28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1121

Pemkab Dairi Serius Tekan Angka Stunting, Bupati Salurkan Bantuan Pangan

BERI BANTUAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, memberikan bantuan bahan makanan kepada ibu hamil dan balita rentan stunting di Desa Pegagan Julu 7, Kecamatan Sumbul.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi serius melakukan pencegahan dan menekan angka stunting. Keseriusan dimaksud dengan mendorong pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk mencegah anak stunting, yang targetnya untuk menekan angka stunting di Kabupaten Dairi.

Pemkab melalui Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, pun menyalurkan bantuan makanan tambahan kepada ibu hamil dan bayi di bawah 5 tahun (balita) yang rentan stunting di Desa Pegagan Julu 7, Kecamatan Sumbul, Jumat (15/9) lalu. Puluhan ibu hamil dan balita di desa itu, mendapat bantuan bahan pangan dari pemerintah, untuk menurunkan angka stunting di desa dimaksud.

Eddy menyampaikan, pembangunan saat ini secara bertahap dipusatkan di desa. Anggaran untuk pembangunan langsung ditransfer ke rekening desa oleh pemerintah pusat.

“Dan saat ini, satu pembangunan itu terbukti. Yakni meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan kesehatan dengan penyaluran bantuan kepada ibu hamil dan balita. Kebijakan pemerintah pusat ini, tentu sangat kita dukung. Pengalokasian Anggaran Dana Desa (DD) untuk pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil dan balita untuk pencegahan stunting, tentu sangat bagus dan kita harapkan,” ungkap Eddy.

Menurut Eddy, negara bisa maju dengan didukung SDM mumpuni. Sehingga, pemenuhan kesehatan yang baik bagi anak-anak, harus dimulai sejak dari kandungan.

“Mustahil, bisa anak tumbuh baik jika asupan gizi tidak baik dan seimbang. Untuk itu, para ibu hamil harus rajin ke Posyandu untuk memonitor perkembangan bayi, serta mengkomsumsi makanan sehat serta bergizi,” imbaunya. (rud/saz)

Pemprovsu Buka 2.386 Formasi PPPK, Didominasi Guru, Pendaftar Minimal Lulusan S1 atau D4

SELEKSI: Sejumlah peserta seleksi ASN mendengarkan pengarahan sebelum melaksanakan ujian. Mulai hari ini, seleksi kompetensi PPPK Guru digelar.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) membuka seleksi penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Adapun jumlah formasi yang dibuka sebanyak 2.386, yang didominasi tenaga guru sebanyak 2.000 formasi, tenaga kesehatan 250 formasi, dan tenaga teknis 136 formasi.

HAL tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Sumut, Safruddin yang juga Sekretaris Pansel Pengadaan PPPK dalam Pengumuman Nomor: 800.1.13.2/4880/BAPEG/IX/2023 tertanggal 15 September 2023. Pada pengumuman itu disebutkan tahap dan jadwal pelaksanaan seleksi. Adapun tahapannya meliputi seleksi administrasi dan seleksi kompetensi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Formasi PPPK sudah kita terima, tapi masih didominasi tenaga guru, ada sekitar 2.000. Sedangkan beberapa teknis lainnya seperti tenaga kessehatan dan tenaga lainnya, terbatas,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Safruddin.

Menurut Safruddin, untuk petunjuk teknis (Juknis) dilakukan dengan sistem CAT. Sehingga sistem rekrutmen PPPK dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik. Dimana, baik tenaga honorer dan nonhonorer memiliki kesempatan yang sama dalam rekrutmen PPPK ini. Dengan begitu, dia mengimbau calon peserta untuk mempersiapkan diri mengahadapi seluruh tahapan. Kerena, semua peserta memiliki keinginan, kesempatan, dan peluang yang sama.

“Nanti semua transparan, tidak ada lagi disembunyikan. Bagi kawan-kawan guru tidak tetap, harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, harus belajar. Kalau kita guru, seolah-olah kita sudah siap, menurut saya persiapan harus ekstra,” imbaunya.

