MEDAN- Gelandang senior Affan Lubis merupakan salah satu pemain yang dipertahankan Persis Solo musim depan. Meski usianya sudah tak lagi muda, peran sentral pemain berusia 34 tahun ini di lini tengah masih dibutuhkan. Umpan terukur dan keahliannya mengatur serangan menjadi salah satu alasan. Ban kapten kerap dipercayakan di lengannya.
Affan saat ditemui di Lapangan Arhanud kemarin membenarkan hal itu. “Saat ini masih liburan di Medan. Tapi saya masih dipertahankan di Persis Solo musim depan. Jadi ada kemungkinan musim depan kembali ke Solo,” katanya.
Persis Solo berkiprah di divisi utama Liga Prima Indonesia Sportindo. Musim lalu klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini finish di urutan delapan klasemen. Namun Persis Solo mengalami masalah finansial sama seperti klub divisi utama lainnya maupun IPL yang berujung pada tertunggaknya gaji pemain.
Namun hal itu tak menjadi alasan bagi Affan untuk hijrah. “Manajemen sudah menjanjikan. Memang masalah gaji belum tuntas. Tapi saya komunikasi terus sama CEO Persis dan mereka berjanji akan mencicilnya. Ya kami masih menunggu,” katanya.
Satu hal yang membuat Affan yakin dengan prospek Persis Solo ke depannya adalah dualisme tim yang bakal segera diakhiri. Persis Solo lainnya, musim lalu juga berkiprah di Divisi utama PT Liga Indonesia. “Katanya mereka mau bersatu. Ini kabar yang bagus. Karena sebelumnya Persis Solo juga terseret dualisme jadi dua tim,” tambahnya.
Lantas bagaimana dengan PSMS? Tenaga dan ketenangan Affan memimpin lini tengah tentunya masih dibutuhkan. Terakhir ia mem perkuat PSMS di Divisi Utama 2010/2011. Saat itu Affan menjabat kapten dan membawa PSMS ke delapan besar. Affan tak menutup peluang kembali ke Medan.(mag-18)
Invasi miliarder Asia ke industri sepakbola Eropa terus berlanjut. Kali ini klub rakasasa Italia, Inter Milan mengumumkan sekelompok investor asal China menjadi pemegang saham terbesar kedua klub asal kota Milan itu.
Seperti dilansir BBC Sport, Kamis (2/8), Internazionale Holding, yang merupakan induk usaha Inter Milan mengumumkan pembelian saham tersebut. Namun, keluarga Presiden Inter saat ini Massimo Moratti tetap memegang kendali dalam klub berkostum loreng biru-hitam tersebut.
Dalam pengumuman tersebut juga disebutkan, Inter akan melakukan kerjasama dengan perusahaan konstruksi China Railway Construction untuk membangun stadion baru. Namun, tidak disebutkan dimana markas baru yang diperkirakan rampung 2017 tersebut akan dibangun.
Yang jelas dari investasi tersebut tiga nama naik menjadi direksi Inter yakni Kamchi Li, Kenneth Huang dan Fabrizio Rindi.
“Fase baru dalam kehidupan klub, bertujuan untuk memperluas kehadirannya di pasar Asia untuk meningkatkan sumber daya baru untuk peningkatan pembangunan masa depan internasional dan memenangkan perspektif (masa depan),” ujarnya.
Sebelumnya sejumlah klub Eropa telah diambil alih oleh taipan-taipan Asia seperti, Man City, QPR, Birmingham City, dan lainnya. (zul/jpnn)
TURIN- Kabar mengejutkan datang dari Fabio Parisi, agen Robin van Persie. Dia mengklaim bahwa kliennya itu sudah menemui kata sepakat untuk merumput di Juventus.
Hampir genap sebulan lalu, Robin van Persie merilis pernyataan tak akan memperpanjang ikatan kerja dengan Arsenal yang tinggal tersisa setahun lagi. Keputusan tersebut lantas memicu persaingan di bursa transfer untuk mengamankan servis penyerang kidal itu dengan tiga klub menjadi pelakon utama, yakni Manchester United, Manchester City, dan Juventus.
Namun begitu, kubu The Gunners, yang dipastikan ogah melego RvP dengan harga murah, lewat manajer Arsene Wenger pada weekend lalu juga menegaskan tak ada tawaran konkret yang telah datang untuk sang pemain.
