Home Blog Page 13141

Saksi Akui Proyek Pengerjaan Sesuai Mekanisme

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Ardjoni Munir

MEDAN- Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi untuk kegiatan pemeliharaan rutin/ berkala Gedung Kantor Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan nilai total Rp2.176.260.000, yang berasal dari APBD 2008 dengan terdakwa Mantan Kadispora Sumut, Drs Ardjoni Munir kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Selasa (7/8).

Dalam sidang lanjutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Mantan Kabag TU sekaligus Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) Kadispora Sumut, Iswardani Napsiah selaku saksi untuk dimintai keterangannya. Di persidangan, Iswardani menyatakan bahwa proyek senilai Rp2,1 miliar meliputi 19 paket semua dikerjakan oleh Apo seorang rekanan yang sama ini dekat dengan terdakwa Ardjoni Munir.

Saksi hanya mengetahui setelah dana cair proyek tersebut langsung dikerjakan dan pengawasan itu langsung diserahkan kepada Apo. Namun saksi kelihatan gugup saat ditanyakan anggota Majelis Hakim Tipikor Johny, apakah proyek penunjukan pengerjaan sudah sesuai dengan mekanisme, saksi hanya menjawab sudah sesuai, akan tetapi tidak menjelaskan alasannya.

Begitu juga saat saksi kembali dicecar pertanyaan dari penasehat hukum apakah saksi melaporkan hasil kegiatan kepada terdakwa sebagai atasan langsung dan sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), saksi hanya menjawab enteng dengan mengatakan bahwa dirinya sudah melaporkan progrees laporan secara lisan.

Sontak saja, sang pengacara terdakwa pun kembali bertanya kenapa saksi melaporkan hasil pengerjaan secara lisan dan bukan secara tertulis, kembali saksi lagi-lagi gugup.

“Kalau itu saya serahkan kepada Sugiarto. Mengenai masalah dana, saya tidak mengetahui karena saya bukan menerima kucuran langsung dana tersebut,” katanya.

Dalam keterangannya, saksi juga mengaku banyak tidak tahu saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Majelis Hakim maupun Penasehat Hukum terdakwa.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim menunda persidangan pada Rabu (8/8) untuk mendengarkan dua saksi lainnya, yang tak sempat disidangkan karena keterbatasan waktu sidang hingga pukul 15.00 WIB.

Mantan Kadispora Sumut, Ardjoni Munir saat dikonfirmasikan wartawan hanya mengatakan bahwa dirinya telah dizalimi oleh rekan maupun para bawahannya. (far)

Alquran sebagai Tuntunan

BKKBN Peringati Nuzulul Quran

MEDAN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Sumatera Utara bekerjasama dengan Badan Kenaziran Masjid As Sakinah mengadakan peringatan hari turunnya Alquran, Nuzulul Qur’an sekaligus pemberian santunan kepada kaum duafa dan anak yatim di sekitar kantor BKKBN, Jalan Krakatau Medan, Senin (6/8).

“Nuzul Qur’an dan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa yang kita laksanakan pada 17 Ramadhan ini kerjasama dengan BKM serta seluruh lapisan masyarakat yang ada di sekitar sini,” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, drg Widwiono MKes.
Ia menghimbau, agar Al Qur’an dijadikan sebagai tuntunan dan landasan moral dalam kehidupan kita sehari hari khususnya di lingkungan perwakilan BKKBN Provinsi Sumut.

“Saat ini, kita sedang menjalankan ibadah puasa, menuntut kita untuk bersikap sabar dan mampu mengendalikan diri, guna menghindarkan kita dari perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah dan sendi-sendi kehidupan kita,” katanya seraya menambahkan dengan kegiatan ini dapat tejalin silaturahmi dengan masyarakat di Sumatera Utara pada umumnya dan Kota Medan pada khusunya.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini dihadiri Kepala Bidang Pelatihan dan Perkembangan Drs Tamazaro Zega MKes, Kabid Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Drs Datang Sembiring MPHR, Kabid KS/PK Drs Mustofa Mkes, Kabid KB/KR Dra Lucy Destriaty, Kabid Pengendalian Penduduk Dra Rabiatun Adawiyah MPHR dan Kasubbid Advokasi dan Kie Anthony SSos serta seluruh pegawai BKKBN Perwakilan Provinsi Sumut dan lainnya. (uma)

Forcomed Sahur Bareng Anak Yatim

MEDAN- Forum Komunikasi Antar Club Medan (Forcomed) gelar buka puasa bersama di Hotel Pardede Medan. Lebih dari seratus anggota dan para pengurus Forcomed mengikuti even yang baru pertama kali digelar Forcomed ini, Sabtu (4/8).  Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Sahur On the Road bersama anak panti asuhan Yayasan Pembangunan Didikan Islam Indonesia, Jalan Jamin Ginting, Medan, Minggu (5/8). Kordinator Forcomed, Firdaus Nasution SH mengungkapkan, sejak dibentuk pada awal Juli lalu, Forcomed yang beranggotakan 20 club dan komunitas mobil di Kota Medan langsung mengagendakan buka puasa bersama dan sahur bersama para anggota Forcomed.

