LONDON—Pelari Jamiaka yang sukses meraih medali emas Olimpiade 2012, Usain Bolt ingin mencoba peruntungan di dunia sepak bola.
Tak tanggung-tanggung, pria 25 tahun tersebut ingin mengolah si kulit bundar bersama klub raksasa asal Inggris, Manchester United.
Bak gayung bersambut, impian pelari Jamaika tersebut mendapatkan jalan. Kabarnya pemain belakang MU, Rio Ferdinand siap menjadi jembatan agar Usain Bolt bisa bermain di MU.
Dalam wawancara dengan BBC, Bolt mengaku Rio Ferdinand menyatakan niatnya itu lewat twitter.
“Rio Ferdinand telah menge-tweet saya dan mengatakan dia akan menggaet saya untuk uji coba jadi saya berharap untuk itu,’’ ujarnya kepada BBC, Selasa (7/8) waktu setempat. “Rio akan mengatur pertemuan itu dan saya akan berbicara dengan Sir Alex Ferguson,’’ tambahnya. (zul/jpnn/ful)
JAKARTA-Lama ditunggu, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) akhirnya melakukan pembayaran hadiah kepada klub juara kompetisi IPL Semen Padang FC (SP). Tapi, klub belum tersenyum lega. Uang hadiah tidak diterima seluruhnya karena PT LPIS membayarnya dengan dicicil.
CEO PT LPIS Widjadjanto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembayaran walaupun dengan mencicil ke Semen Padang. Langkah mencicil hutang tersebut dilakukan karena PT LPIS ingin memenuhi komitmen kepada peserta kompetisi.
Kendati demikian, tidak semua klub pemenang yang berhak atas hadiah bisa menikmati cicilan dari PT LPIS itu. Untuk sementara, hanya Semen Padang dan Persepar Palangkaraya yang menerima karena mereka berstatus juara IPL dan Divisi Utama musim kompetisi 2011-2012.
Sayang, saat ditanya lebih lanjut, Widja belum bisa merinci berapa jumlah cicilan yang telah dibayarkan oleh PT yang menanungi kompetisi IPL dan Divisi Utama tersebut.
“Aku akan cek ke kantor, setahuku udah jalan cicilan ke juara IPL dan juara Divisi Utama,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos), kemarin (8/8).
Dia menegaskan bahwa hutang yang ditanggung LPIS kepada Semen Padang ataupun kepada yang lainnya tetap akan dibayar meski waktunya belum jelas.
Untuk melunasinya, saat ini PT LPIS sedang melakukan negosiasi akhir IPL Rights dengan stasiun TV swasta yang menayangkan IPL. “Itu untuk bisa membantu melunasi uang hadiah,” terang Widja.
Sementara itu, untuk hadiah individu bagi pemain terbaik maupun kategori lainnya, PT LPIS sampai saat ini masih mengajukan klaim ke salah satu sponsor yang menanggung hadiah tersebut, Nike. “Sudah kami ajukan klaim bayar ke sponsor Nike,” tutur lulusan Universitas Airlangga tersebut.
Saat dikonfirmasi ke CEO Semen Padang Erizal Anwar, pihaknya membenarkan jika sudah ada cicilan dari PT LPIS. Hanya, besaran yang diberikan tidak sesuai klaim Widja yang dipaparkan melalui pesan singkat kepadanya.
“Mereka bilang sudah cicil Rp100 juta untuk hadiah Piala Indonesia dan Rp500 juta untuk juara IPL. Kenyataannya, saya periksa cuma Rp100 juta yang masuk. Rp500 jutanya belum,” paparnya, kemarin (8/8).
Dia sangat menyesalkan terkait lambatnya pembayaran dari PT LPIS. Padahal , uang hadiah total Rp4,3 miliar yang terhutang tersebut sangat dibutuhkan dan bakal digunakan sebagai uang muka (DP) kontrak pemain untuk musim depan.
“Harusnya September sudah dibayarkan semua. Kami butuh sekitar Rp3 Miliar untuk DP pemain. Jangan sampai molor,” tegas Erizal. Di sisi lain, klaim Widja sudah melakukan cicilan kepada Juara Divisi Utama Persepar ternyata hanya isapan jempol belaka. Sekretaris umum Persepar Rio Denamore Dau mengaku belum meneriam sepeser pun dari PT LPIS.
