CIVITAS akademika Program Pascasarjana Universitas Medan Area (PPs UMA) menggelar acara buka puasa bersama di kampus Jalan Sei Serayu Medan, pekan lalu. Kegiatan ini diisi dengan pemberian santuan kepada anak yatim dan Salat Maghrib berjamaah.
Acara ini dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) Drs HM Erwin Siregar MBA,Rektor UMA Prof Dr HA Ya’kub Matondang, Wakil Rektor I Drs Heri Kusmanto MA, Wakil Rektor II, Ir Hj Siti Mardiana, Wakil Rektor III Ir Zulheri Noer MP, Direktur PPs UMA Prof Dr Hj Retno A Kuswardani, para wakil direktur, dekan dan dosen di UMA, Ketua Ikatan Alumni PPs UMA Rusdi Lubis beserta undangan lain.
Penceramah Dr Azhari Akmal Tarigan MA dalam tausiyahnya mengatakan menyantuni anak yatim membuka pintu rahmat dan berkah, apalagi dilaksanakan di bulan puasa yang penuh rahmat dan berkah. Disebutkan dia, manusia tak cukup hanya mendapat rezeki berlimpah, umur yang panjang atau punya keluarga tanpa ada keberkahan. ‘’Dengan menyantuni anak yatim piatu, orang miskin dan kaum duafa akan mempermudah dan melapangkan rezeki,’’ katanya.
Direktur PPs UMA Prof Dr Hj Retno A Kuswardani mengatakan buka puasa bersama dengan anak yatim sudah merupakan agenda tahunan saat bulan Ramadan. (dmp)
JAKARTA-Angin segar berhembus di kalangan guru PNS. Di tengah terpaan kabar hasil sementara uji kompetensi guru (UKG) yang jeblok, gaji dan tunjangan mereka tahun depan naik signifikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta izin DPR untuk menaikkan dana alokasi umum (DAU) pos belanja gaji guru PNS sebesar Rp 10,1 triliun.
Permintaan kenaikan anggaran untuk gaji guru PNS tadi sudah dilaporkan Kemendikbud kepada Komisi X.
Kepastian usulan tadi diterima atau ditolak DPR menunggu keputusan Undang-undang APBN 2013 yang rencananya digedok akhir tahun ini.
Tren kenaikan DAU untuk belanja gaji PNS periode 2013 tentu direspon guru PNS karena meningkat dibanding periode sebelumnya. Dari rekaman Kemendikbud menyimpulkan jika anggaran gaji guru PNS periode 2011 dipatok sebesar Rp 92,59 triliun.
Kemudian pada periode 2012 anggaran ini naik menjadi Rp 102,05 triliun. Selanjutnya tahun depan Kemendikbud sudah menghitung jika anggaran gaji plus tunjangan guru PNS senilai Rp 112,15 triliun. Atau naik sebesar Rp 10,1 triliun.
Wakil Mendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim di Jakarta kemarin (9/8) menuturkan, anggaran DAU ini adalah anggaran yang langsung ditransfer dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke pemerintah daerah (provinsi, kota, dan kabupaten). “Uang DAU ini tidak masuk ke rekening kita. Tetapi masih menjadi bagian dari anggaran fungsi pendidikan,” kata mantan rektor Universitas Andalas, Padang itu.
Menurut Musliar, kenaikan anggaran untuk gaji dan tunjangan guru PNS tahun depan tidak disebabkan karena ada program-program khusus. Dia mengatakan jika kenaikan anggaran gaji pegawai negeri yang super jumbo itu disebabkan karena tren inflasi, pertambahan jumlah guru PNS, dan munculnya promosi golongan kepangkatan yang berpengaruh pada gaji pokok dan tunjangan.
Selain itu, kenaikan gaji dan tunjangan guru PNS tahun juga dipicu dari jumlah anggaran fungsi pendidikan yang meningkat. Tahun ini, anggaran fungsi pendidikan dipatok sebesar Rp 289,95 triliun. Sedangkan pagu indikatif anggaran fungsi pendidikan tahun depan ditentukan sebesar Rp 315,27 triliun. Atau mengalami kenaikan Rp 25,32 triliun.
Dari perhitungan Kemendikbud terungkap jika ada kenaikan jumlah guru PNS yang lumayan besar antara periode 2012 hingga 2013. Tahun ini Kemendikbud mencatat jika jumlah guru PNS sebanyak 1.713.379 orang.
