Home Blog Page 1284

Usbat Ganjar Sumut Gelar Pelatihan Tahsin Doa Salat Mayit Bagi Warga Medan

Simpatisan yang tergabung dalam Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar Sumut menggelar pelatihan tahsin doa salat mayit bersama Majelis Taklim An Nahdliyah di Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sumatera Utara, Jumat (4/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen untuk terus menebarkan manfaat bagi sejuta umat melalui berbagai rangkaian kegiatan bernilai positif.

Terbaru, simpatisan Ganjar Pranowo itu menggelar pelatihan tahsin doa salat mayit bersama Majelis Taklim An Nahdliyah di Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sumatera Utara, Jumat (4/8).

“Alhamdulillah hari ini mengadakan kegiatan yang kami lakukan terinspirasi dari program yang selalu digaungkan Bapak Ganjar yang mana beliau satu kandidat kuat di 2024 mendatang,” ujar Koordinator Daerah (Korda) Usbat Kota Medan Muhammad Nizar Nur.

Nizar mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta cara melafalkan doa salat mayit yang baik dan benar. Sehingga apa yang dihanturkan kehadirat Allah SWT bisa sesuai dengan makna yang ingin disampaikan.

“Perlunya pelatihan ini karena di tempat kami banyak sekali kekurangan terutama bilal-bilal mayat seketika ada kemalangan kita tidak bisa ngambil bilal dari luar. Dengan adanya pelatihan ini, mereka sudah ready apalagi bilal mayat perempuan ini jarang sekali,” jelas Nizar.

“Pastinya kami berikan bekal ilmu pengetahuan tentang berkaitan pelaksanaan pengurusan mayat beserta doa tahtimnya, jadi mereka sudah ready terlatih,” lanjutnya.

Nizar berharap para ibu-ibu dari Majelis Taklim An Nahdliyah nantinya bisa menerapkan ilmu yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari, terlebih saat pelaksanaan salat mayit.

Menurut dia, pelatihan tersebut sangat disambut antusias oleh para peserta. Bahkan, kata Nizar, ibu-ibu yang hadir dalam kesempatan tersebut sudah menanti-nantikan pencerahan materi dari Usbat Ganjar.

“Alhamdulillah kami kira memang inilah yang mereka nanti-nantikan. Artinya kami usbat tampil di sini memberikan pencerahan tahtim mayit ini sangat mereka tunggu-tunggu,” ucap Nizar.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Majelis Taklim An Nahdliyah, Fatimah. Dia sangat bersyukur Usbat Ganjar Sumut dapat hadir memberikan ilmu pengetahuan agama tentang melafalkan tahsin doa salat mayit yang benar.

“Tanggapan saya sangat baik sekali. Saya sangat berterima kasih kepada Usbat yang telah mengajarkan kita pelatihan tahsin dan doa salat mayit. Di sini kami lebih mendapatkan ilmu yang tadinya kurang fasih, dengan adanya ini jadi lebih tahu,” ungkap Fatimah.

Di sela-sela kegiatan, Usbat Ganjar Sumut dan para hadirin juga turut mendoakan Ganjar Pranowo jadi Presiden 2024-2029.

Fatimah menilai, Ganjar merupakan figur yang pantas untuk melanjutkan estafet perjuangan Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih maju.

“Sosok Pak Ganjar menurut saya orang yang sangat humble. Dan saya rasa dia penerus dari Pak Jokowi, saya yakin apa yang diperjuangkan Pak Jokowi akan diteruskan oleh Pak Ganjar,” kata Fatimah.

“Dan harapan ibu-ibu juga program Pak Jokowi diteruskan, kalau bisa ditambah untuk membangun masyarakat Indonesia yang maju,” pungkasnya. (rel/tri)

Adira Festival di Kota Medan, Dimeriahkan Aksi Panggung Jamrud dan Kotak

Jumpa pers selebrasi HUT Ke-33, Adira Festival Hadir di Lapangan Benteng, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adira Festival yang dipersembahkan PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk (Adira Finance), berlangsung di Lapangan Benteng, Kota Medan, 4 hingga 6 Agustus 2023. Event ini, merupakan selebrasi Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-33, Adira Finance.

