Home Blog Page 13170

Status Brigjen Didik Purnomo jadi Rebutan KPK-Polri

Kasus Dugaan Korupsi Simulator SIM Korlantas Mabes Polri

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak hanya “menilang” mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo dalam kasus korupsi Simulator SIM Korlantas Mabes Polri. Tapi komisi antirasuah itu juga tengah mengincar mantan Wakakorlantas Brigjen Pol Didik Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek dan beberapa personel polisi lain.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan bahwa tersangka Djoko tidak bermain sendiri. Istilahnya, KPK menyebut Djoko bermain bersama kawan-kawannya. Salah satu yang dimaksud kawan-kawan Djoko adalah Didik yang kala itun
menjabat sebagai PPK. “Tapi yang perlu ditegaskan, sampai saat ini yang menjadi tersangka masih DS (Djoko Susilo),” kata Bambang di kantornya Rabu (1/8).

Ketua KPK Abraham Samad juga menambahkan bahwa Didik belum ditetapkan sebagai tersangka. Tapi, lanjut Abraham, kalau memang KPK sudah menemukan dua alat bukti yang kuat, tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan akan ditetapkan sebagai tersangka. “Tunggu saja nanti  kalau memang sudah tersangka akan kami umumkan,” kata Abraham.

Terpisah, seorang sumber Jawa Pos di KPK menyatakan bahwa keterlibatan Didik dalam kasus ini sangat besar. Apalagi Didik merupakan seorang PPK yang mengurusi semua proyek simulator SIM. Bahkan nama Didik sudah tercantum di surat perintah penyidikan (sprindik) dengan tersangka Djoko.
Didik diduga orang mengatur semua proyek termasuk soal pemenangan tender tersebut. “Paling tidak dia juga tahu soal aliran-aliran dana dalam proyek tersebut,” ujar seorang sumber di KPK tanpa mau merinci secara detail peran Didik lantaran masih dalam pengembangan. “Kalau DP ini disidik Polri, tentu tidak sinkron dengan alur kita,” katanya.

Nama Didik ini sudah dibahas dalam rapat antara Kapolri Jenderal Timur Pradopo dengan Ketua KPK Abraham Samad Senin lalu. Saat itu, Abraham mengalah dan menjelaskan pada wartawan bahwa PPK (pejabat pembuat komitmen, dalam hal ini Brigjen Didik) akan ditangani oleh polisi.

Belakangan, ucapan Abraham ini berbeda dengan aktivitas penyidiknya di lapangan. Rupanya, berkas Didik juga sudah masuk ke KPK. “Pak Didik memang sudah dipanggil ke Bareskrim hari ini tapi saya tidak tahu untuk kegiatan apa,” ujar Kabid Dikmas Korlantas Mabes Polri Kombes Kilat Purwoyudo pada wartawan kemarin.

Selain Didik yang dimintai keterangan oleh Bareskrim ada empat perwira menengah. Yakni AKBP Endah sebagai Kasubag Perencanaan, Kompol Legino sebagai Bendahara Satuan Korlantas, Kompol Budi sebagai Kasi Sarana dan Prasarana serta Kompol Nyoman.
Menurut Kombes Kilat, semua nama itu memang terlibat dalam pengadaan barang simulator untuk SIM yang sedang disidik KPK. “Soal materinya saya sama sekali tidak tahu,” katanya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Agus Rianto membenarkan ada sejumlah perwira diperiksa Bareskrim kemarin. Tapi dia menyatakan pihaknya belum secara resmi mengumumkan statusnya sebagai apa. “Kita tunggu info dari penyidik saja ya, dalam satu dua hari ini,” katanya.

Didik Purnomo sendiri seharian tak tampak di Bareskrim. Didik yang biasanya ramah pada media ini juga tak merespon permintaan konfirmasi.
Pihak KPK menerangkan, polisi yang diduga kuat terlibat tak berhenti hanya pada Djoko Susilo dan  Didik. Namun ada nama lain yakni AKBP Teddy Rusmawan yang merupakan kepala primer koperasi . KPK masih terus menelusuri keterlibatan personel korps lalu lintas itu. Termasuk mengusut dugaan pemukulan yang dilakukan oleh Teddy pada Bambang Sukotjo yang terdokumentasi di youtube dan tersebar di internet kemarin.

Bambang Sukotjo adalah whistle blower kasus ini. Dia kini dipenjara di LP Bandung karena dituding wanprestasi kontrak. Perusahaan Bambang yang menerima sub kontrak dari PT Citra Mandiri Metalindo untuk mengerjakan proyek simulator Korlantas. Harga dari Bambang dimark-up dua kali lipat oleh PT Citra Mandiri. Hasil markup itulah yang dibagi-bagi ke sejumlah pejabat Polri.

