31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 1111

Dandim 0201/Medan Terima Dari Walikota Medan Berita Acara TMMD Ke-118 TA. 2023

Walikota Medan serahkan Berita Acara TMMD Ke-118 TA. 2023. kepada Dandim 0201/Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upacara pembukaan TMMD Ke-118 TA. 2023 di wilayah Kodim 0201/Medan telah berlangsung dipimpin oleh Walikota Medan Bobby Nasution di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan Medan, Rabu (20/9).

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Kodim 0201/Medan, Kolonel Inf. Ferry Muzawwad, S.I.P., M.Si menerima Berita Acara TMMD Ke-118 TA. 2023, dari Walikota Medan Bobby Nasution, setelah keduanya menandatangani isi berita acara.

Dalam kesempatan itu, Pangdam I/BB diwakili Kepala Staf Daerah Militer I/Bukit Barisan Brigjen TNI Refrizal, menyaksikan penandatanganan berita acara, sekaligus penyerahan berita acara TMMD Ke-118 TA. 2023 dari Walikota Medan kepada Dandim 0201/Medan.

Dalam kegiatan upacara pembukaan TMMD Ke-118 tersebut juga melakukan penyematan tanda peserta TMMD sekaligus dilakukannya penyerahan perangkat kerja secara simbolis oleh Walikota Medan.

Dalam amanatnya, Walikota Medan Bobby Nasution menyampaikan, pembangunan desa dibutuhkan partisipasi seluruh pihak didukung juga dengan partisipasi warga desa.

“Melalui TNI Manunggal Membangun Desa ke-118 TA. 2023 oleh Kodim 0201/Medan, program ini telah banyak mendapatkan sorotan positif dari berbagai pihak,” katanya

Wali Kota Medan menambahkan, tujuan dari program ini juga untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan kesadaran bela negara maupun disiplin nasional yang diselaraskan dengan program pemerintah daerah setempat.

Wali Kota menambahkan, TMMD juga berguna sebagai program percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, terutama di perioritaskan untuk pembangunan wilayah tertinggal.

“Saya berharap dalam pelaksanaannya, TNI mampu menciptakan hubungan baik yang bersifat kekeluargaan dengan seluruh masyarakat desa di daerah Lokasi sasaran pengerjaan. Mewujudkan transformasi desa melalui TMMD, merupakan kepastian yang diharap mampu menghadirkan perubahan yang sistematis dan komprehensif, menjadikan desa dan masyarakatnya lebih maju dan sejahtera,” tutup Bobby.

Selepas memberikan amanat, Walikota Medan melakukan pernyataan resmi pembukaan TMMD Ke-118 TA. 2023.

Upacara pembuka TMMD tersebut, melibatkan sebanyak 250 peserta dan juga ratusan tamu undangan. Sebelum mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan, pemotongan nasi tumpeng serta pemberian ratusan paket sembako kepada masyarakat, juga dilakukan dalam pembukaan TMMD tersebut. (rel/tri)

CERI Pertanyakan Tanggung Rentang Dirut dan Mantan Dirut Pertamina

Karen Agustiawan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman turut mempertanyakan apakah Direktur Utama PT Pertamina (Persero) NW dan Mantan Dirut DS ikut tanggung renteng atas kerugian negara sebesar USD 140 juta atau Rp2,1 triliun akibat impor LNG pada kasus Karen Agustiawan sebagaimana diungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

“Jangan-jangan itu kerugian bisnis LNG Pertamina lainnya, meliputi kontrak LNG dengan Mozambique, Woodside dan Bontang, Muara Bakau, dan Ganal Rapak, sesuai audit internal dan audit oleh Price Waterhouse Coopers (PWC),” ungkap Yusri Usman di Medan, Jumat (22/9).

Yusri menambahkan, mantan Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan telah mengatakan kepada media saat hendak dibawa ke ruang tahanan di KPK, bahwa Sales Purchase Agreement (SPA) antara Pertamina dengan Corpus Cristi Liquefaction (CCL) Amerika itu merupakan aksi korporasi dari penugasan pemerintah melalui surat menyurat antara Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan UKP4 tanggal 19 Maret 2012, kemudian SPA pada tahun 2013, dan 2014 telah dianulir pada tahun 2015 oleh Dirut PT Pertamina saat itu masih dijabat oleh Dwi Sucipto.

