30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 1205

Burhanuddin Sitepu Sosialisasikan Perubahan IMB menjadi PBG

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat ini DPRD dan Pemko Medan sedang menggodok rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang persetujuan bangunan gedung (PBG). Di mana ranperda ini merupakan peralihan dari pengurusan IMB secara manual menjadi online. Ditargetkan, perda ini sudah dapat diberlakukan tahun depan.

“Jadi, dalam waktu dekat ranperda ini segera disahkan. Inilah yang ingin saya sampaikan, agar masyarakat mengetahuinya,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu dalam sosialisasi Produk Hukum Daerah VIII Tahun Anggaran 2023 Perda Nomor 12 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan yang digelar Ketua di Jalan Bunga Mawar Nomor 104 Kelurahan PB Selayang II Medan Selayang, Minggu (27/8/2023). Hadir sebagai narasumber pada sosialisasi ini staf ahli DPRD Medan Arifin Siregar, perwakilan dari Dinas Perkimtaru Abraham, dan mewakili Camat Medan Selayang Wahyudi.

Menurut Burhanuddin, sebelum ranperda PBG ini disahkan menjadi Perda, maka Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih tetap berlaku. Dan dia meyakini, aturan-aturan yang akan muncul pada Perda PBG ini nantinya tidak akan mempersulit masyarakat dalam mendirikan bangunan. “Dengan lahirnya Perda PBG ini nantinya, diharapkan OPD terkait akan lebih mudah mengawasi bangunan-bangunan yang berdiri di Kota Medan,” katanya.

Mangan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan ini juga menjelaskan, pengurusan IMB atau PBG ini selain sumber PAD bagi Pemko Medan, juga dimaksudkan untuk meminimalisir kecelakaan atau untuk keselamatan pemilik gedung. “Karena saat mengurus IMB atau PBG, wajib menyertakan desain rumah dan konstruksi bangunan, sehingga ada pengawasan dari pemerintah. Seringnya terjadi bangunan roboh, itu kemungkinan tidak adanya pengawasan yang ketat. Jadi perda ini tidak semata-mata untuk menarik retribusi dari masyarakat, tapi juga untuk keselamatan pemilik gedung,” terangnya.

Menyikapi hal ini, M Nur Batubara warga Medan Selayang mempertanyakan, “Apakah warga yang sudah mengurus IMB harus mengurus kembali agar sesuai dengan PBG? Dan apakah bangunan semipermanen tetap harus mengurus PBG?”

M Nur juga menanyakan, bentuk bangunan yang bagaimana yang harus mengurus PBG? “Kalau dari namanya, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) inikan kesannya hanya untuk bangunan gedung. Lantas kalau bangunan yang semipermanen, apakah wajib juga mengurus PBG?” tanya M Nur.

Menyahuti pertanyaan ini, Abraham dari Dinas Perkimtaru Kota Medan menjelaskan, jika sudah ada IMB tidak perlu lagi mengurus PBG. “Kecuali ada renovasi atau perubahan bangunan. Itu harus mengurus izin kembali,” tegasnya.

Sementara Burhanuddin Sitepu menambahkan, aturan yang ada di dalam Perda PBG ini tidak menganulir peraturan yang ada sebelumnya. “Kecuali ada perubahan bentuk bangunan dari IMB sebelumnya. Misalnya, bangunan yang izinnya satu lantai berubah menjadi dua lantai, dan sebagainya. Itu tetap harus mengurus izin kembali,” tegasnya.

Sedangkan mengenai bentuk bangunan yang bagaimana yang wajib mengurus PBG, Burhanuddin mengatakan, hal ini masih dalam pembahasan di Pansus yang dibentuk DPRD Medan. “Tapi kalau menurut Perda 5 tahun 2012, setiap masyarakat mendirikan bangunan baik itu permanen maupun semi permanen, harus mengurus IMB,” tegasnya.

Sementara Mirna, warga Medan Tuntungan, menanyakan, apakah bangunan di dalam gang sempit juga harus mengurus IMB atau PBG? “Apalagi hanya melakukan renovasi bangunan rumah, misalnya hanya membangun kamar mandi di belakang rumah juga harus mengurus IMB,” ujarnya. Pasalnya, kata dia, sering kali oknum kelurahan dan kecamatan mendatangi warga yang sedang membangun, menanyakan IMB.