Sebanyak 20 club dan komunitas mobil tersebut diantaranya, Baleno Club Medan, Honda Jazz Medan, Taft Diesel Indonesia Chapter Medan, Aerio Medan Club, Indonesia Type Z Community, Famous Community, Bushido Population, Frontal, Voyage, Kansas Community, D’Fann Community, Insight Community, Comfortable, Medan Retro Classic, EP Community Medan, Club Widthout Looser, Sammen Vallen, Binjai Retro Club, Contamination dan Vaste Taste.

“Secara kebetulan Forcomed terbentuk mendekati masuknya bulan suci Ramadan. Jadi agenda pertama yang harus dilakukan adalah menggelar buka puasa bersama dan sahur bersama,” paparnya Firdaus didamping Sekretaris, Alfin Syahrin dan Bendahara, Cindy.

Melanjutkan kegiatan amalnya, Forcomed melaksanakan sahur bareng anak Panti Asuhan yang berada di Yayasan Pembangunan Didikan Islam Indonesia, dan memberikan bantuan berupa sembako, baju koko, kain sarung lainnya.

Sementara itu, Fauziah Novi Utari, salah satu alumni yang berpartisipasi mengakui menikmati kegiatan tahunan ini.  Sebelum memberikan bantuan ke Panti Asuhan, iring-iringan ratusan mobil para anggota Forcomed meramaikan jalanan Kota Medan. Start dari Kantor Pertamina Jl. Yos Sudarso yang dilepas langsung oleh Region Manager I Lubricants, Eko Ricky Susanto. (ade)

Kedapatan Berganja, Amerika Pulangkan Pejudonya

LONDON-Nasib sial dialami oleh pejudo Amerika Serikat yang berlaga di Olimpiade 2012, Nick Delpopolo. Delpopolo harus rela dipulangkan karena ketahuan mengonsumsi makanan yang mengandung marijuana.

Delpopolo, yang menempati urutan ketujuh di kelas 73 kg, sebenarnya tak sengaja mengonsumsi marijuana. Bahan terlarang tersebut masuk ke tubuh lewat brownies yang dia makan sebelum berangkat ke Olimpiade.

“Hasil tes saya positif karena saya secara tak sengaja mengonsumsi makanan yang tak saya sadari telah dipanggang dengan marijuana, sebelum saya berangkat ke Olimpiade,” aku Delpopolo yang dikutip Reuters.

“Saya meminta maaf kepada Komite Olimpiade Amerika Serikat, rekan-rekan setim saya, fans, dan saya malu dengan kesalahan ini. Saya berharap bisa mewakili negara saya di masa depan, dan saya akan mengabdikan diri saya untuk menjadi atlet judo sebaik mungkin,” tambah atlet berusia 23 tahun ini.

Keberadaan marijuana, atau yang lebih dikenal sebagai ganja di Indonesia, dalam daftar obat terlarang yang dirilis Badan Anti-Doping Dunia (WADA) masih menimbulkan kontroversi. Pasalnya, mengonsumsi ganja dianggap tak akan meningkatkan performa atlet saat bertanding.

Namun, sebagian ahli berpendapat lain. Mereka mengatakan ganja telah terbukti mampu membantu atlet-atlet beberapa cabang olahraga seperti menembak atau golf dimana dibutuhkan tangan yang stabil. (bbs/jpnn)

Shur Lewati Isinbayeva

LONDON – Yelena Isinbayeva gagal mempertahankan medali emas lompat galah yang diraihnya di Olimpiade Beijing empat tahun lalu. Pemegang rekor dunia lompat galah ini secara mengejutkan ditaklukan atlet asal Amerika Serikat Jennifer Suhr.

Suhr yang merebut medali perak di Olimpiade Beijing mencatat lompatan setinggi 4,75 meter sementara Isinbayeva harus puas dengan medali perunggu lantaran hanya membukukan lompatan 4,70 meter. Medali perak sendiri diraih atlet asal Kuba Yarisley Silva.

