnya, tidak pas ya untuk di tahun 2024 ini. Apa lagi, ada tiga calon presiden, tidak bisa digunakan itu.

“Secara kultural, di Sumut ini. Sejak 1955 suara islam pemenangnya, dominan sepanjang pantai timur Langkat dan Labusel,” sebut Faisal.

Namun, menurutnya antara Anies dan Prabowo akan berebut suara umat Islam di Sumut. Sedangkan, Ganjar adalah PDIP memiliki suara, data tinggi utara dan sebagian pantai barat.

“Ada pembelahan (perolehan suara) antara Anies dan Prabowo, belahan kepada Anies ketimbang Prabowo,” jelas Faisal.

Sedangkan, mendapatkan suara milenial. Faisal mengatakan secara dominan ada pada sosok Anies. Karena, sangat presentatif menggambarkan mimpi generasi milenial, yang sangat ditangkapi, soal dia berbicara pendidikan, bicara tentang Indonesia masa depan.

“Menurut saya nyambung dengan apa diinginkan milenial. Kalau Prabowo secara usia tidak mempresentasikan (kaum milenial) itu. Ganjar memiliki berperformance dalam musik. Dari gagasan, belum tahu kita,” tandasnya.(gus)

Kasus Penganiayaan Berujung Kematian, Anak Anggota DPR Menangis Usai Pacar Tewas

net TERSANGKA: Gregorius Ronald Tannur, anak dari Edward Tannur anggota DPR telah ditetapkan sebagai tersangka usai dirinya menganiaya sang kekasih Dini Sera Afrianti hingga tewas.

SUMUTPOS.CO – Gregorius Ronald Tannur, anak dari Edward Tannur anggota DPR dari NTT, telah ditetapkan sebagai tersangka usai dirinya menganiaya sang kekasih Dini Sera Afrianti (27) hingga tewas.

Kini beredar sebuah video yang memperlihatkan Anak Anggota DPR RI sempat menangis histeris saat mengantarkan pacarnya kerumah sakit.

Seperti dilihat dari laman akun Instagram anggota DPR RI Ahmad Sahroni, Minggu (8/9), tampak Gregorius Ronald Tannur menangis dan meminta pertolongan medis.

Dalam video yang beredar memperlihatkan jika Gregorius Ronald Tannur melakukan banyak upaya jika kekasihnya yang terkulai lemas di atas kursi roda, video tersebut diduga direkam di ruang sekuriti apartemen kediaman tersangka.

Tersangka juga terlihat berteriak meminta tolong saat korban tidak lagi merespons.

Sekuriti yang ada di tempat kejadian pun menyarankan tersangka membawa korban ke rumah sakit.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce membenarkan korban sempat histeris di rumah sakit. Sekuriti pun menyaksikan upaya yang dilakukan Ronald saat itu. “Dalam kondisi tersebut, GR mencoba untuk memberikan napas buatan dan sambil menekan-nekan dada korban DSA namun tidak ada respons,” ungkap Pasma Royce saat konferensi pers.

Sementara, psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel mendorong penyidik Kepolisian Resor Kota (Polrestabes) Surabaya menerapkan pasal 338 terhadap Gregorius Ronald Tannur (GRT).

Gregorius Ronald Tannur ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan yang berujung pada tewasnya Dini Sera Afrianti.

Polrestabes Surabaya harus melihat kemungkinan penerapan pasal 338 KUHP, ungkap Reza dalam keterangan dilansir dari Antara.

Dijelaskan oleh Reza bahwa jika dilihat dari kronologi kejadian atas perilaku kekerasan yang dilakukan Gregorius Tannur terhadap korban DSA sangat brutal dan eskalasi.

Perilaku kekerasan yang dilakukan Gregorius Ronald Tannur terindikasi semakin meningkat.

Kekerasan dilakukan mulai dari organ tubuh bawah bagian kaki hingga organ tubuh bagian atas (kepala).

Diketahui kekerasan tidak hanya dilakukan dengan tangan kosong namun juga dilakukan dengan alat seperti botol dan mobil.