Sementara untuk tahun depan, Kemendibud melansir jika jumlah guru PNS membengkak menjadi 1.757.170 orang, atau bertambah 43.791 orang. Jumlah guru tahun depan sudah dihitung sekaligus dengan proyeksi angka guru PNS yang pensiun sebanyak 26.209 orang. Selain itu juga dihitung berdasarkan rencana pengangkatan guru honorer sebanyak 70 ribu orang.
Dari jumlah guru PNS yang mencapai 1,757 juta tadi, tahun depan negara menanggung beban gaji pokok plus gaji ke-13 sebesar Rp 78,64 triliun. Beban pembayaran gaji pokok tadi naik Rp 7,75 triliun dibandingkan sekarang, di mana tahun ini beban gaji pokok plus gaji ke-13 guru PNS “hanya” Rp 70,89 triliun. Selain disebabkan karena jumlah guru PNS yang bertambah, kenaikan ini juga dihitung dari tren kenaikan gaji pokok guru rata-rata 10 persen per tahun.
Selain urusan gaji pokok, pos tunjangan guru PNS yang mengalami kenaikan lumayan besar adalah untuk tunjangan istri. Tahun ini negara memiliki beban untuk membayar tunjangan istri guru PNS sebesar Rp 6,41 triliun. Untuk tahun depan, beban negara untuk membayar tunjangan istri guru PNS naik menjari Rp 7,11 triliun. Kemendikbud mengasumsikan tahun depan ada 98% guru PNS yang sudah beristri.
Musliar mengatakan dengan terus meningkatnya DAU untuk belanja gaji guru PNS tadi bisa dimaknai bahwa perhatian pemerintah kepada para guru tidak kendor. Kondisi ini sekaligus mempertahankan hak dunia pendidikan untuk memperoleh anggaran sebesar 20 persen dari APBN.
Nah, dengan terus meningkatnya gaji serta tunjangan guru PNS ini jajaran Kemendikbud berharap para guru terus meningkatkan kualitas mereka. Para guru diminta untuk aktif mengikuti rangkaian program peningkatan kompetensi guru yang dirancang pemerintah pusat maupun daerah.
Tahun depan Kemendikbud juga tidak melupakan nasib guru-guru non PNS. Tahun depan pemerintah menganggarkan DAU sebanyak Rp 13,08 trilun untuk memperbaiki nasib guru non PNS. Uang sebanyak itu di antaranya digunakan untuk tunjangan guru non PNS, guru binaan provinsi, dan guru daerah khusus.
Selain itu uang tadi juga digunakan untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun atau yang diistilahkan Kemendikbud sebagai pendidikan menengah universal (PMU). Diantara pos anggaran yang bisa mendukung program PMU adalah bantuan operasional sekolah menengah (BOS-SM) dan perbaikan sarana prasarana pendidikan setingkat SMA/sederajat. (wan)
Medan-Musim mudik Lebaran tahun diprediksi masih memiliki kendala. Para pemudik pun harus lihai memilih jalur yang akan dilalui di sepanjang jalan lintas Sumatera. Psalnya, masih cukup banyak ruas jalan yang rusak parah. Termasuk, jalan baru di Aek Latong yang belum juga selesain
SIDAK: Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyapa penumpang saat sidak di pool ALS di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (9/8).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POSBahkan, Direktur Bina Teknik (Bintek) Bina Marga, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Suhardi, memperkirakan, jalan baru Aek Latong ini baru bisa dilintasi pada akhir 2012. “Untuk jalan yang relokasi akhir tahun sudah selesai. Jadi jalan baru belum siap,” beber Suhardi kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.
Meski begitu, Suhardi mengatakan Aek Latong masih bisa dilintasi. “Tapi jalan lama sudah rata kok,” tambah Suhardi.
Dia menyebutkan, jalur mudik di Sumut untuk lintas barat dan tengah juga masih banyak yang rusak. Jalur yang kondisinya lebih baik adalah jalur timur. “Ya, Sumut untuk yang timur baik,” terangnya.
Selain itu Suhardi mengakui, beberapa ruas jalan jalur mudik, mulai Jambi, Sumbar, dan Riau, sedang dalam proses perbaikan. “Tapi secara umum jalur lintas Sumatera sudah enak. Lebih baik dibanding tahun lalu,” kata Suhardi.
Kondisi jalan yang kurang baik juga dikeluhkan para sopir angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP). Sebut saja, Inong (36), sopir armada bus Batang Pane tujuan Medan-Pasir Pangarayan. Dia menyebutkan ada dua titik jalan berlubang yang selalu dilintasinya. “Di Sibuhuan ada sekitar 50 meter yang kondisi jalannya berlubang. Setelah itu, memasuki kawasan jalan lintas Gunungtua-Langgah Payung juga terdapat jalan berlubang,” ujarnya.