Di tengah bergulirnya saga transfer, opini mengejutkan meluncur dari mulut Fabio Parisi. Dia menilai, eks punggawa Feyenoord itu telah menjalin kesepakatan dengan Juventus.
“Saya pikir Juventus telah memiliki kontrak yang telah ditandatangani dengan Van Persie selama beberapa waktu, yang terkunci dalam lemari notariat,” tuturnya dalam wawancara dengan Sportitalia.
“Itu hanya opini saya, tapi saya pikir terdapat kans delapan dari sepuluh bahwa pemain Belanda itu akan bergabung dengan Bianconeri,” lanjutnya.
Bila pendapat Parisi benar adanya, tentu yang dibutuhkan Juve sekarang adalah mencapai kata sepakat dengan Arsenal, tapi itu tampak sangat sukar didapat. Belakangan media-media Italia bahkan menyebut Si Nyonya Tua berencana mundur dari perburuan RvP dan mengalihkan bidikan kepada Edin Dzeko.
Bila RvP ternyata hijrah ke City, Juve berharap itu bisa memperbesar kans mereka menggaet Dzeko. Tapi Parisi sendiri beranggapan pemain Bosnia itu tak sesuai untuk pasukan Antonio Conte.
“Juventus ingin menang dan Van Persie dianggap sebagai tambahan ideal untuk mencapai itu. Saya tak berpikir Edin Dzeko pemain tepat untuk Bianconeri,” paparnya.(net/bbs)
KOMPETISI sepak bola wanita di Olimpiade 2012 mempersembahkan tontonan menarik. Selain skill yang tak kalah hebat, wajah-wajah manis pemain kerap membuat orang berdecak kagum.
Ajang itu sendiri sudah merampungkan kualifikasi. Sebanyak 8 tim terbaik akan bersaing di babak perempat final yang akan berlangsung pada 3 Agustus 2012.
Dari seluruh pesepakbola yang merumput, ada empat nama diprediksi akan menjadi andalan masing-masing tim dalam menjebol gawang lawan di babak perempat final nanti. Mereka saat ini tercatat sebagai top scorer alias pencetak gol terbanyak sepak bola wanita.
Tak hanya lihai dalam membobol gawang lawan, empat wanita ini juga ternyata memiliki wajah cantik. Ini dia 4 pemain cantik yang tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sementara. (bbs/jpnn)
1. Melissa Tancredi (Kanada)
Melissa Tancredi
Tancredi saat ini memimpin daftar top scorer sementara dengan torehan 4 gol. Wanita yang bermain untuk klub Dalsjöfors GoIF ini berperan penting membawa Kanada lolos ke babak perempat final sebagai peringkat ketiga terbaik. Dari 6 gol yang dicetak Kanada di babak penyisihan grup, 4 di antaranya dari Tancredi.
Di babak perempat final nanti, ketajaman Tancredi akan kembali diandalkan Kanada. Pasalnya, Kanada akan bertemu tuan rumah Inggris Raya yang tampil sempurna di babak penyisihan grup.
2. Stephanie Houghton (Inggris Raya)
Jika Kanada punya Tancredi, maka Inggris Raya akan mengandakan Stephanie Houghton. Pemain 24 tahun ini berhasil mencetak gol pembuka Inggris Raya di Olimpiade.
Sampai saat ini, Houghton telah mengkoleksi 3 gol. Gol-gol pemain Arsenal Ladies ini berperan besar membawa Inggris Raya tampil mengejutkan dengan menyapu bersih kemenangan di penyisihan grup.
3. Abby Wambach (Amerika Serikat)
Juara bertahan Amerika Serikat juga memiliki mesin gol andalan. Dia adalah Abby Wambach yang sudah mengoleksi 3 gol di Olimpiade. Wambach tercatat sebagai pencetak gol kedua terbanyak untuk AS dengan torehan 141 gol dari 185 laga internasional.
Kegemilangannya membuat Wambach sukses 5 kali menjadi Atlet Terbaik AS pada 2003, 2004, 2007, 2010, 2011. Wanita yang sempat berpose polos di majalah ESPN, “Body Issue” ini juga sempat mendapat penghargaan Atlet Terbaik versi Associated Press pada 2011.
