26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1120

Kelistrikan Aman, PLN Sukseskan Kejuaran World Surfing League Nias Pro 2023

Staf khusus Kementerian Pariwisata dan Ekomoni Kreatif Republik Indonesia Bidang Stabilitas, Pengawasan informasi dan Birokrasi, Irjen Pol. Krisnandi, SH, MH. memberikan sambutan sekaligus secara resmi menutup kejuaraan WSL Nias Pro 2023 (17/9)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejuaraan World Surfing League (WSL) Nias Pro 2023 ditutup secara resmi oleh Staf khusus Kementerian Pariwisata dan Ekomoni Kreatif Republik Indonesia Bidang Stabilitas, Pengawasan informasi dan Birokrasi, Irjen Pol. Krisnandi, SH, MH. di Pantai Sorake, Kecamatan Luahagunde Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Kepulauan Nias, Sumatera Utara pada Minggu (17/9/2023).

Dalam laporan Wakil Bupati Nias Selatan, Firman Giawa sebagai ketua panitia kejuaraan WSL Nias Pro 2023 mengatakan tingginya antusias masyarakat untuk menyaksikan secara langsung pergelaran kejuaraan WSL Nias Pro 2023. Kejuaraan ini berhasil mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

“Kejuaraan WSL Nias Pro 2023 diikuti sebanyak 198 peserta dari 15 negara ini berhasil mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Suksesnya kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi motivasi pemerintah Kabupaten Nias untuk terus mengembangkan berbagai destinasi yang ada untuk mendatangkan wisatawan lokal maupun internasional,” ungkap Firman.

Staf khusus Kementerian Pariwisata dan Ekomoni Kreatif Republik Indonesia Bidang Stabilitas, Pengawasan informasi dan Birokrasi, Irjen Pol. Krisnandi, SH, MH. Menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Kabupaten Nias Selatan dengan memanfaatkan potensi alam yang ada, perhelatan internasional dapat berjalan dengan baik dan semoga hal ini dapat terus ditingkatkan dan dipertahankan.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada Bupati Nias Selatan dan seluruh masyarakat sekitar yang telah mendukung dan menyukseskan perhelatan kejuaraan WSL Nias Pro 2023 ini dengan baik. Pemerintah terus berupaya perhelatan internasional ini dapat dilaksanakan dua kali dalam setahun, sehingga dapat mendatangkan wisatawan lokal maupun internasional untuk datang ke Kepulauan Nias,” ujar Krisnandi.

Di tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Awaluddin Hafid mengatakan kondisi kelistrikan selama kejuaraan WSL Nias Pro 2023 dalam kondisi handal, cuaca selama perhelatan internasional juga baik.

“Kita panjatkan syukur kepada Tuhan, karena PLN telah berhasil mengawal kelistrikan sehingga kejuaraan WSL Nias Pro 2023 sukses dilaksanakan di Kabupaten Nias Selatan, Kepulauan Nias. Acara mulai dari pembukaan hingga final berjalan dengan lancar, kelistrikan aman dan handal,” kata Awaluddin.

Dalam menjaga kondisi kelistrikan di Kepulauan Nias, PLN telah meresmikan Distribution Control Center. Distribution Control Center berfungsi untuk mengatur system kelistrikan 20 kV yang ada di Kepulauan Nias. Memonitor kondisi tegangan dan beban seluruh penyulang 20 kV secara realtime serta mempercepat pemulihan gangguan.
Awaluddin juga menambahkan untuk menyukseskan kejuaraan internasional ini telah menginstruksikan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias, Ramses Hutajulu untuk mengawal dan memastikan supply listrik tetap andal. Tidak hanya itu, petugas PLN rutin melakukan pengecekan untuk memastikan agar supply di venue dan penginapan peserta tetap terjaga. Selain itu, petugas PLN siap siaga selama 24 jam dengan bergantian shift untuk memastikan kondisi kelistrikan aman.

