Home Blog Page 13159

Yamaha Berbagi Makanan Sahur

MEDAN – Bagi-bagi souvenir, takjil (makanan buka puasa, Red) dan makanan sahur terus dilakukan PT Alfa Scorpii kepada masyarakat di setiap daerah yang dikunjungi panitia di Sumut.

Demikian diutarakan Pic even Yamaha Berkah Ramadan PT Alfa Scorpii Medan, Raju kepada Sumut Pos. Dalam kegiatannya di Aeknabara, Labuhanbatu, Kemarin (2/8) tim menyelusuri kota, kecamatan dan sampai ke sub dealer Yamaha, UD Sun Berlian Motor, Aeknabara.  Di dealer tersebut, papar Raju, sempat berbincang dengan pengendara dan memberikan goodybag, serta takjil (makanan buka puasa, Red).
Pemberian goody bag berisi baju koko dan kain sarung serta menu takjil.

Pengendara Yamaha Fino, Nurzanna (25) warga Sidorukun, Rantauprapat mengaku terkejut dan senang saat dibawa ke dealer Yamaha lalu diberi hadiah. (ril)

PTPN 3 Gunungpamela Tingkatkan Pengamanan

TEBINGTINGGI-Manajer PTPN 3 Kebun Gunungpamela H Tambal Siregar menyebutkan pihaknya terus meningkatkan pengamanan aset Perkebunan Gungungpamela.

”Dalam rapat koordinasi kali ini, pihak Perkebunan Gunungpamela bekerja sama dengan  Pam Swakarsa (SP Bun) dibantu BKO dari TNI-AD dan Polri berupaya mengamankan aset perusahaan,” jelas H Tambal Siregar usai memimpin rapat koordinasi,Jumat (3/8) kepada Sumut Pos.

Katanya, produksi yang berhasil diselamatkan pada bulan Juli tahun ini sebanyak 12.495 kilogram (Kg) tandan buah sawit dan karet 100 kg. (mag-3)
“Perkebunan PTPN 3 Kebun Pamela sudah membentuk team work dalam mengantissipasi pencurian buah sawit dan getah karet kebun ,”ungkap Tambal.
Menanggapi masalah banyaknya warga sekitar perkebunan yang melakukan tindakan pencurian aset milik perkebunan itu telah menangkap dan meyerahkan pelaku kepada pihak berwajib.

“Ada 21 tersangka yang sudah diserahkan ke Polsek Sipispis dan Polsek Tebingtinggi. Mereka kedapatan mencuri asset milik BUMN itu,”tegas Tambal.(mag-3)

Curanmor Tinggi di Tebingtinggi

TEBINGTINGGI-Selama Ramadan, kasus pencurian kendaran bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Tebingtinggi meningkat pesat. “Untuk Ramadan beberap hari ini, Ranmor sudah terjadi 12 kasus mulai tanggal 20 Juli hingga sekarang,” papar Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti kepada Sumut Pos di rungan kerjanya,Jumat (3/8).

Untuk jenis kendaraan roda dua ada 10 kasus, sedangkan kendaraan roda empat ada dua kasus terjadi di depan Masjid Raya Nur Addin Jalan Suprapto dan Jalan Baja Kota Tebingtinggi seminggu yang lalu.

“Sementara ini para pelaku belum tertangkap dan bahkan kendaraan bermotor baik roda dua dan empat belum juga ditemukan keberadaannya,”kata Ngemat.(mag-3)

Dewan Energi Nasional Sarankan Membuat Energi Daerah

Penangan Krisis Listrik dan Gas di Sumut

Dewan Energi Nasional (DEN) melimpahkan penanganan krisis listrik dan gas ke pemerintah daerah dengan meminta terlebih dulu melakukan pemetaan rencana umum energi daerah. Begitupun tidak ada jaminan krisis energi bisa
teratasi segera.

Hal itu terungkap dari kunjungan kerja Anggota DEN yang terdiri dari Dr Ir Tumiran, Dr Ir Herman Darnel Ibrahim dan Ir Agusman Effendi ketika bertemu dengan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumut Untungta Kaban, Asisten Perekonomian, Sumber Daya Alam Sabrina dan Kadis Kominfo Sumut Asren Nasution di Gubernuran Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Jumat (3/8).

Tumiran mengaku telah mengetahui krisis gas di Sumut sudah semakin turun drastis. Begitu juga dengan energi listrik yang masih mengalami kekurangan. Karena itu pihaknya melakukan kunjungan kerja dalam rangka menetapkan langkah-langkah penanggulangan krisis dan darurat energi.
“Karena itu kami ingin mendengar kira-kira policy (kebijakan) di daerah seperti apa dalam mengantisipasinya,” kata pria yang juga Dekan Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.

