Home Blog Page 13146

Warga Kelurahan Simpang Selayang Minta Pembangunan Drainase

Warga Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan harapkan dibangunnya drainase di sepanjang Jalan Letjen Jamin Ginting, dan Jalan Setia Budi- Simpang Selayang serta Jalan Bunga Stella Raya. Karena selama ini tak ada drainase dan air selalu menggenang
di jalan.

Permintaan dibangunnnya drainase di tiga jalan di kawasa Kelurahan Simpang Selayang disampaikan seorang warga, Hadi, Senin (6/8). Menurut dia, kepala lingkungan dan pihak Kelurahan Simpang Selayang serta warga selalu melakukan gotong royong untuk membersihkan drainase di Jalan Setua Budi Simpang Selayang. Tapi, tetap saja hasil gotong royog belum mampu maksimal.

“Saat melakukan gotong royong, beberapa warga hampir mendapat petaka, karena membersihkan saluran terwongan drainase. Beruntung bisa diselamatkan. Hal inilah yang kami harapkan adanya tindak lanjut dari Dinas Bina Marga untuk membangun drainase,” katanya.

Menanggapi itu, Lurah Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Topan OP Ginting menyebutkan masalah drainase yang ada di Jalan Letjen Jamin Ginting, dan Jalan Setia Budi-Simpang Selayang serta Jalan Bunga Stella Raya sebenarnya sebagiannya telah ada drainasenya. Hanya saja, koneksi antar drainase untuk mengalirkan air belum maksimal. Sehingga, air tidak berjalan lancar dan saat hujan deras, dampaknya jalanan menjadi banjir.

Dia menyebutkan, beberapa bulan yang lalu, pihak kelurahan telah berkordinasi ke pihak Dinas Bina Marga untuk mengorek drainase di Jalan Bunga Stella Raya. Setelah dilakukan pengorekan, hasilnya belum bisa dirasakan secara baik.  “Kami bersama warga sangat mengharapkan bisa mendapatkan pembangunan drainase di jalan tersebut,” ujarnya.

Topan mengakui, bahwa Jalan Setia Budi dan Jalan Jamin Ginting bukan bagian jalan yang dimiliki Pemko Medan, tapi jalan tersebut adalah sering dilintasi warga Kota Medan. Sehingga, sangat diharapkan agar pemerintah provinsi dan pusat bisa segera mungkin membangun drainase pada tahun 2012 ini juga.
Lebih lanjut, dia mengingatkan kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disedikan. Tanpa ada kebersamaan itu, hasilnya tak akan bisa maksimal membuat lingkungan bersih, sehat dan indah. “Kami juga rutin setiap minggu melakukan gotong royong membersihkan drainase dan pekarangan rumah,” katanya. (omi)

Dua Tersangka Digiring ke Lokasi Kejadian

Penyerangan dan Pembacokan Pekerja di Sirkuit Medan Estate

MEDAN-Kasus pembcokan terhadap Rodianto alias Rodot (38), warga Jalan Krakatau dan Anto Solar (40), warga Jalan Medan Tembung, saat bekerja di Sirkuit Road Race di Jalan Willem Iskandar, Medan Estate terus diusut polisi.

Untuk melengkapi berkas penyidikan Sat Reskrim Polresta Medan melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP), Senin (6/8) siang. Dalam cek TKP yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol M Yoris Marzuki SiK, dua dari tiga tersangka pelaku penyerangan yakni Kasman Simarmata dan Irwan alias Iwan juga dihadirkan.

Polisi meminta keterangan dari para pelaku untuk mengetahui asal mula penyerangan yang mengakibatkan kedua korban mengalami luka bacok.
Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol M Yoris Marzuki SIK mengatakan, tujuan dilakukannya cek TKP untuk kelengkapan penyidikan.
“Ini bukan rekonstruksi karena kalau rekonstruksi harus ada jaksa, ini hanya sebagai kelengkapan untuk penyidikan,” katanya.
Yoris menjelaskan, saat ini polisi baru meringkus tiga pelaku dan masih mengejar dua pelaku yang identitasnya telah diketahui.

Saat disinggung mengenai motif dari penyerangan, Yoris menambahkan, pihaknya belum bisa menentukannya. Namun, jelasnya, berdasarkan keterangan pelaku yang diamankan bahwa mereka melakukan penyerangan karena disuruh oleh orang lain.

“Motifnya belum bisa dipastikan karena mereka masih kita mintai keterangan. Maka dari itu kita lakukan cek TKP,” jelasnya.