Kegagalan Isinbayeva ini mengejutkan lantaran statusnya sebagai peraih medali emas pada dua Olimpiade terakhir dan lima kali juara dunia lompat galah serta pemegang rekor dunia di cabang olah raga ini. Catatan 5,01 meter miliknya yang dicetak pada 2009 silam masih belum bisa dipecahkan hingga saat ini.

Saat ditanya kenapa bisa sampai gagal, Isinbayeva menjawab hal tersebut dikarenakan faktor ketidakberuntungan. Cuaca di Stadion Olimpiade London ketika nomor final lompat galah ini dipertandingkan memang lembab dan berangin.

“Apa? Saya senang dengan medali perunggu ini. Saya tahu hasilnya tidak akan terlampau tinggi. Pemenang hari ini adalah gadis yang beruntung. Jadi saya hanya kurang beruntung,” kata Isinbayeva yang kini berusia 30 tahun tersebut seperti dikutip dari Eurosport, Selasa (7/8).

Suhr sendiri tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya bisa mengalahkan pelompat galah sehebat Isinbayeva. “Bisa mengalahkan seseorang yang begitu hebat di cabang ini merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan. Sungguh titel yang teramat spesial,” aku Suhr. (bbs/jpnn)

Taylor Taklukkan Petinju Tuan Rumah

LONDON-Riuh-rendah dukungan terkeras di Olimpiade 2012 hadir di ring tinju ketika petinju putri Republik Irlandia mengalahkan petinju Inggris Raya. Suaranya nyaris sekencang suara petir dan bahkan suara mesin jet.

Katie Taylor, petinju putri asal Republik Irlandia, berhasil memastikan tiket semifinal cabang tinju nomor kelas ringan 60 kg setelah mengalahkan Natasha Jonas, petinju kelahiran Liverpool sekaligus penyandang medali perunggu kejuaraan tinju dunia, Senin (6/8) waktu setempat.

Jonas, sebagai petinju yang mewakili Inggris Raya, lazimnya mendapat dukungan penuh dari penonton. Tetapi dukungan yang ia tuai di perempatfinal tetap saja kalah dari sorak-sorai pendukung Taylor yang tampil dengan dominasi warna hijau. Adu dukungan itulah yang kemudian melahirkan kebisingan luar biasa.

Dipaparkan ofisial Olimpiade setelah pertandingan, tingkat kebisingan yang dihasilkan di dalam pertarungan yang digelar di ExCeL Exhibition Centre tersebut mencapai titik 113,7 desibel, yang mana menjadi sebuah rekor di Olimpiade kali ini.

Sebagai catatan, gelegar dan gemuruh halilintar mencapai 120 desibel, sedangkan tingkat suara raungan mesin jet adalah sekitar 140 desibel. “Saya tak pernah merasakan atmosfer seperti ini sebelumnya. Saya tahu ini akan menyenangkan, tapi tetap saja sedikit kaget,” kata Taylor di Reuters. (bbs/jpnn)

PSSI Cari Investor Untuk Klub Profesional Musim Depan

JAKARTA- PSSI Johar Arifin memastikan kompetisi sepak bola pada musim depan akan dimulai pada Januari 2013 mendatang. Sebelum diputar, pihaknya akan berusaha mencarikan investor untuk klub-klub profesional yang akan berlaga di kompetisi kasta tertinggi.

“Berkaca pada musim lalu banyak klub IPL (Indonesia Premier League) yang kesulitan finansial. Kami akan carikan investor untuk solusi klub,” ujarnya saat ditemui di kantornya, kemarin (7/8).

Pada musim lalu, beberapa klub IPL dilanda krisis keuangan yang parah. PSMS Medan, Bontang FC, Persema Malang dan klub lainnya bahkan sampai ada yang menunggak gaji pemain sampai berbulan-bulan. Belum lagi klub yang ada di kompetisi Divisi Utama, begitu parahnya, sampai-sampai ada pemain asing yang mengemis karena klubnya tak sanggup lagi membayar gaji.

Johar berjanji, realita itu tak akan terulang musim depan. Saat ini, pihaknya telah mengajukan sejumlah tawaran untuk investor yang berasal dari dalam dan luar negeri.

“Kami sudah punya jaringan sekarang. Kami berharap investor itu mau menanamkan dananya untuk sepak bola,” terang lelaki bergelar profesor tersebut.

