Home Blog Page 121

Resmi Sandang Gelar Doktor, Hendrik Sitompul Diwisuda Rektor Universitas Brawijaya Malang

MALANG, SumutPos.co- Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Dr Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM mengikuti prosesi wisuda Universitas Brawijaya periode V tahun akademik 2025/2026, yang digelar di Gedung Samantha Krida, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2025).

Prosesi wisuda yang dipimpin Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., berlangsung sejak pagi hari diikuti ratusan wisudawan dari berbagai fakultas. Khusus Fakultas Ilmu Administrasi ada sebanyak 69 orang, termasuk Hendrik Sitompul.

Hendrik menjadi mahasiswa Program Pascasarjana Doktor Ilmu Administrasi Minat Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya 2025 dengan masa waktu perkuliahan selama tiga tahun.

Hendrik berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Bisnis dari Universitas Brawijaya pada 3 Mei 2025, setelah sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Corporate Governance, Inovasi, dan Regulasi terhadap Firm Performance yang Dimediasi oleh Use of Renewable Energy.”

Dalam disertasinya, Hendrik Sitompul menyoroti pentingnya transisi ke energi terbarukan sebagai solusi untuk mengurangi polusi udara dan mencapai pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa sinergi antara tata kelola perusahaan, inovasi, dan regulasi pemerintah sangat penting untuk mempercepat transisi energi hijau.

Usai mengikuti prosesi wisuda, Hendrik mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. “Beribu-ribu terima kasih saya ucapkan terkhusus kepada keluarga tercinta, orangtua, istri terkasih dan anak-anak yang telah mendukung saya hingga saat ini,” katanya.

“Tanpa doa, perhatian, dan dukungan yang diberikan, mungkin saya tidak bisa berdiri di sini (wisuda). Sekali lagi terima kasih, dan semoga Tuhan membalas semua kebaikan bapak/ibu semua,” imbuhnya.

Hendrik mengaku bersyukur atas gelar doktor yang diraihnya. Menurut Hendrik, gelar doktor adalah suatu amanah akademik yang harus dipertanggungjawabkan, dengan wujud kerja nyata yang terukur.

Salah satunya adalah kepedulian terhadap permasalahan bangsa dan negara serta kemajuan ilmu pengetahuan. “Gelar doktor yang saya raih bukanlah merupakan akhir dari proses pendidikan, tapi merupakan pintu masuk untuk menjelajah dunia ilmu pengetahuan yang begitu luas,” pungkasnya. (adz)

Warga Medan Tuntungan Menangis Sampaikan Keluhannya, Rico Waas Tawarkan Solusi Atasi Banjir

MEDAN-Dengan nada terbata – bata dan diselimuti kesedihan, Suci, Warga Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan mencurahkan isi hati dan keluhannya kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas atas permasalahan banjir yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

Banjir akibat kecilnya saluran drainase di jalan Bunga Kardiol – Jalan Bunga Gayong ini sudah lama dialami wanita paruh baya tersebut. Bahkan jika air di rumahnya telah mencapai ketinggiannya pinggang orang dewasa, Suci dan keluarga mengungsi ke rumah keluarga.

“Awal banjir terjadi semenjak Balai Benih Ikan Kota Medan di bangun disebelah rumah saya. Sebelumnya lokasi tersebut adalah sawah, setelah dibangun Balai Benih termasuk tembok pagarnya, air dari lingkungan 3 mengalirnya kerumah saya,” kata Suci kepada Rico Waas dalam kegiatan Sapa Warga yang digelar jalan Taman Sakura Indah, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (22/11/25).

Menurut Suci, dirinya telah mengikhlaskan tanah miliknya selebar 1,5 meter untuk dibuat parit. Namun parit tersebut belum mampu menampung debit air hujan jika itensitas tinggi, sehingga banjir tetap terjadi di areal rumahnya.

“Sudah tidak terhitung banjir menimpa rumah saya, sudah tiga kali saya ganti perabotan, sehingga tidak ada lagi perabotan dirumah. Karena khawatir banjir rusak lagi perabotan,” jelas Suci dengan suara yang terbata-bata.

Ditambahkan Suci, banjir terakhir terjadi di hari Rabu kemarin. Karena tingginya sepinggang jadi ia mengungsi. Paginya ia ke rumah melihat kondisi di dalamnya penuh lumpur sisa banjir.