Dimana, event terbesar berkat kolaborasi antara Adira Finance, PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan Zurich Asuransi Indonesia.

Adira Festival juga membuka bazar UMKM, yang memberikannya kontribusi dalam mendorong ekonomi dan pertumbuhan UMKM di Kota Medan. Kemudian, disajikan pameran otomotif, baik sepeda motor baru dan bekas hingga mobil listrik.

“Kolaborasi bisnis, yang kita buat dalam event ini. Kami menjadi icon event kolaborasi. Sehingga event bisa dilestarikan itu target,” kata Direktur Marketing Adira Finance, Swandajani Gunadi dalam jumpa pers di gelar di Lapangan Benteng, Kota Medan, Jumat (4/8) sore.

Adira Festival yang mengusung tema ‘Warna Warni Dalam Harmoni’. Artinya, membawa semangat persahabatan dan menghadirkan keberagaman seni-budaya, kearifan lokal serta kreativitas untuk terus tumbuh dan berkembang.

Lanjut, Swandajani mengatakan tahun ini, pihaknya selenggarakan Adira Festival yang menyatukan beragam kegiatan mulai dari bisnis, tanggung jawab sosial (CSR), hiburan, hingga aktivitas seru lainnya.

“Hal itu, dalam rangka berbagi kebahagiaan dengan ekosistem perusahaan, baik pelanggan, mitra bisnis, mitra usaha hingga karyawan yang telah setia bersama Adira Finance,” kata Swandajani.

Adira Festival ini, dengan mempersembahkan Musikaria dengan menghadirkan banda papan atas di tanah air, yakni Jamrud dan Kotak Band. Sehingga keseruan semakin meriah.

Dalam event terbesar di Kota Medan ini, Adira Finance menargetkan transaksi mencapai 600 hingga 700 Surat Perjanjian Kredit (SPK) atau senilai Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar.

Regional Corporate Officer Sumatera I, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Riana Suagiat, mengungkapkan bahwa kehadiran pihaknya, di Adira Festival menunjukkan kolaborasi dan sinergi Danamon bersama Adira Finance.

“Hal ini, sebagai satu grup dalam berkontribusi bagi pertumbuhan industri otomotif dan perekonomian negara sebagai mitra bank dan multifinance pilihan masyarakat Indonesia,” jelas Riana.

Riana mengatakan selama Adira Festival, pengunjung bisa mengenal lebih dekat berbagai produk dan layanan Danamon. Untuk membantu memegang kendali atas setiap kebutuhan dan tujuan keuangan.

“Kami berharap kolaborasi ini bermanfaat bagi warga Medan dan sekitarnya” kata Riana.

Sementara itu, Head of Multi Finance, Zurich Alexander C. Setjadi, mengungkapkan sebagai Sahabat Adira, Zurich bangga dapat ikut serta mensukseskan Adira Festival 2023 untuk mendukung kemajuan kreativitas lokal melalui UMKM.

“Zurich dan Adira Finance berkolaborasi dalam program kepemilikan kendaraan impian, dimana Zurich memberikan proteksi kendaraan kepada para Sahabat Adira Finance,” katanya.

Zurich Autocillin melindungi mobil Sahabat dari risiko kerusakan dan kehilangan, dengan layanan digital Autocillin Mobile Claim dan jaringan bengkel resmi maupun terstandarisasi Autocillin Garage, yang tersebar di Indonesia, termasuk di Medan.

“Kami juga menyediakan Zurich Motopro untuk asuransi motor, asuransi mikro kesehatan dan perlindungan diri untuk para Sahabat dengan promo spesial di Adira Festival Medan,” jelasnya.

