26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 1189

Pemkab Labuhanbatu dan PT HSJ Salurkan Bantuan Pangan

SALURKAN:Pemkab Labuhanbatu dan PT HSJ Salurkan Bantuan Pangan ke masyarakat 4 desa. fajar/SUMUT POS.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama manajemen PT Hari Sawit Jaya (HSJ) Negeri Lama menyalurkan bantuan pangan kepada puluhan kepala keluarga (KK) di Kantor Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Senin (28/8).

Adapun jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak 54 paket pangan yang diberikan kepada masyarakat yang tergabung dari 4 desa. Yakni, Desa Sei Kasih, Desa Sei Tarolat, Desa Tanjung Haloban dan Desa Selat Besar.

Kegiatan tersebut langsung dihadiri Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua TPPS Hobbol Z Rangkuti.

General Manager PT HSJ Andi Prasetyo mengatakan, ini adalah bantuan yang kedua dari PT HSJ. Selain bantuan pangan, PT HSJ juga mengadakan pengobatan gratis.

Andi Prasetyo juga berharap kiranya kegiatan dapat bermanfaat, sehingga anak-anak penderita stunting bisa kembali pulih dan menjadi penerus Bangsa. Dan ini merupakan langkah baik untuk ke depannya.

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Labuhanbatu yang diwakili Kepala Bappeda Hobbol Z Rangkuti mengucapkan terimakasih kepada PT. HSJ Negeri Lama yang memberikan corporate social responsibility (CSR) dalam bentuk makanan tambahan.

Hobbol Z Rangkuti yang juga selaku Wakil Ketua TPPS menambahkan tentunya banyak program-program CSR untuk penanggulangan Stunting. Angka Stunting saat ini masih belum menurun secara signifikan, tentunya masih banyak lagi program Stunting yang harus diselesaikan.

“Banyak faktor-faktor penyebab diantaranya intervensi spesifik yang kita laksanakan hari ini, program intervensi sensitif (program air bersih, sanitasi, dan kebersihan lingkungan) yang perlu kita jaga,” tambah Hobbol.

Untuk itu kami berharap kepada PT HSJ lebih maksimal lagi memberikan bantuan-bantuan. Tentunya program CSR ini dapat disalurkan untuk pembangunan air bersih, dan bedah rumah.

Hobbol Z Rangkuti juga menjelaskan terkait adanya Balita Penderita Hidrosefalus, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan menindaklanjuti proses pengobatan sehingga Balita Penderita Hidrosefalus dapat perawatan yang lebih baik lagi. (fdh/han)

Kembangkan Industri Musik di Karo

GRAND FINAL: Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, menghadiri Grand Final Karo Idol 2023 di Berastagi.

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karo Vera Rika, menyaksikan Grand Final Karo Idol 2023 di Star Theater, Mikie Holiday, Berastagi, Minggu (27/8) lalu.

Ketua Pelaksana Karo Idol 2023, Glend Hagai Purba mengatakan, adapun tujuan dari diselenggarakannya acara ini, yakni untuk meningkatkan minat, bakat, dan daya saing generasi muda Kabupaten Karo dalam dunia seni.

Selain itu, ajang ini juga bertujuan untuk membangkitkan dunia industri musik di Kabupaten Karo, serta membangkitkan pariwisata yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Dengan mengusung tema ‘Be a Star, Be a Karo Idol’, ajang ini diharapkan dapat menjadi event berkelas dan berkualitas, dengan sistem yang sportif dan profesional. Sehingga dapat merekrut finalis dan pemenang yang dapat dibesarkan di ajang nasional serta internasional.

Pada grand final, 10 finalis yang telah mengikuti seleksi panjang, dimulai dari audisi, eliminasi, semifinal, hingga karantina, telah menampilkan penampilan-penampilan terbaik mereka, pada malam grand final tersebut.

Dari hasil keputusan juri, Joseph Hutajulu menjadi jawara Karo Idol 2023, Yerin Yesita Tarigan meraih tempat kedua, dan Yesi Rumapea ada di posisi ketiga.

Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, mengapresiasi berlangsungnya acara ini, dan berharap melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan kreativitas anak muda di Kabupaten Karo, sehingga dapat lebih berkembang.

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada panitia penyelenggara, dan semua yang terlibat dalam acara ini. Dengan kegiatan ini, roda perputaran ekonomi di daerah kita, sedikit banyak mendapat pertumbuhan yang lebih baik,” ungkap Theopilus.