“Dari sebatas tangan kosong hingga penggunaan alat yang tidak perlu dimanipulasi (botol), dan dilanjutkan dengan penggunaan alat yang perlu dimanipulasi (mobil),” jelasnya.

Menurutnya, eskalasi kekerasan sedemikian rupa, ditambah dengan tidak adanya satupun organ vital korban yang luput dari perhatian dan adanya jeda antara kecelakaan dengan episode kekerasan sebelumnya, menandakan bahwa GRT sebenarnya berada pada level cukup kesadaran baginya untuk membungkam atau bahkan menghentikan tindakannya.

Namun, alih-alih menghentikan aksinya tersebut Gregorius Ronald Tannur dengan sadar meningkatkan intensitas kekerasan terhadap sasarannya.

Reza menilai hal tersebut merupakan tanda bahwa Gregorius Ronald Tannur memang berniat dan dengan sengaja melakukan hal tersebut dan tidak menggunakan kendalinya untuk menghentikan serangan.

Dengan kondisi kesadaran seperti itu, maka patut diasumsikan bahwa Gregorius Ronald Tannur mampu berfikir untuk melakukan tindakan yang dapat membunuh korbannya tersebut.

Dengan kata lain, diperkirakan saat itu pemikiran atau imajinasi mengenai kematian sang korban sudah terbesit di benak Gregorius Ronald Tannur.

“Pada saat pemikiran atau imajinasi kematian DSA muncul di benak GRT, maka hal tersebut dapat diartikan sepenuhnya sebagai jalannya tindakan GRT dimana perilaku kekerasan semakin meningkat dan disertai dengan imajinasi GRT. Matinya sasaran,” ujar Reza.

Maka dari itu menurut Reza berdasarkan beberapa kronologi di atas, sebaiknya Polrestabes Surabaya mendalami kemungkinan penerapan Pasal 338 KUHP terhadap tersangka.

Sebab, jika hanya menerapkan pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 359 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Artinya Gregorius Ronald Tannur hanya sebatas diduga sebagai pelaku penganiayaan atau kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Perlu ditelaah lebih lanjut mengenai pengendalian diri dari Gregorius Ronald Tannur. “Yang perlu ditelaah adalah ada atau tidaknya pengendalian diri sebagai wujud kesadaran,” ujarnya.

Selain rentan kekerasan secara keseluruhan, perlu diperiksa juga interval antar episode kekerasan.

Perlu juga untuk melakukan pemeriksaan ponsel untuk mengetahui apakah ada pesan atau komunikasi yang melengkapi eskalasi kekerasan Gregorius Ronald Tannur terhadap sang korban.

Perlu diperiksa juga apakah kondisi korban yang tengah mengandung atau kondisi fisik lain yang menjadi indikasi dari kekerasan yang dilakukan Gregorius Ronald Tannur.

Selanjutnya bisa dengan mengukur kadar alkohol dalam tubuh Gregorius Ronald Tannur.

Apakah kadar alkohol dalam tubuh pelaku berada pada tingkat yang masih memungkikan untuk Gregorius Ronald Tannur dapat mengontrol pikiran dan perilakunya. (jpc/azw)

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metropolitan (Polrestabes) Surabaya telah menetapkan Gregorius Ronald Tannur, 31 tahun, putra anggota DPR RI Edward Tannur, sebagai tersangka atas kasus penganiayaan berat yang berujung pada kematian sang korban.

Korbannya bernama Dini Sera Afrianti, yang merupakan janda satu anak, berusia 29 tahun, diketahui hubungan korban dengan pelaku adalah sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan selama lima bulan terakhir.

Lelang Jabatan Semasa Kepemimpinan Ganjar Layak jadi Rujukan Nasional

REVOLUSI BIROKRASI: Selama menjabat gubernur Jateng, Ganjar Pranowo telah melantik sekitar 30 orang untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi (JPT) melalui seleksi terbuka.Humas Pemprov Jateng.

SUMUTPOS.CO – SELEKSI terbuka yang dilakukan Ganjar Pranowo untuk mengisi jabatan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) layak jadi rujukan sistem lelang jabatan nasional. Selama menjabat sebagai Gubernur Jateng dua periode, 2013- 2023, Ganjar telah melantik sekitar 30 orang untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi (JPT) melalui seleksi terbuka.