Polisi, katanya, berencana akan memanggil pihak pengembang untuk dimintai keterangan karena berdasarkan keterangan pelaku penyerangan yang diamankan mereka bekerja pada pihak pengembang. Sekadar mengingat, dua pemuda menderita luka bacok dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit, setelah diserang pemuda lainnya di arena sirkuit balapan yang terletak di Jalan Willem Iskandar II, Medan Estate, Rabu (1/8) siang.

Korban masing-masing Rodianto alias Rodot (38), warga Jalan Krakatau, mengalami luka bacok pada kepala, punggung dan perut dan Anto Solar (40), warga Jalan Medan Tembung, mengalami luka bacok tangan kiri yang nyaris putus.

Manda (41), salah satu kelompok pemuda mengaku, bentrok tersebut terjadi saat mereka sedang melakukan pembersihan lahan untuk  persiapan lomba. (jon)

Berita sebelumnya: Tiga Pembacok Ditangkap

Depresi, Pemilik Toko Sport Gantung Diri

MEDAN- Diduga karena dispresi ditingal istri, Tarlochan Shing (61), warga Jalan SM Raja simpang Mariendal Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Amplas, Kota Medan, ini nekat gantung diri, Senin (6/8) sekira jam 10.00  WIB.

Pemilik Toko Molten Sport ini ditemukan keponakannya  Bechu Shing (19) sudah tergantung dengan leher terikat tali nilon di lantai dasar rumahnya yang juga sekaligus toko sportnya.

Pengakuan adik korban, Ternal Shing di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengatakan, kenekatan abangnya diduga karena mengalami dispresi yang cukup lama.

“Abangku ini sebelumnya memang mengalami depresi ringan, ditambah lagi dua hari lalu dia ditinggal pergi sama istrinya, mungkin itu yang buat dia nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri” ucapnya. Atas penemuan jasad korban itu, keluargapun menghubungi Polsek Patumbak.

Hingga dilanjutkan petugas kepolisian Sektor Patumbak untuk mengevakuasi ke kamar mayat RS dr Pirngadi Medan guna menjalani visum.
Usai visum mayat korban dibawa keluarga ke rumah duka, dan menurut rencana mayat bapak anak 4 ini, akan dikremasi, Selasa (7/8)  di Tempat Perkuburan Umum (TPU) sekaligus mengebumikan jasad korban. (uma)

Spesialis Pencuri Kabel Telkom Diringkus

MEDAN-Empat pelaku kejahatan dengan berbagai kasus digulung polisi. Keempatnya diamankan dari lokasi dan waktu yang berbeda. Ramli (30), warga Langkat ditangkap petugas karena ketangkap basah sedang mencuri kabel milik perusahaan Telkom di kawasan Medan Polonia. Dalam menjalankan aksinya, dia bersama dua rekannya. Namun, saat petugas ingin meringkus, dua rekannya berhasil kabur.

“Waktu beraksi saya bersama dua orang teman saya. Mereka berhasil melarikan diri. Baru sekali aku ikut mencuri dengan mereka,” dalihnya.
Pelaku kejahatan lainnya, yakni Hengky Maringandame Manullang (21), warga Marendal. Pria yang putus sekolah dibangku SMU ini ditangkap polisi saat menjambret tas ibu-ibu yang sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Merapi. Lagi-lagi dia mengaku baru kali ini menjalankan aksi nekad itu.
“Baru sekali ini bang. Kalo berhasil duitnya untuk dipakai sendiri aja,” sebutnya.

Sementara itu, Muhammad Iswandi (20), ditangkap petugas karena nekat menjual narkotika jenis sabu-sabu. Alumni SMK Prayatna itu mengatakan, nekat menjual sabu lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap usai tamat sekolah.

Dari tangan Iswandi, petugas mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 50 gram.
Satu tersangka yang diamankan lainnya adalah Arif. Dia ditangkap polisi karena kedapatan mencuri besi di Jalan Mahkamah Medan. Kepada Sumut Pos, Arif mengaku, nekat mencuri besi karena ajakan temannya. (mag-12)

Bulan Ramadan Perdonor Darah Menurun

Medan Butuh 3.000 Kantong Darah per Bulan

MEDAN-Kota Medan sedikitnya membutuhkan 3.000 kantong darah setiap bulannya. Untuk memenuhi kebutuhan itu Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan berhasil mengumpulkan 100 kantong darah setiap hari. Namun, saat bulan puasa perolehan kantong darah  menurun drastis.

Hal itu terungkap saat Ketua Pergantian Antar Waktu (PAW) PMI Kota Medan periode 2008-2015, Musa Rajekshah bersama pengurus lainnya beraudiensi dengan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM di Balaikota Medan, Senin (6/8) pagi.

