31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1106

Progres Penataan Medan Belawan Bahari Capai 9,1 Persen, Warga Bersyukur Lingkungannya Ditata Bagus

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryartono dan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Kementerian PUPR, Edward meninjau ke lokasi penataan kawasan Medan Belawan Bahari, Kamis (21/9/2022).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penataan Kawasan Medan Belawan Bahari dan penanganan kemiskinan ekstrem yang dilakukan oleh Kementerian PUPR saat ini progresnya sudah mencapai 9,1 persen. Konsep penanganan secara terintegrasi tersebut mencakup  perbaikan/peningkatan kualitas rumah, penataan kawasan, dan pembangunan pintu air serta pompa.

 Guna memastikan penataan berjalan maksimal, Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryartono dan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Kementerian PUPR, Edward meninjau ke lokasi penataan kawasan Medan Belawan Bahari, Kamis (21/9/2022).

 Saat tiba di Kantor Lurah Belawan Bahari, Bobby Nasution melihat gambar progres pelaksanaan pembangunan yang telah dikerjakan. Direncanakan penataan yang berlangsung dari bulan Juli 2023 ini akan selesai di akhir bulan Desember 2023.

 Dengan berjalan kaki, Bobby Nasution bersama Deputi Kemenko PMK dan Direktur Perumahan PUPR menyusuri jalan yang akan ditata. Terlihat sebagian pemasangan saluran drainase sudah selesai. Penataan kawasan Medan Belawan Bahari ini menggunakan anggaran sebesar Rp 18,95 Milyar.

 Dalam peninjauan tersebut, Bobby Nasution juga menyempatkan berbincang dengan warga yang tinggal di kawasan tersebut. Bobby Nasution pun meminta agar warga dapat mendukung program ini dan meminta maaf jika selama pengerjaan aktivitas warga terganggu.

 “Saya harap warga disini mendukung ya penataan kawasan yang dilakukan Kementerian PUPR. Saya juga memohon maaf jika selama pengerjaan aktivitas warga terganggu,” Kata Bobby Nasution.

 Kemudian Bobby Nasution berharap penataan kawasan Medan Belawan Bahari ini dapat segera selesai sehingga penanganan kemiskinan ekstrim di wilayah ini juga dapat teratasi.

 “Kita semua berharap perbaikan kawasan ini dapat selesai di akhir tahun 2023 sesuai dengan perencanaan, agar penanganan kemiskinan ekstrim di kawasan Belawan Bahari juga segera teratasi sehingga kehidupan warga disini lebih baik,” ujar Bobby Nasution yang hadir didampingi Kadis Perkimtaru Endar Sutan Lubis, Kepala Bappeda Benny Iskandar, Kadis SDABMBK Topan Ginting dan Camat Medan Belawan Yoga Budi Pratama Irawan.

 Suha Tiopan Panggabean, warga Kelurahan Bahari, mengaku mendukung penataan kawasan Medan belawan bahari. Menurutnya penataan ini nantinya menjadikan lingkungan tempat tinggalnya tertata rapi kan bagus. Artinya warga disini dapat beraktivitas sehari-hari dengan lancar. Sebab sebelum mendapatkan sentuhan dari pemerintah daerah tersebut kumuh dan kotor.

 “Dengan adanya penataan kawasan ini kami sangat beruntung dan bersyukur. Sebab diperbaikinya tempat tinggal kami merasa tertolong dari berbagai aktivitas baik itu sekolah anak maupun berdagang,” ujarnya.

 Dijelaskan Suha, sebelum adanya program penataan kawasan Medan belawan Bahari ini, lingkungan tempat tinggalnya sangat kumuh apalagi ketika terjadi banjir anak-anak yang ingin pergi sempat dengan terpaksa harus di gendong sampai ke tempat yang lebih aman.

 “Kondisi kumuh seperti ini sudah lama terjadi. untuk banjir rob dalam rentang waktu 10 hari, 3 atau 4 hari pasti ada terjadi pasang air laut. Saat ini juga kita rasakan semakin  tahun semakin naik debit air banjir rob,” ujarnya.

 Suha menilai program penataan kawasan Medan Belawan bahari ini dapat menolong dirinya dan warga lainnya beraktivitas. “Selain memperlancar aktivitas warga, penataan kawasan Medan Belawan Bahari ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

 Seperti diketahui Penataan Kawasan Medan Belawan Bahari yang terintegrasi dengan penanganan kemiskinan ekstrim merupakan kolaborasi dari Kementerian PMK, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dan Pemko Medan.

