Home Blog Page 13137

Cuaca pada Idul Fitri Diprediksi tak Bersahabat

Diwarnai Hujan, Banjir, Angin Kencang, dan Longsor

MEDAN- Idul Fitri 1433 Hijriyah tahun ini, wilayah Sumatera Utara (Sumut) diprediksi akan dilanda hujan, banjir, longsor dan angin kencang. Kondisi ini diakibatkan adanya peningkatan curah hujan pada dua pekan mendatang. Dan, itu mulai terjadi sejak awal sampai akhir Agustus ini.

Prediksi itu, dikemukakan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Sumut-NAD, yang diwakili Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pelayanan dan Jasa BBMKG Wilayah I Heron Tarigan saat berada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Jalan HM Said, Medan, Selasa (7/8).

“Curah hujan sudah semakin tinggi mulai Agustus ini dengan perkiraan 207-268 milimeter (mm). Ini akan membentuk kolam-kolam air dan berpotensi banjir di beberapa daerah serta rawan longsor,” kata Heron Tarigan.

Dijelaskannya, beberapa wilayah daerah aliran sungai (DAS) yang wajib ditingkatkan kewaspadaannya atas bahaya banjir, yakni di wilayah DAS B Natal di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina), DAS Blumai Deliserdang, DAS Percut di Deliserdang dan Karo, DAS Belawan, DAS Wampu Langkat, dan DAS Tapus di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Diterangkannya lagi, gejala akan terjadinya banjir bisa diketahui dengan sejumlah pertanda antara lain adanya tanah sudah jenuh air, curah hujan tinggi, terlihat genangan air, dan sungai hampir meluap. Untuk potensi longsor, sambung Heron, terjadi karena sore hingga dini hari potensi hujan sangat sporadis. Dan sejumlah daerah yang berpotensi longsor antara lain di Pahae Julu, Siborong-borong, Adian Koting, Tapanuli
Utara (Taput), Lalu Lintang Nihuta, Humbanghasundutan (Humbahas), dan beberapa daerah lainnya.
Hujan sporadis ini sifatnya tidak lama tapi cukup deras dan dapat mengakibatkan longsor.

“Meski pada siang hari cuaca masih panas namun sore hingga dini hari hujan bersifat sporadis,” ujarnya.
Ada juga potensi angin kencang, lanjutnya, di beberapa daerah seperti Asahan, Simalungun, Labuhanbatu, Medan dan daerah-daerah lainnya. Untuk kecepatannya mencapai lebih dari 30 knots.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pendapat Umum dan Kelembagaan Kominfo Sumut, Denny Simamora menambahkan untuk potensi longsor dan banjir dari hasil pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) sebelum Ramadan lalu telah disepakati Dinas Bina Marga Sumut akan menempatkan beberapa alat berat di titik rawan longsor.

Posko juga akan dibentuk di beberapa daerah rawan bencana untuk mengantisipasi bahaya cuaca ekstrim yang terjadi hingga akhir Ramadan. (ari)

Bus Lawan Tronton, Delapan Tewas

SIDOARJO- Erwin Setyo urung menyeruput kopi. 40 meter dari tempatnya duduk, Bus Harapan Jaya terguling dan menimpa sepeda motor yang ditumpangi dua rekannya. Bus juga bertabrakan dengan truk tronton dan satu sepeda motor lain. Peristiwa di Jalan Raya Trosobo, Taman, Sidoarjo, Selasa dinihari (7/8) itu akhirnya merenggut delapan nyawa.

Tak hanya itu, 42 orang lainnya terluka. Termasuk sopir bus dan tronton. Mayoritas mengalami patah tulang dan luka di kepala. Sebagian besar korbannya merupakan penumpang bus yang saat kejadian sedang tertidur.

Erwin sempat terperana beberapa detik dengan peristiwa di depannya tersebut. Namun, bersama seorang rekan dan seorang satpam, mahasiswa Teknik Perkapalan ITS itu langsung bergegas lari menuju lokasi kejadian. Dadanya langsung sesak dan nyaris muntah. Sebab, Erwin melihat darah berceceran dan puluhan orang tergencet di dalam dan bawah bus.

“Saya sempat gemetaran. Apalagi, kedua tangan saya sempat digenggam ibu-ibu penumpang bus yang minta tolong. Saya akhirnya tekadkan untuk menolong dan mengeluarkannya dari dalam bus,” ungkap Erwin. Sesaat setelah Erwin mengeluarkan seorang penumpang, beberapa warga berdatangan untuk membantu.

Satu persatu penumpang bus akhirnya berhasil dikeluarkan. Begitupula sopir dan kernet truk tronton yang terjepit bodi kepala truk. Proses evakuasi akhirnya rampung dua jam dari persitiwa tabrakan yang terjadi sekitar pukul 01.00. Korban terakhir yang dievakuasi adalah dua pengendara sepeda motor yang tertimpa bus.

Kecelakaan maut itu bermula saat Bus Harapan Jaya jurusan Tulungagung-Surabaya nopol AG 7850 UR yang melaju kencang dari arah barat atau Mojokerto berusaha menghindari sepeda motor di depan Perumahan Trosobo Utama. Dugaannya, sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya itu keluar dari gang KH Mas Masyur yang berada di sisi utara jalan atau seberang Perumahaan Trosobo Utama.

“Dugaan awal sepeda motor itu melintas terlalu ke kanan sehingga bus berusaha menghindari dengan membanting setir ke kanan,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur Kombespol Komarul Zaman di lokasi kejadian. Bus yang dikemudikan Subali tersebut saat itu melaju di lajur kanan. Saking tersentaknya dengan kemunculan sepeda motor, sopir 39 tahun asal Tulungagung tersebut sempat melakukan pengereman. Polisi mengukur pengereman yang bus mencapai 40 meter.  Tapi, karena bus sangat kencang dan sopir membanting setir terlalu ke kanan, bus kemudian masuk ke jalur ke arah Mojokerto. Bus masuk ke jalur berlawanan melalui u turn. Kebetulan di lokasi pengereman ada u turn. Hanya saja saat masuk u turn, ban kanan depan bus sempat menabrak median jalan. Bus pun terguling.