Namun setelah dipaparkan kondisi krisis energi yang sedang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) baik oleh Plt Gubernur Sumut dan Kepala Distamben, DEN hanya menyarankan agar segera dibuat rencana umum energi daerah. Sebab selama ini menurut Tumiran, informasi kebutuhan dan ketersediaan energi hanya dari pemerintah pusat. Sementara belum ada yang pernah membuat rencana umum energi daerah.
“Masalah yang terpenting ada data pasti dari kebutuhan energi di Sumut. Kami lebih percaya informasi itu dari daerah, karena selama ini hanya pusat yang berikan,” ujar Tumiran.

Dalam susunan perencanaan umum nergi daerah nantinya dijelaskan secara detail  memproyeksikan berapa kebutuhan energi di Sumut ke depan dan berapa suplai yang harus terpenuhi untuk kebutuhan tersebut. Lalu diuraikan juga kebutuhannya untuk rumah tangga, industri, kantor dan sebagainya.
“Lalu dipikirkan juga suplainya, di mana lokasi pembangkitnya? Bagaimana dan apakah membutuhkan transminisi? Kalau diperlukan transmisi bagaimana pembebasan lahan? Berapa yang dibutuhkan? Ini semua harus terintegrasi dalam rencana energi daerah,” terangnya.

Namun ketika disinggung apakah dengan selesainya rencana umum energi daerah tersebut dapat menjamin ketersediaan energi di daerah, Tumiran buru-buru menampik bahwa itu tidak terkait dengan jaminan yang harus tersedia atau tidak. “Kita bukan bicara jaminan seperti itu. Misal Sumut tahun ini butuh gas berapa mmtu (million metric british thermal unit) untuk industri, kita cari bersama dari mana datangnya gas, bagaimana infrastrukturnya. Kita lihat Jepang tidak punya gas tapi karenapunya rencana energi yang baik makanya bisa seperti itu,” terangnya.

Anggota DEN lainnya Herman Darnel Ibrahim menambahkan selama ini ada kesalahan pemahaman dari pemerintah daerah seolah-olah penanggung jawab energi seperti listrik hanya dibebankan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Padahal PLN sendiri tidak merasa itu menjadi tanggungjawabnya, karena PLN tidak akan sanggup membiayai semua kebutuhan listrik di daerah.

“PLN itu tidak punya uang karena masih disubsidi. Kalau ada daerah yang punya uang harusnya gandeng PLN atau pihak ketiga untuk mendapatkan kebutuhan energi. Selama ini banyak pihak masih menilai yang bertangungjawab ini PLN. Padahal PLN tidak merasa,” kata Herman. (ari)

Kasus Korupsi Bansos Segera Disidang

MEDAN- Kasus penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemprovsu Tahun Anggaran 2009, 2010, dan 2011 segera masuki tahap persidangan. Saat ini tim Penyidik Kejatisu mulai melakukan pemberkasan.

Salah satu tersangka penerima bansos yang mulai disidangkan adalah Subandi selaku mantan Bendahara Bansos Biro Umum Subandi (tersangka korupsi dana bansos 2011). “Kasus korupsi anggaran dana bansos akan segera memasuki persidangan sebab kejaksaan telah merampungkan berkas Subandi yang merupakan salah seorang tersangka dalam kasus Bansos 2011,” ujar Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, Jumat (3/8).

Menurut Marcos, saat ini tim penyidik telah menyerahkan berkas perkara Subandi kepada jaksa peneliti berkas yang akan melakukan penilaian terhadap berkas tersebut sebelum nantinya diajukan ke penuntutan. Subandi kini berstatus sebagai tahanan penyidik Pidsus Kejatisu sejak April silam.
“Sejumlah tersangka lainnya juga hampir rampung, namun dinilai masih membutuhkan penambahan-penambahan data lainnya. Jadi mungkin usai lebaran nanti, kasus ini bisa dilimpahkan ke pengadilan,” sebut Marcos.