Adira Festival ini, bagi pengunjung yang ingin bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Adira Finance dan berkarya di Adira Finance dapat mengunjungi Booth Rekrutmen yang juga hadir di ajang ini.(gus)

Peralatan Usang dan Sering Banjir, Senam Sumut Realistis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di saat cabang olahraga lain dengan begitu optimistis menyampaikan target medali emas pada gelaran PON XXI Aceh-Sumut 2024, cabang olahraga senam justru sebaliknya. Pengurus Persani Sumut memilih realistis dengan kondisi yang ada.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Provinsi Persatuan Senam Indonsia (Pengprov Persani) Sumatera Utara, Syafrizal, mengatakan pihaknya tak berani bicara target medali dengan kondisi persiapan atlet saat ini yang dinilai memprihatinkan.

“Peralatan latihan atlet kami ancur-ancuran, sudah usang. Sejak saya masih jadi atlet sampai sekarang peratan latihan belum pernah diganti atau sudah 40 tahunan. Jadi kalau kita mau bicara target medali harus sesuailah dengan fakta yang ada,” ujar Syafrizal.

Hal itu disampaikan Syafrizal di Posko Publikasi PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Kantor Disporasu, Jumat (4/8). Hadir Wakil Sekretaris Persani Sumut Aris F Achen, para pelatih yakni Baginda Siregar, Regina Gita Valentin dan R Taufik Setiawan.

Menurut Syafrizal, untuk apa mematok target muluk-muluk kalau akhirnya tidak tercapai dan setelah PON dikejar-kejar, ditagih janji. Menurutnya, bagaimana cabor senam mau target medali emas, kalau sekadar peralatan gagang kuda pelana saja tidak punya.

“Silakan cek kodisi di lapangan, bagaimana pelaratan atlet kami berlatih. Belum lagi kalau hujan kondisi gedung banjir. Atlet kami berlatih di atas matras karate yang jelas tidak cocok, sering membuat atlet terjatuh dan cedera,” beber Syafrizal.

“Jadi untuk PON 2024, cabor senam tak berani target emas. Karena untuk dapat emas itu butuh modal dan peralatan memadai. Di senam ini tak ada istilah kejutan, beda di cabor tarung seperti tinju. Mencetak atlet senam ini butuh proses,” tegasnya.

Begitu pun, Syafrizal mengatakan pihaknya akan tetap berusaha memaksimalkan persiapan atlet dengan harapan bisa menyumbang medali. “Ya, walau tidak emas, setidaknya bisa menyumbang medali walau itu pasti tidak akan mudah,” ucapnya.

Lebih lanjut Syafrizal mengatakan, senam Sumut pernah jaya di era tahun 1980 hingga awal 2000-an. Kala itu setiap gelaran PON, senam Sumut selalu mampu meraih medali emas. Terakhir Sumut menyabet 2 emas pada PON 2004 Sumsel dan medali perunggu pada PON 2008 Kaltim. Setelah itu senam Sumut tak pernah lagi menyabet medali PON.

Wakil Pengprov Sekretaris Persani Sumut, Aris F Achen, mengatakan saat ini ada 13 atlet senam Sumut yang mengikuti Pelatda KONI Sumut. Para atlet dipersiapkan untuk mengikuti 16 nomor pertandingan PON 2024 dari total 24 nomor.

“Dengan kondisi persiapan atlet saat ini, memang terlalu naif bagi Persani Sumut membicarakan target medali emas. Namun ke depan kami tentu akan berusaha. Untuk itu kami mohon untuk didukung kebutuhan pelaratan latihan atlet, karena peralatan yang ada saat ini sudah sangat usang. Termasuk juga mendapat dukungan dalam menjalankan proram try-out atlet ke luar daerah. Ini penting untuk meningkatkan kemampuan atlet kami,” ucap Aris.