Begitu terguling, bus menimpa sepeda motor Honda Supra Fit nopol L 3149 QY. Sepeda motor yang ditumpangi Agung Tri Kurniawan, 20 dan Erwin Ainur Rofiq, 18 tersebut ketika itu hendak putar balik ke timur. Bus juga sempat menyeruduk sepeda motor Yamaha Jupiter nopol S 4345 XN yang melaju dari timur. (fim/jpnn)

Kasus Simulator SIM Wewenang KPK, Polisi Langgar UU

JAKARTA-Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menilai penyelidikan kasus Simulator SIM oleh Kepolisian cacat hukum. DPD RI mendesak kepolisian menghentikan kasus tersebut dan menyerahkan penuntasan kasus ini ke KPK. Demikian pernyataan resmi Kaukus Antikorupsi DPD RI melalui konferensi pers di gedung DPD RI Senayan Jakarta, Selasa (7/8).

Kepolisian dinilai berupaya merintangi langkah KPK dalam penegakan hukum dengan menahan sejumlah alat bukti KPK. Sementara rekam jejak polisi dalam kasus korupsi seperti rekening gendut, mafia hukum dan mafia pajak, juga tidak maksimal.

“Sikap Polri tersebut bertentangan dengan Ketentuan pasal 50 ayat (3) dan ayat (4) UU tentang KPK. Dalam hal KPK melakukan penyidikan maka Kepolisian dan kejaksaan tidak berwenang lagi melakukan penyidikan (pasal 3). Dalam penyidikan dilakukan bersamaan oleh kepolisian, kejaksaan, dan KPK, penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan dihentikan. Oleh karena itu otomatis tindakan penyidik yang dilakukan polisi adalah cacat hukum,” tegas anggota kaukus, Wayan Sudirta.

Dalam pertemuan itu, DPD RI memberikan pernyataan resminya terkait penanganan kasus simulator SIM. Di antaranya, sesuai dengan UU KPK, KPK yang berwenang menangani kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat ujian simulasi SIM,  kepolisian harus menghentikan penyelidikan kasus ini karena cacat hukum. Kepolisian harus mendukung upaya KPK untuk menangani kasus ini dan menyerahkan semua bukti-bukti yang terkait dengan kasus ini kepada KPK. DPR agar berperan menengahi konflik antara KPK dan Polri dalam penanganan kasus ini.

Kemudian, presiden harus turun tangan agar Polri menaati segala kentuan Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK dan lainnya. Turut hadir anggota kaukus antikorupsi DPD RI seperti DR H Rahmat Shah, Intsiawati Ayus, H Pardi,SH, Juniwati Masjchum Sofwan, jack Ospara, Ferry FX Tinggogoy, dan Abdul Aziz,SH.  DR H Rahmat Shah  menyampaikan, sikap kaukus antikorupsi DPD RI bukan menyoroti kasus yang terjadi di kepolisian semata, tetapi semua instansi. (ila)

Sang Kapten di Kamp Jerman

SANTI Cazorla sudah memulai aktivitasnya bersama Arsenal kemarin. Cazorla ikut serta dalam pemusatan latihan (kamp) Arsenal di Hennef, Jerman. Pelatih The Gunners – sebutan Arsenal – Arsene Wenger membawa skuad lengkap dalam kamp di kota yang berjarak 15 km dari Bonn tersebut.

Selain Cazorla, juga ada dua penggawa baru lainnya, Lukas Podolski dan Olivier Giroud. Yang berhalangan adalah Aaron Ramsey yang masih berlibur usai membela timnas Inggris Raya di Olimpiade London 2012 serta Tomas Rosicky yang cedera.

Sedangkan pemain yang dikaitkan dengan bursa transfer musim panas ini juga tidak ikut serta. Ketiganya adalah Nicklas Bendtner, Marouane Chamakh, dan Sebastian Squillaci. Sedangkan Andrey Arshavin yang didekati Galatasaray juga terlihat di kamp.

Tapi, yang menarik, tentu saja, keberadaan Robin van Persie. Hadirnya sang kapten memunculkan spekulasi baru apabila sang kapten bakal mengurungkan niatnya meninggalkan Arsenal. Apalagi kamp Jerman merupakan pramusim terakhir The Gunners sebelum mengawali kickoff Premier League kontra Sunderland (18/8).

Meski begitu, belum ada kepastian mengenai status pemain yang tengah dikaitkan dengan Manchester United dan Juventus tersebut. “Setiap pemain yang berada di sini berarti bagian dari skuad. Tapi, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” kata kiper utama Arsenal Wojciech Szczesny seperti dilansir Gazeta Wyborcza.

Szczesny mengatakan akan menjadi kekecewaan sekaligus kerugian besar bagi Arsenal seandainya Van Persie pergi. Tapi, kiper 22 tahun itu juga meyakini Arsenal bakal tetap kompetitif sekalipun kehilangan sang kapten. “Sejauh ini, dia masih pemain Arsenal dan semua pemain akan mendukung langkahnya,” jelas kiper Polandia di Euro 2012 itu. (dns/jpnn)

[table caption=”Pembelian Termahal Arsenal” th=”1″]

Pemain,        Klub Asal,    Tahun  ,  Fee (Juta Pounds)
Santi Cazorla   , Malaga     ,   2012  ,  “16,5 (Rp 242,9 miliar)”
Andrey Arshavin   , Zenit,        2009   , “15 (Rp 220,8 miliar)”
Sylvain Wiltord ,   Bordeaux  ,   2000   ,” 13 (Rp 191,3 miliar)”
Alexander Hleb  ,  VfB Stuttgart    ,2005  , ” 13 (Rp 191,3 miliar)”
Oliver Giroud,    Montpellier  ,  2012   , “12,8 (Rp 128,4 miliar)”

[/table]

Tolak Proposal Milan, City Banderol Dzeko Rp369 Miliar

MANCHESTER- Keinginan AC Milan meminjam Edin Dzeko dari Manchester City sebagai pengganti Zlatan Ibrahimovic tak berjalan mulus. Pasalnya, proposal yang diajukan I Rossoneri ditolak mentah-mentah. Kubu The Citizens menegaskan, mereka hanya melepas Dzeko dengan status jual.