Safruddin menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan stekholder terkait rekrutmen PPPK yang harus dilakukan transparan dan terbuka kepada publik ini. “Transparan kita sepakat, ke depan kami akan berkordinasi berusaha berperan lagi, dalam juknis peran BKD daerah rekrutmen PPPK,” tandasnya.

Sementara, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan sejumlah aturan mengenai seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru. Salah satunya, kualifikasi akademik minimum untuk calon pelamar formasi ini.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran GTK Kemendikbud Nomor 2901/B/HK.04.01/2023 tentang Kualifikasi Akademik dan Sertifikat Pendidik dalam Pendaftaran Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Guru Tahun 2023.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani dalam keterangan resminya, kemarin (18/9), menyampaikan, dalam rangka pendaftaran seleksi calon PPPK untuk jabatan fungsional guru 2023 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, mengenai kualifikasi akademik dari calon pelamar. Calon PPPK untuk jabatan fungsional guru harus memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-IV). “Dan atau memiliki sertifikat pendidik,” katanya.

Bagi yang memiliki sertifikat pendidik, calon PPPK 2023 harus mendaftar sesuai dengan sertifikat yang dimiliki. Lalu, bagaimana dengan mereka yang tak memiliki sertifikat pendidik? Nunuk mengatakan, mereka tetap bisa mendaftar sesuai dengan kualifikasi S1 atau D4 miliknya.

Kemudian, ada kategori pelamar yang akan jadi prioritas khusus. Seperti, pelamar yang memenuhi nilai ambang batas seleksi PPPK Guru tahun 2021 dan belum pernah dinyatakan lulus pada seleksi PPPK Guru periode sebelumnya. Kemudian, eks tenaga honorer kategori (eks THK-II) yang terdaftar dalam pangkalan data (database) eks THK-II BKN. Serta, guru non-ASN di sekolah negeri: guru non ASN di sekolah negeri yang terdaftar di Dapodik Kemendikbudristek dan mempunyai masa kerja minimal 3 tahun.

Nantinya, dalam seleksi, calon PPPK guru akan menjalani dua tahapan seleksi. Yakni, seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Dalam seleksi kompetensi, PPPK akan diuji terkait kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural. Lalu, ada tambahan wawancara.

Nah, jika merujuk pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 649/2023 ada besaran nilai ambang batas yang harus dipenuhi agar lolos menjadi PPPK guru. Misalnya, nilai untuk seleksi kompetensi teknis. Pada seleksi ini, nilai ditentukan berdasarkan jabatan yang dipilih. Rentang passing grade antara 150 hingga 220.

Kemudian, nilai ambang batas seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural adalah 117. Nilai ambang batas untuk wawancara adalah 24. Pelamar berkebutuhan khusus akan dinyatakan lulus apabila berperingkat terbaik dalam lowongan yang dilamar. Sementara, pelamar kebutuhan umum dinyatakan lulus jika memenuhi passing grade dan berperingkat terbaik di lowongan yang dilamar.

Ada afirmasi juga yang diberikan untuk para guru. Bagi guru yang sudah lama mengabdi dan mempunyai sertifikat linier dengan jabatan yang dilamar maka akan memperoleh nilai maksimum dari nilai tertinggi kompetensi teknis.

Terpisah, Deputi Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen memperkirakan, jumlah peserta seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun ini bakal lebih besar dari tahun lalu. Di tahun 2022 sendiri, user akses situs BKN mencapai 4,79 juta, di mana 3,49 juta merupakan user baru.

