29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 1243

Hyundai Motors Indonesia Serahkan IONIQ 6 dan IONIQ 5 untuk ASEAN Summit ke-43

Penyerahan IONIQ 5 dan IONIQ 6 untuk ASEAN Summit ke-43 dan Archipelagic & Island States Summit 2023
  • PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) melaksanakan serah terima IONIQ 5 dan IONIQ 6 sebagai kendaraan resmi untuk ASEAN Summit ke-43 dan Archipelagic & Island States Summit 2023 pada GIIAS 2023
  • Sebanyak 346 unit IONIQ 6 dan IONIQ 5 akan disediakan untuk ASEAN Summit ke-43 dan 208 unit akan disiapkan untuk Archipelagic & Island States Summit 2023

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) pada hari ini melaksanakan seremoni serah terima armada IONIQ 5 dan IONIQ 6 untuk penyelenggaraan ASEAN Summit Ke-43 dan Archipelagic and Island States Summit 2023Woojune Cha, President Director of PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi menyerahkan kendaraan tersebut kepada Setya Utama, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia di booth Hyundai Horizon of Innovation pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2023 (GIIAS 2023).

Melalui inisiatif ini, Hyundai turut mendukung kesuksesan Indonesia sebagai ASEAN Chairmanship 2023 yang menyelenggarakan ASEAN Summit ke-43 pada September 2023 di Jakarta dan Archipelagic & Island States Summit 2023 pada Oktober 2023 di Bali. HMID menyediakan IONIQ 6 sebagai kendaraan untuk pasangan delegasi VVIP dan IONIQ 5 sebagai kendaraan operasional untuk kedua ajang konferensi tersebut.

Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan, “Kami turut bangga bisa menjadi bagian dalam perhelatan ASEAN Summit ke-43 dan Archipelagic & Island States Summit 2023 serta memberi dukungan nyata bagi Indonesia sebagai ASEAN Chairmanship tahun ini. Kami pun senang bisa meneruskan tren sinergi dengan pemerintah setelah sebelumnya kami turut menyediakan armada kendaraan untuk G20 dan ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo. Tidak hanya IONIQ 5, kami juga menyediakan armada kendaraan listrik keluaran terbaru Hyundai, IONIQ 6 sebagai kendaraan untuk pasangan delegasi VVIP. Hadirnya IONIQ 6 diharapkan mendukung kelancaran ajang internasional ini dan mendorong era elektrifikasi industri otomotif Indonesia, serta menjadi solusi mobilitas terbarukan untuk rakyat Indonesia.”

Setya Utama, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia mengatakan, “Kami berterima kasih kepada Hyundai Motors Indonesia yang selalu mendukung penyelenggaran kegiatan nasional dan memberikan pengalaman berkendara terbaik bagi tamu yang akan hadir. Setelah turut memberikan dukungan pada ajang internasional KTT G20 dan ASEAN Summit ke-43 2023, Hyundai kembali meminjamkan produk EV terbaiknya.

Untuk KTT ASEAN ke-43 Hyundai menyerahkan 272 unit IONIQ 5 dan 74 IONIQ 6, mobil listrik terkini dari Hyundai yang memiliki interior & eksterior yang luar biasa. Selain itu, untuk Archipelagic & Island State Summit 2023, PT Hyundai Motors Indonesia akan meminjamkan kepada pemerintah Indonesia sebanyak 156 IONIQ 5, dan 52 IONIQ 6.”

Dalam rangka mendukung mobilitas para delegasi ASEAN Summit ke-43 2023, Hyundai mengerahkan total 74 unit IONIQ 6 sebagai kendaraan untuk pasangan para delegasi VVIP serta 272 unit IONIQ 5 sebagai kendaraan untuk kendaraan protokol, pengamanan, penyelamatan, dan operasional bagi panitia nasional.

Selanjutnya, Hyundai mendukung mobilitas para delegasi Archipelagic & Island States Summit 2023 dengan menyediakan total 52 unit IONIQ 6 sebagai kendaraan untuk pasangan para delegasi VVIP serta 156 unit IONIQ 5 untuk kendaraan protokol, pengamanan, penyelamatan, dan operasional bagi panitia nasional.

Agar menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh delegasi negara peserta, Hyundai melengkapi armada IONIQ 6 dan IONIQ 5 dengan Layanan Darurat 24 JamHyundai Roadside Assistance, Hyundai Mobile Service, Hyundai Mobile Charging dan Hyundai Service booth. Semua solusi tersebut memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam memastikan perform*a kendaraan selama acara berlangsung, dari keperluan perbaikan hingga dukungan suku cadang.

