Home Blog Page 13171

Pembobol BRI Padangsidimpuan Ditangkap

PadangSidimpuan-Kepolisian Resor (Polres) Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut)  menangkap pelaku utama pembobol brankas Bank BRI Rp 970 juta. Turut diamankan lima tersangka lain yang menikmati uang tersebut.

Keterangan yang diberikan Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Andi Syahriful Taufik kepada wartawan, Rabu (1/8) menyebutkan, penangkapan itu bermula dari pengembangan kasus sebelumnya.

“Ini pengembangan penyelidikan setelah satu tersangka pelaku diamankan lebih dahulu beberapa waktu lalu, baru kemudian kita amankan pelaku yang ini,” ujar Kapolres Andi Syahriful Taufik.

Tersangka Suriono Sugianto yang bekerja sebagai sekuriti di bank tersebut, dan istrinya Emmi Yusnita Lubis diamankan terlebih dahulu dari rumah kontrakan di Sitinjak, Angkola Barat, Tapanuli Selatan. Turut diciduk juga Muhammad Sihombing yang terlibat dalam kasus ini. Seterusnya ditangkap lagi satu keluarga warga Padangsidimpuan yang ikut menikmati uang tersebut, yakni Hendri Saputra Tanjung (30), serta ayah dan ibunya. (bbs/smg)

Kejari Stabat Tetapkan Tersangka Block Grand

LANGKAT- Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat akhirnya menetapkan dua tersangka RF dan S, dalam dugaan kasus korupsi block grand untuk pengadaan perangkat komputer di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat oleh Kemendiknas.

“Berdasarkan hasil penyidikan tim kita, sementara ditetapkan dua tersangka yakni RF dan S untuk kasus block grand yakni disubsidi Kemendiknas kepada Dikjar Langkat terkait pemberian hardware dan software komputer untuk SMP negeri maupun swasta se kabupaten Langkat,” kata Kajari Stabat Asep Nana Mulyana di Stabat, Rabu (1/8).

Asep didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Choirun Parapat, menguraikan, program yang digulirkan Tahuan anggaran 2011 menelan biaya Rp2,2 M tersebut sampai sejauh ini masih menunggu audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tentang nilai kerugian negara.
Katanya, idealnya pembelian hardware dan software diserahkan ke 60 sekolah (SMP) swasta maupun negeri sesuai kebutuhan masing-masing.  Namun, sambung dia, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 60 saksi penerima diduga ada arahan atau tuntunan dari oknum di Dikjar Langkat melalui salah satu perusahaan Farid Perkasa Jaya (FPJ) yang digawangi RF tidak sesuai dengan ketentuan.

“Jaksa penyidik dalam melakukan pendalaman juga sudah melakukan pemeriksaan, terkait produsen di Jakarta. Hasilnya kemudian, bukanlah barang pabrikan sesuai ketentuan,” seru Asep seraya akui pihaknya sementara menyita atau selamatkan aset negara Rp62 juta yang disetorkan ke rekening penitipan barang bukti Pidsus Kejari Stabat.

Kedua tersangka dijerat Pasal (2) Jo (3) UU No31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (mag-4)

Urus KK, Kepling Minta Rp500 Ribu

081265535xxx

Kepada Yth Bapak Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan. Kami baru berumah tangga, saya penduduk Medan dan istri saya penduduk Siantar. Kami tinggal di daerah Helvetia dan berencana mau membuat KK yang baru. Setelah berbicara dengan kepala lingkungan, beliau meminta biaya Rp500 ribu, dengan alasan mutasi penduduk Siantar agak ribet. Yang saya pertanyakan, berapa sebenarnya biaya pembuatan KK yang baru? Terima kasih.

Hanya Rp2.500

Terima kasih atas laporannya. Mengenai hal ini, yang bersangkutan harus lebih dulu mengurus surat pindah dari Siantar. Setelah itu baru mengurus KK di Medan. Untuk biaya pembuatan KK yang baru sama sekali tak dipungut biaya apapun, alias gratis. Hanya dikenakan biaya pindah masuk pendatang sebesar Rp2.500.