Dalam proposal yang diajukan, pihak I Rossoneri mengajukan skema pinjam dengan opsi permanen di musim berikutnya. Selain itu, Milan juga siap membayar penuh gaji striker asal Bosnia tersebut, yakni 170 ribu poundsterling per pekan.

Namun, skema ini ternyata ditolak mentah-mentah oleh manajemen The Skyblues. Pihak jawara Premier League ini sadar bahwa Milan punya dana 50 juta poundsterling hasil penjualan Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke PSG.

Untuk itu, mereka bersikukuh dengan pendirian untuk melepas mantan striker Vfl Wolfsburg tersebut dengan status permanen. Sebagaimana dikutip Sportal, Selasa (7/8), City hanya bersedia melepas Dzeko dengan mahar tak kurang dari 25 juta poundsteling atau berkisar Rp369 miliar lebih.

City nampaknya tidak mau terlalu merugi terkait penjualan Dzeko. Diketahui, kubu Eastlands harus merogoh kocek 27 juta poundsterling saat memboyong striker 26 tahun ini dari Vfl Wolfsburg, Januari 2011 silam. Jika Milan tidak bersedia membayar jumlah di atas, maka besar kemungkinan Dzeko akan tetap bertahan di Etihad Stadium. Kebetulan pelatih Roberto Mancini juga menyatakan masih membutuhkan jasa Dzeko, menyusul sulitnya mendatangkan Robin van Persie dari Arsenal.

Tidak seperti proposal Milan kepada Real Madrid untuk Kaka yang juga pinjam namun hanya mau membayar setengah gaji Kaka, Milan kali ini siap membayar penuh gaji Dzeko. Striker asal Bosnia tersebut kabarnya akan tetap mendapat bayaran 170 ribu poundsterling perpekannya. (net/bbs)

Tidak Terbukti Mencuri, Malah Ditahan Kasus Pembunuhan

Sopian, Juru Parkir yang Ditangkap Polres Binjai Minta Keadilan

SOPIAN (26) warga Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Mesjid, Kecamatan Binjai Utara, hanya dapat tertunduk diam di Lembaga Pemsayarakatan (LP) Kelas II A Binjai, setelah dituduh ikut melakukan pembunuhan terhadap Muhammad Fairuz Akbar alias Abai, Sabtu 23 Januari 2010.

Ditemui di LP Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat, Selasa (7/8), sekitar pukul 14.30 WIB, Sopian sudah menjalani tahanan selama dua bulan di Blok A menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut.

Menurut Sopian, dua bulan lalu tepatnya malam Sabtu, ia sedang berkumpul dengan keluarganya. Tanpa disangka, sejumlah pemuda mengendarai mobil Escudo mengusik ketenangan mereka di rumah yang terbuat dari tepas dan beratapkan rumbia.

Ternyata, pemuda itu adalah oknum polisi dari Polres Binjai yang datang untuk mengamankan dirinya. “Aku kaget, kenapa aku diamankan? Soalnya tidak ada selembar surat pun yang diberikan kepada aku. Sehingnga aku bertanya, apa sebarnya salahku? Tapi empat orang petugas yang datang itu minta saya untuk ikut dan akhirnya saya mengukti permintan mereka,” ujar Sopian.

Setelah dirinya ikut dengan empat petugas Polres Binjai tersebut, sambungnya, ia tidak langausng dibawa ke Polres. Melainkan dibawa ke perkebunan tebu, di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur.

“Ketika aku dibawa ke perkebunan tebu. Aku sangat takut dan pasrah dengan apapun yang terjadi. Tapi, ketika berada di areal perkebunan itulah aku mengetahui, kalau aku dituduh mencuri pagar milik tetanggaku Helmi, pegawai di Polres Binjai,” bebernya.

Karena perbuatan yang dituduhkan itu tidak pernah dilakukannya, membuat Sopian terus membantah. “Aku tetap bersikeras untuk tidak mengakuinya. Soalnya, tuduhan itu memang tidak ada aku lakukan. Pokonya, waktu itu aku capek dipaksa sama empat petugas tersebut,” cetus Sopian.

Untuk selanjutnya, kata Sopian, empat orang petugas itu membawanya ke Polres Binjai guna dimintai keterangan lebih lanjut. Begitu Sopian berhadapan dengan juru periksa (Juper), alangkah terkejutnya ia setelah Juper itu melayangkan pertanyakan seputar kasus pembunuhan Abai.

“Aku langsung kaget setelah mendapat pertanyaan dari Juper. Sebab, aku ditangkap karena tuduhan mencuri pagar. Tapi kenapa pertanyaannya seputar kasus pembunuhan,” jelas Sopian dengan penuh kebingungan.

Sopian menambahkan, hubungan kasus pembunuhan itu dengan dirinya memang masih berkaitan. Pasalnya, ia sempat menjalani pemeriksaan di Polsek Binjai Utara, Polres Binjai, dan Polsek Tandam. Namun ia tidak terbukti dan hanya dijadikan sebagai saksi. Selanjutnya, ia kembali berkumpul dengan keluarganya serta melakukan aktivitas sebagai juru parkir (jukir) di seputaran Jalan Jenderal Sudirman.

“Iya bang, aku memag sudah menjalani pemeriksaan tahun 2010 lalu. Mulai dari Polsek Binjai Utara, dilimpahkan ke Polres Binjai dan akkhirnya aku diperiksa di Polsek Tandam. Tapi aku tidak terbukti dan aku bisa pulang. Kalau memang aku terbukti, pasti tahun 2010 lalu aku sudah ditahan,” tegasnya meyakinankan kalau dirinya tidak bersalah.

Tak sampai di situ, Sopian mengungkapkan, terlibatnya ia sebagai saksi dalam kasus pembunuhan itu, karena ia sempat mengantarkan kakak iparnya Fariani ke lokasi pembunuhan tersebut. “Aku tidak ada ikut membunuh, tetapi mengantarkan kakak iparku ke lokasi pembunuhan itu memang ada. Sekaranng ini aku masih puasa bang. Jujur, aku tidak ada ikut melakukan pembunuhan itu,” tegasnya lagi. Sebelum mengakhiri perbincangan, Sopian kembali menjelaskan, ia mengantarkan kakak iparnya ke lokasi pembunuhan itu setelah dijemput oleh Keteng (tersangka-red) di rumah pacarnya, Pasar IV, Tandam.  Selanjutnya, Keteng dan Sopian berangkat ke Jalan Baru (lokasi pembunuhan-red) untuk menemui Leman.