Terkait dua tersangka kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemprovsu Tahun Anggaran 2011, di antaranya Kepala Biro Bina Sosial (Kabiro Binsos) Sakhira Zandi dan Kabiro Perekonomian Bangun Oloan Harahap yang belum ditahan, akan dijadwalkan lagi pemanggilannya.
“Sakhira Zandi dan Bangun Oloan Harahap memang belum ditahan. Apakah nanti akan diperiksa, kata penyidik kemungkinan tersebut masih ada. Karena ada beberapa lagi data yang perlu dimintai keterangannya. setiap pemeriksaan harus dibahas lagi keterangan apa yang didapat. Maka nantinya akan disusun lagi jadwal pemanggilan,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan penerima dana bansos? “Prioritas pemeriksaan untuk penerima yang nilainya cukup tinggi,” pungkasnya. (far)

Bakti Sosial Alat Merekatkan Kerukunan Beragama

Wali Kota Hadiri Peringatan Jubelium Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman

Seperti diutarakan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM saat menghadiri acara bakti sosial pelayanan kesehatan gratis dalam rangka perayaan Jubelium 100 Tahun Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudiman, Medan, Jumat (3/8).
Rahudman menyebutkan, peringatan jubilium ini sebagai bagian dari pembinaan bagi umat kristiani, oleh karena itu diharapkan kiranya peringatan Jubelium 100 tahun Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman, Medan dapat memberikan makna tersendiri bagi umat kristiani di Kota Medan umumnya.
“Saya sangat bersyukur bahwa kerukunan hidup beragama di Kota Medan terpelihara dengan baik, sehingga Kota Medan selalu dalam suasana kondusif,” katanya.

BAKTI SOSIAL: Wali Kota Medan Drs H H Rahudman Harahap MM (paling kiri), Ketua PMI cabang Medan Musa Rajekshah, Pendeta Resort Donald Sianturi MD, Vincent Widjaya, pendonor darah  salah satu stan bakti sosial peringatan Jubelium 100 tahun Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman, Medan //redianto/sumut pos
BAKTI SOSIAL: Wali Kota Medan Drs H H Rahudman Harahap MM (paling kiri), Ketua PMI cabang Medan Musa Rajekshah, Pendeta Resort Donald Sianturi MD, Vincent Widjaya, pendonor darah di salah satu stan bakti sosial peringatan Jubelium 100 tahun Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman, Medan //redianto/sumut pos

Menurut dia, kondusifitas Kota Medan tercipta karena adanya sikap saling menghargai dan menghormati atas segala perbedaan, sehingga tumbuh budaya tenggang rasa yang tinggi dan menjadikan semua pemeluk agama dapat tenang dan nyaman dalam menjalan kan ajaran agamanya masing-masing tanpa benturan-benturan yang merusak kerukunan dan kedamaian di tengah-tengah kehidupan masyarakat multi etnis.

Rahudman mengatakan, peringatan Jubelium 100 tahun Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman telah membantu menjaga kondisifitas masyarakat. Karena selain meyelenggarakan acara perayaan Jubelium 100 tahun, panitia tidak lupa berbagi dengan menggelar bakti sosial dalam pelayanan kesehatan gratis.

“Cara-cara inilah yang memungkinkan bisa tetap menjaga kerukunan hidup beragama di Kota Medan, ini juga bisa terus meningkatkan dan kepedulian sosial di antara semua elemen masyarakat tambah subur,” sebutnya.

Didampingi Anggota DPD RI asal Sumut, Parlindungan Purba dan tokoh masyarakat Vincent Widjaya, Rahudman mengaku, Pemko Medan sangat menyambut baik peringatan Jubelium 100 tahun Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman, karena kegiatannya diisi dengan misi kemanusian.

“Kami sangat menjunjung tinggi dan sangat menghargai acara yang digelar bila ada misi kemanusiaan. Saya juga salut, karena gereja juga membagikan delapan kursi roda kepada orang yang sangat membutuhkan,” katanya.

Selain itu, panitia juga menyiapkan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga, tan pa ada membedakan etnis dan latar belakang agama.

Sementara itu, Vincent Widjaya yang ketika itu hadir mengatakan, dirinya senang dengan kegiatan yang digelar, bahkan pelaksanaannya perlu diacungi jempol karena ada kegiatan bakti sosial yang melibatkan banyak masyarakat dari beragam etnis.

“Saya juga ada menyerahkan kursi roda, saya menanggapi ini merupakan hal yang patut diacungi jempol, apalagi kegiatan ini dilakukan saat bulan suci Ramadan,” ucapnya.

Dia menyebutkan, peringatan Jubelium 100 tahun HKBP Jalan Jenderal Sudirman, dapat dilihat keharmonisan diantara sesama umat. Seperti dilihat sekarang ini ada Wali Kota Medan, yang merupakan seorang muslim.

Sedangkan Pendeta Resort Donald Sianturi MD mengatakan, Gereja HKBP Jenderal Sudirman sudah genap berusia 100 tahun berdasarkan amanat setiap 7 kali 7 pada tahun ke 50 saat melaksanakan pesta jubelium, untuk itu Gereja HKBP Jenderal Sudirman telah genap berusia 100 tahun.

