Home Blog Page 13153

Rumah Harga Rp145 Juta Bebas Pajak

JAKARTA – Menteri Keuangan Agus Martowardojo telah menyetujui usulan kenaikan ambang batas harga rumah tapak yang mendapatkan fasilitas pembebasan tarif 10 persen Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ambang batas harga bebas PPN dinaikkan dari semula Rp70 juta menjadi Rp90 juta. Khusus untuk Papua, ambang batasnya mencapai Rp145 juta.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur fasilitas tersebut telah terbit dan tinggal menunggu diundangkan oleh Kementrian Hukum dan HAM. “(Pembebasan) PPN rumah sederhana sudah disetujui. Tinggal diundangkan,” kata Menkeu.

Dirjen Pajak Kemenkeu A. Fuad Rahmany mengatakan pembebasan PPN tersebut tidak akan berdampak terlalu besar pada penerimaan. “Karena pada dasarnya rumah- rumah itu memang hampir tidak ada lagi. Jadi kita memang tidak ada penerimaan pajak dari situ,” katanya.
Insentif pajak lebih ditujukan untuk memberikan insentif bagi pengembang untuk membangun rumah murah. “Jadi kalau bangun rumah segitu, you tidak kena pajak,” katanya.

Kebijakan tersebut diharapkan bisa turut mendorong perekonomian. “Karena pajak itu ada yang tidak diambil dulu untuk ekonomi, kan kalau tumbuh ada kesempatan kerja. Jadi jangan melulu melihat penerimaan pajak,” katanya. (sof/jpnn)

Kemenpera Permudah Aturan Biaya Kepemilikan Rumah

JAKARTA—Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) semakin mempermudah peraturan terkait pemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).  Antara lain berupaya agar tenor FLPP bisa lebih lama yakni menjadi 20 tahun.
“Saat ini kami telah membuat Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) baru untuk mempermudah penyaluran FLPP kepada masyarakat luas. Peraturan tersebut termuat dalam Peraturan Nomor 13 dan 14 tahun 2012,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo dalam keterangan persnya, Jumat (3/8).

Dijelaskannya, Permenpera baru ini sifatnya lebih melonggarkan dari peraturan sebelumnya. Karena itu dia berharap Permenpera ini bisa direspon sebaik-baiknya oleh pengembang, perbankan dan MBR.

Permenpera Nomor 13 Tahun 2012 mengatur tentang Pengadaan Perumahan Melalui Kredit / Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera Dengan Dukungan FLPP. Sedangkan Permenpera Nomor 14 Tahun 2012 mengatur tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Perumahan Melalui Kredit / Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera Dengan Dukungan FLPP.

“Kalau peraturan yang ada diubah untuk menjadi lebih baik kan nggak apa-apa. Permenpera ini malah membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan FLPP,” tandasnya.

Ditambahkan Sri Hartoyo, dengan terbitnya Permenpera Nomor 13 dan 14, maka Permenpera Nomor 4,5 7, 8 tahun 2012 secara total diganti dan dicabut. Oleh karena itu, sosialisasi Permenpera ini akan terus dilaksanakan.

“Agar bank lebih giat menyalurkan FLPP, Kemenpera akan berupaya agar masa tenor FLPP bisa menjadi 20 tahun. Untuk tenor 15 tahun porsi FLPP pemerintah dan perbankan 50 : 50. Sedangkan tenor 20 tahun porsi FLPP pemerintah dan bank sekitar 70 : 30,” jelasnya. (esy/jpnn)

Hijau Daun Ngabuburit di Plaza Medan Fair

MEDAN-  Menjelang berbuka puasa, Plaza Medan Fair menampilkan Hijau Daun dan Melita untuk menghibur pengunjung yang sedang menunggu waktu berbuka.

Seperti diutarakan Advertising & Promotion Supervisor Plaza Medan Fair, Tri Wahyudi, Sabtu (4/8). Spontan, pusat pembelanjaan di Jalan Gatot Subroto Medan itu semakin diramaikan pengunjung.