Kedalaman lubang itu, dikatakan Inong membuat dia kerap memperlambat bus yang dikemudikannya. “Ya harus pelan-pelan lah, bergoyang bus itu pas melintas,” sebutnya.
Dikatakannya, dua titik jalan berlubang tersebut sudah ada sejak beberapa tahun belakangan ini. “Sudah lama jalan itu berlubang. Dari tahun ke tahun begitu terus kondisinya,” ungkapnya.
Tebingtinggi Sumber Macet
Sementara, Mulyadi Harahap (40), sopir bus Labusel Indah tujuan Medan-Rantauprapat yang ditemui di loketnya Jl Sisingamangaraja Medan, mengatakan, jalur lintas yang dilaluinya tidak terdapat titik-titik jalan yang berlubang. “Jalan yang kami lalui sudah mulus, tidak ada lubang-lubang besar yang mengahalangi,” ujarnya.
Namun, dia mengatakan, hambatan yang paling utama dirasakannya yakni di kawasan Tebingtinggi. “Di kawasan ini kerap macet. Terlebih lagi jam-jam sibuk. Di jalur itu banyak truk yang melintas. Cuma di situ aja kendalanya, sering kali macet Bang,” sebutnya.
Lain halnya yang dikatakan Darman S Siregar. Sopir armada Bus PT Rapi tujuan Medan-Jambi ini mengatakan, kendala yang dihadapi yakni masih adanya dua titik jalan yang sampai saat ini masih dilakukan sistem buka tutup. Sistem buka tutup ini dikatakannya karena sedang ada pengerjaan aspal beton. “Ada dua titik jalan yang masih sistem buka tutup. Pertama di kawasan Riau dan yang satu lagi di simpang Dumai. Di kawasan itu sedang pengerjaan aspal beton, selebihnya sudah jalan sudah ‘mulus’,” ujarnya.
Di Madina Ada 11 Pasar Tumpah
Bagi pemudik yang menuju Kabupaten Mandailing Natal (Madina) patut mewaspadai pasar tumpah. Di kawsan itu terdapat 11 pasar tumpah yang bisa mengakibatkan macet. Sebelas pasar tumpah yang dimaksud adalah Pasar Muarasipongi, Pasar Kotanopan, Pasar Laru, Pasar Maga, Pasar Baru Panyabungan, Pasar Lama Penyabungan, Pasar Mompang, Pasar Malintang, Pasar Sinonoan, Pasar Simangambat, dan Pasar Sihepeng.
Kesebelas pasar tumpah itu tidak memiliki parkir kendaraan kecuali Pasar Panyabungan, selain parkir kendaraan dan angkutan yang tidak ada, para pedagang juga menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan.
“Kalau bisa segeralah diturunkan petugas lalu lintas untuk menyikapi kemacetan yang terjadi selama ini, khususnya pada lebaran ini. Sebab kita sudah melihat situasi ini sudah lama terjadi dan kemacetan di seluruh pekan (pasar, Red) di Madina belum bisa teratasi” sebut seorang tokoh masyarakt di Madina, Dahler Nasution, kepada Metro Tabagsel (grup Sumut Pos)
Tindak Tegas Bus tak Layak Operasi
Terkait kesiapan armada mudik, Wali Kota Medan Rahudman Harahap meninjau Terminal Terpadu Amplas dan pool bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja Medan, kemarin siang.
Begitu tiba di lokasi, Rahudman langsung memeriksa kesiapan Bus Sejahtera. Kemudian dia menaikinya dan berkomunikasi dengan puluhan penumpang yang hendak berangkat menuju Parapat tersebut. Setelah itu giliran bus milik PT Raja Perdana Inti Medan yang diperiksa. Tak lama kemudian, dia berpindah ke bus NPM yang akan membawa penumpang menuju Sumatera Barat.
Usai memeriksa tiga bus, Wali Kota minta kepada Kadis Perhubungan Redward Parapat ATD MT untuk memperlihatkan ruangan yang digunakan guna memeriksa para sopir sebelum mengemudikan bus keluar kota. Selesai melakukan pemeriksaan, wali kota selanjutnya mengunjungi pool bus PT ALS, sekira 1 kilometer dari Terminal Amplas. Selain memeriksa bus dan berkomunikasi dengan para penumpang, dia juga ingin melihat kesiapan awak pool untuk melayani penumpang yang hendak mudik. Di samping itu juga memantau harga tiket dan jumlah angkutan yang disediakan.