“Belum ada (cicilan) yang masuk. Kami butuh uang itu karena untuk bonus dan gaji pemain. Terpaksa pembayarannya sampai saat ini masih kami tunda,” ucapnya saat dikonfirmasi, kemarin. (aam/jpnn)
MEDAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan bakti sosial ke Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah yang terletak di Jalan Kl. Yos Sudarso No 1 Km 6, Senin (6/8).
Dalam kunjungannya ke panti asuhan ini, BEM Fisip UMSU memberikan bantuan sembako seperti beras, gula, mie instans, minyak, tepung dan perlengkapan mandi.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan buka puasa BEM Fisip UMSU yang dilaksanakan pada hari Rabu (1/8) yang bertempat di kantin Fisip UMSU. Acara ini dihadiri oleh para alumni Fisip UMSU dari Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Fisip UMSU, pengurus BEM se-UMSU dan UKM UMSU, IMM Fisip. Pada buka puasa bersama tersebut, BEM Fisip UMSU melalui ketuanya Syaiful Ramadhan mengajak seluruh undangan yang hadir pada acara tersebut untuk mau menyisihkan uang sakunya untuk kegiatan bakti sosial.
“Dibulan yang penuh berkah, marilah kita berbagi sesama umat yang memerlukan dengan menyisihkan uang dalam saku kita ini,”himbau Syaiful.
Kegiatan ini juga didukung oleh pihak dekanat Fisip UMSU. Melalui Wakil Dekan I Drs. Syafrizal MSI mengatakan pihak dekanat memberikan apresiasinya kepada BEM Fisip karena mampu melaksanakan acara yang dapat mempererat tali silaturrahim tersebut.
“Dekanatmendukung acara seperti ini, ‘’ ucapnya. (gus)
MEDAN – Dalam rangka memperingatan Nuzul Quran, Lanud TNI-AU Soewondo Medan, mengadakan pertandingan cerdas cermat (Fahmil) Quran sejajaran TNI-AU di Lanud TNI-AU Soewondo Medan. Dalam perlombaan yang diikuti oleh seluruh jajaran TNI-AU tersebut, Rumah Sakit (Rumkit) TNI-AU menang sebagai Juara I dalam perlombaan tersebut.
Danlanud TNI-AU Soewondo Medan, Kolonel PNB A Rasyid Jauhari mengatakan, Fahmil Quran dilakukan di Aula Silindung Lanud Soewondo yang diikuti oleh perwakilan masing-masing dari dinas dan personel di jajaran TNI-AU Medan. Diantaranya, Dinas Logistik TNI-AU, Dinas Khusus TNI-AU, Dinas Operasi TNI-AU, Sat Pom AU dan Dinas Rumah Sakit TNI-AU yang dilaksanakan pada Senin (6/8) lalu. “Lomba ini dilakukan dalam rangka membina mental para personel dan juga mempertebal ilmu personel dalam hal keagamaan,” katanya.
Sambungnya, perlombaan dipimpin oleh Kapten Sus Mulyana, selaku Kasi Bintal Lanud TNI-AU Soewondo, didampingi dua juri yakni Mayor Kes Joemadi dan Letda Adm Hanif Junaidi. “Perlombaan dibagi atas dua tahap yakni tahap pertama merupakan babak pertanyaan yang ditujukan kepada masing-masing dinas dan bila benar jawabannya akan mendapatkan nilai 100,” sebutnya. Sedangkan untuk tahap kedua pertanyaan dilemparkan kepada seluruh peserta. “Perlombaan Fahmil Quran ini juga dihadiri oleh seluruh pejabat Lanud TNI-AU Soewondo dan seluruh personel Lanud TNI-AU Soewondo Medan,” ujarnya (jon)
SWANSEA – Usai didepak Manchester United, Michael Owen masih belum menemukan pelabuhan kariernya. Striker Stoke City, Peter Crouch mencoba memanfaatkan situasi tersebut.
Kini, santer diberitakan bahwa Stoke berniat untuk mendatangkannya. Bahkan, Crouch dikabarkan tengah merayu pemain yang pernah merumput di Liverpool, Real Madrid dan Newcastle tersebut agar bersedia bergabung bersamanya di Britannia Raya.
“Bergabung dengan Stoke bukan suatu langkah mundur. Saya lebih bahagia memainkan peran besar dalam suatu klub kecil, ketimbang sebaliknya,” sambung Crouch.