Demi memastikan pengalaman mobilitas terbaik bersama IONIQ 6 dan IONIQ 5 selama ASEAN Summit ke-43 dan Archipelagic & Island States Summit 2023, Hyundai juga mengadakan pelatihan untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang akan bertanggung jawab dalam mengendarai armada IONIQ 6 dan IONIQ 5 untuk para delegasi. Pelatihan ini meliputi pengenalan fungsi kendaraan dan pengalaman berkendara bagi seluruh aparat yang mengendarai unit tersebut selama perhelatan ini.

Selama program pelatihan tersebut, para personel Paspampres dibekali materi berupa pengetahuan produk IONIQ 6 dan IONIQ 5 yang akan digunakan selama ASEAN Summit Ke-43 dan Archipelagic & Island States Summit 2023. Materi ini mencakup fungsi dan teknologi tertentu serta praktik langsung dalam mengendarai kendaraan terkait. Selain itu, mereka juga diberi pelatihan mengenai pencegahan potensi insiden darurat pada mobil dan bagaimana penanggulangannya. Melalui pelatihan ini, para personel Paspampres diharapkan bisa merasakan langsung performa, kenyamanan, dan keamanan berkendara dengan Hyundai IONIQ 6 dan IONIQ 5.

Peran Hyundai di ASEAN Summit ke-43 dan Archipelagic & Island States Summit 2023 meneruskan dukungan nyata Hyundai terhadap Indonesia di kancah internasional, khususnya terkait visi dan misi negara mengenai sustainability. Sebelumnya, Hyundai mengambil bagian dalam penyelenggaraan ASEAN Summit ke-43 2023 dengan menyediakan 117 unit IONIQ 5, dan penyelenggaraan G20 Summit 2022 dengan 450 unit mobil listrik yang mencakup Genesis Electrified G80 dan Hyundai IONIQ 5 sebagai kendaraan resmi bagi para delegasi dari ajang tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi HMID di hyundai.com/id/id, atau melalui berbagai kanal media sosial, yaitu Instagram HyundaiMotorIndonesia, Youtube Hyundai Motors Indonesia, Facebook Hyundai Motors Indonesia, dan X @HyundaiMotorID.(rel)

Kepala Daerah di Sumut Didorong Susun Kebijakan Lewat Tools RIA

Rapat Pemangku Kepentingan wilayah mitra melalui sosialisasi Regulatory Impact Analysis (RIA) yang digelar Tanoto Foundation di Hotel Grandhika Setia Budi Jalan Dr Mansyur Medan, Kamis (10/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tanoto Foundation menggelar Rapat Pemangku Kepentingan wilayah mitra melalui sosialisasi Regulatory Impact Analysis (RIA) di Hotel Grandhika Setia Budi Jalan Dr Mansyur Medan, Kamis (10/8).

RIA merupakan metode penyusunan kebijakan publik dan proses penilaian dampak regulasi terhadap masyarakat, dalam penyusunan peraturan kepala daerah bidang literasi dan numerasi

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan rencana analisa kebijakan menggunakan metode RIA. Contoh, kebijakan Literasi Numerasi yang telah dikeluarkan melalui Peraturan Bupati/Walikota, atau membuat rencana regulasi baru tentang literasi Numerasi.

Kemudian melakukan pembahasan dan pembuatan Draft Regulasi berdasarkan referensi pemerintah daerah lainnya, sesuai dengan kebutuhan daerah. Contoh, membahas perundang-undangan terkait dan membuat draft Perbup/perwa berdasarkan perbup.

Merryen Silalahi, selaku Government Relation Manager Tanoto Foundation dalam Rapat Pemangku Kepentingan wilayah mitra program Pintar Tanoto Foundation Sumatera Utara yang membahas tentang RIA mengatakan, Penduduk yang memiliki pendidikan dan keterampilan lebih baik, memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan, dan sebaliknya.

Melihat pentingnya penguasaan literasi dan numerasi siswa Indonesia, maka pemerintah mendorong kepala daerah untuk membuat regulasi baru bidang literasi dan numerasi. Untuk pembuatan regulasi yang lebih baik, direkomendasikan menggunakan pendekatan Regulatory Impact Assessment (RIA).

“RIA merupakan instrument kebijakan yang sistematis, yang dapat digunakan untuk menganalisa dan mengukur peluang yang mungkin terjadi (benefits), biaya (cost) dan dampak (impact),” katanya dalam rapat yang dihadiri stakeholder dari 4 wilayah mitra program Pintar Tanoto Foundation Sumatera Utara, yakni Pematang Siantar, Batu Bara, Asahan, dan Karo itu.

RIA akan memberi review secara terarah untuk meningkatkan kualitas regulasi yang sudah ada, mengevaluasi regulasi yang telah ada, melembagakan proses yang dapat dipertanggungjawabkan, dan meningkatkan kualitas regulasi baru.