Dia menduga, mereka adalah fresh graduate yang berminat menjadi abdi negara. “Dugaan kami tahun ini lebih besar, karena kan tahun lalu cuma PPPK sementara tahun ini CPNS dan PPPK. Yang tentunya, jumlah formasi lebih besar dari tahun lalu,” pungkasnya. (mia/jpg/gus/adz)

Indonesia U-24 vs Kirgistan U-24: Tak Ideal Tetap Optimis

ANDALAN: Egy Maulana Vikri menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia U-24 saat menghadapi Krgistan pada laga pembuka grup F Asian Games 2023 di Stadion Zhejiang Normal University East, Jinhua, Tiongkok, Selasa (18/9) sore ini pukul 18.30 WIB.

BEIJING, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia U-24 bakal melakoni laga perdana fase grup F Asian Games 2023 melawan Kirgistan di Stadion Zhejiang Normal University East, Jinhua, Selasa (18/9) sore ini pukul 18.30 WIB. Sayangnya, tim racikan Indra Sjafri ini datang dengan kondisi yang tidak ideal.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia mengalami krisis pemain di laga perdananya di Grup F. Namun, pelatih Indra Sjafri mengaku optimis dan timnya siap untuk bermain di laga perdana kontra Kirgistan.

“Setelah melakukan perjalanan panjang dari Indonesia dan sempat transit di Hongkong, pada malam ini kita lakukan latihan perdana di Hangzhou. Menu latihan ringan, kita jalani latihan pemulihan dan adaptasi disini,” kata Indra Sjafri dilansir dari halaman PSSI, kemarin.

Indra juga mengaku, masih menunggu para pemain yang akan bergabung pada hari ini. “Yang jelas kami sudah fokus jelang laga perdana lawan Kirgizstan. Pemain yang siap dan sudah ada di Huangzhou sebanyak 19 pemain,” sebutnya.

Sejatinya, Indra Sjafri menyiapkan 22 pemain untuk perhelatan Asian Games 2023 ini. Sayangnya, beberapa pemain yang dipanggil tak diizinkan klub. Salah satunya adalah striker Ramadhan Sananta. Pemain asal Kepulauan Riau ini tak dilepas Persis Solo lantaran klub berjulukan Laskar Sambernyawa sangat memerlukan tenaganya di Liga 1.

“Dari hasil diskusi dan komitmen saya dengan klub, salah satunya Persis Solo, sebelumnya setuju memberikan pemain memperkuat Timnas Asian Games. Untuk Persis Solo, kita panggil hanya satu pemain, yaitu Ramadhan Sananta,” jelasnya.

“Atas izin Persis Solo dan komitmen manager, Persis menyetujui Sananta bergabung dengan permintaan bermain terlebih dulu melawan PSIS Semarang, di tanggal 16 September 2023. Kita setujui dan sepakat pemain yang bersangkutan berangkat menyusul ke Huangzhou tanggal 18 September 2023 dini hari,” ungkap Indra.

Ternyata, Sananta tidak dibolehkan klubnya berangkat. “Padahal id card sudah diterbitkan oleh panitia Asian Games. Tiket keberangkatan ke Huangzhou juga sudah disiapkan untuk semua pemain yang menyusul dengan penerbangan tanggal 18 September dini hari pukul 00:15 WIB,” terangnya lagi.

Indonesia juga kemungkinan besar tak diperkuat gelandang Beckham Putra lantaran sedang cedera. Berkekuatan skuad yang ada, pelatih Indra Sjafri kemungkinan akan mengusung formasi 4-3-3 dengan menampilkan Egy Maulana Vikri, Titan Agung, dan Ramai Rumakiek di lini depan. Trio ini akan ditopang barisan tengah yang kemungkinan diisi Rachmat Irianto, Syahrian Abimanyu, serta Taufany Muslihuddin.

Alfeandra Dewangga dan Rizky Ridho bakal berduet mengawal jantung pertahanan. Mereka akan didampingi Bagas Kaffa di sisi kanan pertahanan serta Haykal Alhafiz di kiri. Posisi penjaga gawang akan dipercayakan kepada Ernando Ari.

