Home Blog Page 13140

Tarif Air PDAM Rantauprapat Naik 25 Persen

LABUHANBATU-Tarif air bersih yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtabina Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu naik terhitung sejak pemakaian bulan Agustus 2012. Kenaikan dari tarif lama dirata-ratakan mencapai 25 persen permeter kubiknya.

“Penyesuaian tarif ini berdasarkan kajian dan survey yang kita lakukan terlebih dahulu, setelah itu baru dikeluarkan Peraturan Bupati (perbup) nomor 20 tahun 2012 tentang penyesuaian tarif air PDAM tertanggal 16 Juli yang lalu,” kata Direktur PDAM Tirtabina Rantauprapat H Amin Prasetyo kepada Sumut Pos, Selasa (7/8) dikantornya.

Dijelaskannya, dasar kenaikan sesuai dengan pasal 20 ayat 3 dan pasal 23 ayat 2 Permendagri nomor 23 tahun 2006 tentang pedoman tekhnis dan tata cara pengaturan tarif air minum pada PDAM yang menyatakan penetapan tarif untuk pencapaian pembiayaan secara penuh operasional serta setiap 5 tahun sekali direksi melakukan penyesuaian tarif. (mag-16)

Tertibkan Bus di Simpang Kuala

081973496xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan. Tolong ditertibkan bus-bus yang terminalnya berada sepanjang Simpang Sempakata sampai lewat Simpang Kuala Padang Bulan Medan. Mereka parkir di pinggir jalan memakai setengah badan jalan. Hal itu menyebabkan jalanan macet pada pagi dan sore hari. Terima kasih

Akan Segera Ditertibkan

Terima kasih atas informasinya. Kami akan koordinasikan hal ini dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Medan. Kami akan segera melakukan penertiban terhadap bus-bus yang berada di Simpang Sempakata sampai Simpang Kuala ini untuk mengurangi kemacetan di daerah tersebut.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Simalakama

Bagai makan buah simalakama. Hm, sebuah pepatah yang cukup familiar di kuping bukan? Ya, pepatah yang bermakna sebagai sebuah kondisi saat kita dihadapkan kepada pilihan yang sulit ini memang menyesakkan dada bagi yang harus merasakannya.

Konkretnya seperti kasus kebakaran di Jalan Ghandi, tepatnya di simpang Jalan Emas, kemarin. Bagaimana tidak, atas nama keamanan, pemilik rumah memasang jerjak atau terali besi di pintu dan jendela. Apa daya, kebakaran terjadi. Mereka malah terjebak dan terkurung dalam rumah itu. Pun, tetangga dan petugas yang ingin menyelamatkan mereka tidak bisa berbuat banyak. Pintu besi di rumah itu berlapis, tidak bisa didobrak. Menerobos via jendela juga tidak bisa, jerjak permane mapan di tempat itu. Akibatnya, empat orang tewas seketika.

Itulah sebab, Wali Koto Medan Rahudman Harahap berang. Dia pun meminta warga untuk tidak berlebihan memasang jerjak. “Pagar-pagar jerjak (terali besi) tidak bisa ditembus oleh petugas kita. Ini harus jadi perhatian kita semua,” begitu katanya ketika melihat jasad korban di RS dr Pirngadi.
Rahudman memang tak sembarangan berang. Beberapa waktu lalu, peristiwa serupa juga terjadi. Adalah kebakaran di ruko di Jalan KL Yos Sudarso peristiwa yang dimaksud. Saat itu, tujuh orang sekeluarga tewas karena tidak bisa keluar saat ruko tempat menjual peralatan elektronik milik mereka terbakar. Penyebabnya, jerjak besi juga. Ya, evakuasi korban jadi terhambat.

Kenyataan ini menimbulkan tanya, kenapa jerjak besi masih dipertahankan di rumah-rumah yang ada di Medan? Ya, ketika dia terus menjadi alasan jatuhnya korban, bukankah sudah sepantasnya dia diberangus.