“RIA merupakan metode untuk menilai secara sistematis, komprehensif, dan partisipatif dampak positif dan negatif dari suatu peraturan maupun rancangan peraturan. RIA adalah proses, bukan laporan. RIA mendefinisikan masalah secara hati-hati dan menemukan cara yang tepat untuk mengatasi penyebab mendasar dari masalah melalui bukti yang terdokumentasi,” kata Merryen.

RIA dapat digunakan oleh pengambil kebijakan untuk berfikir logis. Mulai
dari indentifikasi masalah, identifikasi pilihan untuk memecahkan masalah,
serta memilih satu kebijakan berdasarkan analisis terhadap semua pilihan.

“Tujuan RIA secara sistematis dan konsisten menganalisis dampak-dampak yang mungkin timbul dari regulasi yang sedang diusulkan. Mendorong keputusan yang seimbang yang menimbang antara penyelesaikan masalah dengan tujuan sosial dan ekonomis yang lebih luas. Dan mengkomunikasikan informasi kepada pengambil keputusan,” lanjutnya.

Adapun yang menjadi tahapan RIA, yakni Identifikasi Masalah, Menentukan
Tujuan/Sasaran, Opsi-opsi Pengaturan/Alternatif, Cost and Benefit Analysis (CBA), Kesimpulan dan Opsi Terpilih, Implementasi, dan Konsultasi Stakeholder.

Victor K Barus, SH, MHum, selaku Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Kab/kota Biro Hukum Setda Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang hadir sebagai pembicara menjelaskan tentang tata cara pembuatan regulasi di daerah yang sesuai peraturan.

“Intinya, perwal/perbup tentang literasi numerasi, tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya. Jadi sebuah regulasi
Harus pakai landasan hukum yang lebih tinggi,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya menyambut baik apa yang dilakukan Tanoto Foundation, karena ini merupakan suatu masukan dalam menggunakan tools RIA untuk mengetahui peraturan atau kebijakan di daerah itu berjalan tepat guna atau tepat sasaran.

“Selama ini tools yang kami gunakan dari perangkat daerah yang bersangkutan, misalnya tentang pendidikan. Dimana yang melakukan monitoring dan evaluasi hanyalah dinas pendidikan. Kemudian dalam tahap perencanaan kebanyakan di daerah hanya berdasarkan keinginan kepala daerah, sementara kan berdasarkan peraturan perundang-undangan, peraturan kepala daerah itu harus berdasarkan perintah undang undang lebih tinggi,” ujarnya.

Viktor menyebut, RIA merupakan alat untuk mengukur atau menganalisa apakah suatu peraturan itu bisa dilaksanakan berdampak positif bagi masyarakat, tepat guna dan tepat sasaran.

“Makanya, kami dari Pemerintah Provinsi Sumut mengucapkan terimakasih kepada Tanoto Foundation dengan sharing ilmu pengetahuan ini, semoga tujuan dari Provinsi Sumatera Utara menciptakan Sumatera Utara yang bermartabat bisa terwujud,” tukasnya.

Dalam rapat, Arif Hanafiah selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Batubara, menyampaikan, tools RIA ini akan menjadi sebuah instrumen dalam menyusun berbagai kebijakan terutama peraturan kepala daerah yang menjadi landasan atau pondasi utama dalam menyusun program-program misalnya di bidang pendidikan. Selain itu juga menjadi alat untuk melaksanakan program yang diamanatkan pemerintah pusat maupun kebijakan di daerah.

Selanjutnya, RIA ini juga sebagai instrumen di daerah untuk melihat daerah ini sebenarnya kepentingan dan tingkat kebutuhannya seperti apa, karena masing-masing daerah itu memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Misal di Batubara itu, adalah wilayah pesisir, tidak sama alat ukur yang digunakan misalnya yang ada di Kabupaten Karo. Karena di Kabupaten Batubara ada kondisi ada case bahwa anak yang sudah bisa baca tulis dan berhitung, dia akan meninggalkan sekolahnya dan ikut pergi melaut.

“Kami sedang membuat analisis, kenapa ini terjadi dan bagaimana pemerintah daerah mengatasinya. Apakah ini faktor ekonomi atau ada faktor lainnya. Nah, melalui tools RIA ini kita harapkan bekerjasama dengan Tanoto Foundation bisa menjadi alat bantu kami untuk mendampingi kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Mutazar, selaku External Affair & Communication Tanoto Foundation Sumut yang dalam rapat sebagai moderator mengatakan, Tanoto Foundation melalui Program PINTAR mendukung pemerintah daerah mitra dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas pemangku kepentingan khususnya dalam mengeluarkan atau menyusun kebijakan terkait peningkatan literasi dan numerasi daerah.