“Saya membangun rumah disana karena itu harta satu-satunya. Saya tidak menyalahkan Balai Benih Ikan, namun Alhamdulillah ketemu bapak Wali Kota Medan disini, saya bisa mengadu langsung. Mudah-mudahan ada solusi untuk atasi banjir di lingkungan saya,” ungkap suci.

Menanggapi keluhan warganya, Wali Kota Medan Rico Waas, Dinas terkait akan melakukan pemetaan terlebih dahulu. Dilihat apakah jalur paritnya tidak ada atau hilang. Selain itu dilihat juga kenapa bisa banjir di rumah ibu.

“Saya sudah minta Kadis SDABMBK mengecek lokasi. Dilihat dulu jalur untuk Drainasenya. Artinya dipetakan dulu dan diketahui strateginya untuk mengatasi banjirnya,” kata Rico Waas sembari meminta ibu suci tidak lagi bersedih.

Selanjutnya warga lainnya Ponidi, Ketua Komplek Taman Sakura Indah, Kelurahan Tanjung Selamat, menyampaikan keluhannya terkait banjir yang sudah menjadi masalah lebih dari 20 tahun dan semakin memburuk sejak pembangunan beberapa perumahan baru di sekitar kawasan tersebut.

“Sekarang banyak rumah yang lebih rendah dari jalan. Setiap hujan deras, banjir 20–30 cm pasti masuk. Ini dirasakan warga sudah bertahun-tahun. Jadi kami berharap Bapak Wali Kota Medan dapat memberikan solusinya,” jelasnya.

Selain banjir, Ponidi juga mengeluhkan kerusakan jalan yang rusak, fasilitas olahraga yang terbengkalai, serta penerangan lampu jalan lingkungan yang sebagian besar masih mengandalkan swadaya warga.

Terkait keluhan banjir di komplek Taman Sakura Indah, Rico Waas yang hadir didampingi Pimpinan Perangkat Daerah di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Muhammad Sofyan, Inspektorat, Erfin Fachrur Rozi, Plt Kadis SDABMBK, Gibson Panjaitan, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, dan Camat Medan Tuntungan, mengatakan Pemko akan memetakan ulang jalur air, termasuk opsi membuka aliran menuju Sungai Belawan dan pemasangan gorong-gorong baru.

“Kalau jalur airnya benar, banjir bisa kita reduksi. Kita akan koordinasikan dengan pemilik lahan dan jajaran teknis,” jelas Rico Waas.

Ditambahkan Rico Waas, Pemko Medan juga berencana pemasangan cover slab di Jalan Sakura untuk mendukung akses menuju kawasan wisata rohani, serta menyinggung penataan Pasar Melati yang kini menjadi fokus usai ditemukannya sejumlah pelanggaran bangunan.

Kemudian Rico Waas juga memastikan bahwa fasilitas umum yang telah diserahkan ke Pemko seperti sarana olahraga, penerangan jalan, dan jalur lingkungan akan menjadi prioritas perbaikan setelah masalah banjir ditangani.

Selain penyampaian aspirasi dan keluhan, warga juga memberikan apresiasi dan bangga atas kehadiran Wali Kota Medan Rico Waas di komplek mereka.

A. Sianturi, menyampaikan rasa suka cita dan bangga atas hadirnya orang nomor satu di Pemko Medan itu. Selain itu, dia juga mengusulkan agar penanganan banjir difokuskan pada pelebaran saluran air menuju Sungai Belawan.

Setelah mendengar seluruh keluhan, Wali Kota menegaskan bahwa suara warga menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan. oleh karena itu pemerintah dan masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

“Yang tinggal di sini bertahun-tahun adalah Bapak Ibu semua. Kami perlu mendengar langsung apa yang terjadi. Informasi dari wargalah yang membuat pekerjaan kami lebih tepat,” ucap Rico Waas sembari bermohon doa agar Pemko Medan bisa bekerja maksimal.