Meski sejumlah perusahaan bus memiliki pool di seputaran Jalan Sisingamangaraja namun seluruh bus sebelum berangkat diharuskan memasuki Terminal Amplas. Di terminal itu seluruh bus yang akan berangkat diperiksa untuk memastikan benar-benar layak dioperasikan atau tidak. Bagi bus yang tidak layak operasi, wali kota memerintahkan Kadishub untuk mengambil tindakan tegas. “Saya perintahkan Kadishub bertindak tegas. Jika bus tidak layak dioperasikan, jangan diberangkatkan! Sesuai dengan peraturan yang ada, kenderaan yang boleh dioperasikan adalah kenderaan yang benar-benar layak baik dari kondisi mesin maupun supir,” tegasnya.
Kebijakan Poldasu Disoal
Sementara itu, keputusan pihak Poldasu yang akan menindak langsung (tilang) pemudik yang menggunakan sepeda motor di atas 2 jam perjalanan menjadi dipersoalkan berbagai kalangan. Pasalnya, keterangan Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru Prakoso usai rapat koordinasi tersebut (edisi Kamis 9/8) dianggap keputusan yang tidak populer.
Bahkan, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan sangat menyayangkan keputusan yang bernada mengancam pemudik tersebut. Hal itu menunjukkan Kapolda Sumut lebih mengedepankan sikap arogan dan tidak peduli kepada fakta sosial tentang kesulitan masyarakat akibat buruknya fasilitas angkutan umum di musim mudik.
“Cara-cara mengancam seperti ini sangat tidak mendidik dan hanya akan menimbulkan kebencian masyarakat pada polisi. Seharusnya, Kapolda melihat fakta sosial yang ada tentang buruknya pelayanan angkutan umum, terutama di musim mudik. Kemudian mencarikan solusinya, bukan main ancam dan main tindak,” katanya melalui saluran telepon, kemarin.
Menurutnya, masyarakat menggunakan sepeda motor untuk mudik tidak lain akibat buruknya pelayanan angkutan umum dan sepeda motor adalah solusi bagi mereka, walaupun harus menghadapi ancaman bahaya. “Jika hanya main ancam, ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah tipe perwira polisi yang tidak paham akan kesulitan masyarakat,” tegas Neta S Pane. (sam/mag-12/gus/mag-16/wan/smg)
JAKARTA-Suansa sidang lanjutan kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) dengan terdakwa Miranda Swaray Goeltom kemarin (9/8) lebih panas dari biasanya. Sebab, tim kuasa hukum Miranda sempat bersikeras menolak dua nama saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dengan alasan mem beratkan kliennya. Hakim pun sempat menskors sidang.
Dua nama yang ditolak Andi Simangunsong cs itu adalah mantan anggota Komisi IX DPR Periode 1999-2004 Agus Condro dan penyelidik KPK Arif Budi Raharjo. Andi beralasan, Agus Condro tidak layak dijadikan saksi lantaran Agus pernah terlibat disidang dan diadili dengan kasus yang sama. Bahkan Pengadilan Tipikor juga memvonisnya bersalah.
Ya, Agus merupakan orang yang melaporkan kasus ini ke KPK hingga semuanya terungkap. Meski telah divonis bersalah dengan hukuman 15 bulan karena ikut menerima cek perjalanan, dia dinyatakan sebagai whistle blower lantaran jasanya telah bekerjasama dengan KPK. “Kami juga memohon agar (penyelidik) Arif tidak dijadikan saksi. Dia tidak mengetahui sendiri kejadian ini. Berdasarkan KUHAP Arif tidak memenuhi syarat sebagai saksi,” ujar Andi bernada tinggi.
JPU Supardi sempat emosi mendengar permintaan kuasa hukum Miranda. Dia berasalan dua saksi ini layak didengar keterangannya sebagai saksi. Menurutnya, informasi yang faktanya berhubungan dengan yang didakwakan bisa dijadikan alat bukti yang sah. “Agus tidak pernah didakwa bersama-sama dengan Miranda. Agus didakwa sebagai penerima,” imbuhnya.
Ketua Majelis Hakim Gusrizal langsung menengahi perdebatan. Dia menghentikan sementara sidang untuk memutuskan apakah permintaan kuasa hukum diterima atau tidak. Setelah beberapa menit menimbang, majelis memutuskan Agus bisa didengar keterangannya, sedangkan untuk Arif majelis menundanya. “Untuk Arif belum bisa diperiksa,” putus Gusrizal.