Kehadiran artis cantik asal Kota Medan Melita Meliala mampu menaikkan semangat kepada para pengunjung, padahal ketika itu waktu berbuka sudah dekat. Tak ayal, pengunjung bertepuk tangan riah dan terkadang mengikuti lantunan lagu yang dinyanyikan Melita.

“Kesan beda kita tampilkan dalam ngabuburit ini ya. Kita nyanyi lagu yang menghasilkan semangat ya,” ujar Melita yang saat itu menyanyikan lagu-lagu  Rossa, Agnes Monica, dan lainnya.

Wanita jebolan dari Indonesia’s Got Talent menunjukkan aksi panggungnya dalam bermain gitar dan menyanyikan lagu Batak “say Anju Ma Au”.  Spontan, seluruh pengunjungpun semakin ikut bernyanyi.

Sebelum adzan magrib berkumandang, Melita turun dari panggung dan band asal Palembang, Hijau Daun. Pada penampilannya, ada  6 lagu berirama religi dilantukan.  “Kita senang tampil disini. Dan semoga puasa kita sukses hingga akhir ya,” ujar Dide sang vokalis. (ram)

Yoshida Jadi Rebutan

Kapten Jepang U-23 ini dinilai telah tampil menawan sepanjang penyisihan grup cabang sepakbola putera Olimpiade 2012. Penampilan yang mengesankan dari kapten Jepang U-23 Maya Yoshida di Olimpiade membuat sejumlah klub Eropa mulai meliriknya.

Bahkan presiden VVV Venlo Hai Berden dikabarkan telah mulai membuka diri untuk melakukan negosiasi dengan sejumlah klub yang menginginkan Yoshida.

Mengutip laporan Hochi, Berden kini tengah menuju ke Manchester untuk bertemu dengan sejumlah pelamar potensial. Langkah ini dilakukannya setelah memperoleh beberapa penawaran dari klub-klub Inggris dan Jerman.

Beberapa klub yang sudah mengamati penampilan Yoshida diantaranya ada sejumlah pemandu bakat dari Stoke City, Fulham, dan Southampton.
“Maya merasa waktunya untuk membuat langkah maju dalam karirnya dan kami sepakat dengan dirinya. Hal tersebut sungguh penting untuk perkembangan pribadinya, dan mengingat statusnya sebagai pemain tim nasional, dia harus mengambil langkah tersebut,” ujar Berden kepada Voetbal International.

“Saya perkirakan dia akan hengkang pada musim panas ini. Beberapa klub dari Inggris, Jerman dan Italia telah memantaunya,” tambah Berden.
Sementara seorang pencari bakat dari Newcastle memuji pemain berusia 23 tahun ini dengan menyebut Yoshida adalah seorang pemain yang berkelas.
Di Olimpiade London kali ini, Yoshida telah menjadi jenderal bagi barisan pertahanan timnya. Sepanjang penyisihan grup, Jepang tercatat sebagai salah satu tim yang belum ada kebobolan.  (bbs/jpnn)

Asa Asia

Sudah 23 kali gelaran Olimpiade dilangsungkan. Dari 23 gelaran itu tak sekalipun wakil Asia menjadi yang terbaik di pesta olahraga sejagat tadi. Namun, kini asa untuk menjadi yang terbaik mulai menguak ke permukaan.

GEMBIRA: Pemain Jepang meluapkan kegembiraannya usai memenangkan pertandingan  babak perempatfinal Olimpiade  berlangsung  Stadion Old Trafford, kemarin (4/8).  pertandingan itu Jepang menang  skor 3-0. //PAUL ELLIS/AFP PHOTO
GEMBIRA: Pemain Jepang meluapkan kegembiraannya usai memenangkan pertandingan di babak perempatfinal Olimpiade yang berlangsung di Stadion Old Trafford, kemarin (4/8). Pada pertandingan itu Jepang menang dengan skor 3-0. //PAUL ELLIS/AFP PHOTO

Itu setelah Jepang sukses memenangi babak peremparfinal dengan mengalahkan Mesir lewat skor telak 3-0.

