Home Blog Page 13166

Pelopor Pendidikan Fisioterapi di Pulau Sumatera

25 Tahun Berkarya Yayasan Dr Rusdi Mencerdaskan Anak Bangsa

LEMBAGA pendidikan Politeknik Kesehatan Dr Rusdi dipimpin mantan Kepala Dinas Kesehatan   Langkat drg H Herman Saddeck MBA MSc (penasehat yayasan), Dra Hj Marlina Rusdi  Nasution AMF (ketua yayasan) dan Dr Tri Makmur SPS (direktur) didirikan berdasarkan izin Dikti Departemen Pendidikan (nomor: 71/D/0/2009 dan rekomendasi PPSDM Departemen Kesehatan (nomor: HK 03.05/1/4/00494/2009).

Yayasan RSU Dr Rusdi Medan selaku pengelola Politeknik Kesehatan Dr Rusdi telah 25 tahun berkarya dalam mencerdaskan anak bangsa di Sumut. Bahkan lembaga pendidikan ini tercatat mempelopori pendidikan fisioterapi di Pulau Sumatera. Kampus ini sebelum menjadi politeknik kesehatan sudah memulai mendidik mahasiswa sejak tahun 1987. Awalnya berupa akademi-akademi kesehatan berubah menjadi politeknik kesehatan yang telah menghasilkan ribuan alumni.  “Politeknik Kesehatan Dr Rusdi satu-satunya politeknik kesehatan swasta di Sumut. Kita memiliki program studi (prodi) D-III Keperawatan, D-III Analis Kesehatan, D-III Fisioterapi dan D-IV Fisioterapi,’’ kata Direktur Politeknik Kesehatan Dr Rusdi melalui Pudir-I Harryjun K Siregar SST MFis di Medan, Rabu (1/8).

Harryjun mengutarakan D-III Keperwatan memiliki visi mengembangkan keperawatan profesional melalui pendidikan berkualitas, menjunjung harkat martabat manusia dan menjalin kemitraan dengan berbagai institusi pada tatanan lokal, nasional maupun internasional. “Lulusannya mendapat keleluasaan untuk memperoleh lapangan kerja di bidang kesehatan,’’ katanya.

Sedangkan lulusan D-III Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Dr Rusdi, rinci Harryjun, menghasilkan ahli madya analis kesehatan profesional yang mampu menunjang peningkatan layanan kesehatan khususnya pelayanan bidang laboratorium kesehatan.

Untuk D-III Fisioterapi yang mencetak tenaga ahli madya fisioterapi terampil, profesional dan berkompeten.  “Tidak hanya mampu memberi pelayanan fisioterapi, juga dapat memberikan informasi tentang pelayanan fisioterapi pada masyarakat,’’ katanya.

Pudir-I Politeknik Kesehatan Dr Rusdi juga menyebut D-IV Fisioterapi setara S-1 bertujuan untuk menghasilkan pemimpin fisioterapi masa depan yang kompeten dan berkarakter yang mampu profesi fisioterapi bangsa Indonesia. “Mereka akan memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan (SST FT). Ijazah program D-IV Fisioterapi dalam bidang kepegawaian setara dengan ijazah S1,’’ terangnya.

Harryjun mengatakan, masing-masing prodi memiliki berbagai keunggulan yang didukung beragam fasilitas.  “Antara lain ruang kuliah dan aula ber-AC dilengkapi peralatan computerized. Laboratorium exercise therapy, manual therapy, electro therapy dan laboratorium komputer. Perpustakaan berbasis teknologi informasi dengan koleksi buku dan jurnal yang lengkap dari dalam maupun luar negeri,’’ kata Harryjun. Fasilitas tambahan yang dimiliki kampus di Jalan H Adam Malik Nomor 140-142 Medan, lanjut Pudir-I Politeknik Kesehatan Dr Rusdi, berupa tersedianya asrama bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan area kampus yang memiliki WIFI yang aktif selama 24 jam sehingga mahasiswa dapat mengakses pelajaran dari internet. (dmp)

Siswi SMP Nurul Ikhwan Sepekan tak Pulang

LUBUKPAKAM-Sahut Rangkuti (40) dan istrinya Sarihot Nasution (30) warga Gang Rosela Dusun 2 Desa Tanjungmorawa A Kecamatan Tanjungmorawa resah. Pasalnya, anak sulung mereka yang bernama Siti Mariam (13) hampir sepekan tidak pulang ke rumah.