Menyikapi ini, Burhanuddin menegaskan, fungsi pihak kelurahan dan kecamatan hanya menegur, tidak punya hak penindakan dalam aturan izin bangunan ini. “Camat dan lurah hanya bisa menegur. Sedangkan penindakan ada pada Satpol PP, selalu OPD penegakan Perda. Jangan pula masyarakat yang ingin menambah bangunan kamar mandi di halaman belakang rumahnya juga kena retribusi IMB. Harus ada kebijakan yang manusiawi dalam hal ini,” tandasnya. (adz)

Anak Stunting di Gunung Sitember Tinggi, Eddy: Harus Kita Atasi dan Tuntaskan Bersama

INTERAKSI: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu saat berinteraksi dengan para ibu serta balita, saat gelar praktik percepatan penurunan angka stunting di Desa Tumpak Raja, Kecamatan Gunung Sitember, baru-baru ini.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Angka stunting di Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, masih tergolong tinggi. Terbukti, dalam satu desa, yakni Desa Tumpak Raja, dari 112 bayi, ada 42 orang yang mengalami stunting. Dengan data dan fakta tersebut, Pemkab Dairi pun menyerukan percepatan penurunan jumlah anak yang mengalami stunting di desa itu.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, pun mengerahkan organi­sasi perangkat daerah (OPD) terkait ke Desa Tumpak Raja, untuk menggelar praktik percepatan penurunan angka stunting, melalui kegiatan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif bertempat di Jamburta Ras, Barisan Me­sin, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Eddy me­nyampaikan, kenapa desa tersebut dipilih sebagai tempat praktik pena­nganan stunting? Karena angka stun­ting di desa tersebut sangat tinggi.

“Dari data yang saya peroleh, dari 112 bayi, terdapat 42 bayi atau sekitar 37,5 persen yang mengalami stunting di Desa Tumpak Raja ini. Ini harus kita atasi dan tuntaskan ber­sama,” ajak Eddy.

Eddy juga mengatakan, sebagai upaya pemerintah membantu ma­syarakat mengatasi permasalahan tersebut, Pemkab Dairi menyerahkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting berupa beras.

“Bantuan beras itu diserahkan oleh Dinas Sosial. Sementara Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan, menyerahkan bibit sayur supaya bisa ditanam dan kelak bisa dipanen untuk kebutuhan sayur-ma­yur masyarakat,” jelasnya.

Adapun kunjungan Eddy ke Desa Tumpak Raja, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Romy Mariani Simarmata, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik, dan Camat Gunung Sitember Jonathan Ginting. (rud/saz)

Sebelum Gunakan Program UHC JKMB, Warga Diminta Pastikan Miliki KTP Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP, meminta warga Kota Medan untuk memastikan terlebih dahulu data kependudukan yang dimilikinya sebelum menggunakan program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) yang diterapkan Pemko Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution.

Pasalnya, hanya warga yang tercatat secara administrasi sebagai warga Kota Medan yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP ataupun KK Medan yang berhak menggunakan program UHC JKMB.

“Bila ingin menggunakan prograk UHC, pastikan bapak/ibu memiliki KTP ataupun KK Medan. Hanya yang punya KTO atau KK Medan yang bisa menggunakan program UHC JKMB ini,” ucap Robi Barus saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Ahmad Yani VII, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Minggu (27/8) sore.

Dikatakan Robi, pihak faskes BPJS Kesehatan baik puskesmas ataupun klinik faskes tingkat I, beberapa kali menemukan pasien yang ingin berobat dengan menggunakan program UHC. Namun setelah ditinjau, pasien tersebut tidak memiliki KTP Medan. Padahal sebenarnya pasien tersebut sudah cukup lama tinggal di Kota Medan, bahkan sudah bertahun-tahun lamanya.

“Tapi sayangnya saat pindah dari kabupaten/kota sebelumnya, warga tersebut belum juga mengurus surat pindahnya sehingga yang bersangkutan tidak memiliki KTP Medan. Nah yang seperti ini tidak bisa menggunakan program UHC. Sebab meskipun dia tinggal di Medan, tapi dia tidak tercatat secara administrasi sebagai penduduk Kota Medan,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan tersebut.

Untuk itu, Robi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Medan itu meminta kepada setiap warga Kota Medan yang belum memiliki KK/KTP Medan untuk segera mengurus administrasi kependudukannya.