Lebih lanjut Aris mengatakan, sebagai tuan rumah, atlet Sumut tidak boleh hanya jadi penonton dan orang lain mematik hasil. “Atlet Sumut memang harusnya berjaya, untuk itu berbagai upaya akan kami lakukan agar senam Sumut meraih hasil di PON,” katanya. (dek)

PSMS Kembali Menang Besar di Uji Coba

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan kembali menang besar setelah melakoni laga uji coba dalam mempersiapkan diri sebelum kick-off Liga 2 2023/2024. Menghadapi tim amatir Liga 3 Sumut, Gumarang FC, yang menjadi lawan uji coba kelima, Ayam Kinantan berhasil menuai lima gol tanpa balas (5-0).

Bermain di Stadion Teladan, Medan, Jumat (4/8/23) sore, nahkoda PSMS Ridwan Saragih menurunkan kiper yang baru gabung beberapa hari lalu, yakni Adixi Lenzivio, secara full time.

Selain itu, sejumlah pemain andalan juga diturunkan di babak pertama seperti Fardan Harahap, Aziz Hutagalung, Cakra Yudha, Defri Rizki, Ichsan Pratama, Rachmad Hidayat, hingga Assanur Rizal ‘Torres’.

Sementara di sisi seberang, terlihat eks pemain PSMS musim lalu, Andre Sitepu, mengisi lini pertahanan tim lawan, dengan legenda PSMS, Amrustian, menjadi juru taktik Gumarang FC.

Kuasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang sejak menit awal, namun hingga 30 menit jalannya pertandingan PSMS belum mampu juga melesatkan sebiji gol pun.

Akhirnya gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta jelang menit-menit akhir babak pertama. Adalah Torres yang membuka keunggulan PSMS lebih dulu di menit ke-37.

Enam menit berselang, Kurniawan Karman (43′) berhasil menggandakan keunggulan PSMS menjadi 2-0 usai menciptakan gol lewat tendangan terukur dari luar kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper lawan dan sekaligus gol tersebut menutup babak pertama.

Di babak kedua, PSMS berhasil unggul cepat. Tiga menit laga baru berjalan, PSMS berhasil unggul 3-0 lewat gol yang disematkan Ichsan Pratama (48′).

Namun PSMS baru bisa menambah pundi-pundi golnya lagi jelang peluit akhir babak kedua, yang diawali gol pemain pengganti Rahmad Ilahi di menit ke-79, memanfaatkan bola rebound.

Lalu gol terakhir PSMS tercipta lewat sepakan keras pemain pengganti Rahmad Ramadhan di menit ke-85, usai bola sepakan kerasnya membentur tiang gawang dan bola membentur badan kiper sehingga meluncur ke jala lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan skor 5-0 bertahan untuk keunggulan PSMS.

Usai laga, Pelatih kepala PSMS, Ridwan Saragih, mengapresiasi anak asuhnya yang tetap semangat dan kerja keras meski kembali menghadapi lawan satu level di bawah mereka.

“Terima kasih kepada para pemain yang sudah menjalankan instruksi. Namun secara keseluruhan saya masih kurang puas,” ucap Saragih.

“Dari awal saat breafing saya sampaikan kepada pemain bahwasanya di 10 menit awal harus bisa menciptakan gol. Ternyata di menit 30 lebih baru bisa cetak gol,” sambungnya.

Lebih lanjut, pelatih 47 tahun itu kembali menekankan masih ada evaluasi-evaluasi dari laga uji coba kali ini. “Evaluasinya pertama saat transisi, yang kedua komunikasi, dan ketiga finishing,” tutup pelatih berlisensi A AFC itu.(dek/han)

Rapor Pendidikan sebagai Dasar Pengembangkan Diri dan Insentif Guru

Tanoto Foundation berkolaborasi bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sumatera Utara, melaksanakan webinar peningkatan kompetensi guru berbasis rapor pendidikan,

SUMUTPOS.CO – Tanoto Foundation berkolaborasi bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sumatera Utara, melaksanakan webinar peningkatan kompetensi guru berbasis rapor pendidikan, Kamis, (3/8). Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada guru dan stakeholder Pendidikan, penggunaan rapor pendidikan sebagai Langkah awal perbaikan kualitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah.