Dalam video di youtube, tampak Bambang Sukotjo ditampar beberapa kali oleh orang yang diduga AKBP Tedy Rusmawan. Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, Teddy adalah perwira menengah yang lama berdinas di Korps Lalu Lintas. Saat kontrak ditandatangani dia adalah ketua primer koperasi Korlantas. Teddy berkarir di Korlantas sejak 2002 sampai sekarang.

Selain personel kepolisian, juga ada pihak swasta yang juga diincar KPK. Dia adalah Budi Susanto yang merupakan Presiden Direktur PT Citra Mandiri Metalindo (CMM). Seperti diketahui PT CMM merupakan pemenang tender pengadaan simulator SIM.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, KPK kemarin langsung mengirim surat pencegahan ke luar negeri ke Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM atas beberapa nama. Selain Djoko, KPK juga mencegah beberapa nama yang diduga terlibat. Mereka adalah Didik, Teddy, dan Wandi Rustiawan. “Surat permintaan KPK perihal pencegahan atas nama Djoko Susilo dan kawan-kawan, tanggal 1 Agustus 2012,” kata Wamenkum HAM Denny Indrayana kemarin.

Irjen Djoko Susilo Temui Hotma Situmpol

Di bagian lain, kemarin Irjen Djoko Susilo ke Jakarta. Dia menemui sejumlah pengacara kondang untuk memberikan kuasa hukum . Diantaranya Hotma Sitompul dan Juniver Girsang. Hotma membantah semua tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus pengadaan alat simulasi pembuatan SIM.

Bahkan, Hotma mempertanyakan status tersangka kliennya. Karena hingga saat ini jenderal bintang dua itu belum pernah diperiksa KPK. “KPK menyalahi Mou,” katanya di Jakarta kemarin. Hotma merujuk pada MoU atau kesepakatan bersama Kejaksaan Agung, Polri, dan KPK.

Dalam kesepakatan bersama itu, kata Hotma, terdapat beberapa klausul. Hotma menyebut klausul pasal 13 dalam MoU itu. Dikatakan bahwa, jika ada tersangka yang diduga melakukan tindakan pidana korupsi adalah anggota salah satu pihak, maka pihak yang melakukan penyelidikan memberitahukan kepada pihak yang anggotanya menjadi tersangka.”Pemberitahuan ini harus melampirkan Surat Perintah Penyidikan,” jelas Hotma.

Seharusnya, KPK berkoordinasi dengan kepolisian dalam tindakan pidana korupsi. Apalagi melibatkan anggota Polri. Hal lain yang dipermasalahkan Hotma adalah Djoko Susilo telah ditetapkan sebagai tersangka namun belum pernah diperiksa KPK.

Hotma juga membantah kliennya menerima uang suap dari pengusaha. “Sama sekali tidak benar, tidak ada bukti,” katanya. Aliran dana untuk Djoko Susilo senilai Rp2 miliar dari Sukotjo S Bambang itu pernah disampaikan pengacaranya, Erick S Paat. Menurut Erick, kliennya yang sudah divonis 3 tahun 10 bulan itu pernah memberikan dana kepada Djoko yang saat itu menjabat Kepala Korps Lantas Mabes Polri. (kuh/rdl/dim/jpnn)

Bicara Tentang Air yang Harus Terus Mengalir

Sahur Bersama Tokoh Masyarakat Sumut, H Azzam Rizal Nasution (11)

Tim sahur Sumut Pos melanjutkan perjalanannya. Kali ini, tim berkesempatan sahur bersama Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Ir H Azzam Rizal Nasution MEng di Kompleks Perumahan Setia Budi Jalan Setia Budi  Blok HH No.66.

Tim Sumut Pos, Medan

SAHUR: Dirut Tirtanadi, Azzam Rizal  istri  saat makan sahur bersama Sumut Pos.
SAHUR: Dirut Tirtanadi, Azzam Rizal dan istri saat makan sahur bersama Sumut Pos.

Seperti biasa, Tim Sahur Sumut Pos berkumpul di Graha Pena Jalan SM Raja Medan sekira pukul 03.00 WIB. Setelah seluruh anggota tim berkumpul tim langsung meluncur menuju kawasan Komplek Taman Setia Budi Indah.