Disarankan untuk mengurus KK langsung saja ke kantor kelurahan atau kecamatan setempat, tidak perlu melalui kepala lingkungan. Kalau ada kesulitan bisa langsung melapor ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan.

Muslim
Kepala Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kota Medan

Aliran Air Sangat Kecil

082267204xxx

Kepada Yth Bapak Dirut PDAM Tirtanadi Medan. Kenapa sudah setahun ini di Jalan Panah Hijau Labuhan Kecamatan Medan Marelan, air yang mengalir ke rumah-rumah warga sangat kecil?

Kami sangat kecewa dengan pelayanan yang selama ini kami terima. Karena tidak sesuai de-ngan visi dan misi Pemerintah Kota Medan yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakatnya.

Kami berharap, pimpinan PDAM Tirtanadi Medan dapat meninjau ke lokasi. Agar percaya dengan melihat dengan mata kepala sendiri. Laporan yang kami buat ini bukan mengada-ada.

Ada baiknya Bapak memperhatikan nasib masyarakat. Apa mau Bapak kami bayar tagihan dengan cara mencicil? Seperti pelayanan yang diberikan kepada kami? Mohon pengertiannya.

Segera Dicek ke Lapangan

Terima kasih atas laporannya. Untuk menangani keluhan ini tim kami akan segera mengecek ke lapangan dan mencari solusinya. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Jumirin
Kabid Humas PDAM Tirtanadi Medan

Dukung Transaksi Elektronik

MEDAN- Untuk memberikan kemudahan bertransaksi bagi nasabah perbankan, Artajasa mendukung adanya layanan sistem transaksi seperti terminal Automated Teller Machine (ATM) dan terminal Electronic Data Capture (EDC).

Hal itu dikatakan Vice President Electronic Data Channel Artajasa, Zul Irfan saat media workshop series Indonesia-Regional Champion Payment System di Hotel Aston, Selasa (31/7).  “Melihat hal itu , kami sebagai perusahaan penyedia layanan sistem pembayaran terdepan di Indonesia terus mendukung peningkatan integrasi terminal transaksi sebagai media pembayaran,” ujarnya.

Dia mengatakan keberadaan terminal ATM bagi sebuah bank saat ini tidak lagi sekadar sebuah kebutuhan namun sebuah keharusan. Zul menyebutkan saat ini lebih dari 30 ribu unit ATM telah hadir di Indonesia.

“Jumlah ini masih rendah, mengingat pengguna ATM sendiri saat ini telah mencapai lebih dari 40 juta nasabah. Sementara hampir di atas tanggal 25 setiap bulannya, terminal-terminal ATM antre oleh nasabah yang hendak mengambil dana atau melakukan pembayaran,” jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk terminal EDC sangat erat kaitannya dengan layanan purchase. Menurutnya masyarakat sudah sangat familiar menggunakan kartu debit atau kredit untuk berbelanja. “Ini dikarenakan lebih praktis tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Bahkan untuk fiturnya tidak hanya fitur transaksi perbankan, namun bisa juga fitur pembelian seperti untuk pengisian pulsa handphone,” jelasnya.

Saat ini, kata Zul, perusahaan-perusahaan multifinance sudah memanfataakan EDC untuk menerima pembayaran cicilan kendaraan bermotor. Selain itu, EDC juga sudah bisa ditempatkan di retailer seperti supermarket untuk menerima pembayaran konsumen dan lainnya. “Bahkan EDC juga ditempatkan di titik-titik pembayaran yang berada di perumahan, untuk bisa menerima berbagai pembayaran nasabah,” ucapnya.

Zul mengatakan ada beberapa jenis EDC seperti EDC sistem gesek berbasis magnetik dan chip. Dari jenis itu, kata Zul, EDC sistem gesek berbasis magnetik masih dipertahankan.