“Anak saya (Siti) pergi, Sabtu (28/7) mengikuti pesan tren kilat di sekolah, tetapi hingga kini tidak kembali kembali,” kata Pasutri Sahut Rangkuti dan Sarihot Nasution,ketika ditemui rumah kontraknya, Kamis (2/8), sekitar pukul 15.30 IB.

Menurut Sarihot pada Sabtu (28/7) itu anaknya mengikuti pesantren kilat yang digelar sekolahnya, Perguruan Pendidikan Nurul Ikhwan di Jalan KH Dahlan Tanjungmorawa.  Sebelum pergi, Siti sempat berpamitan kepada ibunya, setelah itu tidak kembali.   Sarihot dan suaminya sudah mencari Siti ke rumah sanak saudara dan teman-teman Siti, namun tak ketemu.”Kami berharap anak kami segera pulang,” harap Sarihot.(btr)

Politeknik Kesehatan Dr Rusdi Didik Mahasiswa Lancar Berbahasa Inggris

LULUSAN Politeknik Kesehatan Dr Rusdi yang memiliki motto ‘Ciptakan Keyakinan Profesi, Ilmu dan Masa Depan’ tak hanya berkiprah di dalam negeri. Lulusan lembaga pendidikan kesehatan ini ada yang berkarir di ASEAN, Timur Tengah, Eropa, USA, Australia dan Jepang.

Di Sumut, alumni Politeknik Kesehatan Dr Rusdi banyak bekerja di RSUD Pringadi Medan RSUP H Adam Malik, RSU Asia Colombia, RSU Herna dan RSU Permata Bunda. Juga di sejumlah rumah sakit di Riau dan Aceh. Hal ini disampaikan Pembantu Direktur (Pudir) I Politeknik Kesehatan Dr Rusdi Harryjun K Siregar SST MFis di kampusnya, Rabu (1/8). “Karenanya minat lulusan SMA sederajat untuk menjadi tenaga kesehatan di Politeknik Kesehatan Dr Rusdi terus meningkat,’’ katanya.

Menurut dia, kebanyakan mahasiswa di kampus yang dipimpinnya berasal dari Medan, Tapanuli Selatan, Sidikalang dan Takengon (Aceh) dimana mereka sebagaian besar adalah keluarga para alumni Politeknik Kesehatan Dr Rusdi. “Para alumni kita, banyak yang mengajak anggota keluarga atau teman untuk belajar disini. Banyak juga tenaga kesehatan di Sumut yang memilih mengkuliahkan anaknya di kampus kita,’’ ujarnya.

Berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013, Harryjun merangkan proses pendaftaran berlangsung mulai saat ini hingga September 2012.

‘’Persyaratan meliputi warga Indonesia, lulusan Sekolah Menengah Atas, MA sederajat untuk semua jurusan, tidak buta warna baik parsial maupun total, tidak cacat fisik atau mental yang dapat mengganggu tugasnya sebagai tenaga kesehatan,’’ katanya.

Selain itu, lanjut dia, calon mahasiswa Politeknik Kesehatan Dr Rusdi harus memiliki tinggi minimal 155 cm (laki-laki) dan 150 cm (perempuan), foto hitam putih terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak tiga lembar, membayar uang pendaftaran Rp.100 ribu dan mengikuti ujian tertulis. Harryjun bercerita pihaknya juga mengalokasikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

“Calon mahasiswa yang memiliki peringkat 1-3 di SMA sederajat dibebaskan uang pembangunan dan peringkat 4-6 membayar hanya 50 persen uang pembangunan yang secara keseluruhan berjumlah Rp.3.000.000,’’ katanya. Disebutkan Harryjun, mahasiswa baru akan disiapkan menjadi tenaga kesehatan yang siap pakai termasuk memenuhi standar registrasi sebagai tenaga kesehatan dan mampu menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Ini merupakan bagian dari suatu ekstrakurikuler bersama kegiatan olahraga dan seni di kampus yang pada setiap tahun diperlombakan melalui ajang Physio Sport Cup. ‘’Lulusan Politeknik Kesehatan Dr Rusdi Bukan menjadi akademisi yang hanya menganalisa di belakang meja. Mereka akan terjun ke lapangan sebagai pekerja tenaga kesehatan professional yang berkarakter apalagi kita lebih banyak mengarahkan dalam bentuk praktik peningkatan keterampilan kepada para mahasiswa,’’ imbuhnya. (dmp)

Dosen Terus Mengembangkan Pengetahuan

Pudir-I Politeknik Kesehatan Dr Rusdi Harryjun K Siregar SST MFis

UNTUK mempertahankan status akreditasi yang lebih tinggi, Politeknik Kesehatan Dr Rusdi selalu melakukan peningkatan mutu lulusan maupun staf pengajar. Saat ini ada delapan orang staf pengajar berlatar belakang pendidikan S2 dalam dan luar negeri, serta saat ini tiga orang staf pengajar yang akan menyelesaikan pendidikan S2 pada 11 Agustus 2012.