Berselang 15 menit, tim sudah tiba di depan rumah di Komples Perumahan Setia Budi Blok HH No 66 Medan. Tanpa menunggu lama seorang pria langsung membuka pintu gerbang dan mempersilakan kami masuk. Tanpa sungkan, kami langsung duduk di bangku besi di teras rumah megah bercat putih itu. Setelah menunggu sepuluh menit, sang tuan rumah pun muncul. “Pasti belum pada tidur ini,” sapa Azzam yang saat itu mengenakan baju koko warna putih lengan pendek dan celana warna hitam.

Lantas, perbincangan ringan pun mengalir lancar. Sebagai Dirut PDAM Tirtanadi, tak lengkap rasanya jika tak membicarakan soal air. Mulai dari keluhan yang sering dihadapi pelanggan, hingga program yang tengah dilakukan manajemen Tirtanadi untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya.
Menurut Azzam, selama Ramadan ini, Tirtanadi berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para pelanggannya. Pasalnya, di Ramadan ini, kebutuhan air bagi umat Muslim sangat tinggi. Dan beban puncak yang biasanya terjadi pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, bergeser menjadi mulai pukul 03.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

“Insya Allah selama Ramadan ini tidak ada lagi keluhan soal air macet, air keruh dan sebagainya. Jika masih ada, cepat laporkan agar segera kami tindaklanjuti,” kata ayan dari Afif Rahman Nasution dan Ayesha Naifa Nasution ini.

Menyikapi adanya keluhan pelanggan tentang tagihan rekening yang meledak, sementara pemakaian biasa saja, Azzam mengatakan, si pelanggan tersebut harus sesering mungkin mengecek meterannya. “Jika kesalahan terjadi pada si pencatat meteran, maka kami akan menindak si pencatat metersn itu.

Sanksinya bisa pengurangan gaji. Ini dimaksudkan sebagai efek jera agar si petugas tadi tidak teledor dalam melaksanakan tugasnya,” tegas pria yang kini menjabat Ketua Pimpinan Daerah (PD) Al-Washliyah Kota Medan itu.

Disebutkannya pula, dari tahun ke tahun pelanggan PDAM Tirtanadi semakin banyak, sementara produksi air belum ada peningkatan. Karenanya, pada masa mendatang Tirtanadi menargetkan produksi air bersih 2.000 meter kubik per detik, sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi.

Setelah banyak mengupas tentang pelayanan yang diberikan Tirtanadi, Azzam yang juga menjabat Ketua PSSI Kota Medan ini pun mengalihkan pembicaraan seputar masalah persepakbolaan di Sumut. Dia mengaku telah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Bahkan, beberapa waktu lalu, dia sempat menduduki jabatan asisten manajer PSMS Medan.

Azzam juga mengaku perihatin atas kondisi PSMS Medan saat ini. Mulai dari dualisme menajemen hingga tertunggaknya gaji para pemain, baik PSMS yang berlaga di IPL dan ISL.

Terlalu asyik mengobrol, Hj Siti Solehati Dalimunthe, istri Azzam, muncul di depan pintu ruang tamu, mengajak tim untuk bersantap sahur.
Di meja makan telah terhidang sejumlah menu makanan yang lezat, di antaranya daging rendang, ikan gulai, perkedel, ayam goreng serta buahan-buahan, dan kerupuk.

“Biasanya kalau  menu  favaritnya bapak  saat makan sahur adalah ikan gulai dan rendang serta teh manis panas,” bilang Hj Siti Solehati Dalimunthe yang saat itu mengenakan gamis dan berkerudung pink.

“Memang selama Ramadan ini, saya selalu sahur bersama keluarga di rumah. Namun, untuk berbuka puasa, saya jarang berbuka puasa di rumah bersama keluarga,” ucap Azzam yang merupakan putra sulung dari pasangan H Imran Nasution dan almarhumah Hj Nandra Hanim Lubis ini.
Setalah menikmati menu hidangan sahur bersama, tim beranjak dari meja makan dan kembali ke teras rumah untuk menyambung cerita sembari menunggu waktu imsak tiba.

Tidak lama berbincang, terdengar suara sirine tanda imsak. Akhirnya, tim pamit kepada Dirut PDAM Tirtanadi Sumut itu.
Setelah diantar Azzam hingga pintu pagar rumah, tim pun langsung tancap gas kembali ke Graha Pena. (*)

4 Pejabat Dinas PU Samosir Ditahan

Dugaan Korupsi Pembangunan Irigasi dan Bendungan Siutolan

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) secara resmi menahan empat dari enam tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi dan bendungan di Siutolan Kecamatan Nainggolan. Proyek itu ditangani Dinas Pengerjaan Umum (PU) Kabupaten Samosir tahun anggaran 2008-2010 sebesar Rp2,5 miliar.

Usai diperiksa enam jam, keempat tersangka langsung diboyong menuju Rumah Tahanan (Rutan) Tanjunggusta Medan.

Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare menyebutkan, keempat tersangka masing-masing mantan Kepala Dinas (Kadis) PU Kabupaten Samosir tahun 2008/2010 —yang juga adik ipar Bupati Samosir—, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Tarukim Kabupaten Samosir, PS. Kemudian, Ketua Panitia Lelang yang juga Kepala Bidang (Kabid) Realisasi di Dinas PU Samosir, AP, Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan, MS, dan rekanan atau pihak ketiga, ML.
“Hari ini, keempat tersangka secara resmi ditahan. Sebelumnya keempat tersangka menjalani pemeriksaan dari pukul 10.30 WIB-16.30 WIB. Mereka didampingi pengacara, baik saat menjalani pemeriksaan maupun ketika dibawa ke mobil tahanan,” jelasnya.

Dikatakannya, keempat tersangka dikenakan pasal 2,3,9 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Sementara dua tersangka lagi yang hingga kini baik nama dan inisialnya masih disembunyikan oleh tim penyidik, masih tahap perkembangan. Sebab tim penyidik masih fokus pada penanganan empat tersangka tersebut termasuk akan ada pemeriksaan lanjutan kepada keempatnya.

Pantauan Sumut Pos, sejak pagi hingga sore hari, keempat tersangka awalnya diperiksa secara terpisah di ruang penyidik. Usai menjalani pemeriksaan, keempat tersangka yang diboyong oleh beberapa petugas kejaksaan ke mobil tahanan enggan berkomentar perihal penahanannya.

Sementara itu, Bukit Sitompul selaku pengacara dari keempat tersangka mengatakan, menghargai keputusan tim Penyidik Kejatisu. Begitupun, sebagai penasihat hukum dari empat terdakwa, dirinya akan berusaha memberikan yang terbaik terhadap keempat kliennya.

Terkait tuduhan yang ditujukan terhadap keempat kliennya, menurut Bukit Sitompul, proyek itu sebenarnya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Proyek bendungan yang masuk dalam anggaran 2008 tersebut, menurutnya wajar jika mengalami kerusakan karena faktor alam.

“Kerusakan itu sebenarnya faktor alam. Wajar saja rusak karena pembangunannya sudah tiga tahun lalu. Yang jelas sebagai pengacara saya akan memberi yang terbaik kepada klien saya dan akan kita uji kebenarannya di persidangan,” terangnya.

Seperti diketahui, penyidikan terhadap kasus ini sendiri sudah dimulai sejak 25 April 2012 silam. Tim penyidik Kejatisu secara resmi menetapkan keempatnya sebagai tersangka pada Minggu (22/7) lalu. Namun belakangan, tim penyidik Kejatisu menetapkan dua orang tersangka lagi yang masih dirahasiakan identitasnya. Dalam kasus ini sedikitnya 18 orang saksi telah diperiksa dan dimintai keterangan.

Adapun penyimpangan yang dilakukan tersangka adalah dengan cara pengurangan volume pekerjaan, di mana saat itu jumlah anggaran yang diperuntukan sekitar Rp2,5 miliar. Meski demikian, Kejatisu masih menunggu hasil audit dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) Sumut untuk mengetahui secara pasti berapa kerugian negara dari dugaan korupsi tersebut. (far)

Penyelidikan Pembunuh Pasutri di DS, Polisi Kantongi Nama Tersangka

MEDAN- Peristiwa pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Tuyan (68) dan Ngatinah (65), yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam rumahnya, di Desa Telagasari, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang (DS), Kamis (26/7) lalu, menemui titik terang.

Kepolisian Deliserdang menyebut sudah mengantongi sejumlah nama yang bakal ditetapkan jadi tersangka. Namun, polisi tidak mau buru-buru dan menyebut masih akan melakukan pendalaman lagi.

Kapolres Deliserdang, AKBP Wawan Munawar saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan intensif untuk mengungkap pelakunya. Langsung aja konfirmasi ke Kasat Reskrim,” ujar Wawan, Rabu (1/8).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Deli Serdang, AKP Anggoro Wicaksono mengatakan saksi yang diperiksa pihaknya saat ini sudah bertambah 7 orang dari sebelumnya. “Hingga saat ini sudah 12 saksi yang kami periksa. Saksi itu yakni anak korban, menantu dan sejumlah tetangga korban,” ujarnya.
Meski tak menyebut secara detail, namun Anggoro memastikan pihaknya sudah meng antongi siapa pelaku pembunuhan tersebut. “Yang dicurigai tersangka sudah ada. Tapi kami masih dalami penyelidikan,” sebutnya.