“Untuk memperingatinya sangat dianjurkan bisa berbagai, seperti kegiatan bakti sosial, olahraga dan seni, dan cerdas cermat untuk kalangan muda-mudi,” katanya.

Hadir pada peringatan itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumut yang juga Ketua Umum Panitia 100 tahun Jubelium Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman, Ir JB Siringo-ringo, Ketua PMI Cabang Medan Musa Rajekshah. (gus/jon)

Bukti Favoritas

Inggris Raya U-23 vs Korsel U-23

CARDIFF-Di atas kertas tuan rumah Inggris Raya nampaknya akan mulus melangkah ke babak semifinal Olimpiade 2012. Itu setelah di babak perempatfinal yang beralngsung di Stadion Millennium, Cardiff, dini  hari nanti menghadapi wakil Asia, Korea Selatan.

Favoritas Inggris Raya yang dibesut Stuart Pearce kian membubung jika melihat tim ini meraih hasil dua kali menang dan sekali imbang di fase grup. Artinya, peluang tim ini untuk kembali meraih medali emas seperti yang terjadi pada tahun 1912 menjadi kian terbuka.
Bukan tanpa alasan jika Inggris Raya mengincar medali  emas pada Olimpiade kali ini. Stuart Pearce, tactician Inggris Raya pun menilai jika kinerja anak  asuhnya kian baik dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

“Saya pikir kami memainkan sepakbola yang luar biasa. Kami juga bisa membaca permainan lawan. Ini baik sekali sehingga kami bisa mengantisipasinya,” lanjutnya.

Senada dengan Pearce, striker Inggris Raya Daniel Sturridge pun mengaku jika timnnya kian kompak. Bahkan Sturridge berpendapat jika para pemainnya semakin mengenal karakter  rekan setim.

“Kami hanya bermain tiga pertandingan bersama-sama jadi itu cukup sulit bagi kami, tetapi seperti yang kami perlihatkan di sesi latihan, kami menjadi lebih baik,” ungkap Sturridge.

“Kami mulai mengetahui bagaimana pemain-pemain lain bermain, dan itu ditunjukkan dengan bagaimana kami bermain,” tambahnya lagi.
Terkait gol-gol yang dilesakkannnya ke gawang lawan selama Olimpiade, striker  yang bermain untuk Chelsea itu mengatakan bahwa itu membuktikan dirinya semakin tajam di  lini pertahanan lawan.

“Saya sedikit demi sedikit mulai mencapai puncak performa. Tentu saja saya belum kembali ke puncak dan saya tidak merasa sebagus seperti yang saya inginkan, tetapi menyenangkan dapat bermain. Terasa bagus berada di atas lapangan dan saya menjadi lebih tajam dari hari ke hari,” ungkap Sturridge.
“Menyenangkan dapat mencetak gol, suporter sangat fantastis, dan saya menjalani beberapa pekan yang sulit jadi saya gembira dapat mencetak gol, tetapi yang lebih penting, luar biasa melihat tim meraih kemenangan,” tuntasnya.

Di tempat terpisah striker timnas Korsel Ji Dong-Won justru mengaku tak sabar untuk menghadapi Britania Raya
Ji Dong-Won menilai akan banyak suporter Korsel yang akan datang mendukung langsung perjuangan negaranya di babak perempat-final Olimpiade tersebut.

“Ada banyak suporter Korea di Wembley dan ketika pertandingan digelar di Cardiff, saya pikir akan ada lebih banyak orang Korea yang datang ke pertandingan karena ini pertandingan yang lebih besar, kami berada di perempat-final sekarang,” ujarnya.
Ji yakin Korea Selatan akan mampu memberikan perlawanan yang sengit kepada Britania Raya, karena mereka telah melakukan persiapan dengan matang. (jun/bbs)