“Karen juga menjelaskan bahwa pada Oktober 2018, yaitu pada saat itu Pertamina berpotensi bisa mendapat keuntungan 75 cent per MMBTU dari penjualan LNG yang berasal CCL Amerika Serikat kepada Travigura, namun anehnya Pertamina saat itu tidak menutup deal tersebut. Karen heran mengapa Dirut Pertamina saat itu diam saja,” ujarnya.

“Kami apresiasi langkah berani Karen membuka tabir di balik proses hukum yang dia alami. Buka semua biar terang benderang,” katanya lagi.

Perlu diketahui, sejak 20 April 2018 Menteri BUMN era Rini Soemarno telah mencopot Elia Masa Manik dan menunjuk Plt Dirut Pertamina adalah Nicke Widyawati, kemudian dikukuhkan dalam RUPSLB BUMN pada 30 Agustus 2018.

Karen telah membantah kerugian negara yang disebut oleh Ketua KPK, Firly Bauhuri. Karen juga telah menegaskan keuntungan Pragnosa Pertamina hingga 2025 adalah USD 107, 38 juta atau setara Rp 1,6 triliun.

Yusri Usman mengungkapkan, petinggi LNG di Pertamina Holding menyebutkan bahwa hingga saat ini tahun 2023, Pertamina telah meraih ketuntungan lebih USD 80 juta atau sekitar Rp 1,24 triliun.

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembelian LNG Pertamina dari perusahaan Amerika Serikat Corpus Cristi (CCL).

Karen lantas membeberkan, pembelian LNG dari CCL merupakan program strategis nasional dan sudah sesuai dengan Instruksi Presiden RI. Sementara KPK mendalilkan pembelian tersebut tidak mendapatkan persetujuan negara. (dek)

Peluang Duet Prabowo-Ganjar, PDIP Tunggu Dinamika Politik

Puan Maharani

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peluang duet Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo menjadi perhatian partai politik. PDI Perjuangan (PDIP) masih menunggu dinamika politik sebulan ke depan, untuk memutuskan langkah dalam menghadapi Pilpres 2024. Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan, dirinya belum bisa menjawab peluang duet Prabowo – Ganjar. Pihaknya masih akan melihat dinamika politik selama sebulan ke depan. Sebab, kondisi politik menjelang pilpres sangat dinamis.

Apakah wacana menduetkan dua tokoh itu bisa terjadi atau tidak, menurut Puan, hal itu sangat bergantung dengan dinamika politik sebulan ke depan. “Kita lihat bagaimana dinamikanya sebulan ke depan,” terang Puan usai rapat paripurna di komplek parlemen, Senayan, Kamis (21/9). Ketua DPR RI itu mengatakan, setiap partai memiliki kalkulasi dalam memutuskan langkah politik. Begitu juga PDIP dan partai politik pendukung Ganjar. Semua partai pasti akan melakukan perhitungan politik dalam menghadapi pesta demokrasi.

Apakah PDIP rela jika Ganjar menjadi cawapres Prabowo? Puan menegaskan, dirinya belum bisa menjawabnya. Partainya masih akan menunggu perkembangan politik menjelang pedaftaran capres-cawapres ke KPU.

Yang jelas, kata Puan, dirinya terus melakukan komunikasi dengan partai lain, diantaranya dengan Partai Gerindra dan Partai Golkar. Bahkan, ketika memimpin rapat paripurna kemarin, dia berkomunikasi dengan Sufmi Dasco Ahmad yang merupakan ketua harian Partai Gerindra dan Lodewijk F Paulus yang menjabat sebagai sekjen Partai Golkar.

Baik Dasco dan Lodewijk adalah wakil ketua DPR RI. “Tadi Pak Dasco dan Pak Lodewijk di sebelah saya. Jadi, kami tetap menjalin komunikasi dengan semua partai,” ungkap mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu. Puan juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan bertemu dengan Prabowo. Dia menambahkan bahwa diri beberapakali bertemu dengan Prabowo. “Kemarin saya bertemu (Prabowo) di acara NU,” tandasnya. Bakal capres Ganjar Pranowo mengatakan, peluang duet dirinya dengan Prabowo bisa saja terjadi sebelum pendaftaran capres-cawapres dibuka oleh KPU RI. Ganjar mengatakan, semua peluang bisa terjadi dalam politik sebelum ada penetapan dari KPU. “Kalau politik itu sebelum nanti ditetapkan di KPU semua peluang bisa terjadi,” papar Ganjar.