Theopilus pun mengajak seluruh pendukung finalis-finalis yang datang dari luar Kabupaten Karo, untuk menyempatkan berwisata di Kabupaten Karo, dan berbelanja untuk memajukan UMKM. (deo/saz)

Dugaan Penganiayaan oleh Kapolres Dairi, Jemput Bola, AKBP RN Langsung Ditindak

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut jemput bola menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kapolres Dairi, AKBP RN. Diketahui, dari belasan personel yang mendapat dugaan penganiayaan, 2 orang di antaranya harus mendapat perawatan di RSUD Sidikalang. Dan hingga saat ini, kedua personel tersebut masih dirawat di rumah sakit, sejak dugaan penganiayaan yang terjadi pada Senin (28/8) dini hari lalu.

Dikonfirmasi terkait kasus ini, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Kapolres Dairi sudah diperiksa di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumut.

“Sudah diperiksa Propam, kemarin,” ungkap Hadi, Selasa (29/8).

Disinggung terkait sanksi yang bakal diberikan, Hadi menjelaskan, kasus tersebut masih didalami.

“Propam sedang mendalami dugaan penganiayaan yang dilakukan Kapolres Dairi,” katanya.

Dia juga mengatakan, meski belum ada laporan resmi, Propam Polda Sumut tetap menindaklanjuti kejadian itu. “Kami jemput bola. Jadi, langsung ditindak,” tutur Hadi.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, memerintahkan Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Dudung Adijono, untuk memeriksa Kapolres Dairi.

“Saya sudah perintahkan Kabid Propam untuk memeriksa Kapolres (Dairi),” ujarnya.

Dia pun menegaskan, pemeriksaan terhadap Kapolres Dairi merupakan langkah cepat dalam mengambil tindakan.

“Saya sudah ambil langkah, perintahkan periksa Kapolres,” sebut Agung.Sementara itu, korban dugaan penganiayaan Kapolres Dairi, yakni Bripka DS dan Bripka HS, personel Intelkam Polres Dairi, hingga saat ini masih menjalani perawatan. Ditemui di Ruang VIP Flamboyan RSUD Sidikalang, Selasa (29/8), DS dan HS mengaku, masih merasa pusing di bagian kepala, akibat dugaan penganiayaan atau pemukulan yang dilakukan pimpinannya tersebut.

Pasca-mendapat dugaan penganiayaan dari Kapolres Dairi, kedua personel Bhayangkara itu, juga menyebutkan, kondisi kesehatan mereka masih drop.

“Kepala saya masih pusingS. Saya belum bisa berlama-lama untuk duduk, langsung pusing, akibat pukulan di kepala dan tamparan di bagian wajah saya,” ujar DS.

Hal serupa disampaikan HS. Keduanya mengaku, mereka dan keluarga berencana bakal berangkat ke rumah sakit yang ada di Kota Medan untuk melakukan scaning.

“Kami masih melihat kondisi besok (hari ini, red). Kalau sudah bisa naik mobil, kami akan berangkat ke Medan untuk scaning, memastikan kondisi di bagian kepala,” jelas DS dan HS.

Saat ditemui di RSUD Sidikalang, istri HS, Fitri Dewi Sitohang, tampak menangis mendampingi suaminya. Dia mengaku tidak terima atas perlakuan dugaan penganiayaan terhadap suaminya. Dan 3 orang anaknya pun terpaksa dibawa ke rumah sakit, sambil menjaga suaminya.

Terpisah, saat ditemui di Mapolres Dairi, personel Satreskrim Polres Dairi Aipda BM, anggota yang pertama kali menerima bogem mentah Kapolres Dairi, menuturkan, saat itu, dia dihubungi Kapolres Dairi lewat handy talky (HT).

“Dalam percakapan lewat HT itu, Kapolres menanyakan kepada saya, ‘Ke mana semua personel piket?’ Lalu saya jawab, ‘Siap Komandan, lagi bersih-bersih’. Selanjutnya, dia menyuruh supaya semua fungsi berkumpul di halaman. Setelah kami berkumpul atau berbaris, lalu Kapolres yang sudah datang ke lapangan, menanyakan, ‘Siapa tadi yang menjawab di HT?’. Saya pun mengaku, dan langsung mengangkat tangan sambil berkata, ‘Siap Komandan, saya’,” bebernya.

“Dan Kapolres kembali bertanya, ‘Kenapa kau jawab lewat HT? Kau melawan ya?’. Seketika itu juga, saya menerima pukulan sebanyak 4 kali di bagian wajah kiri dan kanan,” imbuh BM.

BM pun mengaku, melihat langsung semua rekan personel yang piket malam itu, berjumlah belasan orang, menerima dugaan penganiayaan yang dilakukan Kapolres Dairi, termasuk DS dan HS.

Di tempat berbeda, sejumlah personel Polres Dairi yang tak bersedia disebutkan namanya, menyebutkan, Kapolres Dairi sedang tidak berada di Polres Dairi. Mereka menyampaikan, Kapolres Dairi sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sumut. (dwi/rud/saz)

Masyarakat Karo Masih Minim Terapkan Pola Hidup Bersih

SERAHKAN: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, menyerahkan hadiah kepada perwakilan Desa Nang Belawan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, bersama Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, membuka acara Lomba Rumah Sehat Kabupaten Karo 2023, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Karo, Selasa (29/8).