Data dan Fakta

  • Inggris Raya sejauh ini belum pernah kalah diajang Olimpiade, mereka meraih 2 kemenangan, dan 1x seri dari 3 pertandingan terakhir di Olimpiade. Uruguay U23 berhasil mereka kalahkan dengan skor 1-0 oleh gol semata wayang Daniel Sturridge pada menit 45.
  • Korea Selatan U23 sendiri memenangkan 1 pertandingan, dan 2x seri dari 3 pertandingan terakhir mereka di ajang Olimpiade, Gabon U23 berhasil menahan imbang mereka dengan skor 0-0.
  • Craig Bellamy, Ryan Giggs, dan Micah Richards adalah tiga pemain senior yang dipanggil oleh Stuart Pearce di ajang Olimpiade ini.
  •  Inggris Raya lolos kefase berikutnya setelah menjadi juara grup A dengan point 7 dengan 2 kemenangan, dan 1x seri.
  • Korea Selatan sendiri yang meraih 1 kemenangan, dan 2x seri menjadi runner-upgrup B dengan point 5.
  • Daniel Sturridge yang saat ini menjadi topskor Inggris Raya U23 mencetak satu gol ketika Inggris Raya U23 menang 1-0 atas Uruguay U23.
  •  Tidak ada satupun pemain Inggris Raya yang membela klub di luar Eropa.
  • Park Chu-Young, Kim Chang-Soo, Jung Sung-Ryong adalah tiga pemain senior yang dipanggil oleh pelatih timnas Korea Selatan U23, Myung-Bo Hong.
  • Park Chu-Young, dan juga Ji Dong-Won bermain dia tim Liga Inggris yaitu Arsenal, dan Sunderland.
  • Inggris Raya belum pernah meraih medali emas Olimpiade lagi sejak 1912.
  • Ini adalah pertama kalinya Inggris Raya tampil di Olimpiade sejak 1960.
  • Saat ini belum ada negara dari Asia yang dapat memperoleh medali emas Olimpiade diajang sepakbola.

[table caption=”Statistik”]

Inggris Raya U-23[attr colspan=”4″]
31 Mar ‘09,     Friendly   , Inggris Raya U-23 v Prancis U-23  ,   0-2
20 Jul ’12 ,   Friendly   ,   Inggris Raya U-23 v Brazil U-23  ,   0-2
27 Jul ’12 ,   Olimpiade  ,   Inggris Raya U-23 v Senegal U-23   ,  1-1
30 Jul ‘12,     Olimpiade  ,  Inggris Raya U-23 v UEA U-23  ,   3-1
2 Ags ’12 ,   Olimpiade ,   Inggris Raya U-23 v Uruguay U-23   , 1-0

Korea Selatan U23[attr colspan=”4″]
23 Nov ‘10   ,  Asena Gs  ,  UEA U-23 v Korsel U-23    ,1-0
25 Nov ’10   , Asean Gs   ,  Korsel U-23 v Iran U-23    ,4-3
26 Jul ’10   , Olimpiade  ,  Meksiko U-23 v Korsel U-23  ,  0-0
29 Jul ’12    ,Olimpiade   , Korsel U-23 v Swiss U-23 ,    2-1
1 Ags ’12   , Olimpiade ,   Korsel U-23 v Gabon U-23,    0-0

[/table]

 

Mengungkap Kebenaran Penembakan Misterius

Oleh: Supriad Purba

Slogan “Melawan Lupa” adalah bentuk kampanye yang efektif dalam mengungkap kebenaran masa lalu kaitan dengan kejahatan kemanusiaan serta pelangggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Ajakan itu juga kemungkinan  akan membuka misteri besar dalam kasus Penembakan Misterius (Petrus) yang pernah dilakukan oleh Negara terhadap warga negaranya.

Walaupun dengan alasan apapun, tidak ada pembenaran yang bisa dijadikan sebagai alasan oleh Negara karena telah mengabaikan prinsip hak asasi manusia dan sejatinya pelaku dibalik itu harus diungkap dan diadili sebagai penjahat kemanusiaan.

Setelah tertunda lebih dari 10 tahun, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akhirnya menyelesaikan penyelidikan pro justisia terhadap kasus penembakan misterius (petrus) yang terjadi sepanjang tahun 1982-1985. Hasilnya, terindikasi adanya pelanggaran HAM secara sistematis yang dilakukan oleh pemerintah terhadap warga sipil yang dicap pelaku kejahatan seperti preman, bromocora, dan gali. Tindakan penembakan misterius ini juga disinyalir dimanfaatkan pemerintah untuk membungkam sipil atau aktivis yang kritis.

Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM berat Peristiwa Petrus 1982-1985, Yosep Adi Prasetyo yang akrab disapa Stanley menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM sejak Juli 2008 hingga 31 Agustus 2011, Komnas HAM menyimpulkan bahwa peristiwa penembakan misterius (petrus) di sejumlah wilayah di Indonesia pada 1982-1985 merupakan pelanggaran HAM berat dan kejahatan luar biasa karena memakan korban hingga ribuan orang.

Kesimpulan hasil penyelidikan Tim Ad Hoc terkait rentetan petrus pada 1982-1985 ini menurut Yosep berdasarkan keterangan dari 115 saksi yang dimintai keterangan, dengan rincian 95 saksi, saksi korban 14 orang, saksi aparat sipil dua orang, saksi purnawirawan TNI dua orang, dan saksi purnawirawan Polri dua orang.