“Salah satu upaya yang kita lakukan adalah memfasilitasi kegiatan evaluasi kebijakan dengan metode Regulatory Impact Assessment (RIA) yang akan dijalankan secara bersama-sama antara Tanoto Foundation dan pemerintah daerah wilayah mitra,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka Regional Coordinator Tanoto Foundation Sumatera Utara (Sumut) Jeffrey Jeo, dihadiri Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan kab/kota Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Sekretaris Daerah melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan atau diwakili oleh kepala bagian Hukum, Kab/kota Mitra Tanoto Foundation, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota mitra beserta jajaran dan undangan lainnya.(tri)

Lawan PSDS, PSMS Ingin Lebih Baik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai melakukan pesta gol ke gawang Labura Hebat FC, PSMS Medan siap menghadapi PSDS Deliserdang pada pertandingan kedua Turnamen Pra Musim Edy Rahmayadi Cup 2023 di Stadion Teladan, Sabtu (12/8) pukul 19.15 WIB. Ayam Kinantan ingin menampilkan permainan lebih baik.

Saat melawan Labura Hebat, PSMS berhasil menang dengan enam gol tanpa balas. Assanur Rijal mencetak tiga gol ditambah masing-masing Rahmad Hidayat, Ikhsan Chan, dan Nico Malau.

Menghadapi PSDS, PSMS ingin lebih baik. Pasalnya lawan kali ini diperkirakan lebih kuat dari Labura Hebat. “Kita berharap permainan anak-anak lebih baik, karena lawan juga lebih kuat,” ujar Pelatih PSMS, Ridwan Saragih kepada Sumut Pos, Jumat (11/8).

Ridwan Saragih enggan menilai permainan lawan secara rinci. Dia hanya fokus untuk memperbaiki penampilan anak asuhnya. “Kita ingin memberikan penampilan terbaik dan menghibur masyarakat yang hadir ke stadion,” ungkapnya.

Begitu juga dengan formasi yang akan diturunkan, Ridwan Saragih akan melihat kondisi terakhir pemain. Dia bersyukur semua pemain PSMS tetap dalam kondisi bagus usai pertandingan pertama.

“Kita akan lihat kondisi terakhir pemain sebelum menentukan starting besok (hari ini). Yang pasti semua pemain dalam kondisi siap. Tidak ada cedera,” paparnya.

Saragih menjelaskan, saat ini PSMS memiliki 21 pemain yang sudah dikontrak. Dia akan melihat bagaimana performa pemain yang masih trial selama turnamen pra musim ini, termasuk pemain asing asal Jepang, Hiroya Konno.

“Performa Konno memang belum 100 persen. Dia masih perlu adaptasi. Untuk itu, kita masih melihat bagaimana penampilannya hingga turnamen ini berakhir,” sebutnya.

Hal sama juga akan dilakukan PSDS Deliserdang. Usai menelan kekalahan dari Sada Sumut pada pertandingan pertama, Traktor Kuning ingin bangkit dengan menampilkan permainan lebih baik.

“Turnamen pra musim ini merupakan ajang melihat evaluasi seberapa baik progres latihan yang sudah diterapkan. Kita sudah melakukan evaluasi usai pertandingan melawan Sada Sumut,” ujar Pelatih PSDS, Susanto

Susanto melihat PSDS mulai menunjukkan tren peningkatan performa. “Progres permainan anak-anak sudah mulai menunjukkan peningkatan, dan kami evaluasi dari setiap sesi match game. Hasil evaluasi akan kita terapkan melawan PSMS besok (hari ini),” ungkapnya.

Lanjutan Turnamen Edy Rahmayadi Cup 2023 akan menggelar dua pertandingan pada Sabtu (12/8) hari ini. Pertandingan pertama antara Sada Sumut FC melawan Labura Hebat FC pukul 16.15 WIB. Kemudian PSMS melawan PSDS pukul 19.15 WIB. (dek)

Soal Buruh Minta Kenaikan Upah, Bobby Cari Jalan Solusi

Bobby Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku tengah mencari solusi terkait masalah upah yang dituntut kalangan buruh di Kota Medan. Pasalnya untuk mencari solus tersebut, pihaknya harus terlebih dahulu mempertimbangkan berbagai aspek, agar pengusaha dan buruh sama-sama tidam dirugikan.

“Jadi selama ini kami selalu berdiskusi bersama teman-teman buruh dan pekerja, termasuk Dewan Pengupahan Kota Medan untuk membahas masalah pengupahan ini,” ucap Bobby, Jumat (11/8).

Dikatakan Bobby, dari diskusi-diskusi yang digelar, pihaknya berharap munculnya solusi yang bijak menyangkut masalah pengupahan tersebut.

“Artinya, permasalah upah ini kita cari jalan keluar yang sama-sama menguntungkan bagi semua pihak, terutama para tenaga kerja maupun pelaku usaha di wilayah Kota Medan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon menerangkan, saat ini upah minimum kota (UMK) Medan telah mengalami peningkatan.