Sebelum menyapa warga, Rico Waas meninjau gotong royong massal dan berkeliling komplek, memperhatikan kondisi infrastruktur jalan yang bergelombang. Selain itu saluran air yang tidak berfungsi secara maksimal, hingga titik-titik jalan yang masih minim penerangan. (map/ila)

Dugaan Kasus Pemerasan, Kejatisu Diminta Tetapkan Status 4 Oknum DPRD Medan

FOTO: Praktisi Hukum dari Firma Hukum Adil, Devi Ilhamsah SH
FOTO: Praktisi Hukum dari Firma Hukum Adil, Devi Ilhamsah SH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh empat oknum Anggota DPRD Kota Medan terhadap pengusaha biliar di Kota Medan hingga kini belum juga ada kepastian hukum dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Mengetahui itu, Praktisi Hukum dari Firma Hukum Adil, Devi Ilhamsah SH angkat bicara, Jumat (21//11).
Menurutnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Hari Siregar harus mengambil sikap mengingat Kejatisu telah melakukan pemanggilan terhadap empat oknum anggota DPRD Medan berdasarkan surat resmi Kejatisu yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kota Medan tertanggal 14 Agustus 2025 dalam kaitan kasus dugaan pemerasan tersebut.

“Negara kita menganut azas equality before the law yang artinya, kita semua atau setiap orang sama di mata hukum, jika memang ada unsur pidananya maka prosesnya harus dilanjutkan, jangan dikarenakan terlapor adalah orang yang dianggap penting di Kota Medan sehingga prosesnya berlarut-larut,” tegas pria yang akrab disapa Ilham ini.

Ilham juga menekankan, andai memang dari hasil pemeriksaan kurang bukti, segera SP3 kan (berhentikan), sehingga pelapor mendapatkan kepastian hukum dan dapat menempuh jalur hukum lainnya. “Kalau memang kasus ini sudah memenuhi unsur kelengkapan segera paparkan ke publik agar korban dan masyarakat tidak menunggu,” imbuhnya.

Perlu diketahui, sesuai dengan ketentuan Pasal 12e Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 perubahan atas Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang mengatur bahwa Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang secara melawan hukum, memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau dengan mengerjakan sesuatu bagi dirinya, dapat dihukum kerena menyalahgunakan kekuasaan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.
Dengan begitu, konsenterasi Pasal 12e ini telah tepat dijadikan dasar untuk menjerat perbuatan dan tindakan 4 Anggota DPRD Kota Medan tersebut yang merupakan penyelenggara Negara.

“Bahwa sejalan juga dengan ketentuan Undang-undang Dasar Tahun 1945 dalam Pasal 20 Ayat (1), yang secara implisit menjelaskan bahwa 4 Anggota DPRD Kota Medan tersebut merupakan Penyelenggara Negara yang harus bertanggung jawab atas perbuatan dan tindakannya,” jelas Ilham.

Ada pun, keempat nama-nama oknum anggota DPRD Kota Medan yang dipanggil oleh Kejati Sumut yakni: Salomo TR Pardede (Anggota DPRD Kota Medan Komisi III dari Fraksi Gerindra), David Roni Sinaga (Anggota DPRD Kota Medan Komisi III dari Fraksi PDIP). Kemudian, Godfried Lubis (Anggota DPRD Kota Medan Komisi III dari Fraksi PSI) dan Eko Aprianta (Anggota DPRD Kota Medan Komisi III dari Hanura). Pemanggilan itu terkait kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Komisi III itu terhadap beberapa pengusaha biliar di Kota Medan.
Dalam surat menyebutkan bahwa surat pemanggilan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor : Print-351/L.2/Fd.2/07/2025 tanggal 09 Juli 2025.

Surat pemanggilan itu terkait dengan pengaduan sejumlah pengusaha hiburan di Medan yang mengaku menjadi korban pemerasan para anggota dewan itu. Di antaranya pengusaha Biliar Drewshot, Suyarno dan Xana Billiard Andryan yang mengaku korban aksi pemerasan itu.

Menurut Suyarno, awal para anggota DPRD itu datang ke lokasi usahanya untuk mempertanyakan fungsi gedung yang harusnya sebagai gudang tapi ternyata dipakai untuk usaha biliar.

“Jadi ditanya izinnya, kenapa gudang jadi rumah biliar, di mana izinnya?” ungkap Suyarno, Jumat (21/11) kemarin. Salah seorang dari anggota DPRD itu, yakni Salomo Pardede malah mengancam akan menyegel lokasi usaha itu kalau penggunaannya tidak sesuai.