4. Marta (Brasil)
Jika sepak bola putra dikuasai oleh Lionel Messi, maka sepak bola wanita dikuasai oleh Marta. Pemilik nama lengkap Marta Vieira da Silva ini berhasil meraih Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak 5 kali berturut-turut pada 2006, 2007, 2008, 2009, dan 2010.
Di Olimpiade 2012 kali ini, Marta tampil gemilang. Pemain 26 tahun ini berhasil mencetak 2 gol saat Brasil menggulung Kamerun 5 gol tanpa balas di laga perdana.
LONDON – Gelandang Malaga, Santi Cazorla dikabarkan semakin dekat hijrah ke Arsenal. Kedua pihak kabarnya hanya tinggal menyelesaikan finalisasi kontrak.
Menurut laporan Sky Sports, Kamis (2/8), kubu Arsenal dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan pihak Malaga terkait transfer winger Timnas Spanyol itu.
Malaga, yang tengah mencari investor baru menyusul krisis finansial dikabarkan setuju melepas Cazorla dengan mahar 17 juta poundsterling. Lebih jauh, winger 27 tahun ini bahkan sudah dijadwalkan terbang ke London, pekan ini, untuk menjalani tes kesehatan dan menandatangani kontrak.
Ketertarikan The Gunners kepada Cazorla merupakan buntut isu bakal hengkangnya Robin van Persie dari Emirates Stadium. Cazorla dianggap sosok yang tepat, untuk melengkapi lini depan Arsenal yang sebelumnya telah merekrut dua striker, yakni Oliver Giroud dan Lukas Podolski.
Cazorla sendiri telah membuktikan diri sebagai seorang pemain hebat. Di musim lalu, pemain sayap yang piawai mengeksekusi tendangan bebas ini menjadi salah satu aktor sukses dibalik sukses Malaga menembus empat besar klasemen akhir La Liga. (net/jpnn)
MEDAN-Polda Sumut mengerahkan 3388 personel polisi untuk pengamanan perayaan Idul Fitri 1433 Hijriyah. Polisi yang ditugaskan adalah personel gabungan dari terdiri satuan Polresta dan polsek-polsek.
Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumut, Kombes Pol Iwan Hary Sugiarto mengatakan, personel akan ditebar di titik-titik yang rawan tindakan kriminal.
“Selain akan ditebar di SPBU, tempat-tempat pengambilan uang seperti Bank atau ATM, personel juga akan bertugas di sejumlah titik-titik pos pengamanan yang sudah ditentukan,” ujarnya, Kamis (2/8) petang.
Iwan mengatakan, personel yang akan bertugas untuk pengamanan jelang Idul Fitri ini juga dikerahkan di sepanjang jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), mengingat jalur tersebut kerap digunakan para pemudik.
“Di Jalinsum personel akan berjaga di pos pengamanan dan pos pelayanan. Mereka (personel, Red) akan terus menjaga para pemudik dari ancaman-ancaman tindakan kriminal,” sebutnya.
Dikatakan Iwan, pengamanan yang dilakukan 3.388 personel tersebut masih sebatas memberi pelayanan kepada para pemudik.
“Nanti kalau mengamankan Salat Idul Fitri itu beda lagi yang ditugaskan. Ada lagi gelar pasukannya. Ini masih fokus ke sini dulu,” tegasnya.
Iwan menyebutkan, yang menjadi fokus Polda Sumut dalam pengamanan Idul Fitri tahun ini adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Jadi pemudik itu bisa selamat sampai tujuan dan terlindungi dari tindakan-tindakan kriminal. Paling nggak pemudik merasa amanlah sampai ke kampung halaman,” sebutnya.
Perwira berpangkat melati tiga itu mengatakan, dalam pengamanan ini Polda Sumut memerintahkan anggota-anggota yang bertugas di lapangan bertindak sesuai prosedur yang ada.
“Jadi nanti ada polisi yang berpakaian lengkap, pakaian preman dan sebagain lagi ada yang dipersenjatai. Satgas Brimob pasti akan dilengkapi dengan senjata. Mereka akan bertugas mengatasi kriminalitas yang lebih tinggi,” tukasnya.
Ditambahkan Iwan, nantinya Polda Sumut akan melakukan rapat koordinasi dulu pada tanggal 7 Agustus mendatang, sebelum akhirnya pada 11 Agustus personel sudah mulai turun ke lokasi-lokasi yang ditugaskan.
