Home Blog Page 13165

Senpi Penembak Mati Zulfan Rakitan

MEDAN-Kepolisian mulai langkah baru untuk mengungkap kasus penembak mati tokoh pemuda Pancurbatu Deliserdang (DS), Zulfan Surbakti alias Upeng (52) warga Jalan Dagang Desalama, Kecamatan Pancurbatu. Korban yang ditembak di Jalan Jamin Ginting kilometer 15,5 Desabaru di depan bengkel Maklum, Selasa (24/7) sekitar pukul 19.00 WIB itu, diidentifikasi tewas akibat letusan senjata api (senpi) rakitan dengan jenis peluru kaliber 3,8 milimeter (MM).

Bertempat di Lapangan markas Polresta Medan, Kamis (2/8) siang, tim laboratorium forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) mendalami detail penembakan yang dilakukan pelaku yang kini masih buron. Tim Labfor memeriksa mobil yang dipakai korban, saat peristiwa penembakan berlangsung.

Dalam identifikasi tersebut, petugas Labfor sempat membuat lintasan menggunakan tali yang mengindikasikan bahwa arah peluru datang dari luar menuju ke arah bagian dalam mobil korban.

Terlihat ada dua tali yang dibentangkan dari luar mobil, tepatnya dari bagian depan kanan ke bagian dalam mobil. Satu melewati jendela kanan depan dan satu lagi melintasi lubang kecil di kaca depan mobil Opel Blazer silver dengan plat nomor BM 1128 LV. Sekitar pukul 15.00 WIB penyelidikan selesai melakukan itu.

Kepala Laboratorium Forsensik Polda Sumut, Kombes Pol Agus Irianto enggan memberi keterangan terkait pemeriksaan yang dilakukan anggotanya  tersebut. “Itu bukan kewenangan saya memberitahukannya,” ujarnya singkat.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki mengatakan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana pelaku menembak korbannya. “Penyelidikan ini kami lakukan untuk  mengetahui lokasi tembak, jarak tembak dan jumlah tembakan yang dilakukan pelaku,” ujar Yoris.
Dikatakan Yoris, detail informasi mengenai penembakan ini dinilai perlu untuk membantu proses penyelidikan, terlebih saksi masih ragu mengenai kendaraan yang digunakan pelaku.

“Sejauh ini saksi masih ragu apakah pelaku menggunakan sepeda motor atau mobil. Kita sudah periksa 9 saksi,” papar Yoris.
Dikatakan Yoris, dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, saksi hanya bisa memastikan mendengar tiga kali letusan senjata. Penembakan itupun dikatakan saksi dari jarak yang dekat. “Keterangan saksi menyebutkan kalau dia mendengar 3 kali letusan. Penembakan dilakukan dari jarak dekat,” sebut Yoris.

Dari uji balistik, seorang pejabat utama Poldasu berpangkat melati tiga menyebutkan senjata yang digunakan pelaku adalah revolver rakitan. “Pelurunya kaliber 3,8 mm spesial. Itu terlihat dari jenis peluru yang gak ada ruang di bagian depannya, berbeda dengan senjata api yang asli” ujarnya. (mag-12)

Warga DS Gelar Lomba Mancing di Jalan Rusak

MANCING: Warga menggelar lomba mancing  badan jalan  rusak  tergenang air  Kecamatan Beringin.//batara/sumut pos
MANCING: Warga menggelar lomba mancing di badan jalan yang rusak dan tergenang air di Kecamatan Beringin.//batara/sumut pos

LUBUKPAKAM-Warga di Desa Beringin dan Desa Karanganyer Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang menggelar perlombaan mancing di badan jalan akses utama menuju gerbang I Bandara Kualanamu, Kamis (2/8) pukul 10.00 WIB.

Warga yang terdiri kaum ibu ibu rumah tangga itu melemparkan joranya ke kubangan lumpur yang ada di badan jalan.
Menurut warga, perlombaan memancing di badan jalan rusak itu merupakan bentuk protes mereka karena fasilitas jalan di dua desa itu tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Jalan rusak menurut warga disebabkan banyaknya truk yang melebihi tonase melintas. Truk-truk itu mengangkut material proyek pembangunan Bandara Kualanamu.

Kerusakan itu diperparah dengan adanya lubang bekas galian kabel milik PT PLN yang terbengkalai sepanjang hampir 1 kilometer.

Beberapa waktu lalu Camat Beringin Bhatara Harahap dalam pertemuannya dengan warga di Kantor Camat Beringin, berjanji dalam waktu dekat akan mendesak PT PLN untuk menyelesaikan proyek galian kabelnya, namun sudah hampir sebulan janji itu tak kunjung terealisasi.