Ganjar tercatat dua kali mengangkat kepala sekolah dari daerah menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng. Pertama, Kepala SMKN Bawen, Kabupaten Semarang, Jumeri, pada 2019. Selanjutnya, Uswatun Khasanah, kepala SMAN 1 Purwantoro, Wonogiri pada 2022. Bahkan, Jumeri diangkat sebagai Dirjen PAUD Dikdasmen, setelah beberapa waktu menjabat sebagai Kepala Disdikbud Jateng.

Selain itu, ada kisah Imam Maskur, yang semula Camat Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, diangkat menjadi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jateng. Pengangkatan Imam Maskur berbarengan dengan Jumeri.

Pengamat kebijakan Universitas Diponegoro (Undip) Dr Kismartini, menyebut lelang jabatan yang konsisten dilakukan Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng) sebagai revolusi birokrasi. Dengan lelang jabatan, maka jabatan tinggi pratama akan diisi oleh orang-orang yang bekompeten serta berintegritas.

“Lelang jabatan itu bagus, membuka kesempatan kepada semua pihak untuk bisa menduduki jabatan sesuai dengan keahlian dan kompetensinya. Sebuah mekanisme yang bagus untuk meningkatkan kinerja pejabat, kata Kismartini, Sabtu (23/9).

Menurut dia, dengan mekanisme lelang jabatan, maka proses pengisian posisi strategis dalam birokrasi dapat diawasi oleh masyarakat secara luas. Pasalnya, hal itu diakukan secara transparan dan akuntabel sehingga praktik-praktik “titipan” maupun sogokan untuk memperoleh jabatan tak bisa lagi dilakukan.

“Sistem lelang dilakukan secarap profesional dan transparan, tentu itu memberantas peluang praktik KKN. Pimpinan atau pejabat yang dihasilkan tak hanya punya kemampuan dan kecakapan manajerial, tapi juga berintegritas, tandas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro itu.

Hal senada disampaikan pengamat politik dari Undip Dr Teguh Yuwono. Menurutnya, apa yang dilakukan Ganjar tersebut dinilai sebagai gebrakan penting dalam reformasi birokrasi.”Ini langkah positif dan memang mesti dilakukan. Di negara maju seperti Amerika, Australia dan negara lain, sistem dan mekanisme perekrutan pejabat seperti ini sudah dilakukan sejak tahun 1990, terangnya.

Menurut Ganjar Pranowo, siapapun yang terpilih dalam lelang jabatan harus bisa menjalankan tugasnya dengan baik.Siapapun yang terpilih adalah calon-calon yang terbaik. Meski begitu saya mengingatkan satu hal yang tidak boleh lupa. Yakni selalu jaga terus integritas, ideologi negara, dan betul-betul menjadi birokrasi yang melayani, ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat dari FISIP USU Medan Agus mengatakan, hal seperti ini agar terus dilakukan, karena memang hal yang baik mengisi kekosongan jabatan dan melihat kualitas pejabatnya.

Agus menambahkan, apa yang dilakukan Ganjar diharapka dilaksanakan setiap kepala daerah. (wir/ika)

Sejumlah Orang Melakukan Aksi, Tolak Musda II PPNI Nias Barat

Sejumlah orang mengaku anggota PPNI melakukan aksi saat pelaksanaan Musda ll PPNI di Hall Tokosa Nias Barat.

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Sejumlah orang mengaku anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melakukan aksi saat pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) II PPNI Nias Barat di Hall Tokosa, Sabtu (7/10/2023). Mereka menolak Musda tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan AD/ART PPNI.