“UMK kita tahun ini telah naik sekitar 7,52 persen atau sebesar Rp253.472 menjadi Rp3.624.117 per 1 Januari 2023 lalu,” jelasnya.

Chandra menerangkan, diskusi pengupahan tersebut akan terus mereka lakukan setiap tahunnya. “Kami berkomitmen agar dalam masalah pengupahan ini bisa kita cari bersama solusinya dan bisa saling menguntungkan,” terangnya.

Dijelaskan Chandra, hal tersebut sudah disahkan dan disetujui oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada 7 Desember 2022 lalu. Kemudian, Chandra menyebutkan bahwa Kota Medan merupakan kota dengan UMK terbesar di Sumut. (map/ila)

Intensitas Hujan Tinggi Berpotensi Banjir, Dinas SDABMBK Targetkan Drainase Tuntas Desember

DRAINASE: Pekerja memasang U-Ditch untuk pengerjaan proyek drainase di Jalan Bahagia Medan, Kamis (3/8) lalu. Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstrukti Kota Medan menargetkan pengerjaan drainase rampung Desember 2023.Refinaldi Setiawan/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Intensitasi hujan yang tinggi beberapa hari belakangan membuat beberapa titik di Kota Medan kerap tergenang banjir. Buruknya kondisi saluran drainase pun dianggap menjadi penyebab air lama surut dari badan jalan.

Kabid Drainase Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstrukti Kota Medan, Gibson Panjaitan saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa saat ini proses pengerjaan drainase tengah dilakukan di 21 Kecamatan di Kota Medan.

“Saat ini masih terus berlangsung pengerjaannya secara serentak. Ada beberapa kawasan yang pengerjaannya sudah selesai, namun kalau dikalkulasi sekitar 20 persen yang sudah selesai,” ucap Gibson, Jumat (11/8).

Gibson menyebutkan, pihaknya menargetkan seluruh pengerjaan drainase selesai pada bulan Desember 2023 nanti. “Secara keseluruhan, awal atau pertengahan bulan Desember 2023 nanti semua pengerjaan selesai. Kita akui akibat pengerjaan yang berlangsung sekarang, kondisi lalu lintas sedikit terganggu. Oleh sebab itu, kita terus mengefisiensikan waktu pengerjaan,” kataya.

Saat disinggung mengapa kawasan Lapangan Merdeka yang terus banjir, Gibson menyebut bahwa hal itu dikarenakan adanya revitalisasi Lapangan Merdeka dan penataan kawasan Kota Lama Kesawan.

“Karena ada pengerjaan, tanah-tanah bekas galian itu akan masuk ke drainase, sehingga drainase terganggu dan banjir saat hujan turun. Tapi meski begitu, seminggu sekali kita tetap melakukan normalisasi di sana,” ujarnya.

Untuk kawasan Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya, jelas Gibson, semua muara air nya ke Sungai Sei Sikambing. Dan saat ini, pihaknya masih menunggu pengerjaan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) yang akan membuat sodetan dari Sungai Sei Sikambing ke Sei Belawan.

“Jadi nanti air dari Sungai Sei Sikambing akan diarahkan ke Sei Belawan, sehingga debit air nya berkurang. Saat ini masih tahap lelang di BWS dan ditargetkan selesai tahun ini juga. Sembari menunggu pengerjaan BWS, normalisasi terus kita lakukan bersama kelurahan dan kecamatan. Sebab kita tidak ingin menunggu karena keterbatasan waktu,” katanya.

Dalam mengatasi permasalahan banjir, sambung Gibson, pihaknya juga tengah melakukan normalisasi di pertemuan antara Sungai Sei Sikambing dan Sungai Deli.

“Saat ini masih digali karena sudah banyak sedimen-sedimen di sana. Dengan normalisasi itu, mudah-mudahan banjir di Kota Medan bisa teratasi,” pungkasnya.(map/ila)

Deklarasi Akbar Papera Sumut, Sudaryono: Prabowo Presiden, Kesejahteraan Pedagang Terwujud

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dihadiri ratusan anggota dan pengurus, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota se-Sumut menggelar Deklarasi Akbar di Jalan Saudara, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (12/8/23).

Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Gerindra dan Mars Papera serta tarian persembahan.

Mewakili Ketua DPC Gerindra Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Papera Sumut yang telah memberikan sumbangsih terhadap pemenangan Prabowo menjadi Presiden RI.

“Selamat bekerja kepada Papera Sumut, semoga apa yang dicita-citakan bisa terwujud, termasuk kesejahteraan pedagang. Oleh sebab itu, semua harapan bersama itu harus dibarengi dengan kerja keras, termasuk pemenangan Bapak Prabowo Subianto menjadi Presiden RI ke-8 periode 2024-2029,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Papera Sudaryono mengatakan, Prabowo Subianto merupakan calon presiden (capres) paling kapabel dan mengerti soal pedagang. Sebab, Ketua Umum Partai Gerindra itu 10 tahun menjadi ketua pedagang se-Indonesia.