Sayangnya, ketika jerjak diberangus, apakah ada yang menjamin keamanan pemilik rumah? Ya, dasar pemasangan jerjak kan ada pada keamanan. Dengan kata lain, pemilik rumah merasa tak aman dari perampokan, maling, dan lainnya. Jadi, mereka memasang jerjak tersebut demi kenyamanan. “Setiap warga memang harus waspada, tapi tidak dengan berlapis-lapis seperti itu,” kata Rahudman lagi.

Baiklah, Pak Wali memang benar. Tapi, bagi pemilik rumah, memasang atau tidak jerjak bak makan buah simalakama bukan? Tidak memasang jerjak bisa rawan paramapokan, maling, dan sebagainya. Memasang jerjak jadi korban kebakaran. Jika memasang jerjak hanya selapis, bukankah akan gampang dibobol? Untung jika kebakaran, tapi kalau kemalingan? Bukankah jerjak yang tipis sama juga tidak berjerjak?

Kawan saya malah sampai berkata dengan kasar. Katanya, “Mereka yang memiliki rumah penuh dengan jerjak itu cuma punya dua pilihan. Pertama, mati karena kebakaran dan kedua, mati karena perampok!”

Bah, soal jerjak memang menjadi sesuatu yang pelik. Saking peliknya, Pak Wali pun akan mengaturnya dalam sebuah peraturan. “Saya kira masalah ini akan kita atur dalam IMB, demi keselamatan bersama,” begitu ungkap Rahudman.

Hm, baiklah bapak, semoga ketika semua sudah diatur dalam peraturan, tidak ada lagi kebakaran. Ups, maksud saya, tidak ada lagi korban. (*)

Kenapa tak Ada Nomor Pelanggannya?

082365331xxx

Kepada Yth Pemimpin Redaksi Harian Sumut Pos. Saya adalah pelanggan Sumut Pos sudah tiga tahun, waktu ada Gebyar Pelanggan Sumut Pos saya tidak dapat mengikutinya. Karena selama ini tidak ada nomor pelanggannya. Yang mau saya tanyakan apakah saya sebagai pelanggan yang ada di Binjai memang tidak ada nomor pelanggannya? Terima kasih.

Harus Berlangganan Resmi

Terima kasih atas atensinya. Nomor pelanggan didapat dari berlangganan langsung secara resmi dari kantor Sumut Pos. Dengan berlangganan resmi maka pelanggan akan mendapatkan kwitansi yang terdapat nomor pelanggannya. Nah, nomor pelanggan itu yang akan diundi pada Gebyar Pelanggan Sumut Pos. Dan pada Oktober 2012 mendatang Sumut Pos akan kembali menggelar Gebyar Pelanggan Sumut Pos.

Redaksi Harian Sumut Pos

Buka Puasa Bersama, Bangun Kebersamaan Warga Jawa

Silaturahim Sepakati Jadwal Halal Bi Halal Akbar

Silaturahim Warga Jawa Sumatera Utara (Sumut) merupakan apresiasi para tokoh tua dan muda, para sesepuh dan warga Jawa yang memiliki niat tulus dan ikhlas untuk membangun persatuan, kesatuan dan kebersamaan seluruh warga Jawa yang ada di Sumut tanpa membeda-bedakan apa, siapa dan darimana asalnya.

FOTO BERSAMA: Para sesepuh, warga Jawa  tokoh dari berbagai paguyuban Jawa foto bersama usai buka puasa bersama warga Jawa.
FOTO BERSAMA: Para sesepuh, warga Jawa dan tokoh dari berbagai paguyuban Jawa foto bersama usai buka puasa bersama warga Jawa.

Menghimpun warga Jawa untuk “guyub”  dengan dilandasi sikap niat tulus dan membangun kebersamaan, bukan atas dasar kepentingan pribadi maupun kelompok. Salah satu cara untuk membangun kebersamaan adalah dengan diselenggarakannya silaturahim dan buka puasa bersama warga Jawa ini.