“Agar tidak disegel, mereka minta uang. Salomo menyuruh kami untuk bertransaksi dengan stafnya,” tambah Suyarno.

Setelah bernegosiasi, sempat ada deal bahwa pengusaha biliar itu akan membayar sebesar Rp50 juta. Namun belakangan para anggota DPRD itu masih meminta iuran bulanan sebesar Rp10 juta per bulan.

“Angka ini yang kami tidak sanggup penuhi. Kalau setoran Rp50 juta sudah kami siapkan, tapi kalau setoran bulanan Rp10 juta berat bagi kami. Dari pada rugi, kami pun pasrah saja kalau usaha itu ditutup,” ujar Suyarno.

Meski sempat bersitegang, tapi Suyarno mengaku tetap menyerahkan uang setoran Rp50 juta itu kepada Salomo. Pada 11 Februari 2025, Suyarno mengaku berhungan langsung dengan staf Salomo Pardede untuk memberi Rp50 juta sesuai yang disepakati sebagai upeti. Mereka bertemu di Jalan Pasundan Ujung Simpang Gatot Subroto.

“Ketemu sama staf Salomo dan saya sendiri yang menyerahkan uang itu di dalam mobil CRV putih. Seingat saya mobil itu BK 1998, cuma saya lupa nomor seri belakangnya,” ungkapnya. (azw)

Astra dan Anak Bangsa Menyalakan Gelombang Perubahan dari Desa untuk Masa Depan Indonesia

JAGA HUTAN: Petronela Merauje, Penjaga Hutan Perempuan, Enggros, dari Papua, dikenal sebagai Mama Nela, ia menjaga warisan leluhur yaitu Hutan Perempuan, dengan keberanian yang lembut namun tegas. Ia memimpin para ibu membersihkan sampah, menanam mangrove, dan memulihkan hutan adat serta menjadi sumber pangan dan penghasilan.
JAGA HUTAN: Petronela Merauje, Penjaga Hutan Perempuan, Enggros, dari Papua, dikenal sebagai Mama Nela, ia menjaga warisan leluhur yaitu Hutan Perempuan, dengan keberanian yang lembut namun tegas. Ia memimpin para ibu membersihkan sampah, menanam mangrove, dan memulihkan hutan adat serta menjadi sumber pangan dan penghasilan.

JAKARTA – Dari pesisir timur Papua hingga perbukitan barat Sumatra, langkah-langkah kecil anak bangsa yang bekerja dari desanya sendiri kini menjelma menjadi gerakan besar yang mengubah wajah pedesaan Indonesia. Semangat perubahan itu berpadu dengan komitmen sosial berkelanjutan Astra, menciptakan kolaborasi kuat yang terus menghidupkan harapan baru bagi masyarakat desa.

Melalui empat pilar kontribusi sosial, yakni Kesehatan, Pendidikan, Kewirausahaan, dan Lingkungan, yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, Astra memperkuat upaya generasi muda dalam meningkatkan kualitas hidup, membuka akses pendidikan, menciptakan peluang ekonomi, hingga menjaga keberlanjutan lingkungan di berbagai wilayah Nusantara.

“Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang bekerja dalam diam tanpa sorotan, namun mengubah kehidupan banyak orang. Mereka adalah bukti bahwa daya juang Indonesia lahir dari desa-desa,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.

Ia menyampaikan kebanggaan Astra dapat berjalan berdampingan dengan para penggerak desa yang menghadirkan kontribusi sosial berkelanjutan dan dampak positif bagi lingkungannya.

Sejak diluncurkan pada 2010, Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Awards telah menjadi wadah apresiasi bagi generasi muda yang membawa perubahan bagi komunitasnya.

Hingga kini, program ini telah melahirkan 792 pemuda inspiratif, dan berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra di 35 provinsi.

Melalui tiga program unggulan ini, rangkaian kontribusi sosial Astra telah menjangkau 2,63 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Upaya ini juga berkontribusi pada peningkatan daya saing produk desa di pasar global. Pada periode 2020–2024, valuasi ekspor Desa Sejahtera Astra mencapai Rp349 miliar, menjadi bukti kemampuan desa-desa Indonesia menembus pasar internasional berkat pendampingan dan pemberdayaan yang tepat.

Di balik transformasi yang tersebar di berbagai penjuru negeri, berdiri tokoh-tokoh penggerak yang memilih kembali ke akar, merajut harapan bagi kampung halamannya.