Ternyata apa yang dikawatirkan kubu Miranda terjadi. Agus pun dengan leluasa memberikan keterangan yang menyudutkan Miranda. Politisi PDIP itu menjelaskan bahwa Miranda menjanjikan uang kepada anggota fraksi PDID jika memilih dirinya sebagai DGS BI. Bahkan rapat poksi PDIP di Komisi IX memutuskan akan memilih Miranda. “Saat itu, pak Tjahjo Kumolo, mengatakan Miranda bersedia kasih Rp 300 juta. Tapi kalau kita minta Rp 500 juta, dia (Miranda) tidak keberatan,” kata Agus menirukan Tjahjo yang kala itu menjabat pimpinan Fraksi.
Agus lantas menceritakan dalam rapat tersebut seorang kolega partainya sempat nyeletuk, “Kalau dia bisa menyediakan Rp 500 juta tapi kita mintanya cuma Rp 300 juta bodoh namanya.” Tapi pria asal Pemalang Jateng mengaku lupa siapa temannya yang nyeletuk itu.
Agus pun semakin yakin Miranda telah “membeli” suara teman-temannya di Komisi IX, lantaran beberapa hari setelah fit and proper test dan Miranda dinyatakan menang, Agus menerima sejumlah cek perjalanan senilai Rp 500 juta dari Dudhie Makmun Murod. “Ketika dapat itu (cek perjalanan), berpikir itu ada kaitannya dengan apa yang disampaikan pak Tjahyo saat rapat poksi,” imbuhnya.
Miranda pun membantah atas semua yang diterangkan Agus. Saat diberi kesempatan menanggapi keterangan Agus, Miranda mempertanyakan mengapa Agus yang tidak langsung menolak pemberian cek pelawat itu. Selain itu, Miranda menilai Agus tidak tegas memberikan keterangan lantaran sering mengucapkan kata-kata “seingat saya”. “Saya tidak pernah mengatakan kepada Tjahjo Kumolo soal pemberian uang Rp 300 juta atau Rp 500 juta,” ujar Miranda tegas. (kuh)
MEDAN-Dua penumpang pesawat Garuda Citilink dengan nomor penerbangan Q6-831 tujuan Medan-Jakarta, diturunkan paksa oleh pilot, saat pesawat hendak lepas landas dari Terminal Kebarangkatan Domestik, Bandara Polonia Medan, Kamis (9/8) pagi. Kedua penumpang tersebut bernam Ishak (34) dan Yosep (32).
Informasi dihimpun Sumut Pos, pagi itu Ishak dan Yosep naik ke pesawat dalam kondisi mabuk alkohol. Pesawat rencananya berangkat berangkat pukul 08.40 WIB.
Menurut sejumlah saksi, saat masuk ke pesawat pun, langkah kedua warga Papua yang hendak pulang ke Papua dengan cara transit terlebih dahulu di Jakarta ini, sudah terlihat kurang stabil. Setelah masuk dalam pesawat, keduanya ribut dan dinilai membuat onar.
Merasa penumpang terganggu, pramugari melaporkan halnya ke pilot. Dan pilot pun menurunkan paksa keduanya, sebelum pesawat berangkat ke Jakarta.
Setelah turun dari pesawat, sekitar setengah jam kemudian kedua penumpang ini sadar dari mabuknya, dan kemudian dipulangkan oleh agen tiket perjalanan yang mengurus tiket mereka.
Kepala Sekuriti Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Ermansyah, mengakui kejadian tersebut. “Keduanya diturunkan paksa karena masih dalam pengaruh alkohol. Kemudian, keduanya dimintai keterangan serta meneken surat perjanjian agar tak membuat onar lagi,” katanya.
Kepala Pos Polisi Bandara Polonia Medan, Aiptu Saut Sihombing menambahkan, setelah keduanya sadar, mereka dipulangkan dengan pesawat lain. Karena Citilink tidak mau mengangkut mereka.
Kepala Seksi Angkutan Udara, Kelayakan Udara dan Pengoperasian Udara Otoritas Bandara (Otband) Bandara Polonia Medan, Havandi Gusli mengaku, jika ada kasus penumpang yang dinilai mengganggu penerbangan, pihak maskapai memang harus menurunkan si penumpang. “Daripada mengganggu penerbangan, penumpang harus diturunkan secepatnya. Menurunkan paksa penumpang bermasalah sudah menjadi kebijakan. Dalam hal ini, petugas security harus lebih jeli lagi dalam memeriksa calon penumpang saat melewati pemeriksaan X-Ray dan pemeriksaan orang,” pungkasnya. (jon)
Sahur Bersama Tokoh di Sumatera Utara, Hasbullah Hadi (19)
Banyak tema yang bisa dibicarakan saat sahur bersama dengan tokoh di Sumatera Utara. Termasuk, saat tim Sumut Pos menyambangi rumah Drs H Hasbullah Hadi SH MKn. Topik tentang pemilihan gubernur Sumut 2013, menjadi topik utama pembicaraan.