Tak hanya melakukan orasi, beberapa dari mereka berusaha merusak spanduk yang ada di lokasi Musda. Ketua DPW PPNI Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Mahsur Al Hazkiyani mengaku kecewa dan menyesalkan keributan yang terjadi. Menurutnya, mereka akan menindaklanjuti kejadian tersebut ke Bidang Hukum PPNI Sumut untuk dapat ditelaah dan dikaji, baik dari indikasi kesengajaan meninggalkan kegiatan, perusakan hingga intimidasi para peserta, dan akan melaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Musda ini sudah diagendakan jauh-jauh hari dan proses serta mekanisme untuk pembentukan karateker DPD PPNI sudah sesuai mekanisme. Tidak mungkin kami hadir dan melanggar regulasi kalau tidak sesuai mekanisme, apalagi bila disebut tidak sesuai ADRT,” kata Mahsur.

“Peristiwa yang terjadi, akan kita bahas di bidang hukum dan kode etik kita. Kita kaji kerugian yang diakibatkan oknum-oknum tersebut, akan kita hitung kerugian secara materil maupun inmaterial dan akan kita laporkan ke penegak hukum,” imbuhnya.

Ia juga mengaku mendapat banyak laporan bahwasannya para peserta tidak berani datang karena mendapat intimidasi dan ancaman dari beberapa oknum pemerintahan. “Kita sudah mengantongi sejumlah bukti baik rekaman maupun informasi adapun tekanan ataupun teror yakni dari mutasi hingga pencopotan jabatan. Karena ini negara hukum, maka kita akan kaji dan telaah agar diteruskan ke penegak hukum,” tegasnya.

Dia juga menegaskan, organisasi ini murni organisasi profesi perawat yang biaya operasionalnya murni dari iuran anggota bukan ada iuran hibah dari pemerintah. “Artinya kami sangat menyesalkan info yang beredar, adanya intervensi dari pemerintah daerah. Harusnya, pemerintah daerah mendukung kegiatan-kegiatan ini seperti di kabupaten lain di seluruh Indonesia. Karena wadah ini pemersatu perawat, pengembang ilmu keperawatan begitu juga membantu pemerintah untuk melaksanakan program-program kesehatan di masyarakat,” tandasnya.

Sementara, seorang tenaga keperawatan Darniati Mendrofa mengaku kecewa dengan pelaksanaan Musda yang dianggapnya dilaksanakan dengan sangat suka-suka tanpa adanya pemberitahuan kepada mereka. “Saya merasa keberatan tidak dilibatkan selaku panitia yang dipilih oleh teman-teman. Kenapa saya tidak tahu DPK-nya siapa? Sayapun sebagai panitia tidak tahu bekerja, karena saya tidak tahu personel-personel saya,” katanya.

Sejak dipilih ketua pada Juli lalu, lanjut Darniati, memang tidak ada gerakan karena dia hanya menunggu. “Tiba-tiba ada rapat pleno pada 30 September lalu melalui zoom, sudah ada nama-nama DPK itu. Saya tidak tahu siapa yang pilih. Langsung terbit SK. Itulah keberatan saya,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Darniati, Mahsur mengatakan, seluruh informasi selalu diteruskan dan semua pengurus telah digabungkan di grup Whatsapp sebagai wadah informasi. “Kalau dia bilang tidak tahu, itu nggak mungkin. Mereka juga sudah membuat grup Whatsapp, jadi segala informasi diberitahu di situ,” jelasnya.

Mahsur juga mengungkapkan, seluruh pengurus DPD dan DPK periode sebelumnya diundang, dan pada saat itu yang hadir hanya satu orang pengurus DPD. Kemudian yang berhadir dari DPK itu, ditanyakan SK pengurusannya. “Mereka tidak tahu ada pengurus DPK dan tidak mengetahui adanya SK pengurusan DPK, sehingga dari ketua wakil ketua bidang organisasi kaderisasi DPW berkonsultasi ke DPP bagaimana arahan selanjutnya. Kemudian kita tindak lanjuti dengan pembentukan karateker, kita tetapkan Wakil Ketua Bidang Organisasi Aswin sebagai PLT Ketua, kemudian Ermelinda Hia sebagai Sekretaris,” bebernya.

Salah satu pengawai tenaga keperawatan
NKB Mendrofa yang terlihat ikut menyampaikan orasinya, kepada wartawan menjelaskan, yang mereka lakukan adalah aksi damai walaupun tidak ada pimpinan aksinya.