“Mari kita sama-sama bekerja keras dan berusaha dalam memenangkan Bapak Prabowo Subianto menjadi Presiden. Prabowo Presiden, kesejahteraan pedagang terwujud,” katanya.

Dijelaskannya, setiap kontestasi politik suasana akan memanas. Meski begitu, dirinya mengimbau kepada Papera untuk tidak menjelek-jelekkan kandidat capres lain.

“Semua kandidat presiden baik, namun yang terbaik Prabowo Subianto. Ke depannya cukup sebarkan virus kebaikan, yakni Prabowo Presiden. Jangan pernah berhenti menyebarkan virus kebaikan,” imbaunya.

Sedangkan Ketua Papera Sumut terpilih Suhendri SH dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua panitia yang turut andil dalam acara deklarasi ini.

“Terima kasih rekan-rekan yang rela meluangkan waktu, tenaga dan materi. Semoga semua harapan kita para pedagang yang tergabung di Papera Sumut bisa terwujud,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Pembina Papera Sidaryono memberikan bantuan 1000 set top box telivisi kepada seluruh anggota Papera. (map)

Peresmian Universitas Murni Teguh Tandai Era Baru Pendidikan di Sumatera Utara

PUKUL GENDANG: Peresmian Universitas Murni Teguh ditandai dengan pemukulan gendang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti Kemendikbudristek Dr. Lukman ST, M.Hum meresmikan Universitas Murni Teguh di Auditorium Jalan Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (12/8/2023).

Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gondang sambilan dan pemotongan tumpeng oleh Lukman bersama Anggota DPR RI Dr. Sofyan Tan; Dean of Students Singapore University of Social Sciences (SUSS) Dr. Yap Meem Sheng; Founder KPN Corp & Co Founder Wilmar International Martua Sitorus; Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT; Presiden Komisaris Rumah Sakit Murni Teguh Tjhin Ten Chun; Kepala BPH Penyelenggara Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Erik Tjia; Rektor Universitas Murni Teguh Dr. Chandra Situmeang, SE, MSM, M.Pd, Ak, CA; Ketua Tim Penggabungan Perguruan Tinggi Seriga Banjarnahor, S.Kep, Ns, MARS dan lainnya.

Dalam arahannya, Lukman menyampaikan hadirnya Murni Teguh University membuka lembaran, sejarah dan babak baru dalam dunia pendidikan di Sumut yang diharapkan menjadi perguruan tinggi unggul dan berkelas dunia.

“Jangan puas diri dan hanya mengejar Akreditasi Unggul tetapi kejar akreditasi internasional sehingga lulusan Universitas Murni Teguh bisa bersaing dalam dunia internasional,” tegas Lukman.

Dia juga meminta Murni Teguh University menyiapkan program studi yang mau dibuka. Namun, Lukman menyarankan agar program studi yang dibuka hendaknya diminati oleh generasi saat ini.

“Untuk menyiapkan SDM unggul yang dapat dibanggakan, maka harus berkonsolidasi, membuka prodi yang diminati di masa datang/kekinian,” ungkapnya.

Dia juga berharap, Murni Teguh University menyiapkan beasiswa bagi siswa kurang mampu dan berprestasi. Sebab, katanya, anggaran Kemendikbudristek sangat terbatas jadi tidak mungkin berbagi dengan 4400 universitas di Indonesia.

“Saya yakin Pak Martua Sitorus mendirikan Universitas Murni Teguh ini bukan mencari kaya, tetapi niatnya untuk membantu membangun SDM bangsa yang unggul dan berkelas dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Sofyan Tan menyampaikan 3 syarat yang harus dipenuhi Universitas Murni Teguh agar menjadi universitas baik.

“Pertama harus ada jaminan keberlanjutan pendidikan, kualitas dan memiliki unsur-unsur menjaga lingkungan hidup. Kedua, menghasilkan lulusan yang layak dalam peroleh pekerjaan, lulusannya harus mampu mejawab permasalahan di masyarakat dan bermanfaat bagi banyak orang. Ketiga, mengendepankan penelitian yang bermanfaat bagi banyak orang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT berharap, bisa lebih banyak lagi mendidik anak bangsa baik secara ilmiah maupun karakter building dan fisik, serta berjiwa kewirausahaan (entrepreneurship) menjadi insan yang siap pakai di masyarakat.

“Dalam hal ini, kampus kami ingin mendidik anak bangsa secara nasional dan internasional yang kita harapkan dapat bersaing dengan lulusan luar negeri,” katanya.