Regional Coordinator Tanoto Foundation Sumut Jeffrey Jeo menyampaikan dalam sambutannya bahwa salah satu indikator kualitas guru adalah rapor pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setiap tahunnya.

“Rapor pendidikan merupakan instrumen penilaian kinerja guru yang mencakup aspek kompetensi, kesejahteraan, dan kepuasan kerja. Rapor pendidikan juga menjadi dasar bagi guru untuk mengembangkan diri secara profesional dan mendapatkan insentif sesuai dengan prestasinya”, ungkap Jeffrey.

Turut hadir sebagai pembicara Kepala BPMP Prov.Sumut Drs.Irwan Safii, M.Pd yang memaparkan materi rapor Pendidikan sebagai instrumen penilaian kinerja guru yang komprehensif dan objektif.
“Rapor Pendidikan mengintegrasikan berbagai data pendidikan untuk membantu satuan pendidikan dan dinas pendidikan mengidentifikasi capaian dan akar masalah, melakukan refleksi, serta merancang langkah-langkah pembenahan yang efektif berbasis data” ungkap Irwan.

Ditambahkannya, perencanaan berbasis data oleh satuan pendidikan secara mandiri dapat mengidentifikasi permasalahan berdasarkan indikator yang ditampilkan dalam Profil Pendidikan, tentunya dengan Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran untuk menemukan akar masalah secara komprehensif sesuai indikator prioritas, serta melakukan pembenahan melalui perumusan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah, lengkap dengan berbagai inspirasi benahi.

Sementara itu Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) diwakili Pahala BP Rajagukguk, S.T., M.Pd.menyampaikan dalam materi paparannya bahwa BBGP Sumut melakukan peningkatan kompetensi guru sesuai dengan hasil rapor Pendidikan.
“Model Peningkatan Kompetensi Guru Berbasis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), desain pra-protipe model peningkatan kompetensi guru berbasis pengembangan keprofesian berkelanjutan dimulai dari analisis Kebutuhan pelatihan dan berlanjut kedalam proses pengembangan desain pelatihan, diakhir program guru mengikuti evaluasi untuk memperolah penilaian terhadap kompetensinya”, ungkap Pahala.

Turut hadir menjadi pembicara dalam webinar Kepala Sekolah SMPN 1 Sei Suka Kab. Batu Bara, Maslina Sinaga, M.Pd bersama guru kelas VIII, Desi Yusnizar, S.Pd, memaparkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) berdasarkan hasil dari Rapor Pendidikan, termasuk rencana pengembangan kapasitas guru dan implementasi dalam pembelajaran. (rel/sih)

CERI: Proses Tender PHR Diduga Sarat Kejanggalan dan Berbau Pelanggaran Hukum

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menilai rentetan kejanggalan pelaksanaan tender pengadaan tiang listrik di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diduga kuat sarat pelanggaran hukum. Pelanggaran hukum tersebut pun sudah menjadi keresahan publik dengan begitu banyak berita di media massa.

“Kondisi PHR ini benar-benar aneh bin ajaib. Tender pengadaan tiang listrik yang sudah diusung sejak Desember 2022 dan bahkan sempat diperpanjang oleh PHR pada akhir Mei 2023 hingga hari ini belum diputuskan pemenangnya, sudah 7 bulan lebih loh,” ungkap Yusri dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (4/8).

Dikatakan, bahkan sebelumnya, CERI sudah membongkar ke publik bahwa proses tender Power Pole Type A, B, C, dan D nomor GZ0200443A diduga kuat ada upaya pengaturan oleh beberapa peserta tender di kantor PT KHI.

“Pada tahun 2022, tepatnya pada 21 Juni ada pengaturan tender tiang listrik ini di kantor KHI, kenapa penegak hukum hanya diam?” ungkap Yusri.