Demikian dikatakan Pudir-I Politeknik Kesehatan Dr Rusdi, Harryjun K Siregar SST MFis di kampusnya, Rabu (1/8). Menurut Harryjun, satu dari tiga dosen yang akan meraih menamatkan pendidikan magister di tahun 2012 adalah dirinya.  “Insya Allah bulan ini selesai pendidikan S-2 di Universitas Udayana Bali,’’ katanya.

Ia mengatakan pendidikan Magister Fisioterapi (MFis) hanya ada satu-satunya di Indonesia yakni di kampus Udayana.

“Selain saya, dua teman dosen Politeknik Kesehatan Dr Rusdi yang diwisuda bersamaan adalah Simson Sinuhaji dan Sabirin Branco. Ilmu yang kami raih, kirianya dapat terus dapat dikembangkan dalam meningkatkan mutu pendidikan para lulusan Politeknik Kesehatan Dr Rusdi,’’ imbuhnya.
Harryjun mengutarakan, dosen Politeknik Kesehatan Dr Rusdi selalu diharapkan pimpinan kampus dan pengelola yayasan untuk terus meningkatkan jenjang pendidikan. “Masih ada enam dosen yang sedang memperdalam pendidikan ke jenjang S-2. Nantinya pada tahun 2014, seluruh staf pengajar memiliki kualifikasi pendidikan minimal S-2,’’ terang Pudir-I.

Ia menambahkan, dosen Politeknik Kesehatan Dr Rusdi termasuk yang baru diterima dari lulusan magister Universitas Gajah Mada diharapkan dapat menjadi tenaga pendidik yang andal, berpengalaman dan profesional. Untuk peningkatan pengetahuan staf pengajar, kita juga memiliki program studi banding ke perguruan tinggi lain. (dmp)

Penertiban Galian C di BinJai Nyaris Ricuh

BINJAI-Situasi lahan eks hak guna usaha (HGU) PTPN 2 Seisemayang di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, kembali memanas setelah Polres Binjai melakukan tindakan terhadap satu dari dua usaha galian C yang ada di daerah tersebut, Kamis (2/8).

Tindakan Polres Binjai dinilai tebang pilih dalam menertibkan galian C tersebut, membuat anggota Parlin, memblokade truk galian C yang ada di Jalan TPA, Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai Timur, milik Tongat.

Situsi itu nyaris berbuntut konflik antara Parlin dan Tongat.  Tongat yang berada di galian C miliknya juga dikabarkan panik dan iapun membekali dirinya dengan senjata tajam jenis kelewang. “Ada apa rupanya di simpang sana bang? Soalnya di galian C situ (milik Tongat-red) juga ramai. Aku lihat Tongat pun bawa kelewang,” beber warga. Untungnya situasi itu bisa diredam kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Aris Fianto saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang dilakukan oleh pihaknya itu bukan persoalan galian C, tetapi soal tanaman tebu yang dirusak oleh galian C tersbeut.  (ndi)

Kehilangan Ganja, Teman Dibakar

MEDAN-Ridho Nasution (32), warga Jalan Karya Sehati, Medan Barat tega membakar tubuh temannya Feri Hamdani Siregar (27), di rumahnya, Kamis (2/8) sore.

Keterangan yang dihimpun, Ridho sehari-harinya jadi agen ganja kering. Petang itu, Feri datang ke rumahnya. Ridho meninggalkan Feri sebentar di rumahnya karena ada keperluan.

Tak berselang lama, Ridho pulang ke rumahnya. Ridho berniat hendak mengambil ganja yang disimpan di rumahnya. Tapi, 15 amplop ganja milik Ridho hilang. Ridho pun kalang kabut dan menanyakan kepada Feri.  Karena tak mengaku mengambil, Ridho pergi ke dapur dan  mengambil minyak tanah dan menyiram tubuh temannya itu dan membakarnya.