Silaturahim warga Jawa Sumut digagas Sudiono Praka, Rendy, Ir HM Agus Suranto, Zulham dan beberapa tokoh tua dan muda serta sesepuh warga Jawa yang gandrung dengan persatuan, kesatuan dan kebersamaan warga Jawa menggelar acara buka puasa bersama Warga Jawa berlangsung sukses dan mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai elemen warga Jawa yang hadir di rumah makan Wong Solo Polonia Jalan SMAN 2 Medan, Sabtu (4/8) malam .
Kesuksesan acara tersebut dihadiri seratusan warga Jawa, diantaranya hadir pengurus Pujakesuma, Joko Tingkir, Pendawa, GPMJ Sumut, PJB, FKWJ Sumut, Binjai, Langkat, Deliserdang, dan Condong Raos.

Hadir juga sesepuh, tokoh tua dan muda  antara lain H Tom Adlin Hajar, Drs H.Oliv Sudjali, Drs Sutardjo Kesuma MBA, H Supratikno WS, Ir Sugiono SH MM, HS Purnomo SE,  Drs.Mursito Kabukasuda, Leo Sudarman, Suharto SH, Sri Panda SPd, Riadi Aziz SH, Muliadi, Imam Sumantri serta sejumlah tokoh lainya.

Buka puasa bersama warga Jawa tersebut diawali dengan tausiah Ramadan oleh ustadz Drs Jalal yang menyampaikan setiap umat dapat melakukan ibadah dimana saja berada. Bentuk ibadah itu selain salat dan berpuasa juga berbuat kebaikan dengan hati dan niat yang tulus dan ikhlas.

Ketua pelaksana acara Sudiono Praka dalam sambutannya mengatakan silaturahim warga Jawa Sumut merupakan apresiasi para tokoh tua dan muda, para sesepuh dan warga Jawa yang memiliki niat tulus ikhlas untuk membangun persatuan, kesatuan dan kebersamaan seluruh warga Jawa yang ada di Sumut tanpa membeda-bedakan apa, siapa dan darimana asalnya.

Dia menyebutkan, silaturahim warga Jawa Sumut bertujuan menghimpun warga Jawa untuk “guyub”  dengan dilandasi sikap niat tulus membangun kebersamaan bukan atas dasar kepentingan pribadi maupun kelompok. Satu cara untuk membangun kebersamaan adalah dengan diselenggarakannya silaturahim dan buka puasa bersama warga Jawa.

“Silaturahim Warga Jawa melalui buka puasa bersama ini adalah wujud persatuan, kesatuan dan kebersamaan warga Jawa Sumatera Utara . Dengan semangat Ramadhan dan buka puasa bersama ini mari kita bangkit dengan paradigma baru  menuju warga Jawa yang lebih baik, berkualitas dan bermartabat “  ungkap Sudiono.

Sudiono menambahkan, silaturahim Warga Jawa akan menggelar acara Halal bil Halal Akbar warga Jawa pada 2 September 2012 mendatang di lapangan Pasar V Marelan. Halal bil Halal Akbar akan dihadiri lebih dari sepuluh ribu warga Jawa. Untuk itu, diharapkan kesedian warga Jawa dan paguyuban Jawa untuk datang memeriahkan Halal bil Halal Akbar warga Jawa tersebut.

Sementara itu salah seorang penggagas Silaturahim Warga Jawa, Rendy dalam sambutannya menegaskan silaturahim warga Jawa merupakan kumpulan warga Jawa yang gandrung akan persatuan dan kesatuan warga Jawa yang selama ini menjadi dambaan warga Jawa di Sumut.

Sedangkan Ketua DPD Pujakesuma Medan, H Supratikno WS dalam sambutannya mengatakan DPD Pujakesuma sangat apresiasi kepada panitia silaturahmi warga Jawa yang  mau membuat acara seperti ini dan berhasil mengumpulkan warga Jawa dan paguyuban Jawa yang ada di Sumut.
Dia mengaku bangga dengan adanya gagasan dari Sudiono Praka dan rekan-rekan karena melalui silaturahim warga Jawa, maka ikatan persaudaraan dan silaturahim warga Jawa akan semakin kuat dan mendorong persatuan dan kebersamaan warga Jawa kedepan.