Karena itu, PSSI sedang menyiapkan informasi kepada para investor terkait klub-klub dan prospek menanamkan modal di Indonesia. Johar menyebut investor mulai tertarik, salah satunya dari Australia, karena mereka melihat Indonesia sebagai pasar yang bagus.

“Kami selalu katakan, Indonesia The Big Market The Best Market in the future market. Inilah teman-teman dari eropa mau datang ke sini. Ini karena ada kejelasan jaminan dari kami,” tutur Johar.

Masalah finansial yang melilit klub-klub di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), sebelumnya, menurut CEO LPIS Widjadjanto adalah pengeluaran klub yang besar. Bukan hanya dari sisi gaji, melainkan juga akomodasi dan transportasi yang kurang dihemat dan diperhitungkan dengan baik.

Untuk itu, Johar meminta agar klub membicarakan masalah gaji dengan matang pada musim depan. Dia tidak ingin klub kedodoran dan kembali terlilit masalah finansial. Di sisi lain, johar ingin pemain tetap mendapatkan bonus kemenangan maupun bonus individu lainnya.

“Dengan begitu pemain tetap mendapat kesempatan meraup penghasilan yang besar. Tidak hanya dari kontrak,” papar Johar. (aam/jpnn)

IMI Sumut Berharap Sikap Tegas Pemprovsu

MEDAN- Terkait kemelut yang sedang melanda lahan Sirkuit Road Race Jalan Pancing, Pengprov IMI Sumatera Utara kembali menegaskan hanya berstatus sebagai pengelola. Izin pengelolaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

“Kita tidak tahu masalah pemilik lahan itu. Disini, IMI Sumut hanya sebagai pengelola sirkuit yang diberikan oleh Pemprovsu. Kita tidak ada maksud untuk menguasai lahan itu,” ujar Ketua Pengprov IMI Sumut Musa Rajeck Shah didampingi Ketua Harian John Ismadi Lubis dan sekretaris umum Drs H Zulhifzi Lubis di Medan, Selasa (7/8).

Menurut pria yang akrab disapa Ijeck ini, izin pengelolaan sirkuit tersebut diberikan Pemprovsu setelah pembangunan arena balap motor tersebut selesai. Namun, ditengah perjalanan muncul PT Mutiara Development yang mengaku telah membeli lahan tersebut, dengan membangun komplek rumah toko.

“Sebagai pengelola, kita wajib mempertahankan aset Pemprovsu itu. Apalagi, dalam surat izin pengelolaan itu, juga disebutkan kalau IMI bertugas sebagai merawat dan menjaga sirkuit tersebut,” ungkap Ijeck.

Ijeck menegaskan, IMI Sumut siap keluar kapan saja, asal izin pengelolaan sirkuit tersebut dicabut. “Kita siap keluar dari sirkuit itu kapan saja, asal izin pengelolan dicabut oleh Pemprovsu,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, IMI Sumut juga menyesalkan pembacokan yang dilakukan orang-orang suruhan pengembang, dimana dua orang anggota IMI Sumut terluka.

Ijeck berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bertindak tegas untuk menyelesaikan permasalahan. IMI Sumut tidak ingin permasalahan tersebut berlangsung lama. “Kita minta peran dari Pemprovsu untuk menyelesaikan permasalahan itu,” harapnya.

Pun demikian, Ijeck berharap agar kasus ini tidak melemahkan semangat atlet balap motor Sumut yang lolos ke PON 2012 mendatang. “Pembalap kita jangan patah semangat, tapi semakin termotivasi untuk meraih medali di PON 2012 mendatang,” pungkas Ijeck. (jun)

Amerika Seratus Persen

LONDON-Amerika Serikat menyempurnakan penampilan mereka di babak kualifikasi cabang basket dengan kemenangan 126-97 atas Argentina. Kobe Bryant cs pun mencatatkan hasil seratus persen kemenangan di Grup A.

Meski pada akhirnya menang telak, Amerika Serikat dapat perlawanan sengit dari Argentina di dua kuarter awal pertandingan. Saat kuarter pertama tuntas, kedua tim cuma terpaut dua poin dalam posisi 34-32.

Di kuarter kedua Argentina malah mampu mengumpulkan lebih banyak poin, yakni berjumlah 27 sementara AS cuma meraih 26. Kondisi ini membuat Argentina mampu merepatkan jaraknya menjadi 60-59 di paruh babak.

Namun memasuki kuarter ketiga perolehan poin AS langsung melesat. Ditambah dengan keberhasilan merapatkan pertahanan, AS unggul 102-76. Dominasi Amerika Serikat semakin tak terkejar di kuarter terakhir, hingga akhirnya memetik kemenangan 126-97.