Feri berusaha melarikan diri dengan posisi tubuh dijilat api. Warga yang melihat kejadian itu berusaha memadamkan api di tubuh Feri dan melarikan Feri ke RS Sufina Azis. Tak berapa lama kemudian, polisi turun ke lokasi dan mengamankan Ridho.

Ridho mengaku khilaf karena 15 amplopganja miliknya hilang.  “Yang ada di rumah Feri dan saya tanyakan dia tapi dia tak mengaku,” katanya. Menurutnya, ganja tersebut baru dibeli dan akan dijual lagi.

Kapolsekta Medan Barat, Kompol Nasrun Pasaribu SiK mengaku, tersangka membeli daun ganja sebanyak 2,5 ons dari Tembung dan langsung memecahnya untuk dibuat paket kecil. Tak berapa lama kemudian, teman tersangka yang tak lain tetangganya datang.

“Karena daun ganjanya hilang dan temannya itu mengaku tak ada mengambilnya, lalu tersangka nekat membakar temannya karena merasa dirugikan,” katanya.  Dijelaskannya, dari data Polsekta Medan Barat, tersangka sendiri sudah pernah masuk penjara karena kasus narkoba.

“Tersangka merupakan residivis kasus narkoba dan kita juga mengamankan barang bukti daun ganja kering dan senjata tajam jenis keris dari tangan tersangka,” pungkasnya.

Ditegaskannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis Pasal 351 KUHP dan Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara. (jon)

Persiapan Minim, Tes CPNS 2012 Mundur

JAKARTA- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) sudah melansir jadwal seleksi CPNS baru dijalankan serentak pada 8 September nanti. Namun tanggal pelaksanaan tadi terancam diundur karena persiapan teknis mereka belum matang.

Hingga kemarin persiapan teknis penyelenggaraan seleksi CPNS baru yang diimpikan berjalan serentak itu belum optimal. Pada tahap terbaru kemarin, Kemen PAN-RB ternyata masih menjalankan pembagian distribusi atau alokasi CPNS saja.

“Pembagian kuotanya sampai sekarang masih berjalan dan tahap penuntasan pembagian. Saya tidak hafal persis pembagian di masing-masing instansi,” jelas Sekretaris Kemen PAN-RB Tasdik Kinanto di kantornya kemarin (3/8).

Dia menuturkan persiapan teknis lainnya sedang dalam pembasahan bersama konsorsium 10 PTN yang digaet Kemen PAN-RB. Menpan-RB Azwar Abubakar menuturkan, pemerintah tetap menargetkan pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini berjalan serentak. Dia mengakui jika awalnya ada beberapa instansi di daerah yang menggelar ujian CPNS belakangan.

Diantara instansi daerah yang merencakan tes CPNS belakangan atau setelah 8 September adalah Pemkot Surabaya. “Tadi mereka (Pemkot Surabaya, red) sudah kemari, dan siap menjalankan tes CPNS serentak,” urai dia.

Di saat Azwar optimis menggelar ujian CPNS secara serentak, dia belum yakin 100 persen ujian ini akan dijalankan pada 8 September nanti. “Ada kemungkinan diundur. Tapi sekali lagi belum ada kepastian, karena pesiapan teknis berjalan terus,” kata dia.
Kemungkinan pengunduran jadwal tes tadi disebabkan karena belum komplitnya persiapan teknis.

Diantaranya adalah urusan pengadaan logistik ujian. Azwar menuturkan pihaknya akhirnya memutuskan tidak mau main tunjuk langsung perusahaan percetakan.

“Saya tidak diciduk KPK gara-gara asal main tunjuk percetakan. Jadi diputuskan percetakan harus ditenderkan,” katanya. Dengan upaya tender ini, dia mengakui akan memakan waktu lagi. Termasuk membuat ketentuan standarisasi keamanan percetakan naskah ujian CPNS.
Azwar mengingatkan dalam CPNS tahun ini logistis soal ujian tidak disediakan masing-masing instansi. (wan/jpnn)

Tahanan Tanjung Gusta Coba Bunuh Diri

MEDAN-Akibat depresi, seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan nekad mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai tiga gedung tahanan tersebut, Kamis (2/8) sekitar pukul 12.30 WIB.

Akibatnya, korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka cukup parah.

Kepala Rutan Tanjung Gusta Medan, Tonni Nainggolan saat dikonfirmasi mengatakan tahanan tersebut bernama Ardy Yudhi yang statusnya narapidana dan masa tahanannya habis pada 16 Agustus 2012 ini.