Sementara itu, Direktur Intelejen Keamanan (Dir Intelkam) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) yang baru, Kombes Pol Mohammad Abdul Kadir, mengatakan teritorial Sumatera Utara berbeda dengan Aceh.
“Kalau di Aceh saya lebih fokus ke senjata api. Kalau di sini (Polda Sumatera Utara) khususnya Medan, saya melihat di sini banyak sekali segala sesuatunya yang membutuhkan tugas Intelkam harus bekerja lebih keras lagi,” ujarnya, Kamis (2/8) siang.
Dalam sehari itu banyak sekali laporan Kasubdit yang masuk ke saya tentang kegiatan demonstrasi di Kota Medan. “Kalau di Aceh demonstrasinya lebih tertib. Potensi ricuhnya sedikit,” kata mantan Dir Intelkam Polda Aceh itu.
Dikatakannya, saat bertugas di Aceh, beliau lebih fokus ke masalah penembakan-penambakan yang terjadi di wilayah tersebut. “Disana (Polda Aceh, Red) saya banyak menyelidiki penembakan-penembakan yang kerap terjadi. Karena memang disana masih banyak senjata api,” sebutnya.
Meski tak detail menyebutkan sistem apa yang akan dilakukannya untuk pengamanan jelang Idul Fitri, dia mengatakan siap menjaga keamanan dalam perayaan hari besar umat muslim tersebut. “Kalau Intelejen itu mengikuti sistem pengamanan yang dilakukan Polda Sumut. Saya fokuskan anggota dari segi pengamanan untuk meredam segala tindakan pelaku-pelaku kejahatan. Paling gak kami orang pertama yang tau mengenai informasi potensi buruk atau tidak,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini pihaknya memfokuskan pengamanan di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), mengingat jalur tersebut kerap dipakai pemudik untuk pulang kampung. “Di Jalinsum menjadi fokus kami. Anggota akan ada berjaga di masing-masing pos Kepolisian. Jaraknya bisa 100 meter, jarak 200 meter,” sebutnya.
Abdul Kadir mengatakan, anggotanya yang berjaga ada yang bersifat mobile dan bersifat menetap.
“Mereka (anggota) ada yang sifatnya menetap, dan ada juga yang sifatnya terus bergerak. Jika anggota melihat adanya indikasi kejahatan langsung melaporkannya. Minimal setiap Polsek, Kanit Intelnya harus tahu,” tegasnya. (mag-12)
MEDAN-Pengunjung Ramadan Fair di Taman Sri Deli Jalan SM Raja Medan ngamu-ngamuk. Pemicunya harga minuman dan makanan terlalu mahal. Buntutnya, seorang paramusaji disiram pengunjung dengan air minuman yang dipesannya.
Kejadian itu berawal saat rombongan keluarga M Zaki (34) datang ke lokasi Ramadan Fair. Keluarga ini duduk dan memesan 4 teh botol, 1 martabak telur, 1 mie rebus.
“Kalau saya total harganya sekitar Rp35 ribu. Saya kasih Rp36 ribu pramusaji tidak terima. Mereka tetap bertahan dengan harga di bon,” ujar Zaki.
Dijelaskannya, melalui daftar yang dibuat panitia, harga teh botol Rp3.500, sedangkan pramusaji membuat harga menjadi Rp6.000, martabak telur didaftar yang dibuat panitia sebesar Rp8.000 tetapi pramusaji menulis Rp10.000. “Ini namanya pembohongan publik. Untuk apa panitia buat
daftar harga, kalau harga yang diberi sama pramusaji tidak sesuai. Padahal, mereka kan sudah briefing sebelumnya di Dinas Pariwisata Medan tentang harga,” ujar Zaki.
Merasa ditipu, refleks Zaki menyiram pramusaji tersebut dengan air teh botol yang dipesannya.
“Saya refleks saya tidak terima ibu saya terus diintimidasi. Bayangkan dari pesanan kami sekeluarga pramusaji tersebut bisa mengantongi sekitar Rp20 ribuan,” tambahnya.
Akhirnya, perbuatan tidak menyenangkan tersebut sampai ke meja panitia.