“Kami akan terus menjaga dan mengawal kelistrikan dalam kejuaraan nasional maupun internasional yang dilaksanakan di Sumatera Utara. Dengan kondisi pasokan listrik cukup dan kami pastikan akan hadirkan listrik yang handal dan tanpa kedip,” pungkas Awaluddin. (ila)

Upaya Turunkan Angka Stunting, TPPS Labuhanbatu Kuatkan Fungsi BASS

ILUSTRASI : Stunting pada anak-anak

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melalui DP2KB menggelar Penguatan peran Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting (BAAS) yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar bertempat di Ruang Data dan Karya, Senin (18/9).

Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar yang juga sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Labuhanbatu dalam sambutannya mengatakan Indonesia masih menghadapi masalah gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia, terutama masalah pendek dan kurus pada balita serta anemia dan kurang energi juga kekurangan gizi pada ibu hamil.

Ellya Rosa Siregar juga menyampaikan, Kabupaten Labuhanbatu adalah salah satu kabupaten yang menjadi prioritas penanganan Stunting di Provinsi Sumatera Utara, sesuai dengan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 memiliki prafelensi Stunting 27 persen, dan pada tahun 2022 berada pada 23,90 persen. Dari hasil tersebut kabupaten Labuhanbatu mampu menurunkan 3,1 persen.

“Tahun 2023 ini saya berharap seluruh OPD terlibat agar dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih menyentuh dengan masyarakat, agar prafalensi Stunting di Kabupaten Labuhanbatu turun dengan signifikan, seminimal nya kita mampu menurunkan angka Stunting menjadi 19,53 persen di tahun 2023 dan 15,61 persen pada tahun 2024 yang akan datang,” ujar Wabup.

Tidak hanya itu, Ellya Rosa Siregar selaku Ketua TPPS juga menambahkan penurunan angka Stunting memerlukan kerjasama semua OPD, dan harapannya dengan terlibatnya perusahaan-perusahaan atau pihak ketiga akan mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Labuhanbatu, begitu juga dengan keterlibatan pihak Perbankan dengan bersedia menjadi Bapak Bunda Asuh Stunting.

Ellya Rosa Siregar juga berpesan agar melakukan langkah-langkah konkrit untuk percepatan penurunan angka Stunting baik OPD dan lintas sektor serta pihak ketiga di Kabupaten Labuhanbatu.

Mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, M Yusuf Nasution menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas pelaksanaan percepatan penurunan Stunting khususnya kegiatan hari ini.

Kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang bersifat intensifikasi pelaksanaan percepatan penurunan Stunting yang mana dukungan kegiatan ini tidak semua provinsi mendapatkan.

M. Yusuf Nasution menjelaskan kegiatan ini hanya untuk 12 provinsi prioritas saja, karena sudah berada dibawah rata-rata Nasional.

Ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah untuk dalam rangka percepatan Stunting, inilah kegiatan kolaborasi antara BKKBN Perwakilan DP2KB. (fdh/han)

Kompol Johannes Napitupulu Jabat Kabag Ops Polresta Deliserdang

TANDATANGANI:Kompol Johannes M Napitupulu menandatangani pakta integritas di hadapan Kapolresta DeliSerdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji. (Ist)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK, MH pimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kabag Ops di Lapangan Apel Mapolresta Deliserdang, Senin (18/9) pagi.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab yakni Kabag Ops Polresta Deliserdang, Kompol Ricky Pripurna Atmaja SIK menerima tugas dan tanggung jawab baru sebagai Wakapolres Labuhan Batu, dan selanjutnya Kompol Johannes Marojahan Napitupulu SH, MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops Polres Tapanuli Selatan kini menjabat sebagai Kabag OPS Polresta Deliserdang yang baru.

Selanjutnya para pejabat yang serah terima diambil sumpah jabatan di hadapan peserta yang ada dan melakukan penandatangan fakta integritas di hadapan Kapolresta DelisSerdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK, MH.

Dalam sambutanya, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK, MH mengatakan, serah terima jabatan yang dilaksanakan saat ini merupakan suatu hal yang wajar dalam dinamika organisasi yang dinamis, dalam rangka penyegaran, pengembangan karier dan peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi.