Apalagi saat ini, Pemko Medan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus meningkatkan pelayanan pengurusan dokumen kependudukan kepada masyarakat.

“Kan sekarang mengurus KK/KTP itu bisa lewat online, bisa juga ke kantor camat, nggak harus ke kantor Disdukcapilnya. Pastikan kita semua yang tinggal di Kota Medan punya KTP Medan, jadi program-program yang disiapkan Pemko Medan dapat kita nikmati manfaatnya,” katanya.

Dihadapan Lurah Kesawan Maswan Harahap, perwakilan Dinsos Medan Usnar Indah Hasibuan, perwakilan BPJS Kesehatan Fradilla Wardhani, dan ratusan warga yang hadir, Robi Barus juga meminta kepada perangkat di tingkat lingkungan agar mendata warganya yang belum memiliki KK/KTP Medan agar dapat dibantu untuk bisa mendapatkan program-program unggulan yang disiapkan Pemko Medan. Salah satunya, program UHC JKMB.

“Wali Kota Medan, Pak Bobby terus berfokus untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. UHC ini merupakan implementasi dari Perda No.4 Tahun 2012, maka kita harus mendukungnya. Jangan lagi ada warga Medan yang tidak bisa menggunakan program UHC karena tidak memiliki KTP,” pungkasnya. (map)

Kader Demokrat Gagas Kreativitas Sport Kawula Muda, Freddy Siahaan: Terus Jaga Sportivitas!

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Pengurus DPD Partai Demokrat Sumut, Freddy Sabar Siahaan, ST, MBA, mendukung ajang balap sepeda motor bertajuk Perdagangan Super Grasstrack 2023, Minggu (27/8/2023).

Hadir di Circuit GioGilbert17 Perdagangan, Freddy Siahaan menyambut baik ajang kreativitas para kawula muda yang digagas oleh calon Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Dapil IV, Bill Clinton Siregar.

Tak hanya memacu adrenalin, Freddy Siahaan juga menilai ajang balapan ini memberikan kesempatan serta wadah bagi para kawula muda untuk mengasah sportivitas dan kreativitasnya.

“Saya selaku Pengurus DPD Demokrat Sumut menyambut baik kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Demokrat akan senantiasa mendukung kegiatan positif bagi kaum milenial yang penuh kreativitas,” ujar Freddy Siahaan, yang juga maju sebagai bacaleg Provinsi, Dapil 10 Sumut dari Demokrat.

Pria peraih beasiswa yang menamatkan S2-nya di Jerman itu turut berpesan kepada peserta untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas dalam setiap persaingan.
“Selamat bertanding dan sportifitas harus terus terjaga,” pesannya.

Dalam kesempatan itu juga, Freddy Siahaan turut menyerahkan trophy secara simbolik kepada para pemenang lomba.
Untuk diketahui, Perdagangan Super Grasstrack 2023 ini berlangsung sejak Sabtu (26/8/2023) hingga Minggu (27/8/2023) dengan mempertandingkan 12 kelas.

Kegiatan Gasstrack turut menyedot ribuan masyarakat yang antusias untuk hadir menonton langsung jalannya perlombaan. Semoga lahir atlet yang berprestasi dari Simalungun. (dek)

SDM Unggul, Tangguh dan Service Excellent untuk Menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045

PENGHARGAAN: Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes bersama undangan dan wisudawan/wisudawati terbaik dan berprestasi penerima penghargaan pada kegiatan wisuda Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi, Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga dan Prodi Keperawatan Program Diploma Tiga, Sabtu (26/8).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

SUMUTPOS.CO – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan menggelar wisuda bersama Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi, Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga dan Prodi Keperawatan Program Diploma Tiga.

WISUDA STIKes Mitra Husada Medan tahun akademik 2022/2023 diadakan di aula perguruan tinggi tersebut, Sabtu (26/8). Wisuda dipimpin Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes.

Acara juga dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD dan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Husada Medan Dr Imran Saputra Surbakti MM.

Turut hadir Ketua Balai Pelayanan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumut Harold Hamonangan SE, Ketua AIPKIND Sumut Rinawati Sembiring SSiT MKes, keluarga wisudawan/wisudawati dan undangan lainnya.