Di kubu Kirgistan, pelatih Maksim Lisitsyn akan mengandalkan barisan depannya kepada Nurbol Baktybekov, Nurdoolot Stalbekov, dan Ernaz Abilov.

Memakai formasi 3-4-3, barisan penyerang itu akan disokong empat pemain di barian tengah, yakni Kimi Merk, Eldiyar Zarypbekov, Arsen Sharshenbekov, serta Erbol Atabaev. Sementara tiga andalan di lini belakang adalah Elaman Akylbekov, Adilet Nurlan uulu, Christian Brauzman. Mereka akan mengawal kiper Kurmanbek Nurlanbekov.

Dalam pertandingan kelompok umur, Indonesia baru sekali bertemu Kirgistan, yakni pada pertandingan uji coba tahun 2017 silam. Saat itu kedua tim menurunkan tim U-23. Kirgistan memenangi pertandingan ini dengan skor 1-0. (bbs/adz)

Tanamkan Nilai Budaya Sejak Dini, UPT. SMPN 3 Air Putih Sambut Siswa Baru Dengan Tradisi Daerah

UPT. SMP Negeri 3 Air Putih saat menggelar kegiatan penyambutan siswa baru dengan tradisi adat daerah yang ada di Kabupaten Batu Bara.

BATU BARA, SUMUTPOS.CO – Pendidikan di Indonesia empat tahun belakangan mulai menerapkan kurikulum prototype atau lebih dikenal kurikulum merdeka. Sesuai dengan semangatnya, pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dari setiap siswa , baik kebutuhan jasmani maupun rohani, salah satunya dengan menanamkan ke dalam diri peserta didik nilai nilai budaya terkhusus budaya Indonesia.

UPT. SMPN 3 Air Putih merupakan salah satu dari 4 sekolah di Kabupaten Batu Bara yang ditunjuk sebagai sekolah penggerak angkatan 2, yang notabene menerapkan kurikulum merdeka. Program kerja sekolah penggerak harus diselaraskan dengan struktur kurikulum di kurikulum merdeka, yang didalamnya termuat kegiatan intra kurikuler, koku krikuler dan ekstra kurikuler.

Mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik sudah dimulai dari tahun pertama sekolah ini ditetapkan sebagai sekolah penggerak. Kegiatan pengenalan budaya ini diprogramkan pada kegiatan penyambutan peserta didik baru di hari pertama masuk sekolah tahun pelajaran baru. Seperti dilaksanakan pada penyambutan siswa baru di awal tahun pelajaran 2023/2024 lalu.

Arief Mahdian, S.Pd Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum UPT. SMPN 3 Air Putih mengatakan, pada kegiatan penyambutan siswa baru tersebut, UPT. SMPN 3 Air Putih yang terletak di Desa Tanah Merah Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara ini memakai 3 budaya daerah yang ada di Kabupaten Batu Bara. Yakni dengan budaya Jawa, Batak dan Melayu. Kegiatan penyambutan siswa baru ini, jauh hari sudah dipersiapkan dan dikemas secara matang sehingga pada saat pelaksanaan dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Disebutkan Arief, dalam kegiatan ini beberapa perwakilan siswa baru disambut dengan acara tepung tawar memakai adat Melayu dan di-upah upah dengan butiran beras sesuai dengan adat Batak Toba. Sementara mengikuti adat Jawa, siswa baru disuapin dengan nasi tumpeng sebagai ucapan selamat datang yang dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah UPT. SMPN 3 Air Putih diikuti oleh seluruh guru dengan dipandu dari juru bicara masing masing budaya.

Dikatakan Arief, tujuan kegiatan penyambutan tamu/siswa baru ini agar peserta didik dapat mengenal dan memahami budaya daerah di lingkungan Kabupaten Batu Bara. Kemudian mendekatkan peserta didik dengan lingkungan sekitar, adat budaya dan profil Pelajar Pancasila. Kegiatan ini, juga diharapkan menjadi icon tahunan yang akan tetap diselenggarakan di UPT. SMP Negeri 3 Air Putih ini.