Deputi Acounting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Imanuddin Sahabat menambahkan sistem transaksi pembayaran di Indonesia saat ini melipiti uang, paper based (cek, BG, Wasel), alat pembayaran menggunakan kartu (kartu kredit), dan RTGSS.(ram)

Tingkatkan Produksi Kopi

KARO- Dinas Pertanian dan Perdagangan Karo bertekad mengembangkan budidaya kopi. Hal ini guna mendongkrak pendapatan perkapita petani.
Menurut Kadis Pertanian dan Perkebunan Karo, Agustoni Tarigan, SP didampingi Kabid Produksi Munarta Ginting SP, tanaman kopi yang belakangan mulai dikembangkan petani,  dipercaya mampu bersaing dengan kopi daerah lain di pasaran.

Data 2011 pada Dinas Pertanian dan Perkebunan luas areal kopi di 17 kecamatan se-Kabupaten Karo sekitar 5.516 hektar. Dari total luas tersebut,  tanaman yang berproduksi seluas 4.631 hektar. Tanaman yang  dalam waktu dekat menghasilkan 619 hektar. Sementara yang sama sekali tidak menghasilkan sekitar 194 hektar.

Hasil produksi budidaya tanaman  buah merah ini setiap hektar per tahunnya mampu mencapai 1 ton lebih. Sedangkan jumlah produksi untuk keseluruhan sekitar 4.845.315 ton/tahun.

ranking pertama terluas pertanian kopi diantara 17 kecamatan adalah kecamatan Merek dengan luas 1.247 hektar, urutan ke dua kecamatan Juhar sebanyak 486 hektar, peringkat ke tiga kecamatan Munte dengan luas 414 hektar serta urutan terakhir kecamatan Berastagi sebanyak 119 hektar.

Dengan setuhan dimaksud, petani akan disubsidi benih standarat yang berlebel. Tidak menerapkan sistem benih sapuan yang tidak jelas indukan dan kesehatanya serta transper teknologi tentang perawatan (pemupukan sesuai kebutuhan) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (penggerek buah).

Untuk itu, Pemkab Karo melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan tahun 2012, menargetkan peningkatan produktifitas sejumlah 10 hingga 15 persen.(wan)

DPD RI Dorong Dana Transfer Pusat ke Daerah Rp500 T

Jumlah dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah akan ditingkatkan menjadi Rp500 triliun untuk pertama kalinya. Peningkatan jumlah tersebut berkat adanya peran DPD RI dalam mendorong pembangunan di daerah-daerah.

Hal ini disampaikan Presiden SBY pada silaturahim dan buka puasa bersama anggota DPD RI dengan Presiden SBY di kediaman Ketua DPD RI, Senin (30/7). “Dana desentralisasi daerah-daerah meningkat sudah sesuai dengan permintaan DPD. Dana desentralisasi ini dikawal bersama agar tepat sasaran. Dana sebesar itu kedepan dikawal dan disukseskan agar mencapai sasaran dan tidak terjadi penyimpangan apapun,” tegas Presiden SBY pada sambutannya.

Kata dia RAPBN 2013 yang akan disampaikan Presiden pada saat pidato pengantar RAPBN dan Nota Keuangan pada 16 Agustus nanti di Parlemen, jumlah dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah akan ditingkatkan menjadi Rp500 triliun untuk pertama kalinya. Peningkatan jumlah tersebut berkat adanya peran DPD RI dalam mendorong pembangunan di daerah-daerah.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Sumatera Utara DR Rahmat Shah mengaku berterimakasih dan bersyukur mulai tahun APBN 2013 dana transfer ke daerah mengalami peningkatan dalam jumlah signifikan. Menurut Rahmat Shah, hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya dan komitmen DPD RI untuk mendorong kemajuan bagi daerah-daerah  karena DPD RI telah dipercayakan oleh konstitusi untuk mempercepat pembangunan daerah-daerah dalam wadah NKRI.