“Secara pribadi dan selaku Kapolresta Deliserdang, saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih setinggi-tingginya kepada pejabat lama karena sudah mendampingi saya melaksanakan tugas sehari-hari, dan kepada pejabat baru saya ucapkan selamat datang dan semoga cepat menyesuaikan diri dan mampu memberikan dedikasi yang baik,”ucapnya.

“Semua orang mampu melaksanakan suatu pekerjaan bila diberikan kesempatan mengerjakan, yang harus dipahami bagaimana memahami managemen pekerjaan itu, lakukan hubungan baik dalam internal dan external,”kata Kombes Irsan Sinuhaji. (btr/han)

USU Bentuk Bocah “APIK” untuk Penanggulangan Perubahan Iklim

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kegiatan edukasi dan literasi dalam upaya pembentukan bocah APIK (Arif Perubahan Iklim) pada anak-anak di Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Deliserdang. Pengabdian yang melibatkan 12 mahasiswa USU ini dilaksanakan di lembaga pendidikan usia dini Desa Kedai Durian, Minggu (17/9).

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat Winni RE Tumanggor SKM MPH mengatakan, kegiatan yang didanai Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) USU ini melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya kepada anak-anak usia Sekolah Dasar berjumlah 40 peserta di Lembaga Pendidikan Usia Dini Anggrek, Desa Kedai Durian, Delitua, melalui edukasi dan literasi mengenai perubahan iklim.

“Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu membentuk kepribadian dan kepedulian terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim dengan membentuk Bocah APIK (Arif Perubahan Iklim),” ujar Winni didampingi Ir Indra Chahaya S MSi, Izzah Dienillah Saragih SKM MEpid, dan Emma Marsella SS MSi.

Selanjutnya untuk melihat keberhasilan kegiatan pengabdian, sebelum dan setelah kegiatan, peserta mengisi pre-test dan post-test yang dipandu oleh tim pengabdian. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri atas 3 kegiatan utama diantaranya jalan sehat sambil mengutip sampah, bermain atteropoly yaitu permainan monopoli terkait dengan edukasi sampah, dan pojok literasi kepada anak-anak yang memuat kegiatan mendongeng, membaca buku, dan mewarnai dengan topik perubahan iklim.

“Kegiatan jalan sehat dilakukan sambil mengutip sampah dengan tujuan untuk membiasakan anak-anak menjaga lingkungan sekitarnya. Peserta dibagi menjadi 8 kelompok, dimana setiap kelompok dipandu oleh 1 orang tim pengabdian yang membawa 2 kantong sampah (organik diberi stiker berwarna kuning dan anorganik diberi stiker warna hijau). Ketika peserta jalan sambil menemukan sampah, pemandu akan meminta peserta memasukkan sampah sesuai kantong sampah organik atau anorganik,” bebernya.

Kegiatan dilanjutkan dengan bermain atteropoly. Saat bermain atteropoly, anak-anak bermain sambil belajar untuk mengetahui dan memahami bagaimana sampah berkaitan dengan perubahan iklim dan menimbulkan kesadaran bagi mereka untuk membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan terakhir berupa pojok literasi perubahan iklim yang terdiri dari mewarnai, membaca dan mendongeng untuk menguatkan pemahaman anak-anak mengenai perubahan iklim dan dampaknya.

Pada kegiatan mewarnai, peserta mewarnai gambar-gambar edukasi perubahan iklim sehingga ketika anak mewarnai, anak juga mendapat edukasi mengenai perubahan iklim. Buku-buku anak mengenai perubahan iklim juga disediakan oleh tim pengabdian agar peserta dapat membaca buku bergambar mengenai perubahan iklim di pojok literasi.

“Kegiatan literasi ini juga dilengkapi dengan kegiatan mendongeng mengenai menjaga bumi dengan mengenalkan anak bagaimana agar arif terhadap perubahan iklim. Anak-anak sangat senang ketika mendengarkan dongeng dari tim pengabdian,” sebutnya.