Tim Sumut Pos, Medan
KELUARGA: Hasbullah Hadi (tengah) bersama keluarga saat sahur bersama.//redyanto/sumut posPagi itu, rumah di Jalan Gelatik 7 Kecamatan Percut Seituan menjadi ramai. Tuan rumah, Hasbullah Hadi, dan keluarga tampak sibuk. Tim Sumut Pos telah tiba di rumah itu sekira pukul 03.40 WIB.
Di ruang tamu yang berukuran sedang, Hasbullah duduk berhadapan langsung dengan tim Sumut Pos. Perbincangan mengalir, mengerucut pada harapan dan prediksi situasi Sumut setelah Pilgubsu 2013. Bagaimana tidak, Hasbullah adalah anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrat. Selain itu, dia adalah bakal calon gubernur yang berniat maju melalui jalur independen.
“Seriuslah!” tegasnya ketika ditanya soal keseriusannya maju dalam even lima tahunan itu.
Tanpa diminta, Hasbullah pun langsung menceritakan latar belakang keseriusannya untuk ikut dalam Pilgubsu mendatang. “Mulanya saya tak berniat dan terpikir untuk maju di cagubsu ini karena pencalonan butuh dana yang banyak. Tapi sejak Januari- Februari lalu ada elemen yang datang ke saya meminta saya maju,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara tersebut.
Kata suami dari Nur Hanum Sitorus ini, awalnya ia sempat tak percaya diri untuk maju. Tapi ia yakin, bila sudah takdir, maka tak ada yang tak mungkin untuk menjadi gubernur seperti halnya Gatot Pujo Nugroho, Syamsul Arifin, bahkan Rudolf Pardede. “Kata mereka (elemen masyarakat yang mendatanginya, Red) dari sisi kapasitas saya tak ada bedanya dengan para gubernur terdahulu,” kata Hasbullah Hadi penuh percaya diri.
Setelah mendatani Hasbullah, ternyata elemen masyarakat itu langsung mendatangi Al Washliyah. Kedatangan elemen masyarakat itu lalu direspon Al Washliyah dengan berembuk mengumpulkan berbagai struktur organisasi Al Washliyah mulai dari Majelis Pendidikan, Majelis Aset, Majelis Dahwah, dan Majelis Politik. “Oleh Majelis Politik direspon dan kemudian mengundang para pakar seperti pakar politik, pakar ekonomi, pakar hukum, dan praktisi,” kata Hasbullah lagi.
Kemudian, lanjut Hasbullah Hadi, dari diskusi khusus itu, dibawa lagi ke rapat pleno. Dalam rapat pleno ada lima nama kader Al Washliyah yang diusulkan. “Ada nama Yunus Rasyid, Hardi Mulyono, Asren Nasution, Yulizar Parlahutan dan nama saya. Nama ini lalu dibawa ke rapat kerja wilayah. Diundanglah seluruh pimpian Al Washliyah yang ada di 22 kabupaten/ kota hingga akhirnya mengerucutkan nama dengan menetapkan saya sebagai calon yang maju,” tuturnya.
Pembicaraan sebelum santap sahur ini memang banyak didominasi Hasbullah. Sampai-sampai, saking semangatnya, santap sahur hampir terlewat karena waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 WIB. “Ayo sahur dulu. Nanti saja dilanjutkan ngobrolnya,” ajak Nur Hanum Sitorus, istri Hasbullah.
Pembicaraan pun akhirnya berlanjut di meja makan sambil bersantap sahur dengan menu udang sambal, ikan gembung bakar, ayam goreng dan tumis kangkung. Lagi-lagi, soal pilgubsu mendatang. “Selama puluhan tahun Al Washliyah mendukung kadernya yang maju. Kami dulu mendukung Syamsul Arifin, Oka Arya, Zulkarnain Damanik. Berdasarkan pengalaman mendukung dan menang, lalu Al Washliyah memutuskan untuk mengambil peran politik walaupun Al Washliyah sejatinya adalah organisasi sosial. Jadi, saya didukung Al Washliyah, bukan saya yang meminta dukungan. Kalau orang lain maju dengan meminta dukungan, kalau saya malah didukung,” kata Hasbullah sambil tersenyum.