Pada laga yang dimainkan di Old Trafford, Sabtu (4/8) malam WIB, Jepang memimpin lebih dulu lewat gol Kensuke Nagai di menit ke-14.
Empat menit sebelum turun minum, Mesir harus bermain dengan 10 orang. Saad Samir diganjar kartu merah oleh wasit karena melanggar Yuki Otsu.
Jepang memanfaatkan keunggulan jumlah pemainnya dengan mencetak gol keduanya di menit ke-78. Kali ini Maya Yoshida yang mencatatkan namanya di papan skor.

Jepang melengkapi kemenangannya dengan gol ketiga yang dicetak oleh Otsu di menit ke-83. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-0 untuk keunggulan Jepang tetap tidak berubah.

Menurut kapten tim Jepang Maya Yoshida, kemenangan yang diraih timnya atas Mesir tak terlepas dari mental betanding rekan-rekannya yang kian pede pasca mengalahkan Spanyol pada partai pembuka Olimpiade beberapa waktu lalu.

Pada laga pembuka Grup D tersebut, Jepang mengalahkan Spanyol dengan skor 1-0. Gol semata wayang dari pertandingan itu disumbangkan oleh Yuki Otsu di menit ke-34.

“Itu adalah  kemenangan yang penting buat kami. Spanyol merupakan tim yang sangat kuat di grup ini dan kami telah bermain bagus menghadapi mereka,” kata Yoshida usai pertandingan.

“Kami telah berusaha sangat keras dan kami akan menikmati kemenangan yang sudah kami dapatkan ini. Kemenangan ini memberikan kami kepercayaan diri yang besar,” tambahnya.

Sesungguhnya kehebatan Jepang sudah mulai terlihat ketika tim tersebut melakukan serangkaian pertandingan ujicoba jelang Olimpiade.

Beberapa tim tangguh termasuk diantaranya calon lawan di babak semifinal nanti Meksiko (jika mampu mengalahkan Senegal) juga ditekuk dengan skor 2-1.
Kemenangan atas Meksiko itulah yang membuat Jepang menjadi tim tak terkalahkan dalam melakoni pertandingan ujicoba. Dan kehebatan Jepang itu masih berlanjut saat mereka berlaga di ajang sesungguhnya.

“Itu adalah pertandingan yang sangat krusial. Meksiko adalah tim yang kuat dan memenangkan turnamen Toulon di Prancis (bulan Juni). Apa yang pemain kami lakukan di lapangan, sangat berarti banyak,” ujar pelatih Takashi Sekizuka seperti yang dilansir laman resmi JFA.

“Bagaimanapun juga, pemain kami kompak sebagai satu kesatuan dan berjuang hingga akhir pertandingan, dan itulah yang sangat bagus untuk kami. Pola permainan seperti itu terus dipertahankan hingga kami meraih kemenangan di babak perempatfinal atas Mesir,” pungkas Sekizuka, pelatih timnas Jepang.
Dengan kemenangan kemarin maka kemungkinan besar di babak semifinal Jepang akan menghadapi pemenang dari laga perempatfinal lainnya antara Meksiko dan Senegal. (bbs/jpnn)

Statistik Bikin Penasaran

Lin Dan vs Lee Chong Wei

LONDON – Cabang bulu tangkis nomor tunggal putra akan mempertemukan dua pebulutangkis nomor wahid; Lin Dan asal China dan Lee Chong Wei asal Malaysia. Final yang akan digelar hari ini adalah final ulangan Olimpiade Beijing empat tahun lalu.

Empat tahun lalu, Lin Dan berhasil menang mudah dua set langsung 21-12 21-8 untuk merebut medali emas di depan pendukungnya sendiri. Kali ini, Lee Chong Wei pun bertekad balas dendam.

Pada laga semi final pertama di Wembley Arena, Jumat (3/8) lalu, unggulan pertama asal Malaysia itu berhasil mengalahkan unggulan ketiga asal China Chen Long dengan 20-13 20-14. Lee kini berpeluang mengakhiri penantian 48 tahun Malaysia merebut medali emas Olimpiade perdananya sejak mengirimkan kontingen pertama kali pada Olimpiade Tokyo 1964 silam.