Apalagi sampai saat ini, partai politik pengusung dan pendukung Ganjar, yaitu PDIP, PPP, Partai Hanura, dan Partai Perindo belum memutuskan bakal cawapres Ganjar. Sejumlah nama masuk dalam bursa cawapres, diantaranya, Mahfud MD dan Sandiaga Uno.

Terpisah, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kondisi politik sangat dinamis. Menjelang pedaftaran ke KPU, masih banyak hal yang mungkin akan terjadi. “Politik kan dinamis. Semuanya masih mungkin terjadi,” ujarnya. Saat ini, kata Dasco, Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, dan PBB sedang fokus menyusun program kerja bersama dalam menghadapi Pilpres 2024. “Jadi kami belum kepikiran sampai situ,” pungkasnya.

Sementara itu, para sekjen partai anggota KIM terus mematangkan program pemenangan Prabowo Subianto. Dari beragam gagasan Probowo, akan dikristalkan menjadi 17 program prioritas dan 8 program cepat. “Program itu akan dibahas 45 pakar,” terang Sekjen Partai Golkar Lodewijk. Berbagai program yang dibahas pakar itu harus menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Sekaligus memiliki daya jual dan diterima masyarakat luas.”Ini harus cepat karena waktu sudah mepet, kan pendaftaran sudah mulai 19 Oktober,” urainya.

Menurutnya, semua program nanti akan disosialisasikan untuk berkampanye. Dari kampanye tingkat pusat hingga daerah. “Penting untuk menyamakan seluruh narasi dari KIM. Ini untuk juru kampanye dari atas sampai daerah,” jelasnya.

Selain itu, KIM juga akan membentuk empat kelompok kerja. Yakni, ekonomi, politik hukum, kesejahteraan rakyat, dan pertahanan keamanan hubungan luar negeri. “Kalau Pak Prabowo setuju, kami bentuk tim pokja dari delapan partai,” paparnya. (lum/idr/tyo/jpg)

Konser Musik Akbar Anak & Remaja HKBP, Praeses HKBP Distrik 5 Harapkan Dukungan Pendeta dan Jemaat

LATIHAN: Suasana latihan persiapan Konser Akbar Anak & Remaja HKBP Distrik 5 Sumatera Timur.

SUMUTPOS.CO – Praeses HKBP Distrik 5 Sumatera Timur, Pdt Maurixon Silitonga, meminta kepada seluruh pendeta termasuk jemaat, untuk mendukung kegiatan Konser Akbar Anak & Remaja HKBP Distrik 5, yang bakal digelar 28 September 2023 mendatang di Aula Nommensen Pematangsiantar, dimulai pukul 16.00 WIB.

Maurixon mengatakan, konser ini merupakan bagian dari program Bidang Martutria HKBP. Dihubungkan dengan tema HKBP tahun ini, yakni ‘Tahun Profesionalisme’, maka acara ini sebagai implementasi bagi generasi penerus agar bisa profesional di bidang masing-masing.

“Jadi sangat penting ada dukungan para pendeta dan jemaat, supaya acara ini dapat terselenggara dengan baik. Dan anak-anak sebagai peserta lebih semangat,” ungkap Maurixon.

Maurixon juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia termasuk para pelatih yang selama ini telah membimbing dan membina anak & remaja HKBP, sehingga talenta mereka semakin berkembang.

Pada kesempatan yang sama, Pdt Pintauli boru Lubis, selaku ketua pagelaran, yang juga Kabid Marturia HKBP Distrik 5, mengatakan, anak dan remaja yang terlibat dalam konser ini mencapai 200 orang. Menurutnya, mereka akan memainkan berbagai alat musik tradisional dan modern, seperti taganing, seruling, organ, piano, pianika, saxsofon, terompet, sello, biola, drum band, dan lainnya. Adapun yang dilantunkan, yakni lagu-lagu gerejawi, lagu Batak, dan lagu nasional, dimainkan dengan ragam alat musik tersebut, dan juga digabung dengan paduan suara.

“Untuk mendukung kesuksesan acara ini, panitia menyediakan tiket masuk mulai Rp75 ribu hingga Rp200 ribu. Untuk mendapat tiket ini, bisa menghubungi panitia di nomor HP 082162797375,” tuturnya.

Adapun mereka yang terlibat sebagai panitia dan pelatih pada kegiatan ini adalah Pintauli, Pdt Netty boru Rumahorbo (sekretaris pagelaran), Pdt Guntur Simanjuntak (konduktor lagu buku ende), dan Melody Siallagan yang merupakan guru SMA Negeri 1 Pematangsiantar (konduktor lagu nasional dan daerah).