“Demo dan protes tidak pernah didengar, lebih baik menghibur diri dengan memancing di badan jalan. Genangan airnya makin tinggi akibat diguyur hujan. Lantas kami beli ikan lele kemudian dimasukan ke dalamnya untuk menggelar lomba mancing,” terang Atik, warga Desa Karang Anyar ketika ditemui di lokasi.

Tentu saja, aksi lomba mancing itu menjadi perhatian warga yang melintas. Bahkan dari warga yang melintas ada yang ikut dalam perlomban yang tidak membatasi persyaratan peserta itu.

Peserta yang banyak menangkap ikan lele menjadi pemenangnya, dengan hadiah ikan hasil tangkapannya.
Kepala Cabang PT PLN Lubukpakam, Herfberd Tampubolon mengatakan bahwa lubang itu terjadi karena pekerja terhalang oleh guyuran hujan sehingga korekan tertingal.

Herfberd berjanji  akan menimbun kembali korekan itu. (btr)

Kapan Penjaga Sekolah jadi PNS?

085362133xxx

Yth Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Kapan penjaga sekolah negeri yang honorer mendapat kesempatan untuk diangkat menjadi PNS? Kami sebagai orang kecil juga sangat ingin hidup kami terjamin. Terima kasih.

Tunggu Keputusan BKN

Terima kasih. Untuk pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS itu ada ketentuannya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Nah, hingga saat ini kita masih menunggu keputusan BKN. Kemarin baru guru, untuk penjaga sekolah belum bisa pastikan, karena ini akan dilakukan secara bertahap.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Bagaimana Prosedur Mengambil e-KTP?

081210241xxx

Pak Wali Kota Medan Yth. Saya warga Medan ingin menanyakan, apakah dengan menunjukkan KTP yang lama kita sudah bisa mengambil e-KTP di kecamatan?

Bawa KTP Lama

Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk mengambil e-KTP di kecamatan pada prinsipnya memang harus meninggalkan KTP lama di kecamatan.
Namun, jika ada warga yang tidak lagi memiliki KTP lama, bisa menjelaskannya kepada pihak kecamatan, atau paling tidak bisa membawa Kartu Keluarga sebagai lampiran.

Sementara sidik jari yang dilakukan di kecamatan hanya untuk melakukan crosscheck identitas pemilik e-KTP, hal ini untuk meminimalisir kesalahan pembagian e-KTP. Intinya, tidak diwajibkan untuk membuat KTP regular yang baru untuk mendapatkan e-KTP.

Budi Haryono Kabag Humas Pemko Medan

250 Bal Pakaian Bekas Impor Ditangkap

Kapal Penyelundup Terjaring Operasi Kurma

BELAWAN- Operasi Kurma yang digelar jajaran petugas Kanwil DJBC I Sumut berhasil mengagalkan dan menangkap satu kapal motor (KM) Semoga Jaya membawa 250 bal pakaian bekas senilai ratusan juta rupiah asal Malaysia. Kapal ditangkap saat memasuki perairan Sungaibaru, Asahan, Selasa (1/8) malam.

Pantauan Sumut Pos di Dermaga Kanwil DJBC I Sumut di Jalan Karo Belawan, kapal KM Semoga Jaya sarat muatan pakaian bekas impor tiba di Belawan, Kamis (2/8) sekira pukul 13.00 WIB.

Menurut informasi diperoleh menyebutkan, kapal tersebut ditangkap oleh kapal patroli BC Teluk Nibung 1508 yang melakukan patroli Operasi Kurma di sekitar perairan dimaksud.

Saat itu kapal penyelundup ini berusaha mengelabui petugas dengan menutup barang bawaannya menggunakan terpal dan melintas di sekitar perairan Sungaibaru, Asahan. Diduga kapal pengangkut barang ilegal ini berusaha mencari lokasi persembunyian di sekitar pinggiran pantai untuk menghindari pantauan petugas.

“Kapal bermuatan pakaian bekas asal luar negeri itu merupakan tangkapan petugas BC Teluk Nibung tadi malam (Selasa malam-red) dan KM Semoga Jaya berhasil terjaring dalam Operasi Kurma, yang saat ini mulai ditingkatkan menjelang lebaran,” kata Gunawan Kasi Penindakan Kanwil DJBC I Sumut ketika dihubungi.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada ketentuan dan peraturan yang memperbolehkan masuknya pakaian bekas ke Indonesia. Maka apapun alasannya pakaian bekas tetap tidak dibenarkan masuk dan bila ada yang mencoba melanggar peraturan negara akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.(mag-17)

Polisi Gerebek Lokasi Judi di Labuhan, 65 Orang Ditangkap

MEDAN- Sedikitnya 65 orang, terdiri dari 44 laki-laki dan 21 perempuan diamankan petugas gabungan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Polres Belawan dan Tim Densus Gegana, saat merazia markas judi Samkwan di Jalan Marelan Pasar 7, Labuhan Deli, Kamis (2/8) sore tadi.
Kanit Judi Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Saptono mengatakan, markas tersebut sudah diintai pihaknya sejak tiga hari terakhir.