Dana transfer ke daerah dalam jumlah besar itu tentu diharapkan akan memacu pembangunan dan memperkuat pelaksanaan otonomi dan desentralisasi. Karena itu, anggota DPD RI Rahmat Shah melihat buka puasa bersama anggota DPD RI bersama Presiden SBY, Wakil Presiden beserta Ibu dan para Menteri tersebut menjadi momentum yang tepat untuk membangun komunikasi politik antara DPD RI dengan pemerintah.

Sementara itu mengenai wacana sistem otoritarian, Presiden mengatakan sistem demokrasi lebih baik dibandingkan dengan sistem otoritarian.
Sistem otoritarian, yang memungkinkan pemerintah mengawasi dan mengatur rakyat atas nama negara, dipandang menyimpan bahaya. Dan bahkan menyimpan bom waktu. Sistem demokrasi, sepanjang matang dan berkualitas, lebih mampu menyejahterakan rakyat. (*/ila)

Awas, Perampok Karyawan SPBU Masih Berkeliaran

MEDAN- Hingga kini polisi belum berhasil menangkap perampok yang membawa kabur Rp309 juta uang karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 1420301132, saat hendak menyetorkan ke Bank BRI, Senin (23/7) lalu. Polisi juga belum dapat mendeteksi keberadaan perampok, meski terus dilakukan pengejaran.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki saat dikonfirmasi, Rabu (1/8) enggan berkomentar. Sebelumnya, dia mengatakan tidak mau berspekulasi lebih awal siapa pelaku perampokan yang nekad beraksi di pagi hari itu. “Kasus perampokan ini penyelidikan sepenuhnya ditangani Polsek Percut Seituan dan Polresta Medan sifatnya hanya memback up,” kata Yoris.

Yoris sempat menyebutkan 10 personel tim gabungan dari Polresta Medan dan Polsek Percut Seituan sudah dibentuk untuk mengejar pelaku perampokan itu. Namun, hingga kini perampok belum berhasil ditangkap.

Sementara, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak mengatakan, sampai Rabu (1/8) siang, pihaknya sudah memeriksa 8 saksi.
“Sampai saat ini sudah 8 orang yang kami periksa terkait perampokan itu. Dua karyawan SPBU yang menjadi korban juga sudah kami periksa sebagai saksi,” ungkapnya.

Maringan menyebut, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun dia enggan menyebutkan sudah sejauh mana penyelidikan yang dilakukan pihaknya.

“Nanti lah itu, kami masih bekerja,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dua karyawan SPBU yang hendak menyetor uang ke Bank BRI dirampok oleh dua orang yang tidak dikenal, Senin (23/7) pagi sekira pukul 10.20 WIB. Tak tanggung-tanggung, kawanan rampok berhasil menggasak sekitar Rp309 juta.
Modus pelaku, yakni memepet kendaraan korbannya. Lalu pelaku menendang korbannya hingga jatuh dari sepeda motor. Usai korbannya jatuh, pelaku yang berjumlah dua orang itu langsung mengambil tas warna hitam, yang diperkirakan berisi uang tunai sekitar Rp309 juta sambil menunjukkan senjata api yang diselipkan di pinggangnya. (mag-12)

Cleaning Service Tewas di Jalan

MEDAN-Suresh Kan (25), warga Jalan Bersama Medan Sunggal, ditemukan warga tergeletak tak bernyawa di badan jalan di kawasan Jalan Asrama, Sunggal, Rabu (1/8) pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Melihat kondisi korban diduga tewas akibat kecelakaan lalulintas, temuan tersebut dilanjutkan warga ke petugas Lantas Polresta Medan.
Keterangan isteri korban, Sanggita (30) di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan, malam sebelum kejadian suaminya masih sempat membantu dirinya berjualan mercon di tempat tinggal mertua korban di kawasan Brayan.