Dan Edison Siallagan, anggota Tim Musik HKBP Distrik 5 (pelatih), serta Jubelando Tambunan dari HKBP Suka Dame (stage manager). (mag-7/saz)

Pastikan Ketersediaan Beras Secara Mandiri, Sumut Butuh 167 Ribu Hektare Sawah

SEMAI: Seorang petani sedang menyemai padi di sawah miliknya.

SUMUTPOS.CO – Dengan kenaikan harga beras yang seolah tidak mengenal waktu, membuat banyak masyarakat mengeluh. Terkait hal tersebut, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin angkat bicara.

“Harga beras yang bergejolak belakangan ini, telah memicu keresahan di masyarakat. Terlebih, pada akhirnya di awal September ini, Bulog menaikkan harga beras lebih dari 15 persen, setelah terjadi kenaikan harga beras lainnya yang beredar di masyarakat. Dan saat ini harga beras medium di Sumut sudah di atas Rp13 ribu per kilogram,” ungkap Gunawan, Kamis (21/9).

Menurut Gunawan, data dari BPS 2021, menyebutkan, Sumut megalami defisit beras. Produksi beras di Sumut masih lebih rendah dari konsumsi masyarakat Sumut. Besaran defisit beras 14,89 persen pada 2021 lalu. Besaran defisit beras tersebut harus ditutup, agar Sumut mampu secara mandiri menyediakan kebutuhan berasnya.

“Di 2022, BPS menyebutkan, Sumut telah memproduksi 1,2 juta ton beras. Jika defisit beras masih bertahan hingga 2023 ini, dan jika konsumsi beras masyarakat Sumut sebanyak 116 kilogram per kapita per tahun, dan populasi masyarakat di Sumut 15,3 juta jiwa, maka dibutuhkan beras sebanyak 1,78 juta ton,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan, ada defisit sekitar 504 juta kilogram beras di wilayah Sumut. Dan jika produksi per hektare sawah sekitar 5 ton gabah, maka dibutuhkan sekitar 167 ribu hektare sawah baru, agar bisa menutupi defisitnya. Dan selama ini, defisit selalu ditalangi dengan cadangan beras pemerintah di Bulog, yang didatangkan dengan cara diimpor. Dan impor beras selalu menjadi solusi terakhir saat harga beras sulit dikendalikan.

“Respons Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengatasi mahalnya harga beras adalah dengan menambah luas sawah dengan target 45 ribu hektare. Saya menilai, upaya ini layak diapresiasi, karena ada upaya untuk menambah luas areal tanam, sekalipun luasnya masih belum sesuai harapan. Dan diharapkan, tentunya target tersebut bisa cepat direalisasikan. Dan ada upaya berkesinambungan untuk menambah luas areal sawah ke depannya,” harap Gunawan.

Gunawan berpendapat, selanjutnya Pemprov Sumut juga akan mengintervensi dengan mensubsidi bahan bakar minyak (BBM) pengangkutan beras. Jika upaya ini dilakukan, maka harga beras bisa lebih murah Rp100 hingga Rp150 per kilogram. Artinya, distribusi beras yang mendapatkan subsidi transportasi tersebut akan lebih murah maksimal Rp150 dibandingkan dengan harga normal.

“Dan terakhir, ada upaya untuk operasi pasar juga. Nah operasi pasar ini memang selalu menawarkan harga yang lebih murah dari harga di pasaran. Masyarakat akan senang tentunya. Nah selain upaya menambah luas areal sawah tadi, apakah program subsidi transportasi dan operasi pasar akan efektif dalam meredam gejolak harga beras?” timpalnya.

Maka jawabannya, lanjutnya, akan sangat tergantung dari seberapa banyak anggaran yang dihabiskan untuk melakukan itu semua.

“Kalau kebijakannya, pasti akan memberikan dampak pada masyarakat, terkhusus yang mendapatkan manfaat secara langsung. Namun jika dampaknya adalah penurunan harga yang bisa menjangkau semua masyarakat Sumut, maka jawabannya belum tentu,” kata Gunawan lagi.