Crouch juga menjamin tempat reguler untuk Owen apabila ia nantinya bergabung bersama The Potters. “Apabila ia ingin bermain reguler dan kembali menikmati sepak bola, saya rasa inilah tempat yang ideal,” tutupnya. (net/jpnn)
SALAH satu klub profesional Inggris gagal mendapatkan sponsor utama. Sebagai bentuk kekecewaan, mereka melakukan foto tim sambil bertelanjang dada. Ya, itulah yang dilakukan klub League One (Divisi Dua) Inggris, Yeovil Town.
KECEWA: Skuad Yeovil Town berfoto tanpa kaos sebagai bentuk kekecewaan tak dapat sponsor. //net
Yeovil gagal mendapatkan sponsor utama untuk menjalani musim ini. Padahal, klub yang dijuluki The Glovers itu setidaknya butuh £100 ribu atau setara Rp1,5 miliar untuk musim ini. Setiap negosiasi mereka untuk mendapatkan sponsor selalu gagal.
Jika gagal mendapatkan sponsor utama hingga musim dimulai, 18 Agustus 2012 mendatang, maka Yeovil akan mengenakan seragam tanpa sponsor. Dan pelatih Yeovil, Gary Johnson, memerintahkan tim asuhannya untuk melakukan foto tim bertelanjang dada.
“Saya tidak bisa melihat artinya melakukan foto tim tanpa sponsor. Jadi, kami memutuskan untuk telanjang dada saat pengambilan foto,” ujar Johnson seperti dilansir The Sun. (net/jpnn)
Wali Kota Diminta Tindak Oknum Pungli Uji Kompetensi
MEDAN-Ketua Gabungan Pendidik Tenaga Kependidikan (GPTENDIK) Sumut, Fj Pinem MSc, MPd meminta Wali Kota dan Kadisdik Medan, untuk mengambil tindakan tegas terkait adanya pengutipan yang dilakukan sejumlah oknum terhadap guru yang mengikuti pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG).
Kutipan yang dilakukan oleh oknum Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) kecamatan senilai Rp15.000 hingga Rp50.000 terhadap setiap guru ini dikutip dengan dalih pembayaran uang kartu ujian, dianggap tidak etis karena seluruh biaya pelaksanaan UKG ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
“Uji Kompetensi Guru (UKG) yg dilaksanakan pemerintah melalui Kemendikbud tujuannya sangat baik dan perlu diapresiasi. Karena tujuannya hanya untuk pemetaan kualitas dan kinerja guru. Tidak ada kaitannya dengan tunjangan profesi guru dan tidak ada istilah lulus atau tidak lulus seperti halnya PLPG,”terang Pinem, saat dikonfirmasi, Rabu (8/8).
Masih menurut Pinem, untuk pelaksanaan UKG tersebut pemerintah telah menyediakan dana secukupnya dengan tidak membebani para guru.
“Ternyata dibeberapa kecamatan, khususnya di Kota Medan kami juga mendapat laporan bahwa ada kutipan yang besarnya bervariasi antara Rp10.000 hingga Rp30.000 yg dilakukan oleh oknum UPTD Kecamatan. Sementara, saat kita tanyakan langsung ke Kadisdik Medan, Rajab Lubis mengaku tidak tahu menahu soal itu, hanya ulah oknum UPTD kecamatan saja,”ungkap Pinem.
Kebijakan tersebut, sambungnya, sengaja dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan merusak citra pendidikan.
Oleh karena itu, Pinem meminta pada Kadisdik Medan dan Wali Kota Medan agar mengusut siapa dalangnya dan jika terbukti melakukan pengutipan, sebaiknya dipecat dari jabatannya karena telah merusak citra pendidikan di Indonesia.
Sebelumnya Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Sumut, Ali Nurdin juga meminta Dinas Pendidikan Kota Medan untuk menindak para oknum yang sengaja memanfaatkan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) dengan melakukan kutipan antara Rp15.000 hingga Rp50.000 dengan dalih pembayaran uang kartu ujian.
Nurdin menyebutkan, pelaksanaan UKG ini sama sekali tidak ada pembayaran karena dibiayai langsung oleh pusat. Jika ada yang melakukan pengutipan dengan dalih untuk uang kartu atau sosialisasi kegiatan atau dengan dalih memberikan biaya transpot para petugas dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) atau petugas lain dari Dinas Pendidikan Pendidikan, itu tidak dibenarkan, karena semuanya sudah mendapatkan dana dari pusat.