Dukungan juga muncul dari Drs Sutardjo Kesuma MBA, Penasehat FKWJ Sumut yang menegaskan dukungannya terhadap kegiatan yang diprakarsai Sudiono Praka, Rendy, Agus Sunarto dan Zulham sebagai penggagas Silaturahim Warga Jawa Sumatera Utara.

“ Mau tidak mau, suka tidak suka maka kita sebagai warga Jawa maupun sebagai paguyuban Jawa sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukung penuh kegiatan Silaturahim Warga Jawa yang jelas-jelas ingin mempersatukan warga Jawa dan memperkuat hubungan silaturahim warga Jawa ini. Oleh karena itu kami siap mendukungnya ! “ ujar Sutardjo Kesuma.

Dukungan senada juga datang dari Pendawa yang hadir diantaranya Leo Sudarman, Suharto SH salah seorang pendiri Pendawa dan Sri Panda SPd, mantan Ketua Pendawa Medan. Leo Sudarman dalam sambutannya menyatakan siap mendukung Silaturahim Warga Jawa untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan warga Jawa.

Turut memberikan sambutan masing-masing dari sesepuh Drs.H.Oliv Sudjali, H.Tom Adlin Hajar, dan tokoh-tokoh muda Jawa diantaranya Zulham (Ketua Joko Tingkir Deli Serdang), Irianto (Relawan FKWJ), Baron (Ketua FKWJ Langkat), Muliadi (Condong Raos), dan Ir Sugiono SH MM (Ketua Dalang Sumatera Utara).

Acara buka puasa bersama warga Jawa tersebut selain berlangsung sukses penuh rasa keakraban dan persaudaraan sekaligus membahas persiapan acara Halal bil Halal Akbar Warga Jawa yang akan digelar pada 2 September 2012 mendatang. Seluruh tokoh dan paguyuban Jawa hadir menyatakan kesiapan dan kesediaannya untuk ikut mensukseskan acara akbar yang akan digelar Silaturahim warga Jawa Sumut tersebut . (*)

Darwinsyah Ngaku Kas di Kesbanglinmas Tekor

MEDAN-Tersangka Darwinsyah mantan Kepala Kesbanglinmas Sumut, menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Pemeriksaan tersebut merupakan yang pertama kalinya setelah tersangka di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan terkait dugaan penyelewengan sisa anggaran Kesbanglinmas Sumut Tahun Anggaran 2010 sebesar Rp2,9 miliar yang tidak distorkan ke kas daerah.

Dalam pemeriksaan diruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Medan tersebut, Darwinsyah mengakui sisa anggaran dan pajak sebesar Rp1 miliar belum disetorkan pada kas daerah.

Jumlah tersebut, berbeda dengan yang ditemukan penyidik melalui hasil BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) Sumut. Dimana BPKP Sumut menemukan nilai kerugian negara mencapai Rp2,9 miliar.

“Memang pada saat pemeriksaan dimana statusnya sebagai saksi, Darwinsyah menyangkal dugaan penyelewengan tersebut. Tapi hari ini (kemarin) dia (Darwinsyah) mengakui hanya Rp1 miliar yang belum disetor sisa anggarannya. Namun, ada perbedaan angka yang kami temukan dengan pengakuannya. Kami sendiri berencana kembali ke BPKP Sumut untuk memastikan berapa sebenarnya kerugian pasti dalam kasus ini. Pasalnya, inspektorat menemukan sisa anggaran yang belum disetor lebih dari Rp2 miliar,” ungkapnya.

Disebutkannya, dalam pemeriksaan tersebut, Darwinsyah juga telah mengganti tim Penasehat Hukum (PH)-nya. Dimana tiga tim Penasehat Hukum yang menangani kasusnya langsung didatangkan dari Jakarta.