‘’Harapan dari kami juga, dengan kegiatan penyambutan ini, peserta didik baru merasa senang, merasa dihargai dan betah belajar bersama selama 3 tahun kedepan . Lewat pembelajaran di kurikulum merdeka peserta didik dapat menjadi generasi yang memiliki karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila,’’ujar Arief yang juga Fasda Komunikasi Kabupaten Batu Bara Program Pintar Tanoto Foundation ini.

Kegiatan penyambutan siswa baru ini juga diapresiasi orangtua siswa kelas 7. Seperti yang disampaikan Yulia Susanti yang merasa terharu anaknya bisa masuk ke UPT. SMPN 3 Air Putih dan disambut dengan acara yang meriah. Dia mengaku kegiatan penyambutan seperti ini tidak pernah ditemui di sekolah lain.

Siswa baru , yang mengikuti kegiatan penyambutan ini juga merasa bahagia disambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Seperti penuturan dari Putri Vaniya dan Putri Vinaya yang kebetulan merupakan saudara kembar yang baru saja diterima di UPT. SMP Negeri 3 Air Putih.

Keduanya mengatakan sangat senang bisa menjadi siswa di sekolah ini.
Kegiatan penyambutan siswa baru ini, dikatakan Arief, melibatkan pihak luar. Sekolah mengundang juru bicara adat Jawa yang mengerti tentang menerima tamu dalam bahasa Jawa halus dan melibatkan guru UPT. SMP Negeri 3 Air Putih untuk menjadi juru bicara pemandu dari adat Melayu dan Batak Toba. Sehingga acara ini lebih sakral dan lebih bermakna.

Kepala Sekolah UPT. SMP Negeri 3 Air Putih Syurya Darma , M.Pd menegaskan, kegiatan ini menjadi salah satu program utama dan akan terus dilaksanakan serta dievaluasi sehingga ada perbaikan untuk tahun berikutnya. (rel/sih)

DPRD Medan Minta Buka Komplek Perumahan Yuu Contempo Buka Fasum

KUNJUNGAN: Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana Damanik bersama anggota Komisi IV, Hendra DS usai meninjau lokasi perumahan Yuu Contempo, Senin (18/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- DPRD Kota Medan mendesak pemilik komplek perumahan Yuu Contempo untuk segera membuka fasilitas umum (fasum) yang berada di depan perumahan yang terletal di Jln Brigjen Zein Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Alasannya, pembukaan fasum itu sudah merupakan putusan pengadilan di tingkat kasasi.

Desakan ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana Damanik bersama anggota Komisi IV, Hendra DS usai meninjau lokasi perumahan Yuu Contempo, Senin (18/9/2023).

Peninjauan dilakukan setelah Komisi IV DPRD Medan menerima laporan dari salah satu LSM di Medan yang menyebutkan bahwa pihak Yuu Contempo telah melanggar aturan, yakni menyalahi IMB dan menutup fasilitas umum sehingga mengganggu kenyamanan umum.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana bereaksi dengan mendesak pihak pengelola perumahan agar segera membuka fasum di depan komplek perumahan Yuu Contempo agar memberi akses untuk kendaraan yang keluar masuk bersebelahan dengan komplek.

“Jangan sampai dua kali kami kemari untuk meminta hal serupa, sampaikan ini ke pemilik perumahan,” ucap Haris didampingi Hendra DS.

Tinjauan yang turut dihadiri perwakilan Satpol PP Medan, perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas PMPTSP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Camat Medan Johor, Lurah Titi Kuning. Sementara untuk pemilik bangunan diwakili Ade Rosda.

Kunjungan Komisi IV DPRD Medan juga dimaksudkan untuk melihat ketaatan pemilik Yuu Contempo yang menyebut pihaknya memiliki IMB dan taat hukum. Namun di lapangan, rombongan melihat plank yang dipasang terlihat berubah di areal perumahan yang dimaksud dan banyak pelanggaran lainnya.