“UKG ini hanya untuk mengukur kampuan guru, jadi tidak lazim kalau ada yang memanfaatkannya untuk melakukan pengutipan kepada guru. Disdik Medan harus segera mengambil tindakan,”kata Ali Nurdin.
Sebelumnya seorang guru SD Harapan Medan, Parlin mengaku diminta bayaran Rp15.000 untuk kegiatan pelaksanaan UKG ini. Padahal, setahu dia kegiatan ini sudah dibiayai oleh pemerintah, karena UKG sifatnya hanya untuk pemetaan para guru yang ada di Medan. “Kami keberatan dengan kutipan yang berdalih uang kartu ini, kalau tidak bayar tidak ikut ujian,”kata Parlin yang mengaku mendapatkan keluhan serupa dari guru lainnya.
Kadisdik Medan, Rajab Lubis saat dikonfirmasi mengatakan, akan melakukan tindakan tegas jika memang terbukti ada petugas UPTD yang melakukan pengutipan.
“Kita akan melakukan tindakan sesuai dengan undang-undang kepegawaian, jika memang terbukti telah melakukan tindakan pidana seperti pengutipan liar dalam dalih uang bagi guru yang mengikuti UKG. Karena untuk diketahui pengutipan itu tidak benar karena telah
Rajab mengakui menentang sikap seperti pungutan liar apalagi terhadap guru.
Bahkan, bilang Rajab, jika saat ini Kadisdik Medan terus melakukan penelusuran atas sejumlah pengaduan adanya pengutipan.
“Kalau kita lihat saat ini Medan Johor dan Medan Amplas adalah kecamatan yang rawan. Kita akan terus melakukan penelusuran atas kasus ini,”sebutnya mengakhiri. (uma)
MEDAN-Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil menggelar perekaman e-KTP keliling di pusat perbelanjaan, kantor instansi serta pabrik. Terobosan ini dilakukan dalam rangka pelayanan prima kepada warga agar semua warga Kota Medan terdata dan tidak ada lagi yang tidak terekam program e-KTP. Saat melakukan sidak penyaluran e-KTP di Kantor Camat Medan Johor, Rabu (8/8), Wakil Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin Msi didampingi Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Muslim Harahap SSos MSP mengimbau kepada warga yang belum melakukan perekaman e-KTP agar mendaftarkan diri dan langsung mendatangi kantor camat masing-masing untuk melakukan perekaman e-KTP.
“Kartu tanda kependudukan ini sangat penting dan sangat dibutuhkan karena diakui secara nasional,” katanya.
Dikatakannya, untuk Kota Medan sudah tersalur sebanyak kurang lebih 40.000 e-KTP kepada masyarakat dari 700.000 yang sudah diterima dari pusat, namun masih ada beberapa kecamatan yang masih belum melakukan penyaluran e-KTP kepada masyarakat, karena ada kerusakan alat sepertri Medan Sunggal dan Medan Amplas.
Selain itu juga Dzulmi Eldin mengimbau kepada masyarakat agar pengambilan e-KTP ini harus langsung oleh pemilik KTP, karena harus melakukan sidik jari lagi untuk menentukan apa benar mereka yang mempunyai KTP tersebut.
Untuk itu diimbau kepada masyarakat agar segera datang, walaupun ada yang melalui panggilan atau sambil lewat tidak ada masalah nanti akan didata dan ini tidak dipungut biaya.
“Kecamatan diminta meningkatkan intesitas penyalurannya e-KTP kepada masyarakat, lurah dan kepala lingkungan diminta berkerjasama,” tegas Dzulmi Eldin.
Kepala Dinas Kpendudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, Muslim Harahap SSos MSP mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menerima e-KTP.
Dikatakannya, kepada masyarakat yang belum terekam agar segera mendatangi kecamatan, seperti masyarakat yang baru pindah atau sibuk bekerja sehingga belum sempat merekam e-KTP. Bagi yang berada di pusat-pusat perbelanjaan atau di kantor-kantor akan diadakan perekaman keliling.