Yusri menegaskan, tindakan pengaturan tender berujung pada korupsi yang bukan merupakan delik aduan. “Memang di Riau tak ada penegak hukum? Mengapa tidak ada tindakan, padahal banyak kami dengar pejabat PHR diancam kelompok mafia ini, bahkan sampai ke Direksi Holding ikut diancam. Kita sudah capek memberitakan,” tegas Yusri.

Soal kejanggalan pelaksanaan tender bernilai ratusan miliar rupiah di PHR menurut Yusri sudah terendus sejak terbongkarnya dugaan pengaturan tender 700 unit mobil operasi di PHR. Saat itu, Dirut PHR JAS hadir ketika berbuka puasa bersama di rumah politisi MN di Pekanbaru pada tahun 2022 silam.

“Akhirnya tender mobil itu tidak jelas. Diperpanjang kontraknya setahun dengan menaikan nilai kontrak 10 persen. Padahal tanpa menaikan saja sudah bagus. Karena mobilnya sudah berumur empat tahun dan sudah digunakan sejak era CPI, ada salah satu pengusaha itu pernah mengucapkan kepada kami, diperpanjang saja sudah syukur, nah jika ada kenaikan 10% itu kemana mengalirnya,” beber Yusri.

Ia mengungkapkan, kerugian Pertamina akibat berlarut-larutnya keputusan tender dipastikan tak sedikit. Apalagi PHR terpaksa membeli power pole atau tiang listrik secara ketengan alias retail dengan harga lebih mahal dengan menitipkan pada kontrak sejenis yang sedang berjalan.

“Berbagai kejanggalan itu juga sudah berulang kali dikonfirmasi CERI ke pihak PHR, namun tak pernah ada bantahan atau pun jawaban. Kalau begini ceritanya, apa jangan-jangan mereka kebal hukum atau mau menantang penegak hukum?” pungkas Yusri. (rel/dek)

Dua Hari di Bandung, AHY Ajak Anies Berdialog dengan Generasi Muda

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Akhir pekan ini, akan dihabiskan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk berkegiatan di Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat. Rencananya, AHY akan berangkat ke Bandung menggunakan kereta api, Sabtu (5/8) pagi.

Selama dua hari di Bandung, AHY juga akan berkegiatan bersama Calon Presiden Anies Baswedan. Keduanya akan menghadiri acara dialog dengan anak muda Bandung pada hari Sabtu (5/8) dan menggelar dialog bersama ribuan warga Bandung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Minggu (6/8) siang.

“Iya, Mas AHY akan menyapa masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung, bersama Mas Anies, Sabtu-Minggu ini,” ujar Herzaky, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat mengkonfirmasi pertanyaan teman-teman wartawan.

Selain berkegiatan bersama Anies Baswedan, AHY juga direncanakan menyapa komunitas lari di Bandung dan berolahraga bersama. Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto menjelaskan, rangkaian kegiatan AHY di Bandung sudah dipersiapkan dengan baik.

“Jika tidak ada perubahan, acara Anies dan AHY ini akan menjadi momentum gerakan perubahan dan perbaikan Indonesia, yang dimulai dari Bandung, Jawa Barat,” ucap Anton saat rapat persiapan akhir dengan semua pihak yang terlibat, Jumat (4/8).

Anton berharap, acara Anies bersama AHY ini dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Selain itu, kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa AHY tetap berkomitmen berjuang bersama Anies Baswedan. “Ini bukti bahwa AHY dan Demokrat memegang teguh komitmen Koalisi Perubahan dan Perbaikan,” papar Anton.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Fathi selaku Ketua Panitia menambahkan, persiapan acara Dialog Anies-AHY dengan generasi muda telah dipersiapkan sebaik mungkin. “Lokasinya di restoran Roemah Kentang 1908, akan ada ratusan milenial dan zilenial yang berdialog dengan Anies dan AHY,” ujar Fathi yang juga merupakan Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi ini.