Wawan juga mengatakan, jumlah saksi yang akan diperiksa sepertinya akan bertambah untuk melengkapi keterangan. “Hingga kini kami masih melakukan lidik. Sepertinya masih ada saksi-saksi lain yang akan diperiksa selanjutnya,” katanya.

Anggoro juga masih enggan berspekulasi lebih awal saat disinggung apakah ada indikasi pelakunya adalah orang-orang terdekat korb an. “Gak bisa dipastikan secepat itu. Kami masih melakukan penyelidikan,” pungkas Anggoro.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, masyarakat Jalan Batangkuis Dusun IV, Desa Telagasari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (26/7) sekira pukul 22.00 WIB dihebohkan dengan kematian pasangan suami-istri bernama Tuyan dan Ngatinah. (mag-12)

Pekan Kedua Ramadan, Warga Serbu Pasar Tradisional

MEDAN-Memasuki pekan kedua bulan Suci Ramadan 1433 Hijriyah warga mulai menyerbu pasar tradisional untuk membeli kebutuhan saat merayakan lebaran. Akibatnya, arus lalulintas di sejumlah titik pasar macet.

Ada 11 pasar tadisional yang rawan macet seperti Pasar Jalan Kapten Muslim, Pasar Jalan Setia Budi, Pasar Jalan Sutomo (Sambu, Red), Pasar Jalan SM Raja, Pasar Jalan AR Hakim, Jalan Pasar SM Raja (Sipang Limun, Red), Pasar Jalan Yos Sudarso (Palapa, Red), Pasar Jalan Pancing, Pasar Jalan Gatot Suboroto (Petisah), Pasar Jalan Kereta Api/Jalan Perniagaan (Pasar Ikan Lama, Red), Pasar Jalan Jamin Ginting.

Selain itu di pusat perbelanja pun tidak lepas dari rawan kemacetan seperti Buana Plaza, Medan Mall, Medan Plaza, Plaza Medan Fair, Sun Plaza, Thamrin Plaza dan Paladium. Kemudian ruas jalan persimpangan dan ruas jalan arah keluar/masuk ke Kota Medan meliputi persimpangan Amplas tepatnya Jalan SM Raja, persimpangan Pinang Baris tepatnya ruas Jalan Gatot Subroto, persimpangan Jalan Letda Sujono dan persimpangan Jalan Ngumban Surbakti dan Jalan Jamin Ginting.

Ruas jalan yang lain langganan macet setiap hari Jalan Cirebon, Jalan Balai Kota Medan, Jalan Kapten Muslim, Jalan Sutomo, Jalan Kareta Api, Jalan HM Yamin, dan Jalan Pulau Pinang LapanganMerdeka.

Kadishub Kota Medan, Renward Parapat menjelaskan pekan pertama Ramadan kemacetan terpusat pada lokasi jajanan berbuka, kemudian pekan kedua Ramadan kemacetan bergeser di tempat makanan siap saji seperti kafe, rumah makan dan tempat nongkrong, untuk melaksanakan buka bersama, di pekan ketiga kemacetan bergeser ke pusat-pusat perbelanjaan, dimana warga sudah mempersiapan untuk kebutuhan lebaran, pekan keempat Ramadan warga sudah beranjak melakukan arus mudik.

Wali Kota Sidak Pusat Perbelanjaan

Sementara Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM melakukan sidak ke sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Medan, untuk mencegah peredaran makanan dan minuman yang kadaluarsa, mengandung bahan berbahaya sehingga tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Dari hasil sidak meskipun secara umum produk makanan dan minuman tergolong baik, tapi masih ditemukan ikan asin yang tak layak konsumsi.
“Hari ini kita bersama dengan BPOM, Disperindag, Dinkes dan Diskanla Medan melakukan peninjauan ke sejumlah pusat perbelanjaan. Hasil yang kita temukan secara umum memang baik, bahkan dari hasil uji coba mobil laboratorium makanan seperti daging, hati ayam dan ikan asin bebas dari formalin dan bahan berbahaya lainnya,” kata Rahudman, ketika meninjau ke pusat perbelanjaan Suzuya, Rabu (1/8) pagi.

Namun, katanya, dari wujud produk yang dipajangkan sudah sangat buruk, seperti ikan asin sudah terlihat hancur, warnanya juga sudah terlihat buruk.
“Untuk itulah kita minta produk ikan asin ini ditarik karena tidak layak lagi dijual. Selain itu di Carrefour Medan Plaza ini juga ditemukan susu Indomilk yang expirednya bulan Agustus ini, makanya kita juga minta produk itu ditarik dari peredaran,” jelasnya didampinmgi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi serta sejumlah pimpinan SKPD.