“Bukan demo, tapi aksi damai. Pimpinan aksi tidak ada. Pemilihan Pengurus DPD PPNI Musda Sendiri sudah berjalan dan alhasil pihak DPW bisa memfasilitasi hal itu,” jelasnya.

Menurut NKB Mendrofa, aksi damai yang mereka lakukan spontanitas. “Izin aksi spontanitas. Perasaan sebagai bagian dari organisasi. Kami perawat yang prihatin dan memang kami hadir di situ karrna kami bagian dari perawat,” terangnya.

Kapolres Nias, AKBP Luthfi menerangkan bahwa aksi itu belum dia ketahui. “Belum saya ketahui aksi itu, untuk izin silahkan konfirmasi ke intelkam,” jawab Kapolres saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (mag-9)

1.000 Bikers Semarakan Festival BRImo

Semarak Festival BRImo di Menara BRI, Jalan Putri Hijau Medan, Minggu, (8/10). (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lebih dari 1.000 bikers pengguna BRImo sejak subuh telah antusias menanti start funbike, di Menara BRI, Jalan Putri Hijau Medan, Minggu, (8/10). Acara funbike seru tersebut, berkat kerja sama antara DeliPark Mall Medan bersama Bank Rakyat Indonesia Regional Office (BRI RO) Medan sebagai sarana olahraga, hiburan dan apresiasi bagi customer DeliPark Mall Medan dan nasabah BRI pengguna BRImo dan superapps andalan BRI.

Dalam hal ini, BRI Branch Office (BO) Medan Putri Hijau juga turut berperan aktif menyemarakkan Festival BRImo. Turut hadir, Pemimpin Cabang BRI BO Medan Putri Hijau, Ahmad Muflihin Taiyeb dan Center Director Delipark Mall Medan, Mr Ronald Lim.

Funbike mengambil start dari Menara BRI Jalan Putri Hijau Medan menyusuri rute Jalan Gatot Subroto, Sei Sikambing, Setiabudi, Jamin Ginting, Sudirman, Diponegoro, Raden Saleh dan Finish di Riverside DeliPark Mall. Sehingga total rute adalah sepanjang 16Km.

Terlihat wajah sumringah dari para bikers dalam acara itu, karena banyak doorprize yang diberikan. Bikers community Medan ini pastinya sudah menggunakan BRImo dan kartu dan debit BRI untuk berbelanja di DeliPark Mall karena ada program belanja Epic Reward berhadiah Mobil CRV persembahan dari BRImo. Selain itu, para bikers juga mendapat sosialisasi tentang cara penukaran point’ dari Program BRImo FSTVL.

Regional Funding and Transaction BRI Medan, Elizabet Primasari dalam sambutannya menyampaikan, event BRImo FSTVL akan berlangsung sampai dengan 31 Desember 2023.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menggunakan BRImo dan kartu debit BRI dalam bertransaksi. “Karena berkesempatan mendapatkan hadiah grand prize mobil mini electric, serta cashback 10 persen serta berbagai hadiah menarik lainnya setiap transaksi menggunakan BRImo dan kartu debit BRI,” ujarnya.

Dijelaskannya, BRImo juga memudahkan segala urusan keuangan dalam satu genggaman. “Kehadiran BRI dalam even ini juga merupakan sebuah bentuk dukungan BRI dalam literasi cashless payment ecosystem bagi masyarakat Medan yang memberikan kemudahan layanan transaksi digital banking,” kata Elizabet. (dwi)

BNI Berbagi Serahkan Ambulance pada STIKes Mitra Husada Medan

CSR: BNI Berbagi menyerahkan satu unit ambulance pada STIKes Mitra Husada Medan.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan sejak tahun 2006 telah menjalin kerja sama dengan BNI Cabang USU Medan yang juga merupakan bentuk layanan kesejahteraan bagi seluruh sivitas akademika STIKes Mitra Husada Medan.

Sebagai wujud kebermanfaatan dari kerja sama yang terjalin dengan perbankan tersebut, BNI memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit ambulance.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan kesehatan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi keluarga besar Yayasan Mitra Husada Medan, sivitas akademika dan masyarakat.