Fathi juga menjelaskan, AHY akan menyempatkan olahraga lari pagi bersama masyarakat di kawasan CFD Dago, hingga lapangan Gasibu. “Mas AHY rutin olahraga, jadi beliau mau lari pagi ke Gasibu, sekaligus menyapa masyarakat Kota Bandung,” pungkas Fathi. (adz)

BRI Unit Titi Kuning-Branch Office Medan Sisingamangaraja Gerebek Pasar di Medan

BRI Unit Titi Kuning-Branch Office Medan Sisingamangaraja saat gerebek Pasar Titi Kuning Medan, Kamis (3/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Titi Kuning-Branch Office Medan Sisingamangaraja melakukan kegiatan grebek pasar, dalam rangka mendukung layanan keuangan digital agar semakin inklusif dan mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat, di Pasar Titi Kuning Medan, Kamis (3/8).

Dalam hal ini, industri fintech dapat berperan sebagai enabler untuk mendigitalisasi para pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Demikian disampaikan Manajer Bisnis Mikro Branch Office Medan Sisingamangaraja, Petty Siregar kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (3/8) sore.

“Pada kegiatan grebek pasar ini, kita mengharapkan agar kiranya masyarakat dapat memanfaatkan program Cashless, tidak perlu membawa uang tunai saat berbelanja, cukup membayar dengan transfer melalui BRI Mobile (Brimo) atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” ujarnya.

Petty mengungkapkan, bahwa BRI siap mendukung usaha UMKM melalui penyaluran Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dapat dirasakan secara langsung untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan perekonomian masyarakat.

“Melalui kegiatan ini juga, pelaku usaha UMKM diberikan pemahaman tentang syarat dan prosedur dalam mengajukan permohonan kredit Kupedes/KUR bagi pelaku Usaha UMKM,” tandasnya. (dwi)

Batik Ecoprint, Manfaatkan Daun sebagai Pewarna Alami

PERLIHATKAN: Windi Wistiani memperlihatkan batik hasil ecoprint buatannya di kediamannya, Jalan Marelan Raya, Gang BPJS, Lingkungan X, Kelurahan Tanah 600, Medan Marelan, Rabu(2/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Windi Wistiani, warga Gang BPJS, Lingkungan 10, Kelurahan Tanah 600, Medan Marelan ini, sudah hampir 3 tahun menekuni kerajinan batik ecoprint. Batik ecoprint ini merupakan salah satu jenis batik yang metode pembuatannya memanfaatkan pewarna alami dari tanin atau zat warna daun, akar atau batang yang diletakkan pada sehelai kain, kemudian kain tersebut direbus.

“Dari daun jati, daun Ketapang, daun mangga, dan juga daun secang.Teknik Ecoprint ini berbahan dasar jenis kain mulai dari Kain Katun Jepang, Kain Tenun Badui, Kain Sutra, dan Kain Renda, Namun Kain tenun Badui yang paling banyak diminati oleh konsumen,” ucapnya kepada wartawan koran ini.

Windi mengatakan, untuk pemilihan kainnya sendiri harus berasal dari serat alami agar warna yang dihasilkan dari tanin daun mampu meresap sempurna dan tahan lama, dengan kain dan bahan warna

alami akan mengurangi resiko kesehatan seperti alergi, bahkan pencemaran lingkungan dari proses pembuatan.

“Ya seperti yang saya bilang, daun yang digunakan dapat ditemui hampir di seluruh Indonesia sebagai ciri khas flora Indonesia, seperti kayu secang, akar dan daun mengkudu, daun jati, daun jarak, serta daun ketapang,” kata dia.

Untuk memulai teknik ini, lanjutnya, kain direndam terlebih dahulu selama satu hari satu malam di dalam air tawar, kemudian setelah direndam k dalam keadaan lembab, tempelkan daun sesuai dengan daun apa yang mau dibuat, ditempel, lalu kain dilipat selama beberapa menit, dan terlihat nantin hasilnya. “Daun yang kita tempel tadi akan terlihat seperti sablon, itulah yang dinamakan ecoprint tadi,” ujarnya.