Dia juga berharap, Universitas Murni Teguh dapat menjadi pilihan bagi insan berkualitas dan berkarya bagi nusa dan bangsa di dalam maupun luar negeri.

“Kami menyediakan pendidikan untuk semua anak bangsa, orang kaya oke, orang tidak mampu oke, yang penting dia mau belajar, pintar anaknya, tapi tidak mampu keuangannya, silakan minta beasiswa. Kami siapkan banyak beasiswa untuk anak-anak yang mau belajar, yang penting ada niat mau sekolah,” tegasnya sembari mengharapkan, 2024 Universitas Murni Teguh sudah membuka Fakultas Kedokteran.

Ketika ditanya latar belakang mendirikan Universitas Murni Teguh, Mutiara menjawab, pendiri Martua Sitorus ingin mendidik anak bangsa agar standardnya di tingkatkan sehingga Indonesia akan jaya dan maju. “Seperti yang apa founder kita katakan Pak Martua Sitorus, kita sudah mendapat berkat dari Tuhan, saatnya kita menyalurkan berkat salah satunya melalui pendidikan ini,” ungkapnya.

Sedangkan Rektor Universitas Murni Teguh Dr. Chandra Situmeang, SE, MSM, M.Pd, Ak, CA menyampaikan, saat ini terdapat dua fakultas yakni kesehatan dan sosial, dengan jumlah sembilan program studi yaitu S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Sistem Informasi, S1 Fisioterapi, S1 Ilmu Keperawatan, Profesi Ners, dan D3 Kebidanan yang berada di Kampus Utama di Kabupaten Deliserdang. Sementara itu, terdapat Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yakni S1 Akuntansi dan S1 Manajemen berada di Pematangsiantar.

Universitas Murni Teguh ini merupakan penggabungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Murni Teguh di Kabupaten Deliserdang dengan Sekolah Tinggi Akuntansi dan Manajemen Indonesia (STAMI) di Pematangsiantar.

Universitas Murni Teguh ini juga merupakan perguruan tinggi swasta yang diberikan izin pertama sekali dalam pembukaan PSDKU di Sumatera Utara. Universitas Murni Teguh juga memiliki fasilitas yang lengkap dalam mendukung kegiatan belajar – mengajar (ruang perkuliahan, laboratorium, tempat ibadah, perpustakaan, sarana olahraga, auditorium, staf pengajar yang profesional) dan tersedia beragam program beasiswa yang ditawarkan.

“Harapannya Universitas Murni Teguh dapat menjadi pilihan bagi insan berkualitas dan berkarya bagi nusa dan bangsa di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya. (ila)

20 Siswa SMA Dilatih Calon Paskibra Toba

PEMBUKAAN: Wakil Bupati Kabupaten Toba, Tonny M Simanjuntak membuka acara Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Toba Tahun 2023, di Aula Hotel Sumatera, Balige, Kamis sore (3/8) kemarin.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Kabupaten Toba, Tonny M Simanjuntak membuka acara Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Toba Tahun 2023, di Aula Hotel Sumatera, Balige, Kamis sore (3/8) kemarin.

Para siswa-siswi dari sejumlah SMA/Sederajat yang ada di Kabupaten Toba tersebut akan dilatih oleh TNI dari Kodim 0210/TU selama 17 hari ke depan. Kepada para calon anggota Paskibra, Tonny M Simanjuntak berpesan agar para siswa benar-benar fokus mengikuti latihan, dan mengikuti semua arahan dan bimbingan para pelatih.

“Semasa sekolah, menjadi anggota Paskibra adalah impian saya. Sayangnya impian itu tidak tercapai. Jadi untuk kalian semua anak-anak kami, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” pesan Wakil Bupati, Tonny M Simanjuntak.

Selain menjaga kesehatan, para calon anggota paskibra yang akan bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih pada 17 Agustus mendatang di tingkat kabupaten, para siswa juga diminta untuk menjaga pola tidur.

“Semua mata peserta upacara, termasuk masyarakat yang hadir pada upacara itu, akan tertuju pada kalian. Jadi jangan melakukan kesalahan sekecil apapun. Kalian harus kompak, harus solid,” kata Tonny Simanjuntak.

Ia juga menyampaikan pesan Bupati Toba, Poltak Sitorus agar para calon paskibra tetap bersemangat selama mengikuti pelatihan.

Kepada wartawan, Tonny Simanjuntak mengatakan bahwa para siswa itu akan dilatih dan dibina oleh TNI. Semua sarana dan kebutuhan para siswa juga akan disediakan oleh Pemkab Toba. “Jadi mereka akan dipusatkan di sini dan akan dilatih oleh TNI. Makannya, penginapannya, semua kita tanggung,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa Kabupaten Toba patut berbangga, sebab tahun ini terdapat 2 orang pelajar SMA asal Toba yang ikut menjadi anggota Paskibra di tingkat provinsi.