“Saya tidak terima jadi saya bawa saja langsung ke panitia. Saya bayar sesuai ketentuan harga panitia,” tambah Zaki.
Zaki menerangkan ini bukan kejadian pertama yang dialaminya. Tahun lalu, even yang sama harga tetap menjadi masalah.
“Saya kira tahun ini sudah ada perbaikan, tetapi ternyata sama saja. Kapok datang ke sini. Kasihan masyarakat kena tipu terkait harga,” lanjutnya.
Terkait dengan penyiraman air teh botol yang dilakukannya, Zaki menyatakan sudah minta maaf. Tetapi kalau pramusaji tak terima silahkan saja mengadu ke pihak berwajib.
“Saya juga akan melapor ke polisi karena diperas dan ditipu,” tambahnya.
Sebelumnya, Bana Situmorang pengunjung Ramadan Fair lainnya menjelaskan, dia bersama rekannya memesan dua gelas teh manis dingin dan sepiring pisang bakar. Saat terjadi transaksi pembayaran, pramusaji membanderol harga makan dan minuman Rp27.000.
“Kalau dibeli di luar harganya pasti tak segitu. Sepertinya harga cukup mahal dan dibiarkan oleh Disbudpar Kota Medan tanpa ada pengawasan harga dan pemerataan harga,” ucap Bana.
Kadisbudpar Kota Medan, Bursal Maman mengatakan, dirinya belum mengetahui insiden itu. “Saya belum tahu hal itu,” katanya singkat.
Sementara itu, Kabid Promosi Disbudpara Kota Medan, Agus Suriono mengatakan insiden tersebut sudah ditangani.
“Sudah kita atasi dengan membalikkan uang pengunjung,” ucapnya.
Apa tindakan dan pengawasan terhadap pedagang dan pramusaji yang menaikkan harga makan dan minuman? Agus mengatakan sudah melakukan tindakan dan pedagang harus menjual harga sesuai dengan harga menu dikeluarkan oleh Disbudpar Kota Medan untuk dilakukan pemerataan harga. (gus/ram)
MEDAN-Hendra Krisna (26), warga Jalan Mangkubumi mengalami luka lebam pada bagian mata kirinya. Juru parkir itu mendapatkan bogem mentah dari sepupunya Friski, Minggu (31/7) pagi.
Pengakuan Hendra, awalnya dirinya menemui sepupunya Friski untuk menebus handphone dan laptop yang digadainya kepada Friski seharga Rp500 ribu.
Namun saat akan menebus, sepupunya mengaku jika handphone dan laptopnya sudah tidak ada lagi.
Tidak terima dengan jawaban sepupunya, keduanya cekcok mulut hingga terjadi perkelahian.
“Waktu aku mau ambil handphone dan laptopku sama dia (Friski) nggak ada lagi katanya. Ditanya dimana dia nggak mau bilang, itu yang buat aku emosi jadinya kami cekcok. Tapi tiba-tiba dia langsung mukul aku bang,”ucapnya.
Tak terima barangnya hilang, Hendra masih memberikan kesempatan kepada sepupunya selama empat hari untuk mengembalikan handphone dan laptopnya.
“Karena dia nggak menunjukkan itikad baik, makanya aku niat laporkan ke polisi,”sebutnya,
Hendra selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Medan.
Untuk melengkapi berkas pengaduannya, Hendra selanjutnya mendatangi RSUD dr Pirngadi Medan, untuk menjalani visum. (uma)
MEDAN-Buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan masih saja dikeluhkan pasien. Keluhan ini datang dari Yogi (40), warga Simpang Limun Medan yang menderita penyakit anemia dan tengah menjalani perawatan inap di lantai II Asoka Kamar III.
Yogi saat ditemui di ruang perawatan mengaku, selama sepuluh hari menjalani perawatan, Yogi menilai jika pelayanan yang diterimanya sangat tidak memuaskan.
Karena menurut Yogi, dirinya tidak pernah dipegang langsung oleh dokter ahli melainkan para dokter muda yang tengah menempah pendidikan di rumah sakit tersebut.
“Kami para pasien yang dirawat di sini seperti kelinci percobaan bagi dokter muda yang sedang belajar. Karena kami tidak pernah langsung ditangani dokter ahli padahal rumah sakit ini mempunyai dokter ahli,”ungkap Yogi, yang mengaku jika dirinya berstatus pasien pengguna Jamkesda.