Di Papua, Petronela Merauje atau Mama Nela menjaga Hutan Perempuan sebagai warisan adat yang ia pulihkan bersama para ibu dengan membersihkan sampah dan menanam mangrove.

Di Garut, Bernard “Oday” Langoday menggerakkan ribuan warga membangun ekosistem kopi Cikajang dari hulu ke hilir hingga menjadi kebanggaan baru daerahnya.

Di Singkawang, Priska Yeniriatno meninggalkan kariernya untuk membangun rumah batik yang kini berkembang menjadi tiga kampung wisata batik, memberdayakan ibu rumah tangga dan pemuda putus sekolah.

Sementara itu, Zainal Abidin di Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan, kembali ke kampung halamannya untuk memajukan ekowisata karst hingga dikenal dunia. Ia juga memproduksi pupuk organik dari kotoran kelelawar dan memantau kesehatan warga dengan berkeliling menggunakan perahu jolloro.

Dari Sumatra Barat, Ritno Kurniawan mengubah hutan bekas pembalakan menjadi destinasi wisata alam Nyarai yang mendunia, kini dengan lebih dari 150 pemandu, termasuk pemandu bersertifikasi internasional.

Di Kupang, Dian Banunu menempuh perjalanan dua jam dengan menumpang truk setiap hari untuk mengajar anak-anak di Oesusu, membuktikan dedikasi tanpa batas bagi masa depan generasi muda.
Rangkaian kisah para tokoh ini disajikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia, menjadi jendela harapan sekaligus undangan bagi masyarakat luas untuk turut berkontribusi bagi lingkungannya.

Komitmen Astra untuk terus bergerak bersama anak bangsa di berbagai pelosok sejalan dengan cita-cita “Sejahtera Bersama Bangsa” serta mendukung tercapainya SDGs Indonesia.

Dengan dukungan lebih dari 302 anak perusahaan dan 190.000 karyawan, Astra terus memperkuat ekosistem keberlanjutan dan inklusivitas ekonomi di seluruh sektor bisnisnya.
Astra percaya, perubahan besar Indonesia tumbuh dari desa, dari tangan-tangan anak bangsa yang bekerja dengan ketulusan, keberanian, dan tekad membangun masa depan yang lebih baik. (Ila)

Demo di Kantor Bupati dan DPRD Deliserdang, Massa Minta PT TSI Ditutup

AKSI: Massa aksi yang tergabung dalam Kommasi Sumut, saat menggelar aksi demonstrasi, Jumat (21/11).
AKSI: Massa aksi yang tergabung dalam Kommasi Sumut, saat menggelar aksi demonstrasi, Jumat (21/11).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat mengelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Deliserdang, Jumat (21/11). Massa aksi menuntut agar pemilik PT Tanimas Soap Industries (TSI) dihukum, karena diduga telah melakukan pencemaran lingkungan dan memanipulasi Pajak Bumi Bangunan (PBB) senilai Rp7 miliar.

Massa yang datang menumpang dengan empat unit minibus itu, melakukan aksi pertama kali di depan pintu gerbang Kantor DPRD Deliserdang. Di sana mereka menggelar orasi sembari membentangkan spanduk. Aksi itu pun mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Orator menyampaikan sejumlah poin tuntutan mereka, di antaranya mendesak Ketua DPRD Deliserdang serta Pansus PAD DPRD segera turun ke PT TSI, yang berlokasi di Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, yang diduga melakukan pencemaran lingkungan hidup dengan limbah industri.

Selain itu, massa turut mendesak agar DPRD turun langsung memeriksa dugaan manipulasi PBB yang disetor ke Pemkab Deliserdang, tapi tak sesuai dengan kondisi di lapangan, seperti luas tanah dan bangunan. Selain itu, juga terkait restribusi air bawah tanah serta sejumlah bangunan di dalam kawasan yang dibangun tanpa ada izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Kami mendesak DPRD turun dan mengecek ke lapangan. Jika hal yang kami sampaikan terbukti, segera berikan sanksi tegas,” harap Koordinator Aksi, Yusril Rambe.

Setelah berorasi beberapa menit di sana, massa mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi Sumatera Utara (Kommasi Sumut), ditemui seorang Anggota Komisi 2 DPRD Deliserdang, Indra Silaban.