“Kita akan melakukan perekaman e-KTP secara keliling, hari ini kita melakukan perekaman keliling di Pusat Pasar, di sana kita sudah turunkan petugasnya mobil kita akan terus keliling sesuai jadwal sehingga tidak ada lagi warga masyarakat Kota Medan yang belum terekam,” ujar Muslim. (gus)
MEDAN-Kebakaran kembali terjadi di Medan. Persis kejadian sebelumnya, kebakaran yang terjadi di sebuah rumah toko (ruko) yang penuh jerjak besi menimbulkan korban tewas. Seorang pengusahan restoran beserta istri dan dua anaknya tewas terbakar tanpa bisa ditolong karena pintu dan jendela penuh dengan besi.
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi jenazah korban kebakaran di Jalan Gandhi Medan, kemarin.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Peristiwa ini terjadi di ruko yang terletak di Jalan Gandhi No 225 simpang Jalan Emas pada Selasa (7/8) dini hari sekira pukul 04.15 WIB. Akibat kejadian ini empat orang penghuni rumah, Suwandi alias Aquang alias Ting Kuang (66), Paulina alias Fong Mei Tai (64), Johan (37), dan Joni (34)n
tewas di tempat.
Berdasarkan informasi, empat korban penghuni rumah tewas terpanggang di tempat karena terjebak api. Keempatnya tak bisa keluar karena ruko semua tertutup dan tak ada yang melarikan diri.
“Setelah saya keluar, saya melihat ada api dari rumah itu. Api pertama sekali berasal dari Lantai III dan terus merambat ke Lantai II terus ke Lantai I,” jelas saksi mata, Halim (22).
Hal senada juga diucapkan Kepala Lingkungan VIII, Baginda Siregar saat ditemui di lokasi kebakaran. “Semua meninggal di tempat,” jelasnya.
Sementara, Polmas Polsekta Medan Area, Aiptu Valentina Saragih mengatakan, saat kejadian keempatnya sedang tertidur. “Api langsung cepat merambat ke Lantai II tempat orangtuanya tidur dan mereka semua terpanggang,” ujarnya di lokasi kejadian.
Dia menambahkan, sejatinya korban memiliki empat orang anak. “Yang dua lagi dan tak berada di TKP saat kejadian yakni Juli tinggal di kawasan Polonia bersama dengan suaminya dan Sherly yang tinggal di Jakarta bersama dengan suaminya. Sedangkan yang dua lagi yang meninggal dunia di dalam rumah karena kebakaran itu masih lajang dan belum menikah,” ucap petugas yang fasih dalam berbahasa China.
Api baru bisa dipadamkan setelah 11 armada milik Pemko Medan hadir di lokasi. Dengan bantuan warga sekitar api berhasil dijinakkan sekira pukul 06.30 WIB. Praktis, kebakaran di ruko tersebut diperkirakan berlangsung selama 2, 5 jam lebih.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas mendapati tubuh keempat korban sudah tidak bernyawa. Jenazah keempatnya pun dibawa ke RS dr Pirngadi Medan untuk keperluan otopsi. “Rencananya kita akan semayamkan di Balai Persemayaman Angsapura,” kata Vincent alias A Sen (27), kerabat korban.
A Sen menambahkan, pamannya itu, Suwandi alias Aquang alias Ting Kuang merupakan pengusaha restoran. “Kalau saya tak salah restorannya yang ada di Pekanbaru, Riau, baru diresmikan dan mereka baru pulang itu Selasa pagi dari sana,” bebernya.
Menurut salah seorang penjaga malam, Zulfikar (34), awalnya dia hanya melihat kumpulan asap tebal keluar dari celah jendela di Lantai III. “Memang giliran saya yang jaga malam saat itu. Saya lihat ada asap yang keluar dari lantai tiga dan saya panggil teman lain dan polisi. Kami berusaha mendobrak pintu pagar besi. Ada dua pintu pagar besi di lantai dasar rumah itu. Mereka tak bisa menyelamatkan diri karena rumah mereka di bagian pintu dan jendela dipasangi besi,” bebernya.
Anak Korban Memaksa Masuk
Sementara itu, Juli (28) anak korban tampak hadir di lokasi kebakaran. Warga kawasan Polonia Medan yang datang ke rumah orangtuanya itu terlihat sedih dan panik. Tak pelak ada sedikit keributan di lokasi. Juli memaksa masuk ke rumah orangtuanya yang telah terbakar itu sementara petugas Pus Labfor sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (Olah TKP).
“Maaf Bu, untuk sementara dilarang masuk karena petugas Labfor Polda mau melakukan olah TKP,” kata Kapolsekta Medan Area, Kompol Sonny W Siregar SH.