Pengucapan sumpah lulusan perawat dipimpin Ketua DPW PPNI Sumut Mahsyur Al Hazkiyani SKep Ns. Pengucapan sumpah bidan dipimpin Sekjen Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr Ade Jubaedah MM MKM secara daring.
Sedangkan pelantikan lulusan STIKes Mitra Husada Medan dilakukan Kabid SDK Dinas Kesehatan Provsu Yetty Syahriany S SKM MKes.

STIKes Mitra Husada Medan yang banyak mengukir prestasi nasional dan internasional kembali melahirkan tenaga kesehatan kompeten 100 persen yang siap pakai di dunia industri era 4.0. STIKes Mitra Husada Medan bermartabat dan6 sumber daya manusia (SDM) yang unggul, tangguh dan service excellent dalam menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045.

Program akademik membangun karakter, kemandirian dan kompeten melalui iklim akademik yang kondusif dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) membentuk para lulusan berbudaya Profesional, Acuntabel, Collaborative, Empathy dan Reliability (PACER).

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes mendorong alumni untuk dapat bekerja di luar negeri bekerja sama dengan BP3MI Sumut. Ia pun meminta lulusan STIKes Mitra Husada Medan untuk jujur, kreatif dan inovatif.

Dalam kesempatan ini, Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD, Yetty Syahriany S SKM MKes dan Harold Hamonangan SE memberi apresiasi terhadap raihan prestasi dan komitmen STIKes Mitra Husada Medan dibidang kesehatan.

Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD juga berbagi pengalaman dalam melakukan penelitian dan menjadi guru besar dengan bekal bekerja dengan konsisten. Ia mendorong STIKes Mitra Husada Medan untuk menambah program studi.

Yetty Syahriany S SKM MKes meminta tenaga kesehatan lulusan STIKes Husada Medan yang telah kompeten untuk berperan aktif dalam peningkatan kesehatan di Sumut. Sedangkan Harold Hamonangan SE mengutarakan peluang bekerja di luar negeri seperti ke Jepang, Timur Tengah dan Jerman. (dmp)

Dadak tidak Pernah Pergi: Mengabdi untuk Mengabadi

PELUNCURAN BUKU: H Musa Rajekshah bersama Rektor UIN Sumatera Utara dan peserta peluncuran buku Almarhum H Anif bin H Gulrangshah, Jumat (25/8).ISTIMEWA.

Kebahagiaan yang luar biasa dirasakan keluarga besar Almarhum H Anif Bin H Gulrangshah saat haul kedua tokoh nasional dari Sumatera Utara tersebut yang dihadiri Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo beserta ribuan umat, Jumat (25/8).

PRESIDEN Republik Indonesia H Joko Widodo ziarah ke makam H Anif Bin H Gulrangshah di komplek Masjid Al-Musannif Cemara Asri Percutseituan Deliserdang. Sebelum ziarah, presiden melaksanakan Salat Jumat juga di Masjid Al-Musannif.

”Atas nama keluarga, Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Jokowi. Semoga keikhlasan Bapak dan semua orang yang berziarah serta mendoakan almarhum hidup tenang di sisi Allah mendapat balasan dari Tuhan. Semoga Bapak Presiden selalu diberkahi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan semua aktivitas dan Insya Allah dalam lindungan Allah SWT,” ungkap H Musa Rajekshah, putra Almarhum H Anif Bin H Gulrangshah.

Dalam haul juga diluncurkan buku: Dadak Tidak Pernah Pergi: Mengabdi untuk Mengabadi. Buku dilaunching di Masjid Al-Musannif Cemara Asri Percut sei tuan Deliserdang.

Buku ini adalah buku kedua. Buku pertama berjudul: Hidup Ikhlas Tanpa Tipu Muslihat. ”Almarhum Ayah yang kami panggil Dadak bilang mau buat buku lagi karena banyak yang belum dimasukkan di buku pertama,” ujarnya.

Buku belum dibuat, lanjutnya, Dadak sudah berpulang pada dua tahun lalu. ”Jadi Saya ingin menunaikan keinginannya. Semoga kisah-kisah Almarhum Haji Anif yang dituangkan dalam buku ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siapa saja yang membacanya, khususnya generasi muda,” kata H Musa Rajekshah yang juga wakil gubernur Sumut.