“Kami tak hanya memintai keterangan dari korban atau keluarganya, tapi juga orang yang lolos atau pelaku. Kami melepaskan persoalan petrus dengan situasi politik yang dahulu digunakan rezim Orde Baru,” katanya, di kantor Komnas HAM, Jakarta (Sinar Harapan).

Bukti Rezim Otoriter

Sangat sulit diterima oleh akal bagaimana pembunuhan, pembantaian, penyiksaan adalah bagian dari pada kebijakan Pemerintah orde baru (Orba). Bagaimana kepemimpinan seorang otoriter dan dikatator menjadi berlaku bagi sebuah Negara yang dibangun diatas cita-cita besar yakni kemanusiaan dan penghargaan terhadap kehidupan manusia. Rezim yang dikomandoi oleh mantan Presiden Suharto dan kroni-kroninya telah mencederai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan keterlibatannya dalam pengeksekusian manusia Indonesia dengan kejam.

Penembakan misterius walaupun dengan segala bentuk alasan yang dilakukan oleh Negara, tidak bisa dibenarkan. Tidak ada yang lebih tinggi dari pada menghargai kemanusiaan dan menciptakan perdamaian. Akhirnya melalui bukti bahwa Negara pernah melakukan kejahatan kemanusiaan, maka masa kekuasaan Presiden Suharto tidak salah lagi dikatakan sebagai jaman pembantaian salah satu terbesar pada abad ke 20.

Pembantaian manusia dengan segala prinsip yang sangat diluar akal sehat, dimana mengandalkan kekuatan Negara. Maka sejatinya keterlibatan TNI dan Polri dalam setiap kasus pelanggaran HAM berat adalah benar adanya. Mulai dari kasus 1966 pasca Gerakan September dimana diperkirakan jutaan warga Negara Indonesia mati di ladang pembantaian. Kemudiaan kasus Penembakan misterius (petrus) yang memakan ribuan korban jiwa serta kasus pelanggran hak asasi manusia seperti kasus Timor-Timur, Tanjung Priok dan lainnya.

Oleh karenanya sudah seharusnya pengadilan menjatuhkan hukuman yang stimpal bagi pelaku dan oknum dibelakang peristiwa ini. Satu hal yang harus dicatat khusus kaitan dengan penembakan misterius adalah bahwa jatuhnya korban jiwa, bukan dilakukan oleh masyarakat terhadap masyarakat. Melainkan oleh orang propesional dalam hal ini tentu adalah aparat Negara, apalagi direstui oleh Negara. Sejatinya, jikalau itu terjadi pada tahun 1982-1985, maka pelaku masih hidup dan sejatinya masih bisa diungkit kebenarannya.

Strategi Pembersihan Negara

Tidak ada rezim otoriter yang bertahan lama di dunia, rezim fasis Jerman dibawah kendali Hitler adalah bukti bahwa kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya menjadikannya menjadi tersandera. Begitu juga di Indonesia, rezim orde baru (Orba) yang cenderung mengabaikan prinsip kemanusiaan sepertinya ada kesamaan dengan Negara fasis yang melakukan tindakan yang tidak bermoral.

Masa perang, begitu ujar Adolf Hitler, “adalah masa terbaik untuk mengenyahkan penderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan.” Banyak orang Jerman yang tidak mau diingatkan akan orang-orang yang tidak memenuhi konsep mereka tentang “ras unggul.” Para penyandang cacat fisik dan mental dianggap “tidak berguna” bagi masyarakat, ancaman bagi kemurnian genetis Aryan, dan, pada akhirnya, tidak pantas untuk hidup. Pada awal Perang Dunia II, penyandang keterbelakangan mental, penyandang cacat fisik, atau mereka yang sakit jiwa menjadi sasaran pembantaian dalam apa yang oleh Nazi diistilahkan sebagai program “T-4,” atau “eutanasia” (National Archives and Records Administration, College Park, M.).

Jikalau di Jerman, Nazi mengistilahkan dengan program Eutanasia, maka di Indonesia dijuluki dengan program penembakan misterius (petrus). Jikalau Hitler melakukannya pada masa perang, Pemerintahan Suharto melakukannya pasca perang pada saat kemerdekaan Indonesia. Istilah pembersihan Negara terhadap para preman yang sering dijuluki bandit yang bertato dan yang dianggap membuat onar dijadikan Negara sebagai sasaran empuk Eutanasia.