 Konsep penanganan secara terintegrasi tersebut mencakup konsep perbaikan/peningkatan kualitas rumah, penataan kawasan, pembangunan pintu air, pompa dan penyediaan air bersih serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). (rel)

Pj Gubsu Harap Penyaluran Pupuk Tepat Sasaran

AUDIENSI: PJ Gubernur Sumut, Hassanudin menerima audensi Direksi PT Pupuk Indonesia.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin meminta penyaluran pupuk subsidi untuk para petani di Sumut harus tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Pj Gubernur Hassanudin saat menerima kunjungan PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama tim di Ruang Kerja Gubernur, Lantai 10, Jalan Diponegoro, Kota Medan, Kamis (21/9/2023).

“Secara data ketersedian pupuk subsidi ini sudah lengkap, namun di lapangan kita masih mendengarkan keluhan kekurangan pupuk ini. Saat ini harus kita pastikan penyalurannya tepat sasaran, dan juga saya meminta pelayanan pada para petani juga harus dapat diterima oleh masyarakat itu dengan baik,” ucap Hassanudin.

Hadir di antaranya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia Wono Budi Tjahyono, Direktur Produksi PT Pupuk Iskandar Muda Jaka Kirwanto, SVP PSO Wilayah Barat PT Pupuk Indonesia Fickri Martawisuda, SVP Keuangan PT Pupuk Iskandar Muda Syahrul Kamal, dan VP Penjualan Wilayah I PT Pupuk Indonesia Wawan Arjuna.

Untuk target penyaluran pupuk bersubsidi, Hassanudin juga berpesan agar dapat lebih dimaksimalkan lagi, walaupun target penyaluran pupuk bersubsidi ini sudah menyentuh angka 60 persen pada petani. Dengan harapan para petani akan dapat lebih meningkatkan hasil produksi pertanian, sehingga dapat memenuhi kebutuhan logistik di Sumut.

Hassanudin menjelaskan keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi dengan tepat sasaran adalah salah satu bukti kehadiran pemerintah dalam membantu petani untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Oleh karena itu saya mengajak semua yang memilik kekuasaan dalam penyaluran pupuk ini untuk dapat bekerja dengan amanah,” ucap mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia Wono Budi Tjahyono pada kesempatan itu menyampaikan, sampai saat ini ketersedian pupuk bersubsidi di Sumut sebanyak 60 ribu ton dan pupuk komersil sebanyak 37 ribu ton. Menurutnya penyaluran pupuk subsidi sudah mencapai 60% lebih pada para petani.

“Kami laporkan Pak, bahwa sesuai instruksi Presiden bahwa penyaluran pupuk subsidi harus tepat sasaran, dan sudah disalurkan sebanyak 60% pada petani di Sumut. Untuk ketersedian pupuk sendiri untuk Sumut sampai saat ini sudah tercukupi,” katanya.

Budi Tjahyono juga memastikan, kedepannya terget penyaluran ini akan lebih dipercepat dan juga akan terus mendorong penyaluran pupuk ini lebih efektif, sesuai dengan kebutuhan pada petani di daerah ini.(gus)

Kadis Perindag ESDM Ungkap Harga Beras Diatas Acuan karena Kurangnya Pasokan Beras Lokal

SIDAK: Kepala Disperindag ESDM Sumut, Mulyadi Simatupang sidak pasar di Pasar Sukaramai, Kota Medan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) atau pemantauan harga bahan pangan ke Pasar Sukaramai, Kota Medan, Jumat (22/9/2023).

Kepala Disperindag ESDM Sumut Mulyadi Simatupang mengungkapkan sidak ini, salah satu yang menjadi fokus Disperindag adalah harga dan ketersediaan beras di pasar ini.

Berdasarkan pantauan tim sidak pasar, harga tertinggi untuk beras medium rata-rata Rp15.000/kg. Padahal, menurut Mulyadi harga acuan penjualan beras medium menurut sekitar Rp11.500/kg.

“Masih di atas harga acuan penjualan, beras medium paling mahal Rp15.000/kg, tetapi untuk bahan pangan lainnya masih normal seperti cabai, bawang, daging, daging ayam, telur dan lainnya,” kata Mulyadi kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan Mulyadi Simatupang, masalah yang ditemukan Disperindag saat ini kurangnya pasokan beras lokal. Padahal secara angka produksi beras Sumut berada di posisi surplus 321.546 ton pada bulan Agustus.