Sebelum kegiatan berakhir, peserta mendapatkan edukasi penguatan melalui banner bergambar terkait perubahan iklim, dampak, dan penanggulangannya, serta menampilkan jenis-jenis sampah anorganik dan berapa lama terurainya. Dengan penyampaian ini, diharapkan menumbuhkan kesadaran peserta untuk lebih peduli menangani perubahan iklim. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada anak-anak yang dinobatkan sebagai Duta Bocah APIK.

Tim pengabdian disambut baik oleh Kepala Dusun 6 Desa Kedai Durian, Ariadi dan Kepala Lembaga Pendidikan Usia Dini Anggrek Desa Kedai Durian, Warni Eryanti. Melalui kegiatan pengabdian ini, Ariadi berharap kegiatan kepada masyarakat khususnya kepada anak-anak Desa Kedai Durian, Kecamatan Deli Tua nantinya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam upaya penanggulangan perubahan iklim. (rel/adz)

Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda P-APBD 2023, Bupati Naikkan PAD Asahan 4,20 Persen

SAMPAIKAN: Bupati Asahan Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD 2023 pada sidang paripurna DPRD Asahan.istimewa/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya, BSc menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD (P-ABPD) Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2023 pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan di Aula Rambate Rata Raya Sekretariat DPRD Kabupaten Asahan, Senin (18/9).

Pada penyampaian tersebut, Bupati Asahan menyampaikan pokok-pokok materi Nota Keuangan dan Ranperda tentang P-APBD Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2023, sebagai berikut, Pendapatan Daerah Dalam rencana Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 Pendapatan Daerah diproyeksikan meningkat sebesar 4,20% atau senilai Rp.71.496.397.210,00 sehingga menjadi Rp.1.773.091.609.298,00.

Adapun pendapatan daerah tersebut adalah sebagai berikut, Pendapatan Asli Daerah, diproyeksikan bertambah sebesar Rp17.426.647.948 menjadi Rp184.239.386.206, yang terdiri dari Pajak Daerah diproyeksikan tetap sebesar Rp93.816.711.376 Retribusi Daerah diproyeksikan tetap sebesar Rp18.978.676.790, Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan diproyeksikan meningkat sebesar Rp198.848.352 menjadi Rp 8.174.888.129.

Peningkatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ini bersumber dari retribusi daerah berupa bagian laba yang dibagikan kepada Pemerintah Daerah (Deviden) atas penyertaan modal BUMD (Lembaga Keuangan), Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah diproyeksikan meningkat sebesar Rp17.227.799.596 menjadi Rp63.269.109.911.

Peningkatan ini bersumber dari Pendapatan BLUD sebesar Rp15.772.137.245 dan Pendapatan Denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp3.455.662.350, serta berkurangnya Jasa Giro Pada Kas Daerah sebesar Rp 2.000.000.000. Pendapatan transfer dalam P-APBD Tahun Anggaran 2023 diproyeksikan meningkat sebesar Rp45.508.786.768 menjadi Rp1.558.887.919.795yang terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat diproyeksikan meningkat sebesar Rp293.684.000 menjadi Rp1.432.607.794.000.

Peningkatan tersebut bersumber dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp45.215.102.768 dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik sebesar Rp21.600.000, Pendapatan Transfer Antar Daerah diproyeksikan meningkat sebesar Rp45.215.102.768 menjadi Rp126.280.125.795.

Peningkatan tersebut bersumber dari pendapatan bagi hasil pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp8.560.962 494 menjadi Rp29.964.303.297. Peningkatan tersebut bersumber dari Pendapatan Dana Kapitasi JKN pada FKTP.

Selanjutnya Bupati mengatakan, bahwa belanja daerah sebagai implikasi terhadap perubahan alokasi pendapatan daerah, maka alokasi Belanja Daerah pada Perubahan APBD Tahun 2023 juga mengalami perubahan proyeksi.