Namun, pagi hari dirinya dikejutkan adanya kabar dari petugas kepolisian jika suaminya mengalami kecelakaan lalu lintas. Untuk memastikan informasi tersebut, Sanggita selanjutnya mendatangi RSUD dr Pirngadi Medan. Alangkah terkejutnya, ketika dia melihat suaminya telah terbujur kaku di Instalasi Jenazah rumah sakit tersebut.

“Padahal semalam dia (Suresh) masih merayakan ulang tahunku dengan anak kami. Tapi tuhan tega ngambil nyawa dia, siapa lagi yang akan menjaga kami,” ratapnya sedih.

Anggita juga tidak mengetahui persis kronologis kematian suaminya. Dirinya hanya mengetahaui jika suaminya tewas karena mengalami kecelakaan lalu lintas dan tidak mengetahui siapa yang telah menabrak suaminya. “Aku gak tau siapa yang nabrak dia. Semoga aja yang nabrak suamiku mengalami nasib yang sama,”ujar Anggita yang mengaku jika suaminya berkerja sebagai cleaning service di sebuah rumah sakit swasta di Medan. Anggita yang dikarunia seorang anak ini berharap kasus ini bisa dituntaskan sesegera mungkin dan penabrak suaminya bisa terungkap.  Pantauan di Intalasi Jenazah, jasad korban yang hanya mengakami luka kecil di bagian dahi kanannya itu, masih menjalani visum untuk selanjutnya akan disemayamkan keluarga di rumah duka. (uma)

Prodi Elektro Kerja Sama dengan PLN

MEDAN-  Politeknik Negeri Medan (Polmed) kembali menerima mahasiswa baru, Program Studi D3 Teknik Elektro Kerja sama dengan PLN gelombang ke-2. Program ini merupakan program kerja sama antara Polmed dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam rangka menjaring mahasiswa terbaik untuk kemudian akan direkrut menjadi pegawai di PT PLN (Persero).

“Program ini merupakan salah satu program unggulan yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk bergabung sebagai mahasiswa di Polmed, sekaligus membuka kesempatan besar untuk menjadi pegawai PLN, karena usai menamatkan perkuliahan, para alumnusnya akan direkrut oleh PT PLN (Persero),” demikian diungkapkan Direktur Polmed M Syahruddin ST MT, didampingi Pudir IV Bidang Kerja sama Cipta Dharma, SE, MSi  saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (1/8).

“Mereka yang lolos seleksi ini akan membiayai sendiri kuliahnya. Hanya saja setelah lulus mereka akan direkrut PT PLN untuk menjalani Diklat Prajabatan selama setahun dan sesudah itu baru diangkat menjadi pegawai PT PLN.  Seleksi mahasiswa dilakukan pihak kampus dan PT PLN, biaya ditanggung mahasiswa sendiri. Tetapi mereka memiliki kesempatan besar masuk sebagai karyawan PLN,” papar Cipta Dharma menambahkan.
Untuk penerimaan gelombang kedua ini, proses pendaftaran berlangsung sampai hari Jumat (3/8), sementara pelaksanaan ujian akan dilakukan pada Sabtu (4/8).

Bagi PT PLN program kerja sama ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pegawai baru, yang jumlah kebutuhan untuk tahun 2012 diperkirakan mencapai 3.000 pegawai baru.

PT PLN Selain bekerja sama dengan Politeknik Negeri Medan (Polmed), juga melakukan kerja sama dengan empat perguruan tinggi negeri di Jawa antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip) dan Politeknik Negeri Semarang (Polines).
Lebih jauh Cipta Dharma mengungkapkan, program ini dapat diikuti oleh lulusan SMA/MA jurusan IPA, SMK dan jurusan yang serumpun dengan teknik listrik.

Proses pendidikan akan diorientasikan pada peningkatan kemampuan dan keahlian terapan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan selama program berjalan 3 tahun, dan mencapai IP (Indeks Prestasi) sekurang-kurangnya 2,75 dan masa studi paling lama 6 semester. Yang berprestasi diutamakan jadi pegawai PLN. (dra)