Juli yang sudah masuk dan melewati garis polisi mengatakan dia masuk mau mengambil barang-barang keluarga. “Saya anaknya dan saya masuk mau ambil barang-barang berharga yang masih ada tinggal,” jawabnya.
Sonny W Siregar pun menjelaskan bahwa selama petugas olah TKP, tak boleh satu orang pun bisa masuk. “Kami saja tak masuk dari tadi,” sambung Sonny.Namun, setelah terjadi perdebatan beberapa menit kemudian, akhirnya Juli diizinkan masuk dan itu pun hanya Juli seorang saja. Sedangkan suami dan kerabatnya tak diizinkan masuk oleh petugas. “Anaknya yang hidup itu tinggal Juli dan satu lagi di Jakarta. Wajar saja kalau dia masuk dan mengurus semua ini,” ujar salah seorang kerabat yang tak mau disebutkan.
Sementara itu, hingga pukul 22.00 WIB, puluhan orang yang terdiri dari kerabat, keluarga dan sanak famili korban masih memenuhi Balai Sosial Angsapura Jalan Asia, Medan.
Kedatangan kerabat korban, selain memberikan sumbangan sekaligus turut mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang telah ditinggal pergi, terutama kepada kedua anak kandung korban, Eli (30) dan Juli (28).
Pantauan di ruang VIP B dan C Balai Sosial Angsapura, tempat persemayaman keempat korban pada Senin malam (7/8), aEli dan Juli terus memanjatkan doa terhadap jasad kedua orangtua dan kedua abang kandungnya.
Dalam kesempatan itu sejumlah kerabat korban meminta wartawan koran ini untuk tidak mewancarai kedua korban. Bahkan agar tidak menganggu proses penghaturan doa, wartawan juga diminta untuk tidak mengabadikan prosesi persemayaman dengan kamera.
“Jangan dulu ya, kita masih proses sembahyang, kalau mau lihat silahkan saja tapi jangan bertanya dulu kepada mereka,”ujar pria paruh baya berbaju putih dan berkacamata yang mengaku famili korban.
Dari informasi yang didapat dari seorang petugas balai sosial Angsapura, rencananya jasad korban akan berada di Balai Sosial Angsapura selama tiga hari atau tepatnya hingga Jumat (10/8) dan pada hari tersebut korban akan menjalani proses kremasi.
“Rencananya seluruh korban akan dikremasi di Tanjungmorawa,” sebutnya.
Kebakaran juga Terjadi di Jalan Puri dan Jalan Sekip
Selain ruko di Jalan Gandhi No 225 simpang Jalan Emas terbakar, ternyata ada dua tempat lain yang juga terbakar. Pertama, Jenny Salon yang terletak di Jalan Sekip, Medan Petisah, dan kedua sebuah kios di Jalan Puri Medan.
Diduga dari hubungan arus pendek, Jenny Salon milik Zainal (63), warga Jalan Sekip, Medan Petisah, terbakar. Korban jiwa tak ada dan kerugian diprediksi mencapai puluhan juta. “Kebakaran disebabkan hubungan arus pendek dari genset,” kata Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, AKP Andik E SIK.
Sementara di Jalan Puri, kebakaran melanda sebuah kios yang berada tepat di depan rumah milik Nasrul Pelangi alias Galang (54), Jalan Puri No.152 B, samping Gang Nangka, Medan Area, Selasa (7/8) pagi. Korban jiwa tidak ada namun kerugian diperkirakan jutaan rupiah.
Kebakaran diduga karena Nasrul lalai dalam mengisi bahan bakar minyak bensin kedalam botol kemasan yang akan dijualnya. Saat mengisi bahan bakar bensin, anaknya sedang menyalakan lilin tak jauh dari dirinya mengisi bensin. Dengan begitu cepat, bensin yang berada didekat lilin tersebut menyambar api dan kabakaran terjadi.
Kapolsekta Medan Area, Kompol Sonny W Siregar SH, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Dugaan sementara kebakaran api disebabkan dari lilin saat pemilik rumah mengisin bensin. Untuk saat ini, kita sudah memintai keterangan 3 orang saksi. Penyebab sementara kebakaran dari lilin dan masih kita lidik,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik rumah Nasrul mengaku, api dengan cepat menyambar saat mengisi bensin. “Nanti dulu karena saya masih mengurusi ini semua dan kebakaran karena saya sedang mengisi bensin tadi,” akunya. (jon/uma/mag-10)
Subuh Membara
Lokasi: Satu unit ruko di Jalan Ghandi No 225, simpang Jalan Emas Medan.