“Saya tidak menyangka akan menang pada hari ini mengingat persiapan saya hanya 50 persen. Saya berkata kepada diri saya, ‘nothing to lose’,” kata pebulutangkis berusia 29 tahun tersebut seperti dikutip dari Eurosport, Sabtu (4/8).

Sementara itu Lin Dan menghentikan perlawanan pebulutangkis Korea Selatan Lee Hyun-il yang juga semifinalis Olimpiade Beijing 2008 lalu dengan 21-12 21-10. Lin Dan berambisi menjadi pebulutangkis pertama yang berhasil mempertahankan emas Olimpiade.

“Saya sangat senang bisa bertemu musuh lama. Usia kami sama dan kami akan kembali bertemu di final Olimpiade,” kata Lin Dan.

Namun soal statistik, Lin Dan dan Lee Chong Wei bagai langit dan bumi.  Dari 29 kali pertemuan keduanya, Lin Dan memenangi 20 laga keduanya. Dalam pertemuan terakhir di final All England, Maret lalu, Lin Dan juga berhasil unggul karena Lee Chong Wei mengundurkan diri akibat cedera. Saat itu, Lin Dan memimpin 21-19, 6-2.

Kemenangan semacam itu tentu tidak membuat Lin Dan puas. Terlebih sebelumnya, dia disungkurkan Chong Wei di Korea Open dengan pertarungan sengit yang berakhir dengan rubber-set.

Namun, China boleh bernafas lega dan berharap banyak bahwa Lin Dan akan mampu mempersembahkan emas di Olimpiade kali ini. Itu bila menengok catatan pertemuan kedua pemain yang lebih memihak kepada Lin Dan.

Total Dari 29 pertemuan keduanya, Lin Dan mengememas 20 kemenangan. Sejak keduanya pertama kali bertemu di final Thomas Cup 2004.  Di lima pertarungan terakhir, Lin Dan juga lebih unggul dari Chong Wei dengan skor 4-1.Tapi yang perlu diwaspadai ialah, kemenangan itu rata-rata diperoleh Lin Dan dengan tiga set.

Artinya, Chong Wei jelas bukan lawan sembarangan. Dengan situasi seperti itu diprediksi dalam pertarungan nanti, sedikit saja kesalahan di saat-saat krusial akan berakibat fatal bagi Lin Dan. Jika itu terjadi, maka gaya ‘pasrah’ nothing to lose ala Lee mungkin saja terjadi di final ini. Kita tunggu saja. (bbs/jpnn/ful)

Billy Graham: Amerika tak Malu Lagi Atas Dosa

Billy Graham menulis perihal kekhawatirannya pada kerusakan gaya hidup masyarakat Amerika di mata Tuhan. Ungkapan hati Graham tersebut dipublikasikannya lewat internet. Penginjil berusia 93 tahun tersebut memulai dengan bercerita tentang pesan terakhir istrinya, Ruth sebelum meninggal. Menurutnya, Ruth pernah berkata bahwa “Jika Tuhan tidak menghukum Amerika, maka Tuhan harus meminta maaf kepada Sodom dan Gomora,” mengacu ke kota-kota dalam Perjanjian Lama dihancurkan karena sifat berdosa penduduk mereka.

“Aku ingin tahu apakah yang akan dipikirkan Ruth tentang Amerika, jika saat ini dia masih hidup. Pada tahun-tahun sejak dia membuat pernyataan tersebut, jutaan bayi digugurkan bahkan sebagian orang tampak tidak peduli tentang hal itu. Egosentris kesenangan, kebanggaan, dan kurangnya rasa malu terhadap dosa menjadi bagian dari gaya hidup Amerika,” keluh Graham.

Graham kemudian membahas tentang para hamba Tuhan yang diminta untuk menyebutkan nama Yesus ketika berdoa kepada orang-orang di kepolisian. “Masyarakat kita berusaha untuk menghindari kemungkinan menyinggung orang – kecuali Tuhan,” kata Graham. “Namun semakin jauh kita dari Allah, semakin dunia menjadi tidak terkendali,” tambahnya.