“Aku nggak tahu apa maksud Keteng dan Lemen ini. Lagian, Keteng datang ke rumah pacar yang sekarang sudah jadi istri aku ini, hanya menyampaikan kalau aku dipanggil Leman. Aku juga nggak tahu di mana Leman, tahu-tahu aku dibawa ke arah Jalan Baru. Begitu sampai di Jalan Baru, aku melihat Leman serta seorang peria yang tidak aku kenal (korban-red),” terangnya.

Setelah itu, lanjutnya, Leman menyuruhnya untuk menjemput kakak iparnya agar segera dibawa ke Jalan Baru. “Aku terus menemui kakak iparku dan membawanya ke Jalan Baru. Sesampainya aku dan kakak iparku di Jalan Baru, Leman langsung bertanya kepada kakak iparku seputar orang yang telah mengibuskan suaminya membawa ganja. Lantas, kakak iparku mengatakan kalau korbanlah yang menjadi kibus polisi itu. Selanjutnya, Leman dan Keteng langsung memukul korban. Sementara, aku langsung pergi seorang diri meninggalkan lokasi,” urainya, seraya menambahkan, ia kenal Leman dan Keteng kerena mereka teman abangnya (suami Fariani-red) sendiri.

“Kalau aku ikut melakukan pembunuan itu bang, untuk apa aku berdiam diri di Kota Binjai ini. Lebih baik aku pergi sejauh-jauhnya agar aku tidak tertangkap. Terus, kalau aku bisa dijadikan sebagai tersangka, kenapa kakak iparku yang pada saat itu juga bersama dengan aku tidak dijadikan tersangka? Kalau sudah begini, aku hanya berharap agar keadilan berpihak kedapaku,” harapnya.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Aris membantah kalau tersangka awalnya diamankan karena dituduh melakukan pencurian pagar. “Melakukan pencurian bagai mana? Dia itu tersangka kasus pembunuhan. Berkasnya sudah kita limpahkan ke Kejari Binjai dan tinggal menunggu hasilnya,” kata AKP Aris.

“Keterlibatan tersangka ikut melakukan pembunuhan itu juga atas keterangan dua tersangka yang sudah diamanakan sebelumnya dan keterangan orang tua korban yang menyatakan, kalau korban terakhir kali pergi bersama tersangka Sopian,” tambah AKP Aris melalui selulernya.(ndi)

Keluarga Nainggolan dan Panjaitan Rebutan Jenazah

Kasus Dua Balita Tewas Terbakar di Asahan

KISARAN- Musibah kebakaran di Jalan Jalak Kelurahan Lestari, Kisaran Timur, Senin (6/8) siang pukul 11.00 WIB, yang menewaskan Vikte Elia Nainggolan (sebelumnya tertulis Viehega, red), dan adiknya Citra Albaria Nainggolan, berbuntut sedikit insiden. Keluarga Nainggolan dan keluarga Panjaitan, sempat bersitegang memperebutkan jenazah kedua bocah tersebut.

Insiden terjadi saat jenazah kedua bocah ini disemayamkan di rumah duka, Senin (6/8) malam. Sebagaimana lazimnya dalam adat Batak, malam itu, di sela-sela pelaksanaan kebaktian penghiburan oleh jemaat gereja Methodist Kisaran, pihak keluarga menggelar acara marria raja. Acara itu semacam musyawarah, untuk mempersiapkan acara pengebumian.

Nah, dalam acara tersebut, pihak keluarga Nainggolan, termasuk E Nainggolan, ayah kandung kedua bocah ini sempat mengklaim sebagai pihak paling berhak atas kedua jenazah bocah tersebut. Atas dalih itu pula, pihak Nainggolan berupaya agar kedua bocah itu dikebumikan di kampung halaman mereka di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sikap keluarga Nainggolan, yang disampaikan oleh raja parhata-nya itu, kontan memantik emosi pihak keluarga Panjaitan, keluarga dari pihak Rita (bukan Rista, red) Panjaitan, ibu kedua bocah tersebut.

Dengan tegas, pihak keluarga Panjaitan menyatakan, bahwa jenazah kedua bocah itu tidak akan dibawa ke mana-mana, dan akan dikebumikan di Kisaran.
Namun pihak Nainggolan tetap ngotot dengan argumennya, membuat pihak keluarga Panjaitan mengeluarkan statement yang membuat para pelayat tercengang. “Ndang adong hak ni Nainggolan di son. Asa diboto hamu, ai so hea dilehon Nainggolan mangan gelleng nami na dua on (Keluarga Nainggolan tidak punya hak dalam masalah ini. Asal tahu saja, keluarga Nainggolan tidak pernah memberi makan kedua anak ini),” bentak salahseorang pihak Panjaitan.

Keluarga Panjaitan mengatakan, selama E Nainggolan pergi meninggalkan sang istri, Rita dan kedua anaknya (korban tewas) itu 2 tahun silam, ia tidak pernah memberi nafkah untuk anak istrinya itu.

Mendengar pernyataan dari pihak keluarga Panjaitan tersebut, keluarga Nainggolan yang awalnya sempat ngotot, akhirnya melembek dan menyerah dengan sikap keluarga Panjaitan. Bahkan, beberapa orang pihak keluarga Nainggolan yang duduk satu barisan, sempat saling berbisik satu-sama lain. Dalam perbincangan yang terdengar samar-samar itu, pihak keluarga Nainggolan seolah tak percaya, jika ternyata E Nainggolan tidak pernah menafkahi anak dan istrinya, yang dia tinggal begitu saja di Kisaran.

Sementara ibu dan ayah korban, Rita dan E Nainggolan, terlihat duduk berseberangan di antara dua peti jenazah tempat kedua anak mereka terbaring. Ketiga kakak bocah malang itu, yakni Jean Nainggolan, Junior Nainggolan, termasuk si sulung, Grasya Nainggolan, juga terlihat menahan kesedihan yang amat dalam.