Selain bersilaturahmi kunjungan ini dilakukan untuk memperkenalkan kepengurusan yang baru sekaligus memaparkan program kerja ke depannya.
Dijelaskan Ijeck, panggilan akrab Musa Rajekshah, kepengurusan PAW PMI Kota Medan baru Mei lalu menerima Surat keputusan (SK). Walaupun berstatus PAW sampai  2013 namun mereka sudah bekerja. Salah satunya melakukan audiensi dengan wali kota seraya menyampaikan program-program kerja yang akan dilakukan.

Di samping itu terus mensosialisasikan kepada masyarakat manfaat donor darah bagi kesehatan maupun orang lain. Berkat sosialisasi yang dilakukan itu, kebutuhan 3.000 kantong darah yang dibutuhkan Kota Medan setiap bulannya mulai terpenuhi.

“Alhamdulillah setiap harinya kita berhasil mendapatkan 100 kantong darah. Hanya saja berhubung saat ini bulan Ramadan, perolehan kantong darah drastis menurun,” ungkapnya.

Untuk terus memenuhi kebutuhan darah, Ijeck mengaku, pihaknya akan memasuki kecamatan, sekolah sampai perguruan tinggi. Hal itu dilakukan untuk membantu PMI mensosialisasikan kepada masyarakat akan manfaat donor darah maupun kepada orang lain. Dengan sosialisasi yang dilakukan, masyarakat dengan suka rela dan penuh keikhlasan mendonorkan darahnya.(gus)

Kaum Duafa Dapat Bantuan Sembako

LUBUK PAKAM -Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat AL- Washliyah Sumatera Utara memberikan bantuan sembako kepada kaum duafa, digelar di halaman Madrasah Al- Washliyah Kecamatan Lubukpakam, Minggu (5/8).

Ketua PW Muslimat AL- Washliyah Dra. Hj. Nurliyati Ahmad MA mengatakan, pemberian bantuan merupakan dakwah sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. ‘’Momen Ramadan ini kami mengambil kesempatan disamping kita melakukan dakwah kemudian kita melakukan bakti sosial,” kata Nurliyati.

Sebelum pemberian  bantuan sembako dilakukan sholat duha ibu-ibu kemudian sholat tasbhi, tausiah akbar, yang tujuanya untuk menyikapi ramadan dengan tujuan untuk mengambil kesempatan, dapat diterapkan dalam rumah tangga dan generasi ke depan.  Ketua PW Al- Washliyah Sumatera Utara Drs. H.Hasbullah Hadi SH, M.Kn, menjelaskan, Al-Washliyah dalam kiprahnya merupakan  amanah organisasi.

“ Kita harus membangun tradisi-tradisi keislaman di bidang budaya dan ibadah,” katanya.

Ditambahnyanya tradisi serta kebudayaan Islam harus bisa dibawa ke tengah-tengah masyarakat dalam berbagai bentuk. Oleh karena itu pembentukan arisan dakwah bertujuan membangun silahturahmi dakwah dan melestarikan tradisi-tradisi keislaman.

Ketua Panitia Dra.Hasnil Aida Nasution MA didampingi protokol Hj. Ismah Tanjung menjelaskan kegiatan pembagian paket sembako tersebut ada 240 paket, dan uang tali asih. Untuk Sumatera Utara ada sekitar  2782 paket yang akan dibagikan kepada kaum dhuafa. (btr)

Biasakan Berbuka Puasa dengan Kurma

Sabar Syamsurya Sitepu Berikan Bantuan ke 40 Masjid

MEDAN- Belakangan ini, masyarakat sudah mulai jarang mengkonsumsi kurma saat berbuka puasa. Kebanyakan, masyarakat lebih memilih mengkonsumsi kolak atau kue dan goreng-gorengan saat berbuka puasa. Padahal, Nabi Muhammad SAW mensunnahkan memakan buah kurma saat berbuka puasa.

Atas dasar itu, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Sabar Syamsurya Sitepu memberikan bantuan satu kotak kurma seberat 15 kg ke 40 masjid yang tersebar di Kota Medan. “Bantuan kurma ke masjid-masjid ini rutin saya lakukan sejak lima tahun lalu. Kenapa kurma? Karena belakangan ini sudah sangat jarang kita lihat orang berbuka puasa dengan kurma,” kata Sabar kepada wartawan koran ini saat menyerahkan bantuan kurma di Masjid Taqwa Jalan Demak, Medan Area, Minggu (5/8).