Senada dengan Haris, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Hendra DS menegaskan, laporan penutupan fasum yang diprotes warga Jln Brigjen Zein Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor sudah disampaikan lembaga legislatif agar segera dibuka.

“Laporan yang juga disertai dengan pengaduan yang sudah dimenangkan warga di PN Medan dan kasasinya juga sudah ditolak, harus disikapi oleh pihak terkait, termasuk pemilik perumahan Contempo,” tegasnya.

Kemudian, Bangunan perumahan tersebut diduga telah menyalahi Perwal No 16 tahun 2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan No 5 tahun 2012 tentang retribusi izin mendirikan bangunan, sehingga tim Satpol PP melakukan pembongkaran pada 9 Juni 2023.

Namun, pihak perumahan kembali menutup segmen dinding di perumahan Yuu Contempo.
Menyikapi desakan Komisi IV DPRD Medan, Kasatpol PP Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap melalui Kabid Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah, Toga Aruan menegaskan siap menjalankannya.

“Kita siap menjalankan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Toga Aruan.
(map/ram)

1.000 WBP Lapas Binjai Diskrining Gejala TBC

SKRINING: Kalapas Binjai, Theo Adrianus Purba (tengah) foto bersama dengan petugas Kemenkes dan perwakilan Kemenkumham RI hingga WBP yang mendapat skrining.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai melakukan skrining gejala TBC terhadap 1.000 warga binaan, beberapa waktu lalu. Hal tersebut dilakukan atas usulan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan.

Skrining dilakukan dengan cara melakukan rontgen pada dada. “Kami dari Kementerian Hukum dan HAM dan Hukum Republik Indonesia dan jajaran Kanwil Kemenkumham bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, melaksanakan skrining terhadap penyakit TBC secara aktif dengan metode skrining gejala dan intervensi rontgen di dada,” kata Kalapas Binjai, Theo Adrianus Purba, Senin (18/9/2023).

Dia menjelaskan, ada 1.000 WBP Lapas Binjai yang di lalu kak skrining. “Tujuan dari kegiatan ini adalah mendeteksi kepada seluruh warga binaan, apakah ada mereka yang menderita penyakit TBC atau tidak,” ujar Theo.

Ketika ada ditemukan WBP Lapas Binjai yang terindikasi TBC, kata Theo, pihaknya akan melakukan perawatan secara berkala. “Perawatan dan pengobatan rutin akan dilakukan secara berkala sampai WBP yang memang terindikasi TBC ini sembuh,” urainya.

Puluhan WBP Lapas Binjai dikumpulkan di aula untuk menunggu giliran pendataan oleh petugas medis. Setelah didata, WBP kemudian dilakukan rontgen.

Kalapas mengimbau, seluruh WBP Lapas Binjai agar tetap konsisten menerapkan perilaku hidup sehat dan hidup bersih. “Juga menjaga kebersihan lingkungan dan rajin mencuci tangan agar kita terhindar dari penyakit menular,” pungkasnya. (ted)

Tak Ada Kejelasan Jadwal Pengobatan Ida Dayak di Gedung TP PKK, Puluhan Warga Datangi Pemko Medan..

WALI KOTA: Ratusan warga mendatangi kantor Wali Kota Medan menanyakan kejelasan pengobatan Ida Dayak yang difasilitasi Pemko Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga mendatangi gedung Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (18/9/2023). Kedatangan mereka ke Kantor Wali Kota Medan tersebut untuk menanyakan kejelasan kapan pengobatan Ida Dayak di Gedung TP PKK, Jalan Rotan, Medan Petisah mulai dilaksanakan.

Amatan wartawan, puluhan masyarakat tersebut bukan hanya dari Kota Medan saja, tetapi beberapa masyarakat juga berasal dari Kabupaten/Kota lainnya.