Sementara itu, Selasa (7/8) kemarin, sejak pukul 08.00 WIB, ratusan pelayat silih berganti datang memadati rumah duka.

Dari ratusan pelayat yang banyak yang mencibir E Nainggolan, yang dianggap tidak memiliki bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. “Kelewatan dia itu. Dia kan kepala keluarga. Masak sampai hati meninggalkan keluarganya,” kata sejumlah pelayat.

Menurut sejumlah pelayat, prahara rumah tangga E Nainggolan dan Rita br Panjaitan, berawal dari keikutsertaaan E Nainggolan dalam pencalegan pada pemilu legislative tahun 2009 lalu. Saat itu, E Nainggolan menjual sejumlah harta milik keluarga, termasuk beberapa lapak kios di Pasar Inpres, dan beberapa persil tanah, untuk membiayai pencalonan. Ternyata dia tidak terpilih.

Puncaknya, suami istri bertengkar dan E Nainggolan meninggalkan sang istri dan anak-anaknya.

Seperti diberitakan kemarin, Vikte Elia Nainggolan dan adiknya Citra Albaria Nainggolan, tewas dalam kebakaran di rumah tetangganya, saat keduanya dititipkan sang ibu kepada Lince, si tetangga. Usai bermain, keduanya tertidur. Si tetangga pergi keluar rumah untuk mencari uang tambahan dengan menjadi pengupas bawang, dan mengunci pintu rumah dari luar. Tak disangka, rumah itu terbakar dan kedua bocah tu tidak terselamatkan. (ing/smg)

Berita sebelumnya: Terkurung di Rumah Tetangga, 2 Balita Tewas Terbakar

Subsidi BBM Tetap Dikurangi

JAKARTA – Pemerintah mengisyaratkan bakal melanjutkan kebijakan pembatasan pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah perlu membagi alokasi anggaran dengan kebutuhan di sektor lain.

“Kita akan pastikan bahwa porsi subsidi dalam APBN betul-betul harus pas,” kata SBY seusai rapat koordinasi di kantor pusat Pertamina, kemarin (7/8).
Meski pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tembus di angka 6,4 persen, namun SBY meyakini capaian tersebut bisa lebih tinggi lagi. “Karena itu harus ada rasio yang baik untuk efisiensi dan mengurangi subsidi,” sambungnya.    SBY belum memberikan gambaran besaran subsidi yang rencananya akan disampaikan dalam penyampaian nota keuangan 16 Agustus mendatang. “Yang jelas, kalau APBN kita terlalu besar disedot untuk subsidi, maka ruang untuk yang lain menjadi sangat kecil,” katanya.

Misalnya untuk kebutuhan infrastruktur yang dinilai masih kurang. Padahal, jika infrastruktur kurang, bisa menghambat investasi. Jika investasi tak bergerak, pertumbuhan tidak tumbuh bagus dan lapangan kerja tidak tercipta.

SBY mengatakan, kebijakan penghematan atau konversi BBM tetap akan dilanjutkan. “Tahun ini kita memang tidak menaikkan BBM, tapi pilih cara yang lain. kecuali ada perubahan (harga minyak) yang sangat luar biasa pada tingkat dunia,” katanya. Menurut SBY, dengan tidak menaikkan harga BBM, maka konsekuensinya adalah volume konsumsi akan naik. Karena itu, dirinya meminta kepada Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk bertemu DPR dan mendiskusikan konsekuensi yang harus ditanggung dari tidak naiknya harga BBM. “Ini harus dibicarakan baik-baik,” ujarnya.

Karena opsi kenaikan harga menjadi pilihan terakhir, maka pemerintah akan menempuh berbagai upaya untuk menekan konsumsi BBM subsidi. Misalnya, melalui program penghematan, program pembatasan, maupun konversi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG).

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menambahkan, saat ini memang sudah ada indikasi subsisi akan membengkak seiring dengan tingginya konsumsi BBM. “Yang jelas kuota 40 juta kiloliter (kl) pasti terlampaui,” katanya.    Karena itu, lanjut Agus, dirinya akan segera bertemu dengan Menteri ESDM Jero Wacik untuk membahas detil proyeksi konsumsi BBM hingga akhir tahun ini. (fal/owi/jpnn)

Mereka Bicara Sumut Empat Tahun ke Depan

SEJUMLAH tokoh Sumut yang segera berkompetisi dalam Pilgubsu Maret 2013 memenuhi undangan di acara ‘Silaturahmi dan Buka Bersama Tokoh-tokoh Sumut’ di Kasuari Room, Garuda Plaza Hotel, Jalan SM Raja Medan, Senin (6/8) petang. Peta Sumatera UtaraPara tokoh yang sudah mendaftar sebagai balon gubsu 2013-2018 di sejumlah parpol itu adalah Anuar Shah (Aweng), Benny Pasaribu, Chairuman Harahap, Cornel Simbolon, DR RE Nainggolan, Gus Irawan, Hasbullah Hadi, dan Rohana Sianipar. Turut hadir pula Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Sastro yang juga digadang-gadang sebagai balon oleh sejumlah parpol papan atas.

Seluruh balon yang datang siap berkomitmen menjadi pemimpin amanah untuk membangun Sumut dalam lima tahun kepemimpinan mereka. Momen ini dirangkaikan dengan presentasi halaman di Harian Sumut Pos, yakni ‘Road to Sumut 1’ yang merupakan halaman terobosan baru karena dimuat secara bersamaan di seluruh media di bawah payung Sumut Pos Grup, yakni Sumut Pos, Metro Langkat, Metro Binjai, Metro Simalem, Metro Dairi, Metro Siantar, Metro Asahan, Metro Tapanuli, Metro Tabagsel, e-paper dan website di seluruh koran Sumut Pos Group, situs berita sumutcyber.com, dan streaming MedanTV. Seperti apa pemikiran mereka tentang Sumut untuk lima tahun ke depan? Silakan Anda simak, dan   renungkan! (*)

Cornel Simbolon: Kuncinya Kepemimpinan

Cornel Simbolon
Cornel Simbolon

TIGA hal yang menjadi ‘senjata’ Cornel Simbolon bertarung di Pilgubsu adalah, kepemimpinan yang mencakup kemampuan bertindak dan mengambil keputusan, jaringan dengan tokoh-tokoh nasional seperti menteri dan DPR dan tokoh nasional lain, jaringan organisasi serta kemampuan melobi. “Semua calon pasti punya visi dan misi supaya Sumut bangkit, maju dan terdepan agar masyarakatnya sejahtera. Semua angan-angannya sama. Yang penting, bagaimana sikap dan keberanian mengambil keputusan, bertarung memperjuangkan konsep untuk dikerjakan.