Serta Belanja Daerah diproyeksikan meningkat sebesar Rp.129.892.490.914,00 menjadi Rp. 1.828.987.703.002,00. Belanja tersebut dialokasikan untuk, Belanja Operasi diproyeksikan meningkat sebesar Rp.101.701.287.934,00 menjadi Rp.1.241.789.703.663,00, Belanja Modal diproyeksikan meningkat sebesar Rp.29.788.933.958,00. Belanja Tidak Terduga diproyeksikan menurun sebesar Rp.1.597.730.978,00 menjadi Rp.402.269.022,00. Belanja Transfer diproyeksikan tetap sebesar Rp.293.381.772.892,00.

Lebih lanjut Pembiayaan Daerah adalah transaksi keuangan atas semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

Pembiayaan daerah digunakan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus anggaran dalam APBD. Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya yang merupakan sisa penghematan belanja atau akibat lainnya pada tahun 2022 yang dicatatkan pada Penerimaan Pembiayaan Perubahan APBD Tahun 2023 yaitu sebesar yaitu sebesar Rp.55 896.093.705.

Penerimaan Pembiayaan ini diharapkan dapat menutup defisit APBD sebagai akibat lebih besarnya rencana Belanja Daerah dibandingkan dengan target Pendapatan Daerah.(dat/han)

Sekda Deliserdang Lantik 3 Kapuskesmas dan Kasubbag

SALAMI: Sekdakab Deliserdang, H Timur Tumanggor SSos MAP menyalami 3 Kapueskemas dan Kasubag yang baru dilantik.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Deliserdang, H Timur Tumanggor SSos MAP melantik tiga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan seorang Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Deliserdang, Senin (18/9).

Ketiga Kepala UPT Puskesmas yang dilantik, yakni dr Misdar Ningsih sebagai Kepala UPT Puskesmas Biru Biru, Kecamatan Biru Biru; dr Fendi Hutauruk sebagai Kepala UPT Puskesmas Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak; dan dr Elfira Yanti sebagai Kepala UPT Puskesmas Namorambe, Kecamatan Namorambe.

Kemudian Sekdakan melantik Sugiharti STr Keb sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Pagar Merbau, Kecamatan Pagar Merbau.

Sekda dalam arahannya, menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari proses evaluasi, pertimbangan matang, penilaian objektif serta pengalaman, wawasan dan kualitas yang memadai untuk ditugaskan pada jabatan tertentu sesuai kebutuhan organisasi guna mencapai kinerja yang optimal.

Sekda berpesan, agar para pejabat yang baru dilantik untuk melaksanakan segala pekerjaan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Terus meningkatkan inovasi dan kreativitas untuk mempercepat dan menyelesaikan kompleksitas pelaksanaan dan permasalahan dalam menjalankan tugas sehari-hari serta memberi pelayanan prima dan kinerja terbaik.(btr/han)

Pesta Pembangunan Rumdis HKBP Maranatha Silamosik, Bupati Toba: Ceritakan Hal Baik Tentang Sesama

DIABADIKAN: Bupati Toba Poltak Sitorus diabadikan bersama pendeta dan para jemaat HKBP Maranatha Silamosik Ressort Nagatimbul.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Bupati Kabupaten Toba, Poltak Sitorus didampingi Sekretaris Daerah, Augus Sitorus dan sejumlah pimpinan perangkat daerah menghadiri pesta pembangunan rumah dinas huria HKBP Maranatha Silamosik Ressort Nagatimbul, di Desa Silamosik II, Kecamatan Bonatua Lunasi, Minggu (17/9).

Pesta pembangunan rumah dinas diawali dengan ibadah serta khotbah yang dikutip dari Alkitab 1.Korint.4:1-5 oleh Pdt.Walman M.Hutapea,S.Th. Dalam kesempatan itu, Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan pesan agar seluruh jemaat gereja HKBP Maranatha Silamosik menyampaikan hal baik tentang sesamanya.

“Tadi Amang Pendeta dalam khotbahnya menyampaikan ‘Ukuran yang kamu pakai mengukur orang lain, akan digunakan untuk mengukur diri mu’, maka dari sekarang mari kita sampaikan hal baik tentang sesama, agar kita juga menerima hal baik,” kata Poltak Sitorus.