Menurut politisi Partai Golkar ini, sudah saatnya masyarakat kembali mengkonsumsi kurma saat berbuka puasa. Selain menkalankan sunnah, juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. “Saat ini, orang lebih suka makan kue atau goreng-gorengan seperti risol, tahu isi dan lainnya. Pakai saos pula lagi. Inikan sudah salah. Sementara Rasulullah mensunnahkan, berbukalah dengan yang manis-manis,” beber Sabar lagi.

Sabar mengungkapkan, memakan kurma saat berbuka, lebih baik ketimbang kolak. Pasalnya, kurma memungkinkan tubuh mendapatkan kadar gula alami. “Bagi saya pribadi, buah kurma menjadi menu wajib setiap berbuka puasa,” ungkapnya lagi.

Karenanya dia berharap, dengan yang diberikannya ke masjid-masjid, masyarakat khususnya yang berbuka puasa di masjid, juga dapat menikmati buah kurma saat berbuka puasa.

Imam Masjid Taqwa Jalan Demak, Medan Area, Syafri Djaini mengaku sangat berterima kasih sekali atas bantuan yang diberikan Sabar Syamsurya Sitepu. Dikatakannya, bantuan buah kurma tersebut akan disajikannya kepada 60 orang tukang beca, musafir dan lainnya yang berbuka puasa di masjid tersebut. (ade)

Bubur Jongkong, Pilihan Menu Buka Puasa

Memasuki bulan ramadhan, selalu bermunculan beraneka ragam jenis makanan. Seperti Bubur Jongkong. Makanan ini kurang terdengar dimasyarakat, seperti bubur candil, cendol, sumsum, atau lainnya. Karena seperti diungkapkan seperti dahulu, makanan ini hanya ada saat Ramadan tiba.

Bentuk bubur jongkong sangat mirip dengan bubur sumsum, sama-sama terbuat dari tepung beras dengan campuran gula merah, pandan, hanya saja hasilnya lebih cair. Dan yang paling berbeda adalah rasa khasnya karena melalui proses pengukusan langsung dengan daun pisang jadi wanginya menambah selera makan. Saking khas-nya, bukan cuma umat Muslim yang menyukai menu satu ini tetapi masyarakat Tionghoa juga suka mencicipi.

Menu yang khas dari Melayu Deli ini memang tidak banyak dijual pada tempat-tempat penjual menu berbuka seperti biasanya. Masyarakat harus menuju ke Jalan Prof H M Yamin atau ke Jalan Adam Malik terlebih dahulu jika ingin mencicipi makanan satu ini.

Ati (35), salah seorang pedagang  bubur jongkong di Jalan Prof HM Yamin mengaku sudah lama menjual Jongkong. Menu satu ini menjadi salah satu pilihan berbuka yang paling disukai orang tua karena sangat dingin di perut. “Biasanya orang tua suka karena bisa buat perut dingin. Tapi anak muda juga suka karena rasanya yang manis,” katanya.

Untuk proses pembuatannya, lanjutnya, membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memasak tepung beras yang sudah dicampur air dan diberi pewarna dari daun pandan.

“Yang buat lama proses mengaduk tepung berasnya hingga matang dan mengental. Setelah itu, jongkong yang sudah dicampur kuah dari gula merah yang telah dimasak dibungkus dengan daun pisang dan dikukus kembali selama 15 menit hanya untuk sekadar melayukan daunnya,” terangnya.
Ati yang juga sudah berjualan turun temurun ini mengaku hanya berjualan bubur Jongkong saat Ramadan karena masyarakat pada umumnya tidak begitu menyukai makanan ini saat hari biasa.

Pedagang disana menjual Jongkong dengan harga beragam mulai Rp4000 hingga Rp5000 per bungkusnya. Dalam sehari, Ati mengaku bisa menjual hingga 30 bungkus dan lebih banyak lagi saat akhir pekan. “Penjualan bubur satu ini cukup tinggi saat Ramadan karena menjadi menu berbuka yang pas untuk menghilangkan dahaga dan lapar setelah seharian berpuasa,” pungkasnya.   (ram)

Berlomba dengan Kaki Palsu, Pistorius Bikin Sejarah

Oscar Pistorius menuliskan sejarah saat dia tampil di babak kualifikasi lari 400 meter Olimpiade London. Untuk kali pertama sepanjang sejarah, Olimpiade diikuti oleh atlet yang kedua kakinya sudah diamputasi.

START: Pelari Afrika Selatan Oscar Pistorius saat start  semifinal nomor 400 meter putra.
START: Pelari Afrika Selatan Oscar Pistorius saat start pada semifinal nomor 400 meter putra.