Dalam acara penyerahan bantuan, Jumat (6/10) dihadiri Pimpinan wilayah RCEO W01 BNI Rustianto, Pimpinan Area Head W01 Zulkifli Ikhwan Harahap, Branch Manager USU Medan Iqsal Anwal dan Branch Business Manager Masdalifah Nasution.

Bantuan ini diterima Ketua Pengurus Yayasan Mitra Husada Medan bapak Dr Imran Saputra Surbakti MM didampingi Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes.

STIKes Mitra Husada Medan membangun sinergi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi maka perlu peningkatan cakupan indikator kinerja utama (IKU) ke-6 yaitu kemitraan. (dmp)

Konsulat India Bersama USM Indonesia & Lembaga Peduli Lingkungan Tanam 2.000 Pohon di Percutseituan

TANAM POHON: Dubes India untuk Indonesia dan Timor bersama rektor USM Indonesia, ketua Yayasan Sari Mutiara dan peserta penanaman pohon di Percutseituan.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – KONSULAT Jenderal India di Medan bersama Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar penanaman dua pohon di Desa Saentis Percutseituan Deliserdang, Sabtu (7/10). Kegiatan ini dalam rangka perayaan hari budaya India dan peringatan 154 tahun Mahatma Gandhi.

Penanaman pohon dilakukan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia dan Timor Leste Sandeep Chakravorty, Konsulat India di Medan Shubham Singh, Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM, Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes, mahasiswa dan undangan lainnya.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM mengatakan bahwa kegiatan ini penting. Sebab tanaman yang tumbuh di tepi pantai bisa melindungi dari hempasan ombak secara langsung ke daratan,7 sehingga dapat mencegah erosi dan longsor.

Parlindungan Purba bersama Ivan Elisabeth Purba memberi apresiasi kepada pemerintah, Konjen India di Medan dan lembaga peduli lingkungan. Ia sebut USM Indonesia juga peduli dengan lingkungan hidup karena hal itu bisa memberikan dampak pertumbuhan perekonomian dan keberlangsungan hidup manusia.

Dubes mengatakan bahwa penanaman pohon untuk memeringati Mahatma Gandhi yang merupakan sosok tokoh sederhana dan penggagas kebersihan di India. Ia berterima kasih kepada pemerintah dan perguruan tinggi yang peduli terhadap pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan alam.

Sandeep Chakravorty mengutarakan kegiatan ini sebagai kolaborasi Konsulat Jenderal India di Medan dengan pemerintah, asosiasi petani bakau dan berbagai mitra.

Konsulat Jenderal India di Medan Shubham Singh menambahkan pada peringatan hari lahir ke 154 Mahatma Gandhi juga dilakukan pengalungan bunga kepada statue (patung) Mahatma Gandhi di kampus USM Indonesia.

”Komitmen bersama India dan Indonesia terhadap pelestarian lingkungan dan pertukaran budaya,” ujarnya. (dmp)

Wakil Bupati Perempuan Termuda Indonesia Motivasi Mahasiswa PPs UMSU

PPS UMSU: Wakil Bupati Perempuan Termuda Indonesia bersama rektor saat PKKMB PPs UMSU.ISTIMEWA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – RATUSAN mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (PPs UMSU) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula PPs UMSU, Sabtu (7/10).

PKKMB dibuka Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP. Kegiatan diisi dengan kuliah umum oleh Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution BApp Fin MFin.

Kuliah umum wakil bupati perempuan termuda di Indonesia mengangkat tema: sinergitas pemerintah daerah dengan perguruan tinggi sebagai implementasi tridharma perguruan tinggi.

Rangkaian PKKMB Pascasarjana UMSU yang diikuti 230 mahasiswa ini diramaikan dengan bazar UMKM dengan menggandeng Komunitas Rumah Kawan Bunda.

Koordinator Panitia PKKMB Pascasarjana UMSU Dr Adi Mansar MHum menyampaikan bahwa semua mahasiswa baru PPs UMSU mengikuti kegiatan melalui dua metode yakni luring dan daring.