“Hatiku sakit untuk Amerika dan orang-orang yang jatuh dalam dosa,” jelas Graham yang kemudian mengingatkan tentang pertobatan. Graham membandingkan keadaan Amerika dengan Niniwe. Dimana penduduk kota Niniwe, setelah mendapat teguran dari Yunus,  mengambil keputusan tepat dengan bertobat dan meninggalkan dosa-dosa mereka. Graham pun berharap bahwa masyarakat Amerika mengambil keputusan yang sama dengan bertobat dengan mengubah cara hidup mereka.

Yesus adalah Allah yang penuh kasih, namun juga adil. Hal ini harus kita responi dengan hidup yang bertanggung jawab, sehingga tidak menyia-nyiakan anugerah keselamatan yang telah diberikan Yesus lewat pengorbanannya di kayu salib. Mari kita saling mendoakan dan menegur dalam kasih, dan memanfaatkan hidup kita untuk melayani Tuhan.(cp/jc/tms)

Momentum Emas untuk Membalas

LONDON-   Bulan lalu Andy Murray harus menelan kekecewaan saat keluar dari Centre Court, All England Club, London. Saat itu, dia harus menerima kenyataan gagal di final grand slam Wimbledon. Murray yang menanggung beban sebagai petenis Inggris Raya pertama yang meraih grand slam setelah 76 tahun, kalah di tangan petenis Swiss Roger Federer.

Nah, final tenis putra Olimpiade 2012 di All England Lawn Tennis and Croquet Club hari ini merupakan momentum terbaik Murray untuk melakukan pembalasan. Ini merupakan pertemuan ke-17 di antara kedua petenis.  Sejauh ini, rekor pertemuan berimbang.  Murrray dan Federer sama-sama telah membukukan delapan kali kemenangan.

Murray sendiri seakan telah melupakan keterpurukannya di Wimbledon. Dia tampil menawan saat menundukkan unggulan kedua asal Serbia, Novak Djokovic. Murray menang dua set langsung 7-5, 7-5.

“Saya harus berusaha dan menang, tapi ini bukan cuma perkara balas dendam,” kata Murray, seperti dikutip AFP.

Murray mengakui, medali emas di Olimpiade tak memiliki pembanding. Bahkan dengan gelar dari turnamen berkategori grand slam. Menurut Murray, kedua ajang tersebut sangat berbeda termasuk kepuasan dalam pencapaiannya.

“Jika ada yang bertanya sebelum Olimpiade, saya akan menganggap gelar dari Wimbledon dan grand slam adalah yang paling penting dalam karir. Tapi, di dunia olahraga, medali emas Olimpiade adalah puncaknya. Tiap orang paham apa medali emas itu, ini berada di atas dari banyak hal yang ada dalam karir saya,” tutur Murray.

Meski sama-sama mengantongi delapan kemenangan dalam 16 pertemuan sebelumnya, tapi, Federer yang sudah meraih 17 gelar grand slam selalu mampu mengalahkan Murray di final grand slam. Sebelum unggul di final Wimbledon 2012, Federer sudah membekuk Murray di final Amerika Serikat (AS) Terbuka 2008 dan Australia Terbuka 2010.

Namun, kali ini suasananya berbeda. Federer dan Murray sama-sama belum pernah meraih emas olimpiade di tunggal putra. Khusus untuk Federer, dia sudah meraih emas ganda putra pada Olimpiade Beijing 2008 ketika berpasangan dengan Stanislas Wawrinka.

“Bagi saya, segala sesuatunya sama dengan final grand slam. Emosi yang terasa di tiap kemenangan menyamai gelar grand slam. Dengan mengetahui ini akan jadi medali pertama bagi Swiss di London, saya sangat tersentuh,” beber Federer.