Lomba Rumah Sehat ini, merupakan media untuk mendorong masyarakat dalam meningkatkan kondisi rumah dan kondisi hidup yang lebih baik, serta untuk mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan kondisi rumah yang sehat untuk setiap keluarga. Lomba Rumah Sehat ini bertujuan mempromosikan praktik kebersihan di tingkat rumah tangga, dengan menekankan pada kerja sama tim dalam keluarga dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Cory menyampaikan, berdasar data yang diperoleh, Kabupaten Karo masih rendah dan hanya memiliki 17,7 persen masyarakat yang terdata melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Lomba ini tidak hanya untuk menilai perilaku masyarakat tentang kebersihan, tapi juga untuk mempromosikan praktik kebersihan serta kerja sama antar suami, istri, dan anak, dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya. Juga memberi penghargaan kepada keluarga dan masyarakat dalam mempraktikkan kebersihan dan kesehatan,” ungkap Cory.

“Perlu kami sampaikan, dengan kerja sama yang baik dari masyarakat dan pemerintah desa, dukungan kecamatan, serta komitmen kuat pemerintah daerah, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama,” imbuhnya.

Cory pun berharap, ke depannya semua masyarakat dapat mewujudkan rumah sehat di seluruh Kabupaten Karo. Selain itu, dia juga menginstruksikan kepada seluruh camat dan kepala desa untuk tetap dan lebih meningkatkan kegiatan gotong royong setiap Jumat.

Lomba ini bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari Pemkab Karo, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappedalitbang, DPMD, DP3AP2KB, dan kecamatan. Serta didukung dari berbagai privat sector, dengan memahami, semakin banyak pemangku kepentingan yang terlibat, semakin luas cakupan audiens dan potensi kolaborasi praktik kebersihan Kabupaten Karo.

Usai pembukaan acara, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis peralatan kebersihan dan plakat untuk 6 desa yang melaksanakan program MECIHO. Program MECIHO ini bertujuan untuk secara langsung memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesehatan, kebersihan, serta kondisi kehidupan rumah tangga di masyarakat Kabupaten Karo.

Program ini dilaksanakan di 6 desa pada 3 kecamatan Kabupaten Karo, yakni Desa Nangbelawan, Desa Ndokum Siroga (Kecamatan Simpang Empat), Desa Jaranguda dan Desa Cinta Rakyat (Kecamatan Merdeka), Desa Tanjung Barus dan Desa Sarimanis (Kecamatan Barusjahe).

Turut hadir Program Director Corus Evi Esaly Kaban, District Facilitator USAID ERAT Winda Sitepu, dan para camat, serta tamu undangan lainnya. (deo/saz)

Pengganti Edy Tunggu Kabar Istana

Benni Irwan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri.istimewa/sumutpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lima hari lagi, masa jabatan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumatera Utara bakal berakhir, tepatnya 5 September 2023. Namun, hingga kini belum ada kabar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siapa yang bakal ditunjuk sebagai pengganti Edy.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan mengatakan, pemerintah akan menggelar sidang tim penilai akhir. Waktu penyelenggaraan sidang itu masih menunggu keputusan dari Sekretariat Kabinet (Seskab).

“Untuk yang Bulan September masih menunggu waktu dari Seskab untuk pembahasan di sidang Tim Penilai Akhir yang akan dipimpin Bapak Presiden,” kata Benni, Senin (28/8).

Benni mengatakan, ada 17 gubernur yang masa jabatannya habis tahun ini. Sepuluh di antaranya habis masa jabatan di Bulan Septembern

termasuk Edy Rahmayadi, Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah).

Sementara itu, ada dua provinsi yang gubernurnya habis masa jabatan pada Oktober. Gubernur lima provinsi sisanya, akan habis masa jabatan Bulan Desember.

Benni menyebut, pemerintah telah menerima usulan nama-nama dari DPRD setiap provinsi. Usulan-usulan itu akan dipertimbangkan dalam penunjukan penjabat gubernur. Namun, keputusan akhir akan dibuat dalam sidang Tim Penilai Akhir.

Benni mengatakan, penentuan Pj gubernur akan mempertimbangkan aspirasi dari daerah. “Sudah, sesuai usulan yang diterima,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui, usulan dari daerah sudah ada, termasuk dari Sumut, meski belum sampai ke dirinya. “Namanya saya belum tahu. Yang jelas tiga. Biasanya dari DPRD, dari bawah tiga,” ujarnya, Jumat (4/8).