Sementara itu, dari peninjauan yang dilakukan di toko Saudara Jalan Kampung Keling Medan, Rahudman menemukan banyaknya produk makanan yang tanpa label. Makanan yang ditemukan tanpa label itu seperti kerupuk, keripik, hingga abon sapi dan abon ayam. Dari kemasannya sama sekali tidak ada label apapun baik komposisi, izin Dinkes hingga sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kita juga menemukan banyak makanan yang tidak memiliki label, sehingga tidak diketahui komposisinya, masa expirednya, rata-rata memang makanan hasil home industri,” kata Rahudman.

Meskipun begitu, tetap saja setiap produk makanan harus memiliki label. “Setiap produk makanan meskipun itu  buatan pelaku usaha kecil menengah atau home industri harus membuat label halal dan izin edar serta batas kadaluarsanya. Kita minta pengusaha penjual makanan jangan menerima produk makanan tanpa label untuk diperjual belikan meskipun itu produk UMKM,” terangnya.

Sementara itu pemilik toko Saudara, A Hui mengatakan, kalau produk yang di pasarkannya itu tanpa label karena merupakan hasil produksi home industry. “Itu semua produk home industry pak. Kalau di kotaknya ada labelnya tapi untuk per kemasan memang belum ada. Secara perlahan nanti kami akan ingatkan kepada pembuat produk agar menyertakan label,” terang A Hui.

Selanjutnya dalam peninjauan yang dilakukan di Swalayan Maju Bersama, Jalan Marindal Medan, Wali Kota Medan tak menemukan makanan dan minuman yang kadaluarsa ataupun tidak layak konsumsi. Begitu pun dengan adanya temuan ini, wali kota meminta kepada BPOM Medan, dinas pertanian dan kelautan dan Disperindag Kota Medan agar mengawasi produk produk tersebut dan meminta diambil sample untuk langsung di uji di mobil uji lab, dan jika terbukti tidak layak konsumsi dan mengandung borak dan bahan bahan berbahaya, pihaknya meminta agar produk produk tersebut segera ditarik dari peredaran.

Usai dilakukan sidak ke sejumlah pusat perbelanjaan, hasil uji laboratorium sample makanan menyatakan bahwa produk- produk makanan tersebut layak konsumsi dan meskipun begitu pihaknya mengimbau agar produk makanan yang dikemas tanpa label ke depannya harus  membuat label halal dan izin edar dan batas kedaluarsanya.

Kepada instansi terkait, Wali Kota juga meminta agar dapat melakukan pengawasan yang ketat. “Mulai hari ini hingga menjelang lebaran nanti, saya minta instansi terkait BPOM, Disperindag juga Diskanla dapat mengawasi peredaran makanan dan minuman, jangan sampai ada makanan dan minuman yang kadaluarsa dan tidak layak yang dikonsumsi masyarakat,” tegas Rahudman.(gus)

Diserang Pemuda, 2 Pemuda Luka Bacok

Sirkuit Balap di Jalan Pancing Ambil Korban

MEDAN- Dua orang pemuda menderita luka bacok dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit, setelah diserang pemuda lainnya di arena sirkuit balapan yang terletak di Jalan Willem Iskandar II, Medan Estate, Rabu (1/8) siang.

Korban masing-masing Rodianto alias Rodot (38), warga Jalan Krakatau, mengalami luka bacok pada kepala, punggung dan perut dan Anto Solar (40)n
warga Jalan Medan Tembung, mengalami luka bacok tangan kiri yang nyaris putus.

Manda (41), salah satu kelompok pemuda mengaku, bentrok tersebut terjadi saat mereka sedang melakukan pembersihan lahan untuk  persiapan lomba.
“Tak tahu penyebabnya, mereka langsung menyerang kami dengan senjata tajam berupa kelewang, parang, samurai dan senjata tajam lainnya. Kami sempat melakukan perlawanan tapi karena mereka membawa senjata tajam, kami mundur,” jelasnya.

Ditegaskannya, ada 10 orang lebih pemuda yang menyerang. “Kami kabur dan mereka sebagian datang dengan berjalan kaki dan sebagian naik sepeda motor,” terangnya saat memberi keterangan di Mapolsekta Percut Seituan.

Menurutnya, teman mereka Rodot mencoba melarikan diri tapi terkena sabetan parang dan mengenai kepala dan badannya.

“Kepala Rodot bocor kena bacokan, badannya tak luput dari sabetan. Bukan hanya Rodot, teman kami Anto Solar pun terluka di bagian tangannya. Jari Anto nyaris putus akibat menahan sabetan parang yang mengarah kepadanya,” tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Faidir Chaniago SH mengatakan, polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut. Dijelaskannya, sedikitnya empat orang telah dimintai keterangan.