Poltak Sitorus menyebut, saat ini banyak masyarakat selalu menyampaikan hal buruk, dan tidak menceritakan hal yang baik yang telah dilakukan oleh pemerintah.

“Biasakan sampaikan hal yang baik, jangan hanya menyampaikan hal buruk. Kritik boleh, tetapi kritik yang membangun,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Poltak Sitorus mengajak seluruh jemaat untuk sama-sama melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan.

“Pesan bupati saat ini, mari kita perbaiki kehidupan kita mulai saat ini. Hari ini, mulailah sampaikan hal-hal yang baik tentang sesama mu. Itu pasti akan menyemangati sesama mu. Bahasa bataknya, Pature Torus-Torus pature,” pesan Poltak Sitorus.

Terkhusus kepada anak-anak muda, Bupati berpesan agar tidak membully sesama teman, sebab bully dapat membuat seseorang stres.

Selain pesan tersebut, Poltak Sitorus juga mengajak semua orangtua agar bersama-sama melindungi anak-anak mereka dari berbagai masalah sosial yang akhir-akhir ini marak terjadi, terutama kekerasan seksual.

Pada kesempatan ini, Poltak Sitorus juga memberikan apresiasi berupa hadiah, sekaligus memotivasi untuk mencapai cita-cita bagi pelajar yang meraih juara di sekolah. (*/mag-10/han)

Hotel Harper Wahid Hasyim Medan Gelar Pelatihan Emergency Response Team

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan kesiapan dan keterampilan tim dalam menghadapi situasi darurat, manajemen Hotel Harper Wahid Hasyim Medan menggelar pelatihan Emergency Response Team (ERT). Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam memastikan keselamatan dan keamanan tamu serta stafnya.

Tim tanggap darurat adalah elemen penting dalam manajemen keamanan dan keselamatan di setiap fasilitas. Mereka dilatih untuk merespons berbagai situasi darurat, termasuk kebakaran, gempa bumi, serangan, atau insiden lainnya yang memerlukan tindakan cepat dan terkoordinasi.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan kerja sama erat antara manajemen hotel dan para ahli keamanan. Para peserta pelatihan termasuk staf hotel dari berbagai departemen seperti keamanan, resepsionis, serta personel layanan kamar. Mereka dibekali dengan pengetahuan tentang tindakan-tindakan kritis yang perlu diambil dalam situasi darurat, termasuk evakuasi tamu dan staf, penggunaan alat pemadam kebakaran, serta komunikasi yang efektif selama kejadian.

Selain itu, pelatihan ini juga mencakup latihan praktis di berbagai skenario darurat yang mungkin terjadi di lingkungan hotel. Ini termasuk simulasi pemadaman kebakaran, prosedur evakuasi, dan penanganan pertolongan pertama.

“Keselamatan tamu dan staf adalah prioritas utama bagi Hotel Harper Wahid Hasyim Medan. Dengan mengadakan pelatihan ERT ini, kami ingin memastikan bahwa tim kami siap dan terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat dengan sigap dan profesional,” kata Edi Suprayetno selaku Hotel Manager dalam pembukaan acara pelatihan.

Dikatakannya, para peserta pelatihan juga diberikan akses ke materi dan sumber daya tambahan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang manajemen keamanan dan keselamatan. “Mereka juga diingatkan untuk selalu memperbarui pengetahuan mereka secara berkala agar tetap siap dan responsif dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi di masa depan,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, kata Edy, Hotel Harper Wahid Hasyim Medan menegaskan komitmennya untuk memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua tamu dan stafnya. Semoga dengan keterampilan baru yang diperoleh, tim tanggap darurat dapat memberikan respons yang efektif dan efisien dalam setiap situasi darurat.

Diketahui, Hotel Harper adalah hotel ternama yang terkenal dengan layanan luar biasa dan komitmennya untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu. Terletak di Medan, hotel ini menawarkan berbagai akomodasi mewah, fasilitas modern, dan layanan yang personal. (rel/ade)

Ikut Rombongan Pengajian, Seorang Anak Hanyut di Aliran Sungai Bingai

PENCARIAN: Proses pencarian korban hanyut di Pantai Sehat pada aliran Sungai Bingai, Minggu (17/9).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Seorang anak berinisial AA, dilaporkan menjadi korban hanyut di Pantai Sehat pada aliran Sungai Bingai, Minggu (17/9) siang. Hingga kini, korban masih belum ditemukan.