“Dari sisi kerangka kebijakan yang diambil Pemprov Sumut beserta TPID, saya menilai, sudah berada dalam jalur yang tepat. Tapi efektivitas kebijakan tersebut masih harus diuji dan sangat bergantug seberapa besar kebijakan tersebut nantinya mampu mengcover pasar beras itu sendiri. Jika kebijakan itu mampu mengendalikan 50 persen peredaran beras, maka kebijakan tersebut baru efektif dalam menekan harga beras masyarakat secara menyeluruh di Sumut,” pungkasnya. (ika/saz)

Manfaatkan Promosi di Lapak Ganjar, Usaha Kerajinan Tangan Kebanjiran Order

RAMAH LINGKUNGAN: Kristanti Nareswari, pemilik usaha Setyo Handmade dari Boyolali, menunjukkan produk daur ulang limbah kertasnya.

BOYOLALI, SUMUTPOS.CO – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan mampu memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai alat promosi dan jual beli. Beberapa UMKM telah merasakan penggunaan medsos sangat efektif untuk meningkatkan omzet penjualan.

Misalnya, seperti yang dialami Kristanti Nareswari, pemilik usaha Setyo Handmade di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), yang mendapatkan manfaat dari bantuan promosi melalui Lapak Ganjar. Sejak ditayangkan melalui medsos milik Ganjar Pranowo itu, kerajinan limbah kertas korannya semakin dikenal masyarakat.

Bukan saja oleh masyarakat Jateng, tapi juga di luar provinsi, bahkan luar Pulau Jawa. Dampaknya, order produk daur ulang tersebut meningkat pesat. Bahkan, saking kewalahannya menerima order, Kristanti bersama suami harus rela bekerja lembur.

“Sempat harus ngelembur sampai jam 2 (dini hari). Kadang ngecat malam. Jadi, siangnya tinggal proses pengeringan,” ungkap Kristanti, saat ditemui di rumah sekaligus tempat kerajinannya di Perumahan Miraijati 3, RT 3, RW 7, Desa Ledok, Mojorejo, Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, belum lama ini.

Kristanti juga mengatakan, sebulan sebelum ikut Lapak Ganjar, penjualan masih biasa saja. Sehari tas yang laku hanya 10 buah. Namun setelah produknya dipromosikan melalui Lapak Ganjar, penjualan tas berbahan limbah kertas koran itu, bisa terjual 15 hingga 20 buah.

Setyo Handmade mengolah kertas koran menjadi barang kerajinan, seperti tas, wadah tisu, tatakan gelas, keranjang pensil, gantungan kunci, kalung, dan sebagainya. Seluruh produk dikerjakan secara manual. Mulai dilinting hingga diolah jadi kerajinan menarik.

Kristanti menilai, produknya diminati masyarakat, karena termasuk ramah lingkungan yang berasal dari limbah kertas. Usaha yang dijalani Setyo Handmade juga bisa membantu mencegah kerusakan lingkungan, karena mendaur ulang limbah kertas koran.

“Promosi melalui Lapak Ganjar efektif untuk membantu pemasaran produk UMKM,” tuturnya.

Lapak Ganjar merupakan inisiatif Ganjar selama menjabat Gubernur Jateng. Menggunakan Instagram dengan jutaan followers, Ganjar membantu pelaku UMKM untuk menjual produk unggulannya. Produk-produk UMKM bergantian di-posting Ganjar. Cara itu ternyata sukses. Produk yang di-repost tersebut mendapat perhatian dari banyak warga hingga di luar Jateng.

Sejak memimpin Jateng pada 2013, UMKM merupakan satu fokus kerja Ganjar. Pendampingan, pelatihan, pemberian akses modal, hingga pemasaran diberikan. Tujuannya, UMKM Jateng naik kelas.

“Kita ikut senang UKM bisa naik kelas,” jelas Ganjar.

Sementara itu, pelaku UMKM di Kota Medan juga berharap bisa mendapat kesempatan memanfaatkan fasilitas promosi seperti di Lapak Ganjar ini.

“Tentunya akan sangat membantu sekali. Medsos seorang publik figure tentunya sudah punya banyak pengikut. Sehingga produk/barang dagangan kita bisa dikenal masyarakat luas,” ujar Susi, seorang pedagang kuliner di Kota Medan, yang menyewa lokasi untuk menjajakan dagangannya di Jalan Hayam Wuruk Medan.

“Kami pedagang di Medan ini, juga berharap bisa dibantu untuk promosi. Karena selama ini usaha kami masih kurang promosi,” bebernya.

Dia pun mengatakan, selain promosi, hendaknya ada juga bantuan modal untuk pedagang.

“Jadi kami bisa mengembangkan usaha lagi, tanpa terbentur modal,” pungkas Susi. (rel/ika/saz)