“Hari ini Darwisnyah menyatakan memakai pengacara baru. Ada tiga orang tim pengacara yang menangani kasusnya sekarang yang keseluruhannya berasal dari Jakarta. Saya tidak tahu persis kenapa dia mengganti pengacara lamanya,” ungkap Robinson.

Di ruang kerjanya, Robinson juga menambahkan, ketiga pengacara asal Jakarta yang disewa Darwinsyah untuk menangani kasus tersebut tercatat atas nama Mirawati, Marianus Waka Wara dan Jhonson Saragih.

“Kalau pengacara sebelumnya saya kurang begitu hafal,” ujarnya.

Saat disinggung kembali apakah ada nama-nama baru yang muncul setelah Darwinsyah diperiksa hari itu, Robinson mengaku hingga saat ini belum ada. “Dalam kasus ini baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu Darwinsyah dan Syarif Muda Hasibuan yang saat itu menjabat sebagai Bendahara di Kesbanglinmas Sumut, tapi dia belum ditahan. Tetapi minggu depan direncanakan dipanggil sebagai saksi untuk proses pemberkasan Darwinsyah. Kalau soal penahanan lihat saja nanti,” urainya.

Dalam kasus tersebut, Darwinsyah ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan pada 16 Juli 2012 lalu atas dugaan korupsi sekitar Rp2,9 miliar tahun anggaran 2010, di mana pada saat itu Darwinsyah duduk sebagai Kepala Kesbanglinmas Provinsi Sumut. Darwinsyah yang statusnya kini mendekam di Rutan Tanjung Gusta Medan, juga telah sesuai surat perintah penahanan terhadap Darwin bernomor Print-03/N,2,10/Fd.1/07/2012. (far)

Legenda

LONDON – Sprinter peraih empat medali emas Olimpiade Usain Bolt mengatakan dia kian dekat mencapai status legenda usai berhasil mempertahankan gelar di nomor 100 meter. Bolt kini mengincar emas Olimpiade 2012 berikutnya di nomor 200 meter.

Bolt memang peraih emas pada nomor bergengsi 100 meter di Olimpiade Beijing empat tahun silam. Pada Olimpiade London 2012, pelari berusia 25 tahun asal Jamaika itu mencatat waktu 9,63 detik yang merupakan rekor Olimpiade.

“Medali emas ini berarti saya kian dekat dengan status legenda. Saya akan mewujudkannya, ini barulah langkah awal. Saya masih punya nomor 200 meter, saya kini bersiap pada hal tersebut,” kata Bolt kepada BBC Radio 5 Live, Selasa (7/8).

“Padahal saya tidak melakukan start dengan sempurna. Jadi pada 50 meter terakhir saya habis-habisan dan saya tahu segalanya akan berlangsung baik setelah itu. Saya hanya berusaha terus berlari. Saya tak ingin bilang itu lari yang sempurna karena pelatih saya pasti akan mengatakan tidak,” jelas Bolt.
Bolt merupakan favorit kuat untuk nomor 200 meter karena merupakan juara bertahan pada Olimpiade Beijing 2008 silam. Catatan 19,19 detik miliknya yang dicetak pada Kejuaraan Dunia 2009 lalu di Berlin merupakan rekor dunia yang masih bertahan hingga sekarang.

Saat ditanya apakah dia bisa menembus waktu di bawah 19 detik, sambil tersenyum Bolt menjawab: “Ya, itu kerap hadir dalam pikiran saya beberapa tahun belakangan dan musim ini, di lintasan ini, saya merasa lebih percaya diri, kita lihat saja. Saya tidak ingin jumawa. Namun, itu memang terlintas di pikiran saya,” tegas Bolt.

Meski ingin menjadi legenda di pentas Olimpiade namun Bolt tak menampik jika dirinya kagum dengan perenang  Amerika Serikat yang juga bertabur prestasi Michael Phelps.

Ya,  Bolt dan Phelps memang pantas ditahbiskan sebagai legenda di cabangnya masing-masing. Bolt merupakan juara dunia lima kali dan peraih empat medali emas Olimpiade, sementara Phelps perenang dengan koleksi 57 medali emas di ajang utama seperti Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, termasuk 18 medali emas Olimpiade yang menjadikannya Olympian terhebat sepanjang masa.