Untruk itulah, Hasbullah menekankan, pada pilgubsu mendatang bukan hanya tentang dirinya. Tapi, momen itu adalah milik Al Washliyah. Dengan kata lain, Al Washliyah lah yang maju. Dan kebetulan, sosok yang dipilih adalah dirinya. Karena itu pula, niat maju tersebut tidak akan melibatkan kepartaian. Al Washliyah maju sebagai calon independen. “Dukungan dari jumlah KTP yang terkumpul sudah 300 ribu. Dukungan masih mengalir terus. Dukungan KTP tidak direkayasa atau KTP dibeli karena lengkap dengan tanda tangan pemilik KTP,” ujarnya.
Dalam sekian menit kemudian, Hasbullah menceritakan program kerja yang akan dilakukannya jika terpilih pada 2013 mendatang untuk memimpin Sumut. Perbincangan sempat terhenti, Sumut Pos dan Hasbullah menjalani salat Subuh. Sumut Pos memilih salat di masjid yang berada tepat di depan rumah Hasbullah.
Usai salat, perbincangan kembali terjadi. Lagi, masih soal niat dan rencana mantan wakil ketua DPRD Sumut itu. Beberapa tema lain sempat mengemuka, namun tidak begitu dominan. Hingga pukul 05.20 WIB, tim merasa cukup. Tim Sumut Pos pun permisi pulang.
Hasbullah mengantar hingga keluar pagar. Bahkan, dia sempat menjadi tukang parkir dadakan; memandau mobil tim Sumut Pos yang berbalik arah. Setelah berhasil berbalik arah, Sumut Pos langsung tancap gas. Dari kaca spion tampak Hasbulah melambaikan tangan. (*)
KARO-Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti terima audensi panita penabalan nama Jalan Rakoetta Sembiring Brahmana di ruang lobi kantor bupati, Selasa (7/8) jelang siang, sekitar pukul 11.30 WIB.
Dalam pertemuan kemarin, sesuai penuturan Karo Jambi, pihak Pemda Karo mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan pihak keluarga/panitia, untuk mewujudkan nama salah satu pejuang dijadikan nama jalan.
Namun guna merealisasikan impian itu, Bupati Karo juga menghimbau pihak panitia, agar secepatnya melengkapi berkas persyaratan secara administratif kepada pemerintah.
“Kita akan bantu sepenuhnya. Satu kebanggan pejuang dan pemikir kabupaten ini diangkat ke tingkat nasional. Saya pikir tidak ada hambatan dalam hal ini. Kita siap koordinasi lebih lanjut,” kata bupati.
Dalam kesempatan kemarin, Karo Jambi juga menyambut posisif gelar tabur bunga di Makam Pahlawan Kabanjahe, yang rencananya akan digelar pada tangga 13 Agustus mendatang oleh panitia dan keluarga alm. Rakoetta.
Dalam kegiatan ziarah nantinya, akan dilakukan tabur bunga di makam mantan Bupati Karo era 1950-1954 itu, beserta makam para pejuang lainnya yang bersemayam di Makam Pahlawan tersebut.
Usai memberi penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur, acara dilanjutkan dengan deklarasi pengusulan nama jalan Rakoetta Sembiring Brahmana.
DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, kepada wartawan mengatakan, Pemda Karo sangat merespon kegiatan gelar tabur bunga jelang HUT Proklamasi RI-67, sekaligus pengusulan nama jalan tersebut.
Ketua panitia penabalan nama jalan, Masdin Ginting, didampingi Sekretaris Reynaldy Sembiring dan penasihat Nancy Meininta Brahmana (cucu Rakoetta,red) menyatakan, dengan respon positif yang diberikan bupati, pihak panitia dan keluarga mengucapkan terima kasih. (wan)
BELAWAN- Sebanyak 600 balperss (pakaian bekas) impor sitaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Teluknibung, Tanjungbalai, Kamis (9/8) kemarin, dimusnahkan di kawasan Jalan Seruai Kecamatan Medan Labuhan. Sayangnya, barang sitaan sepanjang tahun 2010 hingga 2011 itu tidak seorang pun tersangka berhasil diamankan meski negara nyaris dirugikan mencapai miliaran rupiah.