Di semifinal. Federer mencetak rekor bersama lawannya Juan Martin Del Potro (Argentina). Pertarungan mereka yang berakhir 3-6, 7-6 (5), 19-17 berdurasi 4 jam 26 menit adalah yang terlama di Olimpiade dan pertarungan tiga set terlama sejak 1968.
“Saya harus mengeluarkan kemampuan ekstra untuk lolos. Pertarungan melawan Andy akan hebat. Saya punya pengalaman dan rekor bagus di Wimbledon. Saya harap itu memberi pengaruh dan mengangkat permainan saya,” lanjutnya. (ady/bas/jpnn)

Pendeta Berpuasa demi Sesama

Seorang pendeta yang berasal dari Gereja Kristen Methodist di Dallas, Amerika Serikat, Wess Magruder memutuskan ikut berpuasa bersama umat Muslim di Ramadan tahun ini. Dia melakukan seluruhnya, termasuk makan sahur dan berbuka bersama. Sampai saat ini, dia sukses berpuasa sejak hari pertama.
Adapun tujuannya yaitu memahami makna Ramadan serta menjalin solidaritas antara umat beragama di Amerika dengan cinta kasih kepada sesama.

Seluruh pengalamannya dituangkan di blog pribadinya newmethofesto.com. Dia mengatakan bahwa setelah berpuasa, dia kembali merasakan getaran-getaran spiritualitas di jiwanya. Hal itu dialaminya setelah dia berpuasa terhadap makan, minum, melihat maupun mendengar serta berkata hal yang tidak baik.

Menjalani puasa juga membuatnya menyadari bahwa ibadah Kristen pun mulai ditinggalkan dan menjadi asing di Amerika. Menurutnya, umat Kristen terdahulu juga melakukan puasa. “Umat Kristen teradahulu menjalani puasa, terutama sebelum komuni suci dan pembaptisan. Selama ini, gereja berpuasa selama 40 hari sebelum Paskah. Disiplin puasa menjadi bias saat reformasi Protestan, tapi John Wesley mengembalikan tradisi ini melalui kebangkitan Methodist,” tulisnya pada hari keempat berpuasa.

Awalnya, tulisannya ini ditujukan kepada dirinya pribadi dan jemaat saja. Namun, ternyata banyak dari kalangan Kristen maupun Islam yang mengapresiasi tulisannya. Hal ini terlihat dari banyaknya komentar mendukung, bahkan memberinya tips mengatasi lapar dan haus saat puasa. Berbagai undangan berbuka bersama pun diterimanya. Hal ini juga membuatnya semakin dekat dengan sahabat-sahabatnya yang Muslim.

Adalah tugas kita untuk menyebarkan kasih dan terang buat sesama kita. Alangkah indahnya jika setiap kita dapat menunjukkan kasih itu kepada dunia. (jc/tms)

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Citra Scholastika

Ramadan ternyata bukan hanya istimewa bagi umat muslim. Terbukti di Indonesia yang memiliki toleransi yang tinggi antar umat beragama, mereka yang non muslim pun ikut menjadikan momen Ramadan sebagai ajang untuk silaturahmi dan mempererat kekeluargaan. Hal inilah yang dilakukan oleh Citra Scholastika.

Citra Scholastika
Citra Scholastika

Citra yang mengasah bakat menyanyinya sejak kecil dengan mengikuti ajang menyanyi di gereja ini ternyata setiap tahun selalu membuat acara buka bersama dan juga ikut mudik lebaran.

“Saya memang tidak puasa, tapi setiap tahun saya dan keluarga mengadakan buka bersama dengan keluarga besar dan Citra Society. Puji syukur tahun ini yang berkumpul lebih banyak dari tahun lalu,” ujarnya.

“Keluarga aku sendiri ada silaturahmi di bulan Ramadan. Bukan lagi sekedar perbedaan agama. Apapun agamanya terlahir sebagai keluarga yang saling mempererat silaturahmi,” tambahnya.

Kasih dan juga toleransi adalah warisan dari pendiri negeri ini dalam membangun bangsa yang beragam kepercayaan dan juga budayanya ini. Untuk itu, seperti yang Citra Scholastika dan keluarganya lakukan, mari kita menjaga kerukunan antar umat bahkan bisa menjadikan momen-momen istimewa seperti bulan Ramadan dan juga Idul Fitri untuk mempererat tali persaudaraan dan juga kekeluargaan.(bbs)