Jikalau Program “eutanasia” membutuhkan kerja sama dari banyak dokter Jerman, yang menelaah berkas medis pasien di lembaga-lembaga untuk menentukan siapa saja pasien penyandang cacat atau pasien sakit jiwa yang harus dibantai. Para dokter tersebut juga menjadi pengawas proses pembunuhannya. Para pasien nahas tersebut dipindahkan ke enam lembaga di Jerman dan Austria, tempat di mana mereka dibunuh di dalam kamar-kamar gas yang dirancang secara khusus. Bayi dan anak kecil penyandang cacat juga dibantai lewat suntikan obat dengan dosis yang mematikan atau dengan cara dibiarkan kelaparan. Mayat korban dibakar di dalam oven besar yang disebut crematorium.

Sementara korban penembakan misterius yang ditemukan tanpa identitas dengan pola yang sama, di antaranya kedua tangan di belakang dalam posisi jempol yang terikat dan luka tembak di kepala. Sementara itu, mereka yang dihilangkan dibuang di beberapa lokasi yang akhirnya menurut warga sekitar menjadi kuburan massal.”Korban petrus adalah orang yang ditengarai bermasalah dengan hukum atau dianggap meresahkan masyarakat seperti preman, residivis, copet, dan lainnya. Salah satu ciri adalah tato yang dimiliki.

Catatan hitam yang terjadi di Indonesia seharusnya dibersihkan dan dibuka kebenarannya. Negara harus gentlemen dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melihat derasnya ombak masa lalu yang menghantam kemanusiaan. Jika Negara juga masih menutup mata, maka sudah sejatinya setiap pelanggaran hak asasi manusia hanyalah cerita belaka tanpa adanya penyelesaian dan pengungkapan peristiwa. Khusus penembakan misterius, harus ada kejelasan dan membuka tabir masa lalu yang telah menghilangkan nyawa dengan program yang tidak jauh berbeda dilakukan oleh Nazi Jerman dengan nama “eutanasia”.

Penulis adalah aktivis Komisi Untuk
Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)

Sulitnya Bertahan

Menurut olahraga catur, menyerang adalah pertahanan terbaik. Dengan kata lain, ketika kita terus menyerang maka secara otomatis membuat lawan sulit menyerang. Jadi, serangan yang kita buat adalah pertahanan juga bukan?

Tapi, soal bertahan yang baik di catur tentunya berbeda dengan sepakbola. Pasalnya, jika terus bertahan kapan kita bisa membuat gol. Memang, Italia cukup berhasil memiliki strategi bertahan yang yahud. Dia mengandalkan kecepatan serangan balik ketika lawan sedang asyik menyerang. Bahkan, strategi Italia itu sempat mendapat cibiran sebagai sepakbola negatif. Negeri Pizza tak peduli, mereka tetap menggunakan strategi itu. Hasilnya, beberapa trofi Piala Dunia dan Piala Eropa pun berhasil mereka bawa pulang.

Begitulah, soal bertahan memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Maksud catatan ini sejatinya bukan ke arah itu. Ini lebih mengarah pada bagaimana kita mempertahankan prestasi. Tentu hal ini terkait dengan Olimpiade London 2012 yang masih digelar.

Seperti diberitakan, tradisi meraih medali emas di cabang bulutangkis selama ini telah lenyap. Tidak ada lagi pendekar beraket kebanggaan Indonesia yang bisa meraih prestasi tertinggi. Semuanya kandas.

Itulah sebab kenapa saya tuliskan di awal soal catur tadi. Idealnya, Indonesia harus terus menciptakan atlet andal di bulutangkis agar negara lain tak sempat mencetak yang andal juga. Kenyataannya, prestasi Indonesia terus mundur. Jangankan untuk ‘menyerang’, mempertahankan prestasi saja sulit.

Saya jadi iri dengan perenang Michael Phelps. Bagaimana tidak, perenang AMerika Serikat itu kembali meraih medali emas. Emas di nomor 200 meter gaya ganti perseorangan pada Olimpiade 2012 tersebut merupakan medali emas yang ke-16. Secara keseluruhan ia telah mengoleksi 20 medali. Ia juga menjadi perenang pertama dalam sejarah yang berhasil mempertahankan gelar dua kali, setelah juara di nomor yang sama di Olimpiade Athena dan Olimpiade London. Fiuh. Bisakah pebulutangkis Indonesia seperti itu? Jangankan meraih emas untuk satu nama secara berturut, sejarah mencatat, tak pebulutangkis Indonesia yang menerima emas dua kali.

Kenyataan ini rupanya mengingatkan saya dengan gonjang-ganjing PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Seperti dikabarkan, kontrak konsorsium Jepang akan berakhir pada Oktober 2013 mendatang. Berarti, pihak Konsorsium Jepang tidak akan bertahan. Kenapa? Bukankah usaha itu cukup menguntungkan?