Jokowi menjanjikan penunjukan Pj berlangsung transparan. “Apanya yang enggak akuntabel, apanya yang enggak transparan, masukannya dari bawah semua,” jelasnya.

Jokowi menegaskan, mekanisme penunjukan sudah ada. Nama yang diusulkan masuk ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikaji sebelum terakhir diputuskan tim penilai akhir (TPA). “Semuanya terbuka,” katanya memastikan.

Diketahui, DPRD Sumut telah mengusulkan tiga nama pengganti Edy Rahmayadi. Mereka adalah Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Arief Sudarto Trinugroho, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal, dan Deputi Penetapan dan perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI Lasro Simbolon. (bbs/adz)

Terima Entry Meeting Tim Inspektorat Provinsi Sumut, OPD Tebingtinggi Harus Kooperatif

SAMPAIKAN: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika menerima tim Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dan meminta OPD untuk kooperatif dalam memberikan data.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani terima kedatangan Tim Inspektorat Provinsi Sumut dalam rangka Pemeriksaan Akhir Masa Jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tebingtinggi periode tahun 2017-2022 di ruang Aula Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi.

Pertemuan siang menjelang sore ini merupakan Entry Meeting pemeriksaan. Pada kesempatan tersebut, Syarmadani meminta kepada seluruh pimpinan perangkat daerah Pemerintah Kota Tebingtinggi agar kooperatif dalam menyampaikan data yang diperlukan oleh Tim Inspektorat Provinsi Sumut.

“Kita perlu berbesar hati sampaikan apa adanya, berani menerima berbagai saran dan koreksi, mencari ruang mana yang akan kita perbaiki. Harapan ketika kita lanjutkan pembangunan ini dari pejabat definitif, minimal tidak lagi langkah mundur atau langkah terputus. InsyaAllah kita akan kooperatif mana data penting akan kita tunjukkan,” jelas Syarmadani, Selasa (29/8) usai kegiatan.

Syarmadani juga meminta Kepala OPD atau Kabag agar segera menindaklanjuti entry meeting ini dan berkomunikasi dengan Tim Inspektorat Provinsi Sumut.

“Kepada Kepala OPD atau Kabag agar menindaklanjuti. Bagi yang mewakili tolong ini disampaikan ke pimpinan dan ditindaklanjuti. Mohon ini didukung dibantu. Mudah-mudahan ini menjadi doa buat kita bersama demi kesejahteraan masyarakat Kota Tebingtinggi,” ungkap Syarmadani.

Sedangkan Muhammad Fitriyus mewakili Inspektur Provinsi Sumatera Utara selaku Pengendali Mutu Tim Pemeriksa mengatakan, dasar hukum dilaksanakan entry meeting ini adalah Undang-undang No. 23 tahun 2014, PP No. 18 tahun 2016 Jo. PP No. 72 tahun 2019, PP No. 12 tahun 2017 dan Permendagri No. 52 tahun 2018.

Jelasnya lebih lanjut, ruang lingkup sasaran ialah Bupati Wali Kota yang telah akan mengakhiri masa jabatan dengan objek aspek kesejahteraan masyarakat, aspek daya saing daerah dan aspek pelayanan umum.

“Masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tebingtinggi periode 2017-2022 ini sudah berakhir. Tapi kenapa masih bisa Akhir masa jabatan sampai nantinya dilantik Wali Kota definitif, jadi hari ini masih bisa. Jadi pemeriksaan akhir jabatan Wali Kota dan Wakil Walikota Tebingtinggi masih up down,” jelasnya.

Tambahnya, maksud diadakan kegiatan ini adalah sebagai salah satu cara untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam satu periode kepemimpinan kepala daerah.

“Dengan tujuan untuk mengetahui pencapaian RPJMD khususnya pada aspek kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah dan pelayanan umum. Dan untuk memberikan apresiasi atas keberhasilan pencapaian target dan rekomendasi perbaikan terhadap target yang belum tercapai,” ungkapnya.

Adapun waktu pelaksanaan pemeriksaan dilakukan mulai tanggal 28 Agustus hingga tanggal 6 September 2023, untuk mengevaluasi capaian RPJMD Kota Tebingtinggi yang meliputi, aspek kesejahteraan masyarakat meliputi 45 indikator, aspek daya saing daerah meliputi 10 indikator dan aspek pelayanan umum meliputi 312 indikator.

“Mohon maaf dan terimakasih. Harapan kami semoga data yang diperlukan dapat segera disampaikan,” paparnya.

Sementara Pj Sedako Kamlan Mursyid yang juga adalah Inspektur Kota Tebingtinggi meminta kepada Kepala OPD dan Kabag yang terkait dalam hal ini, segera menyiapkan dan menyerahkan dokumen yang dimintakan. (ian/ram)