Yogi juga mengakui, saat para dokter memberikan obat kepada pasienn obat itu tidak pernah langsung diterima oleh pasien namun ditahan oleh para perawat.
“Gimana kami mau cepat sembuh jika dirawat di sini. Kalau pelayanan yang diberikan tidak bagus seperti pemberian obat,”ujarnya menyesalkan.
Yogi juga menambahkan banyak pasien yang belum sembuh namun memilih pulang ke rumah karena pelayanan yang kurang bagus dari pihak rumah sakit.
Akibat pelayanan yang tidak maksimal tersebut, Yogi berencana mengadukannya ke Dinas Kesehatan Kota Medan.
Menyikapi hal itu, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Amran Lubis SpJP mengakui jika peserta didik di rumah sakit yang dipimpinnya itu cukup banyak mengingat Rumah Sakit Pirngadi sebagai sebuah rumah sakit pendidikan.
Untuk menyikapinya, bilang Amran, ada sistem pengendalian dan ada tahapan, dimana dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak manajemen RSUD dr Pirngadi akan melakukan regulasi ulang.
Selain itu manajemen akan memberikan batasan kuota bagi lembaga pendidikan kesehatan, terutama fakultas kedokteran untuk mengirimkan jumlah peserta didiknya.
“Jadi ke depannya kita akan berikan kuota atau batas jumlah peserta didik yang akan menjalani pendidikan di Rumah Sakit Pirngadi,”terangnya.
Selain itu langkah lain yang dilakukan yakni menerapkan sistem membagi rasio dokter muda berdasarkan dengan jumlah pasiennya.
“Jika berlebih jumlah dokter muda dan perawat pendidikan, maka akan ada pembagian yang disesuaikan dengan jumlahnya,”ucapnya lagi.
Kedepannya pembagian ini bilang Amran yakni diupayakan satu pasien ditangani satu dokter muda atau coas dengan pembagian empat jam tiap menjalankan tugasnya di bawah bimbingan supervisor.
Sedangkan dokter muda lainnya akan ditempatkan disebuah ruangan dalam memfungsikan jurnal reading, studi kasus, ataupun pembelajaran lainnya dalam menanti waktu untuk tugasnya, yang dikenal dengan sistem clinical hospital.
Terakhir, bilang Amran, yakni membangun kerjasama dengan rumahsakit milik pemerintah di daerah, atau sistem hospital networking.
Selain untuk menyiasati berkembangnya rumah sakit swasta dalam bentuk persaingan, sistem ini juga dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada pasien.
“Jadi setiap rujukan dari rumah sakit daerah milik pemerintah akan mendapatkan kontribusi dari Rumah Sakit Pirngadi dengan sistem return fee atau bagi hasil. Konsep ini yang akan digalang dengan sistem hospital networking. Ke depannya kita tidak lagi mendengar ada lagi keluhan pasien yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah dan sebaliknya mereka akan mendapatkan sebuah kenyamanan,”sebutnya mengakhiri. (uma)
HISTERIS: Istri Hergiono, korban tewas perebutan lahan eks PTPN II di Desa Manunggal Labuhan Deli Deliserdang, tampak histeris di lokasi kejadian, Rabu (1/8). Foto kiri, jasad Hergiono sebelum dievakuasi.//fachril/posmetro medan/smg
LABUHAN DELI- Persoalan sengketa tanah sepertinya tidak ada habisnya, kembali satu nyawa melayang dan dua lainnya kritis akibat bentrokan memperebutkan lahan eks PTPN II. Peristiwa tersebut terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Rabu (1/8) kemarin.
Keterangan dihimpun Sumut Pos di sekitar lokasi kejadian, bentrokan berdarah di lahan garapan itu terjadi sekira pukul 13.45 WIB. Ketika itu korbann
Hergiono alias Ang (45) warga Jalan Baut Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan bersama empat rekannya yakni Ragil, Heri, Yanto, dan Hendro (42) warga Titi Baru Klumpang Kecamatan Hamparan Perak bermaksud memasang plang dan bendera mengatasnamakan kelompok petani penggarap di areal tersebut.