“Markas judi samkwan ini sudah kami intai sejak tiga hari terakhir. Keterangan yang kami himpun dari para tersangka markas judi ini sudah beroperasi sejak satu bulan,” ujar Saptono.

Dikatakan Saptono, dari lokasi penggerebekan pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti yang dipakai untuk melancarkan bisnis haram tersebut. “Ada uang sejumlah satu juta rupiah, lapak judi samkwan, sejumlah mata dadu dan beberapa perlengkapan permainan judi samkwan yang kami sita dari lokasi,” sebut Saptono.

Saat disinggung adanya oknum ‘aparat’ yang membackingi bisnis judi tersebut, Saptono terdiam sejenak. “Kalau dari penggerebakan tadi selama kami di lokasi, kami tidak ada menemukan orang yang berpakaian seragam,” ujar Saptono.

Namun, Saptono mengatakan saat tim nya melakukan penggerebakan, sempat terjadi perlawan dari sejumlah orang yang ingin diamankan tersebut. “Hanya bentrokan kecil. Tadi sejumlah orang yang kami amankan sempat melawan dan berusaha kabur,” ungkap Saptono. (far/mag-12)

Pengendara Trauma Geng Motor

081269911xxx

Mohon kepada Bapak Kapoldasu dan Kapolresta untuk menangkap yang ngaku-ngaku geng motor yang hampir setiap malam lewat di Jalan Sutrisno Medan, dengan bergerombolan melempari kendaraan yang sedang berjalan. Mohon ditertibkan Pak, karena pengendara mengalami trauma untuk keluar maupun pulang. Terima kasih.

Lapor ke Polsek Terdekat

Terima kasih atas laporannya. Untuk hal ini, masyarakat bisa langsung melaporkan ke Polsek terdekat dengan informasi yang lengkap. Agar langsung dilakukan pengecekan dan penyelidikan. Untuk perilaku-perilaku orang yang tak bertanggung jawab dan meresahkan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso, Kabid Humas Polda Sumut

Rumah dan Pabrik Kursi Terbakar

MEDAN DELI- Sebuah pabrik kursi dikelola Burhanuddin (55), dan dua rumah dihuni, Desma (60) dan Pak Nyong (48) di Lingkungan 26 Kelurahan Tanjungmulia Hulu Kecamatan Medan Deli, Kamis (2/8) sekira pukul 01.30 WIB, terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, namun kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik (arus pendek) tersebut mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah.

Informasi diperoleh Sumut Pos, kebakaran terjadi ketika sejumlah masyarakat sedang lelap tertidur. Kobaran api diduga berasal dari pabrik pembuatan kursi berhasil menjilat bagian dinding pabrik hingga membesar. Maraknya kobaran api menyebabkan dua rumah yang berada di sebelahnya ikut terbakar.
Enam mobil pemadam api Pemko Medan yang tiba di lokasi kesulitan masuk ke lorong lokasi kebakaran yang terletak di pinggiran benteng Sungai Deli. Berkisar 40 menit kemudian api behasil dipadamkan. (mag-17)

Simpang tak Dilengkapi Traffic Light

08566588xxx

Kepada Bapak Wali Kota Medan Yth. Saya pengemudi yang selalu mengalami kemacetan di Jalan Yos Sudarso. Hal ini karena di persimpangan UMSU tak dilengkapi traffic light. Hal ini menyebabkan kemacetan yang cukup panjang Pak. Mohon ditanggapi.

Diinformasikan ke Unit Lantas

Terima kasih atas laporannya. Untuk menyikapi hal ini, kami akan sampaikan informasi ini ke unit-unit lantas untuk mengatasi kemacetan tersebut.

Kombes Pol Raden
Heru Prakoso

Kabid Humas Polda Sumut

Wali Kota Yakin Atasi Banjir di Medan Tembung

MEDAN-Persoalan banjir yang selama ini selalu menjadi keluh-kesah warga yang bermukim di Kecamatan Medan Tembung disikapi Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Pemko Medan kini telah menemukan solusi untuk mengatasinya. Diharapkan dalam dua bulan ke depan, perlahan-lahana masalah banjir bisa di atasi.
“Salah satu solusi yang telah ditemukan yakni dengan menebus rel. Untuk melakukan itu harus mendapatkan izin dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Jika itu sudah tembus, maka persoalan banjir bisa diatasi.,” kata Wali Kota ketika berbuka puasa bersama warga Kecamatan Medan Tembung dan Safari Ramadhan, Rabu (1/8).

Jika lumpur dari dalam parit sudah dikorek, Wali Kota yakin air yang menggenangi Jalan Letda Sujono setiap hujan deras turun akan bisa ditarik masuk dalam parit. (gus)