Turut hadir Kaban Kesbangpol Kabupaten Toba Josib Broztito Sianipar, Danramil 17 Balige/0210/TU Kapten Inf B Siboro, Anjurmin Siburian selaku mewakili Kacabdis Pendidikan VIII Provinsi Sumut, para pelatih, dan anggota panitia lainnya.(*/mag-10/azw)

Tingkatkan Kompetensi Guru, Pemkab Toba Gandeng Yayasan Teknologi Indonesia Jaya

SAMBUTAN: Bupati Toba, Poltak Sitorus menyambut kehadiran Prof Johanes Surya di Kabupaten Toba, Senin (7/8) kemarin.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Bupati Toba, Poltak Sitorus menyambut baik kembali kehadiran Prof Johanes Surya di Kabupaten Toba untuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan peserta didik melalui metode Gasing.

Gasing adalah singkatan dari Gampang, Asik dan Menyenangkan. Jadi pembelajaran matematika dengan metode gasing yaitu bagaimana caranya agar pelajaran matematika itu dapat dipahami oleh peserta didik dengan gampang, asik dan menyenangkan.

Kehadiran Johanes Surya yang ahli Fisika dan Matematika ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Bupati Toba, Poltak Sitorus dengan Johanes Surya dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya .

Penanda tanganan yang disaksikan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba,Rikardo Hutajulu digelar di Ruang Kerja Bupati Toba, Balige, Senin (7/8).

Poltak Sitorus dalam tanggapannya mengakui bahwa pelajaran seperti matematika bisa menjadi sangat disukai kalau guru itu menetapkan metode yang menyenangkan.

Hal ini juga berdasarkan pengalaman pribadinya yang menyenangi mata pelajaran Fisika dan Matematika karena gurunya yang luwes serta memberikan motivasi di dalam kelas.

Sementara Johannes Surya mengatakan saat ini di daerah 85 persen di bawah standar numerasi.Numerasi adalah kemampuan matematika dasar. Dengan metode gasing yang diterima guru nantinya bisa membuat siswa memperoleh tambahan skil dan logika berpikir unggul.

Diterangkannya berdasarkan pengalaman dibutuhkan persiapan dua tahun menuju ajang olimpiade. “Juga harus dimulai sejak kecil (SD), jadi tidak ada yang instan , kemudian fisik harus dalam kondisi bugar karena intensnya aktivitas siswa. Dengan metodenya siswa dari tingkat zero bisa dua minggu kemudian bisa perkalian dua digit,” terangnya.

Setelah berdiskusi cukup lama, Bupati Toba Poltak Sitorus dan Prof Johanes Surya bersepakat juga akan kuncinya belajar matematika adalah dengan fun (gembira). (*/mag-10/azw)

Proklim Diharap Jadi Karakter Masyarakat Kota Tebingtinggi

KESEPAKATAN: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani didampingi Kadis Lingkungan Hidup Kota Tebingtinggi HM Hasbie Ashshidiqi bersama lima camat hadir terkait kesepakatan Proklim.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani berharap kiranya Program Kampung Iklim (Proklim) bukan hanya sekadar seremonial, melainkan menjadi bagian yang nyata untuk membentuk karakter masyarakat Kota Tebingtinggi. Termasuk, anak keturunan supaya daya tahan lingkungan ini bertahan sampai anak cucu dan generasi seterusnya.

Hal itu diungkapkan Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani dalam bimbingan dan arahannya dalam Sosialisasi Program Kampung Iklim tahun 2023 yang digelar Pemerintah Kota Tebingtinggi (Pemko) melalui Dinas Lingkungan Hidup, di ruang Aula gedung Balai Kota, Jumat (11/8).

“Kegiatan hari ini banyak sisi positifnya, yang mana dalam kehidupan keseharian kita banyak bersinggungan dengan lingkungan hidup, paling tidak ada urusan dengan tanah, perairan dan udara. Sementara lingkungan hidup yang kita hidup didalamnya memiliki keterbatasan dan akan berkurang dari waktu ke waktu dengan perubahan iklim yang terjadi,” ujar Syarmadani.

Lebih lanjut Syarmadani mengajak masyarakat Kota Tebingtinggi secara bersama-sama untuk tetap melakukan sosialisasi Proklim dan menjaga lingkungan hidup.

Ini memang bukan pekerjaan instan, kita perlu sosialisasi terus. Apapun intinya yang kita lakukan pertama mengurangi tekanan kepada lingkungan hidup.

“Kedua, menambah lahan penghijauan, mengurangi sampah, mengurangi penggunaan energi berlebihan. Mudah-mudahan daya lingkungan ini bisa semakin panjang dan lingkungan hidup pun bersahabat dengan kita,” ujarnya. (ian/azw)