“Kasusnya pencurian dan masa tahanannya selesai 16 Agustus ini,” ujarnya.

Menurut Tonni, petugas rutan langsung melarikan Yudhi yang kesehariannya bertugas sebagai pembersih blok-blok di rutan ke rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB. Sampai saat ini korban belum bisa dimintai komentarnya.

Namun, keluarga korban sudah datang menjenguk termasuk ketika korban dirawat sejenak di klinik yang ada di rutan, sesaat setelah dilarikan di salah satu rumah sakit di kawasan Sunggal Medan.

“Pokoknya dia masih belum bisa ditanyai. Tetapi ketika kami minta keterangannya, Yudhi mengaku menyusahkan keluarga sehingga melakukan tindakan demikian,” ujarnya lagi.(far)

Pertengahan Ramadan, Medan Diguyur Hujan

MEDAN-Awal Agustus tepatnya memasuki pertengahan Bulan Suci Ramadan, Kota Medan bakal diguyur hujan deras setiap sore hingga malam hari.
Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Hendra Swarta mengatakan, hujan yang turun awal Agustus mulai dari sedang hingga deras dan berpotensi juga menyebabkan banjir.

“Kepada warga juga diminta untuk tetap waspada karena hujan berlangsung lama. Tak hanya itu, warga juga diminta agar menjaga lingkungannya,” harapnya.

Hendra mengaku, hujan disebabkan penguapan yang tinggi selama kemarau lalu dan sudah membentuk titik-titik awan.
“Hujan yang turun juga disertai dengan angin kencang,” katanya.
Hendra menyebutkan, hujan akan mencapai puncaknya bulan Oktober mendatang, dimana suhu siang hari 34 derajat celsius dan suhu malam hari 29 derajat celsius,” pungkasnya.

Ditegaskan Hendra, seluruh Sumatera khususnya Sumatera Utara sudah mulai memasuki musim penghujan.
“Namun hujan yang turun itu berbeda-beda durasi turunnya. Hujan ini dipengaruhi perubahan iklim dan cuaca dimana ada gangguan di daerah Laut Cina Selatan juga yang menyebabkan tumbuhnya titik-titik awan yang lumayan banyak,” bebernya.

Hendra menjelaskan, potensi angin kencang saat hujan turun juga berpeluang besar menimbulkan angin kencang mencapai 30 knot atau sama dengan 54 km per jam.(jon)

Sepekan Sebelum Lebaran THR Wajib Dibagikan

MEDAN- Pemerintah Provinsi sumatera Utara (Pemprovsu) mengintruksikan pada seluruh perusahaan swasta yang ada  di Sumatera Utara (Sumut), diharuskan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) pada karyawan, sepekan sebelum hari H Idul Fitri 1433 Hijriyah.

Intruksi tersebut ditegaskan Pemprovsu dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu No.568.17.28, per Juli Tahun 2012 tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan dan imbauan mudik lebaran bersama.

Intruksi Plt Gubsu Pemprovsu tersebut Itu disampaikan melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumatera Utara (Sumut), Bukit Tambunan, pada Sumut Pos, Kamis (2/8) kemarin.

“Plt Gubsu sudah mengeluarkan surat edaran. Yang isinya sepekan sebelum hari H lebaran atau Idul Fitri setiap perusahaan diharuskan sudah membayarkan seluruh THR pada karyawan. Dan itu harus,” ungkapnya.

Lanjut mantan Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Provsu tersebut, menyebutkan kendati sudah ada keputusan itu tetap, ada saja ketentuan-ketentuan yang mendasar, seperti jumlah THR yang berbeda antara karyawan lama dan karyawan baru.
“Ada ketentuannya juga. Yang baru sebulan atau dua bulan ya tidak bisa juga sama dengan yang lama. Sesuai dengan ketentuan perusahaan lama bekerja bagi karyawan,” bebernya.

Menurutnya, THR merupakan hak bagi setiap karyawan dan buruh. Maka dari itu, tidak diperbolehkan perusahaan untuk mengulur atau menunda-nunda pemberian THR tersebut.

“Surat edarannya sudah diberikan kepada perusahaan-perusahaan, tidak boleh ditunda-tunda dan harus tepat waktu. Karena ini adalah hak para karyawan sesuai dengan peraturan yang berlaku yang telah disepakati” tukasnya.(ari/sam)