Itu yang penting,” ujar mantan Wakasad ini. Sebagai purnawirawan TNI AD berpangkat letnan jenderal, Cornel menegaskan penguasaan jaringan dan kedekatannya kepada sejumlah pihak di tingkat pusat dan daerah memberinya kemampuan mengambil sikap tegas, tepat dan cepat, memberinya kemampuan dan peluang lobi person by person, by organization dan perkumpulan lain. “Kita semua punya tim ahli. Tinggal bagaimana menyusun prioritas program dan melakukan terobosan-terobosan untuk melaksanakannya. Cornel berkali-kali menegaskan pentingnya jiwa kepemimpinan yang kuat untuk menjadi pemimpin di Sumut.

“Kalau ketemu dan berbicara dengan DPR saja takut, mau jadi apa Sumut ini,” tegasnya. Dia mengingatkan lemahnya kemampuan sejumlah tokoh di Sumut hingga sejumlah anggaran yang mestinya dialokasikan ke Sumatera Utara, lepas begitu saja. “Coba Rp280 miliar (dana pembangunan untuk Sumut) lepas begitu saja. Saya sudah bilang itu sama DPR dari Partai Demokrat,” ujarnya. “Apakah pemimpin sekarang sudah menjalankan tugas yg baik? Ini bukan persoalan persaingan, tersaingi atau tidak. Kita pahami dulu posisi Sumut seperti apa. Dulu Sumut bagian yang penting bagi Indonesia. Banyak devisa yang diberikan oleh Sumut kepada Indonesia. Sumber Daya Alam, minyak, perkebunan, dan sebagainya. SDA punya peran penting bagi Indonesia di semua bidang. Sejak tahun 80-an Sumut jalan di tempat. Tidak lagi bisa disebut sebagai barometer di Indonesia,’’ katanya.  (*)

Wisjnu Amat Sastro: Jaga Kondusifitas Pilgubsu

Wisjnu Amat Sastro
Wisjnu Amat Sastro

JENDERAL bintang dua yang juga orang nomor satu di jajaran Mapoldasu  ini menyebutkan pertemuan sejumlah calon Gubsu dan tokoh masyarakat di bulan suci Ramadan diyakini semakin meningkatkan hubungan silaturahmi diantara para kandidat ‘Sumut-1’. ‘’Kita saling mendoakan agar diberi umur panjang.

Bila perlu kita tunjukan kepedulian pada masyarakat terutama membagi rezeki kepada anak yatim. Inilah saatnya kita berbagi untuk memberikan kepada orang yang tak mampu,’’ kata Wisjnu. Kalau kondisi kebersamaan dapat terus berlanjut, Wisjnu yakin, Sumut akan lebih maju di bawah pemimpin pemerintahan yang lebih memperhatikan orang-orang susah. ‘’Sekarang ini banyak orang yang merasa serba bisa. Padahal yang penting adalah orang yang bisa merasakan kesusahan orang lain,’’ ujarnya. Jenderal bintang dua ini memberi apresiasi kepada Sumut Pos yang sudah menggelar acara buka puasa bersama. ‘’Dengan makan bersama semacam ini ada hal-hal penting yang sebetulnya bisa mencairkan hambatan birokrasi,’’ tukasnya.

Berkaitan dengan keamanan Sumut, Wisjnu yakin situasi keamanan dapat terkendali termasuk suasana hingga pertengahan Ramadan 1433 Hijriah. ‘’Kami berharap kondusifitas Sumut dapat berlangsung hingga Pilgubsu. Saya ajak seluruh masyarakat Sumut untuk secara bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas. Insya Allah ke depan Sumut akan lebih baik dari hari ini,’’ ujarnya. Disinggung soal rumor adanya beberapa parpol yang mengadang-gadang dirinya tampil di bursa Pilgubsu, Wisjnu tersenyum simpul. ‘’Ah, tak ada itu,’’ katanya dengan logat Medan yang khas. (*)

Chairuman Harahap: Sumut Butuh Konsep Jelas

Chairuman Harahap
Chairuman Harahap

Pembangunan Provinsi Sumut membuntuhkan konsep yang jelas dalam mengembangkan sumber daya masyarakat. Setidaknya selama 67 tahun merdeka Indonesia belum mampu membangun jalan vital seperti Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Hingga kini Indonesia masih mengandalkan Jalinsum buatan Belanda. Itulah sebab, kini sudah saatnya Jalinsum harus dibangun lagi. Kader Partai Golkar ini mengungkapkan infrastruktur merupakan urat nadi dalam pengembangan potensi masyarakat, sehingga pembangunan itu harus membutuhkan konsep yang jelas agar bisa sesuai dengan kebutuhan.

“Secara geografis Sumut terletak di tempat yang strategis, baik itu lintas darat dan lintas laut. Tapi kenyataannya potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan, sehingga pembangunan belum bisa mengangkat masyarakat dari kesulitan,” ujarnya. Menurut Chairuman, Sumut ke depan terletak pada SDM masyarakat, sehingga di masa yang mendatang Sumut bisa lebih maju dalam segala bidang. Chairuman mengatakan bahwa anggota DPR RI perwakilan Sumut cukup banyak, namun sayangnya belum ada konsep Pemerintah Sumut untuk menyatukan mereka agar berjuang untuk kemajuan Sumut. “Akibatnya, pembangunan hanya jalan di tempat dan masyarakat Sumut belum ada perubahan, terutama masyarakat pesisir, karena jalan lintas pesisir belum ada. Dan, hanya memanfaatkan Jalinsum buatan Belanda untuk mengangkut hasil kekayaan alamnya,” dia menambahkan. (*)

Gus Irawan Gali Seluruh Potensi

Gus Irawan
Gus Irawan

MANTAN Dirut Bank Sumut yang juga balon terkuat dari Partai Golkar di Pilgubsu 2013 ini mencermati peningkatan kesejahteraan rakyat akan terbuka dilakukan dengan menggenjot potensi alam yang dimiliki suatu daerah. Begitu juga dengan pengembamngan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) yang harus dikembangkan bersama rakyat. Dia bercerita soal pengalamannya melihat potensi sumber daya alam di wilayah pesisir barat Sumut.