Ini merupakan kemenangan kelima AS dari lima laga yang sudah mereka jalani di fase grup. Mereka sebelumnya sukses menundukkan Prancis, Tunisia, Nigeria dan Lithuania.

Kevin Durant jadi pengumpul poin terbanyak di kubu Amerika Serikat dengan 28 poin yang dia lesakkan, sementara LeBron James menambahkan 18 angka lainnya. Dari pihak Argentina, Manu Ginobili menjadi top skorer usai melesakkan 16 poin.

Amerika akan menghadapi Australia di babak berikutnya. Sementara Argentina akan menantang Brasil. Jika kembali memetik kemenangan, kedua tim akan saling berhadapan di babak semifinal.

Di tempat terpisah untuk pertama kalinya dalam 64 tahun, tim bola basket putera Inggris Raya berhasil meraih kemenangan di ajang Olimpiade. Tuan rumah berhasil menaklukan China dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup B dengan skor telak 90-58.

Bertanding di O2 Arena, London, Senin dinihari WIB tadi, Inggris Raya yang dimotori pebola basket Chicago Bulls Luol Deng membuat China yang mengandalkan bekas pemain Dallas Mavericks Yi Jianlin mati kutu. (bbs/jpnn)

[table caption=”Klasemen Perolehan Medali” th=”1″]

No. ,Negara,    Emas ,   Perak ,   Perunggu  ,   Total
1.  ,Cina      ,  31  ,  19 ,   14    ,64
2.  ,Amerika Serikat   , 29   , 15  ,  19 ,   63
3.  ,Inggris Raya   ,     19   , 12  ,  12   , 43
4.  ,Korea Selatan    ,11 ,   5 ,   6  ,  22
5. , Prancis     ,    8 ,   9   , 9  ,  26
6. , Rusia     ,    7 ,   17   , 18   , 42
7. , Italia      ,   7   , 6   , 4 ,   17
8.  ,Kazakhstan   ,     6   , 0,    1 ,   7
9.  ,Jerman    ,     5 ,   10,    7   , 22
10., Belanda  ,      4   , 3 ,   4   , 11
11., Hungaria  ,       4  ,  1   , 3  ,  8
12., Korea Utara,        4    ,0 ,   1   ,5
13. ,Kuba     ,   3  ,  3   , 1   , 7
14. ,Belarusia   ,      3 ,   2 ,   3  ,  8
15. ,Selandia Baru    ,3   , 1   , 4 ,   8
47. ,Indonesia  ,      0   , 1   , 1   , 2
[/table]

Dua Atlet PABBSI Medan Terima Tali Asih

MEDAN- Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Angkat Berat, Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kota Medan, memberikan tali asih kepada dua atletnya yang akan mengikuti try out ke Jakarta. Try out tersebut dimaksudkan sebagai persiapan PON yang digelar di Riau, September mendatang.

Tali asih tersebut diserahkan kepada Faebolo Dodo Gowasa dan Goncalwes Sirait di Food Court Ayama Penyet Pujakesuma Jalan STM Medan, kemarin.
Ketua Pengcab PABBSI Medan Kompol Drs H Joko Susilo melalui Kabidbinpres, Bobby Octavianus Zulkarnaen SE mengatakan, try out ini merupakan uji kemampuan rekor yang selama ini sudah di dapat dalam Pelatda di bawah pelatih Raden Mas Asnawi.

“Tentunya dengan telah mengikuti Pelatda selama ini di Gedung PABSSI Jalan Helvetia Medan. Kedua atlet Medan yang ikut try out dapat meraih prestasi yang terbaik yakni medali emas saat di PON nanti,” terang Bobby yang saat itu didampingi Humas H Sofyan Nasution dan Samsul Idrus.

Dilanjutkan Bobby, dirinya mempunyai keyakinan besar kepada kedua atlet Medan yang ikut try out untuk meraih medali emas. Keyakinan itu dilihat dari hasil pantauan atlet yang mengikuti latihan selama ini dengan serius.

Terkait dengan keserius atlet saat menjalani latiahan, salah satu atlet, Faebolo Dodo Gowasa (66kg angkat berat) menyebutkan, kalau dirinya selama mengikuti Pelatda di bawah pelatih Radem Mas Asnawai dengan serius. “Selama latihan saya tidak pernah berpikir sedikit pun untuk bermain-main. Pasalnya, saya yang berbuat yang terbaik untuk Medan,” bilang Faebolo.(omi)