Amatan Sumut Pos di sekitar lokasi pemusnahan, ratusan bal pakaian bekas dan sepatu asal Malaysia yang masuk ke dalam negeri secara ilegal selama dua tahun terakhir tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar. Balperss sitaan petugas BC Teluknibung Tanjungbalai itu terpaksa dibawa dan dimusnahkan di Medan dengan alasan keamanan.
“Seluruh pakaian bekas impor ini sengaja dikirim dari Tanjungbalai untuk dimusnahkan di Medan guna kepentingan keamanan. Pengiriman dilakukan menggunakan truk kontainer dengan pengawalan ketat,” kata, Zulfaini petugas KPPBC Teluk Nibung Tanjungbalai.
Menurutnya, seluruh pakaian bekas impor sitaan yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari empat kasus yang ditangani pihaknya. Pemusnahan juga dilakukan guna menghindari bibit penyakit berbahaya yang terkandung didalam sejumlah pakaian eks impor tersebut.
“Penyelidikan sudah dilakukan, tersangkanya tidak ada. Pemusnahan barang bukti dari ke empat kasus ini diminta Dirjen Bea Cukai dan Menteri Keuangan untuk segera dimusnahkan,” terangnya.
Ketika pembakaran barang bukti balperss selundupan berlangsung, sejumlah masyarakat terlihat memadati lokasi pemusnahan. Meski dijaga ketat aparat keamanan, namun warga berhasil mengecoh petugas dengan mengambil dan membawa kabur pakaian bekas tersebut untuk dipakai maupun dijual kepada penadah pakaian bekas di Belawan. “Pakaiannya masih bagus-bagus kan sayang harus dibakar. Kalaudikasih ke masyarakat seperti kami kan lebih bermanfaat,” tutur seorang warga, Holmes. (mag-17)
Pasaribu salah seorang warga.(mag-17)
MEDAN- Sesosok mayat pria tak dikenal ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA) di Dusun I Namobintang, Pancurbatu, Deliserdang, Kamis (9/8) pagi. Diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan yang sebelumnya dibakar lalu dibuang di TPA.
Selain tubuh dan pakaiannya terbakar, di bagian leher pria mayat itu ditemukan luka yang diduga bekas sabetan benda tajam. Tangannya dalam kondisi terikat ke belakang, dan mulutnya disumpal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan koran ini, Kamis pagi, sesosok mayat berjenis kelamin pria ditemukan pemulung yang biasa beraktivitas di TPA itu.
Temuan mayat itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Pancurbatu. Selanjutnya petugas Mapolsekta Pancurbatu turun ke lokasi lalu mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum (RSU) H Adam Malik. “Kita menduga dia (mayat) korban pembunuhan yang dihabisi di tempat lain,” kata Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu SH. (jon/far)
LUBUKPAKAM-Tiga unit mobil; dua truck dan satu Suzuki APV tabrakan di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Lubukpakam kilometer (Km) 18 Desa Tanjungmorawa B Kecamatan Tanjungmorawa, tepatnya di depan gudang CV Titian Ekspres, simpang Abunawas, Kamis (9/8), sekitar pukul 06.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun ke tiga unit mobil itu mengalami rusak khususnya mobil container BK 8874 BY yang dikemudikan Ahmad Aji Syahputra (30) warga Jalan Mangaan Desa Mabar Kecamatan Medan Deli. Ahmad mengalami luka dibagian kaki kiri dan dirawat di Klinik Hamidah tidak jauh dari lokasi kecelakaan.
Informasi yang diterima, pagi itu mobil Suzuki APV BK 68 VK yang dikemudikan Efendi Sanjayanto (35) warga Dusun IV Desa Celawan Kecamatan Pantaicermin, Serdangbedagai (Sergai) melaju dari Medan menuju Lubukpakam. Dari arah yang sama muncul truk Fuso BK 8131 BE yang dikemudikan Parlindungan Sirait lalu menyenggol bagian belakang kiri Suzuki APV.
Ahmad Aji pengemudi container BK 8874 BY gugup lalu membanting stirnya ke kiri untuk menghindari mobil yang berada di depannya. Alhasil truk nya masuk ke dalam parit. Ahmad Aji Syahputra itu pun terjepit di dalam truk. Sedangkan sopir Suzuki APV dan truk fuso berhasil selamat.
Kecelakaan itu mengakibatkan arus lalu lintas macet beberapa saat. Namun pihak Satuan Lalulintas Polres Deliserdang turun ke lokasi dan mengevakuasi Ahmad Aji Syahputra ke rumah sakit. Selanjutnya, ketiga mobil itu digiring ke Polres Deliserdang untuk penyidikan lebih lanjut.(btr)