“Di kawasan pantai Barat Sumut dan wilayah Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel) misalnya. Di situ cukup banyak potensi alam yang belum digali dan dikembangkan,” ungkapnya. Menurut Ketua KONI Sumut itu, cukup banyak potensi alam di daerah itu yang muali hilang karena tidak serius dikelola. Perhatian pemerintah yang kurang, termasuk minimnya pemberdayaan masyarakat, menjadi faktor kuat terbengkalainya pariwisata di Tabagsel. Sebagai contoh lain, Tapanuli Tengah dan Sibolga yang dulunya daerah penghasil ikan terbesar di Sumut mulai kehilangan arah pengelolaan. “Pemerintah daerah, provinsi, dan pusat harus bahu-membahu membantu pengembangannya,” dia mengingatkan. Gus juga mengomentari Padanglawas Utara (Paluta) dan Padanglawas (Palas)  yang dikenal sebagai produsen sapi terbesar di Sumut. Bila dikembangkan secara serius, dia mengatakan, kebutuhan sapi di Sumut bisa terpenuhi tanpa mendatangkan sapi dari Aceh, Jawa, atau Australia.

“Paluta dan Palas punya banyak perkebunan kelapa sawit dan karet, artinya bisa disinkronkan antara peternak dan petani. Pemerintah kurang memperhatikan kondisi itu sehingga perekonomian masyarakat berjalan lambat,’’ katanya. Gus melihat pengembangan potensi daerah seyogianya didukung langkah penjaringan investor agar bersedia menanamkan modalnya di berbagai sektor potensial. (*)

Rohana Sianipar: Prioritaskan Mutu Pendidikan

Rohana Sianipar
Rohana Sianipar

ALUMNI SMAN 5 Medan ini datang dengan mengedepankan visi dan misi untuk mengentaskan kemiskinan dan memajukan mutu pendidikan yang ada. Rohana mengatakan melihat orang atau masyarakat yang miskin  membuatnya secara pribadi tersakiti. “Melihat orang miskin membuat kita sakit hati. Pengentasan kemiskinan, adalah yang menjadi prioritas bagi saya, dalam perjuangan untuk membangun Sumut lima tahun ke depan,” tukasnya.

Prioritas yang tak kalah pentingnya, lanjutnya, adalah bidang pendidikan. Menurut dia, sifat, sikap dan mental korup para pejabat dan anak bangsa lainnya, tertempa atau terdidik dari produk pendidikan yang salah. “Orang bilang menuntaskan korupsi karena budaya. Korupsi ini jadi produk pendidikan yang salah. Berani, mau, dan celah untuk melakukan korupsi. Perbaikan mutu pendidikan akan membangun anak bangsa yang lebih baik,” tandasnya.

Dua faktor itu, menurutnya, merupakan hal yang tidak muluk-muluk, tapi punya dampak positif bagi pembangunan Sumut 2013-2018. “Kita tidak perlu muluk-muluk. Kita ingin bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan program yang berdampak luas bagi kebaikan masyarakat,” tambahnya lagi.

Apakah keterikutan pada pilgubsu, hanya ingin sebatas ikut-ikutan atau hanya meramaikan pentas Pilgubsu 2013 mendatang? Terkait hal itu, perempuan berkacamata ini menegaskan, jika dirinya optimis akan terpilih sebagai pemenang pada putaran Pilgubsu 2013 mendatang, kendati para pesaingnya adalah para kaum Adam. “Jangan rendahkan wanita. Saya pasti menang. Karena masyarakat Sumut rindu seorang ibu di tengah ‘kekerasan’ selama ini,” ungkapnya. (*)

Hasbullah Hadi: Perjuangkan Hak Tanah Rakyat

Hasbullah Hadi
Hasbullah Hadi

ANGGOTA DPRDSU dari Partai Demokrat ini menyatakan komitmennya maju sebagai cagubsu dari jalur independen. Untuk itu posisi yang dincarnya bukan ‘Sumut-2’, melainkan ‘Sumut-1’. “Saya akan maju cagub, bukan cawagub. Itu permintaan kader Al-Washliyah. Bagi yang ingin ikut, mari bergabung dan sebisa mungkin dari jalur independen juga. Kami  optimistis pada realitas yang ada. Sejauh ini kami sudah mengumpulkan 300.000 KTP, dan itu tanpa  dibayar. ‘’Tinggal butuh 200.000 KTP lagi, dan itu akan terpenuhi sebelum pendaftaran di KPU. Pada September mendatang kami optimistis sudah dapat 500.000 KTP,” tegasnya.

Bagaimana nantinya, jika ada calon lain yang katakanlah lebih populer dari dirinya, dan meminangnya sebagai cawagubsu? Soal itu Hasbullah menyatakan semuanya bisa terwujud berdasar kesepakatan. Jika terpilih sebagai Gubsu 2013-2018, prioritas yang akan dilakukannya adalah program pemberantasan korupsi, pengembalian hak rakyat atas tanah adat dan ulayat, perbaikan infrastruktur, serta menciptakan masyarakat Sumut yang cerdas. “Pemberantasan korupsi dan mafia anggaran, dan selanjutnya perbaikan infrastruktur. Perjuangan rakyat mendapatkan tanah-tanah ulayat dan adat adalah program yang sudah saya ancang-ancang,” paparnya. (*)

DR RE Nainggolan: Jadikan Sumut Provinsi Terbaik

DR RE Nainggolan
DR RE Nainggolan

SAYA bertekad menjadikan Sumut menjadi provinsi terbaik di Indonesia. Menurut mantan Sekdaprovsu ini, ada tiga potensi yang bisa dimaksimalkan untuk menggapai cita-cita itu. Ketiga potensi itu, yakni pengembangan dan perbaikan pada sisi infrastruktur ekonomi, seperti pengembangan UMKM dan sebagainya. Kedua adalah infrastruktur budaya yang bertujuan untuk membangun karakter warga masyarakat untuk diajak membangun Sumut secara bersama. Dan, ketiga adalah perbaikan dan pengembangan infrastruktur jalan. Dengan pembenahan infrastruktur jalan, maka percepatan akses akan berdampak pada semua segi pembangunan. “Pembangunan itu semua agar Sumut akan menjadi provinsi terbaik. Ini harus dibangun bersama-sama, dari lingkungan, desa dan kelurahan,” ujarnya. Menurut RE, irigasi di pedesaan adalah satu infrastruktur penting di wilayah Sumut.