Saat menerima para pendemo, Indra menyampaikan permohonan maaf, tak bisa membawa masuk masyarakat ke dalam kantor dewan. Dengan alasan sedang berlangsung rapat paripurna. Sehingga dia mewakili DPRD menyambut massa yang berunjuk rasa, serta siap menampung aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat yang datang.

“Kami mohon maaf. Tapi saya mewakili DPRD Deliserdang, dan kebetulan saya di Komisi 2, meminta masyarakat dan mahasiswa percaya, aspirasinya kami tampung dan segera ditindaklanjuti. Nanti kami panggil PT TSI itu. Begitu juga perwakilan dari mahasiswa dan masyarakat yang berdemo hari ini. Kita RDP-kan dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalahnya,” jelasnya.

Setelah mendengar penjelasan dari anggota DPRD Deliserdang tersebut, puluhan massa bergeser ke Kantor Bupati Deliserdang, dengan tetap dikawal pihak kepolisian. Di depan Kantor Bupati Deliserdang, massa kembali berorasi, tepatnya di depan pintu keluar kantor yang juga sudah dijaga para personel Polresta Deliserdang serta Satpol PP, dipimpin langsung Kasatpol PP Marzuki Hasibuan.

Selain Kasatpol PP, juga sudah bersiap menyambut massa aksi, yakni pejabat Dinas Lingkungan Hidup serta dari Dinas Perizinan. Massa melakukan orasi yang sama dengan saat di DPRD, yang intinya mendesak Bupati Deliserdang tegas terhadap pelanggaran yang diduga dilakukan oleh PT TSI, yang diduga melakukan pencemaran lingkungan hingga ada dugaan pidana korupsi dengan memanipulasi PBB, mengakibatkan kerugian negara senilai Rp7 miliar.

“Kepada bupati, segera tutup operasional PT TSI di Patumbak. Jika terbukti melakukan korupsi PBB dengan memanipulasi luas tanah dan bangunan tak sesuai dengan yang tertera di SPPT PBB, robohkan bangunan di kawasan pabrik itu. Bupati juga harus memberi sanksi tegas bila perusahaan melakukan pencemaran lingkungan dari limbah industri yang ditimbulkan,” tegas Yusril lagi.

Yusril dalam orasinya juga menyampaikan desakan pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut untuk turun tangan menyelidiki dugaan manipulasi data dalam penentuan pembayaran PPB yang dilakukan perusahaan, karena diduga bermain dengan oknum tertentu hingga merugikan PAD Kabupaten Deliserdang.

Massa aksi pun diterima pejabat terkait Pemkab Deliserdang. Mereka sepakat dan berjanji akan ikut di RDP dengan DPRD untuk menindaklanjuti aspirasi dari mahasiswa serta masyarakat yang berunjuk rasa tersebut.

Usai mendapat penjelasan dari pihak Pemkab Deliserdang, puluhan massa Kommasi Sumut dan warga bergerak ke PT TSI di Kecamatan Patumbak. (btr/saz)

Terima Audiensi Paskobin, Jiji: Jaga Kesehatan dan Kekompakan

TERIMA: Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi (tiga kiri) saat menerima audiensi dari Pengurus Paskobin.(Dokumen Diskominfo Binjai)
TERIMA: Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi (tiga kiri) saat menerima audiensi dari Pengurus Paskobin.(Dokumen Diskominfo Binjai)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi menerima audiensi dari dua tamu berbeda pada hari yang sama, belum lama ini. Tamu pertama, yakni Paskibra Pelajar Kota Binjai (Paskobin). Audiensi ini bertujuan untuk mengenalkan kepengurusan Paskobin, sekaligus melaporkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada 22-24 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Paskobin juga memohon kesediaan Jiji, sapaan karib Hasanul Jihadi, untuk melepas para Paskibra pelajar yang akan mengikuti Kompetisi Inspirasi Paskibra Kesatuan (Kipas) di SMA Negeri 1 Percut Seituan, Deliserdang.
Mendengar itu, Jiji menyambut baik dan memberi dukungan penuh.

“Saya berharap, semangat adik-adik Paskibra tidak pernah surut. Tetap jaga kesehatan dan kekompakan agar dapat tampil maksimal dalam setiap perlombaan,” ungkap Jiji.