”Kuliah umum ini merupakan agenda penting untuk penyambutan mahasiswa baru. Seluruh prodi, 8 S2 dan 1 S3, mengikuti kegiatan ini dengan cara seksama,” kata Adi.

Rektor UMSU mengungkapkan eksistensi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) sebagai bagian amal usaha strategis persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka sumbangsih untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Muhammadiyah memiliki 172 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan UMSU adalah salah satu diantaranya. ”UMSU saat ini menjadi salah satu dalam deretan PTMA terkemuka dengan raihan akreditasi institusi unggul,” imbuhnya.

Rektor menjelaskan bahwa mengelola perguruan tinggi tidak bisa dengan apa adanya. Harus senantiasa bisa beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi, khususnya terkait dengan kebijakan dan regulasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan tinggi.

”Sumber daya manusia yang dimiliki PPs UMSU sangat siap untuk menyiasati dinamika perubahan tersebut,” ujar Agussani.

Rektor juga menuturkan jejak sejarah perjalanan PPs UMSU sejak tahun 2002, yang awalnya Magister Ilmu Hukum yang pendiriannya kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). ”Alhamdulillah sekarang PPs UMSU memiliki delapan Prodi Magister (S2) dan satu Prodi Doktor (S3),” ungkap rektor.

Direktur PPs UMSU Prof Triono Eddy MHum mengapresiasi memilih melanjutkan Pendidikan di jenjang S2 dan S3 di PPs UMSU.

Prof Triono menjelaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi unggul dan merupakan PTS nomor 1 di Sumut memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi dan relevan dengan kebutuhan zaman.

”Kami berkomitmen untuk terus dan akan meningkatkan standar mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami mengajak setiap individu untuk menggali potensi terbaik, mengembangkan bakat, dan mengasah keterampilan,” katanya.

Prof Triono mengajak mahasiswa baru untuk bersama-sama merangkul masa depan dengan penuh semangat dan tekad. ”Jadilah agen perubahan yang memberdayakan dan mendukung satu sama lain,” tegasnya.

Atika Azmi Utammi Nasution memberi motivasi kepada para mahasiswa baru PPs UMSU. Wakil bupati perempuan termuda ini berbagi kisah perjuangan menuntut ilmu hingga ke Australia dan menjadi pejabat di Mandailing Natal. (dmp)

Dirangkai MoU WMK, UMSU Sambut Mahasiswa Program PMM, Mandiri, Sea Teacher dan Internasional

KERJA SAMA: Dari kanan Dr dr Hj Liliana Puspa Sari MKes, Prof Dr Agussani MAP dan Dr Wardayani MSi pada MoU wirausaha merdeka disela-sela acara silaturahim penyambutan mahasiswa di UMSU.ISTIMEWA.

UNIVERSITAS Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar silaturahmi untuk menyambut 146 mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Mandiri, Sea Teacher dan mahasiswa internasional asal Thailand, Malaysia, Kamboja, Filipina dan Yaman.

Penyambutan ini dirangkai dalam kegiatan pentas seni dan kreativitas yang dibuka Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP di Auditorium UMSU, Sabtu (7/10). Dalam kesempatan ini rektor UMSU juga melakukan MoU Wirausaha Merdeka (WMK) dengan Ketua Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna Dr dr Hj Liliana Puspa Sari MKes dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Ekonomi (STIM) Sukma Dr Wardayani MSi.

Rektor UMSU yakin bahwa program ini akan menjadi bagian pembelajaran dan pengalaman yang luar biasa bagi mahasiswa. Tidak hanya pendidikan formal tapi mempelajari dan mengenal seni budaya Sumut.

Wakil Rektor III UMSU Dr Rudianto MSi melaporkan bahwa 86 mahasiswa PMM, delapan mahasiswa pertukaran mahasiswa mandiri dari Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, dua mahasiswa program Sea Teacher asal Central Luzon State University (CLSU) Filipina dan 50 mahasiswa internasional asal Thailand, Kamboja, Malaysia dan Yaman.