“Kita terus surplus di tahun ini sampai bulan Agustus, 321.546 ton, tetapi kendala kita pasokan lokal saat ini berkurang, ini perlu kita coba lihat nanti bersama Dinas Pertanian, kita sisir kilang-kilang padi dan lainnya untuk mengetahui penyebab utamanya,” kata Mulyadi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut, Yura A Djalin mengatakan ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan harga beras naik, antara lain kenaikan harga beras global, spekulasi ancaman el Nino, dugaan dijual keluar.

“Kalau el Nino Aceh dan Sumut tidak berdampak signifikan, tetapi Jawa sudah terasa ada kemungkinan beras kita di jual keluar provinsi, kemudian ancaman el Nino dan kenaikan harga beras global juga mungkin mendorong spekulasi beras akan naik harganya,” kata Yura Djalin.

Bukan hanya stok produksi petani Sumut saat ini kondisinya surplus, tetapi stok Bulog menurut Kepala Bulog Sumut Arif Mandu juga kondisi aman. Saat ini stok Bulog sebesar 48 ribu ton dan akan ditambah 12 ribu ton akhir bulan.

“Stoknya aman sampai akhir tahun kita juga akan menambah, kita juga berupaya menyalurkan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) di Kota Medan bekerja sama dengan PD Pasar kemudian menyalurkan bantuan pangan 10 Kg per KK untuk KPM (keluarga penerima manfaat), kita berharap dari semua kita lakukan bersama ini mampu menahan meningkatnya harga beras,” katanya.

Sementara itu, salah satu penjual beras di Sukaramai Liliani mengaku, penjualan beras tetap stabil walau harganya meningkat cukup besar. Hanya saja, masyarakat banyak yang lebih memilih beras medium yang harganya sekitar Rp12.000 hingga Rp13.000/kg.

“Tidak turun penjualannya, yang paling mahal ini yang berkurang, tetapi yang kualitas di bawahnya malah jadi tambah banyak yang beli, tetapi sama kita pak sama saja, harganya tinggi pun untung yang kami dapat tetap sama,” kata Liliani.(gus/ram)

Nasib Pulau Simuk, Terancam Krisis Pangan dan Listrik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Krisis yang melanda Pulau Simuk, Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), sepertinya belum usai. Setelah terancam Krisi pangan karena ombak besar, kini pulau terluar di Sumatera Utara tersebut terancam Krisi listrik.

Camat Simuk, Gentelman Bago menyatakan tidak ada aliran listrik yang memadai di Pulau Simuk. Karena, tidak ada aliran listrik dari PT PLN, sehingga sangat berdampak dengan pasokan pangan.

Bago mengungkapkan bahwa bila aliran listrik memadai dari PLN, akan memberikan dampak baik bagi masyarakat, contohnya hasil tangkapan ikan masyarakat bisa disimpan di kulkas dan menjadi pasokan kebutuhan masyarakat.

“Ada kendala besar di kami yaitu listrik yang tidak memadai. Padahal itu bagus untuk kami untuk menyimpan bahan pangan. Misalnya, saat cuaca bagus, warga memancing dan dapat menyimpannya di kulkas,” ujarnya.

Dijelaskannya, di Pulau Simuk penerangan hanya sekedar saja. Listrik bisa digunakan hanya malam hari saja, itu pun, untuk lampu saja dengan terbatas.

Sedangkan untuk krisis pangan sudah terjadi sekitar 8 hari belakangan ini. Masyarakat sudah tidak makan beras lagi, diganti dengan konsumsi roti, mie, terigu, ketan dan sagu.

Dampak krisis ini, Bago mengungkapkan membuat anak-anak di Pulau Simuk berjatuhan sakit, seperti diare. Namun, kondisinya tidak begitu parah dan ditangani.

“Sudah 8 hari lah (krisis pangan), Beberapa hari ini, tiga hari terakhir ini lah. Ada beberapa yang mencret, tapi tidak tahap kritis. Tapi, tidak seperti biasa dan jumlahnya bertambah. Fasilitas kesehatan ada, Puskemas ada, dokter juga ada,” sebut Bago saat dikonfirmasi Sumut Pos melalui telpon selular, Jumat (22/9/2023). (gus/ram)

40 Bungkus Sabu di Amankan Dari Saku Celana Muhrizal

AMANKAN: Sat Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan kurir sabu, Muhrizal dari kantong saku celananya.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sat Narkoba Polres Tebingtinggi meringkus Muhrizal (49) yang telah meresahkan warga. Dalam kantong Muhrizal ditemukan 40 paket kecil plastik transferan sabu, Kamis (21/9/2023).

Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Agus Arianto membenarkan bahwa Polres Tebingtinggi Polres Tebingtinggi melalui Sat Narkoba berhasil mengamankan seorang laki-laki yang memiliki narkoba jenis sabu.

Petugas yang melakukan penyamaran dan berhasil melakukan penangkapan kepada pelaku Muhrizal disebuah bengkel sepeda motor di Jalan LKMD II Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

“Saat dilakukan pemeriksaan kepada pelaku, dirinya mengelak dengan tuduhan tidak benar memiliki narkoba, tetapi petugas tetap melakukan interogasi, terakhir pelaku mengakui memiliki narkoba yang disimpan dari saku celananya,” bilang AKP Agus Arianto.

Menurutnya, pelaku diamankan karena adanya laporan dari warga sekitar yang mengaku resah melihat pelaku sering melakukan transaksi narkoba di Kelurahan Lalang.

“Barang bukti yang diamankan sebanyak 40 paket narkoba jenis sabu seberat 1,09 gram, 1 buah celana jeans hitam dan plastik asoy warna hitam sebagai pembungkus narkoba,” bilangnya.

Pelaku diancam dengan pasal yang dipersangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (1), Subs Pasal 111 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. (ian/ram)

Prof Baharuddin Siap Lanjutkan Program Prof Syamsul Gultom, Siapkan 3 Fakultas Baru

BERSAMA: Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin (tengah) didampingi Rektor Unimed Periode 2019-2023 Prof. Dr. Syamsul Gultom, Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, berfoto bersama.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) periode 2023-2027, Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd siap melanjutkan program-program terbaik dalam pengembangan Kampus Unimed, yang dilakukan sebelumnya oleh Rektor Unimed Periode 2019-2023 Prof. Dr. Syamsul Gultom.

Hal itu, diungkapkan oleh Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd kepada wartawan dalam kegiatan Media Gathering di Pantai Romantis, di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (21/9/2023) kemarin.

“Saya kira melanjutkan program-program sudah dibuat rektor yang lama. Kita akan buat meningkatkan lagi. Media cepat menyampaikan informasi program-program akan dilaksanakan sudah sampai di masyarakat,” kata Baharuddin.

Begitu juga, Unimed sedang persiapkan diri untuk membuka sejumlah Fakultas baru. Fakultas baru menjadi fokus, Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum dan Fakultas Farmasi.

Baharuddin menjelaskan bahwa sejumlah fakultas baru akan dibuka di Unimed, berdasarkan petunjuk dan arahan dari Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Sehingga diperlukan persiapan maksimal kedepannya.

“Sesuai dengan arahan sebelumnya, pak Ketua Senat kita akan membuat Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum. Saya kira dalam proposal izin sedang dikerjakan,” ucap Baharuddin.

Didampangi Rektor Unimed Periode 2019-2023 Prof. Dr. Syamsul Gultom, Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Baharuddin mengungkapkan bahwa pihaknya sedang persiapkan proposal untuk izin pembukaan fakultas baru itu, ke Pemerintah Pusat.

Baharuddin menjelaskan bahwa untuk Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana dan prasarana sudah siap dan mempuni. Terutama untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Unimed.

“Fakultas Olahraga, juga banyak dosen dari kedokteran. Sarana Prasarana sudah siap dan siap berkolaborasi dengan rumah sakit. Saya kira sudah banyak alumni sudah bekerja, dari kedokteran, yang mempunyai kompetensi,” ucap Baharuddin.

Baharuddin menambahkan pihaknya memerlukan jurnalis dan media massa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan program-program kepada masyarakat secara luas.

“Terus berkolaborasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sangat peduli dengan masyarakat, terutama masyarakat Sumatera Utara,” ucap Baharuddin.

Sementara itu, Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd menjelaskan untuk pembukaan sejumlah fakultas baru menjadi fokus pihak jajaran rektorat Unimed. Terutama Fakultas Kedokteran, sudah berjalan persiapan sejak 6 tahun lalu.

“Rekrutmen dosen kita, sudah 6 tahun lalu. Jadi, bukan sekarang sudah sejak 6 tahun lalu. Bukan kedokteran saja, Fakultas Hukum dan Fakultas Farmasi juga,” jelas Syawal.