Tamu kedua, yakni Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Binjai.

Pada pertemuan itu, Jiji menerima pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Binjai di ruang kerjanya. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjalin silaturahim sekaligus mempererat sinergi antara Pemuda Muhammadiyah dan Pemko Binjai.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Binjai, Nazmi Adlani Siregar menyatakan, pihaknya ingin berkontribusi melalui program kewirausahaan bagi pemuda, guna menumbuhkan semangat usaha dan membuka peluang ekonomi baru di Kota Binjai.

Atas hal tersebut, Jiji menyambut baik kunjungan serta semangat sinergi yang dibawa oleh Pemuda Muhammadiyah.

“Saya mendukung penuh langkah Pemuda Muhammadiyah dalam mendorong semangat kewirausahaan di kalangan anak muda. Pemko Binjai juga berkomitmen untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui pembentukan badan ekonomi kreatif yang akan mendukung pengembangan UMKM di Binjai,” pungkasnya. (ted/saz)

Pusat Pasar Sidikalang Kebakaran, 45 Lapak Pedagang Monza Ludes

TERBAKAR: Puluhan lapak pedagang pakaian bekas di Pusat Pasar Sidikalang, Dairi, hangus terbakar, Jumat (21/11) dini hari.(Istimewa)
TERBAKAR: Puluhan lapak pedagang pakaian bekas di Pusat Pasar Sidikalang, Dairi, hangus terbakar, Jumat (21/11) dini hari.(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 45 lapak pedagang pakaian bekas atau yang biasa dikenal “partiga monza” di Blok H Pusat Pasar Sidikalang, Kabupaten Dairi, ludes terbakar, Jumat (21/11), sekira pukul 05.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian para pedagang ditaksir cukup besar.

Direktur Utama PD Pasar Dairi, Jhon Tony Sidabutar yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyatakan, ada sebanyak 45 lapak pedagang pakaian bekas, rumah makan, pedagang sepatu, pedagang ikan, dan sayur mayur yang hangus dilalap si jago merah.
“Data pedagang yang menjadi korban kebakaran, yakni sebanyak 29 lapak kondisi hangus terbakar, sementara terdampak sebanyak 16 unit,” ungkap Jhon.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran (UPT-Damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Amudi Situmeang menyatakan, begitu menerima laporan ada kebakaran, pihaknya langsung mengerahkan personel dan tiga unit mobil pemadam dari Pos Siaga Sidikalang dan Pos Siaga Sumbul ke lokasi, untuk memadamkan api.

“Butuh waktu satu jam menjinakkan si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian,” pungkasnya. (rud/saz)

PPPK Tahap Kedua Langkat, Rencananya Dilantik pada Hari Guru

ARAHAN: Bupati Langkat Syah Afandin saat menyampaikan arahan.(Dokumen Diskominfo Langkat)
ARAHAN: Bupati Langkat Syah Afandin saat menyampaikan arahan.(Dokumen Diskominfo Langkat)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat berencana melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap Kedua pada peringatan Hari Guru Nasional, yang jatuh pada Selasa (25/11) nanti. Itu dilakukan Pemkab Langkat dalam upaya meningkatkan kepastian karir dan kesejahteraan tenaga pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Langkat Syah Afandin, pada kesempatan mengikuti gerak jalan santai dalam memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional di Lapangan Gedung Olahraga (GOR), Kamis (20/11) lalu. Gerak jalan itu diikuti ribuan peserta dari kalangan tenaga pendidik di jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Langkat dan berlangsung meriah.

Selain gerak jalan santai, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah, serta penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ondim, sapaan karib Syah Afandin, menyatakan, guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Dia menekankan, kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa kesejahteraan dan dukungan penuh terhadap para pendidik.

“Peran guru sangat penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berdaya saing. Maka kesejahteraan guru juga harus menjadi prioritas,” ungkap Ondim.

Ondim juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada para guru dalam menjalankan tugas mulia mereka. Dia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Guru Nasional ke-80 kepada seluruh guru di Kabupaten Langkat dan seluruh Indonesia.

Ondim berharap, peringatan Hari Guru Nasional menjadi momentum bagi para pendidik untuk terus berinovasi dan melahirkan karya terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan. (ted/saz)