Belum sempat plang dipasang persis di depan lahan garapan milik Kelompok Tani Maju Lestari (KTML) Sumut, tiba-tiba puluhan pria dengan menumpangi mobil dan sepeda motor mendatangi Hergiono dan temannya. “Aku tak tahu mereka (pelaku) dari kelompok mana. Hanya saja sebelum terjadi bentrokan, kami sempat ribut mulut sama mereka,” ujar Hendro, seorang korban saat dirawat di Klinik Tumbuh Sehat, Marelan.
Karena sama-sama bersikeras mengaku sebagai pemilik atas lahan garapan tersebut, keributan mulut antarkedua kelompok ini kemudian berakhir bentrok. Dalam kejadian itu, Hergiono tewas bersimbah darah setelah mengalami luka bacok di bagian leher, perut, dan tangannya. Sedangkan keempat temannya termasuk Ragil dan Hendro yang mengalami luka bacok berhasil selamat setelah berupaya melarikan diri ke permukiman warga.
“Karena kulihat mereka jumlahnya banyak sambil bawa parang dan panah, aku langsung lari ke rumah warga. Oleh warga aku disembunyikan sedangkan yang lain aku tak tahu melarikan diri ke mana. Cuma, sebelum lari aku sempat melihat si Ang terkapar di tanah,” ungkapnya.
Hendro mengaku, dirinya ikut memasang plang di lahan garapan itu setelah diajak oleh Ragil. Karena tak menyangka bakal terjadi keributan, pria kurus bercelana panjang warna hitam ini pun ikut. “Aku ‘gak tahu soal permasalahan tanah garapan itu, aku datang ke lahan itu karena diajak sama si Ragil. Dan kalau tahu bakal rebut, pasti aku tak mau diajak sama dia,” tuturnya.
Warga setempat ketika ditanyai Sumut Pos menyebutkan, sebelum bentrokan berdarah terjadi, Hergiono yang kerap mengaku anggota BIN ini pernah terlibat keributan dengan seorang pria berinisial Jur yang juga mengaku sebagai kelompok penggarap.
“Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada keributan, masalahnya salah satu dari kelompok penggarap berencana membangun rumah ibadah di lahan itu. Sedangkan kelompok satunya lagi melarang karena mengaku lahan itu punya dia,” sebut warga yang minta namanya untuk tidak ditulis.
Warga mengaku, sebelum bentrokan terjadi mereka sempat melihat belasan sepeda motor dan mobil melintas masuk ke lahan garapan.”Kalau untuk 30 orang mungkin ada, mereka naik kereta (sepeda motor, Red) dan mobil, tak berapa lama ada beberapa orang lari minta tolong ke arah rumah warga di sini. Sedangkan pelakunya ada yang lari ke arah perkebunan menuju Hamparan Perak,” lanjut warga.
Sementara, petugas Polres Pelabuhan Belawan yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga selanjutnya melakukan pengamanan dan mengevakuasi jasad Hergiono ke RSU dr Pirngadi Medan guna kepetingan penyidikan. Sedangkan sejumlah barang bukti di antaranya sebuah plang milik korban disita petugas.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Priyanto ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dalam pristiwa bentrokan di lahan garapan yang mengakibatkan seorang warga tewas.”Sebentar dulu ya, kita masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya ini,” ujar Yudi singkat.
Adit (21) keponakan Hergiono ketika ditemui di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengungkapkan, pamannya itu dikeroyok. Saat itu, selain dengan teman-temannya, pamannya juga bersama anaknya Topan (4). “Tanpa basa-basi pamanku dan kawannya siang itu langsung dikeroyok bahkan di depan anak kandungnya sendiri. Karena ‘gak seimbang mereka sempat lari, tapi saat itu paman berhasil ditahan orang itu dan ‘gak bisa menyelamatkan diri,” ujar Adit yang mengakui jika korban memiliki dua anak kandung dan seorang anak tiri.
Menurut Adit, beruntung Topan tak ikut jadi korban. “Karena dia anak-anak makanya dibiarkan sama pelaku, tapi anaknya saat itu melihat langsung ayahnya dipukuli,”terang Adit.
Sementara paman Hergiono yang turut mengantarkan jasad ke RSUD dr Pirngadi Medan tidak mau memberikan komentar apapun. Begitupun saat disinggung tentang konflik terkait perebutan lahan garapan, lagi-lagi paman korban bungkam. (mag-17/uma)