Misalnya warga asal Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Beny Sitompul. Menurut Beny, kedatangannya ke Kantor Wali Kota Medan untuk menanyakan jadwal pasti pengobatan Ida Dayak di gedung PKK.

“Kami ramai-ramai ke sini mau bertanya, sebetulnya pengobatan Ida Dayak itu dimana. Karena kita membaca dari sosial media pengobatan Ida Dayak di Kota Medan difasilitasi Pemko (Medan) di gedung PKK,” ucapnya.

Namun, sambung Beny, sudah beberapa hari sejak informasi itu beredar, belum juga terlihat adanya aktifitas pengobatan Ida Dayak di Gedung TP PKK Kota Medan.

“Saya baru sampai hari ini dan langsung menuju ke sana. Tapi Gedung PKK terlihat tidak ada aktivitas pengobatan Ida Dayak. Sementara kawan-kawan lain tadi saya tanya, mereka sudah bolak balik dari Hari Sabtu kemarin juga nggak ada kegiatan disana,” ujarnya.

Terkait untuk pembayaran, dikatakan Beny sudah pernah dilakukan sebelum Ida Dayak datang ke Medan.

“Sudah pernah kami lakukan pembayaran. Tapi gak ada kejelasan juga, artinya kami tertipu. Makanya ketika tahu dia datang ke sini, kami mau jumpa langsung, bukan untuk ganti uang tapi memang mau berobat langsung,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa ia ingin membawa anak kandungnya untuk berobat dengan Ida Dayak.

“Kami baru sampai hari ini. Saya mau coba obati anak sayang dengan pengobatan tradisional ini,” jelasnya.

Selain Beny, Frengky Marbun warga asal Kota Pinang juga ikut hadir ke Kantor Pemko Medan.

“Saya sudah sejak hari sabtu disini, langsung ke Gedung PKK, ternyata tidak ada. Saya pikir hari Senin ini, ternyata hari minggu kemarin Ida Dayak buka pengobatan di Gedung PKK,” tuturnya.

Namun Frengky menyesalkan, sebab hari ini pengobatan Ida Dayak tidak ada di Gedung TP PKK Kota Medan.

“Tapi kenapa hari ini tidak ada. Kami kesini mau bertanya ke Pak Wali, minta petunjuk sebenarnya kapan ini jadwal pengobatan Ida Dayak, biar kami tidak luntang lantung,” terangnya.

Sementara Rena, warga asal Kota Medan mengaku telah mengambil nomor antrean sejak Ida Dayak buka pengobatan di Plaza Millenium.

“Kami sudah ikuti semua prosedur, sudah dapat nomor WA Asistennya. Nomor antre sudah dijanjikan, tapi kami belum lakukan pembayaran,” terangnya.

Walaupun sudah mendapatkan nomor admin, namun Rena mengaku tak pernah mendapatkan respon.

“Tak pernah dapat respon, kami WA nggak pernah dibalas. Makanya kami kesini minta kejelasan, karena Pak Wali kan memfasilitasi. Jadi kami mau tanyakan kepastian jadwalnya,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemko Medan, Subhan Fajri menjumpai puluhan warga tersebut. Dijelaskan Subhan, pihaknya meminta mereka mencatat nama-nama agar disampaikan ke Ida Dayak.

“Ini nama-nama sudah dicatat, nanti kita sampaikan ke pihak Adminnya. Saat ini Admin juga sedang menuju kesini,” terangnya.

Tak lama kemudian Admin Ida Dayak pun datang, warga disuruh untuk pulang dan akan segera dihubungi.

“Nomor sudah disimpan sama kita. Ini admin Ida Dayak sudah datang. Akan kita koordinasi. Nanti akan dihubungi oleh tim pelaksanaan pengobatannya ya bu,” jelasnya sambil meminta warga untuk bubar.

Setelah melihat dan mendengar jawaban dari Pemko Medan, warga pun bubar dan meninggalkan gedung Balai Kota Medan.
(map/ram)