Momen bersejarah buat Pistorius terjadi pada Sabtu (4/8) waktu London saat dia ikut heat pertama di nomor 400 meter individu putra. Catatan waktu pria asal Afrika Selatan itu adalah 45,44 detik, yang cukup membuatnya melangkah ke semifinal.

Waktu yang ditorehkan Pistorius jelas tidak spesial, tapi yang membuat pria 25 tahun menjadi sangat istimewa adalah fakta dia sudah menjalani amputasi pada kedua kakinya. Untuk berlaga dalam Olimpiade, dan beragam event atletik yang sudah diikuti, Pistorius menggunakan alat bantu berupa kaki buatan berbahan serat karbon yang disebut ‘Flex-Foot Cheetah’.

Pistorius lahir dengan tidak memiliki fibula, tulang terluar dan paling kecil di kaki. Kondisi tersebut mengharuskan dia menjalani operasi amputasi di antara lutut dan pergelangan kaki saat usianya baru 11 bulan.

Namun hal tersebut tak membuat atlet kelahiran Johannesburg itu patah semangat. Saat di sekolah hingga kuliah Pistorius aktif di berbagai kegiatan olahraga mulai dari renang, polo, tenis dan rugby. Jenis olahraga yang terakhir menyebabkannya menderita cedera parah dan akhirnya memilih fokus ke lari sejak tahun 2004.

Di tahun 2008, Pistorius punya ambisi besar lolos ke Olimpiade Beijing. Rencana keikutsertaannya saat itu sempat ‘dihalangi’ IAAF (organisasi atletik dunia) dengan alasan Pistorius justru bisa membahayakan dirinya sendiri dan kontestan lain terkait penggunaaan ‘Flex-Foot Cheetah’. Meski kemudian tetap boleh ikut kualifikasi, Pistorius akhirnya gagal lolos.

Dan di London 2012 ini dia akhirnya punya kesempatan unjuk gigi. Selain tampil di 400 meter individual, atlet berjuluk ‘Blade Runner’ dan ‘manusia tanpa kaki tercepat’ itu juga akan berlaga di 4 x 400 estafet putra.

“Saya sudah berusaha selama enam tahun untuk ini… untuk bisa mendapatkan kesempatan saya. Bisa berada di sini dan tahu bahwa Anda sudah mengorbankan sangat banyak hal untuk meraihnya, itu benar-benar membuat terasa sangat luar biasa,” sahut Pistorius usai memastikan lolos ke semifinal, dikutip dari situs resmi Olimpiade.

Keikutsertaan Pistorius di nomor lari bersama atlet dengan kondisi kaki sempurna sempat mengundang kontroversi, dia dianggap dintungkan dengan ‘Flex-Foot Cheetah’. Alat tersebut dianggap memberi efek pegas dan membuat lajunya menjadi lebih cepat.

Penelitian lain yang dilakukan juga menyebut kalau pengguna ‘Flex-Foot Cheetah’ membuat otot kaki membutuhkan lebih sedikit energi untuk berlari. Ini kemudian membuat IAAF mengeluarkan aturan soal larangan penggunaan ‘peralatan teknik yang terkait dengan sistem kerja pegas’.
Aturan itu kemudian dibatalkan CAS (pengadilan arbitrase olahraga), tentunya setelah Pistorius mengajukan banding. (bbs/jpnn)

Anuar Shah Berbagi dengan Anak Yatim

MEDAN – Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Anuar Shah SE menggelar acara buka puasa bersama dengan sekitar 800 undangan terdiri dari pejabat, rekan sejawat dan kader Pemuda Pancasila termasuk pengurus MPC, Srikandi dan Koti di kediamannya, Jalan Kiwi, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (4/8).
Dalam acara itu, Aweng panggilan akrab Anuar Shah juga membagikan santunan kepada puluhan anak yatim. Aweng mengatakan, dalam bulan yang penuh rahmad ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berbagi kepada orang yang kurang mampu.

Menurutnya, buka puasa dan pemberian bantuan merupakan program rutin MPW PP Sumut setiap tahunnya pada bulan Ramadan untuk disalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.

“Dengan program ini saya berharap kepedulian masyarakat akan nasib orang-orang kurang beruntung akan semakin tinggi,” tambahnya.
Al Ustad DR Azhar Sitompul dalam tausiyahnya sebelum berbuka puasa mengatakan setiap manusia harus menjalani kehidupan dengan tenang dan bukan senang.

“Dan semoga bulan Ramadan ini menjadikan kita manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT,” jelasnya. (bey)