“Motifnya masih kita lakukan penyelidikan dan berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, pelakunya sudah kita identifikasi,” bebernya.
Menurutnya, kuat dugaan penyerangan karena kelompok pemuda merasa tak diikutsertakan dalam pengawasan di areal sirkuit tersebut dan tanpa ada penjelasan langsung menyerang kelompok lain.

Akibat kejadian itu Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro memanggil pengurus IMI Sumut diantaranya Ketua Umum IMI Sumut, Musa Rajeckshah alias Ijeck dan Ketua Harian, Jhon Ismadi Lubis serta pengurus lainnya.

Kepada pengurus IMI Sumut, Kapoldasu berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut.
“Hasil pertemuan tadi, Kapoldasu menyatakan sangat merespon kejadian itu. Beliau juga sudah membentuk tim untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap dua anggota kita,” ujar Ketua Umum IMI Sumut, Ijeck kepada wartawan, tadi malam.

Disinggung mengenai status lahan tersebut, Ijeck juga menyatakan dengan tegas pihaknya hanya mengelola lahan tersebut sebagai sarana olahraga.
“Lahan itu masih milik Pempropsu, IMI Sumut hanya sebagai pengelola untuk menampung bakat-bakat anak muda Sumut di bidang olahraga otomotif,” jelasnya.
Sementara itu, hingga kemarin sore, belasan personil Polsek Percut Seituan dan Sat Samapta Polresta Medan masih berjaga-jaga di lokasi kejadian mencegah terjadinya penyerangan susulan. (jon/mag-12)

Korban Keracunan Sudah Pulih

Pedagang Bakso Ngaku Beli Bahan Baku di Pasar Helvetia

MEDAN-Polisi terus memeriksa Tukiman alias Maman (38), warga Jalan Setia Luhur, Helvetia Medan, pedagang bakso kojek keliling yang membuat 31 anak-anak dan remaja warga Jalan Belibis Medan Sunggal keracunan.

“Pedagang bakso masih kita periksa secara intensif,” kata Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Bachtiar Marpaung, Rabu (1/8) siang.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara pedagang bakso mengaku membeli sapi dan ayam dari tempat dia biasa membeli yakni di Pasar Helvetia Medan.

Sementara sampel makanan masih menunggu hasil pemeriksaan petugas Labfor Polri.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap menginstruksikan Dinkes Kota Medan untuk memberikan penanganan medis yang terbaik untuk para korban keracunan bakso bakso kojek.

“Kemarin malam begitu mendengar keracunan saya langsung menyuruh Dinskes Medan untuk memberikan penangan terbaik untuk para korban. Untuk biaya kita (Pemko, Red) yang tanggung,” kata Rahudman Harahap, Rabu (1/8).

Rahudman menegaskan ke depannya tidak ada lagi warga Kota Medan menjadi korban keracunan akibat makanan yang dikonsumsi yang tidak sehat. Untuk itu Pemko Medan akan membuat pengadaan labotorium mobile untuk mengecek kelayakan makanan dan minuman yang sehat dikonsumsi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Edwin Efendi mengatakan, keseluruhan korban keracunan bakso sudah pulih dan sudah pulang ke rumah.
Menurutnya, Dinkes Medan sudah mengecek sampel cair dari muntah para korban di labotorium Dinkes Medan. Sementara sampel makanan sudah tak ditemukan lagi.

Edwin menambahkan, hasilnya baru diketahui 1-2 hari ke depan.

Edwin mengaku, tidak bisa mengkoordinir pedagang keliling yang berjualan secara mobile.
“Itu pedagang berpindah-pindah sehingga tidak bisa kita deteksi,” ujarnya.

Dinas kesehatan, katanya, akan mengadakan mobil labotorium mobile akhir tahun ini untuk mendeteksi pedagang keliling.
“Mobil labotorium itu untuk mengetes kelayakan makan dan minuman bagi pedagang keliling,” pungkasnya. (uma/gus/jon)

2 Personel Polres KP3 Belawan Divonis 10 Bulan Penjara

MEDAN- Sidang lanjutan dua terdakwa pemeras warga sipil kembali digelar di lantai II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (1/7). Dalam sidang dengann
agenda putusan itu, majelis hakim memvonis kedua terdakwa Rudi dan Sukardi masing-masing selama 10 bulan penjara.

Berdasarkan amar putusan majelis hakim yang diketuai Agustinus Setya SH, kedua terdakwa yang berdinas di Polres KP3 Belawan ini diyakini telah melanggar pasal 368 ayat 2 KUHPidana tentang pemerasan.