Syawal juga meminta dukungan jurnalis bersama kolaborasi dalam capaian-capaian informasi dan program-program Unimed kepada masyarakat.

“Kita sangat memerlukan media, karena Unimed sangat terbatas menyampaikan program-programnya dan apa sudah dicapai. Jadi, ada media sebagai partner, media salah satu pilar di Unimed dan pilar demokrasi,” sebut Syawal.(gus)

Diduga Eksploitasi Anak Lewat Live Medsos, Dinsos Medan Amankan 40 Anak dari 2 Panti Asuhan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan melakukan penjangkauan dan mengamankan sejumlah anak dari panti asuhan yang terletak di Jalan Rinte Raya, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. Pasalnya, panti asuhan itu diduga melakukan eksploitasi anak dengan cara meminta bantuan melalui live media sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, menjelaskan hal itu dilakukan pihaknya setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang adanya dugaan eksploitasi anak dari panti asuhan tersebut.

“Kami langsung bergerak setelah mendapatkan pengaduan masyarakat, tentunya berkolaborasi dengan aparat kepolisian. Dari pemeriksaan sementara, Panti asuhan ini tidak terdaftar dan tidak memiliki Izin Operasional sebagai Panti Asuhan/LKSA dari Dinas Sosial Kota Medan,” ucap Khoiruddin, Kamis (21/9/2023) malam.

Sebelumnya, kata Khoiruddin, pihaknya juga telah melakukan penjangkauan di Panti Asuhan Tunas Kasih Olayama Raya yang terletak di Kecamatan Medan Perjuangan.

“Total ada 40 orang anak yang saat ini kita amankan dari dua panti asuhan tersebut. Di panti asuhan pertama kita amankan 25 orang, kemudian di panti asuhan kedua sebanyak 15 anak,” ujarnya.

Saat ini, sambung Khoiruddin, ke-40 anak tersebut dititipkan pihaknya ke panti milik Kementerian Sosial.

“Selanjutnya anak-anak ini kita tempatkan sementara di Sentra Bahagia milik Kementerian Sosial RI di Jalan Williem Iskandar, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung,” katanya.

Tak berhenti sampai disitu, lanjut Khoiruddin, Dinas sosial Kota Medan juga akan membentuk tim khusus untuk memonitoring keberadaan panti-panti asuhan lainnya di Kota Medan yang juga diduga melakukan eksploitasi terhadap anak-anak yang diasuh disana.

“Ini merujuk kepada surat edaran dari Menteri Sosial RI yang melarang adanya eksploitasi terhadap anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Menambahkan pernyataan Kepala Dinas Sosial, Kabid Rehabsos Dinas Sosial Kota Medan, Mariance menjelaskan bahwa dari hasil penjangkauan ini, pihaknya juga menemukan banyaknya fasilitas yang tak layak kepada anak-anak penghuni panti asuhan.

“Kami juga berterima kasih atas respon cepat dari masyarakat yang peduli untuk segera melaporkan hal-hal yang dianggap janggal seperti ini, sehingga kami juga bisa cepat merespon agar dugaan eksploitasi anak seperti ini bisa diatasi secepatnya,” pungkasnya.
(map/ram)

Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag Sumut, Forwamik Sampaikan Program

Forwamik berfoto bersama dengan jajaran Kanwil Kemenag Sumut, Kamis (21/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Wartawan Mitra Kanwil Kemenag Sumatera Utara (FORWAMIK Sumut) silaturahim bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenag Sumut), Kamis (21/9/2023). Dalam kesempatan ini, Ketua Forwamik P Sormin, memaparkan sejumlah program kerja Forwamik yang bersinergi serta mendukung dan bermanfaat bagi ke maslahatan umat.

Beberapa diantaranya, rencana Maulid Nabi yang akan digelar Oktober mendatang. Kemudian program pelatihan jurnalistik bagi siswa madrasah.

“Forwanik siap bersinergi dengan Kanwil Kemenagsu dan jajaran sesuai bidang tugas dan fungsi masing-masing serta bekerja secara profesional,” kata Sormin, didampingi Sekretaris Faizal SL dan Bendahara Anum Saskia dan para pengurus.