Bahkan, raihan 18 emas Phelps tersebut lebih banyak dari total emas yang diraih sebuah negara seperti Argentina. Bila dibuatkan tabel perolehan medali sepanjang masa, maka Phelps akan bertengger di posisi ke-40 atau di atas Argentina dan Jamaika yang dari 1952 hingga 4 Agustus 2012 baru mengoleksi 17 dan 14 medali emas.

“Phelps merupakan legenda. Apa yang dilakukan bagi dirinya dan negaranya sungguh luar biasa hebat. Dia menetapkan standar bagi banyak atlet lain untuk berprestasi setinggi mungkin dan membuat olah raga ini menjadi lebih baik,” ungkap Bolt.

Pada nomor 100 meter Olimpiade London 2012, Bolt berhasil mencatat rekor Olimpiade 9,73 detik. Sebelumnya, pada Olimpiade Beijing empat tahun silam, Bolt memenangi emas di nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet 400 meter.

“Saya harap masih berada di Rio. Saya akan berusia 30 tahun saat itu, tapi saya harap masih dalam kondisi yang baik,” harap Bolt.
Di tempat terpisah, Michael Phelps tak dapat menutupi kekagumannya terhadap Bolt. “Dia luar biasa. Secara harfiah, dialah manusia tercepat di dunia. Balapan jarak pendek selalu menyenangkan dilihat. Seperti 50 dan 100 meter gaya bebas di renang yang juga menyenangkan di lihat,” sahut Phelps pada wartawan, seperti diberitakan Reuters.

Kemampuan Bolt melesat sejauh 100 meter dengan waktu di bawah 10 detik membuat perenang asal Amerika Serikat itu terkesima. Sesama olahragawan, Phelps menyebut kalau menyaksikan Bolt bertanding nyaris tak pernah dia lewatkan.

“Menyaksikan mereka bangkit dan berlari dan melesat 10 atau sembilan detik, di bawah 10 detik untuk jarak 100 meter sungguh impresif,” bilang Phelps. (bbs/jpnn)

PMI Ajak Banyak Orang jadi Pendonor Tetap

Wali Kota Terima Audiensi Pengurus PMI Kota Medan

Kekurangan darah di Kota Medan bisa segera teratasi oleh kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan yang baru. Penyelesaian kekurangan itu bisa tuntas jika pengurus yang baru mampu mengembangkan sayap mencari anggota pendonor tetap.

AUDIENSI: Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM (4 kanan)  pejabat eselon II Pemko Medan menerima audiensi Ketua PAW PMI Kota Medan Musa Rajekshah  pengurus  ruang tamu khusus Wali Kota Medan, Senin (6/8).
AUDIENSI: Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM (4 kanan) dan pejabat eselon II Pemko Medan menerima audiensi Ketua PAW PMI Kota Medan Musa Rajekshah dan pengurus di ruang tamu khusus Wali Kota Medan, Senin (6/8).

Keinginan stok darah di Kota Medan disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Drs Darusalam Pohan dan Kadis Kesehatan dr Edwin Effendi MSc saat menerima audiensi pengurus pergantian antar waktu (PAW) PMI Kota Medan di bawah kepemimpinan Ketua PMI Kota Medan Musa Rajekshah.

Dalam sambutannya di ruang tamu khusus Wali Kota Medan, Rahudman mengatakan, terbentuknya kepengurusan baru PMI Kota Medan ini diharapkan persoalan terkait kekurangan darah, yang selama ini dikeluhkan bisa teratasi. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu, yang terkadang kesulitan mendapatkan kantong darah.

“Ini tak boleh lagi terjadi, secepatnya Pemko Medan bersama PMI Kota Medan terus mengkampanyekan donor darah, sehingga Kota Medan tak pernah kekurangan darah atau kekurangan pendonor,” katanya.