”Selain mahasiswa inbound, sebanyak 274 mahasiswa PMM UMSU juga lulus pada program ini, tersebar di 60 universitas,” ujar wakil rektor. Ia juga menyampaikan bahwa UMSU terus aktif dalam program MBKM lainnya seperti MSIB, kampus mengajar, IISMA dan WMK.

Pada acara silaturahim tersebut, perwakilan mahasiswa dari setiap program diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan mereka. Wildan, perwakilan mahasiswa PMM dari Linggabuana PGRI Sukabumi mengatakan lulus PMM di UMSU merupakan suatu kesempatan yang luar biasa untuk bertukar cerita dan berbagi pengalaman.

Riska Purwati mewakili pertukaran mahasiswa mandiri dari Universitas Lancang Kuning Pekanbaru menyampaikan bahwa menjadi peserta dalam program ini bukanlah hal yang mudah.

”Sekarang kita berhasil berada di UMSU. Kampus yang sangat indah dan fantastik. Terima kasih, UMSU telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bertukar informasi, mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama satu semester ke depan,” ujar Riska yang mengenakan pakaian daerah.

Emmanuel Punzalan mahasiswa program Sea Teacher asal Filipina berterima kasih kepada UMSU karena sudah sangat membantunya. ”Pimpinan fakultas dan mahasiswa di UMSU sangat peduli dan aktif dalam kegiatan. Saya rasa itu yang membuat UMSU menjadi salah satu kampus ternama di Indonesia,” tuturnya. Sofia Keso, mahasiswa internasional asal Thailand turut mengucapkan terima kasih atas fasilitas yang telah membantu proses pembelajarannya di FKIP UMSU jurusan Bahasa Indonesia. (dmp)

Warga Kembali Minta Pemko Medan Bangun Puskesmas Pembantu di Sari Rejo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan meminta Pemko Medan melalui OPD terkait untuk membangun puskesmas pembantu (pustu) di kawasan Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Pasalnya, warga merasa akses dari Sari Rejo menuju Puskesmas Polonia di Jalan Pendidikan, Kelurahan Polonia cukup jauh.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan, M. Afri Rizki Lubis SM M.IP guna menjawab keluhan warga saat pelaksanaan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelarnya di Jalan Mawar Gang Bersama, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Senin (2/10/2023) sore.

“Kita akan terus mendorong Pemko Medan agar membangun puskesmas pembantu di Kelurahan Sari Rejo ini,” ucap Rizki.

Sesungguhnya, kata Rizki, keluhan tentang ketiadaan pustu di Sari Rejo bukan hanya didengarkannya baru-baru ini, melainkan telah didengarkannya sejak Februari 2023 lalu, tepatnya saat menggelar Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 di Kelurahan Sari Rejo.

“Dan kita tidak akan bosan untuk menyuarakan hal ini ke Pemko Medan. Kita berharap, pelayanan kesehatan berupa pustu dapat segera dibangun disini (Sari Rejo),” ujarnya.

Diterangkan Rizki, pembangunan pustu sejatinya akan sangat berbanding lurus dengan keseriusan Pemko Medan yang ingin meningkatkan pelayanan kesehatan untuk warga Kota Medan.

“Dan kita optimis, keluhan seperti ini akan direspon dengan baik oleh Pemko Medan,” kata Anggota Komisi I DPRD Medan tersebut.

Selain masalah ketiadaan pustu, warga Sari Rejo yang hadir dalam kesempatan itu juga menyampaikan keluhan lainnya dalam bidang pelayanan kesehatan. Diantaranya, sulitnya warga yang anaknya terkena stunting untuk mengambil bantuan stunting karena lokasi yang dinilai cukup jauh.

Untuk itu, warga Sari Rejo juga meminta agar kasus stunting di wilayah Sari Rejo mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Medan.

Tak cuma itu, warga juga memohon agar kasus kematian ibu dan bayi saat proses persalinan bisa mendapat perhatian Pemko Medan, khususnya di daerah Sari Rejo. Sebab dalam satu bulan, terdapat dua kasus kematian di saat persalinan.

Oleh sebab itu, warga Sari Rejo meminta agar permasalahan kesehatan masyarakat bisa menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Rizki Lubis mengaku akan segera menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.(map)