Informasi adanya korban hanyut yang merupakan anak berusia 9 tahun ini, diperoleh dari masyarakat yang kemudian melaporkan ke Polsek Sei Bingai. Kemudian, Polsek Sei Bingai pun langsung meluncur ke lokasi kejadian, guna memastikan informasi tersebut.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Riswansyah menjelaskan, Polsek Sei Bingai bersama masyarakat sekitar, kemudian melakukan pencarian korban di seputaran titik hanyut. Namun, tidak ditemukan. Keesokan harinya, Senin (18/9), pencarian kembali dilanjutkan.

Diketahui, korban datang bersama rombongan Pengajian Lembaga Pendidikan Dakwah Muslim Amanah ke Pantai Sehat.

“Di lokasi (Pantai Sehat), rombongan ini melakukan kegiatan pengajian. Setelah selesai, korban dan teman-temannya, mandi-mandi di alur sungai,” ungkap Riswansyah, Senin.

Menurut Riswansyah, seorang saksi, Zulfikar, sempat melihat korban yang hanyut. Bahkan saksi juga berupaya menyelamatkan korban dengan meraih tangannya.

“Namun korban yang terbawa arus sungai, sementara saksi kesusahan dan sudah lemas hingga tangan korban terlepas dari genggamannya, lalu tenggelam,” bebernya.

Dia juga mengatakan, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan Basarnas dan BPBD Langkat, untuk pencarian gabungan.

“Pencarian dilakukan dengan penyelaman di lokasi tenggelamnya korban. Dan Basarnas serta BPBD menggunakan perahu karet. Pencarian juga menggunakan alat khusus deteksi bawah air,” ujar Riswansyah.

Sementara personel juga melakukan pencarian dengan menyisir bantaran Sungai Bingai sejauh 3 kilometer dari lokasi kejadian.

“Titik-titik lain yang berpotensi korban tersangkut juga dilakukan pencarian,” pungkas Riswansyah. (ted/saz)

Permintaan Tokoh Lintas Agama, Karo Harus Bersih Judi dan Narkoba

AUDiENSI: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang saat menerima audiensi tokoh lintas agama Kabupaten Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Tokoh lintas agama Kabupaten Karo melakukan audiensi ke Kantor Bupati Karo. Kehadiran mereka diterima langsung Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, Senin (18/9).

Kehadiran tokoh lintas agama guna mendiskusikan isu dan permasalahan, serta mencegah semakin meluasnya perbuatan yang dapat merusak moral generasi muda. Dan untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman penyakit sosial dan keresahan sosial.

Maraknya penyakit masyarakat, seperti judi, narkoba, prostitusi yang ada saat ini, tokoh lintas agama berharap, ada upaya dan kolaborasi untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Karo.

Menerima segala masukan yang disampaikan, Cory juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama yang telah hadir, untuk bersama mendiskusikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Dia juga berharap kepada tokoh-tokoh agama untuk dapat bersama-sama menanggulangi, mengawasi, dan memberikan pembinaan dalam rangka mencegah meluasnya perbuatan yang bertentangan serta melanggar norma susila dan norma-norma agama tersebut.

“Dengan kehadiran kita saat ini, dan dengan masukan-masukan dari kita semuanya, merupakan suatu hal yang sangat baik. Kami Pemkab Karo akan segera mengumpulkan para camat dan kepala desa, bersama-sama dengan Forkopimda Karo, untuk melakukan rapat membahas terkait langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing,” ungkap Cory.

Cory juga berharap peran aktif dari tokoh-tokoh agama agar menggugah kesadaran masyarakat untuk menghindari segala bentuk penyakit masyarakat dan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama serta norma susila. Yang dapat menciptakan kerawanan ketertiban dan keamanan dalam masyarakat. (deo/saz)