“Mengadili, terdakwa bersama-sama melakukan tindak pidana pemerasan dan menjatuhkan vonis masing-masing selama 10 bulan penjara telah melanggar pasal 368 ayat 2 KUHPidana tentang pemerasan,” ucap Agustinus Setya SH dalam pembacaan putusan.

Namun putusan tersebut sangatlah rendah bila dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Andre Wanda Ginting dari Kejari Belawan yang menuntut kedua terdakwa selama tiga tahun penjara.

Sekadar diketahui, kedua terdakwa melakukan pemerasan terhadap Hartono yang ditangkap di Jalan Aksara, Medan karena diduga telah mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu pada 2 Desember 2011 silam. Dalam tangkapan tersebut, kedua terdakwa berhasil mengamankan satu kantong plastik warna hitam berisi uang sebanyak Rp75 juta. Namun, menurut keterangan saksi Hartono pada persidangan sebelumnya, dirinya diperas dan diminta uang sebesar Rp200 juta.

Setelah disiapkan uangnya, lanjut Hartono, dalam kesaksiannya pada persidangan sebelumnya, lalu melalui Apin, teman Hartono, langsung mengantar uang tersebut ke sebuah SPBU di kawasan Jalan Krakatau, Tanjung Mulia. Setelah uang tersebut diambil, lalu Hartono dilepas. Selanjutnya, setelah dilepas itulah Hartono dengan didampingi para keluarganya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Propam Poldasu.
Usai mendengar putusan, JPU Andre Wanda Ginting saat dikonfirmasi wartawan mengatakan akan melakukan koordinasi dahulu pada atasan, sedangkan penasehat hukum kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir dahulu untuk banding. (far)

Dipukuli Suami Tepergok Bersama Pria di Kuburan

MEDAN-Tak tahan dituduh selingkuh oleh suaminya membuat Karnita Juniati Siregar (21), warga Jalan Pasar III Gang Tunggal Medan Perjuangan ini gerah.
Puncaknya, tuduhan tersebut berakhir kepada percekcokan dan membuat suaminya, Rahmat Situmorang (30) naik darah dan langsung memukulinya hingga babak belur, Minggu (29/7) malam.

Ibu satu anak ini ditemani ayahnya, Manggiring Siregar (42) saat ditemui di RSUD dr Pirngadi mengisahkan, malam itu anaknya tengah berada di sebuah perkuburan di kawasan Jalan Tempuling bersama seorang pria yang diakuinya sebagai teman.

“Waktu itu suaminya datang dan menanyakan siapa kawannya, tapi anakku  diam aja. Tiba-tiba suaminya langsung memukuli anakku,”ujar Manggiring kesal.
Tidak terima dengan pemukulan yang dialaminya, selanjutnya Karnita mengadukan peristiwa tersebut kepada sang ayah.

Manggiring selanjutnya mengarahkan anaknya untuk mengadukan kejadian tersebut ke Mapolresta Medan.

Untuk melengkapi berkas pengaduan, korban selanjutnya menjalani visum di RSUD dr Pirngadi Medan. (uma)

Yamaha Berkah Ramadan di Indrapura

MEDAN – PT Alfa Scorpii sebagai maen dealer sepeda motor Yamaha terus melakukan pendekatan ke seluruh masyarakat di penjuru Sumut. Kemarin (31/7) tim Yamaha Berkah Ramadan menyambangi pengendara Yamaha di Indrapura, Kabupaten Batubara.
Program kegiatan selama bulan Ramadan yang digagas PT Alfa Scorpii bekerjasama langsung dengan sub dealer Horas Motor, Indrapura, Kabupaten Batubara.

Chief Marketing Alfa Scorpii Medan, Freddy Lukman menyatakan, niatan Yamaha pada bulan suci Ramadan, sebagai bulan yang penuh berkah ini untuk menyapa sebanyak-banyaknya pengendara sepeda motor Yamaha.

Dalam menyapa pengendara, Yamaha ada menyiapkan baju koko dan sarung serta menu sahur dan menu berbuka (takjil, Red) yang sengaja dibagikan kepada pengendara sepeda motor dan orang tak mampu.

Seorang pengendara Yamaha Mio J CW, Juli Susanti (17) warga Gambuslaut, Indrapura, Batubara mengaku  terkejut ketika diminta orang berpakaian seragam Yamaha untuk berhenti. “Begitu berhenti, ditanya biodata dan langsung diberikan baju koko dan kain sarung serta tas. Terima kasih Yamaha,” katanya.(*/ril)