Rupanya, Indonesia yang tak mau. Menurut pemerintah, dari kontrak kerja sama selama 30 tahun dengan Jepang, Indonesia sebetulnya mengalami kerugian 22 tahun. WOW. Itulah sebab, pemerintah telah menyediakan tujuh triliun rupiah untuk mengambil alih usaha tersebut. Dengan kata lain, Inalum harus kembali ke Indonesia!

Pertanyaannya, apaka konsorsium Jepang mau hengkang? Terserahlah, yang jelas kontrak mereka habis. Maka, timbula lagi pertanyaan baru, apakah setelah konsorsium Jepang hengkang, Inalum akan tetap berproduksi seperti itu? Entahlah, yang jelas rencana pengambilan alih itu malah menimbulkan gunjang-ganjing lain. Pihak Pemerintah Sumatera Utara ngotot minta saham sebanyak 60 persen. Mereka pun siap meminjam uang untuk pengambilalihan Inalum. Hm, pemerintah pusat bagaimana?

Kasus ini saya ras mirip dengan gonjang-ganjing medali emas Olimpiade dari cabang bulutangkis. Bukan maksud mengait-kaitkan, tapi dua bidang ini menunjukan sebuah ketidaksiapan Indonesia dalam melihat masa depan. Indonesia terlalu terlena dengan kejayaan masa silam: emas berulang kali di Olimpiade dan kekayaan aluminium di bumi Sumatera Utara. Hasilnya, di bulutangkis telah terbukti, tidak ada lagi emas yang berhasil didulang. Untuk Inalum, bukankah ada kemungkinan kalau aluminium telah habis? Ya, jika memang masih banyak cadangannya, kenapa Jepang mau hengkang. Ayolah, bukan sesuatu yang sulit untuk memperpanjang kontrak bukan? Satu lagi, kenapa kontrak harus habis pada 2013 mendatang? Artinya, Jepang sudah memprediksi segala kemungkinan bukan? Dia sisakan aluminium untuk dua atau tiga tahun ke depan, setelah itu habis. Sementara, tujuh triliun uang rakyat telah pindah ke tangan mereka. Hm, entahlah. Seperti kata catur, pertahanan yang baik adalah menyerang, tapi untuk melakukan itu dibutuhkan strategi dan konsentrasi yang kuat bukan? (*)

Asisten Pribadi Plt Gubsu Sudah Diperiksa

MEDAN- Diam-diam Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) sudah memeriksa Ridwan Panjaitan, yang juga menjabat sebagai Asisten Pribadi (Aspri) Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.
Hal itu diketahui, setelah sejumlah wartawan menanyakaan lanjutan kasus Korupsi Biro Umum Pemprovsu kepada Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Poldasu, Kompol Yudha Nusa.”Dia (Ridwan Panjaitan, Red) sudah datang memenuhi panggilan kami. Statusnya masih saksi,” ujar Yudha, Jumat (3/8) petang.

Namun Yudha tidak menyebutkan, kapan pemeriksaan pihaknya terhadap Ridwan. Dalam pemeriksaan tersebut, Yudha menyebut, Ridwan sangat kooperatif dalam memberi keterangan. “Dia membawa sejumlah data-data yang dimilikinya dalam pemeriksaan itu,” ujar Yudha.Namun, saat disinggung data apa yang dibawa Ridwan serta hasil pemeriksaannya apa saja, Yudha mengaku tidak mengetahuinya. “Saya belum tahu, sama penyidik lah hasilnya,” dalihnya.

Sementara, berkaitan dengan pemeriksaan tersangka Aminuddin (mantan Bendahara Biro Umum Pemprov Sumut), Yudha menegaskan pemeriksaannya telah usai. Pihaknya, kata Yudha, sedang merampungkan berkas Aminuddin untuk segera dikirim ke jaksa. “Dalam bulan ini berkasnya tahap I akan kami kirim ke jaksa,” sebutnya.

Pantauan Sumut Pos, sekitar pukul 16.00 WIB tersangka Aminuddin keluar dari ruang penyidik Tipikor Ditreskrimsus dengan didampingi dua petugas berpakaian biasa. Namun, saat wartawan coba mewawancarainya, Aminuddin tak mau memberi komentar.  Kompol Yudha menyebutkan, Aminuddin diperiksa oleh jaksa dalam kasus korupsi Bansos yang ditangani Kejati Sumut. “Jaksa pinjam tempat, kasus itu nggak ada hubungannya dengan Biro Umum,” katanya. (mag-12)