Selasa (7/8)
Pukul 02.00 WIB
Keempatnya baru pulang dari Pekanbaru usai meresmikan restoran mereka yang baru dibuka.
Pukul 02.15 WIB
Keempat penghuni rumah tertidur.
Pukul 04.15 WIB
Tiba-tiba api disertai dengan asap tebal menjalar dari Lantai III yang membakar Johan dan Joni, selanjutnya api terus merambat ke Lantai II yang dihuni Suwandi dan istrinya, Paulina.
Pukul 04.30 WIB
Pemadam kebakaran Pemko Medan dan dibantu warga memadamkan api.
Pukul 06.30 WIB
Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dan selanjutnya keempat jenazah dievakuasi ke RS dr Pirngadi Medan untuk keperluan otopsi.
Pukul 11.00 WIB
Petugas Pus Labfor Polda Sumut turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Sumber : Keterangan Kepolisian & Warga Sekitar.
INSIDEN KEBAKARAN RUKO
Fakta
Banyaknya korban tewas kebakaran di ruko bukanlah semata-mata disebabkan oleh besarnya api tapi sulitnya korban menyelamatkan diri.
Desain keamanan rumah yang rumit.
Pintu pengaman depan ruko dibangun berlapis-lapis.
Jeruji tebal dengan desain ‘kandang harimau’ seperti kotak tertutup yang menyulitkan penyelamatan oleh orang yang berada di luar.
Alternatif
Bila tinggal di ruko/rumah yang pintu pengamannya terlanjur dibangun berlapis maka usahakan kunci pintu berada pada tempat yang mudah dan cepat terjangkau.
Pertahankan keberadaan lorong kebakaran.
Simpan kunci cadangan rumah di tempat yang mudah diingat .
Letakkan alat penerang di tempat yang mudah dijangkau menjaga kebakaran terjadi pada malam hari.
Sediakan selalu racun api di rumah Anda.
Infrastruktur Pemadam Kebakaran
Belajar dari musibah kebakaran yang terjadi pada bangunan ruko dengan desain pintu pengaman yang sulit seharusnya Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran menyediakan alat khusus yang bisa mendongkrak dengan cepat konstruksi pintu ruko.
Penyediaan alat penyelamatan berupa busa, kasur, atau apa saja yang dapat memastikan keselamatan orang yang melompat dari ketinggian.
Peningkatan kualitas kerja dan kuantitas perlengkapan kerja pencegah pemadam kebakaran.
CEGAH KORSLETING
Kebakaran akibat hubungan arus pendek (korsleting) adalah kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api. Inilah yang memicu kebakaran. Bagaimana mencegahnya?
Percayakan pemasangan instalasi rumah/bangunan pada instalatir yang terdaftar di PLN.
Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar.
Jika sering putus jangan menyambung dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu.
Periksa secara rutin kondisi isolasi pembungkus kabel, bila ada isolasi yang terkupas atau menipis segera ganti.
Gantilah instalasi bangunan secara menyeluruh minimal lima tahun sekali.
Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai kapasitas hantar arus.
Sahur Bersama Tokoh di Sumatera Utara, Iswanda Nanda Ramli (17)
Tim Sahur Sumut Pos kali ini berkesempatan bersahur di rumah tokoh pemuda yang juga Bendahara PSMS Medan Iswanda Nanda Ramli. Banyak hal yang terungkap dalam perbincangan menjelang imsak. Mulai dari sepak terjangnya di organisasi kepemudaan (AMPI), partai politik hingga olahraga yang paling digemarinya, sepak bola. Seperti apa?
Tim Sumut Pos, Medan
LESEHAN: Ketua AMPI Medan, Iswanda Nanda Ramli dan keluarga duduk lesehan sebelum sahur bersama Sumut Pos.
Seperti biasa, Tim Sahur Sumut Pos berkumpul di Graha Pena sekira pukul 03.00 WIB. Setelah seluruh anggota berkumpul, tim pun meluncur ke Jalan Zainul Arifin, Kampung Madras.
Tak sulit mencari rumah Nanda yang berada di Gang Batik Keris Nomor 10 A, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah. Pasalnya, setiap warga yang ditanya langsung mengarahkan kami menuju rumah Ketua DPD AMPI Kota Medan ini.