Untuk memenuhi stok darah di Kota Medan, Wali Kota Medan mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemko Medan untuk ikut menjadi anggota tetap donor darah PMI Kota Medan. Formulir untuk kesediaan menjadi donor tetap akan sebarkan ke PNS Pemko Medan oleh PMI Kota Medan, hal ini sebagai bagian memenuhi stok darah di bank darah milik PMI Kota Medan ini.

“Sebagai Wali Kota, saya merupakan pendonor darah tetap di PMI Kota Medan. Hampir tiga bulan sekali, saya pasti mendonorkan darah. Jadi tidak hanya pegawai, saya mengharapkan masyarakat mau mendonorkan darahnya. Karena dengan mendonorkan darah bisa beramal dan tubuh bisa menjadi sehat,” ujarnya.

Selanjutnya, Rahudman menyampaikan saran kepada pengurus PMI Kota Medan agar terus mengembangkan sayapnya mencari pendonor baru. Seperti siswa yang baru tamat sekolah menengah atas (SMA) atau instansi lainnya di Kota Medan ini. Dengan cara menjalin komunikasi ke beberapa lembaga, maka hasilnya stok darah bisa lebih baik.

Menyikapi adanya keinginan PMI Kota Medan membentuk kepengurusan PMI tingkat kecamatan, sekolah dan perguruan tinggi. Orang nomor satu di Pemko Medan itu langsung mengapresasi dan mendukung pola yang rencananya dibuat PMI Kota Medan itu.

“Bagus itu, harus dilakukan untuk mencari anggota anggota pendonor darah tetap lebih banyak lagi, dan semestinya dilakukan segera mungkin,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengimbau, kepada masyarakat untuk mensukarelakan darahnya untuk didonorkan menyumbangkan ke PMI Kota Medan, sehingga stok darah di Kota Medan benar-benar tetap terjaga dan aman.

Ke depan, Rahudman berharap, langkah yang dilakukan Ijeck sebagai Ketua PMI Kota Medan sekiranya mampu mengatasi persoalan kekurangan darah, yang selama ini terjadi dan bisa mengantisipasi kekurangan darah.(gus)

Orang Berpuasa Tetap Boleh Donor Darah

Di bulan suci Ramadan 1433 H, jumlah pendonor mulai berkurang. Bahkan, sekarang ini PMI Kota Medan buruh sebanyak 3 ribu kantong darah. Jumlah itu digunakan untuk memenuhi standar bank darah di satu wilayah perkotaan.

Demikian terungkap saat perbincangan Ketua Pergantian Antar Waktu (PAW) PMI Kota Medan periode 2008-2015 Musa Rajekshah bersama pengurus lainnya saat audiensi dengan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di Kantor Wali Kota Medan.

Dalam kunjungannya, Musa Rajekshah yang biasa disapa Ijeck menyebutkan, kehadirannya menumui Wali Kota Medan bertujuan untuk memperkenalkan kepengurusan yang baru dan sekaligus memaparkan program kerja ke depannya.

Dia menyebutkan, di Kota Medan menargetkan memenuhi kebutuhan darah sebanyak 3 ribu kantong. Untuk memperolehnya dibutuhkan kebersamaan dan keyakinan dari kita semua bahwa donor darah itu untuk kesehatan orang-orang yang sehat. Ijeck memaparkan, selama ini PMI Kota bisa menghasilkan 100 pendonor darah untuk 100 kantor darah per hari, tapi berhubung bulan suci Ramadan, pendonor turun drastis, sehingga untuk memenuhi stock darah belum juga tercukupi.