Meskipun provinsi bisa membangun, namun  koordinasi lebih baik diarahkan dengan kerja sama Pemkab/Pemko. Masalah lain yang harus diatasi secara cepat agar Sumut bangkit adalah gas dan listrik.  Solusinya, lanjut RE, adalah harusnya bisa memanfaatkan pembangkit listrik di Sumut dimana selama ini pembangkit-pembangkit yang ada kurang optimal diberdayakan. RE juga menyinggung masalah PT Inalum. Dia tegas mengatakan Pemprovsu dan 10 pemkab/pemko  bisa mendapat 80 persen saham, bukannya hanya 60 persen. “Seharusnya yang bisa diperjuangkan mendapat 80 persen. Alasannya, Sumut punya pemodal, serta tanam saham dari pemda. Keuntungannya dialokasikan ke Danau Toba,” tuntasnya. (*)

Annuar Shah: Harus Main Fair

Anuar Shah
Anuar Shah

KETUA MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut yang juga balon Gubsu dari sejumlah parpol ini begitu menyambut sukacita acara silaturahmi dan buka puasa bersama tokoh masyarakat Sumut yang diselenggarakan Sumut Pos Group. ‘’Harapan saya para calon gubernur dapat bersaing secara fair,’’ kata pria tinggi besar yang akrab disapa Aweng ini. Dia mengajak seluruh balon calon Gubsu lima tahun ke depan dapat bermain dengan benar dan tidak menggunakan kampanye hitam. ‘’Apabila ini terjadi dapat menyebabkan konflik horizontal di tengah masyarakat,’’ kata pria juga tokoh pemuda Sumut ini. Aweng mengajak para balon gubernur secara bersama merancang Sumut yang lebih cerah dan lebih baik di masa mendatang.

‘’Hingga ini hari saya  belum tahu siapa saja balon  gubernur yang akan maju. Siapapun itu saya berharap Pilgubsu ke depan akan menghasilkan pemimpin terbaik bagi Sumut lima tahun ke depan,. Potensi sumber daya manusia, khususnya pemuda, dan alam Sumut itu begitu besar. Seluruh kekayaan ini hendaknya optimal di tangan yang benar untuk kesejahteraan bersama,’’ katanya. (*)

Benny Pasaribu: Membangun Sumut Baru

Benny Pasaribu
Benny Pasaribu

BALON yang pernah mencalonkan diri sebagai cawagub  berpasangan dengan Tri Tamtomo di Pilgubsu 2008 silam mengatakan ada sejumlah hal yang akan diproyeksikannya untuk membangun Sumut lima tahun ke depan (2013-2018). Benny menegaskan Sumut harus mampu berubah. Selama ini yang tertinggal tak dimanfaatkan secara maksimal. Petani, nelayan, dan UMKM tak diperhatikan pemerintah dan kehidupannya jauh tertinggal. “Kita harus bekerja keras dan bekerja sama untuk membangun Sumut baru. Sumut yang lebih sejahtera adil dan makmur,” urainya. Soal peluangnya maju kembali di kompetisi Pilgubsu tahun depan,  Benny merasa yakin akan mendapat perahu parpol. Dia pun siap memilih maju sebagai ‘Sumut- 1 dan bukan ‘Sumut 2’.

Artinya, majunya dia dalam Pilgubsu bukan hanya sebagai penggembira. “Saya optimistis mendapatkan perahu parpol sebagai cagub dan bukan cawagub seperti yang lalu.  Posisi gubernur akan lebih banyak membuat saya banyak melakukan terobosan ketimbang duduk manis di kursi wakil gubernur,” tukasnya. (*)

 

PSG Tawar Moura Rp525,7 M, Inter Mundur

MILAN- Presiden Inter Milan Massiomo Moratti memutuskan untuk mundur dari persaingan untuk mendapatkan Lucas Moura dari Sao Paolo. Moratti terang-terangan mengaku tak kuasa menandingi penawaran yang sudah diajukan Paris Saint Germain (PSG) sebesar 45 juta Euro atau setara dengan Rp525,7 miliar.

Sebelumnya, hanya Inter dan Manchester United yang disebut-sebut tertarik pada Moura. Beberapa media Inggris bahkan sempat mengabarkan kalau proposal sebesar 30 juta euro yang sempat ditawarkan The Red Devils ditolak Sao Paulo.

Dan kini, upaya mendapatkan gelandang serang berkebangsaan Brasil berusia 19 tahun itu sepertinya tinggal menyisakan PSG dan MU. Inter langsung menyerah setelah tahu kalau PSG menawarkan 45 juta euro untuk Moura.

“Kami tidak akan pernah bisa sampai pada angka sebesar itu,” sahut Massimo Moratti pada Sky Sport Italia dan dikutip dari Football Italia.
“Bagaimanapun, tidak ada penyesalan kami tidak menuntaskan kepinadahannya sebelumnya, karena harganya sudah sangat tinggi sejak beberapa bulan lalu. Harga 45 juta euro yang ditawarkan PSG tidak logis dan buat kami itu sudah di luar jumlah yang kami upayakan,” terang Moratti lagi.

“PSG tengah memulai sebuah era baru, jadi mereka sepenuhnya mengubah skuat. Setidaknya saya bisa lega karena saya menghemat uang,” lanjut big boss Inter itu.

Inter sejauh ini belum terlalu aktif di bursa transfer. Pembelian terbesar yang mereka lakukan hingga kini adalah memboyong Rodrigo Palacio dari Genoa dengan biaya yang diyakini sebesar 10,5 juta euro.(bbs/jpnn)