Windi menambahkan, selain ecoprint tadi, ada juga teknik ecofounding, yaitu teknik menempel bunga atau daun, kepermukaan kain, lalu daun tadi ditutup dengan plastik, kemudian dipukul pelan pelan menggunakan paku atau batu, hasilnya hampir sama dengan teknik ecoprint tadi.

Soal harga, kata Windi, ia tidak mematok harga tinggi. Ia hanya mematok harga berdasarkan dengan harga jenis kain yang digunakan. Misalnya, kain tenun Badui ukuran permeter harganya sekitar Rp150 ribu. “Ada juga konsumen yang membawa kain sendiri, lalu minta dibuatkan ecoprint di kainnya,” tuturnya.

Ia berharap ke depan, Pemko maupun kecamatan lebih peduli lagi dengan UMKM. “Alhamdulillah dari pihak kecamatan semalam datang untuk melihat dan kita juga termasuk bagian dari binaan dari UMKM kecamatan itu sendiri,” ucapnya bersyukur. (mag-1/ila)

Pengembalian Dana Proyek Lampu Pocong, Pemko Diminta Salurkan ke Masyarakat

BERDIRI: Lampu pocong masih berdiri tegak di Jalan Sudirman Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Dhiyaul Hayati, mengusulkan agar dana pengembalian proyek lampu pocong Pemko Medan senilai Rp21 miliar untuk membantu masyarakat dan kepentingan publik lainnya, Tentunya, penggunaan anggaran tersebut akan dimasukkan terlebih dahulu ke dalam P-APBD Kota Medan tahun 2023.

“Kita berharap agar Pemko Medan menggunakan dana yang dikembalikan itu untuk kepentingan masyarakat. Karena saat ini banyak yang perlu dibenahi dan belum sesuai ketentuan, termasuk pelayanan publik dan perbaikan infrastruktur,” ucap Dhiyaul Hayati, Kamis (3/8).

Legislator PKS ini memaparkan, pengembalian dana tersebut dapat digunakan untuk membantu masyarakat, seperti bantuan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), menaikkan gaji guru honor agar sesuai UMK, dan penyesuaian gaji kepling dan tenaga honorer.

Selain itu, dapat juga digunakan untuk memberi pelatihan kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan (pengangguran) agar tercipta lapangan kerja sehingga mengurangi aksi kriminalitas. Tak cuma itu, dana tersebut juga bisa menyediakan sarana untuk perbaikan lampu rusak serta perbaikan pelayanan publik lainnya.

“Dana yang dikembalikan tentunya tidak sedikit dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat. Seharusnya didahulukan kebutuhan masyarakat ketimbang proyek-proyek lain. Masyarakat bayar pajak, selayaknya mereka merasakan perbaikan ekonomi dan pelayanan publik,” harap anggota Komisi III ini.

Dia menyebutkan, bantuan ini akan berdampak positif kepada masyarakat. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat, diharapkan aksi kriminalitas di Kota Medan akan berkurang.

Sebab, salah satu faktor terjadinya kejahatan karena ketiadaan lapangan kerja. Dia berharap, hal ini harus dipikirkan agar angka kriminalitas dapat diminimalisir. “Bagaimana agar masyarakat tidak terlibat dalam dunia narkoba, praktik judi dan perbuatan ilegal lainnya seperti begal dan pencurian. Jadi kita harapkan, agar dana proyek yang sudah dikembalikan itu dialihkan untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, terkait proyek lampu pocong, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan bahwa proyek lampu pucong dinyatakan total lost. Selain diperintahkan mengembalikan uang sebesar Rp21 miliar, kontraktor proyek ‘lampu pocong’ diminta untuk membongkar lampu tersebut. (map/ila)