Sementara itu, Kakanwil Kemenagsu Ahmad Qosbi menyambut baik dan mengapresiasi program Forwamik. Termasuk program pelatihan jurnalistik, dengan berkoordinasi dengan Kabid Penmad, apakah nantinya akan dijadikan sebagai program ekstra kulikuler di madrasah.

Hal lain disampaikannya, dalam kemitraan ini siap menerima keritik dari media dalam rangka memotivasi kinerja.

“Kemitraan ini diharapkan memberi dampak positif bagi kemajuan dan kinerja seluruh ASN di lingkungan Kemenagsu,” katanya.

Selain itu, Qosbi mengatakan, saat ini kegiatan moderasi beragama terus digiatkan serangkaian mendukung program Kemenag RI dan kehadiran Forwamik hendaknya bisa menjadi sebuah kekuatan dalam menyebar informasi kepada masyarakat luas.

Dia berharap agar informasi-informasi yang positif dari Kanwil yang memang meningkatkan kualitas pelayanan disebarluaskan. “Kita berharap dengan informasi yang benar dapat mendidik masyarakat paham akan tugas dan fungsi Kanwil Kemenagsu,” imbuhnya.

“Jangan seperti yang terjadi tadi, ada lima orang berdemo ke Kanwil menuntut agar kampus salah satu universitas di Sumut ditutup. Padahal kewenangan menutup bukan di Kemenag. Mereka itu harusnya tahu kemana melakukan tuntutan atau berdemo,” pungkas Qosbi.

Hadir dalam acara ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Sumatera Utara, H Ahmad Qosbi Penanggung Jawab Fungsi Subbag Umum dan Humas M Yunus, Kabid Pendidikan Madrasah, H Erwin Pinayungan Dasopang, Kabid Penyelelenggara Katolik, Pendi Justianus Katolik Sunirat. Budi Sulistiyo Pembimas Buddha, Pembimas Buddha, Pembimas Hindu, Eli Rosa Tarigan. (man)

Poltekpar Medan Berpartisipasi dalam TFI-Scale di Republic Polytechnic of Singapore

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan ikut serta dalam kegiatan Temasek Foundation Specialist Community Action and Leadership Exchange (TFI-Scale) dengan tema “Marketing Sustainable Cultural And Natural Tourism Destination to Youth” di Singapura.

Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama Poltekpar Medan dengan Republic Polytechnic of Singapore, di mana 15 orang mahasiswa terpilih dari Poltekpar Medan akan mengikuti kegiatan yang melibatkan aspek-aspek seperti pemberdayaan, peningkatan keterampilan kepemimpinan, peningkatan kesadaran sosial, jaringan dan kolaborasi, serta peluang karir di bidang pengembangan komunitas.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 19 September 2023 ini diikuti lima negara, yakni Singapore, Indonesia, Thailand, Filipina, dan China. Pada acara penutupan yang dilaksanakan pada 18 September 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan seluruh panitia yang telah merancang, mempersiapkan, dan melaksanakan program ini.

Menurut Sandiaga Uno, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan pemahaman dan apresiasi yang lebih besar terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada destinasi wisata budaya dan alam serta bagaimana hal tersebut dapat dipasarkan kepada generasi muda di Asia Tenggara. Sandiaga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, baik dari Indonesia, maupun dari negara lainnya. “Saya percaya seluruh peserta telah melakukan yang terbaik dan mendapatkan banyak pengalaman serta pengetahuan baru,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bukti nyata hubungan baik antar negara-negara Asia secara khusus Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, dan China. “Setelah melewati berbagai halangan khususnya Covid-19, kolaborasi nyata ini akhirnya dapat dilaksanakan kembali. Peran pemuda dalam mewujudkan keberlanjutan memang sangatlah penting, bukan hanya di bidang pariwisata namun juga dalam setiap sektor kehidupan manusia. Perlu adanya stimuli agar para pemuda menyadari dan mengingat betapa pentingnya peran mereka dalam mewujudkan keberlanjutan sehingga dapat terus menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” bebernya.

Direktur Pokltekpar Medan, Ngatemin menyampaikan harapan, kegiatan ini dapat terus berlangsung, dan memberikan manfaat bagi lebih banyak pemuda dunia. “Kami segenap warga negara Indonesia, secara khusus masyarakat Kota Medan membuka pintu selebar-lebarnya untuk menyambut kedatangan civitas akademik Republic Politeknik Singapura tahun depan. Mari kita selalu berkolaborasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kualitas hidup masyarakat dunia secara khusus melalui pemberdayaan pemuda. (adz)