H Musa Rajekshah mengutarakan bahwa banyak sekali nasehat Dadak yang tertuang di buku tersebut. Nasehat ini menguatkan dirinya saat menghadapi masalah.

Dadak pernah bilang tidak ada yang tak mungkin. ”Kita harus punya cita-cita tinggi. Tidak usah juga merasa tidak mampu karena semua mungkin terjadi dalam hidup. Yang tak mungkin adalah makan kepala sendiri,” ungkapnya.

Dalam haul kedua Almarhum H Anif bin H Gulrangshah juga dihadiri penceramah Ustadz Dr H Adi Hidayat Lc MA yang menyampaikan tausyiah dalam kegiatan ngaji bareng. Rangkaian haul kedua Almarhum H Anif Bin H Gulrangshah ini diawali dengan pelaksanaan Salat Subuh berjamaah di Masjid Al Musannif.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada jemaah yang sudah hadir. Insya Allah diridhoi oleh Allah SWT,” ujar H Musa Rajekshah.

Ustadz Dr H Adi Hidayat Lc MA dalam tausyiah mengingatkan agar keluarga dan umat Islam untuk melaksanakan berbagai petuah dan ilmu yang diajarkan Almarhum H Anif yang telah banyak membangun masjid, peduli pada anak yatim, memiliki klinik dan berbagai amalan. (dmp)

Warga Medan Polonia Keluhkan Maraknya Narkoba dan Begal

SOSIALISASI: Anggota Komisi I DPRD Medan, Rizki Lubis saat Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum yang digelar di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (28/8/2023) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kecamatan Medan Polonia mengeluhkan maraknya peredaran narkoba di Kota Medan, khususnya di sekitar tempat tinggal mereka. Akibat maraknya peredaran narkoba, aksi-aksi kejahatan seperti pencurian hingga begal juga turut meningkat sehingga sangat meresahkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan warga saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Afri Rizki Lubis SM M.IP di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (28/8/2023) sore.

“Di daerah sini banyak sekali narkoba pak. Saking banyaknya narkoba, maling pun banyak pak, begal juga merajalela. Kami warga jadi khawatir dan was-was,” ucap warga Jalan Pipa 1-4 kepada Rizki Lubis.

Maraknya aksi-aksi kriminalitas itu, kata warga, sudah seringkali disampaikan kepada perangkat pemerintah, baik di tingkat lingkungan, kelurahan dan seterusnya. Akan tetapi, aksi kejahatan di Medan Polonia, khususnya di kawasan Kelurahan Sari Rejo seperti tak terbendung.

“Kuncinya di narkoba itu pak. Narkoba ini lah biang keladinya. Dulu belum narkoba, aman-aman saja kampung ini. Tapi sejak narkoba marak, tak ada lagi ketenteraman dan ketertiban di kampung ini,” keluhnya.

Menanggapi keluhan warga, Anggota Komisi I DPRD Medan, Rizki Lubis, meminta aparatur pemerintah mulai dari tingkat lingkungan, kelurahan hingga kecamatan untuk bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga.

“Kita akan minta agar fungsi siskamling kembali diaktifkan dan dimaksimalkan untuk mencegah peredaran narkoba, begal dan aksi kejahatan lainnya,” ujar Rizki.

Selain itu, Rizki Lubis juga meminta kepada aparatur di tingkat kewilayahan, yakni kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan kolaborasi dengan pihak TNI/Polri melalui Babinsa dan Babinkamtibmas dalam memberantas peredaran narkoba.

“Saya setuju kalau narkoba adalah kunci dari aksi kejahatan lainnya, seperti maling, begal dan lain-lain. Makanya semua harus berkolaborasi, berantas narkoba sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Namun begitu, lanjut Rizki, kerjasama pemerintah dan aparat hukum dalam memberantas narkoba tidaklah cukup. Sebab, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam memberantas peredaran narkoba.

Rizki pun mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila melihat ataupun mengetahui adanya peredaran narkoba di sekitar tempat tinggal mereka. Dengan begitu, ketenteraman dan ketertiban di Kota Medan dapat terjaga dengan baik.

“Jangan tutupi meskipun orang tersebut adalah keluarga, tetangga, ataupun teman kita. Dengan membiarkan, kita justru menjerumuskan mereka. Laporkan, maka kita sedang menyelamatkan mereka dari bahaya narkoba,” pungkasnya. (map/ila)