Akhirnya kami sampai di rumah permanen berlantai dua. Begitu tiba di depan pintu, Nanda yang saat itu mengenakan baju koko putih, langsung menyambut hangat kedatangan tim sahur Sumut Pos.
“Silahkan masuk, Adinda.
Inilah rumah saya, tidak susahkan tadi mencari alamat rumah saya?” kata Nanda.
Tanpa sungkan, kami langsung masuk dan duduk di sofa. Nanda pun memperkenalkan anaknya Muhammad Fadlan (12), kepada Tim Sahur Sumut Pos. Tak lama berbincang, Nanda langsung mengajak kami untuk bersantap sahur. Pasalnya, sebelum kami datang, istrinya Erniati, telah menyiapkan makanan sahur untuk disantap bersama.
“Ayo makan dulu, hidangan telah disediakan. Soalnya, kalau kelamaan, keburu imsak,” kata Nanda dan diamini istrinya, Erniati.
Tim pun satu per satu mengambil makanan yang telah disediakan. Kami duduk lesehan di depan televisi berukuran 29 inci. Sambil menyantap makanan, perbincangan ringan pun mengalir.
“Kalau saya, teh manis hangat tidak pernah ketinggalan. Karena teh manis baik untuk menambahkan stamina. Apalagi selama melaksanakan buka puasa,” kata Nanda membuka perbincangan.
Disebutkannya, meski cukup banyak acara yang harus dihadirinya selama Bulan Suci Ramadan ini, dia tetap mengupayakan untuk berkumpul bersama istri dan anaknya. “Ya, biasalah, selama Ramadan ini saya selalu sibuk dengan acara buka puasa serta safari Ramadan. Tapi saya tetap berusaha buka puasa dan sahur bersama keluarga. Terkadang, anak dan istri saya saya bawa kalau buka di luar,” bebernya.
Selain itu juga, dia tidak lupa untuk mengikuti kegiatan salat tarawih di masjid bersama para kader AMPI dan memberikan santunan kepada yatim.
Tak terasa, makan sahur pun selesai, namun perbincangan terus mengalir. Dia mengungkapkan, selama menjadi Ketua AMPI Kota Medan, dia berupaya mengubah imej AMPI di masyarakat. “Kita berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat. Bila perlu, saat ada musibah atau bencana alam di lingkungan atau kecamatan, kader AMPI harus lebih dulu membantu masyarakat yang tertimpa bencana itu,” sebutnya.
“Nah, kalau semua kader AMPI dekat dengan masyarakat dan selalu menolong masyarakat, tentunya imej AMPI yang selama ini negatif kini berubah menjadi positif dan disenangi,” tambah Nanda.
Nanda juga mengungkapkan perjalanan karirnya dalam berorganisasi. “Saya mulai berorganisasi sejak tamat SMA. Saya memulai dari bawah. Dari anggota biasa, pengurus di tingkat ranting, cabang dan sekarang saya menjadi Ketua AMPI. Demikian juga di Partai Golkar dan di PSMS Medan,” bebernya lagi.
Disebutkannya juga, pengalaman yang paling menarik dalam hidupnya adalah saat dia menjadi caleg dari Partai Golkar di daerah pemilihan 2 Kota Medan dan saat menjadi tim sukses pemenangan Rahudman-Eldin pada Pilkada Kota Medan 2010 lalu.
Menurutnya, saat dia menjadi tim pemenangan Rahudman-Eldin, dia lebih sibuk dari pada saat pencalegan dirinya pada Pileg 2009 lalu. “Kalau saat Pilkada, bisa dibilang saya hampir jarang di rumah. Tapi kalau saat Pileg lalu, saya malah sering di rumah,” bilangnya.
Akhirnya, jerih payah dan perjuangannya bersama tim pemenangan Rahudman-Eldin lainnya berbuah manis. Pasalnya, pasangan yang mereka usung sukses memenangkan pilkada di putaran kedua.
Tak lama berselang, terdengar suara sirine tanda waktu imsak telah tiba. Kami pun akhirnya pamit pulang. Saat akan beranjak dari rumahnya, Nanda mengantarkan kami sampai ke mobil Tim Sahur Sumut Pos yang diparkir di Jalan H Zainul Arifin.
“Terima kasih banyak atas kunjungannya. Jangan bosan ya untuk datang ke rumah saya,’ ucap Nanda sembari melepas kepergian kami.(*)