“Padahal donor darah bagi orang berpuasa tidak berpengaruh kepada kesehatan dan daya tahan tubuhnya, seharusnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini masyarakat semakin gencar mendonorkan darahnya untuk kesehatan dan amal,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Ijeck mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan darah itu, pengurus sudah memasuki kecamatan, sekolah sampai perguruan tinggi. Hal itu dilakukan untuk membantu PMI mensosialisasikan kepada masyarakat akan manfaat donor darah maupun kepada orang lain.
Kepada wali kota, Ijeck meminta dukungan dalam membentuk pengurus PMI di masing-masing kecamatan. Rencana itu direalisasikannya usai hari Raya Idul Fitri 1433 H. Sebelum pelantikan pengurus PMI Kecamatan dilakukan, seluruh pengurus akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberi pelatihan. (gus)

Hip Hop ‘Delitua’ Idola Anak Muda

MEDAN-Bermodal bakat dan latihan yang keras Wisnu AT Bangun berhasil menciptakan lagu bergenre hip hop bertajuk ‘Delitua’ dan sekarang lagu ini booming di kalangan remaja Medan.

AKRAB: Wisnu AT Bangun (kiri)  Wira Ketaren//istimewa for sumut pos
AKRAB: Wisnu AT Bangun (kiri) dan Wira Ketaren//istimewa for sumut pos

Awalnya, karya ini dikirim ke http://www.reverbnation.com tak dinyana belakangan menjadi ‘lagu wajib’ kalangan anak muda di komunitas indie.
Anak pertama dari 3 bersaudara ini kini mendapat laporan, tembang bertema anak muda tersebut mulai merambah ke radio swasta.
“Ada yang bilang begitu cuma saya belum pernah dengar. Kalau di sejumlah kendaraan umum sudah sering diputar,” ujarnya.

Wisnu AT Bangun tercatat sebagai mahasiswa jurusan musik di Universitas HKBP Nommensen Medan. Kesehariannya lebih banyak mengurusi komunitas hip hop, baik di kediamannya di kawasan Delitua atau di sejumlah pertemuan para remaja.

Wisnu tidak langsung bekecimpung ke hip hop, tetapi ia sempat melintasi jalur musik beraliran lain seperti rock, pop dan sebagian etnik. Pengalaman panjang tersebut membuatnya matang dengan pilihannya di tataran musik hip hop.
“Inilah musik yang cukup menantang,” katanya.

Setiap waktu di rumahnya ramai dengan remaja yang mendalami musik baik sebagai penyanyi ataupun pemusik. Ada Yoka, Aldo, Frans, Dedy, Wira, Thomas, Bayu, Putri, dan puluhan remaja lainnya bersama-sama belajar musik.

Bahkan untuk mengabadikannya mereka kini membuat album rekaman sebagai evaluasi kualitas musik mereka.

Sejumlah lagu karya anak muda ini dapat disimak di http://www.reverbnation.com. Seorang musisi asal Medan yang kini berada di Jakarta Rizal Mhonex menyebutkan nilai komersial karya Wisnu ini. “Komersial lagunya, Bang,” ujar Izal, panggilan akrab Rizal Mhonex, kemarin via selular setelah ia mendengarkan tembang bertema canda ini. (mea/rel)

Warnet Dibobol, Istri Pemilik Pingsan

MEDAN- Chemi Net 05 di Jalan Turi (Simpang Bahagia By Pass), Kecamatan Medan Kota dibobol maling, Selasa (7/8) dinihari sekira pukul 03.00 WIB. Delapan unit CPU komputer dan monitor raib.

Magel (25), warga sekitar mengatakan, sekitar pukul 03.00 WIB ketika ia pulang kerja, melihat sebuah mobil phanter warna putih BK 679 parkir didepan warnet. Namun ia tidak terlalu curiga dan mengira para pelaku merupakan pemilik warnet.

“Saya baru pulang kerja. Saya melihat ada mobil panther putih parkir didepan. Saya kira pemilik warnet,” ujarnya.

Dikatakannya, ia tidak curiga karena pintu warnet tersebut terbuka lebar. “Aku gak curiga lah soalnya pintu terbuka lebar, kupikir yang punya lah” jelasnya.
Pemilik warnet yang datang pada pagi hari menangis histeris dan pingsan karena warnetnya dibobol maling. “Tadi pagi ramai kali lah dek, yang punya warnet datang kemari. Istri yang punya warnet aja ku lihat sampai pingsan di depan sini. Mungkin nggak nyangka kalau warnetnya dibobol,” ungkapnya.(mag-12)